Warga Mengare, Gresik Tuntut JIIPE dan Freeport Indonesia Rekrut 60 Persen Tenaga Kerja Lokal

GRESIK,1minute.id – Ratusan warga Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur ngeluruk Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE dan PT Freeport Indonesia pada Selasa, 15 Oktober 2024. Ratusan warga berada di ring #1 itu menggelar demonstrasi untuk menuntut pekerjaan di perusahaan smelter single line terbesar di dunia itu.

Mereka menagih janji pengelola kawasan dan perusahaan smelter untuk merekrut 60 persen tenaga kerja lokal sesuai dengan Peraturan Daerah atau Perda 7/2022 tentang Penyelenggaraan Tenaga Kerja. Di perda itu, perusahaan diwajibkan merekrut 60 persen tenaga lokal dan 1 persen penyandang disabilitas.

Ratusan warga itu masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus Java Integreted Industrial and Port Estate atau KEK JIIPE, tempat perusahaan pengolahan konsetrat tembaga hingga 1,7 juta ton, dan emas itu beroperasi melalui jalur darat dan laut. Massa dari jalur darat menggendarai sepeda motor melewati jalan “tikus”. Namun, massa hanya sampai di gate-1 karena dihadang barikade keamanan kawasan dan aparat kepolisian.

Sedang, demonstran jalur laut dengan naik puluhan perahu motor. Berhenti di sekitar pelabuhan internasional kemudian naik kedaratan. Dalam aksi itu, massa membawa sejumlah spanduk. Antara lain, berbunyi : ” Buat apa Dibangun Pabrik Pengolah Emas, Kalo Kita Tetap Susah Beli Beras!!!’. 

Abdul Amin, salah seorang pendemo,  menyampaikan, tuntutan masyarakat Mengare komplek utamanya adalah lapangan pekerjaan. Janji pihak kawasan sebanyak 60 persen untuk warga lokal belum terealisasi.

“Kami ingin menyampaikan aspirasi terkait ketenagakerjaan yang pernah dijanjikan oleh pihak kawasan (KEK JIIPE). Janji 60 persen penyerapan tenaga kerja sejauh ini belum terealisasi,” kata Abdul Amin.

Koordinator aksi Abdul Wahab Sya’roni setali tiga uang dengan Amin menyebut, pembangunan kawasan JIIPE sangat terdampak bagi warga Mengare Komplek yang keseharian bekerja sebagai nelayan dan petambak. Mereka yang terdampak sedianya diprioritaskan bekerja di Smelter PTFI yang sudah mulai beroperasi.

“Kami menuntut hak-hak kita sebagai warga Mengare disejahterakan terkait adanya PT Freeport ini. Banyak orang beranggapan sebagai warga lokal terutama berada di ring satu penyerapan tenaga kerja sangat besar. Tapi sampai saat ini belum kami rasakan,” ungkapnya.

Roni berharap, dengan adanya aksi demonstarasi ini akan ada mediasi dan solusi yang disepakati bersama. Namun, bila mediasi tidak tercapai kesepakatan, maka tidak menutupkemungkinan warga akan menggelar demo kembali dengan massa yang lebh besar.

“Ketika aspirasi yang kita sampaikan ke pihak kawasan dan PT Freeport tidak dikabulkan, maka kita akan bawa massa yang lebih besar lagi. Kita buktikan bahwasanya kalau kita ini warga lokal yang kompak,” pungkasnya.

Terpisah, VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia Katri Krisnati  mengatakan, PTFI senantiasa memantuhi ketentuan dari Pemprov Jatim dan Kabupaten Gresik mengenai prioritas tenaga kerja dari desa sekitar Smelter yang telah memenuhi kualifikasi dan spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan. 

