Tembus 6,59 Juta Ton, Petrokimia Gresik Topang Ketahanan Pangan Nasional

GRESIK, 1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), mencatatkan total produksi pupuk dan nonpupuk sebesar 6,59 juta ton hingga September 2026. Capaian tersebut memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung ketersediaan pupuk bagi petani sekaligus bahan kimia dasar untuk industri nasional.

Dari total produksi tersebut, lebih dari 4 juta ton merupakan produk pupuk yang berperan penting mendukung produktivitas pertanian nasional. Sementara produksi bahan kimia dasar dan nonpupuk mencapai hampir 2,5 juta ton untuk menunjang kebutuhan industri.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, di Gresik pada Selasa, 27 Oktober 2026, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga produktivitas untuk dua sektor strategis nasional, yakni pertanian dan industri.

“Capaian produksi ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan besarnya tanggung jawab Petrokimia Gresik dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan industri. Di sektor pertanian, kami berperan menyediakan pupuk untuk menunjang produktivitas petani. Sementara melalui produksi bahan kimia dasar dan nonpupuk, kami turut mendukung keberlangsungan berbagai aktivitas industri nasional,” ujar Daconi.

Langkah tersebut diperkuat inovasi internal, salah satunya GIO FILTER 1B yang dikembangkan di Pabrik Amoniak 1B. Melalui penambahan Molecular Dryer Filter 154-LC, inovasi ini berhasil menekan kehilangan potensi produksi (loss product) amoniak dari sebelumnya 13.409,21 ton menjadi nol. Inovasi tersebut juga mendorong peningkatan produksi harian dari 1.970,21 ton menjadi 2.000 ton, dengan efisiensi biaya mencapai Rp9,5 miliar.

Di sektor pertanian, Petrokimia Gresik memperkuat sinergi dengan Pupuk Indonesia Grup untuk mendukung kesiapan menghadapi musim tanam Oktober–Maret. Koordinasi dilakukan untuk menjaga keselarasan kapasitas produksi, ketersediaan stok, dan kebutuhan penyaluran pupuk bersubsidi.

“Memasuki musim tanam, ketersediaan pupuk menjadi salah satu faktor penting yang mendukung aktivitas petani. Karena itu, kami terus memperkuat koordinasi bersama Pupuk Indonesia Grup agar kesiapan produksi selaras dengan kebutuhan penyaluran,” jelasnya.

Daconi menegaskan capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan produktivitas melalui penguatan operasional dan inovasi.

Ia menjelaskan, capaian tersebut tidak lepas dari upaya peningkatan keandalan operasional, efisiensi, serta efektivitas proses produksi. Optimalisasi pabrik terus dilakukan untuk menjaga produktivitas sekaligus memastikan kesiapan memenuhi kebutuhan secara berkelanjutan.

“Pertanian yang produktif dan industri yang berdaya saing sama-sama membutuhkan dukungan pasokan yang berkelanjutan. Inilah kontribusi nyata yang ingin terus kami perkuat untuk Indonesia,” tutupnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tembus 6,59 Juta Ton, Petrokimia Gresik Topang Ketahanan Pangan Nasional Selengkapnya

Lepas 187 Atlet POPDA dan PEPARPEDA Jatim 2026, Bupati Yani Targetkan Gresik Naik Peringkat

GRESIK, 1minute.id – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, melepas keberangkatan 187 atlet dan ofisial yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Jawa Timur Tahun 2026.

Pelepasan kontingen dilaksanakan di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) pada Selasa, 27 Oktober 2026. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober – 11 November 2026 di Kota Surabaya dan Kabupaten Ngawi.

Kontingen Kabupaten Gresik akan berkompetisi pada 22 cabang olahraga (cabor) POPDA dan 3 cabor PEPARPEDA dengan mengusung moto “Satu Semangat Berjuta Kegembiraan” dan tema “Bertanding dalam Sportivitas Menuju Prestasi Dunia”.

Bupati Yani menyampaikan bahwa perjuangan para atlet membutuhkan komitmen bersama, baik atlet maupun ofisial, agar pembinaan olahraga di Kabupaten Gresik menghasilkan prestasi terbaik.

