Minim Rekrutmen Disabilitas, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  : Kita Dorong Rasa Kemanusiaan untuk Fasilitasi Disabilitas 

GRESIK,1minute.id – Ribuan industri beropeasi di Kabupaten Gresik. Namun, hanya segilitir perusahaan yang memberikan kesempatan bekerja kepada para penyandang disabilitas. Amanat Undang-undang nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, perusahaan wajib menyediakan satu persen dari jumlah pekerja, khusus untuk disabilitas.

Pemerintah Kabupaten mulai menggagas pemberian Reward and punishment kepada perusahaan yang patut dan mokong tidak mematuhi Undang-undang. 

“Pak sekda (Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Red) sepertinya harus memberikan stimulan bagi perusahaan yang sudah memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani aaat membuka Job Fair, Gresik Kerja 2024 di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP pada Rabu, 15 Mei 2024.

Job Fair 2024, ini terbesar di tahun ini. Sebanyak 43 perusahaan terlibat. Lapangan pekerjaan yang dibutuhkan sebanyak 3.748 orang. Kamis hari ini, 16 Mei 2024 adalah hari terakhir bursa tenaga kerja diselenggarakan oleh Pemkab Gresik melalui Disnaker Gresik ini. Job Fair dibuka pukul 08.00 WIB, dan tutup pukul 15.00 WIB.

Di acara job fair ini, Pemkab Gresik memberikan apresiasi kepada pimpinan perusahaan dan kepala organisasi perangkat daerah atau OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik yang telah merekrut penyandang disabilitas. Ada tiga OPD yakni Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau PMPTSP Gresik. 

Gus Yani melanjutkan, pihaknya tidak hanya mendorong perusahaan untuk mematuhi Undang-undang dengan melibatkan satu persen penyandang disabilitas. “Kami tidak hanya mendorong perusahaan. Kami di lingkungan OPD dan BUMD telah memberikan contoh untuk kesempatan pada anak-anak disabilitas,” ujarnya dengan nada serius. 

Orang nomor satu di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, warga disabilitas ini memiliki keistimewaan. Anak-anak yang memiliki keistimewaan. Tadi sudah disaksikan hiburan luar biasa. Mereka punya keterampilan, kompetensi  “Disini Saya mengajak perusahaan swasta, BUMN, BUMD untuk melaksanakan 1 persen Undang-undang tersebut terkait pelayanan disabilitas,” katanya. 

MEMUKAU : Penampilan anak-anak disabilitas ketika membawakan lagu Mother, How are You Today di pembukaan Job Fair, Gresik Kerja 2024 di Gedung WEP pada Rabu, 15 Mei 2024 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pada pembukaan Job fair 2024, sejumlah anak disabilitas tampil menyanyi diiringi musik angklung. Mereka ada tuna rungu dan tuna netra. Tapi, musik yang mereka mainan membuat ribuan pasang mata seperti terhipnotis. Mereka membawa dua lagu, diantaranya berjudul “Mother, How are You Today” yang diciptakan oleh Alice Mey itu.

Pemkab Gresik telah memberikan teladan dengan memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas melalui unit layanan daerah atau ULD. Sudah hampir 50 persen OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk anak disabilitas.  

“Kalau perlu diberikan stimulan bagi perusahaan yang telah memberikan perhatian seperti itu (disabilitas). Yang belum, ya akan kita cari, kita dorong rasa kemanusiaan dan akan memberikan punishment. Kita ajak memberikan kesempatan bagi anak-anak disabilitas,” katanya. (yad)

Minim Rekrutmen Disabilitas, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  : Kita Dorong Rasa Kemanusiaan untuk Fasilitasi Disabilitas  Selengkapnya

Nizar Hanya Butuh Waktu 3 Hari untuk Bangun Istana Negara, Bupati Gresik Hadiahi Kursi Roda 

GRESIK,1minute.id – Muhammad Nizar Ruba’anut Thahiraty, salah satu penyandang disabilitas di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Ia penyandang tunagrahita dan tunadaksa. Anak pasangan Achmad Amaluddin dan Erma Suryani, berusia 25 tahun ini belum bisa membaca dan menulis. Akan tetapi, Nizar adalah remaja yang istimewa. Sebab, Ia memiliki kepekaan terhadap nada. Serta memiliki jiwa seni tinggi.

