Tiada Henti Cetak Generasi Unggul Indonesia, 126 Pelajar dan Mahasiswa Penerima Bestro Jalani Pelatihan

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia kembali memberikan pelatihan kepada 74 pelajar SMA dan 52 mahasiswa penerima Beasiswa Petrokimia atau Bestro. Tiada henti mencetak generasi unggul Indonesia.

Pelatihan peningkatan softskill bertajuk “Welcoming Bestro” ini dibuka oleh Senior Vice President atau SVP Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo mewakili Direktur Utama, Dwi Satriyo Annurogo di Gresik, Jawa Timur, baru-baru ini.

Terpisah, Dwi Satriyo menyampaikan bahwa, program ini sekaligus menjadi arahan dari Kementerian BUMN untuk mendukung suksesnya program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dimana salah satu fokusnya adalah memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia atau SDM dan sektor pendidikan.

“Pelajar maupun mahasiswa penerima Bestro tidak hanya mendapatkan biaya pendidikan full cover dari Petrokimia Gresik. Mereka juga memperoleh pelatihan softskill yang dibimbing langsung oleh seorang ahli sehingga lebih unggul dan agile di era persaingan yang semakin ketat ini,” ujar Dwi Satriyo pada Minggu, 26 Januari 2025.

Para penerima Bestro jenjang SMA akan mendapatkan materi pengembangan bekerja sama dengan Ruang Guru. Mereka juga akan mendapatkan bimbingan belajar gratis bersama Ruang Guru. Melalui fasilitas ini, peserta akan mendapatkan dukungan pembelajaran yang komprehensif dengan membantu memahami materi pelajaran secara mandiri dengan lebih efektif dan interaktif. Dalam sesi ini ada sharing session terkait strategi masuk ke perguruan tinggi.

Berikutnya, peserta mengikuti Social Project “Video Competition” yang berfokus pada isu kesehatan mental dan kampanye antiperundungan. Mereka juga mendapatkan materi pada outbond teamwork building.

Adapun penerima Bestro jenjang S1 atau mahasiswa akan mendapatkan materi yang berbeda, yaitu mengunjungi hutan mangrove di Mengare, untuk mendapatkan pengalaman menanam mangrove di kawasan Mengare Discovery sembari meninjau hasil perbaikan lingkungan dari ancaman abrasi. 

Berikutnya, peserta juga mengikuti sesi Personal Development Training bersama HALOKA TALK dengan tujuan agar bisa survive di dunia perkuliahan, setting goals, dan menentukan jenjang karier.

Terakhir, penerima Bestro S1 juga mengikuti Sustainable Idea Competition atau SIC 2.0. Lomba ini dirancang untuk mengembangkan penalaran dan inovasi mahasiswa dalam mengembangkan ide-ide terkini untuk menyelesaikan masalah di sekitar.

“Dengan mengangkat tema “Embrace Growth, Lead the Future”, welcoming tahun ini mengajak penerima Bestro untuk bisa beradaptasi di dunia pendidikan yang dinamis, dan juga menjadi pemimpin perubahan di masyarakat dan dunia kerja yang dinamis,” tandas Dwi Satriyo.

Sebagai informasi, penerima Bestro adalah pelajar berprestasi sekitar perusahaan yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi. Petrokimia Gresik telah menyalurkan Bestro sejak 2014 melalui proses seleksi yang ketat. Selama periode ini, Petrokimia Gresik telah menyalurkan Bestro kepada 488 pelajar dan mahasiswa, rinciannya 321 pelajar jenjang SMA, dan 167 mahasiswa jenjang S1.

