Peduli Gempa Cianjur, Misi Kemanusiaan Pemkab Gresik Gelontor Ribuan Ikan Bandeng untuk Perbaikan Gizi Korban

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melepas paket bantuan ke korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat pada Jumat, 16 Desember 2022. Misi kemanusiaan dari Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berupa kebutuhan dasar korban, seperti popok,  kebutuhan wanita, tenda, dan selimut.

Selain itu, ini ada yang berbeda. Sebab, Pemkab Gresik menggelontorkan aneka makanan bahan ikan bandeng sebanyak 100 kilogram dan olahan Ikan Bandeng sebanyak 1.000 ekor. Bupati Fandi Akhmad Yani melepas bantuan kemanusiaan senilai Rp 0,5 miliar diangkut menggunakan 4 unit truk dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik dari Kantor Bupati Gresik. 

“Kami di jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik dan masyarakat turut berempati atas musibah yang terjadi di Cianjur. Mudah-mudahan sedikit bantuan ini bisa memberikan keringanan kepada saudara-saudara kita di Cianjur,” ungkap Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Asisten Suyono dan Wakil Ketua I Baznas Gresik Riyadlotus Sholichah

Gus Yani  mengungkapkan terima kasih atas kontribusi semua pihak, dari masyarakat, Baznas, ASN dan pensiunan ASN. Sehingga dalam hasilnya mampu mengumpulkan bantuan yang totalnya lebih dari Rp 500 juta.

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan terkait pengiriman bantuan berupa makanan  bahan olahan Ikan Bandeng kepada korban bencana gempa yang mengakibatkan ratusan korban meninggal itu. Gus Yani mengatakan bahwa Kabupaten Gresik mengirimkan makanan berupa Bandeng, selain karena di Kabupaten Gresik yang terkenal sebagai lumbung Bandeng, juga karena masyarakat Cianjur membutuhkan sumber makanan yang segar dan bergizi. “Bahan makanan ini disana kebanyakan adalah mi instan. Oleh karenanya kita sengaja kirim ikan Bandeng kesana sebagai sumber bahan makanan yang penuh gizi,” tegasnya.

Untuk diketahui, tim BPBD berangkat dengan empat mobil yang berisi bantuan kemanusiaan kepada korban bencana gempa bumi Cianjur. Turut dalam rombongan Kepala BPBD Gresik Darmawan, yang mengawal iring-iringan misi kemanusiaan ini hingga tiba di Cianjur.

Untuk diketahui, gempa bumi Cianjur terjadi pada 21 November 2022 pukul 13:21:10 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat 6,84 LS – 107,05 dan kedalaman 11 km dengan magnitudo 5,6. Hingga kini, sudah puluhan kali gempa susulan. (yad)

Peduli Gempa Cianjur, Misi Kemanusiaan Pemkab Gresik Gelontor Ribuan Ikan Bandeng untuk Perbaikan Gizi Korban Selengkapnya

Dinas Perikanan Ajukan Alokasi Pupuk Bersubsidi Perikanan, Bupati Ajak Petambak di Gresik Berdoa

GRESIK,1minute.id – Pencabutan pupuk bersubsidi membuat ribuan petambak kelimpungan. Mereka harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan pupuk non subsidi. Pupuk urea dan SP-36. Termasuk petambak di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik turun tangan. Dinas Perikanan Gresik telah mengusulkan tambahan alokasi pupuk bersubsidi sektor perikanan sebanyak 19 ribu ton. Surat pengajuan tambahan alokasi telah dikirimkan kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya. Surat itu berisi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi  2022 untuk pembudidaya perikanan di Gresik. 

Data Dinas Perikanan Gresik, kebutuhan pupuk bersubsidi untuk petambak di Gresik sekitar 19.000 ton yang meliputi jenis Urea, SP 36 maupun organik. Sedangkan total luas lahan tambak mencapai 31.044 hektare, dengan jumlah petambak sekitar 15.188 orang.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, regulasi mengakibatan sektor perikanan tidak mendapat alokasi pupuk subsidi. “Mudah-mudahan tahun depan ada subsidi pupuk untuk sektor perikanan ini,”harap Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai menghadiri Sedekah Bumi Kirab Tumpeng 1000 bandeng di Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 3 September 2022. 

Kesulitan petambak mendapatkan pupuk bersubsidi bisa mengancam produktivitas ikan bandeng di Kabupaten Gresik. Ikan bandeng menjadi komoditas andalan sektor perikanan itu tidak memperoleh pakan yang cukup. Karena kelangkaan dan pencabutan alokasi pupuk bersubsidi untuk petambak. “Kita doa bersama mudah-mudahan tahun depan pupuk subsidi sektor perikanan bisa dikembalikan kembali,”katanya. 

Untuk diketahui produktivitas ikan bandeng di Kabupaten Gresik, Jawa Timur mencapai 80 ribu ton pertahun. Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, salah satu penghasil bandeng terbesar di Jawa Timur. Petambak kini masih kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. 

Perputaran uang di sektor perikanan cukup besar untuk meningkatkan kesejahteraan petambak. Bila ikan bandeng seharga Rp 30 ribu perkilogram sama dengan Rp 2,8 triliun pertahun. Sektor perikanan  menyumbang cukup besar dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Gresik. (yad)

Dinas Perikanan Ajukan Alokasi Pupuk Bersubsidi Perikanan, Bupati Ajak Petambak di Gresik Berdoa Selengkapnya