Wabup Gresik Asluchul Alif Serahkan Kunci Rumah Tahan Gempa di Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, secara simbolis menyerahkan kunci rumah tahan gempa kepada warga terdampak gempa bumi di Pulau Bawean. Penyerahan ini merupakan bagian dari program bantuan stimulan perbaikan dan pembangunan kembali rumah yang rusak akibat gempa bumi. 

Sebanyak 109 unit rumah dibangun dengan konstruksi tahan gempa menggunakan material bata ringan. Rumah-rumah ini didesain sesuai kebutuhan dan harapan warga, serta telah melalui uji ketahanan terhadap gempa dengan magnitudo hingga 8 skala richter. Targetnya, seluruh rumah rampung pada akhir April 2025.

“Alhamdulillah hari ini kami serahkan kunci rumah yang telah selesai dibangun. Ini adalah hasil gotong royong dan kolaborasi antara BPBD dan Dinas CKPKP. Rumah ini tidak hanya layak huni, tapi juga tahan gempa. Semoga bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga,” ujar dr. Asluchul Alif dalam sambutannya pada Selasa, 22 April 2025.

Program ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Gresik dalam pemulihan pasca-bencana dan membangun kembali kehidupan warga dengan hunian yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.

Untuk kategori rumah rusak ringan, proses perbaikan masih terus berjalan dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Rumadi, salah satu penerima bantuan, menyampaikan rasa syukurnya. 

“Setelah diperbaiki saya senang sekali, sangat bersyukur. Kalau bukan karena bantuan dari pemerintah, tidak mungkin rumah saya bisa dibangun lagi. Selama ini saya tinggal di rumah paman saya. InsyaAllah nanti akan saya tempati bersama istri dan anak saya. Semoga tidak ada gempa lagi,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, Pulau Bawean diguncang gempa bumi berkekuatan magnitodo 6,5 pada Jumat, 22 Maret 2024. Gempa itu mengakibatkan ratusan rumah rusak. Sejak gempa pertama, gempa susulan mencapai ratusan kali hingga akhir April 2024. (yad)

Wabup Gresik Asluchul Alif Serahkan Kunci Rumah Tahan Gempa di Pulau Bawean Selengkapnya

Kajati Jatim Serahkan Bantuan dan Tinjau Huntara Korban Gempa Bawean

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendampingi Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Mia Amiati memberikan bantuan sosial dan meninjau kondisi rumah yang hancur dan hunian sementara atau huntara korban bencana alam gempa bumi di Bawean pada Selasa, 28 Mei 2024.

Mia Amiati  bersama rombongan tampak berkeliling melihat kondisi Huntara, simulasi sekolah tahan gempa dan trauma healing oleh Dinas Sosial, dan pelayanan kesehatan gratis untuk lansia dan ibu hamil dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik.

Kajati Jatim Mia Amiati menyampaikan, pihaknya dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Tentunya ikut merasakan prihatin yang mendalam atas kejadian bencana gempa bumi yang terjadi. Sehingga mengakibatkan beberapa kerusakan yang menimpa warga Bawean antara lain : kerusakan rumah/tempat tinggal warga mulai dari yang rusak berat, sedang dan ringan, kerusakan infrastruktur/jalan dan fasilitas umum/sekolah.

“Pemberian bantuan untuk masyarakat korban bencana gempa bumi ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persaja Ke-73 Tahun 2024,” ujarnya.

Dikatakan, Persaja sebagai organisasi profesi jaksa hadir dalam menjaga marwah institusi Kejaksaan RI akan penegakan hukum. Di mata hukum masyarakat sama untuk mendapatkan hak akan keadilan.

“Maka sebagai bagian dari pemerintah, Persaja Jatim juga mengumpulkan tali asih untuk korban gempa Bawean senilai Rp154.300.000. Sedangkan dari Kejaksaan tinggi Jawa Timur senilai 136.600.000 untuk pembangunan Huntara,” ungkapnya.

