Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Pendapa Alun-alun Gresik

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di depan Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik. GPM ini digelar serentak di Jawa Timur. Masyarakat menyambut antusias GPM ini.

GPM menyediakan berbagai kebutuhan pokok, diantaranya, beras medium stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog seharga Rp 57.500 per 5 kg, gula premium Rp16.500 per kg, serta minyak goreng kemasan Minyakita seharga Rp15.000 per liter.

Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro, memastikan bahwa stok pangan di wilayah Gresik masih sangat mencukupi. “Untuk hari ini ada sembilan titik pelaksanaan, dan khusus di Pendopo kami siapkan delapan ton. Jika stok kurang, kami akan berkoordinasi dengan Bulog, dan insya Allah siap untuk dropping tambahan,” ujarnya.

Eko menegaskan, bahwa harga beras SPHP di Gresik saat ini masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). “Insya Allah harganya tetap di bawah HET,” tegasnya. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Mereka tidak hanya membeli beras. Tapi, kebutuhan pokok lainnya, seperti gula, dan minyak goreng karena harga terjangkau. “Ini sangat membantu stabilisasi harga dan juga mendukung para pelaku usaha untuk memasarkan produknya,” tuturnya.

Pelaksanaan GPM ini merupakan tindak lanjut atas arahan dari Kementerian Pertanian. “Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, berapa pun kebutuhan masyarakat terhadap beras SPHP akan kami komunikasikan dengan Bulog. Insya Allah semuanya dapat terpenuhi,” tambah Eko.

Sementara itu, Ervina, warga Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik, menyambut positif kegiatan ini dan berharap GPM dapat rutin digelar. “Bagus sekali ada kegiatan seperti ini. Saat ini harga beras sedang naik, dan gerakan pangan murah ini sangat membantu perekonomian masyarakat. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa sering diadakan,” katanya.

Senada, Nani, warga asal Kelurahan Lumpur, yang merasa sangat terbantu dengan adanya GPM. “Saya senang sekali dengan adanya gerakan pangan murah ini. Sangat membantu masyarakat, terutama yang kurang mampu. Semoga kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan,” ujarnya. (yad)

Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Pendapa Alun-alun Gresik Selengkapnya

Kafilah Gresik Sabet Juara Umum MTQ XXXI Jatim, Ungguli Sidoarjo dan Tuan Rumah Jember

GRESIK,1minute.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Jawa Timur resmi ditutup pada Sabtu malam, 19 September 2025. Kabupaten Gresik meraih juara umum. Kafilah Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik memperoleh 132 poin.

Poin itu mengungguli Kabupaten Sidoarjo (113 poin) dan tuan rumah Jember (97 poin). Dalam perhelatan yang diikuti 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur ini, Gresik tampil dengan kekuatan 85 orang yang terdiri dari 56 peserta utama, 12 pembina, 7 pendamping, dan 10 official. Mereka turun di berbagai cabang, mulai dari Tilawah, Hifzh, Tafsir, Fahm, Syarhil, Khath, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Capaian ini merupakan bukti nyata bahwa Kabupaten Gresik adalah gudang hafiz di Jawa Timur. “Alhamdulillah, kemenangan ini adalah buah dari kerja keras peserta, pembina, dan doa masyarakat Gresik. Juara umum ini bukan hanya soal piala, melainkan bukti bahwa Gresik tetap menjadi gudang kafilah Qur’ani di Jawa Timur,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani yang hadir di acara penutupan tersebut. 

Raihan juara umum tahun ini melanjutkan tradisi panjang Gresik dalam ajang MTQ Jawa Timur. Kali terakhir, kafilah Gresik merebut juara umum pada 2017. Sebelumnya, 2013 dan 2025.  Pada 2021, prestasi kafilah Gresik sempat turun ke posisi empat dan 2023 raih prestasi perseorangan. Setelah satu windu, Kabupaten Gresik sukses menjadi juara umum. 

