Ini Sosok Ning Nurul, Kandidat Kuat Calon Ketua DPC PKB Gresik

GRESIK,1minute.id – Sekretaris DPC PKB Gresik Imron Rosydi mengatakan musyawarah cabang (Muscab) PKB Gresik berbeda dengan sebelumnya. Muscab PKB diperkirakan dihelat Mei 2021. Serentak regional di Jawa Timur. Merujuk AD/ART terbaru hasil Muktamar PKB di Bali , kata Imron, ketua DPC PKB ditunjuk oleh DPP PKB. 

“Jadi tahun ini, muscab tidak memilih ketua. Tapi, DPP PKB yang menunjuk. Siapa yang diberikan mandat oleh DPP PKB ya itu yang menjadi ketua DPC PKB,”ujar Imron dikonfirmasi selulernya pada Selasa, 2 Februari 2021.

Panitia Muscab, tambah Imron, nantinya hanya membacakan surat mandat dari DPP PKB. Lalu siapa yang mendapatkan mandat dari DPP PKB , Imron mengaku belum mengetahuinya. ” Sampai saat ini saya belum mengetahui siapa yang mendapatkan mandat dari DPP,”ujarnya. 

Seperti diberitakan, Nurul Haromaini meramaikan bursa calon ketua DPC PKB Gresik. Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromain adalah anak tokoh NU KH Agoes Ali Masyhuri, pemangku pondok pesantren Progresif Bumi Shalawat, Tulangan , Sidoarjo. Ia istri Fandi Akhmad Yani, bupati Gresik terpilih di Pilbup 2020.

Sejumlah sumber 1minute.id, menyebutkan Ning Nurul telah mendapatkan restu dari Gus Yani. “Ning Nurul siap bila untuk membantu membesarkan PKB Gresik,”kata sumber yang enggan disebutkan identitasnya itu.

Ketua PAC PKB Gresik Syaikhu Busiri menyatakan, PKB itu memiliki resource (sumber daya manusia/SDM) sangat banyak. Dan, mereka sangat mumpuni untuk bisa mengembalikan kejayaan partai di era 2009-an. 

Munculnya Ning Nurul sebuah angin segar. Dia masih muda. Alumnus Universitas Airlangga Surabaya. Dan, besar di lingkungan pondok pesantren. Lingkungan Ning Nurul selama ini kerap bersinggungan dengan organisasi dan leadership. 

“Bagi Saya itu sangat baik. Orang pondok masih muda dimunculkan. Secara DNA sudah siap. Lingkungan sudah terbawa. Jadi mainset sudah benar, sebelum-sebelumnya,”kata anggota FPKB Gresik itu dikonfirmasi selulernya, Selasa 2 Februari 2021.

Data dihimpun 1minute.id, Ning Nurul, lahir Juni 1992 atau 28 tahun. Ia anak nomor 7 dari 11 saudara dari tokoh Nahdlatul Ulama KH Agoes Ali Masyhuri. Pemangku Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Tulangan, Sidoarjo. Ning Nurul, adik dari Ahmad Muhdlor Ali, bupati Sidoarjo terpilih.

Ning Nurul alumnus Fakultas Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya. Sejumlah kader partai berlambang bola dunia dikeliling sembilan bintang menganggap Ning Nurul memiliki potensi mengembalikan masa kejayaan PKB di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. (*)

Ini Sosok Ning Nurul, Kandidat Kuat Calon Ketua DPC PKB Gresik Selengkapnya

Ning Nurul Masuk Bursa Calon Ketua PKB Gresik

Ning Nurul dan Fandi Akhmad Yani

GRESIK,1minute.id – Masyawarah Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gresik bakal dihelat Maret 2021. Muscab digelar serentak se-Indonesia.

Sujumlah kandidat mulai muncul untuk meramaikan pemilihan pucuk pimpinan partai pemenang pemilihan legislatif (pileg) di Kota Santri ini. Selain Moh Qosim, ketua DPC PKB Gresik berasal dari internal partai.  Kini, muncul nama Nurul Haromaini. Ia adalah istri Fandi Akhmad Yani, bupati terpilih di Pilbup 2020.

Nurul Haromaini adalah putri ulama NU KH Agoes Ali Masyhuri, Tulangan, Sidoarjo. Sejumlah sumber 1minute.id, menyebutkan Ning Nurul- sapaan- Nurul Haromaini telah mendapatkan restu dari Gus Yani. “Ning Nurul siap bila untuk membantu membesarkan PKB Gresik,”kata sumber yang enggan disebutkan identitasnya itu.