Kajati Jatim Mia Amiati juga memuji akan keindahan alam pulau Bawean. Menurut dirinya sejak dalam perjalanan menggunakan pesawat melihat dari atas sejauh mata memandang keindahan alam Bawean sangat menakjubkan.

“Bawean sangat luar biasa, meskipun ini kunjungan pertama kalinya. Ini harus di promosikan agar wisatawan beramai ramai berkunjung ke Bawean,” harapnya.

Dirinya menambahkan, Pemerintah Kabupaten Gresik sangat luar biasa, bagaimana cara mengedukasi warganya pasca bencana gempa bumi. “Mudah-mudahan bantuan ini menjadi dukungan moril agar Bawean segera pulih,” tandasnya.

Sementara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan terima kasih atas bantuan dan kepedulian Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Persaja atas kepedulian dan empati musibah gempa bumi di Bawean.

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Bawean mengucapkan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh keluarga besar Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan membantu pemulihan korban gempa bumi Bawean,” ucapnya.

Dikatakan, sampai saat ini tercacat 600 lebih gempa yang dirasakan masyarakat Bawean. Masyarakat Bawean harus kuat, jangan sampai anak anak kita masih trauma dengan gempa dan berpengaruh kepada sekolahnya. 

“Maka trauma healing dan simulasi sekolah aman bencana ini terus kami berikan kepada guru dan anak didik kita,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut bupati, pertanian di Bawean harus tetap produktif. Maka bantuan pompa yang diberikan melalui dinas pertanian harus benar benar dimanfaatkan, agar hasil pertanian dapat menopang ekonomi keluarga.

“Semoga masyarakat yang menjadi korban gempa dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Dan juga semoga Allah senantiasa meridhoi apa yang kita lakukan. Serta memberikan perindungan  bagi kita semua,” pungkasnya.

Selain bupati, dalam kunjungannya ke Bawean Kajati Jatim beserta rombongan juga di dampingi Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Nana Riana, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala BPBD Gresik Sukardi, Camat Sangkapura dan Camat Tambak Bawean. (yad)

Kajati Jatim Serahkan Bantuan dan Tinjau Huntara Korban Gempa Bawean Selengkapnya

Gempa Bawean Susulan Tembus 550 Kali, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Warga Butuh Material Perbaikan Rumah Bisa Langsung ke Posko Bangunan

GRESIK,1minute.id–  Gerakan peduli korban gempa bumi di Pulau Bawean terus mengalir. Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp 414 juta kepada Satuan Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik pada Jumat lalu, 5 April 2024.

Sehari sebelumnya, sejumlah organisasi profesi dibawah koordinasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Gresik menyerahkan bantuan 13 unit hunian sementara (hutara). Sementara itu, mengutip stageof Sleman melalui X (dulu Twitter) menyebutkan hasil monitoring BMKG terhadap gempa Bawean hingga 12 April 2024 pukul 06.00 WIB tercatat sebanyak 550 kali gempa. Magnitudo gempa masih fluktuatif dengan magnitudo terbesar 6,5 dan terkecil 2,5. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi atas kepedulian semua stakeholder untuk korban lindu berkekuatan magnitudo 6,5 di Pulau Bawean pada Jumat, 22 Maret 2024 lalu.

“Rencana tahap rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan setelah lebaran,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani saat konferensi pers Kegiatan Idul Fitri 1445 hijriah di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 5 April 2024. Kegiatan yang diprakarsai oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkab Gresik selain dihadiri oleh Gus Yani juga hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman ini. 

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik mencatat gempa bumi di Pulau Putri-julukan lain-Pulau Bawean ini terdasyat kurun waktu 50 tahun terakhir di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Lindu mengakibatkan ribuan rumah mengalami kerusakan ringan sampai berat. Kerusakan itu terjadi karena Pulau Bawean yang berada di titik terdekat gempa. Di Pulau Bawean yakni Kecamatan Sangkapura dan Tambak tercatat sebanyak 2.972 rumah mengalami rusak ringan yang tersebar di 35 desa ; 1.286 rumah kerusakan sedang serta 820 rumah mengalami rusak berat.

