Tagana dan Cabup Niat Buka Dapur Umum di Cerme

GRESIK, 1minute.id – Kesibukan masih terasa di dapur umum Selter Cerme, Gresik, Kamis 17 Desember 2020. Sejumlah relawan Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) dan anggota taruna siaga bencana (Tagana) Gresik masih terus menyiapkan bekal makanan kepada masyarakat terdampak luapan Kali Lamong di Kecamatan Cerme. 

Data didapat 1minute.id hingga pukul 12.00 ada dua belas desa yang masih terendam air Kali Lamong itu. Desa yang masih tergenangi air luapan Kali Lamong itu adalah Desa Lengkong, Sukoanyar, Dungus,  Dampaan,  dan Guranganyar. 

Kemudian, Desa Morowudi, Iker-ikergeger,  Betiting, Pandu,  Cerme Kidul,  Jono dan Tambakberas. Desa Iker-ikergeger terparah. Data di Kecamatan Cerme, ada 350 rumah yang tergenangi air dengan ketinggian antara 20 – 50 sentimeter. 

Penasehat Tagana Gresik Abdul Mukhid membagikan nasi bungkus kepada masyarakat terdampak luapan Kali Lamong di Desa Iker-ikergeger, Kecamatan Cerme, Gresik

Menurut Camat Cerme Suyono, dibandingkan, sehari sebelumnya, Rabu 16 Desember 2020 ketinggian air cenderung surut. “Semoga air terus surut,”ujarnya, Kamis 17 Desember 2020.

Kini, masyarakat di wilayah aliran Kali Lamong mulai Balongpanggang, Benjeng, Cerme,  Kedamean dan Menganti hanya bisa berdoa hujan tidak terjadi di wilayah  hulu Kali Lamong yakni Mojokerto dan Lamongan. Bila kedua kabupaten dilanda hujan lebat air akan kembali tinggi. 

Sementara itu, belum surutnya genangan air di sejumlah desa di Kecamatan Cerme membuat organisasi sosial seperti Tagana Gresik masih terlihat sibuk. Sebab, mereka  harus menyiapkan makanan untuk masyarakat terdampak banjir Kali Lamong itu. 

Penasehat Tagana Gresik Abdul Mukhid mengatakan, pihaknya setiap hari harus menyiapkan sekitar 9 ribu  nasi  bungkus. “Nasi  bungkus untuk masyarakat terdampak yang kami bagikan tiga kali sehari,”kata Mukhid,  Kamis 17 Desember 2020.

Selain menyiapkan nasi bungkus, tambahnya, pihaknya juga membagikan kepada masyarakat terdampak. “Distribusi makanan kami angkut dengan perahu karet milik BPBD Gresik,”katanya.

Disisi lain, calon bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan istrinya, Ning Nurul membuka dapur umum di Desa Iker-ikergeger, Kecamatan Cerme. 

Cabup terpilih itu memberikan bantuan perahu karet untuk moda transportasi warga yang terdampak banjir. “Selain dapur umum dan perahu karet, Gus Yani dan istrinya, Ning Nurul juga memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir,” kata Ketua Tim Pemenangan Niat Khoirul Huda. (*)

Tagana dan Cabup Niat Buka Dapur Umum di Cerme Selengkapnya

QA Legawa, Selangkah Lagi Paslon Niat Ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Gresik

Gresik,1minute.id –  Komisi pemilihan umum (KPU) Gresik akan menggelar rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara tingkat kabupaten, malam ini,  Rabu 16 Desember 2020.

Rekapitulasi perhitungan suara di mulai pukul 19.00 di hotel AstonInn Gresik Kota Baru (GKB) itu tetap menggunakan  protokol kesehatan.

Berdasarkan hasil perhitungan kecamatan pasangan calon (paslon) Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) memperoleh 369.584 suara atau  51 persen. 

Sementara paslon Moh Qosim- Asluchul Alif (QA) mengantongi 355.438 suara atau 49 persen.  Berdasarkan perhitungan suara tingkat kecamatan itu, Niat unggul 14.147 suara atau sekitar 2 persen dari QA.  

Bila tidak aral melintang rekapitulasi tingkat kabupaten nanti malam akan berlangsung lancar. Dan, penyelenggara pemilu akan menetapkan Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik. 

Apalagi kabar yang berkembang paslon QA sudah legawa menerima proses perhitungan suara berjenjang yang telah dilakukan KPU Gresik itu. Benarkah? 

