414 ASN Gresik Naik Pangkat, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Semua ASN Punya Kesempatan Sama, Asal Kompeten & Berintegritas 

GRESIK,1minute.id – Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemkab Gresik berkumpul di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 15 Juli 2025. Wajah mereka terlihat semringah. Senyum terukir menghiasi bibir mereka. 

Ya, mereka patut bahagia. Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik menyerahkan Surat Keputusan (SK) Bupati Gresik tentang Kenaikan Pangkat bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) periode 2025. Jumlahnya 414 ASN.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan ASN dengan didampingi Kepala BKPSDM Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  menegaskan, bahwa kenaikan pangkat adalah bentuk penghargaan negara atas dedikasi dan disiplin kerja ASN. Seluruh ASN memiliki kesempatan yang sama untuk naik jabatan, asalkan mampu menunjukkan kompetensi dan integritas.

“Meng-‘upgrade’ diri adalah kewajiban bagi ASN. Saya tegaskan kepada Kepala BKPSDM, dalam kenaikan jabatan ASN yang kita lihat adalah manajemen talentanya. Jadi yang naik ini adalah mereka yang punya kemampuan, bukan yang kenal siapa,” tegas Gus Yani, sapaan Fandi Akhmad Yani. 

Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa Pemkab Gresik mendorong sistem meritokrasi dalam pengembangan karier ASN. Fandi Akhmad Yani pun menepis praktik-praktik non-profesional dalam promosi jabatan dan menekankan pentingnya kinerja sebagai tolok ukur.

“Semua ASN punya kesempatan untuk menempati jabatan. Tidak perlu kenal Pak Bupati, tidak perlu cari tahu rumahnya Pak Bupati. Tapi panjenengan juga jangan terpengaruh dengan orang-orang yang menjanjikan ini-itu. Itu jelas bohong. Panjenengan harus bekerja, kemampuan di-upgrade, dan fokus.” tambah magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Ia juga menekankan bahwa jabatan yang diperoleh bukan karena kedekatan dengan siapa pun, tetapi hasil dari kerja keras yang terukur dalam sistem yang objektif dan transparan. Bupati berharap kenaikan pangkat ini dapat menjadi motivasi bagi ASN untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kenaikan pangkat ini bukan sekadar administrasi rutin. Ini adalah momen refleksi dan motivasi untuk memberikan pelayanan terbaik. Disiplin adalah kunci, dan hasil kerja panjenengan pasti akan terlihat dalam sistem yang telah kita bangun,” tuturnya. Ia pun mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Gresik untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, dan bekerja dengan hati demi kemajuan Gresik dan kepuasan masyarakat.

Sebanyak 414 PNS menerima SK kenaikan pangkat pada periode ini. Mereka berasal dari berbagai organisasi èqperangkat daerah dan telah melalui proses penilaian kinerja, kepatuhan terhadap administrasi, serta disiplin kerja sesuai ketentuan yang berlaku. (yad)

414 ASN Gresik Naik Pangkat, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Semua ASN Punya Kesempatan Sama, Asal Kompeten & Berintegritas  Selengkapnya

Lapor GUS, Layanan Pengaduan Berbasis WhatsApp di Pemkab Gresik, Catat Nomornya 

GRESIK,1minute.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik meluncurkan program anyar pada Senin, 14 Juli 2025. Program baru itu berlabel “Lapor Gus”. Layanan pengaduan masyarakat berbasis WhatsApp. Nomornya, 0812 3225 4001. Semua jenis layanan yang ada di pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik bisa diadukan melalui nomor tersebut. Jadi simpan nomor tersebut ke smartphone Anda semua.

Apalagi, Pemkab Gresik menjamin laporan yang valid akan ditindaklanjutinya. Bahkan, pekerjaan migran Indonesia (PMI) alias TKI asal Gresik bisa memanfaatkan layanan gratis tersebut. Sebab, nomor tersebut terintegrasi dengan semua organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Gresik ini. Dan, identitas pelapor pun dilindungi. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak warga Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik untuk menfaatkan layanan pengaduan masyarakat itu secara bijak. “Kami ingin membangun satu kanal komunikasi tanpa sekat antara masyarakat dengan pemerintah. Tidak hanya di tingkat kabupaten, tapi juga kecamatan hingga desa. ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani di pusat layanan (call center) 112 di Kantor Bupati Gresik pada Senin, 14 Juli 2025.

Gus Yani didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Asisten Bidang Administrasi Umum Nuri Mardiana dan Plt Kepala Diskominfo Gresik Johar Gunawan,  melanjutkan program layanan untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Gresik. “Melalui Lapor Gus, masyarakat bisa menyampaikan keluhan, aspirasi, atau masukan secara langsung dan cepat,” katanya. 

