Ziarah ke Makam Habib Abubakar Assegaf, Ketua MPR Ahmad Muzani Doa untuk Bangsa

GRESIK,1minute.id – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Muzani melakukan ziarah ke makam Habib Abubakar Assegaf di Kompleks Masjid Jamik Gresik pada Sabtu, 18 April 2026.

Muzani tiba di makam ulama kharismatik yang memiliki ribuan jemaah ini, Muzani didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik juga Ketua DPC Gerindra Gresik badal Duhur. 

Turut hadir dalam penyambutan tersebut di antaranya Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Anwar Sadad, Anggota Fraksi Gerindra DPR RI Bambang Harjo Soekartono (BHS), serta sejumlah fungsionaris Partai Gerindra

Rangkaian agenda ziarah diisi dengan doa bersama serta silaturahmi dengan keluarga besar dzuriyah Habib Abu Bakar di Jalam KH Zubair, Gresik. Kunjungan dengan agenda ziarah ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa dan keberkahan kepemimpinan nasional.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai agenda ziarah tersebut penting untuk memperkuat komitmen dalam menjaga nilai-nilai religius di tengah pembangunan daerah.

Sementara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengungkapkan rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk mengembangkan kawasan makam sebagai destinasi wisata religi yang representatif. Pengembangan tersebut meliputi peningkatan akses jalan, penyediaan fasilitas pendukung, serta penataan lingkungan guna memberikan kenyamanan bagi para peziarah.

“Pengembangan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Gresik Baru yang religius sekaligus berdaya saing,” ujar Fandi. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, selain berziarah di makam Habib Bakar, Ahmad Muzani yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Partai Gerindra turut melakukan silaturahmi ke dzuriyah Habib AbuBakar. “Ini merupakan kunjungan rutin Pak Muzani ke Gresik. Beliau selalu menyempatkan diri berziarah ke makam Habib Bakar,” ujar Asluchul Alif. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Ziarah ke Makam Habib Abubakar Assegaf, Ketua MPR Ahmad Muzani Doa untuk Bangsa Selengkapnya

Masjid KH Robbach Ma’sum Islamic Center jadi Venue MTQ XXXI Gresik, Bupati Gresik : MTQ Panggung Lahirnya Generasi Qurani


GRESIK,1minute.id – Masjid KH Robbach Ma’sum, Kompleks Islamic Center Balongpanggang menjadi venue Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Kabupaten Gresik. Perhelatan akbar yang diikuti oleh 18 kecamatan dengan total 725 orang kafilah ini dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Jumat malam, 17 April 2026.

Ajang ini tak sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat tradisi keagamaan sekaligus menyiapkan kafilah terbaik menuju MTQ tingkat provinsi Jawa Timur.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menegaskan optimisme Gresik untuk kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi, sebagaimana capaian sebelumnya.
“Pada penyelenggaraan MTQ ke-31 tingkat provinsi Jawa Timur, Gresik berhasil meraih juara umum. Ini prestasi yang harus kita jaga dan kita tingkatkan,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Menurutnya, penyelenggaraan MTQ XXXII di Kecamatan Balongpanggang memiliki makna strategis. Selain sebagai bentuk pemerataan kegiatan, lokasi ini sekaligus menjadi sarana memperkenalkan ikon baru Gresik kepada seluruh kafilah dari berbagai kecamatan.

“Pelaksanaan di Balongpanggang ini juga bertujuan mengenalkan Islamic Center Masjid KH Robbach Ma’sum dan wisata edukasi digital Gresik Universal Science (GUS). Selepas MTQ nanti bisa berkunjung lagi kesini,” harapnya. Bupati Yani menekankan bahwa MTQ bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga momentum memperkuat silaturahmi dan identitas religius masyarakat Gresik sebagai Kota Santri.

“Tradisi ini harus terus kita jaga. Gresik adalah tempatnya para santri dan para penghafal Al-Qur’an. Tidak hanya di wilayah utara, tetapi juga di wilayah selatan,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembinaan generasi Qurani, khususnya para guru dan pembina yang terus istiqomah mendidik peserta didik.

Lebih lanjut, Bupati Yani berharap MTQ XXXII mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara prestasi, tetapi juga memiliki kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an. “Mudah-mudahan MTQ ini berjalan sukses, penuh berkah, dan kembali mengantarkan Gresik meraih juara umum di tingkat Jawa Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, dalam laporannya menyampaikan bahwa MTQ XXXII berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 April 2026, dengan pusat kegiatan di Kecamatan Balongpanggang. Pembukaan dan penutupan digelar di Islamic Center Balongpanggang, sedangkan perlombaan dilaksanakan di 10 venue yang tersebar di wilayah tersebut.