Ketua Tim Hukum dan Advokasi Paslon QA, Hariyadi ketika dikonfirmasi telepon genggam mengatakan, tim kuasa hukum dan paslon QA telah bertemu sebelumnya. 

Berdasarkan sejumlah pertimbangan dan kajian hukum sepakat untuk tidak akan mengajukan gugatan sengketa pemilihan kepada Mahkamah Konstitusi (MK). 
Hariyadi mengatakan ada beberapa pertimbangan yang mendasari sikap tersebut.

Yakni, dasar hukum Undang- Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada dan beberapa Peraturan KPU (PKPU) yang memuat penjelasan detail terkait proses pemungutan, penghitungan, serta rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan hasil pemilihan serentak tahun 2020.

“Hasil rekapitulasi suara dan syarat formil untuk mengajukan gugatan ke MK sudah tidak memenuhi syarat. Sesuai aturan tersebut selisihnya harus dibawah 0,5 persen atau sekitar 3.000 suara,”terang Hariyadi dikonfirmasi, Rabu 16 Desember 2020

“Berdasarkan hasil rapat evaluasi kami bersama paslon 1 dan tim pemenangannya. Kami menerima hasil tersebut dan tidak akan mengajukan sengketa Pilkada ke MK,”imbuhnya.

Menurut dia, pihaknya juga tidak menemukan bukti pendukung tentang dugaan pelanggaran secara terstruktur,  sistemik, dan masif (TSM). Baik oleh pihak penyelenggara maupun tim dari paslon 2. 

“Sesuai komitmen QA sejak awal pendaftaran calon yakni Gresik Ayem Tentrem. Kami pun legawa dan mengucapkan selamat,”tegasnya.

Namun, pihaknya mengaku akan menggunakan momentum Pilkada 2020 ini sebagai evaluasi dalam pelaksanaan pemilihan kedepan.

“Kami sudah menginventarisir semua laporan dan temuan dugaan pelanggaran. Akan kami sampaikan kepada pihak penyelenggara sebagai bahan evaluasi agar bisa melaksanakan pemilihan lebih baik,”jelasnya.

Bahkan, pasca penetapan hasil rekapitulasi oleh KPU selesai. Paslon QA berencana mengucapkan selamat kepada Niat.

“Teknisnya akan dibahas lebih lanjut. Semoga bisa membawa Gresik lebih baik dan melaksanakan semua program dan janjinya saat masa kampanye lalu,”harapnya. 

Terpisah,  Ketua Tim Pemenangan Niat  Khoirul Huda mengatakan pihaknya akan tetap menunggu hasil resmi dari KPU Gresik. Dia juga berharap para pendukung, relawan dan simpatisan tidak terlalu euforia berlebih dengan menjaga kondusifitas di Gresik. 

“Kami akan kawal terus sampai penetapan resmi dari KPU Gresik. Lagipula pandemi Covid-19 juga masih terjadi, wajib untuk patuhi protokol kesehatan,”ungkapnya. (*)

QA Legawa, Selangkah Lagi Paslon Niat Ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Gresik Selengkapnya

Penyisiran hingga Muara Kali Lamong, Anak Terseret Arus Belum Ditemukan

GRESIK,1minute.id – Orang tua yang memiliki anak harus ekstra melakukan penjagaan ketika anak sedang bermain di luar rumah. Hujan deras membuat sejumlah tempat tergenangi banjir. 

Setelah Nusifah, 13, siswa asal Benjeng terseret arus dan ditemukan meninggal dunia. Senin sore, Alfareno Eka Aditya hanyut terseret arus ketika hendak mandi di bagian hilir Kali Lamong di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Hingga pukul 17.20, pencarian dilakukan tim gabungan terdiri dari Basarnas, BPDB dan Polair Polres Gresik belum membuahkan hasil. 

Tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran hingga radius 2 kilometer dari lokasi kejadian. Derasnya arus membuat tim SAR gabungan kesulitan untuk melakukan pencarian. 

“Sampai sore ini, belum bisa ditemukan,”ujar Kepala Desa Sukorejo Fatkhur Rahman, Selasa 15 Desember 2020.

Informasi yang dihimpun Senin 14 Desember 2020 sekitar pukul 16.30 korban Alfareno Eka Aditya, 12 tahun bermain dengan tiga temannya. Semuanya, warga desa setempat.  

Setelah bermain mereka hendak mandi aliran Kali Lamong itu. Kondisi air sungai bagian hilir Kali Lamong itu cukup tinggi. Air pun keruh. Bahkan, di sejumlah kecamatan mulai Balongpanggang, Benjeng hingga Cerme air bah luapan Kali Lamong itu menggenangi ratusan unit rumah, jalan desa, hingga jalan kabupaten. 