Munculnya bakal calon ketua DPC PKB Gresik dari kaum hawa ini sebuah angin segar untuk perkembangan demokrasi di Gresik. Sebab, selama ini pimpinan partai berlambang bola dunia dikelilingi sembilan bintang itu di dominasi kaum adam.

Ketua PAC PKB Gresik Syaikhu Busiri menyatakan, PKB itu memiliki resource (sumber daya manusia/SDM) sangat banyak. Dan, mereka sangat mumpuni untuk bisa mengembalikan kejayaan partai di era 2009-an. 

Munculnya Ning Nurul sebuah angin segar. Dia masih muda. Alumnus Universitas Airlangga Surabaya. Dan, besar di lingkungan pondok pesantren. Lingkungan Ning Nurul selama ini kerap bersinggungan dengan organisasi dan leadership. 

“Bagi Saya itu sangat baik. Orang pondok masih muda dimunculkan. Secara DNA sudah siap. Lingkungan sudah terbawa. Jadi mainset sudah benar, sebelum-sebelumnya,”kata anggota FPKB Gresik itu dikonfirmasi selulernya, Selasa 2 Februari 2021.

Meski, Syaikhu belum mengenal secara detail tentang profil Ning Nurul. Akan tetapi, Ning Nurul dibesarkan dalam lingkungan pondok pesantren pasti memiliki potensi sangat besar untuk bisa membawa gerbong menuju masa kejayaan PKB di masa 2009. 

“Ning punya potensi untuk itu (mengembalikan kejayaan PKB),”tegasnya. Karena Ning telah dibentuk oleh lingkungan untuk menjadi seorang pemimpin. Terpisah Sekretaris DPC PKB Gresik Imron Rosyadi ketika dihubungi belum diangkat. (*)

Ning Nurul Masuk Bursa Calon Ketua PKB Gresik Selengkapnya

Pj Sekda dan OPD Sowan ke Rumah Bupati Baru, Gus Yani Singgung Pelayanan PDAM

GRESIK,1minute.id – Dua pekan menjelang pelantikan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno sowan ke rumah bupati terpilih, Fandi Akhmad Yani di Dusun Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jumat 29 Januari 2021. 

Sekda Abimanyu mengajak semua kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pejabat badan usaha milik daerah (BUMD) Gresik. Mereka disambut Bupati dan Wabup terpilih Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani dan Bu Min-panggilan-Aminatun Habibah.

Pertemuan terasa gayeng. Pada kesempatan itu, Gus Yani dan Bu Min mengajak semua kepala OPD guyup untuk mewujudkan Gresik Baru. “Saya minta semua guyub untuk mewujudkan Gresik Baru. Membangun Gresik bersama-sama,”kata Gus Yani. 

Gus Yani meminta bantuan semua Kepala OPD, untuk wujudkan Gresik Baru sesuai dengan Nawa Karsa. Alumnus sarjana Ekonomi Airlangga Surabaya itu memastikan tak ada istilah buku inting-inting. “Saya tak ada istilah buku inting-inting,”tegasnya.

Gus Yani berharap, adanya kolaborasi dalam membangun Kabupaten Gresik. Berkolaborasi untuk mengisi pekerjaan-pekerjaan yang ada. Diantaranya, persoalanan banjir, layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), kemiskinan, pendidikan, pengangguran, kesehatan dan program lain. 

Selain persoalan banjir Kali Lamong. Gus Yani juga menegaskan komitmen untuk perbaikan pelayanan. Diantaranya, pelayanan di PDAM Giri Tirta. Sebab, Gus Yani sering menerima keluhan dari pelanggan air PDAM itu. 

Selama ini, manajemen badan usaha milik daerah dipimpin oleh Siti Aminatus Zuriyah itu berorientasi keuntungan, bukan sosial memberikan pelayanan masyarakat. “Setelah dilantik, langsung gaspol, seperti PDAM banyak masyarakat yang menjerit, minta layanan PDAM belum dapat, harus dituntaskan,”tegasnya. 

“Setelah dilantik, langsung gaspol, seperti PDAM banyak masyarakat yang menjerit, minta layanan PDAM belum dapat, harus dituntaskan”

Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik terpilih

Gus Yani menegaskan lagi masyarakat butuh pelayanan cepat. Dengan perkembangan teknologi, maka pelayanan serba digital. “Teknologi dimasukkan ke birokrasi. Pelayanan dengan masyarakat harus cepat, “katanya.