“Kita membutuhkan komitmen dari para atlet dan ofisial untuk mendukung prestasi olahraga Kabupaten Gresik. Kami terus mendoakan agar seluruh atlet diberikan kemudahan, kesehatan, dan kekuatan selama berkompetisi di luar daerah,” ujar Bupati Yani.

Ia berpesan agar para atlet senantiasa menjaga nama baik daerah, kesehatan, serta kedisiplinan selama pertandingan.

“Selamat bertanding dan berjuang untuk para atlet Kabupaten Gresik. Bawa nama baik Kabupaten Gresik, jaga kesehatan selama di sana, dan jangan lupa disiplin waktu,” pesannya.

Bupati Yani berharap kontingen Gresik mampu meningkatkan capaian prestasi dari periode sebelumnya, atau setidaknya mempertahankan posisi yang telah diraih.

Pada POPDA XIV dan PEPARPEDA II Jatim 2024, Kabupaten Gresik berhasil menduduki peringkat keempat dengan raihan 21 medali emas, 20 perak, dan 15 perunggu.

“Semoga Kabupaten Gresik dapat meningkatkan peringkat dari periode sebelumnya, atau minimal mempertahankan prestasi yang sudah diraih,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik, Saifudin Ghozali, menjelaskan bahwa atlet yang diberangkatkan telah melalui proses verifikasi dan seleksi ketat.

“Para atlet yang diberangkatkan ini sudah melalui tahapan verifikasi dan seleksi yang luar biasa. Atlet yang kita kirim merupakan mereka yang memiliki potensi meraih medali,” terangnya.

Kontingen Gresik menargetkan minimal mempertahankan posisi keempat. Reward bagi atlet berprestasi pun telah disiapkan sejak awal tahun sebagai bentuk apresiasi.

Pelepasan ditandai dengan penyematan atribut kepada perwakilan atlet oleh Bupati Gresik sebagai simbol pemberangkatan.

Ajang dua tahunan ini menjadi media evaluasi pembinaan olahraga pelajar se-Jawa Timur sekaligus menjaring bibit atlet berbakat untuk tingkat yang lebih tinggi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Lepas 187 Atlet POPDA dan PEPARPEDA Jatim 2026, Bupati Yani Targetkan Gresik Naik Peringkat Selengkapnya

Bupati Yani Dorong UMKM Kuliner Gresik Naik Kelas Lewat Sertifikasi BNSP

GRESIK, 1minute.id – Antusiasme pelaku usaha kuliner bisa naik kelas mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Sub Sektor Kuliner Skema Okupasi Cook sangat tinggi. 

Sebanyak 50 UMKM yang daftar. Namun, kuota yang tersedia “hanya” 25 yang bisa mengikuti pelatihan yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik.

Pelatihan dan Sertifikasi BNSP dihelat di Hotel Horison Gresik berlangsung tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 27–29 Oktober 2026.

Program ini menjadi upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata dan ekonomi kreatif sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik, Nuri Mardiana, saat membuka kegiatan menyampaikan pesan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, agar peserta memanfaatkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi uji kompetensi.

Menurutnya, sektor kuliner memiliki peran penting dalam perkembangan ekonomi kreatif. Namun, kemampuan mengolah makanan perlu diimbangi dengan pemahaman keamanan pangan, kebersihan, efisiensi kerja, serta pelayanan profesional.

“Rasa yang enak saja tidak cukup. Pelaku industri kuliner juga dituntut menguasai standar keamanan pangan, higienitas, efisiensi kerja, hingga pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sertifikat kompetensi menjadi pengakuan atas kemampuan seseorang sesuai standar nasional. Hal tersebut dapat menjadi modal bagi tenaga kerja yang ingin memasuki industri formal maupun pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis kuliner secara mandiri.

Kepala Disparekrafbudpor Gresik, Saifudin Ghozali, menjelaskan bahwa pelatihan dan sertifikasi BNSP merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas SDM ekonomi kreatif.

