Mencegah dan Menanggulangi Fraud, Wabup Alif Dorong Perkuat Sistem JKN

GRESIK,1minute.id – Keberhasilan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak hanya ditentukan oleh luasnya cakupan kepesertaan dan akses layanan kesehatan, tetapi juga oleh kuatnya komitmen seluruh pihak dalam menjaga tata kelola program agar tetap berjalan sesuai aturan. Karena itu, pencegahan kecurangan (fraud) menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan keberlanjutan manfaat JKN bagi masyarakat.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif saat membuka koordinasi pencegahan dan penanggulangan Fraud Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kabupaten Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 6 Agustus 2026.

“Program JKN telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Karena itu, pengendalian fraud dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus menjadi komitmen bersama, agar manfaat program ini dapat terus dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” harapnya. 

Dikatakan, keberhasilan Kabupaten Gresik dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC) merupakan bukti nyata komitmen Pemkab Gresik dalam menjamin hak masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penyediaan pembiayaan kepesertaan JKN bagi masyarakat melalui skema peserta bukan penerima upah yang didaftarkan oleh pemerintah daerah (PBPU dan BP Pemda) dengan kebijakan tersebut, Pemkab Gresik hadir untuk memastikan masyarakat memperoleh perlindungan jaminan kesehatan. 

PBPU dan BP Pemerintah Daerah adalah segmen kepesertaan BPJS Kesehatan (JKN) di mana warganya didaftarkan dan iuran bulanannya dibayarkan penuh oleh Pemerintah Daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Pemkab Gresik berkomitmen penuh untuk mendukung keberhasilan program jaminan kesehatan nasional, sebagai salah satu instrumen utama dalam memjamin akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu,” ungkap dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

“Komitmen pemerintah tidak berhenti pada perluasan kepesertaan dan penyediaan anggaran. Yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa seluruh dana yang dikelola dalam program JKN dimanfaatkan secara tepat, efektif, efisien, transparan dan akuntabel,” tegasnya.

Wabup Alif menambahkan, Pemkab Gresik menegaskan komitmennya untuk memperkuat upaya pencegahan Fraud dalam penyelenggaraan program JKN. Menurut Wabup Alif, pencegahan Fraud bukan hanya menjadi tanggung jawab BPJS kesehatan atau Dinas Kesehatan tetapi merupakan tanggung jawab bersama pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga seluruh tenaga kesehatan. 

“Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan tata kelola pelayanan kesehatan,  peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, penguatan sistem pengendalian internal peningkatan kompetensi SDM, pemanfaatan teknologi informasi dalam pengawasan serta membangun budaya integritas di seluruh fasilitas  pelayanan kesehatan,” ujarnya. 

Wabup Alif mengajak seluruh rumah sakit, Puskesmas, Klinik, dan seluruh mitra penyelenggara program JKN di seluruhKabupaten Gresik untuk menjadikan integritas sebagai landasan utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memberikan  pelayanan kesehatan yang bermutu, berintegritas, profesional dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan masyarakat,” pungkasnya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Kesehatan untuk memperkuat tata kelola program JKN yang transparan, akuntabel dan berintegritas.

Menurutnya, pencegahan Fraud merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, BPJS kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan. Fraud adalah setiap tindakan yang dilakukan dengan sengaja untuk memperoleh keuntungan finansial secara tidak sah dari penyelenggaraan program JKN. 

Pihaknya menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman mengenai upaya pencegahan Fraud, memperkuat koordinasi antar Faskes dengan BPJS kesehatan. Serta meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi untuk membangun komitmem bersama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas mengutamakan mutu  pelayanan serta keselamatan pasien kepada masyarakat. 

“Peserta kegiatan terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, BPJS kesehatan, rumah sakit, Puskesmas, klinik, serta pengelola program JKN di Kabupaten Gresik,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchamad Zaifudin, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Yunti Fitriani, Direktur rumah sakit, Kepala Puskesmas, dan ketua ASKLIN (Asosiasi Klinik Indonesia) se Kabupaten Gresik, serta jajaran BPJS Kesehatan Kantor Cabang Gresik. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Mencegah dan Menanggulangi Fraud, Wabup Alif Dorong Perkuat Sistem JKN Selengkapnya

DLH Gresik Apresiasi Komitmen Petrokimia Gresik Jaga Ekosistem Pesisir melalui PRPM Mangare 

GRESIK,1minute.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik Sri Subaidah, mengapresiasi konsistensi  PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengembangan Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Mengare di Desa Tanjung Widoro, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. 

Apresiasi tersebut disampaikan saat kegiatan penanaman mangrove yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Petrokimia Gresik pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurut Sri Subaidah, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan konservasi yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dengan adanya konservasi mangrove yang dilakukan Petrokimia Gresik, lingkungan di Gresik akan menjadi lebih baik dan lestari. Apalagi Petrokimia Gresik berkomitmen menjalankan program ini secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa PRPM Mengare menjadi bukti pelestarian lingkungan akan memberikan hasil yang optimal apabila dilakukan secara bersama-sama. Ia berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk menjaga kelestarian pesisir.

“Gresik memiliki kawasan mangrove seluas 3.912 hektare yang harus kita jaga untuk generasi mendatang. Saya juga melihat Petrokimia Gresik tidak hanya melakukan penanaman mangrove, tetapi juga mengedukasi masyarakat, mulai dari cara menanam mangrove hingga mengembangkan batik mangrove. Upaya ini turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Sri Subaidah.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-54 menjadi momentum bagi perusahaan untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Karena itu, Petrokimia Gresik memilih merayakan hari jadinya melalui aksi nyata berupa penanaman mangrove yang diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi kawasan pesisir.