“Petrokimia Gresik dalam menjalankan operasional bisnisnya tidak hanya berfokus menyediakan produk pertanian berkualitas, tapi juga berkomitmen memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar melalui pendidikan. Mencetak SDM unggul yang tangguh menghadapi tantangan butuh peran aktif dari banyak pihak. Bestro menjadi salah satu cara terbaik dari Petrokimia Gresik,” pungkas Dwi Satriyo. (yad)

Tiada Henti Cetak Generasi Unggul Indonesia, 126 Pelajar dan Mahasiswa Penerima Bestro Jalani Pelatihan Selengkapnya

Suci Rupang, Bersihkan Kelenteng Kim Hin Kiong, Warga Tionghoa Gresik Siap Rayakan Imlek

GRESIK,1minute.id – Ratusan rupang di kelenteng Kim Hin Kiong di Gresik elah di sucikan pada Jumat, 24 Januari 2025. Warga Tionghoa di Gresik siap menyambut Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili. 

Untuk mensucikan ratusan rupang atau patung para dewa membutuhkan lebih dari 12 jam. Meski, lelah namun umat Tri Dharma yang biasa sembayang di Tempat Ibadat Tri Darma atau TITD alias kelenteng berada di kampung Pecinan Jalan Setia Budi, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur semringah. Sebab, mereka memiliki keyakinan bisa mensucikan rupang bakal mendapatkan keberkahan. 

“Lancar rezekinya,  kebahagian rumah tangga bahagia dan panjang umur,” kata Ketua TITD Kim Hin Kiong, Tan Sutanto. Di tempat ibadat yang masuk Cagar Budaya itu terdapat beberapa rupang yang paling dihormati. Diantaranya, Mak Co Thian Sang Sing Bo atau Dewi Laut dan Dewi Kwan in. Rupang Dewa Mak Co Thian Sang Sing Bo diletakkan di bagian tengah altar kelenteng yang dibangun pada 1 Agustus 1153 itu. 

Dalam pantauan wartawan 1minute.id pada Sabtu, 25 Januari 2025, prosesi mensucikan para dewa telah selesai. Namun, bersih-bersih tetap dilakukan olehnpengerus kelenteng. Antara lain, membersihkan wadah abu yang terbuat dari kuningan. Petugas membersihkan wadah kuningan ini dengan cairan semprot. “Nanti sembayang akan dilakukan pada 28 Januari 2025 malam,” katanya. (yad) 

Suci Rupang, Bersihkan Kelenteng Kim Hin Kiong, Warga Tionghoa Gresik Siap Rayakan Imlek Selengkapnya

Polres Gresik Bekuk Otak & Eksekutor Perampokan di Rumah Paulina di Perumahan De Naila

GRESIK,1minute.id – Masih ingat kejadian perampokan di rumah Paulina Siahaya di Kompleks Perumahan De Naila, Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Senin, 6 Januari 2025 pukul 11.30 WIB.

Pelaku menyaru sebagai tamu anaknya. Nenek 69 tahun menyuguhkan teh hangat. Ternyata, tamu tak diundang itu pria berbulu domba. Pelaku menyekap korban kemudian menggasak uang dan perhiasan bernilai puluhan juta. Rinciannya, perhiasan emas seberat 25 gram, dua unit handphone, dan uang tunai sebesar Rp 500 ribu. Total kerugian diperkirakan sebesar Rp 15 juta.

Setelah dua pekan melakukan penyelidikan polisi berhasil mengungkap dan menangkap dua dari tiga perampok itu.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Abid Uais Al-Qarni mengatakan, para pelaku yang beraksi ada tiga orang. Mereka mengatur rencana dan membagi tugas untuk melakukan aksi pencurian di rumah korban Paulina Siahaya, 69 tahun. 

Tiga tersangka yakni otak perampokan berinisial KS, 51, warga Desa Pedagangan, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik dan eksekutor berinisia MA, 48,  warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Satu pelaku lain yang masih buron berinisial KY, 40.

Menurut keterangan tersangka kepada polisi, perampokan ini berawal dari rasa sakit hati tersangka KS. Sebab KS pernah menggadaikan perhiasan ke korban Paulina. Karena tak kunjung dibayar hingga jatuh tempo, korban terus menagih.

Karena hal tersebut, tersangka KS menghubungi temannya, MA dan KY untuk melakukan perampokan. Mulanya, KS mengajak satu tersangka lain untuk berkeliling ke sekitar TKP untuk memberitahu posisi rumah korban.