Selain itu, ada 143 tempat ibadah rusak ringan, 10 tempat ibadah rusak sedang dan 11 tempat ibadah mengalami kerusakan berat. Kemudian, 59 sekolah rusak ringan, 11 sekolah rusak sedang, 5 sekolah rusak berat, 1 ponpes rusak sedang, 13 kantor rusak ringan, 1 kantor rusak berat serta 1 Rumah Sakit rusak ringan. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjanjikan memberikan bantuan bagi warga terdampak. Untuk kerusakan ringan akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 15 juta, rusak sedang dapat ganti kerugian Rp 30 juta dan rusak berat mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 60 juta. Proses ganti rugi warga terdampak masih sangat panjang. Sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi warga yang rumahnya terdampak gempa.Untuk kategori kerusakan ringan ada persyaratan 30 persen. Penentuan kerusakan 30 persen berdasarkan kajian dari tim gabungan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak desa untuk tidak terlalu berharap mendapatkan ganti rugi atas kerusakan ringan itu. Persyaratan sangat berat. 

“Kami sudah menyampaikan kepada kepala desa ojo arep-arep bantuan sing 15 juta.  Sampeyan butuh semen, sampeyan butuh wesi, butuh opo wae, sampeyan minta aja langsung material di posko bangun aja langsung nggak apa-apa. Karena takutnya nanti udah menunggu tidak bisa mendapatkan ganti rugi. Padahal syaratnya ini juga ada syarat yang mungkin tidak mudah untuk masuk ke 30 persen rusak ringan dan lain sebagainya,” katanya. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, imbuhnya, sedang mencari sumber dana yang lain agar proses rekonstruksi pascagempa bisa lebih fleksibel. “Kita cari sumber dana yang lain agar mudah lebih fleksibel untuk membantu meringankan korban bencana,” ujarnya. (yad)

Gempa Bawean Susulan Tembus 550 Kali, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Warga Butuh Material Perbaikan Rumah Bisa Langsung ke Posko Bangunan Selengkapnya

Pengusaha Gresik Bangun 13 Huntara Korban Gempa di Pulau Bawean Kepada Pemkab Gresik

GRESIK,1minute.id – Suasana buka puasa di Pujasera Manyarsidomukti, Kecamatan Manyar terasa berbeda pada Kamis, 4 April 2024. Buka puasa bersama yatim piatu dan disabilitas yang diprakarsai sejumlah organisasi profesi dan pengusaha dan dihadiri langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah digelar secara sederhana namun tetap khidmat. 

Sebab, dalam kegiatan yang digagas oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Badan Koordinasi Hubungan  Masyarakat (Bakohumas), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Forum Komunikasi Lingkungan Hidup Perusahaan sekitar Kecamatan Manyar (Formula Pertama), dan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) ini juga diserahkan secara simbolis 13 Hunian Sementara (Huntara) kepada masyarakat terdampak Gempa Bawean. 

Fandi Akhmad Yani, Aminatun Habibah serta para pengusaha yang ada di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu berbuka puasa dengan lesehan bersama anak-anak belasan tahun yang kurang beruntung tersebut. Jumlahnya 330 anak yatim dan disabilitas. 

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik mengucapkan terima kasih kepada seluruh organisasi yang ada di Kabupaten Gresik. Kami sangat berterima kasih atas sinergitas dan kolaborasi yang selama ini terjalin. Semua organisasi ini memiliki peranan dalam pembangunan di Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya. 

Orang nomor satu di Kota Santri itu juga menggugah solidaritas pengusaha dan perusahaan untuk turut membantu meringankan beban masyarakat akibat Gempa Bawean. Hal ini tidak lepas dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa beberapa pekan lalu di Pulau Bawean.