MTQ tahun ini diikuti oleh 18 kecamatan dengan total 725 orang kafilah, terdiri dari 545 peserta, 90 official, dan 90 pembina. Selain itu, sebanyak 110 orang dewan hakim dan panitera turut mendukung kelancaran pelaksanaan. Terdapat tujuh cabang yang dilombakan, yakni Tilawah Al-Qur’an, Hifdzil Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khath Al-Qur’an, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Masjid KH Robbach Ma’sum Islamic Center jadi Venue MTQ XXXI Gresik, Bupati Gresik : MTQ Panggung Lahirnya Generasi Qurani Selengkapnya

Prediksi Musim Kemarau Lebih Awal dan Panjang,Bupati Gresik : Jangan Tunggu Krisis, Gresik Harus Bergerak Sekarang

GRESIK,1minute.id – Kabupaten Gresik, satu dari sekian Kabupaten/Kota di Indonesia yang memiliki otensi bencana hidrometeorologi. Ancaman bencana kekeringan. Prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim kemarau lebih cepat dan bakal lebih lama.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menyikapi ancaman kekeringan tahun 2026 tidak lagi bisa dipandang sebagai siklus tahunan biasa. Pemkab Gresik mulai menaikkan level kewaspadaan menyusul prediksi musim kemarau yang datang lebih awal, bahkan sejak akhir April.
Data menunjukkan, sedikitnya 6 kecamatan berpotensi terdampak di fase awal, dan bisa meluas hingga 12 dari 18 kecamatan saat puncak kemarau pada Juli–September 2026.

Situasi ini menuntut perubahan cara kerja pemerintah dari sekadar respons menjadi antisipasi yang terukur. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani secara tegas mengingatkan seluruh jajaran agar tidak menunggu krisis terjadi. “Jangan tunggu masyarakat kesulitan air baru kita bergerak. Semua harus sudah siap dari sekarang. Kecamatan harus tahu titik rawan, desa harus tahu kondisinya. Tidak boleh ada yang terlambat,” ungkapnya pada Rapat One Week Program di Ruang Rapat Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin lalu, 13 April 2026.

Pemkab Gresik melalui Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiapkan skema intervensi berupa droping air. Sejumlah sarana disiagakan, mulai dari 5 unit truk tangki, puluhan tandon air, hingga ratusan jerigen. Namun di balik kesiapan itu, ada tantangan nyata yaitu keterbatasan armada untuk menjangkau seluruh wilayah terdampak.

“Dengan keterbatasan ini, kita tidak bisa kerja biasa. Harus berbasis data, harus tepat sasaran, dan harus cepat,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. Ia juga menegaskan bahwa solusi tidak bisa hanya bergantung pada dropping air. Pemanfaatan sumber air alternatif dan kerja sama lintas sektor menjadi kunci.

“Kita harus berani keluar dari pola lama. Sumber air yang ada harus dioptimalkan, termasuk kerja sama dengan pihak swasta. Ini soal strategi, bukan sekadar bantuan,” imbuh Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. Ia pun mendorong kesiapsiagaan hingga tingkat rumah tangga, dengan memastikan masyarakat memiliki cadangan air secara mandiri.

“Minimal setiap rumah punya jerigen atau tandon. Kita harus membangun kesiapan dari bawah, bukan hanya mengandalkan pemerintah,” tambah mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana (Satlak) BPBD Gresik Sukardi, menegaskan, bahwa pemetaan wilayah rawan telah dilakukan sebagai dasar intervensi. “Kami sudah siapkan distribusi air bersih secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan. Yang menjadi perhatian adalah dukungan operasional, khususnya BBM, karena distribusi ini akan berlangsung rutin selama musim kemarau,” jelasnya.

Selain itu, BPBD terus memperkuat koordinasi dengan kecamatan dan desa agar distribusi air tidak terlambat dan benar-benar menyasar wilayah yang paling membutuhkan. Di sisi lain, Pemkab Gresik juga mulai menggeser pendekatan dari sekadar penanganan darurat menuju pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan, termasuk untuk mendukung sektor pertanian.

Dengan tekanan kemarau yang diprediksi lebih panjang dan luas, menjadi ujian serius bagi kesiapan daerah. Pesan bupati pun jelas, tidak ada ruang untuk lambat, dan tidak ada alasan untuk tidak siap. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Prediksi Musim Kemarau Lebih Awal dan Panjang,Bupati Gresik : Jangan Tunggu Krisis, Gresik Harus Bergerak Sekarang Selengkapnya

Bupati Gresik Ingatkan PMI untuk Mitigasi Perubahan Iklim 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka Musyawarah Kerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik Tahun 2026 di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 17 April 2026. Kegiatan diikuti oleh para kader PMI dari seluruh kecamatan di Kabupaten Gresik ini untuk mengevaluasi kinerja PMI sepanjang tahun 2025 sekaligus merumuskan arah program kerja di tahun 2026. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan pentingnya kesiapan PMI dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Ia mengingatkan bahwa potensi kemarau panjang perlu diantisipasi sejak dini. 

“PMI harus mampu beradaptasi dengan kondisi saat ini, termasuk menghadapi perubahan iklim. Jika diprediksi terjadi kemarau panjang, maka kesiapsiagaan perlu ditingkatkan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.

