Jelang Mudik Lebaran, Satlantas Polres Gresik Survei Jalur Blackspot, Troublespot Jalan Duduksampeyan, Ini Temuannya

GRESIK,1minute.id – Arus mudik Idul Fitri biasanya mulai terasa pada H-7. Akan tetapi, Satuan Polisi Lalu Lintas atau Satlantas Polres Gresik melakukan survei antisipasi jalur blackspot dan troublespot di Jalan Raya Duduksampean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Kamis, 6 Maret 2025.

Survei dilakukan bersama Dinas Perhubungan atau Dishub Gresik, Jasa Raharja, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional atau BBPJN Jatim-Bali, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang atau DPUTR Gresik, dan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Sunan Ampel atau UNESA Surabaya.

Kegiatan ini dihadiri antara lain Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna ini bertujuan memastikan kelancaran serta keselamatan arus mudik di jalur nasional Duduksampean, dengan mengidentifikasi titik-titik rawan kecelakaan serta mencari solusi terhadap hambatan yang ada.

Dari hasil survei, ditemukan beberapa titik yang memerlukan perhatian khusus, di antaranya Tikungan Jalan Raya Desa Ambeng-ambeng, merupakan jalur blackspot yang membutuhkan pemasangan speed trap serta penambahan rambu-rambu lalu lintas. 

Kemudian Jembatan Mandepo, ditemukan kondisi aspal bergelombang serta gundukan yang berpotensi membahayakan pengendara. Dibutuhkan perataan aspal untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.Terakhir, Jembatan Pandanan, ditemukan lubang besar hingga rangka besi terlihat, yang sangat membahayakan pengendara.

Sebagai langkah awal, Satlantas Polres Gresik telah memberikan tanda cat putih pada aspal yang rusak guna meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan. Selain itu, koordinasi dengan instansi terkait juga dilakukan agar perbaikan segera dilakukan sebelum puncak arus mudik.Kapolres Gresik

 AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Rizki Julianda Putera Buna, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi agar jalur mudik di wilayah Gresik dapat aman, nyaman, serta bebas hambatan.

“Kami berharap masyarakat tetap berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas. Jika menemukan kondisi jalan yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya. Dengan adanya survei ini, diharapkan arus mudik Lebaran 2025 di wilayah Gresik, khususnya di Jalan Raya Duduksampean, dapat berjalan lancar. (yad)

Jelang Mudik Lebaran, Satlantas Polres Gresik Survei Jalur Blackspot, Troublespot Jalan Duduksampeyan, Ini Temuannya Selengkapnya

Ribuan Warga di Kecamatan Duduksampeyan Bakal Menikmati Air Bersih, Bupati Gresik : Akhir 2023 Tuntas, Kebutuhan Air Teratasi

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan monitoring proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan di Kecamatan Duduksampeyan. Sebelumnya, Bupati Fandi Akhmad Yani meninjau langsung proyek reservoir di kawasan Terminal Bunder Gresik itu.

Hasilnya ? Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu semringah karena pekerjaan proyek perpipaan air bersih, dari pipa tersier hingga sambungan rumah ini selebihi target yang disepakati. Bupati Fandi Akhmad Yani optimistis proyek pipanisasi itu kelar sesuai waktu yang disepakati. 

Menurut Fandi Akhmad Yani, pihaknya memberikan perhatian khusus pengerjaan proyek SPAM Umbulan ini. Proyek perpipaan air bersih, dari pipa tersier hingga sambungan rumah ini bentuk keterlanjutan dari upaya penyediaan air bersih yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Gresik. Progres pekerjaan proyek DAK SPAM Umbulan menggembirakan karena sudah mencapai 19,80% dari yang ditargetkan 5,72%.  Atau deviasi surplus 14,08%. 