“Kami mengajak untuk prihatin bersama-sama solidaritas teman-teman pengusaha dan perusahaan yang lebih fleksibel untuk menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara di Pulau Bawean,” ungkapnya.

Sementara itu, panitia kegiatan Muh. M Yusuf dari Apindo mengungkapkan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan sebagai salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat Kabupaten Gresik. “Kami mengajak semua rekan-rekan pengusaha dan perusahaan untuk menjadikan kegiatan ini sebagai suatu momentum untuk terus berbuat kebaikan. Tidak hanya kepada adik-adik yatim dan penyandang disabilitas, melainkan juga kepada saudara-saudara kita di Pulau Bawean yang terdampak gempa bumi,” katanya. 

Ia melanjutkan, pada Kamis, 4 April 2024 pihaknya bersama pengusaha dan perusahaan di Kabupaten Gresik telah menghimpun 13 unit Huntara untuk masyarakat terdampak gempa di Bawean. Namun jumlah tersebut masih dirasa masih kurang mengingat banyaknya rumah yang rusak akibat gempa.

“Oleh karena itu, dalam kesempatan ini juga kami mengajak kepada semua rekan-rekan pengusaha, asosiasi, dan perusahaan untuk membantu saudara-saudara di Bawean. Kami membuka donasi yang bisa disalurkan melalui asosiasi-asosiasi pengusaha di Kabupaten Gresik,” pungkasnya.

Disamping pemberian santunan, pada kegiatan yang sama juga digelar pasar murah. Kegiatan pasar murah ini akan digelar hingga tanggal 8 April 2024 di lokasi yang sama. (yad)

Pengusaha Gresik Bangun 13 Huntara Korban Gempa di Pulau Bawean Kepada Pemkab Gresik Selengkapnya

Percepat Pemulihan Pascagempa, Petrokimia Gresik Bersama Satgas Bencana Nasional BUMN Jatim Kirimkan 41 Relawan ke Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Satuan Tugas (Satgas) Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur kembali memberangkatkan relawan untuk membantu pemulihan masyarakat pascabencana gempa bumi di Pulau Bawean. Sebanyak sepuluh relawan diberangkatkan dari Petrokimia Gresik, di Gresik, yang merupakan Koordinator Satgas Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur pada Selasa, 2 April 2024.  

Sejak lindu terjadi pada Jumat, 22 Maret 2024, total relawan yang telah dikirimkan Satgas ke Bawean dan bertugas selama 15 hari sebanyak 41 orang.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, sekaligus sebagai Ketua Satgas Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur menyampaikan bahwa Petrokimia Gresik bersama dengan anggota Satgas lainnya terus memantau perkembangan masyarakat Bawean pascabencana. “Kami akan terus berkontribusi mendukung Pemerintah agar proses pemulihan berjalan cepat dan lancar,” harap Dwi Satriyo Annurogo. 

Relawan ini menjadi kontribusi nyata Petrokimia Gresik bersama anggota Satgas lainnya melengkapi bantuan-bantuan yang telah dikirimkan sebelumnya untuk membantu kebutuhan masyarakat Bawean pascagempa yang beberapa kali terjadi di laut Jawa dan berada di sekitar pulau Bawean beberapa saat yang lalu.

Bantuan yang telah dikirimkan pada tahap pertama tanggal 23 Maret 2024 antara lain mi instan 50 dus, sarden 250 kaleng, selimut 100 pcs, air mineral 50 dus (kemasan 600 ml), pampers 300 pcs dengan berbagai ukuran bayi atau balita, obat-obatan. Selain itu, juga mengirimkan terpal untuk kebutuhan pengungsi sebanyak 30 pcs.