“Usia ke-54 menjadi pengingat bagi kami untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan. Penanaman mangrove ini merupakan wujud kepedulian Petrokimia Gresik dalam menjaga kelestarian pesisir agar manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya hari ini, tetapi juga oleh generasi mendatang,” ujar Daconi.

Menurut Daconi, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain mampu mengurangi abrasi dan meredam gelombang, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota serta berkontribusi dalam menyerap karbon untuk mendukung pengendalian perubahan iklim.

Kegiatan penanaman dilaksanakan di PRPM Mengare, kawasan konservasi mangrove yang dikembangkan Petrokimia Gresik bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Desa Tanjung Widoro sejak 2018. Berawal dari lahan bekas tambak yang kritis, kawasan tersebut kini berkembang menjadi pusat restorasi dan pembelajaran mangrove berbasis pemberdayaan masyarakat yang turut mendorong tumbuhnya eduwisata serta ekonomi pesisir.

Perjalanan restorasi di PRPM Mengare juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Luas kawasan mangrove di PRPM Mengare meningkat dari 5,01 hektare pada 2019 menjadi 6,7 hektare pada 2025. Ekosistem mangrove terus pulih, regenerasi berlangsung secara alami, dan kawasan pesisir menjadi lebih terlindungi sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Vice President (VP) Lingkungan Petrokimia Gresik Muhammad Harisul Baihaqi, menjelaskan bahwa program ini akan terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang.

“Petrokimia Gresik berupaya mengembalikan ekosistem pesisir yang sebelumnya terdampak rob dan abrasi sehingga menggerus sebagian tambak masyarakat. Dengan adanya penanaman mangrove ini, ekosistem dapat pulih kembali sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Daconi menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan akan terus diperkuat melalui berbagai program keberlanjutan yang melibatkan masyarakat. Kegiatan penanaman mangrove di PRPM Mengare merupakan salah satu wujud nyata perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus membangun lingkungan yang lebih lestari.

“Bagi kami, menjaga lingkungan bukan sekadar memenuhi tanggung jawab perusahaan, tetapi menjadi investasi untuk masa depan. Kami ingin terus tumbuh sebagai perusahaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tutup Daconi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

DLH Gresik Apresiasi Komitmen Petrokimia Gresik Jaga Ekosistem Pesisir melalui PRPM Mangare  Selengkapnya

Pol PP Gresik Gelar Operasi “Sayang”, Ciduk 11 PNS dan 2 Pelajar Mokong

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik menggelar operasi “Sayang” PNS dan Pelajar yang keluyuram pada jam kerja dan sekolah pada Rabu, 5 Agustus 2026. Dalam operasi itu, aparat penegak peraturan daerah (Perda) itu “menciduk” sebelas aparatur sipil negara (ASN) serta dua pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). 

Mereka tertangkap basah sedang ngopi pada jam kerja. Mereka ditengarai melanggar disiplin pegawai dan bolos sekolah. Inspeksi mendadak (sidak)  penegakan disiplin pegawai dan pelajar dimulai pukul 10.30 WIB. Jam istirahat kantor pukul 12.00 WIB. 

Sejumlah petugas Pol PP Gresik memakai baju putih dan bawahan hitam melakukan penyisiran sejumlah warung kopi dan warung makan. Bahkan, kantin dalam kompleks Kantor Bupati Gresik pun dilakukan penyisiran. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengatakan, sidak ini untuk mendisplinkan pegawai dan pelajar. “Sidak ini akan terus kami lakukan agar ada efek jera bagi pegawai dan pelajar yang tidak disiplin pada jam kerja,” tegas Sinaga pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Dalam operasi ini, katanya, pihaknya “mengamankan” sebelas PNS dan dua pelajar. “Pegawai yang berada diwarung kopi atau warung makan dilakukan pendataan serta disampaikan kepada OPD masing-masing secara tertulis untuk dilakukan pembinaan serta tembusan kepada BKPSDM Kabupaten Gresik dan Inspektorat Kabupaten Gresik,” ujarnya.  Sedangkan pelajar yang berada di warung kopi saat jam pelajaran, ia melanjutkan, dilakukan pembinaan di Kantor Satpol PP Gresik.  (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pol PP Gresik Gelar Operasi “Sayang”, Ciduk 11 PNS dan 2 Pelajar Mokong Selengkapnya

Ringan Beban Ojol Polsek Kebomas Sinergi YALPK Grup Bagikan BBM Gratis

GRESIK,1minute.id – Polisi Sektor (Polsek) Kebomas bersama Yayasan Advokasi Lembaga Perlindungan Konsumen (YALPK) Group membagikan sembako dan bahan bakar minyak (BBM) kepada para pengemudi ojek online (ojol) dan warga pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Bansos itu membuat ratusan ojol semringah. Pembagian bansos itu dipimpin langsung oleh Kapolsek Kebomas Kompol Tatak Sutrisno didampingi Kanit Reskrim Ipda Cipto Suciono dan dihadiri Ketua Umum Edy Rusdianto, Ketua Harian Brahada Pratama, Korlap YALPK Jawa Timur Berdi Ferdiansyah, serta Ketua DPD YALPK Gresik Ahmad Nuryani, serta pengurus lainnya. 

Kapolsek Kebomas Kompol Tatak Sutrisno mengatakan, bakti sosial tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antara Polri dan elemen masyarakat dalam membantu warga, khususnya mereka yang bekerja di sektor informal seperti pengemudi ojek online.