“PTFI terbuka kepada setiap perusahaan lokal yang ingin bekerja sama dan berkontribusi dalam operasional Smelter dengan melewati proses kualifikasi, verifikasi, dan evaluasi,” kata Katri Krisnati  melalui pesan WhatsApp Grup pada Selasa, 15 Oktober 2024. (yad)

Warga Mengare, Gresik Tuntut JIIPE dan Freeport Indonesia Rekrut 60 Persen Tenaga Kerja Lokal Selengkapnya

Presdir PTFI Jamin Fasilitas Smelter yang Terbakar Aman bagi Kesehatan dan Lingkungan 

GRESIK,1minute.id – Presiden Direktur PT Freeport Indonesia atau PTFI Tony Wenas akhirnya angkat bicara terkait kebakaran unit Asam Sulfat smelter PT Freeport Indonesia di kawasan KEK JIPPE, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Senin, 14 Oktober 2024.

Dalam unggahan video di Grup WhatsApp atau WAG, Tony Wenas menyatakan api telah berhasil dipadamkan. Lokasi yang terbakar, katanya, tempat pemisahan gas bersih atau Gas Cleaning Plant di Smelter PT Freeport Indonesia. Fasilitas yang terbakar itu, terangnya, memiliki berperan penting operasional yang ramah lingkungan. 

“Fungsinya untuk membersihkan gas SO2 yang keluar dari proses purnish untuk membakar konsentrat yang dapat dikonversi menjadi asam sulfat yang dapat dimanfaatkan antara lain untuk bahan baku pupuk dan lainnya,” terang Tony Wenas dalam video berdurasi 3 menit, 19 detik itu. 

Ia mengatakan, pada awal 2024 telah melakukan semua tahapan komisioning. Dan beberapa kali melakukan tahapan trial and error mulai Juni sampai September 2024 lalu. “Namun, yang terjadi ini (kebakaran) adalah musibah dan menyesali kejadian itu,” ujarnya.

Saat ini, manajamen PTFI sedang sedang melakukan review kembali seluruh proses agar tidak terulang kembali di seluruh wilayah kerja smelter. Review dilakukan dengan bekerjasama dengan Chiyoda sebagai ICP kontraktor, para ahli baik dari Freeport Indonesia, Freeport McMoran dan para konsultan.

Terkait dengan kebakaran tab tim tanggap darurat PT Freeport dengan sejumlah lembaga dan perusahaan sekitar smelter telah berusaha keras untuk mengatasi kebakaran tersebut. “Kami memastikan seluruh karyawan aman dan tidak ada yang cedera dan tidak ada dampak negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitar,” tegasnya.

Selain melakukan review menyeluruh, manajemen PTFI juga akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran dan melakukan asesmen terhadap kerusakan yang terjadi dengan harapan di kemudian hari tidak terjadi lagi. “Mengucapkan seluruh pihak yang telah mendukung dalam proses pemadaman api. Terutama Pemkab Gresik, Kota Surabaya dan Pemprov Jatim serta perusahaan yang ada di Gresik,” katanya.

Seperti diberitakan, unit asam sulfat smelter PTFI terbakar dan diaertai adanya ledakan pada Senin, 14 Oktober 2024 sekitar pukul 17.45 WIB. Kobaran api dan asap hitam terlihat dari radius 2 kilometer. Petugas pemadam kebakaran dari Pemkab Gresik, Kota Surabaya, PT Petrokimia Gresik serta sejumlah perusahaan berhasil memadamkan korban api setelah 3 jam kemudian. Atau sekitar pukul 20.45 WIB.

Dalam unggahan video lainnya, pascakebakaran smelter single line terbesar di dunia yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 23 September 2024, tampak lengang. Di sekitar lokasi kebakaran dipasang pita plastik warna merah dan hitam. Tidak terlihat adanya pekerja yang berlalu lalang. (yad)

Presdir PTFI Jamin Fasilitas Smelter yang Terbakar Aman bagi Kesehatan dan Lingkungan  Selengkapnya

Freeport Kirim Perdana 20 Ribu Ton Konsentrat Tembaga, Smelter baru PTFI Gresik Segera Beroperasi 

GRESIK,1minute.id – Kapal Mother Vessel atau MV Unitama Lily yang mengangkut 22 ribu ton konsentrat tembaga PT Freeport Indonesia  berlayar dari Pelabuhan Amamapare, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah pada Kamis, 13 Juni 2024.