Gelombang kedua, pada 28 Maret 2024, Petrokimia Gresik dan anak usaha bersama anggota Satgas lainnya mengirimkan beras 800 kilogram (kg), minyak goreng 200 liter, mi instan 50 karton, mi cup 25 karton, sarden 100 pcs, kornet 100 pcs, susu UHT 20 karton, dan air mineral cup 50 karton. Selain bahan pangan, Petrokimia Gresik dalam bantuan kali ini juga mengirimkan 100 selimut dan 500 pcs pampers.

Sementara anggota Satgas lainnya yang juga mengirimkan bantuan ke Pulau Bawean yaitu PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III), Perum Pegadaian, PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Telkom (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Cabang Gresik, dan PT WIKA (Persero). Bantuan yang diberikan berupa sembako dan bahan pangan lainnya, obat-obatan, tikar, selimut, terpal, pampers, pembalut dan lainnya.

“Tidak hanya bantuan, kami dari Petrokimia Gresik bersama dengan teman-teman Satgas lain di Jawa Timur juga mengirimkan relawan. Mulai dari relawan untuk operasional bantuan di lokasi, tim medis hingga psikolog. Ini kami sesuaikan dengan kebutuhan di Bawean hasil koordinasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Jawa Timur maupun Kabupaten Gresik,” ujar Dwi Satriyo.

Adapun sepuluh relawan yang diberangkatkan gelombang empat ini berasal dari PT Pelindo Husada Citra dan PT Nusantara Sebelas Medika. Masing-masing mengirimkan lima relawan. Dari sepuluh relawan tersebut empat orang dokter, dua perawat, dua apoteker dan dua psikolog. Mereka bertugas di Bawean hingga 6 April 2024.

“Para relawan yang berangkat hari ini menggantikan tugas teman-teman relawan yang sebelumnya diberangkatkan pada tanggal 31 Maret kemarin atau gelombang tiga. Delapan relawan yang akan pulang ini berasal dari PT Cipta Nirmala dan PT Nusantara Medika Utama,” kata Dwi Satriyo.

Dengan demikian, tambahnya, sudah ada 41 relawan dari Satgas Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur yang menjalankan tugas sejak sehari setelah terjadi bencana. Pada gelombang pertama dan kedua ada sebanyak 23 relawan dari PT Petro Graha Medika menjadi tim awal yang ada di lokasi bencana.

“Para relawan ini menjalankan tugas untuk berkontribusi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Semoga dapat membantu kebutuhan kesehatan masyarakat Bawean, khususnya pascabencana,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Percepat Pemulihan Pascagempa, Petrokimia Gresik Bersama Satgas Bencana Nasional BUMN Jatim Kirimkan 41 Relawan ke Pulau Bawean Selengkapnya

Lagi, Gempa Magnitodo 5,6 Guncang Bawean, Gresik 

GRESIK,1minute.id – Gempa magnitudo 5,6 kembali mengguncang wilayah Tuban hingga Pulau Bawean sekitar pukul 16.00 WIB pada Rabu, 3 April 2024.

Dilansir akun X Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi gempa berada di 134 kilometer timur laut Tuban, Jawa Timur, kedalaman 10 kilometer.

“Gempa Mag:5.6, 03-Apr-2024 16:02:16 WIB, Lokasi: 5.73LS, 112.37BT (134 km Timur Laut TUBAN-JATIM), Kedalaman: 10 Km. Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dikutip 1minute.id

Wahyu, warga Gresik Kota Baru mengaku merasa getaran itu lumayan kuat. “Kebetulan tadi saya di lantai dua, tiba-tiba bergoyang-goyang,” katanya. Belum ada laporan kerusakan akibat gempa kali kesekian itu. Sejak Jumat, 22 Maret 2024, kali pertama gempa terdasyat berkekuatan magnitodo 6,5, BMKG mencatat ada ratusan kali gempa susulan. Bahkan, sampai ini, masyarakat berada di kepulauan berjarak 180 mil laut dari Pusat Kabupaten Gresik itu masih hidup di tenda-tenda pengungsian. (yad)

