Terbukti Otak Pembunuhan Agen BRILink, Majelis Hakim PN Gresik Menvonis Midhol Hukuman 18 Tahun, Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa 

GRESIK,1minute.id – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik yang diketuai Sri Hariyani melakukan terobosan hukum di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Dalam sidang putusan dengan terdakwa Ahmad Midhol warga Desa Ima’an, Kecamatan Dukun memvonis terdakwa Midhol hukuman selama 18 tahun. 

Vonis itu jauh lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik selama 14 tahun. Pada amar putusan menyatakan, bahwa terdakwa Midhol terbukti secara sah dan meyakinkan dengan sengaja melakukan pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan luka berat atau kematian, dilakukan bersama-sama dengan saksi Asrofin.

“Terdakwa terbukti melanggar pasal 479 ayat (4) KUHP. Menghukum terdakwa dengan hukuman penjara selama 18 tahun,” tegas Sri Hariyani saat membacakan putusan pada Kamis, 12 Februari 2026. Sidang pembacaan putusan yang mendapatkan penjagaan ketat aparat kepolisian dan pengamanan dalam (pamdal) ini karena ada ratusan warga dan keluarga korban yang ingin menyaksikan langsung sidang agenda pembacaan putusan ini. 

Diuraikan pada putusan, bahwa terdakwa Akhmad Midhol terbukti sebagai otak dari tindak pidana pencurian dan pemberatan yang mengakibatkan korban Wardatun Thoyibah meninggal dunia.

“Berdasarkan fakta dipersidangan dengan jelas bahwa yang memikiki inisiatif melakukan pencurian di rumah korban adalah terdakwa Akhmad Midhol. Terdakwa yang menyuruh Asrofin untuk mengecek kondisi rumah korban. Terdakwa juga yang menyiapkan linggis kecil (kubut) dan juga menyiapkan pisau untuk melakukan pencurian,” jelasnya.

Tidak hanya itu, yang masuk ke rumah korban dan mengambil uang serta melakukan pembunuhan sadis agen BRILink bernama Wardatun Toyyibah adalah terdakwa Akhmad Midhol. Pembunuhan itu dilakukan ketika terdakwa masuk ke kamar untuk mengambil uang sebesar Rp160 juta diketahui oleh korban Wardatun Thoyibah. Seketika terdakwa melakukan penusukan di leher sebanyak dua kali dan diperut dua kali dengan menggunakan pisau yang sudah dipersiapkan.

“Peran terdakwa dalam perkara ini yang berinisiatif melakukan pencurian dan mengajak saksi Asrofin untuk membantunya. Bahkan uang untuk top up dana juga milik terdakwa yang diberikan Asrofin untuk mengecek keberadaan uang di tempat Brilink milik korban,” jelasnya.

Atas putusan itu, baik terdakwa maupun Jaksa masih pikir-pikir, apakah mengajukan banding atau terima. Sementara itu, suami korban Mahfud mengapresiasi atas putusan 18 tahun penjara meskipun itu tidak sesuai dengan keinginannnya.

“Hakim sudah menvonis terdakwa, saya hargai putusan itu. Aspirasi sudah didengar oleh hakim dengan menaikkan putusan 18 tahun dari tuntutan Jaksa 14 tahun,” ungkapnya usai sidang. 

Masih menurut Mahfud, perjuangan untuk mencari keadilan dengan melakukan aksi di PN Gresik atas ringannya tuntutan jaksa didengar oleh Majelis Hakim. Aksi tersebut dilakukan untuk mencari rasa keadilan atas perkara ini. “Pada putusan terbukti, bahwa Midhol adalah otak dari kasus ini.” tegasnya.

Sementara itu, juru bicara PN Gresik Aninur Rofiq mengatakan bahwa Majelis hakim yang menyidangkan perkara ini telah menvonis terdakwa dengan hukuman 18 tahun penjara. “Majelis hakim sependapat dengan pasal 479 ayat (4) KUHP baru yang didakwakan Jaksa. Akan tetapi majelis hakim tidak sependapat lamanya pidana pada tuntutan. Majelis berpendapat tuntutan 14 tahun tersebut dinilai terlalu ringan. Sehingga Majelis hakim mengvonis terdakwa dengan hukuman 18 tahun,” jelasnya.