“Kami berharap kegiatan pembagian sembako dan BBM gratis ini dapat memberikan manfaat nyata serta membawa keberkahan bagi masyarakat. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban kebutuhan sehari-hari warga dan rekan-rekan ojol di Gresik,” ujar Kompol Tatak Sutrisno. 

Sementara itu, YALPK Group menegaskan bahwa perannya tidak hanya berfokus pada advokasi hukum dan perlindungan konsumen, tetapi juga berkomitmen aktif melaksanakan kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Senyum bahagia para penerima bantuan menjadi gambaran nyata bahwa kolaborasi antara kepolisian dan organisasi masyarakat mampu menghadirkan manfaat serta mempererat kepedulian sosial di tengah masyarakat Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Ringan Beban Ojol Polsek Kebomas Sinergi YALPK Grup Bagikan BBM Gratis Selengkapnya

Cuaca Buruk, Ini Skenario Dinkes Gresik untuk Distribusi Logistik Kesehatan ke Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Cuaca buruk masih terjadi di perairan Gresik-Pulau Bawean. Moda transportasi laut mandek sepekan terakhir. Akibatnya, distribusi logistik kesehatan pun terancam terganggu. 

Manajemen RSUD Umar Mas’ud, Pulau Bawean meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena terus berupaya memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat, termasuk memastikan pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat memperoleh layanan kesehatan.

Pada Sabtu, 1 Agustus 2026, seorang pasien dirujuk dari RSUD Umar Mas’ud Bawean ke RSUD Ibnu Sina Gresik dengan pendampingan tenaga perawat hingga tiba di rumah sakit tujuan. Rujukan dilakukan karena kondisi pasien masih mengalami sesak napas dan memerlukan pemeriksaan serta penanganan medis lanjutan. Pada saat yang sama, stok oksigen medis di RSUD Umar Mas’ud mulai menipis akibat terhambatnya distribusi logistik kesehatan dari daratan.

Sebelum proses rujukan dilakukan, pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan keluarga pasien dan menjelaskan kondisi medis serta pilihan transportasi yang tersedia. Namun, seluruh layanan kapal menuju Bawean tidak beroperasi akibat cuaca buruk, sementara tiket penerbangan perintis telah habis hingga 7 Agustus 2026. Dengan mempertimbangkan kebutuhan penanganan medis yang bersifat segera, keluarga pasien memutuskan menggunakan pesawat sewaan agar pasien dapat segera dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik drg. Setyo Susilo, menjelaskan bahwa terhambatnya distribusi logistik kesehatan merupakan dampak langsung dari cuaca buruk yang menyebabkan kapal pengangkut tidak dapat beroperasi.

“Kondisi cuaca yang tidak memungkinkan menjadi kendala utama dalam distribusi logistik kesehatan ke Bawean. Selama periode 28 Juli hingga 4 Agustus, kapal menuju Bawean tidak beroperasi akibat cuaca buruk sehingga pengiriman logistik kesehatan, termasuk oksigen medis, tidak dapat dilakukan. Saat stok oksigen di RSUD Umar Mas’ud mulai menipis pada 1 hingga 3 Agustus, kami langsung menyiapkan pengiriman darurat sebanyak 40 tabung oksigen. Kami berharap kondisi cuaca membaik dalam satu hingga dua hari ke depan agar distribusi dapat segera dilakukan,” ujar Setyo.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Gresik telah menyiapkan 40 tabung oksigen untuk pengiriman darurat. Selain itu, sebanyak 80 tabung oksigen juga disiapkan sebagai pasokan lanjutan yang akan diberangkatkan segera setelah kapal barang kembali beroperasi.

Selama ini, distribusi oksigen menuju Bawean dilakukan melalui kapal barang dari Pelabuhan Sidayu menuju Pelabuhan Bawean dan telah berjalan lancar selama bertahun-tahun. Namun, cuaca ekstrem yang mengakibatkan terhentinya aktivitas pelayaran menyebabkan distribusi logistik kesehatan ikut terdampak.

Untuk mempercepat penyaluran logistik kesehatan, Dinas Kesehatan telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan  Gresik, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Palabuhan (KSOP) Gresik 

serta pihak terkait di Paciran dan Lamongan. Apabila kondisi cuaca buruk berlangsung lebih lama, Dinas Kesehatan juga menyiapkan alternatif distribusi dengan berkoordinasi bersama Koarmada II untuk membantu pengiriman gas medis menuju Bawean.

Selain jalur laut, Dinas Kesehatan turut mengkaji kemungkinan distribusi melalui jalur udara. Namun, keterbatasan kapasitas angkut pesawat perintis serta adanya prosedur khusus dalam pengangkutan tabung oksigen menjadikan jalur laut tetap sebagai pilihan utama dalam pemenuhan kebutuhan oksigen medis di RSUD Umar Mas’ud Bawean.

Peristiwa ini menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk semakin memperkuat sistem layanan kesehatan di wilayah kepulauan. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah pengadaan oxygen generator di RSUD Umar Mas’ud Bawean. Fasilitas tersebut diharapkan mampu memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan oksigen medis rumah sakit sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari daratan dapat dikurangi.

“Bawean memiliki karakteristik sebagai wilayah kepulauan yang membutuhkan sistem logistik kesehatan yang kuat. Karena itu, kami terus menyiapkan berbagai langkah, baik jangka pendek maupun jangka panjang, agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap terjamin meskipun menghadapi tantangan cuaca,” pungkas Setyo. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Cuaca Buruk, Ini Skenario Dinkes Gresik untuk Distribusi Logistik Kesehatan ke Pulau Bawean  Selengkapnya

Wabup Gresik Dorong BPD Jadi Mitra Strategis Perintah Desa untuk Bangun Desa 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mendorong Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah desa (Pemdes) dalam pembangunan. Sinergi antara BPD dan kepala desa dinilai penting agar penyelenggaraan pemerintahan desa berjalan harmonis dan kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Wabup saat menghadiri Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Kabupaten Gresik Masa Bakti 2026–2032 di parkir timur Kantor Bupati Gresik pada Senin, 4 Agustus 2026.