Kapal yang memuat ribuan ton konsentrat tembaga itu diperkirakan akan sandar di Pelabuhan internasional Java Integrated Industrial and Port Estate atau JIIPE di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Sabtu depan, 22 Juni 2024.

Pengiriman perdana konsentrat tembaga itu, menandai akan dimulai beroperasi smelter PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK JIIPE pada Juni 2024 ini.

“Smelter PTFI di Gresik sudah siap beroperasi sehingga kami memulai pengiriman perdana konsentrat tembaga. Ini adalah momen penting bagi PTFI dan Indonesia,” kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas pada Jumat, 14 Juni 2024.

Adapun Kapal Mother Vessel (MV) Unitama Lily mengangkut total 22.000 ton konsentrat tembaga, dengan rincian sekitar 12.000 ton akan dimurnikan di Smelter PTFI dan 10.000 ton akan dikirim ke PT Smelting Gresik.

“Pengiriman perdana konsentrat ini merupakan momen penting bagi PTFI dan juga bagi Indonesia dimana seluruh konsentrat tembaga ini akan dimurnikan di dalam negeri, mewujudkan hilirisasi sebagai pijakan menuju Indonesia maju,” kata Tony. 

Tony menjelaskan konsentrat tembaga tersebut sebagai pasokan smelter yang akan segera beroperasi. Diperkirakan tiba di Pelabuhan Smelter PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE, Gresik pada 22 Juni mendatang.

Setelah tiba di pelabuhan, konsentrat akan ditempatkan dalam Concentrate Barn sebelum diproses lebih lanjut nantinya pada saat masuk tahapan produksi di Flash Smelting Furnace atau FSF.

Secara garis besar terdapat tiga proses yang harus dilalui konsentrat sebelum menjadi lembaran katoda tembaga, yakni proses material handling konsentrat, proses peleburan di Furnace dan pemurnian di Electrorefinery. 

“Kami menjalankan smelter dengan standar operasional yang tinggi dan memenuhi semua regulasi pemerintah. Ini adalah komitmen kami dalam mendukung program hilirisasi  pertambangan yang ditetapkan pemerintah,” tegas Tony.

Smelter PTFI merupakan fasilitas pemurnian konsentrat tembaga yang terletak di Kawasan  Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Manyar, Gresik, Jawa Timur. Pembangunannya dimulai Oktober 2021 dan telah selesai pembangunan sesuai jangka waktu yang ditetapkan pemerintah.

Smelter kedua PTFI ini merupakan smelter tembaga dengan desain single line terbesar di dunia dan akan mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi hingga 1,7 juta ton setelah beroperasi penuh. 

Smelter dilengkapi Unit Refinery, Unit Pemurnian Logam Mulia, Unit Oksigen, Unit Asam Sulfat dan Unit Desalinasi serta Unit Effluent and Wastewater Treatment Plant untuk mendukung pemanfaatan maksimal bahan baku, produk samping maupun limbah agar dapat mencapai high efficiency smelting and refining process. (yad)

Freeport Kirim Perdana 20 Ribu Ton Konsentrat Tembaga, Smelter baru PTFI Gresik Segera Beroperasi  Selengkapnya

Presdir PTFI Tony Wenas : Smelter Freeport Indonesia di Gresik Siap Beroperasi Juni 2024

GRESIK,1minute.id – Presiden Direktur atau Presdir PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengunjungi proyek smelter PTFI dan memastikan Smelter PTFI di kawasan Java Integreted and Industrial Port Estate atau IIPE , Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur siap beroperasi pada Juni 2024.

“Hari ini saya berkunjung ke Smelter untuk memantau perkembangan penyelesaian  pembangunan Smelter PTFI. Saat ini kami tengah melakukan proses commissioning yaitu pengujian, percobaan, trial, untuk memastikan peralatan dan sistem yang didesain, diinstal, dan dioperasikan sudah sesuai sebagai upaya menyelesaikan proyek smelter ini untuk selesai secara substansial. Diharapkan pada bulan Juni sudah bisa beroperasi,” kata Tony pada Sabtu, 25 Mei 2024.