“Jadi tersangka KS ini tidak ikut masuk ke rumah korban. Tapi dia yang mengetahui kalau ada perhiasan di rumah korban dan memberitahu lokasi rumahnya. Eksekutornya MA dan KY, modusnya mereka berpura-pura bertamu menanyakan keberadaan Viki, anak korban,” tegasnya di dampingi Kanit Resmob Ipda Andi Muh. Asyraf dan Kasi Humas Polres Gresik pada Jumat, 24 Januari 2025

Pelaku KS selaku otak dari pencurian berhasil diamankan di Wringinanom, selanjutnya dilakukan pengembangan kasus dan sekitar pukul 17.30 WIB berhasil menangkap MA dirumahnya di Mojokerto.

Barang bukti yang diamankan, satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam nopol W 2419 NFN, satu unit sepeda motor Honda Supra warna merah hitam nopol S 2448 SV, satu buah jaket warna abu-abu , satu pasang sepatu warna hitam, satu pasang sandal warna coklat, dua buah helm warna hitam, satu buah helm warna hitam putih. 

“Tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” tutupnya. (yad)

Polres Gresik Bekuk Otak & Eksekutor Perampokan di Rumah Paulina di Perumahan De Naila Selengkapnya

Main di Kandang, Gresik United Antiklimaks, Kalah 0-1 dari Persiku Kudus

GRESIK,1minute.id – Gresik United mengalami antiklimaks. Tim berjuluk Laskar Joko Samudro itu harus mengakui kekalahan saat menjamu Persiku Kudus dengan skor 0-1 di Gelora Joko Samudro atau G-JOS pada Jumat, 24 Januari 2025.

Meski kalah tipis, keoknya tim besutan Djajang Nurdjaman ini harus menjadi sinyal lampu kuning. Bila tidak segera bangkit bisa berpotensi melorot ke kasta ke Liga III Indonesia. 

Coach Djanur-sapaan-Djajang Nurdjaman mengakui hasil akhir yang tidak sesuai ekspektasi saat menjamu Persiku Kudus di lanjutan Play Off Degradasi Liga 2 Indonesia ini diluar prediksinya. 

Ia pun secara gentleman meminta maaf kepada para suporter Gresik United, Ultras Gresik. “Saya mohon maaf kepada Ultras Gresik,” ujar Djanur saat Konferensi Pers usai laga pada Jumat, 24 Januari 2025.

Gol semata wayang dari Antoni Putro Nugroho di menit ke-77 yang mengubah skor menjadi 0-1, tidak perlu diratapi. Tapi, menjadi introspeksi untuk berbenah agar lebih greng di laga-laga berikutnya.  “Kekalahan ini bukan berarti (Gresik United,Red) kiamat. Di laga berikutnya melawan Persibo Bojonegoro harus menang,” tegasnya. 

Kekalahan di kandang kali pertama tidak harus diratapi. Sebab, masih ada laga 6 ( 3 home dan 3 tandang) berikutnya. Di grup J ini, Gresik United bersama Persibo Bojonegoro ; Persiku Kudus ; Persekat Tegal dan Persewar Waropen.

Persaingan sangat ketat. Setiap laga bagai final. Pelatih dan pemain harus mampu meracik strategi dengan baik, serta menjaga konsentrasi tinggi untuk menghindari kegagalan yang dapat mengakhiri perjalanan mereka di Liga 2.

Pernyataan serupa disampaikan Djoko Supriyanto, yang juga meminta maaf kepada suporter, terutama Ultras Gresik. “Hasil ini sangat mengecewakan bagi kami dan suporter. Sekali lagi, kami minta maaf atas hasil ini,” katanya. (yad)

Main di Kandang, Gresik United Antiklimaks, Kalah 0-1 dari Persiku Kudus Selengkapnya

Cegah Wabah PMK, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Pantau Langsung Vaksinasi Sapi di Wringinanom

GRESIK,1minute.id – Anak sapi ras limosin itu berontak seakan takut divaksinasi PMK. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengingatkan para dokter hewan dari UPT Peternakan, Dinas Pertanian Gresik untuk berhati-hati. “Hati-hati dokter. Sapi ada juga yang takut divaksin,” seloroh Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani pada Jumat, 24 Januari 2025.