Gus Yani, saat ini yang penting dalam membangun Gresik adalah mengurai masalah. “Bukan persoalan ini (pejabat) diletakkan disini, diletakkan  disana. Tapi, menuntaskan masalah yang ada,”katanya. 

Gus Yani mengaku, DPRD Gresik menyambut baik dengan visi-misinya bersama Bu Min, di Nawa Karsa.  Mudah-mudahan bisa dituntaskan. Gus Yani juga menyinggung tentang ivaksin Covid-19. “Sudah 5000 orang divaksin berdasarkan data Dinas Kesehatan. Semoga ekonomi Gresik kembali bisa pulih, tumbuh,”pungkasnya. 

Sementara Bu Min berharap, apa saja program yang bisa dikerjakan untuk dikerjakan harus dikerjakan. “Bukan apa yang dapat,”katanya. Saat ini, kata Bu Min, angka pengangguran masih tinggi. Sehingga,  yang belum bekerja akhirnya bisa kerja. “Makanya, butuh data yang baik sesuai dengan kondisi riil. Data sesuai kondisi yang ada di desa,”katanya.

Gus Yani  dan Bu Min yakin ASN akan membantu. “Semua dengan tujuan menjadikan Gresik menjadi salah satu Kabupaten terbaik di Jatim,”katanya. 
Sebelumnya, Pj. Sekda Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno dalam sambutannnya menyatakan, tujuan kedatangannya bersama para Kepala OPD, dan pimpinan BUMN untuk silaturahim. “Kami mengucapkan selamat kepada Gus Yani dan Bu Min,” katanya.

Abimanyu juga mengucapkan, salam takdim Bupati dan Wabup Sambari Halim Radianto dan Moh. Qosim. “Pak Bupati masih sakit di RS Adi Husada Surabaya. Semoga lekas sembuh,”harapnya.

Abimanyu kemudian mengenalkan satu per satu Kepala OPD yang ikut silaturahmi, termasuk pimpinan BUMN. ” Saya minta semua taat. Semua guyub membantu Bupati dan Wabup terpilih (Gus Yani dan Bu Min) untuk membantu program-program yang tertuang dalam Nawa Karsa,”pesannya. (*)

Pj Sekda dan OPD Sowan ke Rumah Bupati Baru, Gus Yani Singgung Pelayanan PDAM Selengkapnya

Gus Yani, Bupati Terpilih Ajak Kolaborasi Wujudkan Perubahan Gresik Baru

GRESIK,1minute.id – Dua paslon Bupati-Wakil Bupati Gresik duduk bareng satu meja di salah satu hotel di kompleks perumahan Gresik Kota Baru (GKB),  Jumat 22 Januari 2021. Mereka memakai dresscode baju putih. Menikmati makan siang sambil menunggu rapat pleno penetapan bupati dan wakil bupati Gresik 2020.

Dua paslon itu adalah nomor urut 1 Moh Qosim – Asluchul Alif (QA) dan nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT). Sejumlah partai pengusung kedua paslon berpencar di meja lainnya.

Saat itu, jarum jam menunjukkan pukul 14.00 atau molor 60 menit dari jadwal penetapan Bupati dan Wabup Gresik terpilih dalam pemilihan bupati (Pilbup) Gresik 9 Desember 2020. Setelah menikmati makan siang, mereka lalu masuk dalam ruangan acara. 

Ketua KPU Gresik Akhmad Roni memimpin rapat pleno terbuka dengan agenda penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pilbup Gresik 2020. 

Roni membacakan Keputusan KPU Gresik No: 02/HK.03.1-KPt/3525/KPU-Kab/1/2021, tentang penetapan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gresik 2020.

Dan, berdasarkan Surat Dinas KPU RI No 60/PL.027-SD/03/KPU/1/2021, perihal penetapan memutuskan, Paslon Nomor 2 Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah sebagai Paslon terpilih dengan perolehan sebanyak 369.844 suara atau 50,98 persen.

Roni menyatakan, penetapan tersebut setelah KPU Gresik menerima Buku Registrasi Perkara Konstutusi (BRPK) Mahkamah Konstitusi (MK) lewat KPU RI.