“Pelantikan ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi merupakan awal sebuah tanggung jawab yang besar. BPD memiliki posisi yang sangat strategis sebagai representasi masyarakat desa,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif.

Menurutnya, BPD tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga menjadi mitra pemerintah desa dalam melahirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Karena itu, hubungan kepala desa dan BPD harus dibangun atas dasar saling menghormati, mengingatkan, dan menguatkan.

“Jangan sampai ada persaingan, apalagi konflik yang menghambat pembangunan. Yang harus kita bangun bersama adalah kolaborasi,” tegasnya.

Wabup Alif mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gresik terus mendorong agar pembangunan dimulai dari desa. Karena itu, ia meminta BPD menjalankan peran strategis sebagai penyambung aspirasi masyarakat secara jujur dan objektif, sekaligus mengawal penggunaan dana desa agar berlangsung transparan dan akuntabel.

Selain itu, BPD didorong untuk ikut memacu inovasi desa, penguatan UMKM, ketahanan pangan, peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan generasi muda dan perempuan, serta menjaga kondusivitas desa.“Teruslah belajar, beradaptasi dengan perkembangan regulasi, memantapkan teknologi informasi, dan memperkuat kompetensi agar BPD semakin profesional,” katanya.

Wabup Alif menambahkan, Kabupaten Gresik sebagai daerah industri sekaligus memiliki karakter pedesaan yang kuat memiliki potensi ekonomi yang perlu terus dikembangkan dari tingkat desa. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia dan gotong royong juga menjadi modal penting dalam pembangunan.

“Saya yakin apabila pemerintah desa, BPD, masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah daerah berjalan seiring, cita-cita mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera akan semakin cepat terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC Abpednas Kabupaten Gresik yang baru dilantik, HR. Hendry M mengatakan, kepengurusan yang baru dilantik akan menjalankan organisasi dengan mengedepankan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa.

Ia menyebut sejumlah program telah dijalankan Abpednas Gresik, di antaranya program “Jaga Desa, Jaga Dapur”, pembangunan sumur bor di salah satu desa di Kecamatan Balongpanggang, serta pengusulan 52 anak didik jenjang SD hingga SMP untuk mengikuti Program Indonesia Pintar.

Wabup Alif menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus DPC Abpednas Gresik yang baru dilantik. Ia berharap amanah tersebut menjadi ruang pengabdian untuk memperkuat peran BPD dalam pembangunan desa. “Ini semua adalah untuk memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Hendry.

Ke depan, DPC Abpednas Gresik juga berkomitmen mengambil bagian dalam mendukung program Nawa Karsa Gresik Baru 2026–2030, khususnya melalui penguatan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. Hendry mengatakan, pelaksanaan program tersebut akan dilakukan dengan membangun sinergi bersama kepala desa dan perangkat desa sesuai fungsi, tugas, dan kewenangan BPD.

Dukungan terhadap keberadaan Abpednas juga disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Zam Zam Ikhwan. Ia menilai BPD memiliki posisi penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa karena merupakan lembaga yang merepresentasikan masyarakat.

Menurutnya, BPD memiliki peran strategis dalam menyerap, mengelola, dan menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus menjadi penyeimbang dalam jalannya pemerintahan desa.

Ia menyebut terdapat lebih dari 1.400 anggota BPD yang tersebar di 330 desa di Kabupaten Gresik. Dengan jumlah tersebut, keberadaan wadah organisasi dinilai penting sebagai ruang untuk membangun kapasitas, komunikasi, dan kolaborasi antaranggota BPD.

Kajari Gresik menegaskan, Abpednas bukanlah tandingan kepala desa. Sebaliknya, organisasi tersebut harus menjadi mitra kerja pemerintah desa dalam membangun dan memajukan desa demi kesejahteraan masyarakat. 

“Asosiasi ini bukanlah tandingan bagi para kepala desa. Abpednas merupakan mitra kerja kepala desa dalam membangun desa dan memajukan desa demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. Ia pun meminta jajaran pengurus dan anggota Abpednas membangun sinergi serta koordinasi dengan pemerintah desa dalam menjalankan fungsi BPD. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Dorong BPD Jadi Mitra Strategis Perintah Desa untuk Bangun Desa  Selengkapnya

Mahasiswa UINSA Surabaya Lakukan PLP, Observasi Budaya Sekolah di UPT SMP Negeri 2 Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak sepuluh mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya melakukan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) ke UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik. 

Selama sepuluh hari, mulai Rabu, 29 Juli 2026, mahasiswa strata-1 itu, akan melaksanakan kegiatan observasi budaya sekolah, aspek pembelajaran dan pengelolaan pendidikan satuan pendidikan di sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu. Puluhan mahasiswa PLP gelombang pertama didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Suparto.

Pada kesempatan itu, Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Suparto berpesan agar mahasiswa mampu memahami bahwa pengalaman tambahan lapangan ini akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan. “Jadikan UPT SMP Negeri 2 ini sebagai rumah kedua untuk menimba ilmu sebanyak mungkin karena sekokah ini sudah teruji sangat baik, sekolah luar biasa yang ada di Gresik,” ujar Suparto.

Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, Spenda Gresik sudah menjadi jujukan kemitraan dengan UINSA dikarenakan berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi mahasiswa yang ingin menimba keilmuan lapangan sebagai bekal mereka dikemudian hari. 

“Mahasiswa S1 UINSA Surabaya melakukan PLP di Spenda selama 10 hari. Nanti akan ada PLP 2 lanjutan yang akan di laksanakan 3 bulan berupa praktik 10% , 50% dan 100%. Bahkan penelitian skripsinya pun disini,” ujar Mohammad Salim melalui pesan WhatsApp. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Mahasiswa UINSA Surabaya Lakukan PLP, Observasi Budaya Sekolah di UPT SMP Negeri 2 Gresik Selengkapnya

Gubernur Khofifah bersama Sekda Gresik Sapa Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik

GRESIK,1minute.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik  pada Sabtu, 1 Agustus 2026. 

Dalam kunjungan di sekolah berlokasi di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik itu, Gubernur Khofifah didampingi diantaranya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menyampaikan, bahwa Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan berkualitas sekaligus menjadi upaya memutus mata rantai kemiskinan.

Gubernur Khofifah disambut para siswa yang membawa bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan di tengah lapangan sekolah. SRT 1 Gresik berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare. Sebanyak 405 peserta di didik yang belajar di sekolah berasrama jenjang SD, SMP dan SMA dan gratis itu. Rinciannya, setiap  sebanyak 90 siswa. Para peserta didik ini berasal dari 161 desa yang tersebar di 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik, ditambah 60 siswa jenjang SMA titipan dari Kabupaten Lamongan dan siswa kelas XI sebanyak 75 siswa.

Fasilitas SRT 1 Gresik komplit. Mulai ruang kelas, laboratorium, perpustaan, kantin, masjid hingga lapangan sepak bola. Mereka yang belajar adalah anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2, atau sangat miskin dan miskin.

Gubernur Khofifah menyampaikan rasa bahagianya dapat melihat secara langsung keseharian para siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik. Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian bagi anak-anak.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah meninjau sejumlah fasilitas pendukung sekolah, di antaranya kantin, masjid, dan aula sekolah. Ia juga menyapa para siswa serta memberikan bantuan kepada wali asrama dan para pekerja pendukung di lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik.

Khofifah menyampaikan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat terintegrasi membutuhkan persiapan yang matang, terutama dalam penyesuaian kurikulum karena mencakup beberapa jenjang pendidikan dalam satu lingkungan. Selain itu, ia menyoroti pentingnya pendampingan bagi siswa yang masih beradaptasi dengan sistem pendidikan berasrama.

“Meyakinkan orang tua agar anak kelas 1 SD berasrama itu tidak mudah. Ada anak yang sudah langsung merasa nyaman berada di asrama, tapi ada juga anak yang homesick. Nah, bagi yang homesick ini perlu ada pendampingan khusus supaya mereka tidak berontak minta pulang. Penguatan juga diberikan saat anggota keluarganya berkesempatan menengok,” ujar Khofifah.

Ia juga berpesan kepada pihak sekolah dan pengelola Sekolah Rakyat agar memberikan perhatian terhadap perlindungan anak, khususnya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.

“Pesan saya kepada para kepala sekolah, pastikan lingkungan sekolah benar-benar bebas dari perundungan. Anak-anak kelas 1 SD ini masih sangat rentan dan belum bisa membela diri. Di sinilah mereka sangat membutuhkan pendampingan dan perlindungan kita,” tuturnya 

Lebih lanjut, Khofifah meminta agar sebulan sekali menghadirkan psikolog untuk berdialog dengan anak-anak SD, untuk mengetahui kondisi dan perasaan siswa yang tentu apa yang mereka rasakan berbeda dengan anak SMP maupun SMA.

Menurutnya, program ini merupakan cara paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Sebelumnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani juga menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program pemerintah, melainkan komitmen bersama untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan dan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

Pemerintah Kabupaten Gresik berharap keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Gubernur Khofifah bersama Sekda Gresik Sapa Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik Selengkapnya

Bupati Gresik dampingi Menko AHY Resmikan Kawasan Permukiman melalui DAK Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu Desa Campurejo 

GRESIK,1minute.id – Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Kabinet Merah Putih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmikan program prioritas pengentasan kawasan kumuh di Dusun Karangtumpuk, Desa Campurejo Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Menko AHY didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani melihat langsung program pengentasan kawasan kumuh berbasis Dana Alokasi Khusus Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK PPKT) 2025 itu. 

Kunjungan ini mempertegas komitmen bersama dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat prasejahtera.

Menko AHY melihat langsung perkembangan perbaikan infrastruktur mulai dari pemugaran rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan sistem drainase, hingga penyediaan akses air bersih di Dusun Karangtumpuk, Desa Campurejo Kecamatan Panceng tersebut.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor melalui instrumen DAK TPPKT merupakan kunci utama untuk mempercepat transformasi kawasan kumuh menjadi permukiman yang sehat, aman, dan produktif.

Menko AHY menyampaikan, ada sebanyak 166 rumah masyarakat dibangun dan direnovasi di atas lahan sekitar tujuh hektare melalui program DAK TPPKT. Ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian terkait, hingga dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Pembangunan ini merupakan kolaborasi pentahelix, baik Kementrian Pekerjaan Umum, Kementrian ATR/BPN terkait lahan, serta Kementrian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Saya ucapkan terima kasih juga kepada, Pakuwon Group, dan juga Habitat Indonesia,” terang suami Annisa Pohan ini. 