Ia juga meminta kepada insan media untuk menyebarluaskan program layanan masyarakat ini hingga ke seluruh desa. 360 desa, dan 11 kelurahan. Saat ini,  hampir seluruh warga Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik berjumlah 1,3 juta jiwa  memiliki gawai. “Masyarakat tinggal memberikan informasi, bisa juga menanyakan informasi, menyampaikan langsung fakta kejadian yang harus segera bisa kita urus, segera bisa kita tindaklanjuti, kita follow up,” katanya. 

Ia berharap layanan masyarakat, Lapor GUS ini, bisa memberikan manfaat yang besar dan menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Gresik yang lebih baik untuk masyarakat semuanya. “Mari kita tumbuhkan gaya menyampaikan keluhan dengan santun, menyampaikan aspirasi dengan cerdas, membangun Gresik dengan semangat gotong royong digital. Semoga kehadiran lapor GUS Ini bisa memberikan manfaat yang besar dan menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Gresik yang lebih baik untuk masyarakat semuanya,” ujarnya. 

Ditempat sama, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik Johar Gunawan menjelaskan, bahwa Lapor GUS melengkapi saluran aduan yang sudah dimiliki Pemkab Gresik sebelumnya, seperti aplikasi LAPOR dan call center 112. “Lapor GUS memberikan ruang interaksi langsung dari masyarakat kepada Pemkab Gresik. Kanal ini memperkuat sistem pengaduan publik yang selama ini sudah berjalan,” ungkapnya.

Lapor GUS dirancang sebagai kanal pengaduan yang sederhana, mudah digunakan, dan langsung terkoneksi dengan sistem kerja seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Tidak hanya untuk menampung keluhan, kanal ini juga diharapkan dapat menjadi ruang aman bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan masukan konstruktif.

Sebagai bagian dari implementasi semangat Nawa Karsa, Lapor GUS menjadi langkah konkret memperkuat tata kelola pemerintahan yang adaptif, terbuka, dan responsif. Pemkab Gresik berharap budaya pengaduan tidak lagi dianggap negatif, melainkan menjadi alat perbaikan pelayanan publik yang berkelanjutan. (yad)

Lapor GUS, Layanan Pengaduan Berbasis WhatsApp di Pemkab Gresik, Catat Nomornya  Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Teken Pinjam Pakai Aset dengan Kemensos untuk Sekolah Rakyat

GRESIK,1minute.id – Presiden kedelapan Indonesia Prabowo Subianto akan meresmikan 100 Sekolah Rakyat, antara lain, Kabupaten Gresik pada akhir Juli 2025. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah menandatangani perjanjian pinjam pakai aset dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Jakarta pada Kamis, 10 Juli 2025.

Penandatanganan ini bagian dari kerja sama Kemensos dengan 43 institusi mitra, dalam mendukung percepatan pelaksanaan program prioritas nasional Sekolah Rakyat. Program Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menyediakan akses pendidikan setara dan inklusif. Khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin atau yang terpinggirkan dari sistem pendidikan formal. 

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadir dan menandatangani perjanjian pinjam pakai lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pendirian Sekolah Rakyat. Lahan ini berlokasi di eks gedung UPT SMPN 30  Sidayu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gresik menyambut baik kesepakatan ini. Juga siap mendukung penuh program Sekolah Rakyat. Ini sebagai bagian dari strategi mengatasi kesenjangan pendidikan di daerah. “Kami menyambut baik dan siap mendukung penuh program Sekolah Rakyat ini. Di Gresik, pembangunan infrastruktur sekolah telah menunjukkan progres signifikan. Kami targetkan pada akhir Juli mendatang, bangunan sekolah sudah siap digunakan. Selanjutnya tahun ajaran 2025/2026 bisa segera dimulai,” ujar Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani. 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gresik Ummi Khoiroh menyampaikan, penandatanganan pinjam pakai lahan ini merupakan bukti nyata dari komitmen luar biasa bupati terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat.

“Dengan penandatanganan pinjam pakai lahan bekas gedung UPT SMPN 30 Sidayu ini menunjukkan bahwa ada komitmen yang luar biasa dari bapak bupati. Khususnya dalam melaksanakan Program Sekolah Rakyat ini di Gresik. Karena bapak bupati menginginkan adanya perbaikan kesejahteraan bagi masyarakat Gresik, terutama akses pendidikan bagi anak-anak,” pungkasnya.

Pemkab Gresik sebelumnya juga telah melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada para orang tua dan calon siswa, untuk memastikan pemahaman dan partisipasi publik terhadap program ini. Sosialisasi tersebut menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar inisiatif pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen transformasi sosial yang penting bagi masa depan generasi penerus bangsa.