Roni menyatakan  pelaksanaan tahapan Pilbup Gresik 2020  dimulai Januari 2020  berjalan dengan baik. “Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi atas suksesnya Pilkada Gresik 2020,”ucap Roni.

(ki-ka) Asluchul Alif, Moh Qosim, Bupati terpilih Fandi Akhmad Yani, dan Wabup Aminatun Habibah (foto : chusnul cahyadi /1minute.id)

Roni juga mengapresiasi kehadiran dua paslon pada rapat pleno penetapan. “Mungkin hanya di Gresik semua paslon hadir saat penetapan. Kami sangat mengapresiasi,”kata Roni semringah.

Roni kemudian memberikan kesempatan paslon untuk memberikan sambutan. Paslon QA mendapatkan giliran pertama. Qosim didampingi Alif  mengucapkan selamat atas ditetapkannya Gus Yani-Bu Min sebagai Paslon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih hasil Pilbup Gresik 2020. 

“Saya ucapkan selamat atas ditetapkannya Mas Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Saya ucapan selamat Gus Yani – Bu Min yang telah mendapatkan amanat masyarakat Gresik. Niat telah dipilih Allah SWT memimpin 1,35 juta masyarakat Gresik,”imbuhnya. 

Qosim yang juga Wabup Gresik meminta kepada seluruh undangan untuk mendoakan Bupati Gresik Sambari Halim Rudianto yang masih menjalani isolasi karena terpapar coronavirus disease 2019 (Covid-19). 

“Saya mengajak semua masyarakat mendoakan Pak Bupati Sambari yang tengah isolasi,”kata Qosim. Dia juga berterima kasih kepada para tim relawan QA atas perjuangannya. “Mudah-mudahan dibalas oleh Allah. Saya minta maaf jika ada salah,” katanya.

Qosim melanjutkan Pilbup Gresik 2020 sudah selasai. Sudah tak ada Paslon QA dan Niat, yang ada hanya warga Gresik untk kebaikan Kabupaten Gresik. 

“Saya mengimbau kepada semua pendukung QA untuk doa restunya terhadap Gus Yani – Bu Min. Itu perintah agama, taat kepada pemimpin,” pintanya. “Saya ucapkan selamat bekerja,”imbuhnya. 

Sementara itu, pasangan bupati dan wabup terpilih, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah berharap Gresik semakin berkah dilindungi dan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.   “Mudah-mudahan kemenangan pilkada merupakan kehendak Allah, bukan keinginan kami berdua,” ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani itu. 

“Setelah pilkada, tak ada nomor 1 dan 2. Yang ada sila ketiga, Persatuan Indonesia,”katanya berdiplomatis. 

Mantan Ketua DPRD Gresik ini menambahkan, dalam memimpin Gresik Baru, butuh kolaborasi. Sebab, menurutnya tantangan lebih besar. “Ke depan hanya kolaborasi untuk mewujudkan Gresik Baru. Kami mengajak Pak Qosim – Alif untuk sama-sama bareng berkolaborasi untuk perubahan Gresik Baru,”kata Gus Yani. (*)

Gus Yani, Bupati Terpilih Ajak Kolaborasi Wujudkan Perubahan Gresik Baru Selengkapnya

KPU Tetapkan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah sebagai Bupati dan Wabup Gresik, Jumat Besok

GRESIK,1minute.id – Tahapan pemiihan bupati (Pilbup) Gresik memasuki tahap akhir. Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum (KPU) Gresik rencananya menetapkan paslon terpilih Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Jumat 22 Januari 2021. 

Penetapan pasangan calon hasil Pilbup 9 Desember 2020 itu akan dilakukan KPU Gresik di Hotel Aston Inn, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Komisioner KPU Gresik Elvita Yulianti mengatakan, undangan penetapan paslon terpilih akan dilakukan badal Salat Jumat. “Sekitar pukul 13.00,”kata Elvita Yulianti dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya Kamis 21 Januari 2021.

Penetapan Bupati dan Wakil Bupati terpilih menggunakan protokol kesehatan (prokes) karena Gresik sedang memasuki masa perlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Komisi hanya mengundang beberapa orang. Diantaranya, perwakilan pengusung paslon, Bawaslu dan dua paslon. 

Dua paslon dalam konstestasi Pilbup 2020 itu, nomor urut 1 yakni Moh Qosim – Asluchul Alif (QA) dan nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT). “Dua paslon sudah menyatakan kesiapan hadir,”imbuh mantan jurnalis radio itu. 

