Sipir Rutan Gresik Gagalkan Penyelundupan Sabu-sabu Dimasukkan Dirongga Kepala Ikan Bandeng

GRESIK,1minute.id – Dua petugas rumah tahanan (Rutan) kelas II B Gresik menggagalkan penyelundupan dua paket sabu-sabu ke dalam rutan pada Sabtu, 28 Agustus 2021. Dua paket narkoba itu disembunyikan dalam rongga kepala ikan bandeng. Kini, lelaki di berinisial AH, 25 tahun menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Cerme. 

Informasi yang dihimpun Sabtu, 28 Agustus 2021 pukul 11.00 seorang lelaki berinisial AH, 25, hendak membesuk rekannya di Rutan Gresik. Ia membawakan dua bungkus nasi. Nasi dengan lauk kepala ikan bandeng itu. Nasi bungkus itu untuk anak binaan berada di Blok D-4 bawah. Anak binaan itu berinisial SR, tahanan narkoba. 

Sipir rutan itu melihat gelagat pengunjung mencurigakan. “Seperti gelisah ketika diminta membuka makanan kepada petugas,”ujar sumber. Standar operasional prosedur (SOP) semua barang bawaan menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan barang untuk memastikan tidak ada barang terlarang masuk ke rutan. Program Halinar. Halinar adalah program yang dicanangkan pemerintah yakni rutan atau lapas zero halinar. Halinar adalah tidak ada peredaran handphone, narkoba dan pungutan liar (pungli).

Pemeriksaan barang disaksikan oleh pengunjung.  Petugas membuka bungkus kertas minyak yang dibawa oleh pengunjung berinisial AH itu. Lalu membuka tempat lauk ikan bandeng  bumbu kuning dalam tas kresek.

Bagian kepala ikan bandeng dibela dengan pisau. Saat itu, petugas terasa kesulitan untuk memotong bagian rongga ikan tersebut. 

“Ternyata, di dalam rongga kepala ikan itu ditemukan dua paket sabu-sabu yang dibungkus plastik dan lakban warna hitam,”kata Kepala Rutan Gresik Aris Sukariyadi dalam akun Instagram @rutangresik pada Sabtu, 28 Agustus 2021.

Pihak Rutan kemudian berkoordinasi dengan Polsek Cerme. Upaya penyelundupan barang haram itu membuat pihak rumah tahanan berada di Jalan Raya Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik semakin waspada. Memperketat kunjungan dan barang titipan pengunjung. “Hari itu, kami lakukan penggeledahan di Blok D-4 bawah dan B-1 bawah. Itu blok tahanan narkoba,”tegas Aris. (yad)

Sipir Rutan Gresik Gagalkan Penyelundupan Sabu-sabu Dimasukkan Dirongga Kepala Ikan Bandeng Selengkapnya

Giliran Ekspor Komiditas Mangga, Sinergi Pemkab dan Bea Cukai, Percepatan Desa Devisa

GRESIK,1minute.id – Komiditas pertanian Kota Santri semakin diminati mancanegara. Setelah ekspor kacang hijau ke Filipina. Kini, giliran ekspor mangga asal Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu. Mangga Sidayu ini masuk pangsa pasar ekspor ke negeri jiran, Singapura.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melepas ekspor perdana mangga ke negeri Singa itu pada Kamis, 26 Agustus 2021. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Cukai dan Cukai Tipe Madya Pebean B Gresik Bier Budi Kismulyanto dan Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putra. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan ekspor mangga ke Singapura ini patut mendapatkan apresiasi. Sebab, di masa pandemi tidak mudah untuk bisa melakukan ekspor ke luar negeri. “Ekspor perdana ini mampu mendongkrak perekonomian petani Mangga di Kecamatan Sidayu khususnya, dan  Kabupaten Gresik,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Buah mangga ini adalah hasil usaha kecil menengah mikro (UMKM) bekerjasama dengan Dinas Pertanian, Diskoperindag dan kantor Bea Cukai Gresik. “Yang membanggakan mangga ini mampu bersaing dengan mangga dari kabupaten/kota lainnya,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. Ia pun berpesan kepada para petani untuk menjaga kualitas panen. “Sehingga mangga Gedangan bisa menjadi magnet di mancanegara,”tegasnya. 

