UPT SMP Negeri 2 Gresik Tutup MPLS dengan Penyuluhan Anti Narkoba, Guru Studi Tiru Sekolah Ramah Anak di SMK Negeri 2 Buduran

GRESIK,1minute.id – Tekad UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik naik “kelas” menjadi sekolah ranah anak (SRA) Nasional sudah bulat. Sejumlah kegiatan dilakukan oleh sekolah yang berada di Jalan K.H Kholil, Gresik pada Senin, 21 Juli 2025.

Kegiatan antara lain, penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menggelar penyuluhan Anti Narkoba dengan menghadirkan penyuluh dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik.

Seluruh siswa baru atau 764 siswa kelas VII yang masih memakai seragam sekolah dasar, masing-masing yakni merah-putih; hijau-putih dengan antusias mengikuti paparan tim konselor dari BNNK Gresik, antara lain, Etarina Agustin dan Astutik. “Jadilah pelajar yang penuh prestasi, berperilaku positif dan berkegiatan yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang tua,” kata Eterina Agustin, konselor Adiksi dari BNNK Gresik. 

“Hindari hal-hal negatif seperti pergaulan bebas, merokok, minuman keras dan narkoba. Hati hati dalam bergaul carilah teman yang baik dan benar sehingga kalian akan terhindar dari narkoba,” imbuhnya. 

Usai penyuluhan, sejumlah guru dipimpin langsung oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim melakukan studi tiru dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman alias MoU dengan SMK Negeri 2 Buduran Sidiarjo.

Menurut Mohammad Salim, penyuluhan anti narkoba untuk siswa baru, salah satu bentuk kegiatan ramah anak yang diterapkan oleh sekolah. “Tujuannya untuk menanamkan sedari dini bahaya narkoba kepada murid baru dalam mengawali tahun ajaran baru,” ujar Salim pada Senin, 21 Juli 2025.

Sedangkan, studi tiru ke SMK Negeri 2 Buduran, Sidoarjo yang dilakukan oleh guru dengan materi meliputi sekolah bebas bullying dan peduli terhadap keberlanjutan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan. “SMK Negeri 2 Bunderan berstatus SRA Provinsi dengan nilai A tentang peningkatan kualitas sekolah ramah anak secara pembelajaran dan layanan menuju Sekolah Aman, Nyaman dan Menyenangkan untuk murid,” terang Salim. 

Dalam studi tiru, para guru Spenda Gresik disambut oleh Kepaka SMK Negeri 2 Buduran Hj. Mariya Ernawati, Waka Kesiswaan, Humas dan Sarana Prasarana itu dilanjutkan dengan 

MoU. Seperti diberitakan sepuluh lembaga pendidikan di Kabupaten Gresik diusulkan mengikuti Standardisasi Sekolah Ramah Anak Nasional. Sepuluh sekolah itu antara lain, UPT SMP Negeri 1 Gresik dan UPT SMP Negeri 2 Gresik untuk jenjang SMP Negeri. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik Tutup MPLS dengan Penyuluhan Anti Narkoba, Guru Studi Tiru Sekolah Ramah Anak di SMK Negeri 2 Buduran Selengkapnya

MTs NU Trate Gresik Buka Kelas Internasional, Pertama di Kabupaten Gresik Jenjang Madrasah

GRESIK,1minute.id – Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama atau MTs NU Tratee Gresik kini memiliki kelas internasional. Kelas internasional pertama untuk sekolah madrasah di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengapresiasi kebijakan sekolah berlokasi di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. “Bangga dengan MTs NU Tratee Gresik,” kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah saat melakukan pemantauan Masa Taaruf Siswa Madrasah atau Matsama alias Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah pada Selasa, 16 Juli 2024.

Kelas internasional ini, lanjutnya, akan membuat siswa lulusan madrasah di MTs NU Tratee Gresik ini memiliki ilmu lebih. “Adanya kelas Internasional ini, siswa akan bisa tiga bahasa. Bisa bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris,” kata Wabup perempuan berlatar pendidik ini. “Seluruh murid Madrasah Insya Allah jadi anak hebat. Menguasai agama dan ilmu umum,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala MTs NU Trate Gresik Nduk Muslikhah mengatakan, pihak membuka kelas internasional setelah melakukan studi tiru di sekolah di Sidoarjo. “Dan kelas internasional ini pertama untuk sekolah Madrasah di Kabupaten Gresik,” kata Nduk Muslikhah. 