Ditambahkannya, perbuatan terdakwa dinilai oleh Majelis hakim sebagai perbuatan yang yang keji dan sadis. Atas pertimbangan itulah, Majelis hakim mengvonis terdakwa dengan hukuman lebih tinggi dari tuntutan Jaksa. “Sesuai fakta dalam persidangan, bahwa otak dari pencurian dan pemberaran yang mengakibatkan korban meninggal dunia adalah terdakwa Akhmad Midhol,” pungkas Aunur Rofiq. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Terbukti Otak Pembunuhan Agen BRILink, Majelis Hakim PN Gresik Menvonis Midhol Hukuman 18 Tahun, Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa  Selengkapnya

Kejari Gresik Pasang Gelang Detection kit Kaki Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik memasang gelang detection kit kepada satu dari tiga tersangka dugaan korupsi dana hibah Pondok Pesantren  Pemprov Jatim pada Rabu, 11 Februari 2026. Tersangka itu berinisial MR. 

Tersangka MR menjadi tahanan rumah karena sakit. Sekitar pukul 19.35 WIB  tersangka MR keluar dari kantor Kejari Gresik di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas. Tersangka digendong ke dalam mobil oleh penyidik Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik untuk pulang ke rumahnya di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. 

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik Alifn N Wanda mengatakan,  tersangka MR tidak ditahan di rutan Gresik seperti dua tersangka lainnya. Sebab, tersangka berdasarkan resume dokter, pasien tidak bisa melakukan aktivitas normal, pasien hanya bisa beraktivitas diatas tempat tidur dan membutuhkan bantuan orang lain. 

“Selama ini kami melakukan pemeriksaan mendatangi ke rumah tersangka dan membawa peralatan laptop dan printer,” kata Alifin didampingi Kasi Intel Kejari Gresik Raden Achmad Nur Rizky di kantor Kejaksaan Negeri Gresik pada Rabu, 11 Februari 2026.

Dua tersangka lainnya yakni RKA dan FR digiring ke Rutan Gresik sekitar pukul 16.35 WIB. Sedangkan, tersangka MR baru keluar kejaksaan pukul 19.35 WIB ? Alifin mengatakan, pemasangan gelang detection kit sempat mengalami troubel. “Sehingga tadi kami harus melakukan restrat lagi,” katanya. 

Gelang gelang detection kit untuk tersangka MR ini dipasang di bagian kaki. Sumber di kejaksaan menyebutkan tersangka MR tidak bisa keluar dari rumah. “Ketika di luar rumah alarm gelang berbunyi,” katanya. 

Seperti diberitakan, menahan tiga orang tersangka dugaan korupsi dana hibah Pondok Pesantren (Ponpes) sebesar Rp 400 juta dari APBD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur 2019. Tiga tersangka itu berinisial RKA, FR dan MR. Mereka adalah ketua dan pengasuh di Yayasan Ushulul Hikmah Al Ibrohimi, Desa Manyarrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. 

Modus operandi dana hibah yang seharusnya digunakan untuk membangun asrama santri digunakan oleh tersangka untuk membeli dua bidang tanah. Pembangunan asrama menggunakan iuran dari santri dan wali santri.

“SPJ (surat pertanggungjawaban) pembangunan 100 persen selesai. BPKP menyebut total loss,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik Alifn N Wanda didampingi Kasi Intel Kejari Gresik Raden Achmad Nur Rizky di kantor Kejaksaan Negeri Gresik pada Rabu, 11 Februari 2026.