Ia juga mendorong PMI untuk memperkuat koordinasi hingga tingkat kecamatan dan desa, agar distribusi bantuan, khususnya air bersih, dapat menjangkau masyarakat secara cepat dan tepat sasaran. Menurutnya, keberadaan PMI di tingkat kecamatan merupakan kekuatan penting dalam mempercepat respons di lapangan.

Selain isu kebencanaan, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani turut menyoroti pentingnya regenerasi kader. Ia mengajak PMI untuk membuka ruang lebih luas bagi generasi muda, khususnya Gen Z, agar terlibat aktif sebagai relawan. “Kita perlu melibatkan anak-anak muda sebagai relawan. Ini juga menjadi bagian dari edukasi agar mereka lebih peduli terhadap isu kesehatan dan kemanusiaan,” tambahnya.

Ia juga menilai, pengenalan PMI sejak usia sekolah menjadi langkah penting agar semangat kemanusiaan dapat tumbuh sejak dini. Hal ini mengingat masih banyak generasi muda yang belum sepenuhnya memahami peran dan fungsi PMI.

Sementara itu, capaian membanggakan ditorehkan PMI Gresik pada 2025. Kontingen Palang Merah Remaja (PMR) Kabupaten Gresik berhasil meraih delapan piala dalam ajang Jumpa Bakti Gembira (JUMBARA) PMR X tingkat Provinsi Jawa Timur.

Ketua PMI Kabupaten Gresik Achmad Nadlir, mengungkapkan bahwa Gresik berpeluang menjadi tuan rumah JUMBARA Nasional tahun ini. “Kami mendapat informasi dari PMI pusat bahwa Gresik dinilai sangat layak menjadi lokasi penyelenggaraan JUMBARA Nasional berikutnya,” ujarnya. Momentum tersebut juga diharapkan dapat mendorong peningkatan partisipasi masyarakat, termasuk dalam target donor darah yang ditetapkan sebanyak 7.000 kantong selama pelaksanaan kegiatan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Ingatkan PMI untuk Mitigasi Perubahan Iklim  Selengkapnya

Depan Peserta Diklat Sesdilu Kemenlu , Bupati Gresik Paparkan Realisasi Investasi di Gresik Capai Rp 29,4 Triliun

GRESIK,1minute.id – Peserta Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) Angkatan ke-80 Kementerian Luar Negeri mengunjungi Kabupaten Gresik pada Kamis, 16 April 2026.

Mereka disambut langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul di Mustikarasa Cafe Jalan Tridharma Gresik. Kunjungan ini menjadi ruang belajar langsung mengenai praktik pengembangan investasi daerah, penguatan industri, serta diplomasi ekonomi berbasis potensi lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa posisi strategis Gresik sebagai kawasan industri dan logistik tidak terlepas dari perencanaan tata ruang yang berbasis potensi wilayah serta sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri.
“Kalau melihat Gresik, ini memang bukan kota besar seperti Surabaya. Tapi dari kota inilah kita membangun kekuatan, dimulai dari tata ruang dan pengenalan potensi daerah. Sejak dulu Gresik adalah kota pelabuhan dan perdagangan, dan itu yang kita lanjutkan hari ini dalam bentuk kawasan industri dan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus),” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Didukung belasan pelabuhan aktif serta keberadaan kawasan industri besar seperti Java Integreted Industrial and Port Estate (JIIPE), Kawasan Industri Gresik (KIG), dan kawasan industri Maspion (KIM), Gresik kini menjadi salah satu simpul penting dalam rantai pasok industri di Jawa Timur. Posisi ini juga diperkuat dengan peran Gresik sebagai bagian dari kawasan metropolitan Gerbangkertosusila.

Bupati Yani menjelaskan, keunggulan utama Gresik terletak pada integrasi kawasan industri dengan pelabuhan berskala besar, yang memungkinkan efisiensi logistik, terutama bagi industri berbasis ekspor-impor. “Industri besar membutuhkan kepastian dan efisiensi. Di Gresik, kapal besar bisa langsung sandar, bahan baku impor bisa masuk dengan mudah, dan produk bisa langsung di ekspor. Ini keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Ia juga menyoroti peran Kawasan Ekonomi Khusus sebagai instrumen penting dalam menarik investasi global. Melalui kebijakan insentif fiskal, termasuk pengurangan pajak daerah dan fasilitas tax holiday, pemerintah memberikan kepastian bagi investor untuk menanamkan modal di Indonesia, khususnya di Gresik.

“Daerah memang harus memberikan stimulus, bahkan hingga minimal 50 persen untuk beberapa jenis pajak. Tapi ini adalah strategi jangka panjang untuk menarik investasi besar dan membuka lapangan kerja,” jelasnya. Sejalan dengan itu, data menunjukkan tren investasi Gresik yang terus memberikan kontribusi signifikan bagi Jawa Timur. Dalam enam tahun terakhir, Gresik menjadi salah satu penyumbang utama realisasi investasi dengan nilai mencapai Rp 29,4 triliun atau sekitar 18,89 persen dari total investasi Jawa Timur.  