Antusiasme wali murid untuk memasukkan anak di kelas internasional sangat tinggi. “Tahun ini, kami baru buka satu kelas internasional. Dan, terisi penuh. 28 siswa,” katanya. Dalam tahun ajaran baru 2024-2025 ini, animo orang tua untuk menyekolahkan anak di MTs NU Trate Gresik cukup tinggi. “Tahun ini kami menerima siswa bsru 144 siswa.Ditengah gempuran zonasi. Alhamdulillah 5 kelas,” tegas Nduk Muslikhah.

Dibukanya kelas internasional ini, kini wali murid bisa memiliki alternatif pilihan. “Diakhir kelulusan nanti anak-anak akan dilakukan cek poin berada di level berapa,” katanya. (yad)

MTs NU Trate Gresik Buka Kelas Internasional, Pertama di Kabupaten Gresik Jenjang Madrasah Selengkapnya

Pantau MPLS Hari Kedua, Wabup Gresik Motivasi Siswa Sekolah Swasta

GRESIK,1minute.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS memasuki hari kedua pada Senin, 16 Juli 2024. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah kembali melakukan pemantauan kegiatan tahun ajaran baru itu.

Hari pertama, Wabup berlatar pendidik memantau kegiatan MPLS di SD dan SMP negeri di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Pada hari kedua ini, wabup perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini memantau MPLS di sekolah swasta. Yakni TK/KB Adyaksa XXXIII Gresik di Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama atau NU Tratee di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. 

Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah mengaku puas kegiatan MPLS yang sesuai dengan standar operasional prosedur atau SOP yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik maupun Kementerian Agama (Kemenag) Gresik. 

Wabup Aminatun Habibah kali pertama mengunjungi TK Adhyaksa Gresik. Pada tahun ajaran baru 2024-2025 di taman kanak-kanak dibawah naungan Ikatan Adyaksa Darmarkarini atau IAD Gresik yang diketuai oleh Noviva Nana Riana ini menerima 44 anak. Kedatangan Bu Min disambut hangat puluhan bocah yang lucu dan menggemaskan itu.

Wabup Aminatun Habibah melakukan interaksi dengan para guru, serta memberikan arahan terkait pentingnya pendidikan sejak usia dini. Tidak hanya itu, Bu Min juga mengajak anak-anak bernyanyi dan berfoto bersama.

MPLS di TK Adhyaksa diisi dengan berbagai kegiatan menarik yang dirancang untuk mengenalkan anak-anak pada lingkungan sekolah mereka. “Siapa yang masih ditunggui oleh mama ke sekolah,” tanya Wabup Aminatun Habibah. Sebagaian anak mengacungkan jari telunjuknya. 

Pengakuan polos anak-anak itu membuat Bu Min tersenyum. Celotehan anak-anak membuat suasana MPLS sangat menyenangkan. Apalagi, kegiatan hari kedua itu menyenangkan. Kegiatan ini meliputi pengenalan ruang kelas, perkenalan dengan teman-teman baru, serta berbagai permainan edukatif yang bertujuan mengembangkan kreativitas dan kemampuan sosial anak.

Selepas itu, Wabup Aminatun Habibah melanjutkan kunjungannya di MTs NU Tratee Gresik. Disini istilah MPLS yang jamak dipakai, diganti menjadi Matsama (Masa Taaruf Siswa Madrasah). Dihadapan siswa baru dan para guru, Bu Min menyampaikan pentingnya Matsama sebagai tahap awal bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, teman-teman, serta para guru.

“Matsama bukan hanya ajang perkenalan, tetapi juga sebagai pondasi awal dalam menumbuhkan karakter dan semangat belajar siswa,” ujar Bu Min.