Ekspor perdana ke Singapura ini menjadi titik awal pertumbuhan perekonomian masyarakat Gresik khususnya petani mangga. Ekspor Mangga ini hasil dari sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab Gresik) dengan Kantor Bea Cukai Gresik. “Karena untuk mempertahankan pangsa pasar di tengah pandemi ini tidaklah mudah.  Pemkab Gresik bekerjasama dengan Bea Cukai Gresik untuk membantu proses ekspor ini sehingga menjadi mudah untuk pengiriman ke Singapura,”ungkap Gus Yani.

Sehari sebelumnya, Gus Yani mengungkapkan komoditas Mangga asal Gresik sangat diminati oleh masyarakat mancanegara. Diantaranya, Tiongkok. Sebab, mangga Gresik cukup lezat. Kondisi tanah kapur dianggap sangat cocok untuk tanaman mangga.

Gus Yani berharap ekspor komoditas pertanian semakin cepat dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 ini. Gus Yani optimistis semakin banyak komoditas pertanian masuk pangsa ekspor akan mempercepat terbentuk Desa Devisa di Gresik. (yad)

Giliran Ekspor Komiditas Mangga, Sinergi Pemkab dan Bea Cukai, Percepatan Desa Devisa Selengkapnya

Bupati Melantik Empat Kades Antarwaktu

GRESIK,1minute.id – Diana Eviana semringah. Mengenakan pakaian dinas upacara (PDU) perempuan asal Desa Metatu, Kecamatan Benjeng itu berdiri tegak saat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik sebagai Kepala Desa Metatu di Ruang Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 26 Agustus 2021.

Diana satu dari empat kades yang terpilih sebagai Kepala Desa antarwaktu karena kades sebelumnya berhalangan tetap. Meninggal, diantaranya. Tiga kades lainnya adalah Kades Gumeno, Kecamatan Manyar Hasan Fatoni ;  Kades Punduttrate, Kecamatan Benjeng Muslik dan Kades Gelam, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean Abdus Salam. 

Pelantikan empat kades antarwaktu dengan masa jabatan 2021-2025 itu berlangsung khidmat. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyampaikan selamat atas pelantikan para Kades tersebut.  

“Anda adalah orang yang terpilih. Anda sudah dipercaya memimpin masyarakat, tentu saja Anda juga harus bisa menjadi teladan bagi masyarakat di desa. Anda harus bekerja keras untuk memajukan desa. Anda juga harus bisa berempati terhadap masyarakat desa,”pesan Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani juga mengingatkan tentang pandemi Covid-19 belum berujung. Pagebluk paling mematikan di era modern itu masih berada disekitar kita. Gus Yani  meminta kepada para kades agar bekerja keras membantu meringankan beban masyarakat.

“Beban masyarakat saat ini sangat berat dalam menghadapi pandemi, butuh kecerdasan agar anda bisa mencari jalan keluar untuk segala kesulitan masyarakat. Kami disini akan selalu terbuka kepada anda untuk memberikan berbagai konsultasi untuk solusi segala permasalahan di desa,”kata Gus Yani. (yad) 

Bupati Melantik Empat Kades Antarwaktu Selengkapnya

Bupati Lepas Ekspor 250 Ton Kacang Hijau ke Filipina, Selanjutnya Bisa Mangga ke Tiongkok

GRESIK,1minute.id – Ekspor komoditas pertanian kembali bergairah. Diantaranya, ekspor kacang hijau ke Filipina. Ekspor perdana di masa PPKM Level 3 ini dilepas oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dari gudang PT Agrotani Sukses Sejahtera berlokasi di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Gresik pada Rabu, 25 Agustus 2021.

Ekspor kacang hijau sebanyak 250 ton atau senilai Rp 4,6 miliar. Ratusan ton kacang hijau buram diangkut sepuluh kontainer menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya disaksikan oleh perwakilan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya dan Dinas Pertanian Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan, ekspor kacang hijau ke Filipina sebanyak 250 ton dari target 1.000 ton suatu terobosan yang harus mendapatkan apresiasi. Sebab, ditengah pandemi Covid-19 masih tetap bisa ekspor. Gus Yani-panggilan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani berharap tidak hanya kacang hijau. Tapi, komoditas pertanian lainnya. Mangga, misalnya.

“Saya sangat bangga, kacang hijau kita bisa mendunia,” ujarnya. Menurut dia, sektor pertanian ke depan harus terus digenjot. Sebab, selama ini sektor tersebut terkesan kurang bergairah. “Saya minta Dispertan bisa meningkatkan hasil pertanian agar bisa diekspor. Saat ini kami sedang mencoba mengembangkan mangga. Permintaan dari China sangat tinggi,” katanya. Gus Yani berharap ekspor ini bisa menjadikan terbentuk Desa Devisa di Gresik. 