Alifin mengatakan, dalam perkara dugaan korupsi ini, pihaknya menahan tiga orang tersangka. “Dua orang ditahan di rutan Gresik (RKA dan FR). Satu tersangka tahanan rumah karena sakit (MR),” tegas Alifin yang bakal menduduki posisi baru sebagai Kasi Intel Kejari Lampung ini. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Kejari Gresik Pasang Gelang Detection kit Kaki Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes di Gresik  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gandeng Himbara Implementasi Program Digital SCF untuk Memperkuat Ekosistem Rantai Pasok

GRESIK,1minute.id –  Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, terus memperkuat transformasi bisnis dengan mengimplementasikan program digital Supply Chain Financing (SCF). Program dengan menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ini dirancang untuk memperkuat ekosistem rantai pasok di perusahaan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo di Gresik, Jawa Timur, baru-baru ini. Dijelaskan Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo, SCF merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan pembayaran serta memperkuat ketahanan finansial mitra usaha.

“Implementasi SCF ini juga terbukti mampu mendukung kelancaran pasokan barang dan jasa, sehingga proses produksi dan distribusi ke depan dapat berjalan semakin baik dan lancar dalam upaya melanjutkan swasembada pangan nasional,” ujar Adit.

Ia menambahkan, implementasi SCF juga sejalan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta komitmen perusahaan dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan. Dengan demikian, transformasi ini mampu memperkuat kolaborasi jangka panjang dan meningkatkan daya saing ekosistem usaha Petrokimia Gresik.

Skema SCF ini, jelasnya, memungkinkan mitra kerja memperoleh percepatan pembayaran atas tagihan yang telah terverifikasi dengan biaya pembiayaan yang lebih kompetitif. Dengan peran perusahaan sebagai anchor company, SCF mampu memberikan kepastian arus kas bagi pemasok serta mendukung kelancaran operasional di seluruh ekosistem grup.

Petrokimia Gresik juga sudah mengembangkan skema Supply Chain Financing melalui pemanfaatan sistem digital terintegrasi serta kerja sama dengan lembaga keuangan, agar manfaat SCF dapat dirasakan lebih luas oleh seluruh mitra dalam ekosistem perusahaan.

“Program ini tidak hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi mitra usaha sebagai bagian penting dari rantai pasok perusahaan,” tutup Adit. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Petrokimia Gresik Gandeng Himbara Implementasi Program Digital SCF untuk Memperkuat Ekosistem Rantai Pasok Selengkapnya

Sapa Warga di CFD, Satlantas Polres Gresik Edukasi Budaya Keselamatan di Jalan Raya Sejak Dini

GRESIK,1minute.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik menyapa masyarakat melalui aksi simpatik bertajuk “Car Free Day Ceria” di depan gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP)  Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik pada Minggu, 8 Februari 2026.

Suasana Minggu Sehat pun lebih semarak daripada minggu sebelumnya. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan berlalu lintas, sekaligus menanamkan budaya keselamatan di jalan raya sejak dini.

Dipimpin langsung oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi Anggoro, personel Satlantas mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif kepada warga. Tak sekadar memberikan imbauan lisan, petugas juga membagikan berbagai perlengkapan keselamatan serta bingkisan menarik kepada pengunjung CFD.

Sejumlah helm standar SNI dibagikan kepada pengendara yang tertib dan kooperatif. Sementara bagi anak-anak, petugas membagikan balon, terompet, dan mainan edukatif sebagai bentuk pengenalan dini tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas sekaligus memperkuat citra Polri sebagai sahabat anak.

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin, menegaskan bahwa kegiatan di ruang publik seperti CFD dinilai efektif untuk menyampaikan pesan keselamatan secara langsung, santai, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat. Edukasi tentang keselamatan berlalu lintas kami sampaikan dengan cara yang menyenangkan, namun tetap memiliki makna dan dampak,” ujar AKP Nur Arifin.