Tidak lupa, Bu Min juga menekankan pentingnya kesadaran akan sekolah yang ramah lingkungan dan juga ramah terhadap anak. “Kita ingin memastikan juga tentang pentingnya kesadaran akan sekolah yang ramah lingkungan dan sekolah yang ramah terhadap anak. Kita harapkan tidak ada bullying yang terjadi di lingkungan sekolah,” tegas Bu Min. 

Dalam pemantauan MPLS hari kedua ini, Bu Min didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Dispendik Gresik Syifaul Qulub, Kasi Penma Kemenag Gresik Masfufah, Ketua MKKS SMP Negeri Gresik Beri Avita Prasetya serta kepala MTs NU Tratee Nduk Muslikhah.

Sementara itu, Kepala Yayasan PPNU Tratee Elvi Wahyudi, menyambut baik kunjungan Bu Min dan mengungkapkan bahwa kegiatan Matsama di sekolahnya telah dipersiapkan dengan baik untuk menyambut para siswa baru. “Tahun MTs NU Tratee Gresik membuka kelas ICP (international class programme),” kata Wahyudi. (yad)

Pantau MPLS Hari Kedua, Wabup Gresik Motivasi Siswa Sekolah Swasta Selengkapnya

Wabup Gresik Aminatun Habibah Lega MPLS Tidak Ada Perpeloncohan 

GRESIK,1minute.id – Libur sekolah berakhir. Ribuan siswa jenjang SD hingga SMA sederajat mulai masuk sekolah. Siswa baru, memulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS pada Senin, 15 Juli 2024.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan inspeksi mendadak di tiga sekolah yakni UPT SMP Negeri 5 Gresik, UPT SD Negeri 53 Gresik dan UPT SMP Negeri 9 Gresik. Semuanya berada di Kecamatan Cerme.

Sidak dilakukan bertujuan memastikan tahun ajaran baru di setiap strata pendidikan dapat berjalan dengan baik. Tidak ada perpeloncohan. Selain itu, penerimaan siswa di setiap sekolah sesuai dengan kuota formasi yang telah ditentukan. 

“MPLS merupakan momen kebersamaan siswa siswi baru untuk dapat saling mengenal sesama teman. Terlebih mengenal guru dan lingkungan sekolah. Sehingga diharapkan nantinya proses pembelajaran berjalan dengan baik,” ujar wakil bupati perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik di UPT SMP Negeri 5 Gresik.

Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah didampingi Kepala Dinas Pendidikan atau Kadispendik Gresik S.Hariyanto, Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Syifaul Qulub dan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah atau MKKS SMP Negeri Gresik Beri Avita Prasetya melanjutkan setiap guru harus bisa membuat suasana belajar yang menyenangkan. 

Sebab, suasana pembelajaran yang menyenangkan dan berkesan akan menarik minat peserta didik untuk terlibat secara aktif. Sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai maksimal. 

“Setiap guru harus mengenali potensi diri peserta didik. Membantu peserta didik dalam beradaptasi dengan sekolah. Sehingga menumbuhkan motivasi semangat dalam belajar dan mengembangkan interaksi positif antara siswa dengan warga sekolah,” harapnya. 

Tidak hanya itu, Wabup juga berharap pendidikan sekolah di Kabupaten Gresik harus layak anak. Dimana tidak ada bullying dan kekerasan. Juga sekolah yang ramah lingkungan termasuk lingkungan alam. Pada kesempatan tersebut Wabup juga menyematkan tanda peserta MPLS peserta didik baru UPT SD Negeri 53 Gresik. 

Di UPT SD Negeri 53 Gresik yang berlokasi di Perumahan Cerme Indah,  Desa Betiting, Kecamatan Cerme Wabup berpesan kepada guru untuk menerapkan proses belajar yang menyenangkan. Terutama di jenjang transisi PAUD ke SD harus bisa baca tulis dan berhitung (Calistung). 

“Ini tidak boleh dipaksa untuk sudah bisa Calistung, termasuk yang baru masuk di kelas 1 SD. Setidaknya harus diberikan waktu atau toleransi, ” tandasnya. (yad)

Wabup Gresik Aminatun Habibah Lega MPLS Tidak Ada Perpeloncohan  Selengkapnya

Lancar, Hari Kedua Ujicoba Peserta MPLS Laki-laki dan Perempuan Terpisah di UPT SMP Negeri 2 Gresik

GRESIK,1minute.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa SD dan SMP di Kabupaten Gresik memasuki hari kedua, Selasa, 18 Juli 2023. MPLS tahun ini lebih ramah anak. 