Kepastian agenda penetapan Gus Yani – Bu Min, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik setelah komisi memastikan telah mengantongi Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) dari Mahkamah Konstitusi melalui KPU RI. 

Diketahui BRPK mencatat permohonan sengketa pilbup yang sudah dinyatakan lengkap dan memenuhi persyaratan. Artinya hasil rekapitulasi Pilbup yang masuk buku tersebut masih belum final karena masih ada gugatan atau sebaliknya. 

Hasil rekapitulasi Pilbup Gresik itu,  paslon NIAT unggul dari QA. Pasangan Niat memperoleh 369.844 ribu suara. Sedangkan QA mendapat 355.611 suara. Paslon NIAT unggul dari incumbent dengan selisih 14.233 suara. 

NIAT diusung oleh enam partai politik yakni PDI-P, PPP, Nasdem, Partai Golkar, Partai Demokrat dan PAN. Sedangkan, QA diusung oleh PKB dan Gerindra. (*)

KPU Tetapkan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah sebagai Bupati dan Wabup Gresik, Jumat Besok Selengkapnya

Kunjungi Destinasi Geladak Kelir, Harapan Mewujudkan Gresik Baru, Pasca Tanpa Debu Batubara

GRESIK,1minute.id – Geliat ekonomi masyarakat semakin terasa sekitar di Destinasi Jembatan Kelir di Kelurahan Kemuteran, Gresik. Puluhan penjual berjajar sekitar geladak Bele Keling. 

Mereka menikmati gaya hidup baru tanpa kekhawatiran debu batubara.  Sulhiyah Rahmawati  mengatakan rumahnya menjadi lebih bersih. Hidupnya terasa lebih sehat dan tenang dibanding sebelumnya. 

“Sekarang saya sudah berani nyuapin anak di luar rumah. Lantai rumah juga sudah nggak hitam pekat lagi, sehari cukup nyapu sekali. Tidak seperti sebelumnya sehari harus nyapu dan ngepel berkali-kali. Matur nuwun Gus Yani,”ungkap ibu 5 anak ini, Kamis 26 November 2020. 

Sejak berhentinya aktivitas bongkar muat batubara membuat keberlangsungan hidup warga di Kelurahan Kroman, Lumpur dan Kemuteran terasa menjadi lebih nyaman.

Fandi Akhmad Yani, calon bupati (Cabup) nomor urut 2 merekomendasi penghentian operasi pelabuhan curah batubara yang menimbulkan protes masyarakat di sekitar lokasi.  Waktu itu, Gus Yani -sapaan- Fandi Akhmad Yani masih menjabat sebagai Ketua DPRD Gresik. Tiga kali,  Gus Yani disambati pendemo mendesak penutupan aktivitas bongkar muat batu bara di Jalan RE Martadinata, Gresik itu.

“Setelah mendengar kedua kelompok yang pro dan kontra, serta berbagai pihak atau instansi terkait, akhirnya saat itu Saya sepakati untuk dihentikan. Pertimbangannya adalah kemanusiaan,” kenang Gus Yani.

Kamis, 26 November 2020, Gus Yani menyambangi masyarakat sekitar. Kelurahan Kemuteran, Kroman dan Lumpur. Kehadiran Cabup berpasangan dengan Aminatun Habibah (Bu Min) sontak dielu-elukan masyarakat setempat. Mereka menyambut cabup diusung enam dari delapan partai di DPRD Gresik bak pahlawan. 

Gus Yani datang untuk melihat Destinasi Jembatan Kelir. Sebuah dermaga kayu yang viral akhir-akhir ini dan ramai dikunjungi wisatawan. Gus Yani,  menyadari sebuah harapan baru setelah masyarakat di tiga kelurahan itu sudah terbebas dari lingkungan yang sebelumnya terdampak polusi debu selama bertahun-tahun.

“Saya kesana dan ngobrol dengan pihak pengelola. Tidak kurang delapan ribu pengunjung setiap bulannya yang ingin menikmati daya tarik wisata di Bale Keling. Bahkan, bulan Agustus kemarin, total pengunjung mencapai 12 ribu. Ini sebuah capaian yang menarik untuk obyek wisata baru. Namun masih membutuhkan banyak pengembangan infrastruktur dan aspek lain,”katanya.