Fandi Akhmad Yani menegaskan, prestasi ini akan menjadi dorongan bagi Pemkab Gresik untuk terus memperluas pembinaan Qur’ani sejak dini. “Kami ingin generasi muda Gresik tumbuh dengan cinta Al-Qur’an dan siap berprestasi tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga di tingkat nasional,” tegas suami Nurul Haromaini Ali ini. (yad)

Kafilah Gresik Sabet Juara Umum MTQ XXXI Jatim, Ungguli Sidoarjo dan Tuan Rumah Jember Selengkapnya

Pemkab Gresik Wujudkan Mimpi RSUD Ibnu Sina Gresik jadi Rumah Sakit Pendidikan 

GRESIK,1minute.id – RSUD Ibnu Sina sebagai Rumah Sakit Pendidikan. Itu tema Forum Group Discussion (FGD) yang dihelat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama RSUD Ibnu Sina Gresik pada Kamis, 18 September 2025.

Wacana itu muncul sebagai ikhtiar memperkuat fungsi RSUD Ibnu Sina sebagai pusat pelayanan kesehatan sekaligus wahana pendidikan dan penelitian bagi berbagai perguruan tinggi.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menekankan pentingnya penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dalam pengelolaan rumah sakit pendidikan. “SOP harus jelas, agar tidak ada kekeliruan. Serta jangan lupa, adab dan soft skill juga wajib dijaga,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif dalam sambutannya.

Menurutnya, mahasiswa yang menempuh pendidikan di RSUD Ibnu Sina tidak hanya dituntut cakap secara teknis, tetapi juga harus memiliki empati dan etika dalam melayani pasien.

Ditempat sama, Direktur RSUD Ibnu Sina Gresik dr. Soni menjelaskan, bahwa hingga saat ini terdapat 45 institusi pendidikan yang telah menjalin kerja sama dengan RSUD Ibnu Sina. “RSUD Ibnu Sina kini menjadi rumah sakit tipe B pendidikan dengan akreditasi paripurna. Selain pelayanan, pendidikan juga menjadi komitmen besar kami,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Gresik Jumanto dan Imam Syaifudin, mengingatkan agar status rumah sakit pendidikan tidak mengurangi mutu layanan kepada masyarakat. “Integritas pelayanan harus tetap nomor satu. Ini juga harus ditanamkan kepada mahasiswa yang magang, bahwa pasien adalah prioritas utama,” tandasnya.

Forum ini juga membahas gagasan pengembangan program ke depan, diantaranya, peluang beasiswa kedokteran bagi keluarga tidak mampu melalui skema kerja sama dengan universitas mitra. Langkah tersebut diharapkan sejalan dengan visi Pemkab Gresik untuk menurunkan angka kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan.

Untuk diketahui, RSUD Ibnu Sina Gresik, merupakan rumah sakit milik Pemerintah Daerah dengan kelas Tipe B Pendidikan dan berstatus akreditasi paripurna. Berlokasi di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 234B, Kecamatan Kebomas. Rumah sakit ini memiliki 347 tempat tidur.

Hingga September 2025, tercatat ada 148 peserta didik dari berbagai institusi yang sedang menempuh pendidikan klinik di RSUD Ibnu Sina. Mereka terdiri dari dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya, residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Airlangga Surabaya, serta mahasiswa keperawatan, gizi, farmasi, dan kebidanan dari berbagai perguruan tinggi. (yad)

Pemkab Gresik Wujudkan Mimpi RSUD Ibnu Sina Gresik jadi Rumah Sakit Pendidikan  Selengkapnya

Truk Kontainer Lindas Siswa SMP di Driyorejo, Diduga Sopir Melanggar Jam Operasional  

GRESIK,1minute.id – Seorang pelajar sekolah menengah pertama (SMP) berinisial LDP di Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik merenggang nyawa. Siswa nahas itu meninggal akibat terlindas roda belakang truk kontainer di Jalan Raya Tenaru, Kecamatan Driyorejo pada Rabu, 17 September 2025 sekitar pukul 06.30 WIB.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), dugaan sementara dipicu sopir truk kontainer melanggar larangan jam operasional. Kasatlantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna menjelaskan, kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda Vario bernopol W 2842 DV yang dikendarai SW dengan membonceng anaknya berusaha mendahului truk trailer bernopol L 9005 UL yang dikemudikan AY 40, warga Jombang. 