Dari sisi ekonomi, pertumbuhan Kabupaten Gresik juga menunjukkan tren positif. Setelah sempat terkontraksi, ekonomi kembali tumbuh hingga mencapai 4,91 persen pada 2025, diikuti penurunan tingkat pengangguran terbuka dari 8,21 persen pada 2020 menjadi 5,47 persen pada 2025.  

Namun demikian, Fandi Akhmad Yani menekankan bahwa keberlanjutan pertumbuhan tersebut sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan pentingnya penguatan pendidikan vokasi dan keterampilan yang selaras dengan kebutuhan industri. 

“Ke depan, yang dibutuhkan bukan hanya tenaga kerja, tetapi tenaga kerja terampil. Karena itu, kita dorong pendidikan vokasi, link and match dengan industri, agar SDM Gresik benar-benar siap,” ujarnya. Saat ini, Kabupaten Gresik juga tengah mendorong penguatan ekosistem SDM melalui penyelarasan kurikulum berbasis kebutuhan industri, sertifikasi kompetensi, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri.  

Pada hari pertama kunjungan, para peserta dijadwalkan melakukan diskusi dengan sejumlah perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) guna menggali lebih dalam ekosistem investasi dan potensi daerah. Selanjutnya, pada hari berikutnya, rombongan akan melanjutkan kunjungan ke kawasan JIIPE untuk melihat langsung implementasi kawasan industri dan pelabuhan di Gresik.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri Khasan Ashari, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan kesempatan belajar yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik. “Kami menyampaikan terima kasih atas fasilitasi yang luar biasa dari Bapak Bupati dan jajaran.

Kunjungan ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran peserta untuk memahami langsung dinamika pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para peserta yang berjumlah 14 orang merupakan aparatur Kementerian Luar Negeri yang telah berpengalaman, termasuk pernah bertugas di perwakilan RI di luar negeri. Kunjungan ini bertujuan memperkuat pemahaman mereka terhadap praktik diplomasi ekonomi di tingkat daerah.

“Fokus kami adalah diplomasi ekonomi. Teman-teman perlu melihat langsung bagaimana potensi investasi, industri, dan pariwisata dikembangkan di daerah. Sehingga saat bertugas di luar negeri, mereka bisa mempromosikan Indonesia dengan lebih konkret,” jelasnya.

Ia juga menilai Gresik sebagai contoh menarik dalam pengembangan kawasan industri yang terintegrasi, serta memiliki potensi besar untuk dipromosikan dalam kerja sama internasional, baik di bidang investasi, perdagangan, maupun pendidikan vokasi. “Kami berharap kunjungan ini memberikan banyak insight. Ke depan, potensi Gresik bisa menjadi bagian dari promosi ekonomi Indonesia di tingkat global,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Depan Peserta Diklat Sesdilu Kemenlu , Bupati Gresik Paparkan Realisasi Investasi di Gresik Capai Rp 29,4 Triliun Selengkapnya

Tok !!! Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani: 2026 Tidak Ada Rekrutmen CPNS

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali menegaskan tidak ada pembukaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2026. Kepastian ini disampaikan untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat sekaligus mencegah maraknya hoaks terkait surat keputusan (SK) palsu serta penipuan berkedok rekrutmen PNS dan PPPK berbayar.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menegaskan kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Gresik. “Kami ingin masyarakat tidak bingung dan tidak menjadi korban. Tahun 2026 tidak ada rekrutmen CPNS di Pemkab Gresik. Informasi resmi hanya akan disampaikan melalui kanal pemerintah,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 14 April 2026.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo, menambahkan pihaknya segera menerbitkan surat edaran sebagai bentuk penegasan kepada masyarakat. 

“Kami akan segera menerbitkan surat edaran untuk menegaskan bahwa pada 2026 tidak ada penerimaan CPNS di lingkungan Pemkab Gresik. Jika ada pihak yang menawarkan bantuan masuk CPNS, apalagi dengan meminta sejumlah uang, dipastikan itu tidak benar. Kami meminta masyarakat tidak mudah percaya,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati serta melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi BKPSDM.

“Jika menemukan informasi mencurigakan atau ada pihak yang mengaku dapat membantu meloloskan menjadi CPNS dengan cara berbayar, segera laporkan melalui Call Center 112, pesan langsung Instagram @bkpsdmgresikkab, atau WhatsApp resmi BKPSDM Gresik di 0812-3219-5181. Kami siap menindaklanjuti,” tambah mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu PintuPerizinan (DPMPTSP) Gresik itu.

Agung juga menegaskan bahwa BKPSDM membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang merasa menjadi korban penipuan maupun menemukan modus serupa. “Kami membuka kanal pengaduan seluas-luasnya. Jika ada warga yang merasa tertipu atau menemukan modus serupa, segera laporkan ke BKPSDM agar dapat kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Pemkab Gresik berharap masyarakat lebih waspada dan saling mengingatkan agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban penipuan dengan modus rekrutmen aparatur sipil negara (ASN). 