Korban setelah melepas baju kemudian masuk ke sungai untuk berenang. Korban terseret arus. Tiga temannya berusaha menolongnya. Akan tetapi upaya pertolongan gagal. Korban pun hanyut. 

Kabar hanyutnya korban itu terdengar nelayan setempat. Puluhan perahu nelayan dikerahkan untuk melakukan penyisiran. Namun, upaya pencarian hingga larut malam belum juga menemukan korban. (*)

Penyisiran hingga Muara Kali Lamong, Anak Terseret Arus Belum Ditemukan Selengkapnya

Genangan Air Bah Luapan Kali Lamong Semakin Tinggi, Jalan Raya Morowudi Terputus

Cabup Terpilih Fandi Akhmad Yani takziah ke rumah duka keluarga korban luapan Kali Lamong, Senin 14 Desember 2020


GRESIK, 1minute.id – Air bah luapan Kali Lamong semakin besar di Kecamatan Cerme. Jalan Raya Morowudi terputus, Selasa 15 Desember 2020. Genangan air bah setinggi 70 sentimeter.

Menurut penasehat Tagana Gresik Abdul Mukhid, genangan air di sepanjang jalan Morowudi, Kecamatan Cerme sudah setinggi 70 sentimeter. “Sehingga akses jalan menuju Benjeng dari Morowudi dialihkan melewati Metatu, Benjeng,”kata Mukhid, Selasa 15 Desember 2020.

Kondisi Jalan Raya Morowudi, Kecamatan Cerme, Senin 14 Desember 2020 ( foto : chusnul cahyadi)

Sejumlah kendaraan roda dua dan empat jenis MPV yang nekat menerobos genangan air harus didorong karena mogok. “Jalan Morowudi memang tidak ditutup warga. Akan tetapi, pengendara memilih memutar haluan daripada mogok ditengah perjalanan,”ujarnya. 

Penasehat Tagana Gresik Abdul Mukhid

Disisi lain, kata Mukhid, perkembangan air semakin tinggi membuat taruna tangguh bencana (Tagana) Gresik memindahkan dapur umum dari Benjeng menuju Selter Dinas Sosial (Dinsos) di Kecamatan Cerme. 
Terpisah, Camat Cerme Suyono mengatakan derasnya arus luapan Kali Lamong membuat tanggul di Desa Iker-ikergeger ambrol.

“Tanggul Iker-iker jebol Senin siang,”kata Suyono dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Data Kecamatan Cerme, air luapan Kali Lamong telah menggenangi sembilan desa. Sembilan Desa itu adalah Lengkong ; Dadapkuning ; Sukoanyar dan Ngembung. Kemudian, Desa Dungus ; Dampaan ; Dooro ; Guranganyar dan Morowudi. 

Di sembilan desa yang tergenangi luapan Kali Lamong itu sebanyak 957 unit. Ketinggian air di dalam rumah warga antara 20 – 40 sentimeter. Di Desa Dungus yang paling parah. Ada 500 unit rumah yang terendam. 

Seperti diberitakan, curah hujan tinggi di hulu Kali Lamong yakni Mojokerto dan Lamongan membuat Kali Lamong meluap sejak Minggu dini hari. Air bah itu mengabikatkan seorang siswa terseret arus dan ditemukan meninggal dunia pada Senin, 14 Desember 2020. Korban bernama Nusifah, 13 tahun.

Sementara itu, Cabup terpilih versi perhitungan real count KPU Fandi Akhmad Yani melihat langsung kondisi luapan Kali Lamong di Desa Munggungianti, Kecamatan Benjeng. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mampir ke posko banjir di desa setempat. Gus Yani juga menyempatkan takziah kerumah keluarga Nusifah. (*) 

Genangan Air Bah Luapan Kali Lamong Semakin Tinggi, Jalan Raya Morowudi Terputus Selengkapnya

Niat Tunggu Penetapan KPU sebagai Bupati dan Wabup Gresik, Hasil Real Count Memperoleh 51 Persen Suara


GRESIK, 1minute.id – Selangkah lagi pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) akan ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati Gresik. 

Merujuk hasil real count Sirekap KPU, perolehan paslon nomor urut 2 yang bertengger di posisi 51 persen bakal sulit dikejar rivalnya, paslon nomor urut 1, Moh Qosim – Asluchul Alif. 