Dengan semangat kolaborasi dan pelayanan inklusif, Pemkab Gresik berkomitmen menjadikan Sekolah Rakyat sebagai upaya membangun masyarakat yang lebih berdaya. Upaya itu melalui pendidikan berkualitas dan penuh keberpihakan terhadap yang membutuhkan. 

Konsep Sekolah Rakyat yang bakal Luncurkan oleh Presiden Prabowo menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia , pendidikan, tempat tinggal atau asrama dan makan tiga kali sehari. Biaya pendidikan ditanggung oleh negara. (yad)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Teken Pinjam Pakai Aset dengan Kemensos untuk Sekolah Rakyat Selengkapnya

Kali Pertama di Jawa Timur, Menteri PPMI Launching Desa Migran EMAS di Gresik

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kini memiliki Desa Migran EMAS (Edukatif, Maju, Aman, dan Sejahtera). Desa Migran EMAS ini, kali pertama di Jawa Timur. 
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) merangkap sebagai Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Abdul Kadir Karding yang meresmikan Desa Migran EMAS itu di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik pada Jumat, 11 Juli 2025.

Desa Migran EMAS, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem migrasi aman dan berkelanjutan. Desa Migran EMAS yang diluncurkan di antaranya, Desa Campurejo dan Desa Dalegan, Kecamatan Panceng ; Desa Ngemboh, dan Desa Cangakan, Kecamatan Ujungpangkah dan  Desa Mentaras, Kecamatan Dukun. Serta, di Pulau Bawean.

Desa Migran EMAS tersebut diproyeksikan menjadi model pengelolaan migrasi pekerja secara aman, legal, dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi desa.

Menteri PPMI Abdul Kadir Karding mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang mempunyai langkah-langkah maju soal pekerja migran. Salah satunya akan membentuk Migran Center sebagai upaya untuk melengkapi calon pekerja migran dengan skill, soft skill, serta bahasa sebelum berangkat ke luar negeri.

“Kita tidak membatasi masyarakat yang akan bekerja di luar negeri, tidak. Tetapi pemerintah daerah berusaha membekali peningkatan kapasitas SDM dengan skill yang bagus, agar pekerja migran punya talenta dan skill saat bekerja di luar negeri,” harapnya.

Dikatakan, Kementerian PPMI merupakan kementerian baru di era Presiden Prabowo Subianto, ditugaskan dalam dua mandat pokok. Pertama, mengurangi atau menghilangkan tindakan kekerasan, eksploitasi, pelanggaran hak asasi, maupun tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Kedua, tugas kementerian ini adalah menempatkan orang-orang Indonesia yang bekerja di luar negeri secara prosedural dengan skill yang baik.

“Berdasarkan data kementerian, semua pekerja migran yang mengalami tindak kekerasan atau eksploitasi, antara 95–97 persen terjadi karena berangkat secara nonprosedural atau ilegal. Baik lewat calo, lewat sindikat, itu rawan mengalami masalah. Karena mereka tidak mengantongi syarat-syarat tertentu atau hanya bermodal paspor dan visa turis,” ungkapnya.

Selain itu, Karding menegaskan pentingnya regulasi dan komitmen dari seluruh pihak, termasuk perangkat desa dan pemerintah kabupaten, dalam memastikan tata kelola migrasi yang sesuai prosedur. Ia mengimbau kepala desa untuk mengontrol warganya yang bekerja sebagai migran secara prosedural dan dibekali dengan sertifikasi, BPJS Kesehatan, serta kontrak kerja yang jelas yang sudah diatur hak dan kewajiban pemberi kerja.

“Peluang kerja di luar negeri sejak 1 Januari hingga 9 Juli 2025 tercatat 381.066 lowongan kerja. Total penyerapan sebanyak 28.648 atau sebesar 7,52 persen, sehingga sisa lowongan yang tersedia berjumlah 352.418,” urai Karding. 

Desa Migran EMAS menjadi bentuk komitmen Kementerian PPMI untuk menciptakan ekosistem perlindungan PMI dan keluarganya. Mulai dari desa sebagai pintu pertama masuknya informasi dan sindikasi TPPO, penipuan peluang kerja, serta keberangkatan ilegal PMI. Menurut dia, lulusan SMA dan SMK menjadi penyumbang pengangguran tertinggi di Indonesia. “Lulusan SMK/SMA di Indonesia, dari data BPS sejak Februari 2025, menyumbang 50,4 persen atau 3,66 juta orang dari 7,28 juta pengangguran,” terangnya.