Heboh munculnya SK PNS dan PPPK palsu terbongkar pada Senin, 6 April 2026. Seorang perempuan berinisial ME memakai seragam pakaian dinas harian (PDH) berwarna keki mendatangi Kantor Prokopim Setda Gresik. Perempuan 26 tahun itu, datang membawa SK pengangkatan PNS dengan golongan III dan membawa Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT). Kedua surat itu, foto kopian dengan legalisir tanda tangan basah dan stempel.

Kabag Prokopim Setda Gresik Imam Basuki dan sejumlah anak buahnya melakukan verifikasi SK dan SPMT. Ada sejumlah kejanggalan, antara lain, format SK PNS dan SMPT tertanggal 23 Februari 2024. Korban ME mengaku baru menerima pada Kamis, 2 April 2026. Konon, SK pengangkatan itu diserahkan oleh terduga pelaku di depan Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik. 

Pemkab Gresik melalui inspektorat melakukan pendalaman. Sebab, lantai IV itu tidak dilengkapi kamera pengintai, CCTV.  BKPSDM Gresik menerima sembilan korban SK PNS dan PPPK palsu itu dengan penempatan, antara lain, Kantor Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Kantor Organisasi dan Tata Laksana (Orta), Kantor Bagian Umum hingga Dinas Sosial. 

Di BKPSDM juga mereka “menyanyi” telah menyetorkan sejumlah uang kepada oknum pelaku. Nominal bervariasi antara Rp 70 juta hingga Rp 150 juta, dengan iming-iming dapat diloloskan menjadi ASN tanpa melalui prosedur resmi. Uang puluhan hingga ratusan juta konon hanya uang muka. 

BKPSDM Gresik melaporkan dugaan penipuan  ASN dan PPPK palsu ini ke Polres Gresik pada Jumat, 10 April 2026. Ada dua orang terduga yang dilaporkan. Mereka ada pecatan ASN. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tok !!! Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani: 2026 Tidak Ada Rekrutmen CPNS Selengkapnya

DPRD Gresik dan Pemkab Gresik Sepakati Normalisasi Kali Avour Driyorejo tahun 2026

GRESIK,1minute.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mencapai kesepakatan terkait rencana normalisasi Kali Avour wilayah Driyorejo. 

Anggaran untuk program mengatasi persoalan banjir di wilayah Gresik Selatan ini akan dialokasikan pada Perubahan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) 2026. Sehingga, pelaksanaan program bisa dikerjakan tahun ini.

Kesempatan itu, tercapai dalam Hearing Gabungan Komisi di ruang Paripurna DPRD Gresik yang dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Kamis, 9 April 2026. Hearing dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir. 

Dalam rapat dengar pendapat ini, legislatif yang hadir adalah seluruh anggota komisi. Sedangkan eksekutif, yakni Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) hingga Kepala Dusun Semambung, Desa Driyorejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. 

Hearing gabungan komisi ini dilakukan dua hari pascapenertiban 43 bangunan liar (bangli) di atas sempadan saluran air di Dusun Semambung, Desa/Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik pada Rabu, 8 April 2026.

Ada dua pokok persoalan utama yang dibahas, yakni terkait aduan pengurus Lapak Dusun Semambung dan Permasalahan banjir Kali Avour di Kecamatan Driyorejo. 

Ketua DPRD Kabupaten Gresik Muhammad Syahrul Munir, menjelaskan konsep penertiban sekaligus penanganan banjir ini merupakan persoalan utama warga wilayah Gresik selatan. “Penertiban bangunan dan penanganan banjir ini satu kesatuan kebijakan yang tidak bisa dipisahkan, apalagi sudah beberapa tahun lalu aspirasi dari warga masuk ke kami,” ujarnya.

Dia menegaskan, secara legal penertiban tersebut telah sesuai aturan. Pasalnya, izin penggunaan lahan para pedagang diketahui telah berakhir sejak 2008 dan tidak pernah diperpanjang. “Ini merupakan solusi bersama untuk penuntasan banjir,” tutur politisi muda PKB Gresik ini.

Dalam forum itu, Syahrul mengingatkan pentingnya pendekatan sosial kepada masyarakat terdampak, khususnya para pedagang yang berjualan di tempat itu. “Dari aspek sosial psikologis, ketika penertiban dilakukan harus ada format relokasi yang jelas. Harapannya, tempat baru ini bisa menjadi sentra UMKM yang representatif,” jelas kandidat Ketua DPC PKB Gresik ini.

Dalam hearing tersebut, terungkap bahwa pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah menyiapkan lokasi relokasi bagi para pedagang di tanah milik Desa Driyorejo.