Senada diungkapkan Kasi Pelayanan Operasional Karantina Tumbuhan Balai Karantina Pertanian Surabaya Tupa Sarihon M Hutabarat. Pihaknya sangat mengapresiasi ekspor kacang hijau dari Gresik. “Selama ini, kita impor dari Myanmar sangat tinggi untuk kacang hijau. Sekarang Gresik bisa ekspor ini sungguh luar biasa,”ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya sudah memantau langsung seluruh kacang hijau yang akan di ekspor ke Filipina ini. Dan kondisinya sangat bagus. “Kami memberikan dukungan penuh kepada para petani untuk terus mengembangkan pasarnya,”imbuh dia.

EKSPOR KACANG HIJAU: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (berkopyah) foto bareng sebelum melepas ekspor 250 ton kacang hijau ke Filipina pada Rabu, 25 Agustus 2021 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, Direktur PT Agrotani Sukses Sejahtera Sumanto Margo Suwitomengatakan pihaknya berkomintmen untuk membantu petani kacang hijau. Pihaknya siap melakukan MoU dengan Dispertan. Harga terendah sebesar Rp 14.000. “Dan, kalau harga diatas Rp 14 ribu pihaknya akan membeli sesuai harga pasaran tersebut. 

Sumanto mengaku komitmen itu belum secara resmi. “Kapanpun Dispertan minta MoU kami sangat siap. Kami berkomitmen membantu mensejahterakan petani Gresik,”imbuhnya. Ditambahkan, untuk saat ini kacang hijau yang di ekspor sebanyak 250 ton. Total untuk 2021 ada seribu ton yang akan dikirim ke luar negeri.“Kami targetkan tahun ini seribu ton bisa dikirim. Sekarang sudah 650 ton,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Gresik Hamzah Takim mengatakan pihaknya akan mengawal MoU harga antara PT Agrotani Sukses Mandiri dengan Dispertan. Ini sangat menguntungkan petani. “Jadi kami minta Dispertan segera merealisasikan. Serta memfasilitasi para petani,”ungkapnya. (yad)

Bupati Lepas Ekspor 250 Ton Kacang Hijau ke Filipina, Selanjutnya Bisa Mangga ke Tiongkok Selengkapnya

NasDem Lindungi Kiai dan Santri dengan Vaksinasi

GRESIK,1minute.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) menggelar serbuan vaksinasi di sejumlah Pesantren (Ponpes) di Kota Santri. Hari pertama serbuan vaksinasi digelar di Ponpes Al Muniroh pada Rabu, 25 Agustus 2021.

Ribuan orang mulai Pengasuh, santri hingga masyarakat sekitar Ponpes yang berlokasi di Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik itu. Ada dua jenis vaksin yang disuntikkan. Yakni, Sinovac dan AstraZeneca. 

Ikhtiar percepatan membentuk herd immunity ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani serta pengurus DPD NasDem yakni Ketua DPD NasDem Gresik Syaiful Anwar, Sekretaris Ainul Fuad, dan Bendahara Nur Rachmad Yani Hidayatullah serta anggota Fraksi NasDem DPRD Jatim Ahmad Iwan Zunaih (Gus Iwan). Juga, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Saifudin Ghozali. 

Ketua DPD NasDem Gresik Syaiful Anwar mengatakan,  serbuan vaksinasi di Ponpes Al Muniro sebagai bentuk komitmen NasDem Gresik membantu pemerintah dalam mempercepat capaian herd immunity. “Serbuan vaksin yang diadakan NasDem Gresik ini sebagai ikhtiar untuk membantu membentuk herd immunity masyarakat agar tak terpapar Covid-19,” ucap Syaiful didampingi Ainul Fuad dan Nur Rachmad Yani Hidayatullah.

Menurut Syaiful, kegiatan ini bagian dari serbuan 15 ribu dosis vaksin yang menjadi program NasDem Gesik. Ribuan dosis vaksin  itu dilakukan secara bertahap di sejumlah pondok pesantren. “Serbuan vaksin kami diawali dari Ponpes Al Muniroh ini,”tegas Syaiful.