Ia menjelaskan pembangunan smelter merupakan komitmen perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah mineral dan mendukung kebijakan hilirisasi industri yang dicanangkan oleh pemerintah.

Proyek smelter kedua PTFI yang dibangun sejak Oktober 2021 ini dirancang mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas peleburan konsentrat tembaga sebesar 1.7 juta ton per tahun, yang menjadikan smelter ini sebagai tempat pemurnian tembaga dengan desain terbesar di dunia. 

Smelter dilengkapi Unit Pemurnian Logam Mulia, Unit Oksigen, Unit Asam Sulfat dan Unit Desalinasi serta Unit Effluent and Waste Water Treatment Plant untuk mendukung pemanfaatan maksimal bahan baku, produk samping maupun limbah agar dapat mencapai high efficiency smelting and refining process.

Saat ini konsentrat hasil produksi PTFI sebesar 60% di ekspor dan sisanya 40% dimurnikan di dalam negeri melalui PT Smelting di Gresik Jawa Timur menjadi katoda tembaga. Namun lumpur anodanya yang mengandung emas dan perak masih di ekspor. 

Nantinya jika smelter kedua ini beroperasi, pemurnian lumpur anoda 100% akan dilakukan di dalam negeri. “Tentunya terdapat banyak tantangan dalam menyelesaikan smelter tembaga single-line dengan desain terbesar di dunia. Namun tim proyek smelter, kontraktor dan sub kontraktor sudah melakukan pekerjaan dengan baik. Begitu juga dukungan dari Pemerintah Pusat dan Daerah kepada PTFI agar dapat menyelesaikan proyek ini tepat waktu,” kata Tony. (yad)

Presdir PTFI Tony Wenas : Smelter Freeport Indonesia di Gresik Siap Beroperasi Juni 2024 Selengkapnya

Kunjungi KEK Kendal, DPMPTSP Gresik Studi Tiru Penerapan Regulasi PBG dan SLF

GRESIK,1minute.id – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik melakukan kunjungan kerja ke DPMPTSP Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.  Tujuan digelarnya studi tiru ini karena DPMPTSP Gresik belajar tentang penerapan regulasi Perizinan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Ngansu kaweruh ke DPMPTSP Kendal ini dipimpin langsung oleh Kepala DPMPTSP Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo dan Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik Ida Lailatussa’diyah sejumlah pejabat dan staf teknis layanan PBG dan SLF dilakukan Jumat pekan lalu, 17 November 2023. Rombongan dari DPMPTSP Gresik juga melanjutkan peninjauan lapangan ke area KEK Kendal yang berada di Kecamatan Kaliwungu itu. 

Agung Endro Dwi Setyo Utomo menyampaikan apresiasi kepada DPMPTSP Kendal yang bersedia membagikan ilmu, ide, gagasan serta tips kepada Pemkab Gresik agar bisa mengimplementasikan kebijakan PBG dan SLF di KEK JIIPE Kecamatan Manyar. Diakuinya, ada sejumlah program yang selama ini belum optimal dikerjakan oleh Pemkab Gresik sehingga potensi pendapatan dari sektor retribusi PBG dan SLF di area KEK belum bisa tergarap maksimal.

“Kami cukup kagum, KEK Kendal dengan luas area 1.000 hektar dengan jumlah tenant 95 usaha sudah melakukan kewajibannya mematuhi perizinan PBG dan SLF dan memberikan pendapatan kepada daerah. Menurut kami ini sebuah terobosan yang harus diadopsi dimana pelaku usaha dan operator KEK memiliki komitmen bersama untuk ikut serta membangun daerah,” kata Agung di  Mall Pelayanan Publik (MPP) pada Senin, 20 November 2023.

Agung, melanjutkan 95 pelaku usaha yang berdiri di area KEK Kendal mendapatkan layanan serta difasilitasi secara maksimal oleh administrator KEK Kendal. Hal inilah yang menurut Agung belum terlihat di KEK Gresik. Bahkan, adanya kepala daerah Kabupaten Gresik dalam struktur KEK Gresik belum berjalan secara optimal akibat minimnya koordinasi.