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen melakukan normalisasi sungai secara komprehensif di wilayah Driyorejo sebagai langkah penanganan banjir. “Pak Bupati (Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Red) juga sepakat melakukan normalisasi sungai secara menyeluruh. Penataan kawasan lanjutan akan dilakukan di sempadan saluran air,” tambah Syahrul.

Untuk mengawal kebijakan tersebut, DPRD menugaskan Komisi II untuk mengawal proses relokasi pedagang, sementara Komisi III fokus pada penanganan banjir di Driyorejo dan Wringinanom. Komisi II membidangi perekonomian dan keuangan, mencakup sektor perdagangan, industri, pertanian, koperasi, dan UMKM. Sedangkan, komisi III membidangi pembangunan yang membidangi infrastruktur, lingkungan hidup, dan perhubungan. 

2026 : Normalisasi Kali Avour Driyorejo 

Legislatif dan eksekutif sepakat normalisasi Kali Avour wilayah Driyorejo akan dilakukan pada tahun 2026. Untuk mempercepat pelaksanaan rencana tersebut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani akan membentuk tim terpadu yang melibatkan Pemkab Gresik, DPRD Gresiilk, dinas terkait, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa izin penggunaan lahan bagi pedagang sejak awal bersifat sementara dan dapat dicabut sewaktu-waktu untuk kepentingan umum. “Pemerintah bisa menarik kembali izin jika dibutuhkan, apalagi untuk kepentingan umum seperti penanganan banjir,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menilai, banyaknya bangunan yang berdiri di atas aliran sungai menjadi salah satu penyebab utama banjir di wilayah tersebut. Dia juga memastikan, program normalisasi sungai akan didukung dari sisi anggaran. “Di perubahan APBD 2026 kami siap menganggarkan khusus untuk normalisasi sungai,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Dukungan terhadap langkah tersebut juga disampaikan DPRD. Ketua Komisi I DPRD Gresik Muhammad Rizaldi Saputra, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh upaya penanganan banjir di wilayah Gresik selatan. “Mulai dari normalisasi sungai hingga penanganan infrastruktur, kami siap dukung. Persoalan banjir ini sudah sangat meresahkan masyarakat,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchamad Zaifudin. Dia menyebut penanganan banjir di Driyorejo dan Wringinanom telah menjadi perhatian sejak lama, meski terkendala keterbatasan anggaran. “Perusahaan-perusahaan sebelumnya juga ikut membantu. Ini perlu dikoordinasikan kembali agar penanganan banjir bisa maksimal,” katanya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

DPRD Gresik dan Pemkab Gresik Sepakati Normalisasi Kali Avour Driyorejo tahun 2026 Selengkapnya

Bupati Gresik Dampingi Mendag Resmikan Pasar Sidayu, Pasar Tradisional Modern Dilengkapi RTH, Dorong Transaksi Digital 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendampingi Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso meresmikan revitalisasi Pasar Tematik Industri Sidayu pada Jumat, 10 April 2026. Revitalisasi pasar berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu ini bertujuan meningkatkan kenyamanan bertransaksi dan mendorong perekonomian lokal. 

Pasar Sidayu yang memiliki nilai historis tinggi ini terbakar pada 30 Januari 2022 lalu. Konon, pasar ini  dibangun pada masa kejayaan Kanjeng Sepuh, Adipati Sidayu yang makamnya di kompleks Masjid Jamik Sidayu yang lokasi sisi barat dari Alun-alun Sidayu itu.

Pasar Tematik Industri Sidayu, hasil revitalisasi ini terdapat 538 stan dan pedagang. Adapun komoditas yang dijual di antaranya barang kebutuhan pokok, sayuran, jajanan pasar, pakaian, sepatu, tas, dan peralatan rumah tangga. Peresmian pasar ini diharapkan memperkuat tata kelola pasar tradisional agar lebih bersih dan modern.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, kebersihan pasar menjadi faktor penting agar pasar rakyat tetap menjadi pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, kondisi pasar yang bersih juga dapat mendorong aktivitas ekonomi dan wisata kuliner di kawasan pasar.

Dikatakan, pemerintah menggencarkan Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan), untuk menciptakan pasar rakyat yang bersih dan sehat guna meningkatkan kenyamanan serta menarik minat warga untuk berbelanja di pasar tradisional. Gerakan ini melibatkan Kementerian Perdagangan, Kementerian Lingkungan Hidup, Polri dan pemerintah daerah.

“Kita ada namanya Gernas Mapan, Gerakan Nasional untuk membersihkan pasar nasional. Jadi kita ingin pasar-pasar tradisional itu harus bersih, tidak becek, tidak bau,” harapnya. Mendag Budi Santoso juga mengajak masyarakat untuk mendukung Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan). Gerakan ini dirancang untuk mengubah wajah pasar tradisional di seluruh Indonesia, dimulai dari perilaku pedagang hingga pemenuhan sarana kebersihan.

“Peningkatan kebersihan pasar tidak hanya berdampak pada kesehatan lingkungan. Tetapi juga berpotensi meningkatkan jumlah pengunjung dan aktivitas perdagangan di pasar tradisional,” tutur mendag Budi. 