Ada puluhan album Islami yang telah diaransemen oleh Nizar dengan menggunakan keyboard. Puluhan lagu hasil aransemennya kemudian direkam dalam kepingan compact disk. Judulnya, antara lain ; “Doa Keluar Rumah ; Aku Punya Cita-cita ; dan Ucapkan Salam”. Kelebihan lainnya, Nizar, remaja disabilitas bisa mandiri. Bahkan, ia melakukan mobilitas menggunakan sepeda motor roda tiga yang telah dimodifikasi. 

Selain mengaransemen lagu Islami, Nizar juga pandai membuat berbagai miniatur berbahan utama kertas koran. Karya Nizar bersama orang tuanya, Achmad Amaluddin menjadi koleksi orang terkenal. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengoleksi miniatur masjid Madinah ; Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengoleksi miniatur kapal pinisi. “Awal 2021, kami rencana pameran di Jakarta. Tapi, pandemi Covid-19 keburu datang. Sehingga pameran gagal,”ujar Achmad Amaluddin ditemui di pameran Industri dan UMKM di Gressmall pada Selasa, 13 Desember 2022.

ISTANA NEGARA: Nizar membutuhkan waktu 3 hari membuat Istana Negara dari kertas koran ini. Istana kertas ini ikut dipajang di Pemeran Industri dan UMKM yang digelar DPMPTSP Gresik di Gressmall pada Selasa, 13 Desember 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pameran selama 2 hari itu yang digagas oleh Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Satu Atap (DPM-PTSP) ini di buka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 13 Desember 2022. Nizar Craft, salah satu UMKM yang ikut dalam pameran itu. Sedangkan, industri yang berpartisipasi, diantaranya,  PT Smelting dan Wilmar Nabati Indonesia. 

Achmad Amaluddin mengatakan, rencana pameran di Jakarta itu telah menyiapkan miniatur Istana Negara. “Kami hanya butuh waktu 3 hari untuk membuat Istana Negara itu,” terang Achmad Amaluddin. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyempatkan mengunjungi stan Nizar. Melihat Nizar, duduk di kursi roda butut, Bupati berusia 37 tahun ini menjanjikan memberikan kursi roda yang lebih baik. (yad)

Nizar Hanya Butuh Waktu 3 Hari untuk Bangun Istana Negara, Bupati Gresik Hadiahi Kursi Roda  Selengkapnya

Bupati Gresik Teken Perbup 35/2022, Perusahaan Wajib Merekrut Penyandang Disabilitas

GRESIK,1minute.id – Penyandang disabilitas di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik memiliki kesempatan sama untuk bisa masuk dunia industri maupun instansi pemerintah. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani telah meneken Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 53 Tahun 2022. Perbup yang merujuk pada Undang-Undang (UU) nomor 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas.

Sebanyak 46 anak berkebutuhan khusus telah bekerja. Mereka tersebar di 21 perusahaan dan instansi pemerintah maupun badan usaha milik daerah (BUMD). “Mudah-mudahan tahun depan ada lonjakan signifikan karena Perbup sudah ada,” harap Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Gresik Andhi Hendro Wijaya usai Launching Unit Layanan Disabilitas (ULD) Bidang Ketenagakerjaan, Disnaker Gresik di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 9 Desember 2022.

Ia pun meminta kepada semua stakeholder, termasuk jurnalis dan Dinas Pendidikan untuk mensosialisasikan Perbup gres ini. Sehingga, bisa semakin cepat untuk diketahui oleh pelaku usaha dan industri.  “Perbup anyar ini memberikan dasar hukum bagi perusahaan, BUMD dan instansi pemerintah memberikan kesempatan kerja kepada adik-adik penyandang disabilitas,” imbuh Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.

Dalam aturan itu, lanjutnya, perusahaan, industri atau instansi pemerintah berkewajiban merekrut penyandang disabilitas minimal 1 persen. “Saat ini, sudah ada 46 anak-anak disabilitas yang sudah mendapatkan kesempatan bekerja,” terang Gus Yani. 

Para penyandang disabilitas itu, telah lulus sekolah menengah atas luar biasa (SMALB). Mereka telah mendapat pelatihan keahlian. Ada yang bekerja sebagai office boy (OB), cleaning service hingga teknologi informasi (IT). 

Launching Unit Layanan Disabilitas (ULD) Bidang Ketenagakerjaan dimeriahkan penampilan puluhan anak berkebutuhan khusus (ABK). Ada penyandang disabilitas tuna netra, tuna rungu dan lain. Meskipun, mereka memiliki keterbatasan fisik, namun penampilan mereka sangat apik. Bahkan, penampilan Marsyah Mutiara Iskandar dan Nur Aisyiyah Maulidi membuat haru para undangan. 