Capaian kunjungan itu, tambahnya,  tidak hanya berdampak pada masukan tiket. Yang lebih penting adalah dampak ekonomi bagi warga sekitar. Banyak warga setempat yang berjualan makanan tradisional di sepanjang jalan sebelum loket masuk. Semakin banyak kunjungan, maka akan semakin banyak peluang ekonomi yang bisa dimanfaatkan. 

“Pendekatan dan filosofi inilah yang akan kami prioritaskan dalam mewujudkan Gresik Baru ke depan. Bagaimana suatu proyeksi pembangunan yang memiliki sarat dimensi pemberdayaan masyarakat. Bukan sekedar membuat landmark atau patung-patung di tengah kota dengan biaya besar tapi tak memberi dampak apapun bagi masyarakat,”tegasnya. (*)

Kunjungi Destinasi Geladak Kelir, Harapan Mewujudkan Gresik Baru, Pasca Tanpa Debu Batubara Selengkapnya

Sambangi Panti Jompo, Gus Yani Didoakan Jadi Bupati, Siapkan Program Gresik Seger

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon (paslon) nomor 2 Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) terus melakukan blusukan ke desa-desa. Melihat kondisi dan menyerap aspirasi langsung dari masyarakat.

Tapi, blusukan Gus Yani bersama Ketua DPC PDI-P Gresik Mujib Riduan ini berbeda. Gus Yani menyambangi Panti Jompo Lestari.

Panti di Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Gresik sudah berdiri sejak 2011.
Ada dua orang pengasuh. Mereka pasangan suami-istri, Haryanton dan Sumarlik.

Kunjungan Cabup nomor urut 2 ini membuat para penghuni panti jompo itu semringah. Sebab, penghuni panti yang berasal dari berbagai kecamatan di Kota Santri, diantara Dukun,  Gresik dan Duduksampeyan.  

Mereka seakan merasa berkumpul dengan keluarga mereka. Bahkan, ada penghuni yang sampai menangis haru. Senang bisa bertemu dengan calon bupati Gresik 2021-2025. 

Hariyanto mengatakan mereka merawat sebanyak 28 orang lansia. Mereka berasal dari berbagai wilayah. Selama ini membiayai operasional sendiri. Sebab, panti ini seakan tidak mendapatkan diperhatikan pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik.

“Operasional tiap bulan sekitar Rp 20 juta. Semua biaya sendiri. Kadang mendapat bantuan dari orang demawan,”cerita Haryanto. Gus Yani dan Mujib Riduan terlihat serius mendengarkan cerita pengasuh panti itu. 

Melihat kondisi tersebut, Gus Yani telah menyiapkan program unggulan. Yakni PKH Inklusif. Program tersebut untuk memperluas cakupan bagi kalangan lansia dan disabilitas. “Program itu menjadi bagian dari Nawa Karsa Niat ‘Gresik Seger’,” kata Gus Yani.

Menurut Gus Yani, pemerintah daerah mempunyai kewajiban memberi perlidungan dan jaminan sosial kepada warganya. Khususnya lansia dan disabilitas. “Kami paslon Niat optimis bisa memberikan perlindungan sosial berupa PKH Inklusif di Kabupaten Gresik,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik tersebut.

Gus Yani menjelaskan, program PKH Inklusif dapat mengentaskan kemiskinan dan pembanginan yang berkelanjutan di Kabupaten Gresik. (*)

Sambangi Panti Jompo, Gus Yani Didoakan Jadi Bupati, Siapkan Program Gresik Seger Selengkapnya

Ini Harapan Milenial kepada Paslon Niat, Bila Terpilih sebagai Bupati-Wabup Gresik

GRESIK,1minute.id – Generasi muda di  Desa Siwalan, Kecamatan Panceng, Gresik, berharap kepada calon bupati milenial Fandi Akhmad Yani agar nanti kalau jadi bupati lebih memprioritaskan lagi sektor kepemudaan yang terintegrasi dengan industri. 

Mereka optimistis Cabup berpasangan dengan Cawabup Aminatun Habibah (Bu Min)  memiliki potensi besar mewujudkan mimpi generasi muda itu.  Sebab, pria yang akrab disapa Gus Yani ini masih muda, tegas dan enerjik.

Mereka menganggap selama ini pemerintah belum memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) para pemuda di Gresik menjadi lebih berdaya dan produktif. Padahal, tidak sedikit pemuda yang dapat memberikan kontribusinya dalam pembangunan daerah.