Saat mendahului, motor tersebut menyenggol bagian samping kanan truk hingga oleng dan jatuh. Naas, LDP terlindas ban belakang truk dan meninggal di tempat, sementara ibunya hanya mengalami luka.

Unit Gakkum Satlantas Polres Gresik segera mengamankan sopir truk untuk pemeriksaan. Dari penyelidikan awal, diketahui sopir melanggar aturan jam operasional kendaraan angkutan barang, yang diduga kuat menjadi salah satu faktor terjadinya kecelakaan. “Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas tanpa toleransi. Pelanggaran jam operasional terbukti berpotensi besar menyebabkan kecelakaan fatal,” tegas AKP Rizki.

Satlantas Polres Gresik tidak ingin tragedi memilukan terulang. Korp sabuk putih itu pun kembali mengirimkan surat peringatan keras kepada perusahaan pemilik truk. Polisi menegaskan, jika perusahaan terbukti lalai dan membiarkan armada melanggar aturan berulang kali, rekomendasi pencabutan izin usaha akan ditempuh Ke Pemkab Gresik.

Kasatlantas juga mengimbau para pengemudi angkutan barang untuk mematuhi jam operasional serta perusahaan agar melakukan pengawasan ketat terhadap armadanya. Kepada masyarakat, ia berpesan agar selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya korban. Polres Gresik berkomitmen menindak setiap pelanggaran lalu lintas, khususnya terkait jam operasional truk, sesuai aturan hukum yang berlaku,” pungkasnya. (yad)

Truk Kontainer Lindas Siswa SMP di Driyorejo, Diduga Sopir Melanggar Jam Operasional   Selengkapnya

12 Hari Ops Tumpas Narkoba, Polres Gresik Amankan 20 Tersangka, Sita Sabu-sabu 37 Gram

GRESIK,1minute.id – Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2025 berakhir pada 10 September 2025. Selama 12 hari. Kegiatan penindakan terhadap para maniak narkoba ini dimulai 30 Agustus 2025. Selama hampir dua pekan itu, Satuan Reserse Narkoba ( Satresnarkoba) Polres Gresik mengungkap 16 kasus dengan 20 tersangka. 

Sedangkan barang bukti yang diamankan oleh kesatuan yang dipimpin oleh AKP Ahmad Yani, Kasat Resnarkoba Polres Gresik berupa 37,854 gram sabu-sabu dan 843 butir pil dobel L. 

“kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Manyar dan Menganti,” kata Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Waka Polres Gresik Kompol Danu Anindhito Kuncoro dalam konferensi pers di Mapolres Gresik pada Selasa, 16 September 2025. 

Kompol Danu didampingi oleh Kasat Resnarkoba Polres Gresik AKP Ahmad Yani, dan Kasi Humas Polres Gresik Ipda Hepi Muslih Riza menyebutkan, rincian hasil ungkap yaitu Manyar sebanyak 5 kasus, 8 tersangka ; Sidayu (3 kasus, 3 tersangka) ;  Bungah (1 kasus, 1 tersangka) ;  Menganti (6 kasus, 7 tersangka) dan  Driyorejo (1 kasus, 1 tersangka).

