Masjid KH Muchtar Djamil Segera Berdiri, Bupati Gresik: Menginspirasi Kepedulian Umat

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  meresmikan peletakan batu pertama Masjid KH Muchtar Djamil di Perumahan Green Garden Gresik pada Sabtu, 21 Oktober 2023.

Rencananya masjid ini akan dibangun 3 lantai dan mampu menampung hingga 700 jemaah. Pembangunan Masjid ditargetkan selesai pada 2025. Fandi Akhmad Yani terharu dan memberikan apresiasi pembangunan masjid ini. Ia juga menitipkan pesan agar masyarakat terus gotong royong dalam membangun masjid.

KH Muchtar Djamil wafat pada 14 Maret 2022. Kiai Tar adalah tokoh agama. Beliau juga seorang budayawan Islam di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Berkat beliau, terselenggara napak tilas Sunan Giri pada Hari Jadi ke-530 Kota Gresik pada 9 Maret 2017. Namun, tradisi nguri-uri budaya Islam yang banyak ditunggu masyarakat dan pencinta seni dan budaya itu hanya seumur jagung. Pada 2020 wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19) mengganas. Tradisi napak tilas berhenti. 

Masjid KH Muchtar Djamil bakal berdiri 3 lantai dibangun di atas atas tanah fasos perumahan seluas 700 meter persegi. Tanah tersebut merupakan fasilitas sosial yang disiapkan oleh PT Raya Bumi Nusantara Permai (RBNP), pengembang Perumahan Green Garden Regency. Pembangunan masjid ini diperkirakan menelan biaya sebesar Rp 4 milliar.

Nantinya lantai 1 akan digunakan aktifitas kesekretariatan. Sementara lantai 2 dan 3 digunakan untuk aktifitas ibadah. Tampak hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan masjid ini Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik Ida Lailatussa’diyah.

“Ini akan menjadi momen gotong royong dan kepedulian umat yang bisa menginspirasi ke berbagai wilayah” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Dikatakan, pembangunan masjid ini momen bagus karena bertepatan dengan Hari Santri. Semoga niat warga membangun masjid di Hari Santri ini mendapatkan keberkahan dan kemanfaatan. “Semoga apa yang diharapkan warga perumahan membangun masjid segera terealisir. Sehingga ini akan menjadi ladang amal bagi warga semua,” ujarnya. 

Kepala Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas Edi Hasan menyatakan kegembiraanya melihat partisipasi warga Perumahan Green Garden yang secara swadaya membangun Masjid. “Masjid ini bentuk kepedulian warga perumahan dalam membangun masjid menjadi contoh bagi warga lainnya untuk guyub dan gotong royong mewujudkan rencananya,” kata Edi Hasan. (yad)

Masjid KH Muchtar Djamil Segera Berdiri, Bupati Gresik: Menginspirasi Kepedulian Umat Selengkapnya

Ribuan Warga Mengantarkan Jenazah KH Muchtar Djamil, Kiai Juga Budayawan Sejarah Islam 

GRESIK,1minute.id – KH Muchtar Djamil wafat. Ribuan warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik melakukan Salat dan mengantarkan jenazah Mustasyar PCNU Gresik itu menuju ke tempat pemakaman Islam Tlogopojok, Gresik pada Senin malam, 14 Maret 2022. 

Sebelumnya dimakamkan, jenazah Kiai Tar-begitu biasa disapa, di salatkan di Masjid Jamik Gresik badal Isya. Ribuan warga ikut melakukan Salat jenazah dengan imam ,KH Umar Thoha. Saking banyaknya warga yang ikut Salat jenazah masjid Jamik tidak bisa menampung semua jamaah. Banyak warga Salat di teras masjid.

Usai Salat, jenazah Kiai Tar yang pensiunan di Kantor Kementerian Agama Gresik itu dimakamkan di pemakaman Islam Tlogopojok di Desa Tlogopojok, Kecamatan Gresik. Jenazah Kiai Tar dinaikkan mobil ambulans Toyota Vellfire milik Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik. Ribuan santri mengiringinya.

Sepanjang jalan yang dilalui mobil ambulans membawa jenazah Kiai yang juga budayawan sejarah Islam di Kabupaten Gresik itu dipenuhi warga. Mereka berdiri berjajar di bahu jala. Warga berdiri memberikan penghormatan terakhir mulai di Jalan Raden Santri, H. Samanhudi hingga Gubernur Suryo, tempat makam Islam Tlogopojok. Salawat dan bacaan ayat suci tidak pernah berhenti dibacakan warga masyarakat. “Melihat warga yang melayat, bersalawat Saya sampai merinding. Kiai Tar adalah orang baik,”ujar Ismail, warga Gresik Kota Baru (GKB). 