“Harapan kami, sertifikasi ini bermanfaat bagi peserta dan mampu meningkatkan nilai usaha yang sudah dijalankan. Karena itu, kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan sampai selesai dan menjalani uji kompetensi dengan baik,” ujarnya.

Dalam pelatihan ini, peserta memperoleh materi dari Muchammad Chilmi. Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gresik, Ricke Mayumi, juga memberikan materi terkait dukungan terhadap pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Pelatihan berlangsung dalam dua tahap. Hari pertama diisi materi pengantar dan teori. Hari kedua pendalaman materi dan praktik. Hari ketiga pelaksanaan uji kompetensi meliputi ujian tertulis serta ujian lisan dan praktik.

Salah satu peserta, Elia, 48, pelaku UMKM olahan ikan bandeng asal Ujungpangkah, mengaku bersyukur terpilih mengikuti program tersebut.

“Alhamdulillah, lebih dari 50 orang yang mendaftar, saya terpilih menjadi salah satu dari 25 peserta. Harapannya, saya bisa mendapatkan ilmu untuk mengembangkan usaha dan memperoleh sertifikasi BNSP,” ungkap Elia. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Yani Dorong UMKM Kuliner Gresik Naik Kelas Lewat Sertifikasi BNSP Selengkapnya

Ngobrol Bareng Warga Tebaloan, Kapolres Gresik Titip Pesan Waspada Curanmor dan Narkoba

GRESIK, 1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menggelar Safari Jumat dan Rembuk Desa di Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi warga terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Safari Jumat diawali di Masjid Baitussalam, Desa Tebaloan. Di hadapan jamaah, Kapolres menyampaikan pesan Kamtibmas, salah satunya kewaspadaan terhadap pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang marak di Gresik.

Ia mengimbau warga untuk lebih berhati-hati menjaga kendaraan dan barang pribadi, serta menggunakan kunci ganda sebagai langkah antisipasi.

Selain curanmor, Kapolres juga mengingatkan orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak untuk mencegah pergaulan negatif dan penyalahgunaan narkotika.

“Waspadai lingkungan sekitar dan awasi anak-anak. Kami mengimbau para orang tua agar memberikan perhatian serta pengawasan agar anak-anak tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika,” ujar AKBP Ramadhan Nasution.

Usai Salat Jumat, Kapolres memberikan santunan untuk Masjid Baitussalam yang diterima Ketua Takmir, Ustaz HM Ilham Shohib. Rombongan kemudian silaturahmi ke kediaman Ustaz Ilham sebelum menuju Balai Desa Tebaloan untuk Rembuk Desa.

Dalam forum Rembuk Desa bersama pemerintah desa, BPD, dan tokoh masyarakat, dibahas sejumlah persoalan warga termasuk pelayanan pemerintahan desa.

Kapolres meminta warga menyampaikan aspirasi melalui mekanisme yang berlaku dan tetap menjaga kondusivitas.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga agar tetap menjaga situasi keamanan dan Kamtibmas. Sampaikanlah aspirasi, kritik, dan keluhan secara sejuk, tertib, dan tidak terprovokasi oleh aksi main hakim sendiri atau tindakan yang melanggar hukum,” tegasnya.

Ia menegaskan, kepolisian hadir untuk mengayomi, menjaga ketertiban, serta memastikan penyelesaian persoalan berlangsung aman dan kondusif. Ia juga mengajak warga Tebaloan menjaga kekompakan agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik.

Untuk laporan cepat terkait tindak pidana, warga dapat menghubungi hotline 110 atau Lapor Cak Roma di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Ngobrol Bareng Warga Tebaloan, Kapolres Gresik Titip Pesan Waspada Curanmor dan Narkoba Selengkapnya

Polres Gresik Bongkar Jaringan Narkoba di Kecamatan Menganti, Sita Sabu-sabu 31,81 Gram 

GRESIK, 1minute.id –  Satresnarkoba Polres Gresik membongkar peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Sebanyak 12 orang diamankan dengan barang bukti yang disita seberat 31,81 gram. 

Sebanyak 5 dari 12 orang yang diamankan ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan, 7 orang lainnya diajukan untuk menjalani asesmen rehabilitasi melalui BNNK Gresik.