“KEK Gresik terbilang sedikit lebih lambat dibandingkan KEK Kendal karena kurangnya harmonisasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak administrator,” tutur mantan Camat Gresik itu.

Sebelum mengakhiri kunjungan, Agung mengungkapkan rasa optimis jika kedepan KEK Gresik bisa lebih progresif dan memberikan manfaat besar kepada daerah. Tidak hanya tentang tersedianya lapangan pekerjaan saja, lebih dari itu Agung berharap KEK Gresik memberikan kontribusi secara langsung terhadap pendapatan daerah. 

Agung menegaskan kembali komitmennya dalam memberikan karpet merah serta kemudahan berusaha bagi seluruh investor yang datang ke Gresik. “Hasil dari kunjungan ke KEK Kendal ini akan kami laporkan ke pak bupati (Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik,Red) dan segera kami tindaklanjuti dengan administrator KEK. Jika dirasa nantinya ada hambatan, tentu kami akan meminta petunjuk kepada pemerintah di pusat,” pungkasnya. (yad)

Kunjungi KEK Kendal, DPMPTSP Gresik Studi Tiru Penerapan Regulasi PBG dan SLF Selengkapnya

Sebulan Pembangunan Smelter Terbesar di Dunia, Kini Mencapai 8 Persen

GRESIK,1minute.id – Pembangunan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integreted Industrial and Port Estate (JIIPE) di Manyar, Gresik terus dikebut. Progres proyek pabrik peleburan tembaga dan emas sejak dicanangkan pada 12 Oktober lalu oleh Presiden Joko Widodo itu, menunjukkan tren kemajuan.

”Saat ini progres pekerjaan sudah 8 persen,”kata VP Corporation Communication PT Freeport Indonesia Riza Pratama dalam Coffee Morning di AstonInn, Gresik Kota Baru (GKB) Gresik pada 26 November 2021.

Sebanyak 1.800 tiang panjang telah dibenamkan di lahan proyek yang dikerjakan oleh PT Chiyoda  International Indonesia (CII) itu. Pekerjaan saat ini berfokus pada pemadatan lahan smelter tersebut. Smelter ini bakal mengolah 1,7 juta ton konsetrat tembaga  dan 480 ribu ton logam tembaga per tahun. Selama pembangunan proyek smelter itu akan dibutuhkan 40 ribu tenaga kerja.

”Tapi, saat operasi nanti hanya bisa menyerap seribu tenaga kerja,”kata Riza. Karena pabrik pengolahan konsentrat menjadi tembaga menggunakan teknologi modern. ”Tenaga kerja yang dibutuhkan nantinya kualifikasi high skill,”imbuhnya.

Riza menyebut pembangunan smelter akan kurang menguntungkan bila pemerintah tidak mendorong terjadinya hilirisasi usaha. Pabrik pendukung itu,bisa pabrik mobil listrik, pabrik smartphone dan lainnya yang membutuhkan bahan baku tembaga.”Smelter Freeport ini ibaratnya menyediakan bahan dasarnya saja,”katanya.

Investasi pembangunan smelter ini mencapai USD 4 miliar atau setara Rp 42 triliun. Mengapa di Gresik? Riza menyebut, Gresik sebagai lokasi pabrik smelter karena memiliki sejumlah keunggulan. Antara lain, limbah asam sulfat digunakan untuk bahan baku pembuatan pupuk. Limbah lainnya diserap untuk pabrik semen. 

”Selain itu, pasokan listrik di Jawa Timur masih cukup besar,”katanya. Smelter  dengan desain single line ini terbesar di dunia, karena mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun.