Beberapa kasus menonjol di antaranya di Sidayu dan Bungah mengamankan 5 tersangka dengan barang bukti sabu 2,05 gram, 590 butir pil dobel L, dan uang tunai Rp 354 ribu. Kemudian di Menganti mengamankan seorang tersangka residivis dengan barang bukti sabu seberat 2,662 gram dan uang tunai Rp 300 ribu. Di wilayah Manyar menangkap 2 tersangka dengan barang bukti sabu seberat 8,42 gram dan uang tunai Rp 1,2 juta.

Dalam pengembangan di beberapa lokasi, ujar perwira satu melati di pundak itu, anggota menangkap para pengedar dengan modus yang berbeda. Di antaranya, Manyar dan Sidayu  pengedar ditangkap saat bertransaksi di jalan raya dengan barang bukti sabu dan pil dobel L.

Di wilayah Menganti seorang residivis narkoba diamankan di rumahnya dengan barang bukti sabu yang disimpan dalam bungkus rokok. Kemudian di Manyar dua tersangka pengedar sabu ditangkap dengan barang bukti 14 paket sabu.

Waka Polres Gresik Kompol Danu menegaskan, pihaknya akan terus memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Gresik. “Kami menghimbau kepada warga, khususnya generasi muda, mari bersama-sama menjaga Gresik. Jauhi narkoba, perangi bersama, dan segera laporkan bila mengetahui informasi yang valid kepada Satresnarkoba Polres Gresik. Karena narkoba dapat merusak moral dan masa depan generasi,” tegas Kompol Danu.

Para tersangka dijerat dengan UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan UU RI No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Ancaman hukuman mulai dari 5 hingga 20 tahun penjara, serta denda hingga Rp10 miliar, sesuai dengan perannya masing-masing. (yad)

12 Hari Ops Tumpas Narkoba, Polres Gresik Amankan 20 Tersangka, Sita Sabu-sabu 37 Gram Selengkapnya

Kinerja Luar Biasa, Polres Gresik Berikan Reward  Personel dan Masyarakat 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik memberikan apresiasi kepada 34 anggota dan masyarakat karena memiliki dedikasi dan kinerja luar biasa untuk institusi kepolisian. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu di halaman Mapolres Gresik pada Senin, 15 September 2025.

Dalam amanatnya, Kapolres AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan bahwa penghargaan dan sanksi merupakan bagian dari program Polri dalam menciptakan SDM unggul di era Police 4.0 serta sejalan dengan visi Polri Presisi.

“Pemberian penghargaan ini adalah wujud nyata apresiasi kita kepada personel yang telah menunjukkan dedikasi dan kinerja luar biasa. Semoga ini menjadi motivasi agar personel lain juga terpacu meningkatkan kualitas kerjanya,” ujar alumnus Akpol 2006 itu.

Ia menambahkan, penghargaan ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol pencapaian, tetapi juga teladan bagi seluruh anggota Polres Gresik. “Prestasi ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Jadikan kebaikan sebagai kebiasaan dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.

Sebanyak 34 personel menerima penghargaan terdiri dari 32 anggota Polri dan 2 Pegawai Harian Lepas (PHL). Mereka adalah: 15 personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik, 6 personel Polsek Menganti, 1 personel Bagian SDM Polres Gresik, 1 personel Seksi Pengawasan (Siwas), 9 personel Satuan Samapta (Satsamapta), 2 PHL dari Polsek Sidayu dan Polsek Balongpanggang. (yad)

Kinerja Luar Biasa, Polres Gresik Berikan Reward  Personel dan Masyarakat  Selengkapnya

Strategi Mitigasi Logistik Pulau Bawean : Menuju Kemandirian yang Tangguh 

Oleh : Ali Yusa*

TANTANGAN logistik di Pulau Bawean, yang terpisah sekitar 80 mil dari daratan Jawa, seringkali menjadi hambatan serius bagi kehidupan masyarakat dan perekonomian pulau ini. Ketergantungan tinggi pada transportasi laut membuat rantai pasokan sangat rentan terhadap kondisi cuaca ekstrem, terutama gelombang tinggi yang sering terjadi di Laut Jawa. 

