Pastikan Tercover Bantuan Sosial, Wabup Aminatun Habibah Blusukan ke Rumah Pengidap Gangguan Pola Pikir 

GRESIK,1minute.id – Langkah Aminatun Habibah terhenti beberapa saat. Wakil Bupati Gresik itu kemudian melongok ke sebuah kamar dan melihat Sahli duduk dengan kaki berselonjor. Lajang kelahiran 30 Juni 1977 itu tidak berkata apa pun. Hanya kepalanya yang terlihat tolah-toleh ke kanan dan kiri.

Sahli mungkin kaget melihat ada orang lain di rumahnya yang sederhana di Jalan Sindujoyo, Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu. Selama ini, Sahli tinggal bersama kakaknya, Islafiyah, 50 tahun. Mereka hanya berdua. Sama-sama masih lajang. Islafiyah sehat. Namun, adiknya, Sahli mengalami gangguan pola pikir.

Kedatangan Wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu untuk memastikan apakah Sahli sudah tercover oleh jaminan sosial. Bansos dari Pemerintah pusat maupun pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Wabup Aminatun Habibah didampingi Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik dr Ummi Khoiroh ketika menjenguk dan memberikan bantuan sembako kepada Sahli dan kakaknya, Islafiyah. 

“Saya kesini untuk memastikan ia sudah tercover atau belum oleh Dinas Sosial,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah usai menjenguk Sahli pada Rabu, 23 Maret 2022.  Bu Min lega. Sebab, Sahli telah tercover biaya kesehatan maupun bantuan sosial dari pemerintah.  

Bu Min mengatakan, Sahli mengalami gangguan pola pikir. “Dia tidak pernah mengganggu masyarakat. Dia juga tidak mau dibawa ke rumah sakit.  Ia juga sudah mendapatkan perawatan kesehatan setiap bulannya,”katanya. Kadinsos dr Ummi Khoiroh menambahkan, Sahli telah mendapatkan semua program bantuan sosial dari pemerintah. Karena Sahli masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). 

DTKS yang diterima Sahli adalah bantuan pangan non tunai (BPNT), maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS). “Dengan mengantongi KIS seluruh pelayanan kesehatan bisa diperoleh. Tapi yang bersangkutan (Sahli,Red) tidak mau dibawah ke rumah sakit,”kata dr Ummi Khoiroh. 
Sahli mengalami gangguan pola pikir.

Gangguan pola pikir biasa disebut gangguan kepribadian adalah suatu kondisi yang menyebabkan pengidapnya memiliki pola pikir dan perilaku yang tidak sehat dan berbeda dari rata-rata orang biasanya. Pengidapnya juga sulit untuk merasakan, memahami, atau berinteraksi dengan orang lain. Tentu saja bisa menyebabkan masalah dalam situasi sosial.

Ummi mengatakan program bantuan sosial dari pemerintah pusat kepada masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berjumlah sekitar 130 ribuan orang. Sedangkan, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah nengalokasikan program keluarga harapan (PKH) ekskusif sebanyak 25 ribu orang. 

“Sifatnya (PKH ekskusif) perluasan, masyarakat Gresik yang belum tercover bantuan sosial dari pemerintah pusat,”kata Ummi Khoiroh. Sasaran PKH ekskusif ini antara lain anak yatim, janda miskin dan lansia miskin. Sementara itu, sejumlah tetangga Sahli menyebutkan untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari Sahli ditopang oleh kakaknya, Islafiyah. “Kakaknya kerja di tempat pelelangan ikan (TPI) Lumpur,”kata seorang tetangga Sahli. (yad)

Pastikan Tercover Bantuan Sosial, Wabup Aminatun Habibah Blusukan ke Rumah Pengidap Gangguan Pola Pikir  Selengkapnya

Pendamping PKH Gresik Beber Resep Inovasi Pengentasan Kemiskinan kepada Delegasi Pemprov Maluku

GRESIK,1minute.id – Kinerja Dinas Sosial dan tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Gresik dalam mengentas kemiskinan mendapatkan apresiasi dari Pemprov Maluku, Sulawesi Utara (Sulut). Bahkan, Pemprov Maluku mengutus sebelas orang dari lintas organisasi perangkat daerah (OPD)  menimbah ilmu ke Gresik.

Rombongan disambut oleh Plt Kadinsos GresikMahfud Ahmadi dan Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Gresik Lestari Widodo.  Pertemuan dilakukan di ruang rapat Dinsos Gresik berada di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik. Pertemuan terasa gayeng.

Ketua Tim Pemprov Maluku dipimpin Kabag Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Maluku Usman Manidja’a menyatakan, kunjungan kerja ke Dinsos Gresik atas rekomendasi dari Kementerian Sosial. “Kunjungan ini dalam rangka menggali potensi dan inovasi pengurangan angka kemiskinan melalui pengendalian bantuan sosial (Bansos) PKH,”kata Usman.

“Kami ingin belajar, mengetahui resep dan menggali inovasi Kabupaten Gresik bisa meraih berbagai penghargaan tingkat nasional,”imbuhnya.  Sementara Plt Kepala Dinsos Gresik Mahfud Ahmadi melalui Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Gresik Lestari Widodo mengatakan, pendamping PKH di Gresik dalam mengembangkan inovasi sesuai potensi dan kearifan lokal masing-masing wilayah binaan.

“Inovasi tersebut didasarkan atas kepedulian SDM PKH dengan adanya jerat rentenir, potensi-potensi kelompok, dan itu semua termasuk wujud nyata atau hasil dari edukasi P2K2/FDS dalam Modul Ekonomi,”kata Widodo.
P2K2/FDS (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga/Family Development Session) yang juga dikenal KPM dengan istilah ‘Sekolah PKH’, adalah kegiatan wajib untuk diikuti seluruh penerima bansos PKH.

P2K2/FDS merupakan komponen penting dari PKH yang memperkaya aspek jangkauan/ outreach program dengan mengajarkan para penerima manfaat tentang keterampilan hidup yang penting seperti cara meningkatkan nutrisi, kesehatan dan cara mengasuh anak serta pengelolaan keuangan rumah tangga yang lebih baik, serta pentingnya kesejahteraan bagi lanjut usia dan penyandang disabilitas berat.

Widodo menyebut, kunci kesuksesan inovasi dan penggalian potensi tidak lain adalah sinergi dan kekompakan seluruh SDM PKH dalam mensukseskan Program Nawa Karsa yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Gresik dalam rangka satu langkah bergerak mengurangi angka kemiskinan.

“Kunci suksesnya adalah bisa bersinergi dengan Program Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik dalam rangka satu langkah bergerak mengurangi angka kemiskinan di Gresik, kemudian merubah pola pikir atau mindset, kompak dalam tim, bersinergi, dan berinovasi adalah kata kuncinya,”tuturnya.

Dijelaskan, wujud nyata dari edukasi dan inovasi pemberdayaan pendamping PKH Gresik salah satunya adalah terbentuknya koperasi bagi kelompok-kelompok binaan sosial di salah satu kecamatan Balongpanggang. “Salah satu inovasi pemberdayaan terbentuknya koperasi KPPS di Balongpanggang,”ungkap Widodo.

Pihaknya juga menjalin kerjasama dengan pemangku kebijakan dari berbagai sektor untuk menggali potensi berbagai program yang bisa dimanfaatkan oleh keluarga penerima manfaat (KPM). Seperti program Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM), program beasiswa pendidikan, maupun program lainnya. (yad)

Pendamping PKH Gresik Beber Resep Inovasi Pengentasan Kemiskinan kepada Delegasi Pemprov Maluku Selengkapnya