Jenazah Kiai Tar dimakamkan di pemakaman keluarganya samping makam orang tuanya, Ibrahim Tamim dan ibundanya, Nyai Imas serta kakaknya, KH Wahib Tamim. Ribuan warga yang melayat itu karena Kiai Tar selain tokoh agama. Kiai Tar juga dikenal sebagai budayawan sejarah Islam di Kota Santri ini. Berkat beliau, terselenggara napak tilas Sunan Giri pada Hari Jadi ke-530 Kota Gresik pada 9 Maret 2017. Namun, tradisi nguri-uri budaya Islam yang banyak ditunggu masyarakat dan pencinta seni dan budaya itu hanya seumur jagung.

Pada 2020 wabah coronavirus disease 2019 mengganas.   Tradisi napak tilas berhenti. Pada Selasa, 8 Maret 2022,Kiai Tar mengikuti ziarah ke makam Waliyullah yakni Sunan Giri, Sunan Prapen dan Maulana Malik Ibrahim. Kiai Tar terlihat bugar. Ziarah makam Waliyullah yang diikuti oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik itu kali terakhir.

Dalam ziarah itu  Kiai Tar sempat mencium sajadah dan memegang keris peninggalan Sunan Giri.  “Sajadah ini meski tanpa pengharum, tapi tetap sangat wangi,”kata pengurus Yayasan Makam Sunan Giri pada Selasa, 8 Maret 2022.

Saat ziarah itu, Kiai Tar sempat berseloroh untuk minta di foto ketika sedang duduk di kursi plastik warna biru sambil menunggu rombongan dari Pemkab Gresik di dekat makam Sunan Giri. “Aku kok ngak di foto,”kata Kiai Tar kemudian tersenyum. Keseriusannya melestarikan dan menyebarkan sejarah Islam membuat Kiai Tar mendapat gelar Kanjeng Raden Aryo Tumenggung KH Dwijo Muchtar Djamil Adipuro dari Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Kiai Tar meninggal di usia 86 tahun di Rumah Sakit Semen Gresik. Kiai Tar meninggalkan seorang istri dan anak semata wayang yang berprofesi sebagai dokter. Kiai Tar dan keluarga tinggal di Jalan H.Samanhudi, Kelurahan Bedilan, Kecamatan/Kabupaten Gresik. (*)

Ribuan Warga Mengantarkan Jenazah KH Muchtar Djamil, Kiai Juga Budayawan Sejarah Islam  Selengkapnya

KH Muchtar Djamil, Mustasyar PCNU Gresik Wafat

WAFAT : KH Muchtar Djamil (kanan) bersama santrinya, Muhammad Tajuddin memegang keris peninggalan Sunan Giri pada Selasa, 8 Maret 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Mendung menyelimuti langit di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pada Senin, 14 Maret 2022. K.H Muchtar Djamil wafat di usia 86 tahun. Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Gresik meninggal di rumah sakit Semen Gresik sekitar pukul 13.50. 

Kabar meninggalnya tokoh agama yang juga budayawan sejarah Islam di Kabupaten Gresik langsung menyebar begitu cepat. Kabar meninggal ulama yang juga ketua Pusat Informasi Sejarah Islam dan Pusat Dakwah (Puisi Pudak) Gresik dibenarkan Muhammad Tajuddin, salah satu santrinya. “Inggih kiai wafat,”kata Tajuddin dikonfirmasi selulernya pada Senin, 14 Maret 2022.

Pada Selasa, 8 Maret 2022, Kiai Tar-begitu biasa disapa, masih terlihat bugar. Kiai Tar masih ikut berziarah ke makam Waliyullah dalam peringatan HUT ke-48 Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-535 Kota Gresik.  Kiai Tar didampingi Tajuddin berziarah ke makam Sunan Giri, Sunan Prapen dan Maulana Malik Ibrahim. 

Di makam Sunan Giri, Kiai Tar sempat memegang keris dan mencium sajadah peninggalan Sunan Giri. “Sajadah ini meski tidak diberi pengharum. Tapi, baunya sangat harum,”kata pengurus Yayasan Makam Sunan Giri waktu itu pada Selasa, 8 Maret 2022.

Kiai Tar, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Asisten Abu Hassan mencium sajadah Sunan Giri itu. Saat itu, Kiai Tar terlihat bugar. Namun, tuhan berkehendak lain. Kiai Tar wafat meninggalkan seorang istri bernama Sri Astutik, dan anak semata wayang dr. Fakhruddin Fakhri. (yad)

KH Muchtar Djamil, Mustasyar PCNU Gresik Wafat Selengkapnya