Seperti diberitakan, perusahaan smelter terbesar PT Freeport Indonesia (PTFI) menempati lahan di JIIPE. Perusahaan smelter ini memiliki kapasitas 1,7 juta ton konsentrat per tahun serta 480 ribu ton logam tembaga serta fasilitas precious metal refinery (PMR). Perusahaan tersebut memiliki desain single line terbesar di dunia. Dari desain single line itu, PTFI mampu menghasilkan 600 ribu koper per tahun. (yad)

Sebulan Pembangunan Smelter Terbesar di Dunia, Kini Mencapai 8 Persen Selengkapnya

Presiden Jokowi : Smelter Kapasitas 1,7 Juta Ton Konsentrat Tembaga, Proses Pembangunan Dibutuhkan 40 Ribu Naker

GRESIK,1minute.id –  Presiden Joko Widodo meresmikan pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Manyar, Gresik pada Selasa, 12 Oktober 2021. Pabrik pemurnian tembaga dan emas dibangun dengan investasi USD 4 miliar atau setara Rp 42 triliun diatas lahan seluas 100 hektare.

Presiden Jokowi menyebutkan, untuk pembangunan pabrik pemurnian tembaga ini akan menyerap 40 ribu tenaga kerja. Belum nanti pabrik peleburan dan pemurnian tembaga ini beroperasi. “Menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan ini gol yang penting bagi rakyat dan tentu saja membuat bangsa kita semakin Mandiri semakin maju,”ujar Jokowi yang dikutip melalui saluran YouTube Biro Pers,Media dan Informasi

Sekretariat Negara pada Selasa, 12 Oktober 2021.
Smelter yang dibangun oleh PT Freeport Indonesia ini mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun dan 480 ribu ton logam tembaga. “Saya dapat laporan smelter yang akan dibangun ini dengan desain single line ini terbesar di dunia, karena mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun,”kata Presiden Jokowi.

Presiden menalogikan 1,7 juta ton konsentrat tembaga itu bila diangkut dengan truk kapasitas muatan 3-4 ton akan berjajar 600 ribuan unit truk di KEK Gresik. “Coba bayangkan,”selorohnya.  Potensi kekayaan sumber daya alamtersebut, ujar Presiden, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dengan menciptakan nilai tambah yang setinggi-tingginya bagi ekonomi Indonesia, bagi kesejahteraan masyarakat. 

“Jangan sampai kita memilki tambang,konsentrat, hilirisasinya ada di negara lain, seperti tadi disampaikan pak Menteri ada di Spanyol, ada di Jepang, nilai tambahnya berarti yang menikmati mereka. Inilah kenapa smelter yaitu di provinsi Jawa Timur karena itu pemerintah sebuah kebijakan strategis,”ujar Presiden Jokowi.

KUNKER PRESIDEN: (ki-ka) Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Presiden Joko Widodo dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di KEK, Manyar, Gresik pada Selasa, 12 Oktober 2021 ( foto : ist )

Hilirisasi hasil industri dilakukan dengan harapan Indonesia menaikkan pendapatan negara. “Ini memperkuat hilirisasi industri akan perintah satu per satu perusahaan apapun, swasta maupun BUMN yang berkaitan dengan tambang Minerba untuk masuk ke hilirisasi agar komoditas kita lebih tinggi nilainya tidak kirim dalam bentuk material memberikan nilai tambah bagi negara,”ujar Presiden Jokowi.

Groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di KEK Gresik dihadiri Menteri BUMN Erick Thohir, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Arifin Tasrif , Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir melaporkan setelah pemerintah Indonesia menguasai 51 persen saham PT Freeport Indonesia, kinerja, inovasi dan transformasi terus berlangsung. Pertumbuhan pendapatan Freeport mengalami kenaikan 100 persen dibanding tahun lalu. Pada 2020 pendapatan Freeport Rp 50 triliun, tahun ini, kata Erick Thohir, diestimasikan menjadi Rp 105 triliun. Keuntungan bersih pada 2020 Rp 10 triliun, pada tahun ini diestimasikan menjadi Rp 40 triliun. “Pertumbuhan itu karena harga copper naik dan terus dilakukan efisiensi,”kata Erick Thohir. (yad)

Presiden Jokowi : Smelter Kapasitas 1,7 Juta Ton Konsentrat Tembaga, Proses Pembangunan Dibutuhkan 40 Ribu Naker Selengkapnya