Menko AHY, mengatakan, pembangunan tidak hanya menyasar rumah warga. Sejumlah fasilitas penunjang kualitas lingkungan juga dibangun dan diperbaiki. Kawasan baru yang dibangun dilengkapi dengan sarana pendukung seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan akses air bersih, sanitasi, tandon air hingga perbaikan jalan lingkungan. 

Ia menilai, penyediaan hunian yang sehat dan aman merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sebelum berbicara mengenai peningkatan produktivitas dan kualitas kehidupan. Terlebih, mayoritas masyarakat Desa Campurejo bekerja sebagai nelayan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap hunian yang sehat, aman, dan nyaman menjadi makin penting, terutama bagi keluarga yang memiliki anak-anak kecil.

“Ini menjadi sebuah hal yang sangat mendasar sebelum berbicara produktivitas dan kehidupan yang berkualitas, didahului dengan bagaimana rumah-rumah masyarakat kita Terutama yang ada di Desa Campurejo, memiliki ruang yang sehat, aman, dan nyaman,” ujarnya.

“Penataan ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dan kolaborasi lintas sektor untuk mengentaskan kemiskinan dan membenahi sekitar 6.000 kawasan kumuh di seluruh Indonesia secara bertahap,” tutup Menko AHY. 

Di tempat sama, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, bahwa program Dana Alokasi Khusus Tematik Penuntasan Permukiman Kumuh Terintegrasi (DAK TPPKT) sukses diperluas. Desa Campurejo Kecamatan Panceng, kini resmi menjadi wilayah kedua yang menerima manfaat program tersebut, setelah sebelumnya berhasil diterapkan di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu. 

Program DAK TPPKT sendiri fokus pada perbaikan total kualitas lingkungan permukiman. Ruang lingkupnya meliputi pembangunan instalasi jaringan air bersih, penataan drainase, perbaikan jalan lingkungan, Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), hingga pembenahan sanitasi warga. 

“Saya berharap penataan ini tidak hanya menghilangkan kesan kumuh. Tetapi juga langsung mendongkrak tingkat kesehatan serta roda perekonomian masyarakat setempat. Skema hunian ini juga dirancang ramah bagi keuangan masyarakat pesisir dengan opsi angsuran fleksibel hingga 8–10 tahun. Dan alhamdulillah sebagaian dari warga sudah membayar lunas,” jelas mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Sementara, salah satu warga penerima program RTLH DAK TPPKT, Imam Bashori, 48,  yang bekerja sebagai nelayan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas adanya program tersebut. Ia mengaku bersyukur dengan kondisi rumah yang ditempati sekarang menurutnya jauh lebih bersih, sehat dan nyaman dari sebelumnya yang sering bocor jika hujan. 

“Sebelumnya saya menempati rumah mertua bersama istri dan anak saya jika hujan kami sangat khawatir karena atap rumah banyak yang bocor. Sekarang rumah saya tidak bocor lagi kalau hujan. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian nyata dari pemerintah melalui program ini.” ungkapnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik dampingi Menko AHY Resmikan Kawasan Permukiman melalui DAK Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu Desa Campurejo  Selengkapnya

Dari Takut Kimia Menjadi Cinta Sains Transformasi Pembelajaran Berbasis AI di SMA Negeri 1 Gresik

Oleh : Lilik Suharnani, S.Pd., M.Pd.*

PERTEMUAN  pertama mata pelajaran Kimia di kelas X SMA Negeri 1 Gresik sungguh menggoda. Di wajah murid baru terlihat rasa penasaran sekaligus sedikit kekhawatiran. Baru menginjakkan kaki di kelas X, mereka juga baru mengenal mata pelajaran KIMIA, yang merupakan Cabang dari Ilmu Pengetahuan Alam. Sebagian dari mereka pernah mendengar bahwa KIMIA adalah mata pelajaran yang penuh rumus, sulit dipahami, dan identik dengan praktikum yang rumit. Ketika saya bertanya, “Apa yang terlintas di pikiran kalian saat mendengar kata kimia?” beragam jawaban unik dan menarikpun muncul.

“Bahan peledak, Bu.”

“Obat-obatan.”

“Asam-Basa.”

“Rumus yang susah.”

“Gak Bahaya ta Bu?”

Jawaban-jawaban itu mengingatkan saya bahwa sebagian besar murid masih memandang kimia sebagai kumpulan simbol dan persamaan reaksi dan sesuatu yang menakutkan. Padahal, hakikat kimia jauh lebih luas dan menarik untuk di ulas. Kimia adalah ilmu yang menjelaskan berbagai fenomena kehidupan, mulai dari udara yang kita hirup, makanan yang kita konsumsi, kosmetik yang kita gunakan, hingga teknologi baterai kendaraan listrik yang kini sedang berkembang pesat.

Beberapa tahun lalu, saya biasanya memulai materi Pengenalan Ilmu Kimia dengan menjelaskan ruang lingkup kimia, metode ilmiah, dan keselamatan kerja di laboratorium melalui presentasi, mengenalkan kimia dari lingkungan sekitar, diskusi dan pendampingan dengan sumber buku teks. Murid mencatat, menghafal, kemudian mengerjakan soal. Hasil ulangan mereka cukup baik, tetapi saya merasa masih ada yang kurang. Mereka mengetahui definisi kimia, tetapi belum benar-benar memahami mengapa ilmu ini sangat penting bagi kehidupan.

Perubahan mulai saya lakukan ketika dunia pendidikan memasuki era transformasi digital. Kehadiran kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) bukan saya anggap sebagai ancaman, melainkan peluang untuk menghadirkan pengalaman belajar baru yang lebih bermakna. Saya tidak ingin AI hanya digunakan untuk mencari jawaban secara instan. Saya ingin murid belajar dan berpikir seperti ilmuwan dengan mengamati, bertanya, mencoba, menganalisis, dan menyimpulkan, dengan AI sebagai mitra belajar yang cerdas.