Sapi yang berontak itu menunjukkan sehat. Gerakannya lincah dan bertenaga. Sebab,  vaksinasi PMK ini diberikan kepada sapi-sapi yang sehat dengan minimal usia 3 bulan dan dosisnya 2 ml per ekor sapi.

Vaksinasi PMK adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan ternak dan mencegah penyebaran penyakit yang dapat mengancam kesejahteraan peternak serta pasokan daging dan susu.

VAKSINASI SAPI : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memantau langsung vaksinasi PMK di Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Jumat, 24 Januari 2025 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Gus Yani memantau langsung pemberian vaksinasi dan obat-obatan untuk hewan sapi di Desa Wringinanom dan Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur bertujuan mencegah wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK merebak. 

Gus Yani didampingi Kepala Dinas Pertanian atau Kadistan Gresik Eko Anindito Putro dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja atau Pol PP Gresik Agustine Halomoan Sinaga memberikan perhatian serius pencegahan wabah PMK di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Ada puluhan hewan sapi yang mendapatkan vaksinasi. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pihaknya telah meminta Dispertan bersama jajarannya untuk mengintensifkan vaksinasi terhadap hewan sapi yang masih sehat. “Hal ini dilakukan untuk mencegah agar sapi-sapi tersebut tidak tertular wabah PMK,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sampai saat ini jumlah sapi di Kabupaten Gresik yang terpapar wabah PMK ada sebanyak 530 ekor. Dari jumlah tersebut 140 di antaranya ada di Kecamatan Wringinanom. “Kami mengimbau kepada peternak untuk selalu menjaga kebersihan kandangnya masing-masing untuk mencegah tertular PMK,” terang Magister Mitigasi Bencana dari Unair Surabaya itu.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh peternak dan kepala desa untuk segera berkoordinasi dengan penyuluh dan UPT Peternakan. Sehingga, sapi-sapi yang ada di wilayahnya bisa segera divaksin. “Kami pastikan vaksinnya sudah siap. Saat ini ada sekitar 3.525 vaksin yang sudah ready dan akan ditambah lagi oleh pemerintah pusat,” imbuh orang nomor satu di Kota Santri ini.

Dalam kesempatan ini, bupati juga menyerahkan bantuan berupa obat-obatan kepada para peternak. Mulai desinfeksi kandang dan peralatannya, obat luka-luka, vitamin hingga obat cacing.

Pemberian vaksinasi PMK ini dilakukan di sejumlah kandang milik warga. Di antaranya, kandang sapi milik Iswandi di Desa Wringinanom. Di lokasi ini ada 30 ekor sapi dan kondisinya dipastikan sehat.

Sedangkan, di Desa Kesamben Kulon, vaksinasi PMK dilakukan di kandang milik Ny Rupiah. Ada 6 ekor sapi. Semuanya, kini sudah mendapatkan vaksinasi PMK. “Alhamdulillah disini semua sapinya telah divaksin dan kondisinya sehat,” ungkap Bupati Fandi Akhmad Yani. 

STERILISASI KANDANG : Petugas dari UPT Peternakan, Dinas Pertanian dan BPBD Gresik melakukan penyemprotan desinfektak kandang pasca vaksinasi PMK di Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Jumat, 24 Januari 2025 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pasca vaksinasi PMK, petugas dari UPT Peternakan, Dinas Pertanian Gresik dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Gresik melakukan penyemprotan desinfektan ke kandang sapi tersebut. Tujuannya, membersihkan dan mensterilkan kandang sapi. 