Lagi, Gempa Magnitodo 5,6 Guncang Bawean, Gresik  Selengkapnya

KSAL Gelontor Bantuan dan Baksos, Bupati Gresik Fandi Akhmad Siapkan Huntara dan Huntap Bagi Rumah Warga Rusak Berat

GRESIK,1minute.id – Bantuan untuk korban gempa bumi di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik terus mengalir. Kali ini, bantuan datang TNI Angkatan Laut. Bantuan dibawa langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali tiba pada Sabtu, 30 Maret 2024.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang mendampingi langsung bantuan sosial dan bakti sosial untuk para korban gempa Bawean dengan kekuatan 6,5 magnitudo pada Jumat, 22 Maret 2024 itu. Bantuan yang diberikan di antaranya berupa pengobatan gratis untuk penyakit ringan dan ribuan paket sembako. Untuk itu, Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa terima kasihnya kepada TNI AL atas bantuan yang telah diberikan untuk warga Bawean terdampak.

“Alhamdulillah, ada banyak sekali bantuan yang telah kita terima hari ini dari TNI AL. Semoga ini menjadi suntikan semangat kita untuk lebih kuat dan tabah dalam menghadapi bencana ini,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani itu. Ia menambahkan, Pemkab Gresik akan memberikan pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana yang rumahnya terdampak. Kebutuhan dasar berupa hunian sementara alias huntara. Dan bantuan hunian tetap atau huntap ini dikhususkan bagi rumah terdampak dengan kategori rusak berat.

“Nanti kita akan memberikan bantuan hunian sementara atau hunian tetap untuk beberapa rumah dengan kategori rusak berat. Kita juga terus mendorong perusahaan di Gresik untuk mengerahkan CSR nya berupa bahan bangunan bagi warga Bawean yang terdampak,” harap orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Data dari Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik per 27 Maret 2024, terdapat 9 desa dengan 14 rumah terdampak yang telah terverifikasi lengkap rusak berat dan akan mendapatkan bantuan hunian sementara atau hunian tetap. Jumlah ini tentu akan terus meningkat seiring berjalannya waktu, mengingat data kerusakan yang telah dirilis beberapa waktu lalu lebih dari itu. Adapun rumah warga terdampak kategori rusak ringan dan rusak sedang akan diberikan bantuan material (semen, genteng, dan baja ringan) dari CSR atau pihak lain.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, melaporkan bahwa kondisi gempa saat ini berangsur hilang dan tidak ada ancaman tsunami. Ia juga menegaskan, langkah utama saat ini adalah melakukan perbaikan untuk beberapa rumah dan fasilitas umum, agar meringankan beban masyarakat Bawean.

“Yang paling utama adalah rumah dan fasilitas umum yang rusak harus diperbaiki, karena layanan masyarakat harus terus berjalan. Maka rumah yang rusak nanti akan diberi penggantian oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana),” ujarnya.

Adhy Karyono juga berpesan kepada masyarakat Bawean untuk terus waspada terhadap gempa susulan. Menurut data dari BMKG Bawean, per 30 Maret 2024 pukul 14:00 WIB, jumlah gempa mencapai 380 kali dengan magnitudo terbesar Mg 6,5 dan terkecil Mg 2,5.

Dalam acara yang sama, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, mengapresiasi antusiasme masyarakat saat pembagian bantuan. Ini menandakan bahwa masyarakat Bawean tetap semangat meski telah mengalami bencana.

“Ini menjadi wujud nyata untuk memulihkan masyarakat yang terdampak oleh gempa di Bawean. Bahwa solidaritas tidak hanya kata-kata tapi juga tindakan nyata. Musibah ini juga mengajarkan agar kita tetap bersatu untuk membantu masyarakat,” ungkap KSAL Muhammad Ali.

