Update Data Objektif, PKH plus Jaslut Bisa Entas Kemiskinan di Gresik

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mendatangi rumah nenek Sri, 84 tahun. Ia warga Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng. Usia lanjut membuat nenek Sri mengalami gangguan penglihatan dan pikun. Nenek Sri hanya bisa berbaring di tempat tidur dirumah yang sederhana. 

Kedatangan Wabup Aminatun Habibah bersama Plt Kepala Dinas Sosial Gresik Mahfud Ahmadi ; Camat Benjeng Suryo Wibowo ; serta Koordinator PKH Kabupaten Gresik Lestari Widodo untuk menyampaikan bantuan. Bantuan Program Keluarga Harapan plus Jaminan Sosial Lanjut Usia (PKH plus Jaslut).

Penyaluran PKH dan Jaslut dipusatkan di Balai Desa Sirnoboyo. Sebanyak 203 orang termasuk nenek Sri yang mendapatkan program triwulanan senilai Rp 2 juta tersebut. Penerima manfaat  PKH plus Jaslut minimal berusia 70 tahun.

Aminatun Habibah mengatakan bantuan sosial untuk masyarakat lanjut usia ini merupakan salah satu bantuan sosial dari pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia agar tidak menjadi beban di keluarga yang tidak mampu. Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah mewanti-wanti kepada Kepala Desa dan tim pendamping PKH agar bantuan ini dikawal dan dipastikan tepat sasaran. Mulai dari tahap pendataan maupun ketika proses pencairan dana kepada penerima manfaat. 

“Kepada Kepala Desa dan minta agar pendataannya selalu update. Harus obyektif nggih. Benar-benar murni karena kondisi ekonomi calon penerima manfaatnya,” pesan Bu Min. Ketepatan data ini merupakan faktor yang penting dalam keberhasilan program bantuan sosial. Sebab, bantuan sosial ini ditujukan untuk masyarakat yang membutuhkan sehingga bisa memutus kemiskinan. “Kedepan, Kabupaten Gresik akan dijadikan proyek percontohan untuk pengentasan kemiskinan di wilayah,”kata Bu Min. 

PKH plus Jaslut kerja sama antara Pemerintah  Kabupaten (Pemkab) Gresik dengan Bappeda Provinsi Jawa Timur, dimana nanti akan diracik strategi yang pas bagaimana cara untuk mengurangi angka kemiskinan. “Semangatnya adalah, bagaimana semua masyarakat di Kabupaten Gresik ini bisa menjadi masyarakat yang sejahtera,”kata Bu Min. (yad)

Update Data Objektif, PKH plus Jaslut Bisa Entas Kemiskinan di Gresik Selengkapnya

Salurkan Bantuan Peningkatan Kualitas Hidup Lansia, Bu Min Terharu

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah blusukan ke Desa Kesamben, Kecamatan Driyorejo pada Kamis, 19 Agustus 2021. Wabup perempuan pertama di Kota Santri itu ke desa itu untuk membagikan sembako kepada masyarakat terdampak corona virus disease 2021.

Diantaranya, ke rumah mbah Juan dan nenek Amanah. Keduanya, lanjut usia (lansia).  Usianya 70 tahun. Mereka tinggal sejumlah. Keduanya, lumpuh. Bahkan, nenek Amanah mengidap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah seperti menahan air matanya setelah melihat kondisi kesehatan mbah Jaun yang hanya bisa berbaring di tempat tidur.

Badan kakek 70 tahun itu terlihat kurus. Bu Min yang didampingi Plt Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik dr Mukhibatul Husna, Camat Driyorejo Narto dan tim pendamping program keluarga harapan (PKH) setempat. “Ini kulo Bu Min (Wabup Gresik), Mbah. Semoga bantuan ini semooga bisa mencukupi keperluan sehari- hari,”ujar Bu Min. Mbah Jaun mengucapkan terima kasih. “Alhamdulillah, kulo maturnuwun Bu,”ucap Mbah Jaun lirih nyaris tidak terdengar. 

Selain memberikan bantuan kepada Mbah Jaun. Bu Min menyerahkan bantuan kepada nenek Amanah. Bantuan dari tim PKH Driyorejo itu diserahkan kepada cucu Mbah Juan dan Amanah. “Semoga bermanfaat nggih mbah, Saya doakan semoga lekas sembuh dan bantuan ini bisa bermanfaat,”imbuh Bu Min.

Bu Min menyatakan pemberian bantuan kepada  Mbah Jaun dan Mbah Amanah ini merupakan salah satu program dari Pemerintah untuk meringankan beban masyarakat. Program bantuan sosial keluarga harapan yang digawangi oleh Dinas Sosial ini menyasar kelompok masyarakat lanjut usia, 70 tahun ke atas. “Tujuan sebagai upaya peningkatan kualitas hidup para lansia,”kata Bu Min. (yad)

Salurkan Bantuan Peningkatan Kualitas Hidup Lansia, Bu Min Terharu Selengkapnya

Kabar Gembira, Senin Besok, Bantuan Guru Non PNS, Tenaga Kependidikan dan Marbut Cair

GRESIK,1minute.id –  Kabar gembira bagi guru, tenaga kependidikan non PNS dan marbut (penjaga masjid) di Gresik. Bila tidak aral melintang pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik akan mencairkan bantuan pada Senin besok, 7 Juni 2021.

Anggaran bantuan kepada 24.404 penerima manfaat itu telah meja badan pendapatan, penggelolaan keuangan dan aset daerah (BPPKAD) Gresik. 

“Sekarang tinggal proses pencairan di BPPKAD. Semoga, Senin besok anggaran bisa dicairkan,”kata Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik Setot Supriyohadi dikonfirmasi telepon genggamnya pada Minggu, 6 Juni 2021.

Sentot mengatakan proses bantuan itu butuh waktu lumayan panjang. Antara peraturan bupati (Perbup), konsultasi ke pemprov Jatim kemudian penetapan calon penerima manfaat oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Sebelum penetapan calon penerima manfaat dilakukan verifikasi sehingga bantuan yang bakal disalurkan itu tepat sasaran. “Jadi, setelah ada penetapan dari Pak Bupati, tinggal proses pencarian,”ujar Sentot. 

Proses pencairan bantuan ini, kata Sentot, dilakukan setelah anggaran dari BPPKAD masuk ke rekening Dinsos. Selanjutnya, pencairan akan dilakukan oleh petugas dinas sosial melalui kecamatan masing-masing kepada penerima manfaat. “Pencairan kepada penerima dilakukan secara tunai. Nominalnya Rp 200 ribu,”katanya. Pemkab Gresik mengalokasikan melalui APBD Gresik 2021 sebesar Rp 5,3 miliar. 

Seperti diberitakan, memasuki hari ke-73 Bupati dan Wakil Bupati Gresik tepatnya 11 Mei 2021 merealisasikan bantuan kepada guru non PNS, TPQ, Marbot, dan tenaga kependidikan lain misalnya staf TU di sekolah, tukang kebun, tukang bersih-bersih dan lainnya. Pencairan dilakukan setelah lebaran karena harus melalui tahapan pemrosesan. (yad)

Kabar Gembira, Senin Besok, Bantuan Guru Non PNS, Tenaga Kependidikan dan Marbut Cair Selengkapnya