Korp Sabuk Putih ini berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat sehingga mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan. Keselamatan di jalan raya, menurutnya, bukan semata soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi kebutuhan bersama demi melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Sapa Warga di CFD, Satlantas Polres Gresik Edukasi Budaya Keselamatan di Jalan Raya Sejak Dini Selengkapnya

Polres Gresik Bagikan Helm ke Pengayuh Becak Listrik 

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution membagikan puluhan helm kepada pengayuh becak listrik di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Rabu, 4 Februari 2026.  Pembagian helm gratis ini sebagai komitmen Polres Gresik dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas terus diwujudkan melalui langkah nyata dan humanis ini bagian dari Operasi Keselamatan Semeru 2026. 

AKBP Ramadhan Nasution beserta jajaran secara langsung menyerahkan empat helm berstandar nasional (SNI) kepada pengemudi becak listrik roda tiga, yang merupakan kendaraan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto. Selain helm, petugas juga membagikan brosur berisi imbauan keselamatan berlalu lintas sebagai sarana edukasi kepada para pengguna jalan.

AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pendekatan persuasif Polri dalam membangun kesadaran keselamatan berkendara, khususnya bagi pengemudi kendaraan dengan mobilitas tinggi di jalan raya. 

“Langkah ini kami lakukan secara humanis agar para pengemudi becak listrik tetap terlindungi saat beraktivitas. Keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026,” ujar Kapolres AKBP Ramadhan Nasution yang didampingi Pejabat Utama Polres Gresik, di antaranya, Kasat Lantas AKP Nur Arifin, Kasat Binmas AKP A. Nasution, serta Kasi Humas Iptu Hepi Muslih Riza.

Aksi simpatik tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Para pengemudi becak listrik menyambut baik perhatian yang diberikan oleh jajaran Polres Gresik. Salah satu penerima helm mengaku terbantu dan merasa lebih aman saat bekerja di jalan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres dan jajaran. Helm ini sangat bermanfaat dan menjadi pengingat bagi kami agar selalu tertib serta mengutamakan keselamatan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Polres Gresik berharap pesan keselamatan berlalu lintas dapat tersampaikan secara luas, sekaligus menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat demi mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif.

Seperti diberitakan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan 200 unit becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo Subianto kepada pengayuh becak. Pemkab Gresik akan membangun sejumlah tempat pengisian baterai kendaraan listrik untuk para pengemudi becak yang mayoritas lanjut usia (lansia). Kini, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution membagikan helm. Sehingga, para pengemudi becak listrik semakin semringah. (yad)

Polres Gresik Bagikan Helm ke Pengayuh Becak Listrik  Selengkapnya

Korbinmas Baharkam Polri : Setiap Anggota adalah Wajah Terdepan Polri di Tengah Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Sebagai ujung tombak Polri dalam membangun kemitraan dengan masyarakat, peran Bhabinkamtibmas dituntut semakin adaptif dan responsif terhadap dinamika sosial yang berkembang. 

Hal itu diungkapkan oleh Dirbintibmas Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen Pol. M. Syafirudin dalam Pembinaan dan Evaluasi (Binev) Bhabinkamtibmas Tahun Anggaran 2026 di Aula Rupatama SAR Lantai 3 Polres Gresik pada Rabu, 4 Februari 2026. 

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa Polmas bukan semata tugas fungsi Binmas, melainkan menjadi identitas dan tanggung jawab seluruh anggota Polri.

“Setiap anggota Polres Gresik adalah wajah terdepan Polri di tengah masyarakat. Polmas harus melekat pada setiap personel, kapan pun dan di mana pun. Kita semua adalah pengemban fungsi pembinaan masyarakat yang wajib menyampaikan informasi positif serta mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini,” tegas Brigjen Pol. M. Syafirudin.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan tugas kepolisian sebagai amanah mulia. Menurutnya, pengabdian yang dilandasi keikhlasan akan bermuara pada pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pembinaan dan evaluasi dari Korbinmas Baharkam Polri. Ia berharap seluruh Bhabinkamtibmas dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas di desa binaan masing-masing.

“Evaluasi ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh personel Bhabinkamtibmas untuk terus menambah wawasan dan kemampuan dalam melayani masyarakat. “Arahan dari tim supervisi sangat penting agar pelaksanaan tugas pemeliharaan kamtibmas di Kabupaten Gresik berjalan semakin optimal dan profesional,” ungkap alumnus Akpol 2007 itu.