Mendag Budi Santoso, juga mendorong agar pasar rakyat mulai beradaptasi dengan ekosistem digital. Ia menjelaskan, bahwa di era digital, pedagang pasar harus mulai belajar berjualan secara daring (online) untuk menjangkau konsumen yang memilih berbelanja dari rumah. Perpaduan antara pembeli yang datang langsung dan pembeli daring akan meningkatkan pendapatan pedagang.

“Pasar ini memiliki unsur cagar budaya dan potensi wisata kuliner. Syarat utamanya adalah harus bersih dan tidak bau. Kita ajarkan pasar rakyat untuk berjualan online agar bisa bersaing dan mengikuti perkembangan teknologi yang ada,” harapnya.

“Kami tidak hanya membangun fisik, tapi juga manajemen sampahnya harus dikelola dengan baik. Saya juga mengapresiasi harga kebutuhan pokok di sini yang terjaga dengan baik, harapannya stabilitas ini terus dipertahankan,” tandasnya. 

Di tempat sama, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menambahkan, pasar Tematik Industri Sidayu menjadi pusat perekonomian di wilayah utara yang mengampu dari Kecamatan Panceng, Ujungpangkah, Dukun dan Bungah. “Revitalisasi pasar ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemendag Tahun Anggaran (TA) 2025 senilai Rp 30 Miliar,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Bupati Yani menjelaskan, revitalisasi ini menghadirkan fasilitas baru yang sebelumnya belum ada seperti ruang terbuka hijau yang memberikan kenyamanan dan kesejukan. Serta Plaza yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang pameran dan kegiatan masyarakat. 

“Saya berharap, dengan bangunan yang lebih representatif ini pedagang dan pembeli bisa lebih nyaman dalam melakukan transaksi. Revitalisasi tersebut diharapkan, menjadi ikon baru perekonomian Gresik, dan mendukung keberlanjutan UMKM sekaligus memperkuat peran pasar di era digital,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Menteri Perdagangan Budi Santoso didampingi Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wabup Asluchul Alif memborong sejumlah bahan pokok di Pasar Tematik Industri Sidayu. Tak tanggung-tanggung Mendag Budi Santoso membeli telur, cabai, sayur hingga minyak sebelum prosesi peresmian pasar yang dikenal warga Gresik Utara sebagai Pasar Pahing. Tak hanya memborong sejumlah bahan pokok, Budi Santoso juga menyempatkan berkeliling meninjau pasar. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Dampingi Mendag Resmikan Pasar Sidayu, Pasar Tradisional Modern Dilengkapi RTH, Dorong Transaksi Digital  Selengkapnya

Bupati Fandi Akhmad Yani Hidupkan Semangat Kompetisi Pelajar, Cerdas Cermat & Tahfidz se-Jatim

GRESIK,1minute.id – Ratusan pelajar jenjang TK hingga SMP se-Jatim memenuhi hall Gressmall Gresik pada Kamis, 9 April 2026. Mereka berkumpul untuk mengikuti ajang Gress of Champion Vol. II dan Gebyar Tahfidz Quran.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang membuka gelar anak-anak berotak encer juga hafal alquran itu.  Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik ini berlangsung hingga Jumat besok, 10 April 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan pentingnya menghadirkan kembali ruang-ruang kompetisi intelektual seperti cerdas cermat di tengah perkembangan zaman.

“Kita rindu momentum seperti ini. Anak-anakku sekalian, terus belajar. Jangan takut mencoba. Kalian adalah calon pemimpin masa depan yang harus memiliki mental kuat dan semangat untuk terus berkembang,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia juga menyinggung tantangan yang dihadapi pelajar saat ini, terutama di era digital. Menurutnya, penggunaan game online dan media sosial perlu mendapat perhatian agar tidak mengganggu proses belajar. “Kami sebagai orang tua tentu punya kekhawatiran. Saat ini juga sedang dibahas aturan terkait pembatasan game online dan media sosial. Harapannya, ini bisa membantu anak-anak tetap fokus belajar,” tambah Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Mantan Ketua DPRD Gresik itu menjelaskan, pelaksanaan tahun ini terasa lebih meriah karena peserta tidak hanya berasal dari Gresik, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur. Ia juga memastikan, pemerintah daerah akan terus mendampingi para peserta yang berprestasi agar bisa melangkah ke ajang yang lebih tinggi.

“Anak-anak yang juara nanti akan kita dampingi untuk ikut kompetisi lain. Ini bagian dari proses mereka untuk berkembang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik S. Hariyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini memang dirancang untuk mendorong semangat belajar sekaligus membentuk karakter siswa. “Kami ingin kegiatan ini bisa memotivasi anak-anak untuk lebih semangat belajar, berpikir kritis, dan juga membangun karakter yang baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, kompetisi ini tidak hanya soal menang atau kalah, tetapi juga melatih kepercayaan diri, kerja sama tim, serta kemampuan berpikir cepat dan tepat.