Ia menambahkan, bekerja di luar negeri tidak hanya soal penghasilan tinggi seperti profesi perawat di Jepang yang bisa menghasilkan Rp 15 juta hingga 25 juta per bulan, tetapi juga soal peningkatan kapasitas SDM. Pekerja migran yang kembali ke tanah air membawa pengalaman, keterampilan, dan budaya kerja yang positif.

“Dengan adanya Migran Center, diharapkan PMI yang pulang bukan hanya membawa uang, tetapi juga budaya hidup sehat, bersih, disiplin. Selain itu, PMI juga sudah mempunyai keterampilan yang bisa ditularkan ke lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi peluncuran Desa Migran EMAS oleh Kementerian PPMI. Menurutnya, Desa Migran EMAS ini bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap daerah, khususnya dalam hal perlindungan dan pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Perlindungan PMI menjadi salah satu prioritas Nawa Karsa kami. Kabupaten Gresik akan terus mendorong isu kunci ini dengan berbagai inovasi yang mendekatkan keberpihakan kepada PMI, bahkan anak-anak PMI yang saat ini belum terjamah sistem perlindungan,” ujar Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani. 

Mantan Ketua DPRD Gresik itu mengatakan, Gresik bukan menjadi satu-satunya kantong PMI di Jawa Timur. Tetapi Gresik punya data PMI yang ada di wilayah utara, kemudian dua kecamatan di Bawean yang rata-rata menjadi pekerja migran.

Dijelaskan, dominasi negara tujuan, 76 persen PMI Gresik terdaftar memilih Malaysia sebagai negara tujuan utama, diikuti Hong Kong dan Taiwan. Terdapat 3.024 PMI asal Gresik yang tercatat secara resmi. Dengan sebaran terbesar berasal dari Kecamatan Dukun 26 persen, Kecamatan Panceng 18 persen, Kecamatan Ujungpangkah 14 persen, dan Bawean 12 persen.

“Angka ini mencerminkan konsentrasi migrasi pada wilayah-wilayah pesisir dan agraris yang memiliki tekanan ekonomi tinggi. Banyak PMI yang berangkat tidak melalui administrasi yang benar. Ada dua akar masalah kenapa masyarakat berangkat sebagai pekerja migran, yaitu faktor ekonomi dan pendidikan,” katanya. 

Pemkab Gresik, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat regulasi, edukasi, dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung tata kelola migrasi yang aman, bermartabat, dan berkelanjutan. Salah satunya melalui peluncuran Desa Migran EMAS.

“Selain itu, Pemkab Gresik nanti akan membentuk Migran Center sebagai langkah literasi mendorong kemampuan SDM. Untuk memastikan pekerja yang akan berangkat mempunyai skill di dukung dengan bahasa dan mental yang bagus,” tandasnya. (yad)

Kali Pertama di Jawa Timur, Menteri PPMI Launching Desa Migran EMAS di Gresik Selengkapnya

Patuh Bayar Pajak, Dapat Hadiah Umrah, Pemkab Gresik Dorong Kepatuhan dan Bangun Gresik Bersama

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan apresiasi kepada para wajib pajak. Apresiasi yang diberikan kepada wajib pajak yang patuh membayar pajak di antaranya mendapatkan perjalanan umrah.

“Kontribusi para wajib pajak menjadi salah satu tulang punggung pembangunan daerah. Apresiasi ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberi penghargaan kepada mereka yang konsisten dan bertanggung jawab,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada acara bertajuk Pemberian Apresiasi Wajib Pajak pada Selasa, 8 Juli 2025.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi semangat kita bersama. Apresiasi khusus juga kami sampaikan kepada Wizzmie, yang menjadi salah satu wajib pajak yang taat dan konsisten. Selain apresiasi ini, pajak yang telah dibayarkan akan kami kembalikan dalam bentuk pelayanan dan pembangunan. Doorprize yang kami undi hari ini hanyalah stimulan. Penghargaan sebenarnya, adalah pembangunan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” imbuh Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani. 

Untuk kali pertama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberikan apresiasi kepada para wajib pajak kendaraan bermotor dan restoran. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dukungan Pemkab Gresik terhadap pelaku usaha dan masyarakat yang taat membayar pajak, sekaligus sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah.

Acara berlangsung di Wizzmie Icon Mall. Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik ini dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, serta pimpinan OPD, pelaku usaha, dan masyarakat.

Kepala BPPKAD Gresik Andhy Hendro Wijaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari strategi mendorong kepatuhan pajak yang semakin menunjukkan tren positif, terutama untuk Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT).