Tak hanya berisi pengarahan, kegiatan juga dirangkai dengan sesi diskusi interaktif. Dalam forum tersebut, para Bhabinkamtibmas menyampaikan berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi di lapangan. Selain itu, tim juga melakukan pengecekan sarana dan prasarana, khususnya kendaraan operasional Bhabinkamtibmas, guna memastikan kesiapan mobilitas personel dalam merespons cepat setiap laporan dan permasalahan warga.

Melalui kegiatan pembinaan dan evaluasi ini, Korbinmas Baharkam Polri berharap Bhabinkamtibmas Polres Gresik semakin profesional dan mampu menjadi problem solver yang andal, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Jawa Timur. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Korbinmas Baharkam Polri : Setiap Anggota adalah Wajah Terdepan Polri di Tengah Masyarakat Selengkapnya

Pecahkan Rekor, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Serahkan Ratusan Unit Becak Listrik dari Presiden Prabowo untuk Pengayuh Becak Lansia

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan bantuan 200 unit becak listrik dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada para pembecak lansia di Kabupaten Gresik. Penyerahan bantuan secara simbolis dipusatkan di Rumah Dinas Wakil Bupati Gresik di Kawasan Heritage Bandar Grissee di Jalan Basuki Rahmat,  Gresik pada Rabu, 4 Februari 2026.

Dalam kegiatan ini, Bupati Yani didampingi Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Firman Dahlan dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Ratusan unit becak listrik dibagikan secara gratis kepada para pembecak berusia 55 tahun ke atas. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap para pekerja sektor informal yang masih menggantungkan hidupnya dari menarik becak di usia senja.

Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden Republik Indonesia kepada masyarakat kecil. Menurutnya, bantuan becak listrik ini merupakan wujud nyata kehadiran negara yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Apa yang dilakukan Bapak Presiden merupakan tindakan yang sangat mulia. Ini adalah bentuk aksi kemanusiaan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia juga menjelaskan bahwa setiap becak listrik dilengkapi dengan garansi selama satu tahun. Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik akan menyiapkan fasilitas stasiun pengisian daya yang akan disebar di beberapa titik untuk mendukung operasional becak listrik tersebut.

“Kami berharap program ini juga dapat mendukung sektor pariwisata, dengan didukung jalur yang aman bagi pengemudi becak listrik yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN, Firman Dahlan menjelaskan bahwa program bantuan becak listrik ini sejatinya telah dirancang jauh hari. Program tersebut bahkan telah disiapkan sebelum Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Program ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi para pengemudi becak lansia yang hingga kini masih bertahan di profesinya demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Mengayuh becak manual tentu sangat berat bagi mereka yang usianya sudah di atas 55 tahun. Melalui bantuan ini, Bapak Presiden ingin menghadirkan kemudahan dan perhatian agar para lansia tetap bisa bekerja, tetap bersemangat mencari penghasilan, tetap bermartabat, serta mampu bersaing dengan moda transportasi modern,” ujarnya.

Firman menambahkan, jumlah bantuan becak listrik yang disalurkan di Kabupaten Gresik tergolong besar dibandingkan daerah lain yang rata-rata menerima antara 25 hingga 100 unit. Meski demikian, ia mengakui masih banyak pembecak yang membutuhkan bantuan serupa. “Mudah-mudahan ke depan masih ada tambahan. Saat ini distribusi masih terbatas karena kendala produksi,” jelasnya.

Salah satu penerima bantuan, Saryudi, 73, mengaku sangat bersyukur atas bantuan becak listrik yang diterimanya. Selama puluhan tahun, ia menggantungkan hidup dari menarik becak secara konvensional dengan mangkal di sekitar Alun-Alun dan Masjid Jamik, dari pagi hingga malam hari.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapat bantuan becak listrik dari Pak Prabowo. Ini sangat membantu,” ungkapnya. Menurutnya, sepanjang hidupnya sebagai pembecak, baru kali ini ia menerima bantuan alat transportasi dari pemerintah. Ia menilai bantuan tersebut bukan hanya meringankan beban fisik, tetapi juga menjadi bukti nyata perhatian negara kepada masyarakat kecil.