Sementara itu, salah satu peternak Haji Iswandi mengaku sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Pihaknya berharap wabah PMK bisa segera teratasi dan usaha peternakannya bisa kembali normal. “Saya sangat bersyukur. Karena pak bupati telah memberikan perhatian dengan vaksinasi dan obat-obatan,” ujarnya. (yad)

Cegah Wabah PMK, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Pantau Langsung Vaksinasi Sapi di Wringinanom Selengkapnya

Besok, Gresik United Siap Jamu Persiku Kudus di Stadion G-JOS

GRESIK1minute.id – Babak Play off degradasi Liga 2 Indonesia berlanjut. Pada Jumat, 24 Januari 2025, Gresik United akan menjamu Persiku Kudus di Stadion Gelora Joko Samudro alias G-JOS.

Main di kandang, tim berjuluk Laskar Joko Samudro memiliki optimistis tinggi bisa meng-KO Persiku. Optimistis itu, bukan tanpa alasan. Pada laga perdana, play off Gresik United yang ngeluruk ke kandang Persekat Tegal bisa membawa pulang 3 poin. Memukul tim tuan rumah dengan skor 2-1. 

Nah, di laga pekan kedua, Jumat besok, 24 Januari 2025, tim yang diarsiteki oleh Djajang Nurdjaman – biasa disapa – Djanur  bakal bermain di hadapan suporter fanatiknya, Ultras Gresik akan meningkatkan adrenalin pemain Gresik United. Apalagi, selama babak penyisihan di liga kasta kedua Indonesia ini, Dicky Kurniawan dkk belum pernah kalah di stadion G-JOS.

Pelatih Gresik United Djajang Nurdjaman menyatakan, meski waktu persiapan mepet. Akan tetapi, pihaknya siap menghadapi Persiku Kudus. Semua pemain, katanya, dalam kondisi baik. 

Tidak ada pemain yang mendapatkan masalah akumulasi. “Semoga hasilnya nanti baik. Bisa meraih kemenangan,” ujarnya di sesi konfrensi pers menjelang Laga Play Off Degradasi di Stadion G-JOS pada Kamis, 23 Januari 2025.

Ia menegaskan, pihaknya menargetkan semua laga kandang di grup J sebanyak 4 kali pertandingan bisa menyapu bersih. “Agar Gresik United bisa bertahan di Liga 2 pada kompetisi selanjutnya,” tegas Djanur. Untuk mencapai terget menyapu bersih laga kandang, lanjut Djanur, tidak boleh memandang remeh lawan. 

Ia mencontohkan, Persiku Kudus pada laga perdana ke markas Persibo Bojonegoro kalah dengan skor tipis, 1-0. Di laga kedua, kata Djanur memprediksi Persiku Kudus akan ngotot karena tidak ingin mengalami dua kali kalah. “Kami tentu mewaspadai kebangkitan mereka,” tegasnya. 

Sementara salah satu pemain Gresik United, Ibnu Hajar melanjutkan, para pemain akan berjuang keras untuk mempertahankan tren menang 100 persen di kandang. “Tren 100 persen menang, akan kita pertahankan,” tegasnya. (yad)

Besok, Gresik United Siap Jamu Persiku Kudus di Stadion G-JOS Selengkapnya

Puasa Ramadan Tetap Sekolah. Ini Isi SEB Tiga Menteri

GRESIK,1minute.id – Pemerintah memutuskan selama bulan suci Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi siswa tetap masuk sekolah. Libur sekolah selama Ramadan hanya wacana.

Berdasarkan surat edaran bersama atau SEB tiga menteri yakni Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atau Kemendikdasme ;  Menteri Dalam Nageri atau Mendagri ; dan Menteri Agama atau Menag bernomor 2 Tahun 2025 : Nomor 2 Tahun 2025 dan Nomor 400.1/320/SJ tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi disebutkan. 

Pembelajaran di bulan Ramadan Tahun 1446 Hijriah 12025 Masehi sesuai dengan kalender pemerintah tentang awal Ramadan, Idulfitri, dan cuti bersama/libur Idulfitri yang dilaksanakan di sekolah/ madrasah/ satuan pendidikan keagamaan diatur sebagai berikut.

a. Tanggal 27 dan 28 Februari serta tanggal 3, 4, dan 5 Maret 2025, kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari sekolah/ madrasah/ satuan pendidikan keagamaan.

b. Tanggal 6 sampai dengan tanggal 25 Maret 2025, kegiatan pembelajaran dilaksanakan di sekolah/ madrasah/ satuan pendidikan keagamaan. “Selain kegiatan pembelajaran, selama bulan Ramadan diharapkan melaksanakan kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kegiatan sosial yang membentuk karakter mulia dan kepribadian utama,” begitu bunyi SEB tiga menteri tertanggal 20 Januari 2025 itu.