“Ini adalah bentuk apresiasi kami kepada para wajib pajak. Tren kepatuhan terhadap PBJT terus naik. Hingga saat ini, capaian PBJT sudah mencapai 55 persen,” jelasnya. Dalam apresiasi periode kali ini, Pemkab Gresik memberikan 8 unit televisi, 2 unit sepeda motor, dan 4 tabungan umrah. Untuk periode berikutnya (hingga akhir 2025), Pemkab Gresik akan kembali memberikan apresiasi berupa 14 unit televisi, 4 unit sepeda motor, dan 8 tabungan umrah. (yad)

Patuh Bayar Pajak, Dapat Hadiah Umrah, Pemkab Gresik Dorong Kepatuhan dan Bangun Gresik Bersama Selengkapnya

Teguhkan Komitmen Pelestarian Lingkungan, Pemkab Gresik Gelar Nawa Karsa Award  Gresik Pesona 2025

GRESIK,1minute.id – Panggung PetroNite Fest 2025 terasa lebih meriah pada Rabu malam, 2 Juli 2025. Sebab, malam itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik bersinergi dengan Petrokimia Gresik menggelar puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Nawa Karsa Award Pesona Gresik.

Hadir di dua event yang menjadi simbol kuat komitmen Kabupaten Gresik terhadap pelestarian lingkungan dan kolaborasi lintas sektor yang semakin solid itu antara lain, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob. 

Mengusung tema global “Hentikan Polusi Plastik”, kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni simbolik, tetapi menjadi representasi aksi nyata dan kolaborasi lintas sektor dalam satu gerakan bersama menyelamatkan lingkungan.

Pada awarding itu, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, mendapatkan tiga apresiasi sekaligus dari Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani atas konsistensinya dalam pengelolaan lingkungan.

Tiga apresiasi yaitu, Petrokimia Gresik dinobatkan sebagai salah satu perusahaan yang memiliki komitmen kuat dalam mendukung Program Kampung Iklim (Proklim) dan berhasil mendapatkan penghargaan Gold pada Kompetisi Bina Industri Ramah Lingkungan (Brilian). Selain itu, Petrokimia Gresik juga mendapatkan apresiasi sebagai Pengelola Ekosistem Mangrove Berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa lingkungan hidup menjadi pilar penting dalam pembangunan daerah. “Gresik memiliki Nawa Karsa, sebuah road map arah pembangunan daerah. Salah satu yang menjadi nafas utama adalah Pesona Gresik. Program yang menyentuh langsung kepedulian terhadap lingkungan hidup,” ujar Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani.

Ia melanjutkan bahwa penghargaan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dalam prioritas pembangunan lingkungan. “Kami ingin mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menyelamatkan lingkungan. Petrokimia Gresik Grup adalah mitra strategis kami dalam misi ini,” ujarnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, Petrokimia Gresik juga menyerahkan secara simbolis 3.000 bibit mangrove kepada Pemerintah Kabupaten Gresik sebagai bentuk kontribusi dalam rehabilitasi kawasan pesisir.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Bupati Gresik dalam program “Nawa Karsa Award Pesona Gresik Tahun 2025”. Menurutnya, apresiasi ini akan memperkuat komitmen Petrokimia Gresik dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

“Petrokimia Gresik berkomitmen penuh dalam menjaga kelestarian lingkungan. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inovasi dalam pengelolaan lingkungan, yang telah dibuktikan dengan perolehan PROPER Emas selama empat tahun berturut-turut sejak tahun 2021. Penghargaan dan apresiasi Bupati Gresik ini mencerminkan standar tinggi dalam pengelolaan lingkungan yang diterapkan perusahaan,” tandasnya.

Daconi menambahkan, Petrokimia Gresik memiliki program rutin pengelolaan lingkungan. Selain itu, perusahaan juga melakukan berbagai aksi nyata dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini. Aksi-aksi ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi aktif perusahaan dalam mendukung pencapaian Zero Waste and Zero Emission yang dicanangkan pemerintah.

Beberapa aksi yang telah dilakukan Petrokimia Gresik pada momen Hari Lingkungan Hidup tahun ini, antara lain aksi dekarbonisasi dan forestasi mangrove di Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Mengare dengan menanam sebanyak 5.300 bibit mangrove.  Kemudian kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di pasar, serta kegiatan uji emisi gratis untuk kendaraan masyarakat sekitar perusahaan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. (yad)

Teguhkan Komitmen Pelestarian Lingkungan, Pemkab Gresik Gelar Nawa Karsa Award  Gresik Pesona 2025 Selengkapnya