Pada awal pembelajaran, saya mengajak murid melakukan aktivitas sederhana. Mereka diminta memotret lima benda yang ada di lingkungan sekolah menggunakan telepon genggam atau handphone, kemudian mengunggahnya ke platform pembelajaran berbasis AI. Benda yang mereka potret adalah botol minum, daun mangga, pagar besi, paving block, dan air kolam lele program SIKAP di sekolah. Benda ini menjadi objek pertama yang mereka amati.

AI kemudian membantu mengidentifikasi kemungkinan unsur atau senyawa penyusun benda-benda tersebut serta memberikan penjelasan awal mengenai sifat kimianya. Namun, saya segera mengingatkan bahwa informasi dari AI bukanlah kesimpulan akhir. Setiap kelompok harus memverifikasi jawaban tersebut melalui buku teks, sumber ilmiah, dan diskusi kelas. Dari kegiatan itu, murid mulai memahami bahwa ilmu pengetahuan dibangun melalui proses pembuktian, bukan sekadar menerima informasi.

Pembelajaran berlanjut di laboratorium kimia. Sebelum memegang alat praktikum, peserta didik menggunakan simulasi laboratorium virtual berbasis AI untuk mengenali fungsi gelas ukur, pipet tetes, pembakar spiritus, neraca digital, serta simbol-simbol keselamatan kerja. Mereka dapat mencoba prosedur praktikum secara virtual tanpa takut melakukan kesalahan yang membahayakan.

Ketika memasuki laboratorium nyata, suasana terasa berbeda. Murid lebih percaya diri menggunakan alat, memahami aturan keselamatan kerja, dan mengetahui alasan ilmiah di balik setiap prosedur. Saya menyadari bahwa AI tidak menggantikan pengalaman praktikum, tetapi mempersiapkan peserta didik agar pembelajaran di laboratorium berlangsung lebih efektif, aman, dan bermakna.

Transformasi pembelajaran semakin terasa ketika kami mengembangkan proyek STEAM bertema “Kimia di Sekitar Kita, Menjadi Saintis Muda di Era Kecerdasan Artifisial.” Proyek ini dirancang untuk memperkenalkan hakikat ilmu kimia melalui pengalaman belajar yang utuh. Murid tidak lagi belajar konsep secara terpisah, tetapi mengalami sendiri bagaimana ilmu kimia bekerja dalam kehidupan nyata.

Pembelajaran diawali dengan pendekatan Science. Saya mengajak murid berjalan mengelilingi lingkungan sekolah sambil membawa lembar observasi digital. Mereka mengamati berbagai fenomena yang sering dijumpai, seperti pagar besi yang mulai berkarat, lumut yang tumbuh pada tembok yang lembap, air kolam lele sekolah yang berubah warna, sampah plastik di sekitar kantin, hingga pupuk yang digunakan untuk tanaman sekolah. Setiap kelompok diminta mengidentifikasi pertanyaan ilmiah yang muncul dari hasil pengamatan tersebut. Mengapa besi dapat berkarat? Mengapa plastik sulit terurai? Mengapa pupuk dapat mempercepat pertumbuhan tanaman? Dari pertanyaan sederhana itu, murid mulai memahami bahwa kimia bukan sekadar kumpulan rumus, melainkan ilmu yang menjelaskan berbagai fenomena alam dan kehidupan sehari-hari.

Memasuki tahap Technology, peserta didik memanfaatkan kecerdasan artifisial sebagai mitra belajar. Mereka menggunakan AI untuk menyusun hipotesis awal, membuat peta konsep, mencari hubungan antar variabel, serta memperoleh visualisasi mengenai struktur atom, molekul, maupun proses reaksi kimia yang tidak dapat diamati secara langsung. Namun, saya selalu mengingatkan bahwa AI bukan sumber kebenaran mutlak. Setiap informasi yang diperoleh harus dibandingkan dengan buku teks, hasil eksperimen, jurnal ilmiah, dan penjelasan guru. Dengan cara tersebut, murid belajar membangun literasi digital sekaligus kemampuan berpikir kritis. Mereka tidak sekadar menerima jawaban AI, tetapi belajar memverifikasi, mengevaluasi, dan menyimpulkan berdasarkan bukti ilmiah.

Tahap berikutnya adalah Engineering, yaitu saat murid mengubah pengetahuan menjadi solusi nyata. Setiap kelompok diminta merancang sebuah produk atau solusi sederhana yang berkaitan dengan hasil pengamatan mereka. Ada kelompok yang merancang tempat pemilahan limbah laboratorium kimia berdasarkan karakteristik bahan, kelompok lain membuat desain penyaring air sederhana menggunakan arang aktif, pasir silika, dan kerikil, sementara kelompok lainnya menyusun rancangan prosedur keselamatan kerja laboratorium dalam bentuk papan informasi digital. Selama proses perancangan, AI digunakan untuk memberikan alternatif desain, memperkirakan efektivitas rancangan, hingga membantu menyusun langkah kerja yang sistematis. Namun, keputusan akhir tetap ditentukan berdasarkan hasil diskusi dan pertimbangan ilmiah murid.