Pengungkapan jaringan ini bermula dari laporan masyarakat melalui layanan Cak Rama, layanan pengaduan yang disediakan Polres Gresik.

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang kami terima melalui Cak Rama terkait dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah Menganti. Informasi tersebut kemudian kami tindak lanjuti dengan penyelidikan hingga berhasil mengungkap jaringan ini,” ujar Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution saat press release di Mapolres Gresik pada Senin, 19 Oktober 2026. 

Dari penyelidikan tersebut, petugas Satresnarkoba Polres Gresik kali pertama mengamankan terduga pengedar berinisial MAR. Pemuda 24 tahun ditangkap di rumahnya di Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, pada Sabtu, 10 Oktober 2026 sekitar pukul 16.30 WIB.

Polisi secara maraton hingga pukul 21.30 WIB atau selama 7 jam mengamankan terduga lainnya yakni berinisial AI, 23. Berikutnya, AFR, 29, seorang sopir truk ekspedisi, di tempat kosnya di Desa Setro. Lalu, MAG, 37, di Desa Sidojangkung dan RA, 39, di Desa Gempolkurung. 

Kelima tersangka ini, semuanya dari Kecamatan Menganti. Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 30 plastik klip berisi kristal putih yang diduga sabu dengan berat total netto sekitar 31,811 gram.

Selain sabu, barang bukti lain yang diamankan berupa enam timbangan elektrik, 10 potong sedotan plastik, tiga bungkus plastik klip kosong, empat unit handphone, dua alat hisap atau bong, uang tunai Rp 1,45 juta dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio.

AKBP Ramadhan menegaskan, para tersangka diduga mengedarkan sabu untuk mendapatkan keuntungan ekonomi sekaligus agar bisa mengonsumsi narkotika secara gratis.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat sejumlah pasal dalam Undang-Undang Narkotika dan ketentuan pidana lainnya, di antaranya Pasal 114 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta pasal terkait lainnya.

Kapolres Gresik juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar.

“Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan terkait narkotika, melalui Call Center Polri 110 maupun layanan Lapor Cak Rama di nomor 0811-8800-2006,” tutupnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Polres Gresik Bongkar Jaringan Narkoba di Kecamatan Menganti, Sita Sabu-sabu 31,81 Gram  Selengkapnya

Dari TPA Ngipik untuk Tuban: Gunungan 10 Tahun yang Menunggu Jadi Energi

GRESIK, 1minute.id — Di TPA Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, gunungan sampah setinggi bukit telah menumpuk lebih dari 10 tahun. Bila hujan baunya menyengat, kemarau debunya beterbangan, dan burung kuntul di atasnya. Di kejauhan cerobong pabrik Manyar dan Tuban menjulang menunggu bahan bakar.

Gunungan inilah yang kini diperebutkan menjadi energi.

Sejak 24 Februari 2026, Pemkab Gresik meresmikan Landfill Mining 25 ton per jam. Metode pertama di Kota Industri ini membongkar sampah lama, mencacah, dan mengolahnya menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) — bahan bakar alternatif pengganti batu bara untuk Pabrik Semen Indonesia di Tuban.

Jika tidak dikelola, sampah menjadi beban lingkungan, sosial, bahkan ekonomi. Pengadaan fasilitas melalui APBD Kabupaten Gresik 2025 sebesar Rp 6 miliar bukan sekadar belanja alat. Melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas lingkungan dan generasi mendatang.

Sebelumnya hanya 20 ton per hari yang bisa diolah sejak 2023. Kini targetnya menghabiskan warisan dekade lalu.

Gunungan itu kini tidak lagi dibiarkan. Di fasilitas TPST, dua pekerja tampak membawa keranjang biru berisi material sampah. Papan SOP Keselamatan Kerja terpampang di sisi mesin, menandai standar pengelolaan energi yang aman.

Prosesnya berlanjut. Dua petugas tampak mengwadahi RDF hasil cacahan ke dalam keranjang. Di belakangnya, gunungan RDF menggunung, siap kirim. Mesin trommel screen dan shredder berderak, mengubah sampah plastik dan residu menjadi cacahan bernilai kalor.