SERBUAN VAKSINASI: Bupati Gresik Fandi Akhmad bersama Ketua DPD NasDem Gresik Syaiful Anwar (kanan berdiri) dalam serbuan vaksinasi fi Ponpes Al Muniroh di Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik pada Rabu, 25 Agustus 2021 (foto : NasDem for 1minute.id)

Serbuan selanjutnya digelar di Ponpes Ihyaul Ulum Desa Dukunanyar, Kecamatan Dukun pada Sabtu, 27 Agustus 2021. Kemudian, di Ponpes Bustanul Arifin Kecamatan Menganti vaksinasi digelar pada Senin, 30 Agustus 2021. Selanjutnya di Ponpes Al Ibrohimi Kecamatan Manyar, dan Ponpes Al Qonaah Kecamatan Manyar pada Rabu, 1 September 2021.

“Vaksinasi ini sengaja kami gelar di ponpes agar kiai, bu nyai, ustad dan ustadzah, serta santri tervaksin sehingga terbentuk herd immunity,”katanya. 

Syaiful berharap dengan serbuan 15 ribu vaksin yang dilakukan NasDem Gresik, sebaran Covid-19 bisa terus ditekan hingga hilang. “Sehingga, masyarakat bisa kembali beraktivitas normal dan ekonomi kembali pulih,”harapnya.

Sebelumnya dalam sambutan Syaiful Anwar menyatakan vaksinasi dipusatkan di Pondok Pesantren karena pesantren adalah tempat anak-anak atau generasi muda untuk membangun negara ini juga harus sehat 

Tentu kiai, ustad, ustadzah dan santri yang menjadi prioritas bagi partai NasDem dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang seutuhnya. Pondok Pesantren merupakan bagian yang melakukan proses belajar mengajar atau pembelajaran tatap muka (PTM) sehingga pilihan anak-anak untuk menimbah ilmu sudah tidak ada lagi keraguan oleh orang tuanya.Karena Covid-19 telah ditangkal dengan doa dan dengan vaksinasi baik santri, ustad dan pengasuhnya. (yad)

NasDem Lindungi Kiai dan Santri dengan Vaksinasi Selengkapnya

Pemkab Segera Menyiapkan Perbup PTM

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, segera menerbitkan peraturan bupati (Perbup) terkait pelaksanaan pertemuan tatap muka (PTM). Persiapan PTM itu sering menurun status Kota Santri menjadi zona oranye di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

“Hari ini akan saya konsultasikan dengan Pak Bupati terkait perlunya kembali menerbitkan surat edaran PTM, mengingat turunnya status penyebaran Covid-19,”kata Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah usai membuka pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-37 PWI Gresik pada Rabu, 25 Agustus 2021. 

Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah mengatakan terbitnya perbup atau surat edaran juga akan dibarengi dengan gencarnya pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar. 
“Untuk hari ini, pelaksanaan vaksinasi pelajar digelar di tempat saya dibantu TNI juga, yakni di Pondok Pesantren Qomarudin sehingga nantinya ketika terbit aturan bupati, pelaksanaan PTM bisa segera dilakukan,” katanya. 

Ia mengatakan, penerbitan aturan baru PTM perlu dilakukan karena aturan lama yang tertuang dalam Perbup Gresik Nomor 50/2020 yang ditetapkan pada 3 Desember 2020 kurang sesuai dengan kondisi saat ini. 
Perbup itu tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di masa transisi menuju tatanan Normal Baru pada kondisi Covid-19 di Gresik.

Dalam aturan baru itu, kata Bu Min, nantinya akan tetap mengacu pada aturan yang telah ditentukan Satgas Covid-19 yakni dengan protokol kesehatan yang ketat, disertai jumlah kehadiran siswa maksimal 50 persen. 
“Pak bupati juga telah berkoordinasi dengan sejumlah kepala sekolah terkait aturan baru itu, dan diharapkan secepatnya bisa dikeluarkan aturan itu sebagai panduan PTM nantinya,” katanya. 

Sebelumnya, tren perkembangan Covid-19 di Gresik tercatat terus menurun. Data Dinkes Gresik per Senin, 23 Agustus 2021 mencatat Bed Occupancy ratio (BOR) rumah sakit sudah berada di angka 16,27 persen atau hanya 88 pasien. Dan kasus aktif menyisakan 490 orang. (yad)

Pemkab Segera Menyiapkan Perbup PTM Selengkapnya

Kapolres dan Dandim Pimpin Pemindahan Pasien Covid-19 ke Isoter

GRESIK,1minute.id – PersonelTNI, Polri dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik mulai memindahkan warga isolasi mandiri menuju rumah sakit lapangan (RSL) Gelora Joko Samudro (G-JOS) yang ditetapkan sebagai tempat isolasi terpusat (Isoter).