Suara merdu dua siswa tuna netra kelas VI Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Cerme, Kabupaten Gresik dalam menyanyikan lagu berjudul Mother Who Are You Today menyentuh hati para undangan. Antara lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Gresik Andhy Hendro Wijaya serta undangan lainnya dari puluhan perusahaan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik menitikkan air. 

Sementara itu, Kadisnaker Gresik Andhi Hendro Wijaya menambahkan, pihaknya akan terus mendorong perusahaan maupun BUMD untuk merekrut para penyandang disabilitas ini. “Saat ini, masih ada 154 alumni penyandang disabilitas yang tersebar di 7 lembaga pendidikan,”kata Andhi Hendro Wijaya. 

Keberadaan ULD Bidang Ketenagakerjaan, imbuhnya, tidak sebagai fasilatator bagi sekolah dengan dunia usaha. “Akan tetapi, kami juga memberikan pelatihan bersertifikasi bagi anak-anak disabilitas,” tegasnya. (yad)

Bupati Gresik Teken Perbup 35/2022, Perusahaan Wajib Merekrut Penyandang Disabilitas Selengkapnya

Bu Min Trenyuh Semangat Nur, Penyandang Disabilitas yang Semanak Meski Belum Tersentuh Bansos 

GRESIK,1minute.id – Nur Jahirotul Mahiyah memiliki semangat luar biasa. Meskipun, kondisi fisik gadis 31 tahun itu tidak sempurna. Gadis yang tinggal di Desa Melirang,Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik itu divonis oleh dokter mengidap Cerebral Parsy (Lumpuh Otak) sejak lahir. Penyakit tersebut menyebabkan Nur menjadi kehilangan kendali beberapa syaraf tubuh sehingga kesulitan untuk bergerak normal. Untuk membantu aktivitasnya, Nur harus menggunakan kursi roda.

Namun, Nur tidak menyerah. Ia pun semanak (ramah). Ibunda Nur, Paeni, 54, dan semua tetangga menyukainya. Semangat Nur itu membuat Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah trenyuh. Orang nomor dua di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu mberebes mili. Terharu dengan semangat hidup Nur. 

Menurut Paeni, Nur memiliki hobi untuk berkeliling dan menyapa para tetangga sekitar.  Meski hanya bermodalkan kursi roda, Nur bahkan bisa pergi sampai ke desa-desa lain.

“Ya seperti ini kondisinya, pengennya keluar rumah terus, dan berkumpul dengan orang lain. Meskipun tidak bisa jalan tapi bisa pakai kursi roda sendiri,”cerita Paeni dihadapan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ketika berkunjung kerumah Nur pada Jumat, 25 November 2022.

Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu didampingi Kepala Dinas Sosial Gresik dr Ummi Khoiroh dan relawan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Gresik Muhammad Subhan. 

Bu Min-sapaan karib-Wakil Bupati Aminatun Habibah berkunjung karena mendapatkan kabar Nur, penyandang disabilitas ini belum tersentuh berbagai bantuan sosial. Bantuan sosial dari pemerintah pusat, provinsi dan Pemkab Gresik. 

Nah, tahun ini Pemkab Gresik memiliki program Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Program unggulan pasangan Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah untuk memberdayakan masyarakat kurang beruntung. Nur Jahirotul Mahiyah, diantaranya. 

“Jadi, dari Pemerintah Kabupaten Gresik saat ini sudah menyediakan program bantuan prioritas yaitu PKH Inklusif. Ini yang nantinya dapat diberikan kepada para Lansia dan penyandang disabilitas,”katanya kepada Paeni.

Dalam kasus Nur, diketahui dia masih belum masuk ke database DTKS karena ada ketidakcocokan antara data pribadinya dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)Gresik. Masalah tersebut telah ditindaklanjuti sehingga data miliknya telah valid pada Oktober awal yang ternyata berbarengan dengan penutupan pendataan DTKS.

Untuk itu, wabup menyayangkan masalah seperti ini masih ada pada warga di desa dan dusun. Menurutnya, hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintah desa dan dusun untuk secepatnya melakukan pendataan lebih lanjut terkait warga yang layak menerima bantuan sosial.