Transisi energi ini mengubah nasib manusia di dalamnya. Pak Mamik, 60, asal Banyuwangi, telah memulung di Ngipik sejak 1992 untuk 6 cucunya. Sejak 2024, saat mesin Landfill Mining beroperasi, pemulung dilarang naik ke gunungan. Kini ia beralih menjadi petugas kebersihan TPA.

“Dulu bebas mulung di atas, sekarang tidak boleh karena ada mesin. Sekarang jadi petugas kebersihan di sini,” ujar Pak Karim di bedeng tripleknya.

Truk-truk kuning tetap hilir mudik. Sampah baru terus datang, truk keluar TPA setelah bongkar muatan. Gunungan lama belum habis, gunungan baru terus tumbuh.

Di sinilah Swasembada Energi itu nyata: bukan di ruang rapat, tapi di atas gunungan sampah yang diolah menjadi energi. Dari TPA Ngipik, Gresik, sampah yang dulu jadi masalah, kini menjadi bahan bakar energi mandiri Indonesia. (yad)

Berikut Foto Cerita Sampan jadi Energi, Lokasi TPA Ngipik, Gresik

FOTO 1 : Petugas menyapu di depan gerbang TPA Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik saat sebuah truk sampah merah melintas masuk pada Senin, 19 Oktober 2026.  Setelah membongkar sampah, truk keluar membawa residu. TPA ini menerima sampah baru setiap hari di tengah upaya pengolahan gunungan sampah lama yang menumpuk lebih dari 10 tahun menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai energi mandiri. ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
FOTO 2 : Arsip Januari 2023 – Seorang pemulung memilah sampah di atas gunungan TPA Ngipik, Gresik. Fraksi plastik dan kain yang ia kumpulkan menjadi bahan baku Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bioenergi pengganti batu bara. Gunungan ini menumpuk lebih dari 10 tahun. Pemkab Gresik menargetkan gunungan warisan ini habis melalui fasilitas Landfill Mining 25 ton per jam senilai APBD Rp 6 miliar yang diresmikan 24 Februari 2026. ( Foto Dokumentasi : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
FOTO 3 :  Dua pekerja membawa material sampah di fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) TPA Kelurahan Ngipik, Gresik pada Senin, 19 Oktober 2026. Terlihat papan SOP keselamatan kerja di sisi fasilitas Landfill Mining 25 ton per jam senilai APBD Rp 6 miliar. Fasilitas ini mengolah sampah lama menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai energi mandiri pengganti batu bara untuk Pabrik Semen Indonesia di Tuban. (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
FOTO 4 : Dua petugas mengwadahi Refuse Derived Fuel (RDF) hasil cacahan sampah ke dalam keranjang biru di TPA Kelurahan Ngipik, Gresik pada Senin, 19 Oktober 2026. Tumpukan RDF di belakangnya merupakan hasil olahan sampah lama yang menumpuk lebih dari 10 tahun melalui fasilitas Landfill Mining 25 ton per jam senilai APBD Rp 6 miliar. RDF tersebut akan dikirim sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara ke Pabrik Semen Indonesia di Tuban, mengurangi ketergantungan energi fosil impor dan mendukung target zero emisi. ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id )
FOTO 5 : MESIN & GUNUNGAN RDF : Dua pekerja mengoperasikan fasilitas Landfill Mining 25 ton per jam di TPA Kelurahan Ngipik, Gresik pada Senin, 19 Oktober 2026. Terlihat gunungan material Refuse Derived Fuel (RDF) hasil cacahan sampah lama yang telah menumpuk lebih dari 10 tahun. Fasilitas APBD Rp 6 miliar ini memproses sampah menjadi bioenergi yang akan dikirim ke Pabrik Semen Indonesia di Tuban untuk mendukung swasembada energi mandiri. ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
FOTO 6 : Pak Mamik, 60, duduk di bedengnya di area TPA Kelurahan Ngipik, Gresik pada Senin, 19 Oktober 2026. Pria asal Banyuwangi dengan 6 cucu ini menjadi pemulung di Ngipik sejak 1992. Sejak 2023, saat fasilitas Landfill Mining beroperasi untuk mengolah sampah menjadi RDF, pemulung dilarang beraktivitas di gunungan. Kini ia beralih menjadi petugas kebersihan TPA, bagian dari rantai produksi bioenergi untuk Semen Indonesia Tuban. (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Editor : Chusnul Cahyadi

Dari TPA Ngipik untuk Tuban: Gunungan 10 Tahun yang Menunggu Jadi Energi Selengkapnya

Medsos Riuh Kelangkaan BBM, Polres Gresik Turun Tangan Pastikan Stok di Sejumlah SPBU. Ini Hasilnya !