Untuk membangun ketahanan, diperlukan strategi mitigasi yang komprehensif dan inovatif, tidak hanya mengandalkan solusi konvensional. Pulau-pulau kecil terpencil seperti Bawean memerlukan pendekatan logistik yang fleksibel dan berbasis risiko untuk mengatasi keterbatasan geografis dan cuaca dan ini harus segera menjadi peta jalan bagi Pembangunan di Kepulauan Bawean dan Gresik.

Salah satu kunci utama adalah fleksibilitas waktu berangkat kapal. Alih-alih jadwal tetap yang kaku, pemerintah dan operator kapal perlu mengadopsi sistem jadwal dinamis yang responsif terhadap prakiraan cuaca real-time. Kapal penumpang dan barang utama bisa menunda keberangkatan beberapa jam atau bahkan sehari jika prakiraan menunjukkan gelombang berbahaya di rute, daripada memaksakan diri dan menghadapi risiko tinggi atau pembatalan total. 

Penelitian Notteboom dan Rodrigue (2022) menekankan bahwa fleksibilitas operasional seperti ini adalah pilar utama ketahanan rantai pasokan maritim di era ketidakpastian iklim, mengurangi biaya akibat gangguan dan kerusakan kargo.

Selanjutnya, optimasi kecepatan kapal menjadi aspek krusial. Selama kondisi laut normal, kapal dapat beroperasi pada kecepatan ekonomis (slow steaming) untuk menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi, sebagaimana dibahas dalam studi Psaraftis dan Kontovas (2023) tentang efisiensi operasional pelayaran.

Namun, ketika menghadapi potensi gelombang tinggi yang tidak terlalu ekstrem namun masih berisiko, kapal memiliki opsi untuk sementara meningkatkan kecepatan pada segmen perjalanan tertentu untuk “melewati” area bermasalah lebih cepat, atau sebaliknya, mengurangi kecepatan secara signifikan untuk meningkatkan stabilitas dan keselamatan jika kondisi memburuk secara tiba-tiba. 

Fleksibilitas kecepatan ini memberi nakhoda ruang gerak vital untuk menyesuaikan diri. Pemanfaatan rute alur kapal yang fleksibel dalam Surat Perijinan Berlayar (SPB) juga merupakan langkah strategis. SPB saat ini seringkali menetapkan satu rute tetap. Strategi mitigasi mendorong penerbitan SPB yang mencantumkan beberapa rute alternatif yang telah dipetakan dan dianggap aman untuk berbagai kondisi cuaca. 

Jika rute utama terkena dampak ombak tinggi di sektor tertentu, nakhoda dapat beralih ke rute alternatif yang lebih terlindung (misalnya, lebih dekat ke pesisir utara atau selatan pulau, atau memanfaatkan celah antar pulau kecil jika memungkinkan) tanpa harus menunggu persetujuan ulang yang memakan waktu.

Konsep rute alternatif berbasis risiko ini telah terbukti efektif dalam meningkatkan ketahanan pelayaran, seperti ditunjukkan oleh Christiansen et al. (2023) dalam analisis sistem transportasi maritim regional.

Untuk kondisi ombak sangat tinggi di mana kapal-kapal utama tidak dapat beroperasi sama sekali, peran kapal perintis dan Kapal Motor Penyeberangan Rakyat (Pelra) menjadi sangat vital. Kapal-kapal berukuran lebih kecil ini umumnya memiliki draft lebih dangkal dan desain yang lebih lincah, memungkinkannya untuk tetap beroperasi di laut yang agak bergelombang atau menavigasi rute alternatif yang lebih terlindung yang tidak bisa dilalui kapal besar. 