Pasalnya, real count Sirekap KPU di situs Pilkada2020.kpu.go.id sekitar pukul 12.48 telah kelar seratus persen. Berdasarkan Sirekap KPU itu, Niat mengantongi 369.585 suara dan QA mendapatkan 355.438 suara.

Bila tidak aral melintang, komisi pemilihan umum (KPU) akan menetapkan perolehan suara Niat itu dalam rapat pleno paling lambat 23 Desember 2020. 

Ketua DPC PPP Gresik Ahmad Nadir

Bagaimana reaksi partai pengusung Niat? Ketua DPC PPP Gresik Ahmad Nadir dikonfirmasi mengungkapkan rasa bersyukurnya. “Ini kemenangan masyarakat Kota Santri,”ujar Nadir dikonfirmasi selulernya, Senin 14 Desember 2020.

Namun, Nadir tetap meminta kepada para relawan dan masyarakat untuk terus mengawal perolehan suara Niat hingga penetapan oleh KPU. “Tetap harus dikawal hingga KPU menetapkan Gus Yani dan Bu Min sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik,”tegasnya. 

Nadir berharap masa kepemimpinan Gus Yani dan Bu Min kedepan Gresik semakin baik. “Dan, bupati dan wabup terpilih bisa amanah,”ujarnya. (*)

Niat Tunggu Penetapan KPU sebagai Bupati dan Wabup Gresik, Hasil Real Count Memperoleh 51 Persen Suara Selengkapnya

Terseret Arus, Gandengan Tangan Terlepas, Siswa SMP Hanyut, BPBP Lanjutkan Pencarian Senin


GREEIK,1minute.id – Badan penanggulangan bencana daerah (BPDB) Gresik menghentikan sementara pencarian anak hilang terseret luapan Kali Lamong di Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Minggu 13 Desember 2020.

Korban hilang bernama Nasifah, 13 tahun.  Kapala BPBD Gresik Tarso Sagito mengatakan, pencarian dihentikan karena kondisi malam hari. “Besok (Senin) pencarian akan kami lanjutkan,”ujar Tarso dikonfirmasi selulernya, Minggu 13 Desember 2020 malam. 

Korban Nasifah sekitar pukul 11.00 berjalan melintasi air bah luapan Kali Lamong di  Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng. 
Ketinggian air sekitar 60 sentimeter di jalan desa. Ratusan unit rumah terendam. Siang itu, Nasifah berjalan bergandengan tangan dengan temannya. 

Tarso menambahkan, perkembangan air bah Kali Lamong mengarah kw Benjeng dan Cerme. “Sebagian desa di Balongpanggang mulai surut. Air mengarah ke Benjeng dan Morowudi, Cerme,”katanya.

Luapan Kali Lamong ini mulai masuk kw desa-desa di Kecamatan Balongpanggang sejak Minggu 13 Desember 2020 pukul 02.00. Hujan lebat mengguyur Gresik Selatan, Lamongan hingga Mojokerto membuat Kali Lamong di area Gresik tidak bisa menampung.

Sebab, kondisi Kali Lamong dangkal dan sempit. Akibatnya air menggenangi sawah, tambak, jalan desa, hingga rumah penduduk. (*)

Terseret Arus, Gandengan Tangan Terlepas, Siswa SMP Hanyut, BPBP Lanjutkan Pencarian Senin Selengkapnya

Kelas Industri mulai Pembelajaran, Kuliah Perdana Menghadirkan Direktur Human Capital Indospring

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 24 siswa kelas industri Indospring SMK PGRI 1 Gresik memulai pembelajaran, Sabtu 12 Desember 2020. Kuliah perdana angkatan VII ini dibimbing langsung Human Capital Director PT Indospring Bob Budiono.

Masa pandemi Covid-19 Bob Budiono lebih banyak memotivasi siswa untuk disiplin protokol kesehatan dan budaya kerja. Sebab, virus corona tidak terlihat oleh mata.

Sehingga disiplin menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan dengan sabun harus dilakukan. “Vaksin sesungguhnya adalah memenuhi prokes,”tegas Bob Budiono dihadapan 24 siswa dan perwakilan wali murid di lantai 2 Gedung SMK PGRI 1 Gresik, Sabtu 12 Desember 2020. 

Dia melanjutkan masa pandemi semua industri terdampak. Pabrik pegas daun maupun pegas keong (pegas ulir) terdampak virus berawal dari Wulan, Tiongkok itu sempat terdampak. 