“Hingga saat ini, proyek strategis DAK SPAM Umbulan ini progresnya berjalan dengan sangat bagus. Harapannya di akhir tahun 2023 bisa tuntas, dan kebutuhan air di Duduksampeyan bisa teratasi,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 6 September 2023. “Tahun 2024, kita berkelanjutan membangun reservoir di Desa Duduksampeyan. Tujuannya, agar air ini bisa mengalir hingga ke Desa Kemudi, Kramat, hingga ke perbatasan Lamongan,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Dalam monitoring proyek SPAM Umbulan di Desa Sumengko, Kecamatan Duduksampeyan ini, Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi oleh Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik Ida Lailatussa’diyah , Camat Duduksampeyan Merista Dedy Hartadi bersama Forkopimcam, serta jajaran Direksi PDAM Giri Tirta. 

SPAM UMBULAN: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (rompi biru dua dari kiri) didampingi Kepela Dinas CKPKP Gresik Ida Lailatussa’diyah ketika melakukan monitoring proyek pekerjaan pipanisasi SPAM Umbulan di Desa Sumengko, Kecamatan Duduksampeyan pada Selasa, 5 September 2023 ( Foto: Prokopim Gresik untuk 1minute.id)

Tahun ini, fokus di Kecamatan Duduksampeyan, dan menyasar di 7 desa yakni Desa Wadak Lor, Wadak Kidul, Kawistowindu, Petisbenem, Sumengko, Sumari, dan Desa Duduksampeyan. Totalnya, terdapat 4.545 penerima manfaat sambungan rumah air bersih dari proyek tersebut. “Kita ketahui, Kecamatan Duduksampeyan memiliki masalah tahunan yakni kebutuhan air bersih yang sudah terjadi bertahun-tahun,” terang Bupati Fandi Akhmad Yani, saat mengunjungi proyek di Desa Sumengko.

Pada 2022, ribuan warga Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas bisa tersenyum bahagia. Sebab, penantian panjang selama 30 tahun untuk bisa mendapatkan air bersih dari Perumda Giri Tirta bisa teralisasi. Pemkab Gresik melalui Dana Alokasi Khusus (DAK)

melakukan pembangunan jaringan perpipaan air bersih dengan total panjang 25,90 kilometer serta 4 ribu sambungan rumah gratis dibiayai. Biaya pemasangan sambungan rumah tangga normal Rp 1,7 juta gratis. Untuk warga Desa Kedanyang sebanyak 3.500 sambungan rumah tangga. Sisanya, 500 sambungan rumah untuk masyarakat lainnya. Air bersih berasal dari sumber air Umbulan. (yad)

Ribuan Warga di Kecamatan Duduksampeyan Bakal Menikmati Air Bersih, Bupati Gresik : Akhir 2023 Tuntas, Kebutuhan Air Teratasi Selengkapnya

Keselamatan Warga Nomor Satu, Bupati Gresik Inisiatif Pasang Palang Pintu di 7 Titik Perlintasan KA

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membangun  palang pintu perlintasan kereta api di tiga kecamatan. Tahap pertama pemasangan palang pintu di perlintasan kereta api di sepanjang Kecamatan Duduksampeyan. 

Tahun ini ada tujuh titik palang pintu yang dibangun dengan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Gresik 2023 itu. Inisiatif pembuatan palang pintu itu dilakukan karena keselamatan jiwa warga nomor satu. Selain memberikan perasaan aman dan nyaman kepada warga maupun pengendara  yang kerap melintasi rel kereta. 

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menganggap pembangunan palang pintu perlintasan kereta api ini untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Selama ini, warga setiap kali melintasi rel kereta api selalu waswas. 

“Kami sadar bahwa keselamatan masyarakat jauh lebih penting. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk berinisitif membuat palang pintu perlitasan kereta api di sejumlah titik,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani di perlintasan KA di Desa Sumari, Kecamatan Duduksampeyan pada Selasa, 4 April 2023. 

Aspirasi warga masyarakat yang menginginkan ada palang pintu perlintasan kereta api itu cukup banyak masuk ke Pemkab Gresik. Bahkan, mimpi itu sudah bertahun-tahun. Dan, baru tahun ini bisa direalisasikan oleh Pemkab Gresik. Sebelumnya, Pemkab Gresik melakukan kajian lebih dulu. Kajian dilakukan pada 2022. 