Pemindahan warga terpapar coronavirus disease 2019 (Covid-19) itu dipimpin oleh Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. Pemberangkatan ditandai apel gelar pasukan di GKB Convex, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar pada Selasa, 24 Agustus 2021.

Letkol Inf Taufik Ismail menyatakan, apel kali ini merupakan lanjutan dari apel sebelumnya yang berlangsung di Mapolres Gresik. Isoter merupakan perintah Presiden Joko Widodo. “Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Bidan desa diharapkan bersinergi dan bekerja sama untuk memindahkan pasien isoman menuju isoter,” tegasnya memberi arahan. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menambahkan mulai saat ini tidak ada lagi istilah isoman. “Semuanya digeser ke isoter,”kata alumnus Akpol 2001 itu. Isoter ditetapkan di RSL G-JOS.  Untuk pasien kategori ringan ditetapkan di lantai dua Stadion olahraga berlokasi di Jalan Veteran,  Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Gresik itu. “Setiap pasien akan diberikan fasilitas oleh pemerintah dan mendapat bantuan berupa voucher untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Arief.

Menyinggung peran Bhabinkamtibmas dan Babinsa, ia mengimbau untuk turun ke lapangan. Secara persuasif dan humanis memberikan pengertian terkait isoter.”Kuatkan edukasi pemahaman pentingnya isoter dan menghindari benturan dengan masyarakat. Juga harus menjaga disiplin protokol kesehatan,”imbuh perwira dua melati di pundak itu. 

Seperti diberitakan, berdasarkan data Dinkes Gresik, jumlah pasien aktif di Gresik sudah sangat menurun yakni hanya tersisa 490 orang pada Senin, 23 Agustus 2021. Sedangkan, pasien isoman sebanyak 402 orang. Namun,ada beberapa kriteria pasien yang masih diperbolehkan isoman dengan pengawasan ketat tenaga medis. Misalnya,  pasien lansia berumur diatas 65 tahun,  anak dibawah 12 tahun, ibu hamil dan menyusui serta pasien berkebutuhan khusus. Pemindahan pasien isoman menuju isoter ditargetkan tuntas pada Jumat nanti. (yad)

Kapolres dan Dandim Pimpin Pemindahan Pasien Covid-19 ke Isoter Selengkapnya

Turun Level 3, Bupati Mulai Melakukan Pemulihan Ekonomi, Implementasikan Program Nawa Karsa

GRESIK,1minute.id – Kerja keraspemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik dan semua stakeholder berbuah penurunan zona dari merah ke zona oranye. Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang hingga 30 Agustus 2021, 

Kota Santri bersama Kota Surabaya dan Sidoarjo dikenal dengan sebutan Surabaya Raya memasuki level-3.
Penurunan level itu membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bergerak cepat mengambil momentum untuk pemulihan ekonomi masyarakat. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Poedak Galery Gresik pada Selasa, 24 Agustus2021.  Pusat kuliner dan penjualan oleh-oleh berlokasi di Jalan Pahlawan, Gresik.  

Poedak Galery Gresik itu menempati lahan bekas terminal untuk para wisatawan relegi, Maulana Malik Ibrahim itu sudah lebih setahun tutup karena merebaknya wabah coronavirus disease 2019.
Gus Yani didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji, Kepala Diskoperindag Agus Budiyono, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatus Sa’diyah.

Gus Yani langsung menuju lantai dua tempat lapak kuliner. Kemudian, turun melihat kondisi tempat galery para UMKM. Tidak lebih 10 menit Gus Yani berada Poedak Galery Gresik itu.

Gus Yani menyatakan, Pemkab Gresik tidak boleh telat mengambil momentum penurunan level 3 ini. “Alhamdulillah Surabaya Raya terutama Gresik turun level 3. Sudah saatnya mencuri start untuk pemulihan ekonomi,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. Sebab, penurunan level di Surabaya Raya diperbolehkan memulai melakukan pemulihan ekonomi.