Pemerintah perlu memastikan ketersediaan dan kesiapsiagaan armada perintis dan Pelra khusus untuk misi darurat logistik saat cuaca buruk, mengangkut kebutuhan pokok dengan prioritas tinggi. Brooks dan Frost (2021) menyoroti pentingnya layanan feeder (seperti perintis dan Pelra) sebagai jaring pengaman logistik untuk komunitas pulau terpencil, terutama saat layanan utama terganggu.

Di samping itu, kemandirian pangan dan pemenuhan kebutuhan pokok di Pulau Bawean sendiri adalah fondasi mitigasi jangka panjang. Mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar berarti mengurangi tekanan pada rantai logistik saat terjadi gangguan. 

Strategi ini mencakup pengembangan pertanian berkelanjutan (tanaman pangan, hortikultura, perikanan budidaya) yang adaptif dengan iklim lokal, penyediaan sarana penyimpanan (cold storage, gudang kering) yang memadai, serta penguatan sistem distribusi internal di pulau. 

Laporan FAO (2022) tentang ketahanan pangan di pulau-pulau kecil menekankan bahwa diversifikasi produksi pangan lokal dan infrastruktur pascapanen adalah kunci untuk mengurangi kerentanan terhadap gangguan eksternal dan fluktuasi harga.

Integrasi semua elemen ini – jadwal fleksibel, kecepatan adaptif, rute SPB berganda, pemanfaatan optimal kapal kecil untuk darurat, dan peningkatan kemandirian lokal – harus dikelola dalam sistem terkoordinasi. 

Diperlukan pusat komando logistik pulau yang memantau cuaca, koordinasi antar operator kapal (Pelni, Perintis, Pelra), Pemerintah Daerah, TNI AL, serta pelaku usaha lokal. Sistem ini memastikan informasi mengalir cepat, keputusan diambil tepat waktu, dan sumber daya (termasuk kapal darurat dan stok pokok) dapat digerakkan secara efisien saat ancaman gangguan muncul. Koordinasi yang kuat antarpemangku kepentingan adalah jantung dari strategi mitigasi yang efektif.

Dengan mengimplementasikan strategi mitigasi yang holistik ini, Pulau Bawean dapat secara bertahap mengurangi kerentanan rantai logistiknya. Fleksibilitas operasional pelayaran, didukung oleh teknologi dan regulasi yang adaptif, menjadi perisai langsung terhadap dampak cuaca buruk. 

Sementara itu, pengembangan kemandirian pangan dan kebutuhan pokok membangun fondasi ketahanan dari dalam. Upaya ini membutuhkan komitmen jangka panjang, investasi, dan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator transportasi, pelaku usaha, dan masyarakat Bawean itu sendiri. Hanya melalui sinergi inilah Bawean dapat mencapai ketahanan logistik yang sejati, memastikan keberlanjutan kehidupan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat pulau, menjadikannya contoh ketangguhan bagi pulau-pulau terpencil lainnya di Indonesia. (*)

Catatan :

Mahasiswa Doktoral FPIK UB ; Ketua Living Lab. Maritim & Wakil Ketua PII Gresik

Strategi Mitigasi Logistik Pulau Bawean : Menuju Kemandirian yang Tangguh  Selengkapnya

Kades Slempit Suyitno: Jalan Sehat Jadi Puncak Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia Wadah Mempererat Tali Silaturahmi, Semangat Kebersamaan 

GRESIK,1minute.id – Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik telah berakhir. Keguyupan dan semangat kebersamaan warga dalam menyemarakan hari kemerdekaan masih terasa hingga saat ini.

Kebersamaan dan gotong royong menjadi modal utama bagi pemdes yang dipimpin oleh Suyitno dalam menjalankan program pembangunan Pemerintah Desa setempat. Kepala Desa Slempit Suyitno mengatakan, Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia berlangsung sukses, meriah dan kondusif. Dalam perayaan hari kemerdekaan itu, pemerintah desa menggelar banyak kegiatan, antara lain, tasyakuran malam 17 Agustus ; ada perlombaan Agustusan untuk anak-anak: bola voli antar Rukun Warga putra dan putri ; wayang kulit hingga jalan sehat sebagai puncak atau Gebyar HUT Ke-80 Republik Indonesia. 