Selain KSAL, penyaluran bantuan sosial ini juga dihadiri Panglima Komando Armada Laksamana Madya Tni Denih Hendrata, Panglima Komando Armada II Laksamana Madya Arianto Condrowibowo, Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut Laksamana Muda Sisyani Jaffar, Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Imam Sugianto, Komandan Lantamal V Brigjen TNI Joni Sulistiawati, Danrem 084 Bhaskara Jaya Brigjen TNI Yusman Madayun, Dandim 0817 Gresik Letkol Infanteri Ahmad Saleh Rahanar, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom, Sekda Gresik Achmad Washil Miftahur Rahman, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Gresik Misbahul Munir, dan perwakilan DCKPKP Gresik. (yad)

KSAL Gelontor Bantuan dan Baksos, Bupati Gresik Fandi Akhmad Siapkan Huntara dan Huntap Bagi Rumah Warga Rusak Berat Selengkapnya

Boneka Zebra Polres Gresik Bikin Anak Korban Gempa Bawean Bisa Kembali Tersenyum

GRESIK,1minute.id – Anak-anak korban gempa bumi di Pulau Bawean mulai ceria. Mereka bisa kembali tersenyum saat tim trauma healing Polres Gresik mengunjungi tempat mereka mengungsi di SDN 380 Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik pada Selasa, 26 Maret 2024.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom bersama boneka Zebra datang menghibur para anak-anak. Adhitya menjelaskan bahwa kegiatan trauma healing ini bertujuan untuk membantu meringankan beban korban bencana alam gempa bumi dan memberikan dukungan kepada anak-anak yang mengalami trauma.

“Trauma healing penting untuk membantu anak-anak mengatasi rasa cemas dan ketakutan akibat bencana,” ujar Adhitya. Tim Trauma Healing Polres Gresik menghadirkan berbagai permainan dan aktivitas kreatif untuk menghibur anak-anak. Mengenakan kostum bonek zebra, tawa dan keceriaan kembali menghiasi wajah mereka.

Kegiatan bakti sosial dan kesehatan serta trauma healing yang dilakukan Polres Gresik di SDN 380 Gresik ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang tertimpa bencana.

“Semoga masyarakat korban gempa bumi di kecamatan Tambak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan normal,” pungkas Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom. Sebelumnya rombongan Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom telah mengunjungi Kecamatan Sangkapura untuk memberikan bantuan bakti sosial dan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa.(yad)

Boneka Zebra Polres Gresik Bikin Anak Korban Gempa Bawean Bisa Kembali Tersenyum Selengkapnya

Tim Trauma Healing Dari TNI Dan Polri Diberangkatkan ke Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik bersama Kodim 0817/Gresik mengirim ribuan paket sembako bantuan dan tim trauma healing. Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom dan Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar memimpin pemberangkatan bantuan sosial (Bansos) dan tim Trauma Healing Polres Gresik ke Pulau Bawean.

Tim trauma healing sebanyak 31 personil TNI dan Polri berangkat dengan naik kapal cepat, Express Bahari dari Pelabuhan Gresik pada Senin, 25 Maret 2024. AKBP Adhitya Panji Anom berharap kehadiran polisi dapat membantu meringankan beban korban gempa di Pulau Bawean. “Banyak warga yang trauma sehingga kami menurunkan tim trauma healing untuk korban gempa di Pulau Bawean,” ungkap Adhitya Panji Anom. 

Untuk diketahui, memasuki hari keempat ribuan warga terdampak gempa Bawean masih memilih mengungsi di tempat terbuka. Mereka masih trauma. Sebab, gempa susulan masih terjadi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Gresik mencatat ada 251 gempa susulan meski kekuatan sangat kecil. Selain gempa susulan itu, banyak seliweran kabar hoaks tentang ancaman tsunami. (yad)

Tim Trauma Healing Dari TNI Dan Polri Diberangkatkan ke Pulau Bawean  Selengkapnya

Pemerintah Ganti Rugi Rumah Warga Terdampak Gempa. Ini Besaran Ganti Ruginya!