“Selama sepuluh tahun ini belum pernah ada pemberdayaan bagi pemuda, padahal banyak problem yang dihadapi misalnya potensi SDM pemuda yang tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana termasuk tenaga kerja yang belum terserap,”kata Ulil Absor, Selasa 10 November 2020 sore. 

Ulil berharap besar kepada Gus Yani agar bisa memberikan solusi bagi pemuda desa. Misalnya, saat ini di tengah pandemi pemuda kesulitan mendapatkan pekerjaan. Selain itu, banyak lulusan yang harus menganggur bertahun-tahun karena peluang mendapat kerja yang kecil.

“Banyak pemuda disini yang nganggur. Mereka sudah ngelamar ke perusahaan tapi tidak diterima. Jadi sulitnya minta ampun kerja di kota sendiri. Kita berharap Gus Yani bisa memberi solusi untuk pemuda,”harapnya.

Pemuda lain, Nadlir juga mempunyai harapan yang sama. Ia mengaku, pemuda di desa Siwalan banyak yang nekat menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia), karena tidak ada lapangan pekerjaan di desa. Bahkan, sulit mencari pekerjaan di Gresik.

Untuk itu, dia berharap kepada Gus Yani jika terpilih jadi bupati Gresik periode 2021-2025 memberikan perhatian kepada para pemuda. Diantaranya, memberikan di training agar memiliki soft skill sesuai kebutuhan tenaga kerja industri di Gresik. 
Misalnya, dengan memfungsikan secara maksimal Balai Latihan Kerja (BLK) atau pelatihan ketenagakerjaan yang menyasar pemuda desa untuk home industri di desa.

“Jadi pemuda disini banyak yang nekat jadi TKI, padahal di Gresik banyak ribuan pabrik yang bergerak di berbagai bidang dan produksi macam-macam. Kami harap ada pelatihan untuk peningkatan skill pemuda sesuai kebutuhan pabrik atau industri rumahan di desa,”ujarnya. 

Sementara cabup milenial, Gus Yani yang mendapat berbagai keluhan para pemuda saat kampanye blusukan itu menawarkan solusi. Melalui program yang tertuang di visi misinya Gresik Berkarya dan Mandiri, Gus Yani memberikan kepastian terhadap para pemuda yang baru lulus bisa segera mendapat pekerjaan. 

“Saya dan Bu Min menjamin setiap pemuda yang lulus akan mendapat pekerjaan. Jadi tidak ada lagi pemuda bunuh diri karena sulit dapat kerja. Ini komitmen kami untuk mengurangi angka pengangguran yang saat ini cukup tinggi,”kata Gus Yani. “Di Gresik, tambahnya, sekitar  36.390 pengangguran produktif awal 2020,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Cabup Gus Yani di Desa Siwalan, Kecamatan Panceng, Selasa 10 November 2020 ( foto : tim Media Center Niat)

Gus Yani lebih jauh menjelaskan jumlah pengangguran produktif sebesar itu belum termasuk tenaga kerja yang kena PHK akibat lumpuhnya ekonomi sepanjang pandemi Covid 19. Oleh karena itu pihaknya menyiapkan program pelatihan keterampilan kerja intensif 3 in 1 untuk angkatan kerja baru. Yakni Pelatihan, Sertifikasi Kompetensi dan Penempatan Kerja secara berkala. 

“Sebagai wujud nyata paslon Niat untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kompetensi SDM agar siap bersaing. Pelatihan keterampilan kerja intensif 3 in 1 ini kami siapkan dengan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi untuk penyerapan tenaga kerja industri secara lebih masif,”terang menantu KH. Agoes Ali Masyhuri ini. 

Ditambahkan Gus Yani, program tersebut ada dua opsi. Pertama masuk di dalam kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sehingga saat lulus bisa langsung bekerja karena memiliki skill. Kedua memaksimalkan fungsi BLK yang bersinergi Dinas Tenaga Kerja (Dinas Tenaga Kerja) sebagai tahapan peningkatan keterampilan (up-skilling) dan pembaruan keterampilan (reskilling).

“Sekarang era revolusi industri 4.0 yang bersamaan dengan bonus demografi. Maka pemerintah kabupaten yang akan datang nanti harus membuka kesempatan bagi SDM di berbagai sektor industri untuk memiliki keahlian yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan industri,”jelasnya. (*)

Ini Harapan Milenial kepada Paslon Niat, Bila Terpilih sebagai Bupati-Wabup Gresik Selengkapnya