Sebelumnya, Saryudi mengaku masih mampu menyisakan penghasilan sekitar Rp 50 ribu hingga Rp100 ribu per hari setelah bekerja dari pagi hingga selesai salat Isya. Namun seiring bertambahnya usia dan berkurangnya penumpang, penghasilan tersebut kini tak lagi menentu. Dengan adanya becak listrik, ia berharap dapat bekerja lebih nyaman dan tetap produktif tanpa harus memaksakan tenaga.

Usai penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan konvoi becak listrik yang diikuti para penerima bantuan sebagai simbol dimulainya penggunaan becak listrik secara resmi di Kabupaten Gresik. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Pecahkan Rekor, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Serahkan Ratusan Unit Becak Listrik dari Presiden Prabowo untuk Pengayuh Becak Lansia Selengkapnya

Satlantas Polres Gresik Bagikan Coklat untuk Pengendara Tertib Lalin 

GRESIK,1minute.id – Operasi Keselamatan Semeru 2026 memasuki hari kedua, pada Selasa, 3 Februari 2026. Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik semakin gencar melakukan operasi simpatik maupun sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas di wilayah hukum Polres Gresik.

Satlantas Polres Gresik menggelar aksi simpatik di kawasan Gresik Kota Baru (GKB) dengan memberikan edukasi langsung sekaligus membagikan cokelat kepada pengguna jalan yang tertib di kawasan Traffic Light Pos Pantau Lalu Lintas 12.0 GKB.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu titik strategis arus lalu lintas tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik, Ipda Andreas Dwi Anggoro, bersama jajaran personel Satlantas. Operasi ini juga melibatkan sinergi dengan Jasa Raharja Kabupaten Gresik sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Berbeda dengan razia konvensional, kegiatan kali ini dikemas dengan pendekatan humanis. Petugas tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga membagikan suvenir berupa gantungan kunci dan cokelat kepada pengguna jalan yang tertib berlalu lintas sebagai bentuk apresiasi.

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin, menjelaskan bahwa pendekatan persuasif menjadi kunci utama dalam membangun kesadaran masyarakat. “Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat. Melalui aksi simpatik ini, kami memberikan edukasi langsung tentang potensi bahaya di jalan raya serta pentingnya etika berlalu lintas guna menekan angka kecelakaan,” ujarnya pada Selasa, 3 Februari 2026.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan mampu menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di tengah masyarakat. “Keselamatan adalah kebutuhan bersama. Dengan sinergi Polri, Jasa Raharja, dan seluruh pengguna jalan, kami optimistis angka fatalitas kecelakaan di Kabupaten Gresik dapat terus ditekan,” pungkas AKP Nur Arifin. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Satlantas Polres Gresik Bagikan Coklat untuk Pengendara Tertib Lalin  Selengkapnya

Jelang Ramadan, Polres Gresik Ciptakan Kamseltibcarlantas Gelar Ops Keselamatan Semeru 2026

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di halaman Mapolres Gresik pada Senin, 2 Februari 2026. Apel Ops Keselamatan Semeru sebagai ikhtiar menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah di pimpin oleh Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha mewakili Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution.

Peserta apel adalah personel gabungan lintas sektoral yang terdiri dari unsur TNI (Kodim 0817, Denpom, Garnisun), Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik. Dalam amanatnya, Kompol Shabda Purusha menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Semeru bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih tergolong tinggi.

Berdasarkan data tahun 2025, tercatat 531 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Jawa Timur dengan 10 korban meninggal dunia. “Tingginya angka kecelakaan ini berkorelasi dengan rendahnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Perilaku pengendara yang tidak disiplin menjadi faktor dominan penyebab fatalitas kecelakaan,” ujarnya saat membacakan amanat Kapolda Jawa Timur.