Pada pendekatan Arts, murid belajar bahwa ilmu pengetahuan harus mampu dikomunikasikan kepada masyarakat. Mereka mengubah hasil proyek menjadi media edukasi yang menarik melalui poster digital, video pendek, infografik interaktif, podcast, maupun presentasi kreatif. Salah satu kelompok membuat kampanye bertajuk “Kimia Itu Dekat dengan Kehidupan” yang menjelaskan hubungan ilmu kimia dengan kesehatan, pangan, lingkungan, dan industri di Kabupaten Gresik. Kelompok lain membuat video simulasi penggunaan bahan kimia rumah tangga yang aman. Melalui kegiatan ini, murid menyadari bahwa keberhasilan seorang ilmuwan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan melakukan penelitian, tetapi juga kemampuan menyampaikan hasil temuannya kepada masyarakat secara sederhana dan menarik.

Selanjutnya pada pendekatan  Mathematics,  murid mengolah data hasil pengamatan dan eksperimen menggunakan perangkat digital. Mereka menghitung persentase penggunaan produk kimia rumah tangga berdasarkan hasil survei sederhana, membuat tabel frekuensi, menyusun grafik, menganalisis kecenderungan data, hingga menarik kesimpulan berdasarkan bukti kuantitatif. AI dimanfaatkan untuk membantu visualisasi data dan memberikan alternatif analisis statistik sederhana, tetapi interpretasi hasil tetap dilakukan oleh murid melalui diskusi kelompok. Dari kegiatan ini mereka belajar bahwa setiap kesimpulan ilmiah harus didasarkan pada data yang valid, bukan sekadar opini.

Keseluruhan rangkaian kegiatan tersebut dirancang mengikuti prinsip Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang saat ini menjadi arah transformasi pendidikan di Indonesia. Saya tidak lagi menempatkan murid sebagai penerima informasi, melainkan sebagai penemu pengetahuan. Pembelajaran dimulai dari pengalaman nyata, dilanjutkan dengan proses bertanya, menyelidiki, mencoba, berdiskusi, merefleksikan, kemudian menghasilkan solusi terhadap masalah yang mereka temukan sendiri.

Pada tahap belajar berkesadaran (mindful learning), peserta didik diajak menyadari bahwa hampir setiap aktivitas manusia berkaitan dengan ilmu kimia. Mereka mulai memahami alasan mengapa mempelajari kimia menjadi penting bagi kehidupan, bukan sekadar untuk memperoleh nilai ujian. Tahap berikutnya adalah belajar bermakna (meaningful learning). Murid menghubungkan konsep-konsep kimia dengan lingkungan sekitar, dunia industri di Gresik, isu pencemaran lingkungan, kesehatan, energi, dan perkembangan teknologi. Mereka menyadari bahwa konsep yang dipelajari di kelas memiliki manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya adalah belajar menggembirakan (joyful learning). Kegiatan observasi lapangan, eksplorasi laboratorium, simulasi digital, diskusi dengan AI, proyek kelompok, hingga presentasi kreatif membuat suasana belajar lebih hidup. Murid terlihat lebih berani bertanya, saling berdiskusi, dan tidak takut melakukan kesalahan karena setiap proses dipandang sebagai bagian dari pembelajaran.

Perubahan yang paling membahagiakan justru tampak pada cara murid mengajukan pertanyaan. Jika dahulu mereka sering bertanya, “Apakah materi ini keluar saat ujian?”, kini pertanyaan yang muncul jauh lebih mendalam.

“Bu, apakah semua plastik memiliki struktur kimia yang sama?”

“Mengapa pupuk yang diproduksi di Gresik memiliki jenis yang berbeda?”

“Bagaimana AI dapat membantu ilmuwan menemukan material baru yang lebih ramah lingkungan?”

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa rasa ingin tahu ilmiah mulai tumbuh. Bagi saya, itulah indikator keberhasilan pembelajaran yang sesungguhnya. Sebagai guru, saya juga belajar bahwa peran saya mengalami transformasi. Dahulu saya menjadi sumber utama informasi. Kini saya lebih banyak berperan sebagai fasilitator, pembimbing, dan pengarah proses berpikir. AI mampu menyajikan informasi dalam hitungan detik, tetapi AI tidak dapat menggantikan dialog, empati, maupun bimbingan yang membantu murid membangun karakter ilmiah.

Transformasi yang kami lakukan di SMA Negeri 1 Gresik selaras dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mendorong implementasi Pembelajaran Mendalam, penguatan literasi digital, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial secara etis, kritis, aman, dan bertanggung jawab dalam pembelajaran. Teknologi diposisikan sebagai alat untuk memperkuat kualitas belajar, bukan menggantikan peran guru maupun proses ilmiah.

Di akhir proyek, setiap kelompok melakukan refleksi terhadap proses belajar yang telah mereka lalui. Mereka tidak hanya mempresentasikan produk yang dihasilkan, tetapi juga menjelaskan bagaimana AI membantu proses berpikir mereka, kesulitan yang dihadapi, cara mengatasinya, serta nilai-nilai karakter yang berkembang selama bekerja sama. Saya menyadari bahwa keberhasilan pembelajaran bukan hanya terlihat dari produk akhir atau nilai yang diperoleh, tetapi dari tumbuhnya rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, literasi digital, dan tanggung jawab ilmiah.

Saat melihat murid berdiskusi hangat mengenai fenomena kimia yang mereka temukan di lingkungan sekolah, saya semakin yakin bahwa transformasi pembelajaran bukanlah tentang mengganti laboratorium dengan kecerdasan artifisial. Transformasi yang sesungguhnya adalah menghadirkan pengalaman belajar yang membuat murid mampu berpikir seperti ilmuwan, bekerja seperti inovator, dan bertindak sebagai warga yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. (*)

* Guru Kimia SMA Negeri 1 Gresik (Smansa)

Dari Takut Kimia Menjadi Cinta Sains Transformasi Pembelajaran Berbasis AI di SMA Negeri 1 Gresik Selengkapnya