Dan tahun ini pihaknya mulai melakukan pemasangan di 7 titik perlintasan yang berlokasi di tiga kecamatan yakni Duduksampeyan, Cerme dan Menganti.

“Tujuh titik perlintasan itu adalah di Desa Sumari, desa Setrohadi, Desa Tambak Rejo, Desa Tumapel di kecamatan Duduk Sampeyan. Kemudian, perlintasan KA di Desa Padeg dan desa Jambu di kecamatan Cerme. Serta perlintasan di Desa Hendrosari di kecamatan Menganti,” terang mantan Ketua DPRD Gresik itu.  Setelah 7 titik tuntas, lanjut Gus Yani, masih tersisa 3 titik lagi yang perlu dipasang palang perlintasan. “Kita upayakan agar dapat dipasang juga palang pintu di tiga titik tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Fatchur, siswa SMK Negeri 1 Duduksampeyan merasa lega. Ia mengaku senang dengan adanya palang pintu perlintasan itu. Remaja 17 tahun itu, bukan satu-satu yang merasakan plong. Ada ratusan bahkan ribuan jiwa lainnya yang ikut senang. “Sekarang sudah tidak was-was lagi saat melintas. Terima kasih pak bupati yang telah peduli dengan keselamatan kami,” tuturnya.

Untuk diketahui menjelang mudik Idul Fitri  diperkirakan jalur double track kereta api di sepanjang Duduksampeyan akan semakin padat. Kondisi ini, tentu mengkhawatirkan. Sebab, masih banyak perlintasan kereta api yang belum memiliki palang pintu. Sejak 2013 warga di kecamatan Duduksampeyan kerap demonstrasi menuntut pemasangan palang pintu itu. Namun, baru tahun ini mimpi warga itu terwujud. 

“Kami mewakili segenap warga mengucapkan banyak terima kasih kepada pak bupati Fandi Akhmad Yani yang merealisasikan palang pintu sebidang di 7 titik perlintasan yang ada di Kabupaten Gresik,” kata Kepala Desa Gredeg, Kecamatan Duduksampeyan M. Bahrul Ghofar dalam status WhatsAppnya. (yad)

Keselamatan Warga Nomor Satu, Bupati Gresik Inisiatif Pasang Palang Pintu di 7 Titik Perlintasan KA Selengkapnya

Gus Yani : Gagas Konektivitas Infrstruktur Alternatif Antarkecamatan, Dilengkapi TPST

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik terpilih Fandi Akhmad Yani terus blusukan ke desa-desa. Menyerap aspirasi pagi hari disela Ngowes Berdesa. Kegiatan rutin setiap Sabtu pagi Bupati yang bakal dilantik 17 Februari 2021 itu.

Bupati kelahiran Juni 1985 atau 35 tahun ini ngowes dari Desa Sumari menuju Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan pada Sabtu, 13 Februari 2021.
Gus Yani-begitu sapaan-Fandi Akhmad Yani menyusuri jalan poros desa.

Kondisi jalan rusak, berlubang dan tergenangi air hujan. Rombongan ngowes harus ekstrahati-hati agar terhindar dari jeglongan jalan rusak. Suami Nurul Haromaini ini sesakali turun untuk menyapa masyarakatan.

Memasuki Desa Gredek, mantan Ketua DPRD Gresik itu, menyempatkan mampir ke tokoh-tokoh masyarakat, melongok aktivìtas pengelolaan bank sampah yang sebulannya menghasilkan Rp 9 juta itu. Gowes Berdesa finish di tanggul telaga Desa Gredek.

Saat itulah puncak gowes. Gus Yani mendengarkan semua keluh kesah warga. Mulai pengelolaan sampah hingga jalan rusak.  Diantaranya JPD antara di Sumari ada SMK Negeri. Sehingga jadi jalur alternatif.