Gresik Job Fair 2025, Buka 2.723 Lowongan Kerja, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani: Bukan Formalitas, Saya Pantau mulai Pendaftaran 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menggelar Job Fair selama 2 hari, mulai 2 Juli hingga 3 Juli 2025. Job Fair kali kedua dipusatkan di halaman SMA Negeri 1 Driyorejo itu diikuti 43 perusahaan dengan menyediakan 2.723 lowongan kerja (Loker). Selain itu juga ada Walk In Interview antara pencari kerja dengan perusahaan yang siap merekrut talenta lokal.  Wujud nyata ikhtiar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam upaya mengurangi angka pengangguran di Kota Industri-sebutan lain- Kabupaten Gresik ini.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi atas diselenggarakannya Gresik Job Fair 2025. Menurutnya,  Gresik Job Fair merupakan salah satu agenda dalam dalam mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Gresik. “Masalah pengangguran bukan hanya menjadi masalah daerah, tetapi juga masalah regional dan nasional. Oleh karena itu, penanganannya pun perlu dilaksanakan secara bersama sama antara pemerintah daerah, provinsi maupun pemerintah pusat,” ungkap Gus Yani, sapaan Fandi Akhmad Yani. 

Ia menegaskan, bahwa pelaksanaan Job Fair bukan hanya formalitas. Sebab, pihaknya mulai dari pendaftaran, verifikasi di aplikasi AK1, sehingga proses rekrutmen terus dikawal agar benar-benar memberi manfaat. Ia juga meminta kepada Camat dan kepala desa juga bisa memantau lowongan kerja melalui sistem online.  “Saya ucapkan terima kasih kepada perusahaan yang sudah ikut berpartisipasi dalam kegiatan Job Fair kali ini. Keberhasilan pelaksanaan Job Fair merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, sebagai sarana pendukung untuk memperluas akses informasi lowongan kerja secara real time. Pemkab Gresik kini mengandalkan platform Gresik Kerja, menurutnya, kehadiran platform ini sangat penting dalam memastikan warga agar tidak ketinggalan peluang.

“Kami ingin memastikan tidak ada warga yang kesulitan akses informasi pekerjaan. Kami apresiasi semua perusahaan yang peduli membuka peluang, termasuk bagi penyandang disabilitas sesuai Undang-Undang Cipta Kerja, minimal satu persen dari total kebutuhan,” tegas magister Mitigasi Bencana dari Unair Surabaya ini.

Pemkab Gresik, setiap tahun mendorong dan mempersiapkan sumber daya manusia melalui pelatihan kerja. Baik yang berbasis industri maupun pemberdayaan masyarakat, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi masyarakat Gresik pencari kerja agar terserap dan dapat bekerja di perusahaan yang ada di Kabupaten Gresik. 

“Untuk pemerataan kesempatan kerja, kita harapkan Job Fair bisa digelar 3-4 kali dalam setahun. Di samping itu, program sertifikasi tenaga kerja juga terus kita dorong agar kualitas tenaga kerja di Kabupaten Gresik semakin siap bersaing, baik di tingkat lokal maupun nasional,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Gresik Zainul Arifin dalam laporannya menjelaskan, pemilihan lokasi Job Fair kali ini bukan tanpa alasan, melainkan upaya untuk menghadirkan pemerataan kesempatan kerja bagi warga Gresik. “Keputusan ini didasarkan pada evaluasi pelaksanaan Job Fair 2024 yang pernah diadakan di tengah kota. Dari total 5.828 pencari kerja yang hadir saat itu, hanya sebagian kecil berasal dari wilayah selatan,” ucap mantan Camat Manyar itu. 

Dalam pelaksanaan Job Fai 2024, sebanyak 1.313 pencari kerja berhasil diterima bekerja melalui proses seleksi langsung oleh perusahaan peserta. Zainul menegaskan bahwa angka tersebut menjadi bukti konkret bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. “Angka ini menunjukkan bahwa program Job Fair Gresik bukan hanya sebatas agenda formalitas, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Gresik,” katanya. 

Pada penyelenggaraan tahun lalu, tercatat ada 1.495 kebutuhan tenaga kerja yang ditawarkan. Dengan rincian 337 posisi untuk tenaga kerja yang mampu berbahasa asing, 528 posisi untuk tenaga kerja berpengalaman, 347 posisi untuk freshgraduate, serta 264 posisi untuk tenaga kerja bersertifikasi.

Sementara itu, pada Job Fair Gresik 2025 yang digelar di Driyorejo saat ini, total kebutuhan tenaga kerja melonjak menjadi 2.949 posisi. Terdiri dari 495 posisi untuk tenaga kerja berpengalaman, 42 posisi untuk tenaga kerja bersertifikasi, 635 untuk tenaga kerja yang menguasai bahasa asing, dan 603 posisi untuk freshgraduate. “Jika dirinci berdasarkan bidang pekerjaan, terdapat 413 posisi di bidang administrasi, 816 di sektor industri, serta 546 posisi di sektor hospitality,” tutupnya. 