“Karena kasihan kalau tidak segera kita bantu secara langsung. Mengingat, Nur ini statusnya masih belum menjadi penerima bantuan. Maka nanti Nur ini akan kami data secara langsung agar secepatnya mendapatkan bantuan yang layak,”tegas Bu Min. Paeni pun semringah. Apalagi Bu Min juga membawa buah tangan berupa sembako untuk keluarga Paeni tersebut. 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik dr Ummi Khoiroh menambahkan pengusulan penerima PKH Inklusif akan dipercepat untuk menanggulangi masalah seperti ini. Ditambah, khusus penyandang disabilitas yang sudah terdata akan menerima bantuan rutin 4 kali dalam setahun.

“Di 2023 kita akan start lebih awal karena regulasinya sudah fix. Dan khusus yang disabilitas terdata akan mendapatkan bantuan langsung tunai senilai Rp 500.000 dan sembako senilai Rp 200.000. Insya Allah di bulan Maret nanti sudah mulai terealisasi,”kata Ummi Khoiroh. 

Ummi meminta agar seluruh lembaga kemasyarakatan ikut andil dalam mengawal pendataan DTKS kali ini. Ini sangat penting agar kasus keterlambatan seperti Nur ini tidak terulang kembali. “Kami juga meminta bantuan kepada seluruh jajaran pemerintah desa dan teman-teman pendamping agar warganya dapat terdata di DTKS. Agar dapat megakses berbagai macam bantuan sosial,”imbuhnya. (yad)

Bu Min Trenyuh Semangat Nur, Penyandang Disabilitas yang Semanak Meski Belum Tersentuh Bansos  Selengkapnya

Serbuan Vaksinasi Sasar Pelajar, Penyandang Disabilitas hingga Diatas Perahu Nelayan

GRESIK,1minute.id – Serbuan vaksin terus dilakukan oleh Satgas Covid-19 Gresik. Meski,  herd immunity sebesar 70 persen telah tercapai.  Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pun masuk zona kuning. Hari ini, Jumat, 15 Oktober 2021, serbuan vaksin dilakukan untuk pelajar SMP 4 Muhammadiyah Kebomas, penyandang disabilitas dan vaksin untuk nelayan di Kecamatan Manyar. 

Serbuan vaksinasi untuk pelajar dan disabilitas dihadiri oleh Kapolres Gresik AKBP Muchamad Nur Azis dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. Sedangkan, vaksinasi untuk nelayan diatas perahu dipimpin Satgas Covid-19 Kecamatan Manyar. 

Ratusan vaksin disuntikkan kepada ribuan pelajar dan nelayan. Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis mengatakan serbuan vaksinasi Covid-19 guna mendorong percepatan terbentuknya herd Immunity atau kekebalan komunal.

“Angka penyebaran Covid-19 sudah mengalami penurunan menuju level 3. Kita patut bersyukur namun kami ingatkan harus selalu melaksanakan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, ini adalah yang terpenting bisa melindungi kita dari terpaparnya Covid-19 sehingga kasus sudah turun,”kata alumnus Akpol 2002 itu.

Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail memberikan  apresiasi dan berterima kasih serta rasa bangganya kepada masyarakat Gresik karena antusias untuk mengikuti kegiatan vaksinasi sangat luar biasa.  “Terima kasih atas kerjasamanya TNI, Polri, pemerintah daerah, Dinkes dan relawan. Saya dapat laporan dari pimpinan pusat juga bahwa banyak relawan yang ikut dalam pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Gresik, terima kasih atas kerjasamanya,”kata Taufik Ismail. 

Sementara itu, vaksinasi untuk nelayan dilakukan oleh petugas diatas perahu. Satgas Covid-19 Kecamatan Manyar bersama vaksinator menyusuri jalan setapak area tambak menuju dermaga nelayan. Ada dua dermaga yang didatangi oleh petugas Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Nakes Puskesmas Manyar yakni Kalimireng dan Leran, Kecamatan Manyar. 

Untuk vaksinasi nelayan ini, petugas memberikan sepaket sembako berisikan 2 kilogram beras, minyak goreng satu liter, gula pasir satu kilogram, teh celup dan biskuit. Kepala Desa Leran Abdul Manan mengapresiasi kegiatan vaksinasi diatas perahu nelayan tersebut. “Atas nama pemerintahan Desa Leran kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Manyar, Puskesmas Manyar, Koramil Manyar dan Kecamatan Manyar. Atas pemberian dosis vaksin dan paket sembako kepada nelayan.” katanya. (yad)

Serbuan Vaksinasi Sasar Pelajar, Penyandang Disabilitas hingga Diatas Perahu Nelayan Selengkapnya