Antusiasme warga begitu besar dalam mengikuti semua kegiatan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia itu. “Bentuk syukur atas kemerdekaan,” kata Suyitno pada Kamis, 11 September 2025.

Ia mencontohkan kegiatan jalan sehat sebagai puncak perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Seluruh warga tumplek-blek mengikuti kegiatan yang digelar pada Ahad, 31 Agustus 2025. Sejak pagi, warga Desa Slempit berduyun-duyun menuju balai desa setempat. Tempat strat dan finish. Mulai dari anak- anak, pemuda, emak-emak, hingga orang tua. Laki-laki dan perempuan mengikuti jalan sehat kemerdekaan yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB sampai siang tersebut.

MERIAH : Peserta memakai busana ala putri raja menjadikan jalan sehat yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik semakin meriah (Foto : Istimewa)

Masyarakat antusiasme mengikuti jalan sehat selain ada banyak door prize. Juga tertarik karena menarik. Sebab, peserta  juga berdandan rapi dengan mengenakan  busana adat nusantara. Busan kebaya Jawa, hingga busana adat Sumatera hingga yang berpenampilan bagai permaisuri. Ada juga memakai kostum pahlawan revolusi. Jalan Sehat bagai sebuah karnaval. Antusiasme dan keguyupan warga membuat suasana perayaan terasa meriah. 

Kepala Desa (Kades) Slempit Suyitno, mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat dan para peserta yang telah hadir dan yang telah mengikuti kegiatan jalan sehat ini. Bahkan, warga di kompleks Perumahan Grand Kedamean Regency (GKR) dan Perumahan Diomond ikut menyemarakan kegiatan jalan sehat itu. Pemdes Slempit pun memberikan apresiasi kepada warga perumahan yang antusias menyemarakan hari kemerdekaan Indonesia itu.

“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan jalan sehat ini, Warga masyarakat desa Slempit dan para peserta jalan sehat sangat antusias sekali bahwa kegiatan jalan sehat pada tahun ini terasa lebih meriah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, dengan dihadiri langsung oleh, ribuan para peserta yang turut mengikuti kegiatan jalan sehat ini, Untuk memeriahkan, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke–80 Tahun,” kata Suyitno.

Ia melanjutkan, kegiatan jalan sehat ini bukan hanya sekedar acara olahraga saja tetapi juga wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat kebersamaan di antara warga masyarakat Desa Slempit ini. (yad)

Kades Slempit Suyitno: Jalan Sehat Jadi Puncak Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia Wadah Mempererat Tali Silaturahmi, Semangat Kebersamaan  Selengkapnya

Fikri, Siswa Spemdalas Gresik Melaju Semifinal OSN Matematika 2025, Koordinator Program: Semoga Ukir Prestasi Tertinggi 

GRESIK,1minute.id – Muhammad Fikri Rahmansyah, siswa SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik lolos semifinal Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 bidang Matematika. Kini, siswa kelas IX ini sedang berjuang keras menjadi yang terbaik dalam kompetisi nasional yang diikuti ribuan anak-anak berotak encer yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) ini. 

Keberhasilan Fikri, jawara OSN Kabupaten Gresik dan menduduki posisi empat besar Jawa Timur ini bagai sebuah oase di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Koordinator Bina Prestasi Bidang Akademik SMP Muhammadiyah 12 Gresik Eka Ayu Pradisca, menuturkan perjalanan Fikri menuju OSN Nasional tidak mudah. Ia lebih dulu meraih peringkat pertama di tingkat Kabupaten Gresik, kemudian melanjutkan kiprahnya dengan menempati posisi keempat di tingkat Provinsi Jawa Timur. Hasil gemilang itu mengantarkannya masuk ke tahap semifinal tingkat nasional yang berlangsung secara daring pada Rabu,10 September 2025.