Kegiatan Job Fair 2025 ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Banyak pencari kerja mengaku terbantu karena dapat langsung mengakses berbagai peluang kerja, seperti yang disampaikan M. Ridho, 26, pencari kerja asal Desa Sukorejo Kecamatan Bungah.  “Dengan adanya Job Fair kami merasa terbantu, karena di kegiatan yang digelar oleh Disnaker ini saya bisa memilih lowongan kerja. Sesuai dengan kriteria jurusan ijazah saya lulusan dari sekolah SMK,” kata Ridho. (yad)

Gresik Job Fair 2025, Buka 2.723 Lowongan Kerja, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani: Bukan Formalitas, Saya Pantau mulai Pendaftaran  Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sabet Anugerah Kepala Daerah Inovatif

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 38 Bupati/Walikota se-Jatim telah merampungkan program seratus hari kerja pertama. Siapa kepala daerah yang paling inovatif ? Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dianugerahi penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif dalam Pengurangan Ketimpangan Pembangunan Antarwilayah di Malam Apresiasi 100 Hari Inovasi untuk Negeri yang diselenggarakan oleh JTV Surabaya pada Selasa malam, 1 Juli 2025.

Dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, hanya delapan daerah yang terpilih menerima penghargaan bergengsi ini, masing-masing dengan klasifikasi penilaian yang berbeda. 

Kabupaten Gresik dinilai unggul berkat capaian nyata dalam pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Gresik selama 100 hari kerja pertama. Dalam sambutannya, Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Ia menyebut keberhasilan ini sebagai hasil dari pelaksanaan program kerja berbasis Sembilan Navigasi Nawa Karsa, yaitu sembilan arah kebijakan prioritas pembangunan Kabupaten Gresik. Salah satu program unggulannya adalah “Gresik Mapan”, yang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur dan penanganan kawasan rawan banjir.

“Alhamdulillah, kami atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik menyampaikan terima kasih atas apresiasi ini. Penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan potensi di setiap wilayah, baik di Gresik utara maupun selatan,” ujar Gus Yani, sapaan Fandi Akhmad Yani. 

Ia menambahkan bahwa setiap kecamatan di Gresik memiliki karakteristik dan potensi unggulan masing-masing. Tantangan seperti banjir di wilayah Kali Lamong, menurutnya, diubah menjadi peluang melalui pembangunan kolam retensi yang mendukung sektor pertanian di wilayah selatan. “Penanganan banjir Kali Lamong tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemkab Gresik. Diperlukan sinergi dengan beberapa kabupaten lain, terutama yang berada di wilayah hulu,” jelas magister Mitigasi Bencana dari Unair Surabaya itu.

Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Gresik telah menyelesaikan pembangunan dan perbaikan tanggul di tujuh titik rawan banjir Kali Lamong, serta melakukan normalisasi sungai sepanjang 9,86 km. Di sisi lain, untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, perbaikan jalan sepanjang 18,6 km telah diselesaikan melalui skema cepat tanggap oleh Unit Reaksi Cepat (URC) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, turut memberikan apresiasi atas capaian Gresik. Menurutnya, sinergi antarwilayah sangat penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Gresik bersama Surabaya dan Sidoarjo merupakan bagian dari tatanan aglomerasi. Contohnya, pengembangan pelabuhan di kawasan ekonomi khusus Gresik telah berkontribusi dalam mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Perak. Ini juga ditopang oleh konektivitas jalan Manyar–Sembayat yang terus ditingkatkan,” ujarnya.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Pemerintah Kabupaten Gresik berharap dapat terus berinovasi dan mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah demi kesejahteraan masyarakat. (yad)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sabet Anugerah Kepala Daerah Inovatif Selengkapnya

Khidmat, Tiga Pucuk Pimpinan di Gresik Jadi Inspektur Upacara Hari Bhayangkara ke-79 

GRESIK,1minute.id – Upacara HUT ke-79 Bhayangkara di Gresik berlangsung khidmat. Inspektur Upacara dalam upacara yang dihelat di halaman Kantor Bupati Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu adalah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang didampingi Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, dan Dandim 0817/Gresik Letkol Inf. Fadly Subur Karamaha.

Membacakan amanat Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan Bhayangkara, termasuk Polres Gresik atas dedikasi, kerja keras, dan keberhasilan mengawal proses demokrasi 2024.

“Segala upaya Polri telah berkontribusi besar dalam menciptakan iklim kondusif bagi pembangunan dan investasi di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Gresik,” tegasnya. Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani mengutip survei Indikator Politik Indonesia yang mencatat 67,4% responden puas terhadap kinerja Polri dengan rincian 8,1% “sangat puas” dan 59,3% “cukup puas” terutama pada pemberantasan premanisme. “Angka ini menjadi modal penting untuk terus memperkokoh kepercayaan publik,” ujarnya.