GRESIK, 1minute.id – Polres Gresik mulai turun tangan menyikapi kabar kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan ramai diperbincangkan, termasuk di media sosial. Polisi pun meminta warga Gresik tidak panik.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memimpin langsung pengecekan dan memastikan ketersediaan BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) masih aman. 

“Masyarakat Gresik tidak perlu panic buying. Kami sudah melakukan pengecekan di sejumlah SPBU dan stok BBM masih tersedia serta kondisi secara umum normal,” ujar Kapolres Gresik, Minggu, 18 Oktober 2026.

Pengecekan dilakukan secara bertahap di sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Suci, Manyar, Sukomulyo, serta dua di kawasan Roomo. Semuanya di Kecamatan Manyar. Berikutnya, SPBU Dahanrejo (Kebomas) dan Bungah (Bungah).

Dari hasil pengecekan tersebut, petugas menemukan stok BBM masih tersedia. Meski demikian, terdapat informasi bahwa distribusi BBM ke sejumlah SPBU di Gresik sempat mengalami keterlambatan.

Kondisi itu terjadi setelah pengambilan BBM untuk beberapa SPBU di Gresik beberapa kali dialihkan dari Depo Surabaya ke Depo Tuban sejak akhir September.

Peralihan tersebut berdampak pada waktu pengisian stok di sejumlah SPBU. Namun, berdasarkan pengecekan terbaru, pengambilan BBM sudah mulai kembali dilakukan dari Depo Surabaya sehingga distribusi ke SPBU dapat berjalan lebih tepat waktu.

Kapolres menegaskan, jajaran Polres Gresik akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan situasi tetap kondusif dan kebutuhan BBM masyarakat tetap terlayani.

“Kami terus melakukan pengawasan di lapangan. Jika masyarakat menemukan adanya dugaan kelangkaan, antrean tidak wajar, atau persoalan lain terkait distribusi BBM, silakan segera dilaporkan agar bisa kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, terutama informasi di media sosial yang berpotensi menimbulkan kepanikan.

Masyarakat yang menemukan persoalan atau membutuhkan bantuan kepolisian dapat menyampaikan laporan melalui Call Center Polri 110 atau Lapor Cak Rama 081188002006.

Polres Gresik memastikan pemantauan terhadap SPBU akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar distribusi BBM kepada masyarakat berjalan lancar. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Medsos Riuh Kelangkaan BBM, Polres Gresik Turun Tangan Pastikan Stok di Sejumlah SPBU. Ini Hasilnya ! Selengkapnya

Gresik Bersholawat: Cuaca Panas, Hati Sejuk, Gus Yani Ajak Masyarakat Perkuat Doa dan Kebersamaan

GRESIK, 1minute.id – Ribuan jemaah memadati halaman Kantor Bupati Gresik pada Kamis malam, 15 Oktober 2026. Mereka datang dari berbagai daerah, seperti Gresik, Lamongan, Sidoarjo, hingga Surabaya.

Kedatangan mereka untuk ngalap berkah dalam acara Gresik Bersholawat bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf bersama Majelis Taklim dan Sholawat Az-Zahir dari Pekalongan dan KH. Ahmad Anwar Zahid, Pengasuh Pondok Pesantren Sabilunnajah Bojonegoro.

Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Asluchul Alif, bersama jajaran Forkopimda juga hadir berzikir dan bersholawat. Lantunan selawat membuat cuaca Gresik yang mencapai 37-40 derajat terasa sejuk di hati para jemaah.

