Makam Putri Cempo, Putri Jelita, Saudagar Pengagum Sunan Giri (6)

Destinasi Wisata Religi di Gresik 

MAKAM Puteri Cempo terletak di Dusun Gunungsari, Desa Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik ini menjadi daya tarik bagi wisatawan religi. Makamnya berada di sebuah bukit. Siapa Putri Cempo? Putri Campa ada menyebut Cempo berasal dari Vietnam. Ia saudagar kaya raya dari negeri Campa, Vietnam.

Putri nan cantik jelita itu terpesona dengan dengan watak dan keluhuran budi pekerti Sunan Giri. Putri Campa pun menaruh hati kepada Joko Samudro – julukan – Waliyullah Sunan Giri. Ada beberapa versi yang berkembang tentang Putri Campa.

Setelah mengikuti jejak Sunan Giri dalam memperjuangkan Islam di Pulau Jawa dan Gresik, Putri Campa konon akhirnya menikah dengan Sunan Giri.

Namun, versi lain, Putri Campa hanya bisa menganggumi watak dan keluhuran budi pekerti tanpa bisa memiliki Sunan Giri hingga akhir hayatnya. Putri Campa dimakamkan di perbukitan yang teduh. Masyarakat Gresik menyebut Putri Campa menjadi Putri Cempo.

Makam Putri Campa menjadi salah satu destinasi wisata religi di Gresik ini. Biasanya, wisatawan berziarah malam hari. Terutama malam Jumat. Kini, kawasan Bukit Cempo semakin ramai. Puluhan kafe berdiri. Dari atas bukit itu, bisa melihat dengan jelas masjid Giri Kedaton. Masjid kali pertama dibangun oleh Sunan Giri. Di bukit Kedaton itu, Sunan Giri dinobatkan sebagai Kepala Pemerintahan.

Pemandangan alamnya eksotis. Apalagi, malam hari. Gemerlap lampu pabrik, pelabuhan bisa dinikmati sepanjang malam. Kawasan bukit tidak pernah sepi. Ada yang menyebut kawasan wisata milenial. 

Untuk diketahui Grissee Kota Bandar adalah salah satu buku muatan lokal. Semuanya cerita yang ada di Gresik. Mulai destinasi wisata religi, seni budaya dan destinasi wisata di Gresik daratan sampai pulau Bawean. Buku itu karya Chusnul Cahyadi ini- kini mengelola media online 1minute.id, hasil dari ngelutus lebih dari satu dasawarsa di Kabupaten Gresik (*/bersambung)

Makam Putri Cempo, Putri Jelita, Saudagar Pengagum Sunan Giri (6) Selengkapnya

Makam Siti Fatimah binti Maimun, Putri Raja Malaka Dikenal Makam Panjang (5)

Destinasi Wisata Religi di Gresik

 WISATA religi makam Siti Fatimah binti Maimun di Kota Giri itu mulai ramai peziarah. Wisata hati berlokasi di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Pada 10 hari pertama dan kedua tidak ada tamu. Mulai Malaman (malam 21 Ramadan) peziarah mulai lagi.

Halaman makam anak semata wayang Maimun bergelar Sultan Mahmud Syah Alam dengan Dewi Aminah terasa Asri. Pepohonan rindang. Sultan Mahmud Syah Alam adalah Raja Malaka. Cungkup makam berupa gedung tembok persegi dari batu kapur. Bangunannya menyerupai candi.

Bangunan penyebar agama Islam asal Kamboja ini, ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim. Siti Fatimah, putri raja Malaka adalah penyebar agama Islam perempuan tertua di Indonesia. Beliau wafat pada 1082 Masehi. Saat itu Siti Fatimah atau Dewi Retno Swari masih remaja. Usia baru 18 tahun. 

Konon, wafatnya Siti Fatimah akibat terserang wabah penyakit. Menurut cerita juru kunci Ainur Rofiah dikutip dari buku Grissee Kota Bandar, Siti Fatimah asal Kamboja datang dengan naik perahu. Desa Leran saat itu masih berupa perbukitan dikelilingi lautan. Nyai Siti Fatimah berkeliling menyebarkan agama Islam singgah di Leran. “Peleleran (singgah) Siti Fatimah dulunya Bukit,”cerita nenek 8 cucu ini. Dalam pemberhentian didampingi 4 dayang yang setia melayani Siti Fatimah.

Mereeka adalah Nyai Seruni, Putri Keling, Putri Kucing, Putri Kamboja. ”Itu nama negaranya. Karena Nyai Fatimah berasal dari Kamboja,” kata istri Hasyim Ali (almarhum). Makam mereka berada di dalam cungkup bangunan makam Siti Fatimah binti Maimun. Masyarakat Gresik mengenal Makam Siti Fatimah sebagai kuburan atau Makam Panjang. Sebab, dalam kompleks makam ini terdapat sejumlah makam panjangnya sekitar 9 meter. Makam itu tersebar di sekitar makam Siti Fatimah binti Maimun.