“Terpuruk di bulan Mei.Beruntung pencipta alam sangat baik dengan Indospring. Dan, kemudian merangkak naik terutama ekspor,”katanya. “Dan, hari ini Indospring akan melakukan ekspor perdana ke Taman,”imbuhnya. 

Kuncinya, disiplin dan inovasi. Bob berharap 24 dari 380 siswa lolos seleksi ini dari segi kemampuan hampir sama. Lalu apa pembedanya? “Harus memiliki agile (tangkas),”kata Bob Budiono. 

Selain itu, siswa harus berbakti kepada orang tua. “Nanti bila di terima di Indospring jangan lupa berikan perhatian kepada orang tua,”pesannya.

Biasanya, Bob Budiono memberikan kuliah perdana bisa lebih 60 menit. Namun, masa pandemi Bob hanya memberikan kuliah perdana selama 30 menit. Bob mempersilakan siswa untuk mengcopi materi di flasdisk. “Silakan di copi untuk dipelajari,”ujarnya. 

Sementara itu, Kepala SMK PGRI 1 Gresik Arief Susanto mengatakan, mengapresisi kepedulian Bob Budiono dan Indospring atas kepedulian kepada dunia pendidikan.

Selain itu, Arief juga meminta kepada 24 siswa kelas industri untuk selalu bersyukur karena terpilih menjadi siswa Indospring Class. 

“Dan utamakan budaya kerja,  seperti tempat waktu, menggunakan APD dan K3,”tegas Arief. (*)

Kelas Industri mulai Pembelajaran, Kuliah Perdana Menghadirkan Direktur Human Capital Indospring Selengkapnya

Pandemi Covid-19, Sertijab Waka Polres Gresik dengan Prokes, Tetap Khidmat

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto didampingi (kiri) Kompol Dhyno Indra Setyadi dan (kanan) Kompol Eko Iskandar


GRESIK,1minute.id – Gerbong mutasi di Polres Gresik kembali bergerak. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memimpin serah terima jabatan (sertijab) Waka Polres Gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi kepada Kompol Eko Iskandar. 

Sertijab dilanjutkan pisah sambut secara sederhana dengan protokol kesehatan itu digelar di Mapolres Gresik di Jalan Basuki Rahmat,  Gresik. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam sambutannya mengatakan mutasi dalam institusi Polri adalah hal yang wajar. Hal ini sebagai upaya penyegaran dan promosi jabatan anggota kepolisian.

“Puji syukur kita semua bisa menghantarkan sekaligus menyambut pergantian pejabat Wakapolres Gresik,” ujarnya, Jumat 11 Desember 2020.

Alumnus Akpol 2001 menyampaikan apresiasinya terhadap Kompol Dhyno yang telah mengemban tugas dengan baik selama menjabat di Polres Gresik. Dhyno bakal menempati pos barunya sebagai Kasubbag TIK Bagbinopsnal Ditlantas Polda Jatim.

Sedangkan penggantinya Kompol Eko Iskandar sebelumnya menjabat Kasatlantas Polresta Sidoarjo. 

“Momen ini merupakan acara yang haru namun penuh optimisme. Di mana orang-orang hebat pergi untuk mengemban tugas yang baru dan telah datang orang yang hebat untuk menggantikannya,”ungkapnya. 

Sementara itu, Kompol Dhyno mengaku bersyukur dapat menjalankan tugas selama dua tahun tiga hari sebagai Wakapolres Gresik. Perjalanan begitu tak terasa hingga berganti tiga Kapolres.

“Mohon maaf kepada rekan-rekan apabila dalam tutur kata maupun perbuatan yang telah kami perbuat disengaja ataupun tidak disengaja,”kata Dhyno. (*)

Pandemi Covid-19, Sertijab Waka Polres Gresik dengan Prokes, Tetap Khidmat Selengkapnya

DPP PDI-P Datang ke Gresik Bawa Hasil Survei Kemenangan Niat, Kawal Pemenangan di PPK

(ki-ka) Ketua DPC PDIP Gresik Mujib Ridwan, By Risma dan Sadarestuwati di kantor DPC PDI-P


GRESIK,1minute.id – Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesian Perjuangan mengunjungi kantor DPC PDI-P Gresik di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik, Kamis 10 Desember 2020.

Kunjungan Wasekjen DPP PDIP Sadarestuwati didampingi Tri Rismaharini itu membawa hasil survei Dari Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP. Mereka disambut Ketua DPC PDI-P Gresik Mujib Ridwan dan jajaran pengurus partai.