Kegiatan religi ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW, serta memanjatkan doa bagi keberkahan dan keselamatan masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tawasul, kemudian dilanjutkan dengan bacaan selawat yang dipimpin Habib Ali Zainal Abidin Assegaf bersama Majelis Taklim dan Sholawat Az-Zahir. Jamaah terlihat khusyuk mengikuti setiap lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang akrab disapa Gus Yani, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran para alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh jamaah.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh jamaah dan elemen masyarakat yang telah hadir. Semoga majelis sholawat ini semakin mempererat kekompakan kita serta menambah kecintaan kita kepada junjungan Nabi Agung Muhammad SAW,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gresik. Gus Yani juga mengajak jemaah untuk bersama-sama memanjatkan doa agar daerah senantiasa dalam lindungan Allah SWT, dijauhkan dari musibah, serta diberikan kemakmuran dan kesejahteraan.

“Mudah-mudahan Gresik senantiasa diberi keberkahan oleh Allah SWT, dijauhkan dari segala musibah dan bencana, serta doa-doa kita dikabulkan. Semoga hujan segera turun dan menjadi pembawa keberkahan, serta seluruh jamaah yang hadir diberikan rezeki yang melimpah dan barokah,” tambahnya.

Selain mendoakan Kabupaten Gresik, Gus Yani mengajak masyarakat menunjukkan kepedulian kepada daerah lain yang tengah menghadapi musibah.

“Mari kita selipkan doa agar musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta berbagai bencana lain di daerah lain dapat segera teratasi,” ajaknya.

Setelah selawat dan doa, acara dilanjutkan tausiyah oleh KH. Ahmad Anwar Zahid. Dengan gaya khas yang diselingi humor, Gus Anzaq mengajak jamaah menjadikan kebaikan sebagai landasan hidup.

“Tugas utama kita adalah menjadi orang baik. Dalam menjalani seluruh aktivitas kehidupan ini, mari kita niatkan yang baik, ucapkan yang baik, pikirkan yang baik, dan kerjakan yang baik. Insyaallah, dunia dan akhirat akan membawa kebaikan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerendahan hati dan tidak menyombongkan harta, ilmu, maupun jabatan. Menurutnya, segala sesuatu yang dimiliki manusia merupakan titipan Allah SWT.

“Manusia itu aslinya tidak punya apa-apa. Kita lahir tidak membawa apa-apa dan nanti akan kembali tidak membawa apa-apa. Semua milik Allah. Kalau ada orang yang merasa memiliki atau menyombongkan hartanya, itu aneh. Mari kita berlomba-lomba membuat cerita hidup yang baik melalui amal saleh,” tuturnya.

Selain menjadi sarana ibadah dan silaturahmi, Pemkab Gresik memberikan doorprize 2 unit sepeda motor matik kepada jemaah.

Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir langsung, Pemkab Gresik menyediakan siaran langsung melalui kanal YouTube resmi Pemkab Gresik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta ikhtiar bersama untuk mewujudkan Kabupaten Gresik yang aman, damai, dan penuh keberkahan dapat terus terjaga. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Gresik Bersholawat: Cuaca Panas, Hati Sejuk, Gus Yani Ajak Masyarakat Perkuat Doa dan Kebersamaan Selengkapnya

Dorong Bansos Tepat Sasaran, Gus Yani Kenalkan Portal Perlinsos Digital di Rembuk Akur 2026

GRESIK,1minute.id  – Program Rembuk Akur Warga kembali bergulir. Bertema “Gresik Lebih Baik”, kegiatan tahun 2026 digelar pada Selasa, 13 Oktober 2026 di Gedung Olahraga Raden Kromo Widjojo, Kecamatan Sidayu, Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadir langsung menyapa warga. Dalam sambutannya, Pemkab Gresik mendorong pemerataan bantuan sosial melalui penguatan peran masyarakat dalam mengusulkan dan mengawal penerima manfaat.

Warga diperkenalkan dengan Portal Perlinsos Digital, layanan resmi Kementerian Sosial yang terintegrasi dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Melalui portal ini, masyarakat bisa mendaftar, memantau, hingga mengajukan sanggahan terkait bansos secara mandiri.