Bagi peserta didik yang beragama Islam dianjurkan melaksanakan kegiatan tadarus Alquran, pesantren kilat, kajian keislaman, dan kegiatan lainnya yang meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mulia.

Bagi peserta didik yang beragama selain Islam, dianjurkan melaksanakan kegiatan bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing masing.

Tanggal 26,27, dan 28 Maret serta tanggal 2,3,4,7, dan 8 April 2025, merupakan libur bersama Idulfitri bagi sekolah/madrasah/ satuan pendidikan keagamaan. “Selama libur ldulfitri, peserta didik diharapkan melaksanakan silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan persaudaraan dan persatuan,” katanya.

“Kegiatan pembelajaran di sekolah/ madrasah/satuan pendidikan keagamaan dilaksanakan kembali pada tanggal 9 April 2025,” imbuhnya. 

Masih mengutip SEB tiga menteri itu, juga mengatur peran pemerintah daerah, kantor kementerian agama dan orang tua dalam pembelajaran selama Ramadan. 

Peran pemerintah daerah:

1) menyiapkan perencanaan kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadan untuk dipedomani oleh sekolah.

2) menyelaraskan waktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah selama bulan Ramadan.

Peran kantor wilayah Kementerian Agama provinsi/ kantor Kementerian Agama kabupaten/ kota:

1) menyiapkan perencanaan kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadan untuk dipedomani madrasah/ satuan pendidikan keagamaan.

2) Menyelaraskan waktu peiaksanaan kegiatan pembelajaran di madrasah/ satuan pendidikan keagamaan selama bulan Ramadan.

Peran orang tua/wali:

1) orang tua/wali membimbing dan mendampingi peserta didik dalam melaksanakan ibadah.

2) memantau peserta didik pada saat melaksanakan kegiatan belajar mandiri.

Demikian Surat Edaran Bersama ini disampaikan untuk menjadi perhatian dan dipergunakan sebagaimana mestinya. (yad)

Puasa Ramadan Tetap Sekolah. Ini Isi SEB Tiga Menteri Selengkapnya

Kades Pranti, Pemdes Komitmen Selesaikan Proyek PJU dan TPT Sesuai Aturan

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Desa Pranti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik kini tengah menyelesaikan 10 titik  pembangunan bersumber dari BK tahun 2024. “Puji syukur 9 titik (pembangunan) sudah terselesaikan. Tinggal 1 titik proyek infrastruktur itu adalah, pembangunan Tembok Penahan Tanah atau TPT senilai Rp 114 juta,” kata Kepala Desa Pranti Hardi pada Rabu, 22 Januari 2025.

Kepala Desa Pranti Hardi melanjutkan  proyek ini memang sangat dibutuhkan warganya karena selain untuk memudahkan akses warga juga meningkatkan pendapatan warga melalui bisnis UMKM. “Memang murni untuk masyarakat, yang tentunya dibangun sesuai dengan kebutuhan,” tambahnya 

Proyek TPT dibangun sesuai dengan rencana anggaran pelaksanaan atau RAP , dengan kedalaman 2,5 meter dan panjang 40 meter. Lokasinya di area rest area dikelola Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes, yang di atasnya sudah beroperasional 9 lapak jualan UMKM warga desa setempat.

Sedangkan untuk infrastruktur PJU Lingkungan, dibangun sebanyak 13 titik dengan ketinggian 6 meter. Berlokasi di Dusun Glundung, Desa Pranti PJU Lingkungan ini dibangun untuk mempermudah akses ke lokasi pemakaman desa.

Infrastruktur PJU adalah lampu penerangan jalan umum yang merupakan bagian dari infrastruktur penting untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan. 