“Dari hasil survei BSPN itu,  paslon nomor urut 1, pak Qosim dan dokter Alif mendapatkan suara 48,97 persen. Pasangan yang diusung PDIP nomor urut 2, Gus Yani dan Bu Min alhamdulilah bisa 51,03 persen,”paparnya di kantor DPC PDIP Gresik, Kamis 10 Desember 2020. 

Pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) diusung enam partai. Yakni, PDI-P, PPP, Nasdem, Partai Demokrat, Partai Golkar dan PAN. 

“Ini bukan akhir tugas dari tim, karena mulai besok (Jumat) akan bertugas mengawal pemenangan di PPK,”tegas Sadarestuwati. 

Sementara itu, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang juga Ketua DPP PDIP menyampaikan harapannya kepada pemerintahan Gresik baru.

Adanya wakil Bupati dari kalangan perempuan akan memberikan sifat perempuan yang lebih detail dalam pembangunan di Gresik.
Menjadi kepala daerah, lanjut Risma, bukanlah kuat-kuatan badan atau kuat-kuatan fisik.

“Saya percaya kedepan di Gresik kotanya akan lebih ramah, lebih bersih, nyaman dengan hal-hal yang sifatnya kecil-kecil. karena kita terbiasa Kabupaten itu adalah rumahnya,”katanya.

Lebih nyaman, karena sifat perempuan peduli kepada anak-anak memberikan rasa aman dan nyaman. (*)

DPP PDI-P Datang ke Gresik Bawa Hasil Survei Kemenangan Niat, Kawal Pemenangan di PPK Selengkapnya

Diduga Pengaruh Miras, Dua Pemuda Bersenjata Pisau Dapur Keroyok Tetangga


GRESIK,1minute.id – Aksi brutal diduga dilakukan Robert, 18 tahun. Pemuda asal Lampung itu tiba-tiba masuk rumah Nuh al Mubarok di Desa Campurrejo, Kecamatan Penceng, Gresik, Rabu 9 Desember 2020. 

Robert dan temannya, Aris, 18, membawa pisau dapur lalu menyerang korban Nuh itu. Serangan mendadak itu membuat Nuh kelagapan untuk menangkis. Akibat serangan itu, Nuh mengalami luka di jari dan bagian kepalanya. Korban Nuh dilarikan ke RSUD Ibnu Sina Gresik. 

Informasi yang dihimpun Rabu, 9 Desember 2020 badal Mahgrib Roziqin bertemu keponakan Nuh al Mubaroq Di Desa Campurrejo, Kecamatan Penceng, Gresik untuk menanyakan terkait kepergiannya dengan anaknya. 

Setelah bercengkrama Roziqin masuk rumah. Tiba-tiba, lelaki 41 tahun itu mendengar keributan di luar rumahnya. Roziqin melihat ada dua pemuda menyerang Nuh menggunakan pisau dapur. 

Robert, Sarah satu pelaku mengarahkan pisau dapur kearah korban Nuh. Serangan dadakan itu membuat Nuh berusaha menangkisnya. Akibatkan jari tangan terluka. Roziqin keluar dan mencoba melerai akan tetapi Roberts berusaha menyerangnya.

Korban Nuh memilih lari menyelamatkan diri. Melihat Nuh kabur Aris, teman Robert memburunya dengan membawa pisau dapur. Sebetan pisau Aris mengenai bagian tangan korban dan kepala. Masyarakat yang mendengar adanya keributan itu berhamburan keluar rumah. 

Massa berhamburan keluar rumah membuat , Robert dan Aris kabur. Korban Nuh lalu ditolong masyarakat. Setelah itu, Roziqin melaporkan kejadian pengeroyokan itu ke Polsek Penceng. 

Kapolsek Panceng AKP D. Jannah melalui Kanitreskrim Polsek Penceng Iptu Dawud membenarkan kejadian pengeroyokan tersebut. “Setelah dapat laporan kami lakukan pengejaran. Malam itu juga kedua pelaku kami tangkap,”ujar Iptu Dawud, Kamis 10 Desember 2020.

Kedua pelaku, tambahnya, dijerat pasal 170 KUHP tentang penganiayaan. “Mereka kami than,”umar mantan Kanit Pidum Satreskrim Polres Gresik itu. Tentang motif penganiayaan, kedua pelaku mengaku dendam terhadap korban. “Pengaruh minuman keras,”tegasnya. (*)

Diduga Pengaruh Miras, Dua Pemuda Bersenjata Pisau Dapur Keroyok Tetangga Selengkapnya