Pemkab Gresik, lanjutnya, tidak berhenti pada apresiasi lisan. Pemerintah daerah berkomitmen mendorong sinergitas berkelanjutan dengan Polres Gresik dan TNI guna menjaga kondusivitas sebagai fondasi Nawakarsa Gresik. Lebih lanjut, sinergi dengan Polres Gresik juga mendorong investasi, mulai dari industri di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik hingga UMKM.

“Prestasi Polres Gresik sudah kita rasakan bersama. Kerja keras mereka memastikan masyarakat merasa aman, dan dunia usaha melihat Gresik sebagai daerah yang ramah investasi,” katanya. 

Usai upacara, yang dihadiri antara lain Kepala BNNK Gresik AKBP Suharsi, Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir, Ketua Pengadilan Negeri Achmad Rifai, Kajari Gresik Nana Riana, Wakil Bupati dr. Asluchul Alif, Sekda Achmad Washil Miftahul Rachman, jajaran Forkopimda, tokoh agama, masyarakat, dan tamu undangan lainnya ini kegiatan dilanjutkan dengan tasyakuran yang diisi antara lain penyerahan santunan kepada 20 anak yatim.

Dalam sambutannya, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menyampaikan bahwa rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79 bukan hanya seremonial, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian dan sinergitas.

Kapolres memaparkan berbagai program bakti sosial Polri, termasuk pelayanan kesehatan gratis, lomba layanan 110 respon cepat, lomba ketahanan pangan, lomba konten kreatif ramah anak, lomba tiga pilar kamtibmas, bantuan sosial sembako, pemberian alsintan, pembangunan fasilitas air bersih, hingga kegiatan bakti religi dan budaya seperti pagelaran wayang kulit. Secara simbolis, juga dilaunching 79 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Polri (SPPG) yang siap beroperasi mendukung program makanan bergizi di seluruh Indonesia.

Dengan tema “Polri untuk Masyarakat,” peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Gresik menjadi momentum mempererat sinergi lintas sektor, memperkuat pelayanan publik, serta mewujudkan keamanan dan ketertiban demi kesejahteraan masyarakat. (yad)

Khidmat, Tiga Pucuk Pimpinan di Gresik Jadi Inspektur Upacara Hari Bhayangkara ke-79  Selengkapnya

Jelang Tahun Baru Islam, Pemkab Gresik Salurkan Insentif kepada Huffadz Sebesar Rp 550 Juta

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 1.100 penghafal Al-Quran (Huffadz) di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik semringah. Mereka mendapatkan “kado” istimewa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Kado menjelang Tahun Baru Islam 1447 Hijriah itu berupa tunjangan kehormatan atau insentif sebesar Rp 500 ribu setiap huffadz.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani secara simbolis yang menyalurkan insentif kepada ribuan huffadz usai Khotmil Qur’an di Masjid Al Inabah Kompleks Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 26 Juni 2025. Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi kepada para huffadz yang telah mendedikasikan diri dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an. 

“Terima kasih kepada huffadz atas dedikasi dan kecintaannya terhadap Al-Qur’an. Tidak hanya mendapatkan penghargaan secara spiritual, insentif ini diharapkan bisa menjadi penyemangat dan bentuk hadirnya pemerintah dalam mendukung syiar Al-Quran di masyarakat,” ujar Gus Yani, sapaan Fandi Akhmad Yani. 

Ia berharap, program insentif ini mampu mendorong lahirnya lebih banyak hafidz dan hafidzah di Gresik. Insentif ini akan berlanjut pada tahap kedua dengan skema dan jumlah anggaran yang sama. “Insya Allah ini bukan yang terakhir. Kami sudah siapkan anggaran untuk tahap kedua agar program ini dapat berjalan secara konsisten setiap tahunnya,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten I Setkab Gresik Suprapto, dalam laporannya mengungkapkan, total dana yang disalurkan tahap pertama mencapai Rp 550 juta dengan masing-masing penerima mendapatkan Rp 500 ribu. Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gresik 2025.

Sebagai informasi, Para penerima insentif adalah huffadz yang tergabung dalam organisasi Robithoh Hamalatil Qur’an yang diketuai oleh KH. Zainul Arifin. Program ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Gresik dalam mewujudkan masyarakat religius dan berkarakter, sesuai visi pembangunan daerah. (yad)

Jelang Tahun Baru Islam, Pemkab Gresik Salurkan Insentif kepada Huffadz Sebesar Rp 550 Juta Selengkapnya