Kades Hardi menekankan, kedua proyek ini semuanya sudah sesuai RAP dan bestek. Untuk infrastruktur PJU sudah selesai 100 persen. Sedangkan, TPT sudah mencapai 60 persen. “Kita diberi waktu oleh Dinas CKPKP hingga akhir Februari 2025 harus selesai semua. Saya optimis target itu terpenuhi. Target itu tidak hanya untuk Pranti, tetapi semua desa yang proyeknya mendapat dana BK,” tegas Hardi.

Diakui Kades Hardi, proyek TPT memang agak molor. Penyebab, molornya proyek itu, semata-mata karena anggaran BK baru diterima desa pertengahan Desember 2024.

“Penyebab lainnya, memasuki Januari sering turun hujan dengan curah tinggi. Akibatnya pekerja harus menguras air dengan mendatangkan diesel, karena lokasi proyek di atas lahan tambak jadi TPT kadang ambles kena banjir,’ katanya.

Kades Hardi menegaskan komitmen pemerintahan desa mengerjakan semua proyek sesuai dengan aturan. “Saya maupun perangkat pemdes tidak mungkin korupsi, seperti diberitakan belakangan ini. Karena pengerjaan proyek rutin diawasi, juga sudah sesuai RAP,” tegas Kades Hardi sambil meminta masyarakat untuk bersikap dewasa dan bijak dalam menerima informasi. (yad)

Kades Pranti, Pemdes Komitmen Selesaikan Proyek PJU dan TPT Sesuai Aturan Selengkapnya

Pimpin Apel Perdana, Kapolres Gresik AKBP Rovan : Jaga Integritas, Tingkatkan Pelayanan, Perkuat Humas

GRESIK,1minute.id – Ajun Komisaris Besar Polisi atau AKBP Rovan Richard Mahenu, memimpin apel pagi perdananya sebagai Kapolres Gresik. Kegiatan ini dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, dan seluruh personel Polres Gresik di halaman Mapolres Gresik pada Senin, 20 Januari 2025.

Dalam arahannya, Kapolres AKBP Rovan menekankan pentingnya menjunjung tinggi disiplin dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri. Mantan Kasubdit 4/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya ini mengingatkan bahwa setiap tindakan anggota Polri, baik positif maupun negatif, akan memberikan dampak signifikan, tidak hanya kepada diri sendiri tetapi juga kepada keluarga dan institusi.

“Jika tidak bisa berprestasi, setidaknya jangan melakukan pelanggaran. Pelanggaran sekecil apa pun akan berdampak buruk, tidak hanya pada diri sendiri, tetapi juga pada teman, keluarga, dan institusi Polri secara keseluruhan,” tegas alumnus Akpol 2006 itu.

Selain itu, perwira dua melati di pundak itu menginstruksikan seluruh personel untuk aktif memanfaatkan media sosial dengan bijak. Penyebaran konten positif, menurutnya, merupakan salah satu cara efektif untuk memperkuat citra baik Polri di mata masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya persiapan menghadapi pengecekan dari Tim Pusat terkait pelayanan publik.

“Tidak ada ruang untuk pelanggaran, sekecil apa pun. Jaga nama baik institusi dan tingkatkan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Apel pagi ini berlangsung khidmat dan tertib. Sebagai penutup, AKBP Rovan Richard Mahenu mengimbau seluruh personel untuk menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, dan terus membangun kepercayaan publik. Hal ini, menurutnya, menjadi kunci utama dalam memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Dengan penekanan ini, Kapolres Gresik AKBP Rovan mengajak seluruh jajaran untuk bergerak bersama menuju Polri yang semakin profesional, modern, dan terpercaya. (yad)

Pimpin Apel Perdana, Kapolres Gresik AKBP Rovan : Jaga Integritas, Tingkatkan Pelayanan, Perkuat Humas Selengkapnya
Dua anak sedang memilih buku bacaan di mobil perpustakaan milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik di arena car free day Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Tingkat Gemar Membaca di Gresik Kota Industri Dibawah Rerata Jawa Timur