Operasi Keselamatan Semeru 2026 akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan melibatkan 5.020 personel gabungan di seluruh wilayah Jawa Timur.

Operasi ini mengusung tema, “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.” Tiga strategi utama menjadi fokus pelaksanaan operasi, yakni:

* Preemtif, melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta pengusaha otobus (PO) terkait manajemen keselamatan berlalu lintas.

* Preventif, dengan pelaksanaan ramp check kendaraan serta tes urine bagi pengemudi di terminal untuk memastikan kelayakan kendaraan dan pengemudi bebas dari pengaruh alkohol maupun narkoba.

* Represif, berupa penegakan hukum berbasis teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) dan penindakan selektif terhadap pelanggaran kasat mata seperti penggunaan knalpot tidak standar (brong), melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, serta kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).

Menutup arahannya, Waka Polres Gresik menekankan kepada seluruh personel agar selalu mengedepankan keselamatan masyarakat, profesionalisme, serta etika dalam bertugas. Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam akibat kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi mengganggu arus lalu lintas.

“Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada sinergi dan soliditas seluruh unsur, baik TNI, Polri, maupun pemerintah daerah. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan niatkan sebagai ibadah,” pungkasnya. Usai apel, kegiatan dilanjutkan Latihan Pra Operasi (Latpraops) guna memantapkan kesiapan teknis dan taktis personel dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di lapangan. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Jelang Ramadan, Polres Gresik Ciptakan Kamseltibcarlantas Gelar Ops Keselamatan Semeru 2026 Selengkapnya

Tradisi Jelang HPN, PWI Gresik Kolaborasi Lintas Sektor Lakukan Penghijauan di Bantaran Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik melakukan penanaman ratusan pohon produktif di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Senin, 2 Februari 2026. Aksi nyata pelestarian lingkungan hasil kolaborasi lintas sektor dari instansi pemerintah dan perusahaan di Kota Industri, sebutan lain, KabupatenGresik.

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono mengatakan, kegiatan penanaman pohon bertajuk “Satu Pohon Sejuta Manfaat” ini rutin digelar PWI Gresik setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN). Pihaknya berkomitmen menjadi bagian dari solusi konkret dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan kehidupan.

Pada kegiatan tahun ini, sebanyak 400 pohon produktif ditanam. Terdiri dari mangga, nangka, jambu air, jambu kristal, dan alpukat. Pemilihan pohon produktif tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat mitigasi bencana alam di kawasan rawan banjir, tetapi juga sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah.

“Penanaman pohon ini menjadi agenda rutin PWI Gresik setiap tahun, sebagai rangkaian peringatan Hari Pers Nasional dan HUT PWI. Tidak hanya menulis saja, kita juga turut andil dalam langkah kecil menjaga lingkungan. Mudah-mudahan bermanfaat untuk lingkungan,” kata Deni.

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dan kerja sama berbagai pihak. PWI Gresik menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh, antara lain Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Kecamatan Cerme, Desa Jono.

Juga kepada.manajemen perusahaan, PT Freeport Indonesia, SKK Migas Jabanusa, PGN Saka, Petronas, Prima Energi Baweran, PT Smelting, Bank Jatim, PT Petrokimia Gresik, PT Indospring Tbk, PT PLN Nusantara Power UP Gresik, PT Cargill Indonesia, PT Wilmar Nabati Indonesia, PT BKMS/JIIPE Gresik, serta Aston Gresik.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, langkah nyata PWI Gresik ini selaras dengan program prioritas pemerintah daerah dalam Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik dalam penanggulangan banjir Kali Lamong sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Tentu yang pertama, kami menyampaikan apresiasi atas inisiasi penanaman pohon yang rutin dilakukan PWI Gresik setiap tahun. Tahun lalu di Ngargosari, sebelumnya di daerah lain juga. Artinya PWI Gresik istiqomah, mendukung kesinambungan dalam menjaga lingkungan dengan penanaman pohon. Setiap pohon yang ditanam akan men-support oksigen di Gresik,” tandasnya.