MAKAM PANJANG: Makam Sayyid Jalal, Sayyid Jamal, dan Sayyid Jamaluddin. Mereka adalah para prajurit Sultan Mahmud yang diberi kuasa untuk memegang dan mengurus barang-barang pusaka pada masa Siti Fatimah binti Maimun (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Makam panjang itu terdapat di gerbang masuk makam pertama terdapat dua makam yakni Raden Ahmad dan Raden Said. Keduanya disebut sebagai penjaga atau penerima tamu. Kemudian, makam Sayyid Kharim, Sayyid Ja’far dan Sayyid Syarif. Ketiganya berada dalam satu areal yang dibatasi pagar setinggi pinggang orang dewasa. Mereka adalah saudara-saudara Sultan Mahmud. 

“Makam panjang lainnya, adalah Sayyid Jalal, Sayyid Jamal, dan Sayyid Jamaluddin. Mereka adalah para prajurit Sultan Mahmud yang diberi kuasa untuk memegang dan mengurus barang-barang pusaka pada masa iitu,” terang Hj Ainur Rofiah, mengatakan pintu gerbang dari kayu bertuliskan ”Mintalah pada Allah”.

Untuk diketahui Grissee Kota Bandar adalah salah satu buku muatan lokal. Semuanya cerita yang ada di Gresik. Mulai destinasi wisata religi, seni budaya dan destinasi wisata di Gresik daratan sampai pulau Bawean. Buku itu karya Chusnul Cahyadi ini- kini mengelola media online 1minute.id, hasil dari ngelutus lebih dari satu dasawarsa di Kabupaten Gresik (*/bersambung)

Makam Siti Fatimah binti Maimun, Putri Raja Malaka Dikenal Makam Panjang (5) Selengkapnya

Makam Sayyid Murtadho, Sepupuh Syekh Maulana Malik Ibrahim (3)

Destinasi Wisata Religi di Gresik

BULAN Suci Ramadan 1444 Hijriah memasuki fase sepuluh hari ketiga yakni 10 hari terakhir pada Selasa, 11 April 2023. Ada banyak keutamaan 10 hari terakhir di bulan Ramadan yang penuh berkah, ampunan dan rahmat ini. Umat muslim dituntut lebih khusyuk beribadah untuk meraih pahala dan ampunan dari Allah SWT. Salah satunya iktikaf dan memperbanyak doa untuk meraih malam kemuliaan yakni Lailatul Qadar. Seperti iktikaf, shalat malam, membaca Al Quran, dzikir, dan bersedekah.

Mengutip dari buku berjudul “Grissee Kota Bandar” menyajikan sejumlah tempat religi di Kabupaten Gresik yang patut menjadi tempat iktikaf. Grissee Kota Bandar adalah salah satu buku muatan lokal. Semuanya cerita yang ada di Gresik. Mulai destinasi wisata religi, seni budaya dan destinasi wisata di Gresik daratan sampai pulau Bawean. Buku itu karya Chusnul Cahyadi ini- kini mengelola media online 1minute.id, hasil dari ngelutus lebih dari satu dasawarsa di Kabupaten Gresik. Saat itu, masih “nyantrik” di Jawa Pos. Cetakan pertama, Februari 2019. Cetakan kedua pada Maret 2022.

Sayyid  Ali Murtadlo atau lebih dikenal dengan nama Raden Santri merupakan salah satu Penyebar Agama Islam di Jawa dan sekitarnya, khususnya Gresik. Beliau adalah Putra dari Syekh Ibrahim Zainuddin As-Samarqandy. Ibundanya berrnama Dewi Candrawulan. Sayyid Ali Murtadlo adalah kakak dari Sunan Ampel serta sepupuh dari Syekh Maulana Malik Ibrahim.

Sayyid Ali Murtadho lahir di Campa. Beliau wafat pada 1317 Saka Atau 1449 Masehi bertepatan dengan 15 Muharam Abad Ke-8 Hijriah. Makam Sayyid Ali Murtadlo di Jalan Raden Santri, Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik atau hanya berjarak 400 meter sebelah utara Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim.

Mengutip dari Wikipedia, Raden Santri juga dikenal sebagai Sunan Gisik yang memiliki arti seorang Guru Agama atau Tokoh yang dihormati di daerah Pesisir. Dalam catatan Cina kata “Sunan” berasal dari dialek Hokkian Yaitu “Su” dan “Nan”. Dimana ‘Su’ bermakna ‘Suhu’ Atau ‘Saihu’ yang memiliki arti Guru. Sedangkan, ‘Nan’ berarti Selatan. Kata ‘Gisik’ sendiri dalam Bahasa Jawa memiliki arti Pantai, sesuai dengan lokasi dakwah Raden Santri yang berada di Pesisir Gresik. Raden Santri ini adalah Syahbandar Gresik kelima. Haul Beliau diperingati oleh masyarakat Gresik setiap 15 Muharam. (*/bersambung)

Makam Sayyid Murtadho, Sepupuh Syekh Maulana Malik Ibrahim (3) Selengkapnya