“Pihak sekolah melalui program Bina Prestasi memberikan pendampingan intensif, baik dengan pembimbing internal maupun eksternal, agar Fikri lebih siap menghadapi seleksi berikutnya,” kata Koordinator Bina Prestasi Bidang Akademik SMP Muhammadiyah 12 Gresik Eka Ayu Pradisca.

Dengan bekal latihan intensif, dukungan keluarga, dan motivasi kuat, langkah Fikri di OSN Matematika 2025 menjadi inspirasi bagi teman-teman sebayanya. Kehadiran Fikri di babak semifinal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Spemdalas dan masyarakat Gresik. “Semoga perjuangan ini berlanjut hingga final dan mengukir prestasi tertinggi di tingkat nasional,” harap Eka.

Semangat belajar Fikri yang konsisten sejak kecil serta dukungan penuh dari orang tuanya menjadi kunci keberhasilan hingga kini. Bagi Fikri, matematika adalah ilmu yang lebih menekankan pada pemahaman logika ketimbang hafalan. “Kalau memahami konsep dasarnya, maka variasi soal apapun bisa diselesaikan,” ujarnya. Ia berharap bisa melaju ke babak final sekaligus menambah pengalaman berharga. 

Ke depan, Fikri bercita-cita menjadi guru matematika atau pembimbing OSN agar bisa menularkan ilmunya kepada generasi berikutnya. Untuk diketahui, Olimpiade Sains Nasional merupakan kompetisi akademik prestisius yang diikuti ribuan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui seleksi berjenjang dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional, OSN menjadi wadah bagi siswa-siswa terbaik untuk menunjukkan kemampuan di bidang sains dan matematika. (yad)

Berikut Prestasi Muhammad Fikri Rahmansyah

Sekolah : SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik

Bidang: Matematika

Prestasi: Juara 1 Kabupaten Gresik ; Juara 4 Provinsi Jawa Timur (data Spemdalas Gresik)

Fikri, Siswa Spemdalas Gresik Melaju Semifinal OSN Matematika 2025, Koordinator Program: Semoga Ukir Prestasi Tertinggi  Selengkapnya

Fonomena Blood Moon, Lembaga Falakiyah PCNU Gresik Ajak Salat Gerhana Bulan Total 

GRESIK,1minute.id – Langit Indonesia termasuk Gresik terasa cerah. Bulan yang terlihat lebih besar dan berwarna oranye bersinar terang badal Maghrib pada Ahad, 7 September 2025. 

Ya, ada fonomena Gerhana Bulan Total pada Ahad malam, 7 September hingga Senin dini hari, 8 September 2025. Mengutip instagram @lfnu_gresik Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik akan melakukan observasi dan Salah Gerhana Bulan Total di Masjid Jamik Ainul Yaqin, Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik mulai pukul 23.00 WIB.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menginformasikan masyarakat dapat menyaksikan Gerhana Bulan Total atau Blood Moon dengan mara telajang atau tanpa bantuan teleskop. Fonomena Gerhana Bulan Total terjadi ketika posisi Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan sepenuhnya. 

Berdasarkan hasil observasi FLNU Gresik awal gerhana mulai 23.26 WIB ; Awal Total pukul 00.30 WIB ; Tengah Gerhana pukul 01.11 WIB ; Akhir Gerhana pukul 01.52 WIB. Lama Gerhana 03.29 WIB. Berdasarkan data hisab gerhana LFNU Gresik itu, rangkaian gerhana akan berlangsung lebih dari 5 jam. (yad)

Fonomena Blood Moon, Lembaga Falakiyah PCNU Gresik Ajak Salat Gerhana Bulan Total  Selengkapnya