Pemulihan ekonomi tetap dibarengi dengan serbuan vaksinasi masal sehingga kasus konfirmasi terus menurun. Kini, saatnya memikirkan terkait pemulihan ekonomi terutama sektor-sektor UMKM yang terus di dorong dan back up. “Program Nawa Karsa, 3B (bela,  beli dan bagi) harus diaplikasikan ditengah pandemi Covid-19,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Gresik Agus Budiyono mengatakan, pihaknya segera melakukan rapat untuk melakukan reaktivasi Poedak Galery Gresik ini. “Kamis lusa, kami akan rapatkan dulu,”kata Agus Budiyono. Poedak Galery Gresik dibagi menjadi dua bagian.  Lantai untuk kuliner terdapat 12 lapak. Sedangkan, lantai dasar untuk galeri UMKM. “Poedak Galery Gresik akan buka mulai pukul 10 pagi sampai 10 malam,”tegas Agus Budiyono. (yad)

Turun Level 3, Bupati Mulai Melakukan Pemulihan Ekonomi, Implementasikan Program Nawa Karsa Selengkapnya

Sepuluh Hari KKN, 18 Mahasiswa UMG Tuntaskan Pendampingan 1.000 Bidang PTSL

GRESIK, 1minute.id – Kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) di Desa Palebon, dan Setrohadi di Kecamatan Duduksampeyan berakhir. Selama sepuluh hari, 18 mahasiswa dari dua fakultas yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) dan Fakultas Teknik (FK).

KKN di dua desa itu diketuai oleh Achmad Faishol Ridho, mahasisa dari Teknik Perkapalan. Selama 10 hari mereka melakukan pendampingan kepada masyarakat di dua desa tersebut dalam mengurus program Percepatan Pendaftaran Tanah  Sistematis (PTSL) Kementerian ATR/BPN.

Pendampingan yang dilakukan dengan mengedukasi masyarakat hingga pendampingan dalam proses kelengkapan administrasi. Hasilnya? 

“Alhamdulillah, selama 10 hari melakukan pendampingan di Desa Palebon bisa menyelesaikan proses pendaftaran 300 bidang tanah.  Sedangkan, di Desa Setrohadi mencapai 700 bidang tanah,”ujar Achmad Faishol Ridho pada Selasa, 24 Agustus 2021. 

Pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa ini menghapus stigma mengurus sertifikat ribet dan lama. “Momentum ini diharapkan dapat menghapus paradigma lama, dimana pengurusan sertifikat sering dikeluhkan oleh masyarakat karena lamanya waktu pengurusan,”imbuh Edo-sapaan- Achmad Faishol Ridho

Asmaul, salah satu warga setempat bersyukur tanah yang dimiliki sudah terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Terimakasih sekali karena biaya ringan dan proses cepat,”ujar Asmaul. (yad)

Sepuluh Hari KKN, 18 Mahasiswa UMG Tuntaskan Pendampingan 1.000 Bidang PTSL Selengkapnya

IKA-PMII Gresik Gelar Vaksinasi 2 Ribu Dosis untuk Mahasiswa


GRESIK,1minute.id – Vaksinasi merambah kampus. Ribuan mahasiswa di Universitas Qomarudin, Bungah mengikuti vaksinasi yang digagas oleh Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Gresik pada Senin, 23 Agustus 2021.

Serbuan vaksin di kampus di Desa/Kecamatan Bungah, Gresik bagian percepatan pembentukan herd immunity di Kota Santri ini. Vaksinasi sebanyak 2 ribu mahasiswa akan berakhir Rabu, 25 Agustus 2021 nanti. 

Ketua PC IKA PMII Gresik Aminatun Habibah menjelaskan, percepatan vaksinasi terus dilakukan supaya segera membentuk herd immunity sesuai target pemerintah 70 persen paling lambat akhir tahun ini. Sampai saat ini target tersebut belum tercapai. Data Dinkes Gresik menyebutkan warga yang telah melakukan vaksinasi dosis satu dan dua baru mencapai 40-an persen. IKA-PMII turut serta berkolaborasi dengan pemerintah melakukan vaksinasi.

“Semoga usaha kita dalam membentuk herd immunity segera tercapai. Sehingga masyarakat gresik bisa terhindar dari pandemi Covid-19,” kata Aminatun Habibah yang juga Wakil Bupati Gresik itu. Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah mengapresiasi antusiasme mahasiswa untuk vaksinasi. Selain warga Gresik, ada juga yang berasal dari Lamongan dan Surabaya. “Alhamdulillah, gresik sudah masuk zona oranye. Percepatan vaksinasi terus dilakukan. Semoga kasus Covid-19 terus menurun hingga menjadi zona kuning,”harap Bu  Min. 

Meski sudah dilakukan vaksin, protokol kesehatan (prokes) harus tetap dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Juga, jangan sampai menciptakan kerumunan. “Kami juga berikan sembako, obat-obatan dan hand sanitizer kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19,” imbuhnya. (yad)

IKA-PMII Gresik Gelar Vaksinasi 2 Ribu Dosis untuk Mahasiswa Selengkapnya