Di UPT SMP Negeri 2 Gresik, MPLS terasa berbeda. Ada yang baru di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu. MPLS siswa laki-laki dan perempuan dilakukan secara terpisah. Kaum adam berjumlah 122 siswa. Kaum hawa berjumlah 134 siswa. Total 256 siswa. Mereka terbagi 8 rombongan belajar (rombel) atau kelas.

Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik sedang melakukan ujicoba memisahkan kelas pria dan perempuan di sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu. Selain di UPT SMP Negeri 2 Gresik, kelas terpisah laki-laki dan perempuan juga diujicobakan di UPT SD Negeri 49 Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan,  Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik belum memutuskan memisah sekolah laki-laki dan perempuan. “Kami masih ingin mengkaji kelebihan dan kekurangan ketika melakukan inisiatif sekolah di pisah antara lelaki dan perempuan,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani saat membuka MPLS di UPT SMP Negeri 1 Gresik pada Senin, 17 Juli 2023. 

ADA YANG BARU : Suasana MPLS di UPT SMP Negeri 2 Gresik untuk peserta laki-laki pada Selasa, 18 Juli 2023 ( FOTO : SMP Negeri 2 Gresik for 1minute.id)

Karena masih berupa kajian tentu butuh waktu. Harus dilihat dari sudut pandang atau perspektif apa pun. Dampak positif dan negatif.  Dan, bagaimana hasil akhirnya bagaimana. “Bila hasilnya baik baru kita tetapkan. Itu pun melalui mekanisme aturan yang ada. Dewan Pendidikan, Dewan pengawas dan lainnya,” katanya.

Jadi saat ini, Dispendik Gresik ingin mencoba inisiatif itu. “Lalu melakukan kajian dan dampaknya,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani saat itu didampingi Ketua Dewan Pendidikan Gresik Syaiful Kirom, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto.

Pemisahan peserta pria dan perempuan di sekolah negeri kali pertama diujicobakan. Baru dua lembaga yang menjadi pilot project yakni UPT SMP Negeri 2 Gresik dan UPT SD Negeri 49 Gresik. 

Meski tahap ujicoba, MPLS di UPT SMP Negeri 2 Gresik yang memasuki hari kedua terlihat berlangsung lancar. Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik, peserta MPLS secara terpisah antara laki-laki dan perempuan ini diharapkam memiliki dampak positif bagi siswa. Pertama, pembentukan akhlak siswa. Kedua, efektif dalam menentukan strategi metode dan model pembelajaran yang berfokus pada pembentukan karakter berpusat pada siswa.

“Dampak positif ketiga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dan terbentuk kontrol diri,” kata Mohammad Salim. (yad)

Lancar, Hari Kedua Ujicoba Peserta MPLS Laki-laki dan Perempuan Terpisah di UPT SMP Negeri 2 Gresik Selengkapnya

Bupati Gresik Buka MPLS, UPT SMP Negeri 1 Gresik Deklarasi Sekolah Ramah Anak

GRESIK,1minute.id –  Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2023/2024 memasuki hari pertama, Senin 17 Juli 2023. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap MPLS momentum mewujudkan sekolah sebagai tempat yang ramah, aman, dan nyaman bagi peserta didik. Peran serta semua stakeholder. Stop bullying, kekerasan dan intoleransi. 

“Ada lima kreteria tujuan MPLS. Salah satunya, menciptakan sekolah ramah anak. Sekolah tempat kedua bagi anak, sehingga harus diciptakan lingkungan sekolah ramah, aman, nyaman,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani usai membuka MPLS di UPT SMP Negeri 1 Gresik pada Senin, 17 Juli 2023. 

“Sekolah tempat bersosialisasi. Tidak hanya tempat belajar. Sekolah juga tempat peningkatan kreativitas muncul di sekolah,” imbuh Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi Unair Surabaya ini.