Washil menyebut, 5 ribu hektar di wilayah perkotaan sudah menjadi kawasan industri. Untuk itu, penanaman pohon ini menjadi sangat penting untuk mendukung kebutuhan oksigen bagi Kota Gresik. “Sekali lagi saya sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PWI Gresik, perusahaan dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa (Kades) Jono Asrun menyampaikan terima kasih karena penanaman pohon PWI Gresik tahun 2026 ini dipusatkan di Desa Jono. Daerah yang berada di bantaran Sungai Kali Lamong dan berada di bayang-bayang banjir setiap tahun.

“Untuk diketahui, 3/4 wilayah kami dikelilingi Kali Lamong. Dengan adanya penanaman pohon ini, mudah-mudahan bermanfaat khususnya untuk penguatan tanggul Desa Jono, meminimalisir tanggul jebol akibat luapan Kali Lamong,” tukas Asrun.

Asrun bercerita, tanggul Desa Jono pernah jebol dan mengakibatkan permukiman warga tergenang 2 minggu. “Itu bukan waktu yang sebentar, efeknya banyak. Warga banyak yang sakit dan mobilitas terganggu,” tandasnya. “Untuk itu, saya atas nama warga Desa Jono menghaturkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh pihak dalam penanaman pohon di desa kami,” sambung Asrun memungkasi.

Acara penanaman pohon dihadiri Wakapolres Gresik Kompol Sabdha Purusha, Kasdim 0817 Mayor Inf. Siari, Forkopimcam Cerme, PKDI Cerme, dan perwakilan dari perusahaan-perusahaan. Hal ini menunjukkan aksi nyata penghijauan lingkungan berbasis kolaborasi.

Mengutip Meta AI, sebatang pohon dapat menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis, yang menggunakan energi dari sinar matahari untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen.

Jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebatang pohon dapat bervariasi tergantung pada jenis pohon, ukuran, dan kondisi lingkungan. Namun, berikut adalah beberapa perkiraan tentang jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebuah pohon:

– Sebatang pohon yang berusia 1 tahun dapat menghasilkan sekitar 10-20 kilogram oksigen per tahun.

– Sebatang pohon yang berusia 10 tahun dapat menghasilkan sekitar 100-200 kilogram oksigen per tahun.

– Sebuah pohon yang berusia 50 tahun dapat menghasilkan sekitar 1.000-2.000 kilogram oksigen per tahun.

Dalam satu hari, sebatang pohon dapat menghasilkan sekitar 2-5 kilogram oksigen. Jadi, jika kita asumsikan bahwa sebatang pohon dapat menghasilkan 3 kilogram oksigen per hari, maka dalam satu tahun, pohon tersebut dapat menghasilkan sekitar 1.095 kilogram oksigen.

Namun, perlu diingat bahwa jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebatang pohon juga tergantung pada faktor-faktor lain seperti intensitas sinar matahari, suhu, kelembaban, dan ketersediaan nutrisi. Oleh karena itu, angka-angka di atas hanya merupakan perkiraan dan dapat bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan.

Dalam konteks ini, sebatang pohon dapat menyediakan oksigen untuk sekitar 2-4 orang per hari, tergantung pada jumlah oksigen yang dihasilkan dan kebutuhan oksigen manusia. Namun, perlu diingat bahwa pohon tidak hanya menghasilkan oksigen, tetapi juga memiliki banyak manfaat lain seperti menyediakan makanan, tempat tinggal, dan perlindungan dari erosi.

Bila PWI Gresik menanam 400 pohon dan semua hidup, telah menyediakan oksigen  sekitar 1.600 orang. Karena setiap pohon dapat menyediakan oksigen untuk sekitar 2-4 orang per hari. Yuk kita tanam pohon. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Tradisi Jelang HPN, PWI Gresik Kolaborasi Lintas Sektor Lakukan Penghijauan di Bantaran Kali Lamong Selengkapnya