Antusiasme peserta pun terlihat sangat tinggi. Gress of Champion diikuti oleh 140 tim dari berbagai daerah seperti Lamongan, Surabaya, Mojokerto, Pamekasan, Malang, dan Sidoarjo. Sementara itu, Gebyar Tahfidz Quran diikuti oleh 228 peserta dari jenjang TK hingga SMP se-Jawa Timur. 

“Pesertanya sangat banyak, bahkan pendaftaran harus kami tutup lebih awal karena terus bertambah,” jelas Hariyanto.

Di sisi lain, General Manager Gressmall Gresik Eric Pramono Bangun, menyampaikan bahwa pihaknya senang bisa terus mendukung kegiatan positif seperti ini.

“Kami bangga bisa terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik, khususnya Dinas Pendidikan. Harapannya, Gressmall tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan, tetapi juga ruang tumbuh bagi generasi muda yang berprestasi,” ujarnya. (*)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Bupati Fandi Akhmad Yani Hidupkan Semangat Kompetisi Pelajar, Cerdas Cermat & Tahfidz se-Jatim Selengkapnya

Percepatan Zero Waste Energy 2026, Pemkab Gresik Siap Kolaborasi PSEL Aglomerasi Surabaya Raya

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima kunjungan kerja Bupati Lamongan Yuhronur Efendi beserta rombongan untuk meninjau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ngipik pada Selasa, 7 April 2026.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Gresik Lamongan  untuk berkolaborasi dalam pengelolaan sampah berbasis Waste to Energy (WtE) atau sampah menjadi energi listrik.

Perlu diketahui, dua Kabupaten di Jawa Timur ini menjadi bagian dari 10 daerah yang ditunjuk Presiden RI Prabowo Subianto untuk berpartisipasi mensukseskan program Kementerian LH dalam mempercepat penanganan sampah dan mencapai Zero Waste Energy. Yakni melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) aglomerasi Surabaya Raya pada 2026.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani langsung njujug ke proses landfill mining, teknologi yang menjadi andalan TPA Ngipik dalam mereduksi sampah. Yuhronur Efendi memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemkab Gresik beserta seluruh jajaran Dinas Lingkungan Hidup terkait keberhasilannya dalam mengelola sampah secara modern dan efektif.

“Saya mengapresiasi Pemkab Gresik atas langkah-langkah dalam pengelolaan pemusnahan sampah yang dilakukan secara modern. Kami akan belajar banyak dari tempat ini terutama kelebihan dari landfill mining yang belum kita laksanakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain itu ada juga pembakaran RDF serta ada produk-produk inovatif yang terbaru. Seperti sisa-sisa makanan MBG yang dibuat beberapa varian produk makanan ternak, makanan burung ataupun makanan ikan. Tentu ini menjadi inspirasi untuk bagi Pemkab Lamongan dalam pengembangan TPA.

“Untuk menyelesaikan problem masalah sampah baik di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik nanti kita akan membuat kerja sama atau MoU. Pengelolaan sampah merupakan gerakan bersama demi masa depan lingkungan yang lebih baik,” tandasnya.

Di tempat sama, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik siap berkolaborasi dalam upaya penanganan sampah secara berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi modern. Kerja sama PSEL di kawasan Surabaya Raya melibatkan Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Lamongan.

“Ke depan kolaborasi penanganan sampah atau TPST terintegrasi sesuai petunjuk Presiden yang ditujukan kepada Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan untuk mendukung program Kementerian LH yaitu pengolahan sampah menjadi energi listrik,” ujarnya.

Dikatakan, dalam skema kerja sama tersebut, sampah yang telah diolah menjadi energi listrik nantinya akan dibeli oleh PLN sebagai bagian dari program nasional pengembangan energi baru terbarukan. “Untuk Kabupaten Gresik, potensi sampah yang akan dikirim ke lokasi PSEL mencapai sekitar 250 ton per hari. Kemudian untuk Kabupaten Lamongan 100 ton per hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui kolaborasi lintas pemerintah ini, diharapkan pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. “Setelah ini kami juga akan berkunjung ke Kabupaten Lamongan untuk mencari titik pertemuan TPST Kabupaten Gresik dan Lamongan. Mudah-mudahan langkah baik ini segera terealisasi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah, menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program nasional tersebut. Ia menilai kolaborasi antar daerah menjadi kunci terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang modern dan terintegrasi.

Ia menjelaskan, capaian pengelolaan sampah di Provinsi Jawa Timur saat ini telah mencapai 52,7 persen, tertinggi secara nasional. Capaian tersebut menjadi motivasi bagi Kabupaten Gresik untuk terus meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan.

“Melalui kolaborasi lintas pemerintah ini, diharapkan pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Percepatan Zero Waste Energy 2026, Pemkab Gresik Siap Kolaborasi PSEL Aglomerasi Surabaya Raya Selengkapnya