“Jalannya itu rusak Pak Bupati. Apalagi yang jalur Gedang Kulut di Cerme, parah,”ujar Kepala Desa Gredek Bahrul Ghofar. Menyikapi itu, Bupati termuda, kelahiran Juni 1985 atau 35 tahun itu menyampaikan beberapa konsep Gresik Baru. Diantaranya konsep konektivitas antarkecamatan. Sebagai upaya menumbuhkan ekonomi lokal. 

“Ada perbaikan dan penguatan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai jalur alternatif. Seumpama menghubungkan Kecamatan Duduksampeyan, Benjeng dan Cerme,”ujarnya.Khusus insfrastruktur jalan dan jembatan, pihaknya punya harapan bisa dituntaskan secepat-cepatnya. Sehingga tidak ada lagi keluhan jalan kabupaten maupun pedukuhan yang rusak.

“Kayak saat ini jalan poros Desa Sumari ke Gredek rusak parah,” katanya.Bila sudah terhubung beberapa kecamatan, lanjut Gus Yani, akan ada infrastruktur pendukung. Diantaranya, tempat pengolaan sampah terpadu (TPST).

“Saya sudah komunikasi dengan pihak-pihak pengelola sampah modern. Selain untuk upaya zero sampah plastik, juga menyerap tenaga kerja lokal,”katanya. Ditambahkan, bila pihaknya, punya konsep membangun TPA di kecamatan. Atau terkoneksi beberapa kecamatan. Sehingga, sampah tidak lagi terkonsentrasi di TPA Ngipik yang lahannya sewa. (*)

Gus Yani : Gagas Konektivitas Infrstruktur Alternatif Antarkecamatan, Dilengkapi TPST Selengkapnya

Diduga Mengantuk, Tronton Muat 26 Ton Tepung Nabrak Pohon, Satu Meninggal


GRESIK,1minute.id – Kecelakaan tunggal terjadi di ruas jaalan Raya Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik pada Jumat pagi, 5 Februari 2021. Sebuah truk tronton menabrak pohon peneduh. Ngadiyo, 56, sopir tronton nomor polisi K 1412 HS diduga mengantuk. Kecelakaan pukul 06.00 itu mengakibatkan Fathur Rozi, 19, warga Jl. Pala LK.III Bandar Utama Tebingtinggi Sumatra Utara diduga kernet tronton meninggal dunia. 

Informasi dihimpun 1minute.id matahari belum beranjak dari ufuk. Kondisi Jalan Raya Duduksampeyan masih lengang.  Satu unit truk tronton nomor polisi K 1412 HS melaju dari arah Lamongan menuju Surabaya. 
Sekitar pukul 05.00 tronton sarat muatan itu memasuki Jalan Raya Duduksampeyan, Gresik. Perjalanan jauh Jakarta menuju Surabaya diduga membuat sopir tronton kecapekan. Sopir mengantuk. 

Ketika memasuki Jalan Raya Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan laju tronton mulai oleng. Rasa kantuk semakin menyergap. Memasuki tingkungan Jalan Raya Tebaloan tidak bisa menguasai kemudinya. Tronton menabrak pohon peneduh pinggir jalan. Benturan bodi tronton sangat kuat.

Membuat bodi tronton bagian depan rusak berat. Ngadiyo tergencet di belakang kemudi tronton yang dikendarai. Sedangkan, Fatkhur Rozi, kernet meninggal di lokasi kejadian. 

Satlantas Polres Gresik membutuhkan dua truk untuk proses evakuasi tronton bermuatan 26 ton tepung. “Tadi mau dipanggilkan tukang las untuk evakuasi sopir,”kata Amin, pengguna jalan.

Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto melalui Kanit Laka Satlantas Polres Gresik Ipda Yosi Eka Prasetya mengatakan penyebab kecelakaan tunggal terjadi diduga human error. “Sopir mengantuk,”kata Yosi.  (*)

Diduga Mengantuk, Tronton Muat 26 Ton Tepung Nabrak Pohon, Satu Meninggal Selengkapnya