Gus Yani – sapaan akrab Bupati Gresik menegaskan, warga akan dilibatkan sebagai agen Perlinsos. Mereka bisa mengusulkan tetangga atau warga sekitar yang dinilai layak menerima bantuan, termasuk bantuan presiden.

“Bapak ibu semua nantinya akan menjadi agen Perlinsos. Panjenengan bisa ikut mengusulkan warga yang membutuhkan bantuan, termasuk untuk bantuan presiden,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini

Menurut Gus Yani, kesempatan mengusulkan terbuka untuk semua warga. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, pendataan diharapkan lebih menjangkau kelompok rentan sehingga bansos lebih merata dan tepat sasaran.

Ia menegaskan peran agen Perlinsos bersifat sukarela tanpa honorarium. Ini adalah bentuk gotong royong dan kepedulian sosial.

“Perlu saya tegaskan, menjadi agen Perlinsos ini sifatnya sukarela. Tidak ada imbalan atau honorarium. Ini bentuk kepedulian kita bersama agar masyarakat yang membutuhkan bisa terjangkau bantuan,” tegas Mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Melalui Rembuk Akur Warga 2026, Pemkab Gresik berharap sinergi pemerintah dan masyarakat semakin kuat mewujudkan perlindungan sosial yang transparan, inklusif, dan merata. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Dorong Bansos Tepat Sasaran, Gus Yani Kenalkan Portal Perlinsos Digital di Rembuk Akur 2026 Selengkapnya

Jelang Musim Tanam, Petrokimia Gresik Siapkan 443 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi

GRESIK, 1minute.id  – PT Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 443.436 ton untuk mengamankan musim tanam Oktober–Maret.

Stok tersebut berada di atas ketentuan “safety stock” yang ditetapkan pemerintah. Langkah ini untuk menjaga kesiapan pasokan demi produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Rinciannya, Urea 95.645 ton, NPK Phonska 261.858 ton, Petroganik 70.054 ton, ZA 4.116 ton, dan SP-36 11.763 ton.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, di Gresik, Senin (12/10/2026), mengatakan ketersediaan pupuk menjadi kunci kelancaran musim tanam. “Paling utama kebutuhan petani itu tercukupi, tidak ada kendala apalagi pada saat musim tanam. Ini bentuk dukungan kami untuk meningkatkan produktivitas dan mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujar Daconi.

Dorong Pemupukan Berimbang

Selain stok, Petrokimia Gresik mendorong pemupukan berimbang untuk menjaga produktivitas berkelanjutan. Hal ini penting, karena hasil uji terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016 menunjukkan 91,9 persen sampel memiliki karbon organik rendah. Padahal, bahan organik berperan menjaga struktur tanah dan ketersediaan hara.

“Pupuk harus dimanfaatkan secara tepat. Selain memenuhi hara tanaman, kita perlu menjaga kesehatan tanah agar tetap produktif. Penggunaan organik dan anorganik secara berimbang penting untuk keberlanjutan,” jelas Daconi.

Ia menambahkan, Petroganik memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, sementara pupuk anorganik memenuhi kebutuhan hara. Kombinasi keduanya meningkatkan efisiensi pemupukan.

Untuk tanaman padi, Petrokimia Gresik memperkenalkan pola 5:3:2, yakni 500 kg pupuk organik, 300 kg NPK, dan 200 kg Urea per hektare. Penerapannya tetap menyesuaikan kondisi tanah dan rekomendasi teknis setempat.

Optimalkan Teknologi Digital

Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Petrokimia Gresik mengoptimalkan teknologi digital melalui Warehouse Management System (WMS), Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO), dan Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport).

Sistem tersebut mendukung kelancaran pasokan bahan baku, produksi, serta pengelolaan gudang melalui penguatan koordinasi transportasi dan kepelabuhanan.

Sebagai produsen pupuk, tanggung jawab kami memastikan kesiapan produksi dan ketersediaan pasokan agar kebutuhan petani terus terpenuhi,” tutup Daconi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jelang Musim Tanam, Petrokimia Gresik Siapkan 443 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi Selengkapnya