GRESIK,1minute.id – Dinas  Perpustakaan dan Kearsipan Gresik bakal menggelar sejumlah kompetisi untuk meningkatkan tingkat kegemaran membaca atau TGM di Kota Industri – sebutan lain – kabupaten Gresik. Kompetisi untuk semua jenjang pendidikan hingga orang tua. Jenjang SD sederajat, kompetisi story telling ; SMP sederajat terkait meresensi buku. Sedangkan, bunda PAUD read load alias membaca nyaring. 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik Budi Rahardjo mengatakan, hasil survei yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik bersama akdemisi menemukan tingkat gemar membaca atau TGM di Gresik 2024 masih dibawa rata-rata di Jawa Timur. 

“TGM di Gresik sebesar 67,51 atau kategori sedang,” kata Budi Raharjo kepada 1minute.id pada pekan lalu. Survei TGM ini, terbagi dalam dua variabel, yakni, buku dan internet. Untuk variabel buku ada tiga indikator yakni, banyaknya buku yang di baca dalam 3 bulan.  “Rata-rata di Kabupaten Gresik itu masih di bawah 3 buku sehingga kategorinya sedang. Seharusnya bisa mencapai 5 sampai 6 buku selama 3 bulan itu baru kategorinya tinggi jadi kita masih kategori sedang,” terang mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika atau Diskominfo Gresik itu.
Indikator kedua adalah frekuensi membaca buku dalam seminggu. Idealnya, setiap hari membaca buku. “Di Gresik rata-rata 5 hari. Sudah bagus sih. 

Tetapi secara teori itu belum ideal karena ada 2 hari yang kosong untuk memanfaatkan membaca buku,” ujar mantan Kepala Disnaker Gresik itu.  Indikator ketiga adalah durasi membaca buku. Secara teori seharusnya setiap hari membaca buku. Idealnya, dalam sehari itu durasi membaca buku 3 jam. “Di Gresik sebenarnya sudah bagus. Masih ada keinginan membaca tetapi durasi kurang dari 2 jam atau 1 jam, 59 menit. Secara umum dibawa rata-rata di Jawa Timur,” ujarnya sambil nyeruput teh. 

Kemudian variabel kedua, tingkat gemar membaca diukur frekuensi akses internet dalam satu minggu. Ketika survei dilakukan tidak setiap hari warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mengakses internet. Selain itu durasi juga tidak lebih dari 3 jam per hari. “Karena ini nilai rata-rata, kadang ada daerah blank spot,” tegasnya.Pada 2025, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik berfokus mendorong masyarakat Gresik untuk lebih giat membaca. Untuk mematik agar mau membaca akan menggelar sejumlah festival yang diwujudkan dengan lomba. Lomba story telling untuk siswa SD sederajat.  “Harapannya anak-anak SD itu akan rajin membaca. Lomba story telling inu, lombanya sampai nasional,” ujar Budi Raharjo.

Di level SMP sederajat, Budi melanjutkan, tahun ini akan digelar lomba membuat resensi buku. Lomba resensi ini baru. Buku yang di resensi adalah koleksi Dinas Perpustakaan. Peserta selain resensi juga harus mempersentasikan. Sehingga, di lomba jenjang SMP ada dua kompetensi yang didapatkan. “Dua kompetensi yang diharapkan di anak SMP itu bisa dapat kemampuan menyimpulkan dan mempresentasikan,” urai Budi Raharjo.

Sedangkan, jenjang SMA sederajat ada lomba Duta Baca. Dan, untuk ibu-ibu ada lomba Read Load, bertujuan membangun bonding dengan anak. “Secara dimensi literasi dini itu kan ditujukan untuk anak-anak PAUD itu harus ada tiga syarat administrasi harus menggunakan banyak gambar nah kemudian yang diharapkan anak mau menyimak itu literasi ini beda dengan literasi dasar,” terangnya. (yad)

Tingkat Gemar Membaca di Gresik Kota Industri Dibawah Rerata Jawa Timur Selengkapnya