GRESIK,1minute.id – Memasuki hari keempat, gempa susulan masih terjadi di Pulau Bawean pada Senin, 25 Maret 2024. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 251 gempa susulan. Akibatnya, trauma masih menyelimuti ribuan warga di Pulau Putri-julukan lain-Pulau Bawean yang terdampak lindu dengan kekuatan 6,5 magnitudo pada Jumat, 22 Maret 2024 itu.

Warga masih memilih untuk mendirikan tenda-tenda di tempat terbuka. Sebagian lainnya ada yang memilih pulang dan mendirikan tenda dari terpal di halaman rumah masing-masing sambil menjaga asetnya.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik mencatat gempa bumi terdasyat kurun waktu 50 tahun terakhir di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini mengakibatkan ribuan rumah mengalami kerusakan ringan sampai berat. Di Pulau Bawean yang berada di titik terdekat gempa mengalami dampak paling parah. Di Pulau Bawean yakni Kecamatan Sangkapura dan Tambak tercatat sebanyak 2.972 rumah mengalami rusak ringan yang tersebar di 35 desa ; 1.286 rumah kerusakan sedang serta 820 rumah mengalami rusak berat.

Selain itu, ada 143 tempat ibadah rusak ringan, 10 tempat ibadah rusak sedang dan 11 tempat ibadah mengalami kerusakan berat. Kemudian, 59 sekolah rusak ringan, 11 sekolah rusak sedang, 5 sekolah rusak berat, 1 ponpes rusak sedang, 13 kantor rusak ringan, 1 kantor rusak berat serta 1 Rumah Sakit rusak ringan. 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, trauma yang dialami masyarakat berada di jarak 80 mil laut dari pusat pemerintahan kabupaten (Pemkab) Gresik belum hilang karena masih merasakan ada getaran atau gempa susulan meski kekuatan kecil. “Tapi, sudah banyak juga pulang, namun mendirikan tenda terpal di halaman rumahnya,” kata Suharyanto dalam Rakor Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Kabupaten Gresik di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 25 Maret 2024. 

Rakor dipimpin oleh Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono ini diikuti semua stakeholder terkait dalam Penanggulangan bencana gempa di Pulau Bawean. Stakeholder diantaranya, Korem V Bhaskara Jaya, Kodim 0817/Gresik, Polres Gresik, Basarnas, BDPD Jatim dan BPBD Gresik serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik, Lamongan dan Pemkot Surabaya. 

Terkait rumah rusak warga, imbuhnya, pemerintah akan memberikan ganti rugi kepada warga terdampak bencana gempa ini. Untuk kerusakan ringan akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 15 juta, rusak sedang mendapatkan ganti kerugian Rp 30 juta dan rusak berat mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 60 juta. “Untuk kerusakan berat, nantinya yang membangun adalah dari BNPB agar rumah tahan gempa,” ujarnya. Sedangkan, kerusakan ringan dan sedang, bisa dilakukan oleh warga  terdampak sendiri. 

Suharyanto meminta kepada kepala daerah alias Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani untuk menentukan kriteria kerusakannya dengan menggandeng dari dinas pekerjaan umum dan tata ruang (PUPR). “Untuk kreteria kerusakan ringan dan sedang bisa menimbulkan polemik karena ada nominal ganti ruginya,” ungkapnya. 

Meski yang dibahas dalam rakor Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Kabupaten Gresik tergolong berat. Akan tetapi, pembahasan terasa gayeng. Sesekali diselingi guyonan. Suharyanto misalnya, untuk kebutuhan makan warga terdampak sekali-kali nasi krawu. “Senyaman-nyaman hidup d tenda, akan lebih nyaman berada di dalam rumah,” katanya bertamsil. (yad)

Pemerintah Ganti Rugi Rumah Warga Terdampak Gempa. Ini Besaran Ganti Ruginya! Selengkapnya