LEPAS BALON : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani beserta peserta MPLS UPT SMP Negeri 1 Gresik pada Senin, 17 Juli 2023 ( FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)

MPLS di sekolah yang dipimpin oleh Beri Avita Prasetiya ini menggelar Deklarasi Sekolah Ramah Anak. Isinya, Kami Keluarga UPT SMP Negeri 1 Gresik : 

1. Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan Kepada Tuhan YME. 

2. Mewujudkan Sekolah Aman, Bersih, Sehat, Hijau, Inklusif, dan Nyaman bagi perkembangan peserta didik 

3. Menghargai hak-hak anak, menjadi motivator, fasilitator sekaligus sahabat bagi peserta didik 

4. Menciptakan sekolah bebas vandalisme, perundangan, kekerasan fisik, non fisik 

5. Menciptakan lingkungan sekolah tanpa asap rokok, tanpa minuman keras dan NAPZA

6. Membangun suasana sekolah sebagai komunitas pembelajar dan tempat pendidikan setelah keluarga 

7. Menjamin kesehatan dan kesetaraan hak pendidikan tanpa diskriminasi 

8. Menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari pornografi dan pornoaksi.

Ada yang baru di tahun ajaran 2023/2024 ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik menerapkan program lima hari sekolah. Full day School. Sekolah mulai Senin sampai Jumat. Hari bisa diisi kegiatan ekstrakulikuler. Sekolah sebagai tempat pembelajaran, didorong agar bisa mengembangkan potensi seluruh peserta didik yang dimilikinya melalui kebijakan lima hari sekolah sebagaimana yang tertuang dalam keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik nomor 420/0064/437.53/2023. 

SEKOLAH RAMAH ANAK : Siswa UPT SMP Negeri 1 Gresik membentangkan poster dalam Deklarasi Sekolah Ramah Anak saat MPLS di UPT SMP Negeri 1 Gresik pada Senin, 17 Juli 2023 ( FOTO : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Pelaksanaan 5 hari sekolah, dalam MPLS keputusan Kemendikbud. Senin sampai Jumat pembelajaran aktif di sekolah, Sabtu diisi ekstra. Ini kita jalankan sesuai instruksi kementerian pendidikan, mudah-mudahan ini bisa menjadi inovasi dalam pendidikan,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Melalui kebijakan ini, sambungnya, para peserta didik didorong untuk bisa mengembangkan potensinya. Terutama dengan memberikan wadah bagi mereka yang memiliki keterampilan non akademik.

“Bisa menumbuhkan prestasi, tidak hanya dari akademik saja. Di luar akademik, mereka punya modal di jam ekstra. Artinya, mereka bisa berkembang diluar hari Senin sampai Jumat. Misalnya di sini ada atlet renang, panjat tebing. Disitu memberikan kesempatan, bahwa kesuksesan bisa diraih diluar akademik,” tutur dia.

Dalam hal ini, pihaknya terus melakukan berbagi inovasi dan tetap mengevaluasi secara berkala. Hal ini dilakukan demi mencetak Sumber Daya Manusia yang unggul di Kabupaten Gresik. (yad)

Bupati Gresik Buka MPLS, UPT SMP Negeri 1 Gresik Deklarasi Sekolah Ramah Anak Selengkapnya

Besok, Hari Pertama Sekolah, Di Gresik Pilot Project SMP Kelas Pria dan Wanita Terpisah

GRESIK,1minute.id – Libur sekolah berakhir hari ini, Minggu, 16 Juli 2023. Siswa bersiap mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) mulai besok, Senin, 17 Juli 2023. 

Ada yang baru dalam tahun ajaran 2023/2024 di Kabupaten Gresik ini. Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik akan menguji coba sekolah “full day School” untuk jenjang  sekolah menengah pertama  (SMP) Negeri. Siswa sekolah lima hari, Senin sampai Jumat. Sabtu dan Minggu libur. Sebelumnya, siswa SD & SMP Negeri, mengikuti kegiatan belajar mengajar mulai Senin sampai Sabtu. Hanya Libur, Minggu.

Selain full day school , Dispendik Gresik juga melakukan ujicoba kelas pria dan perempuan secara terpisah. Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto mengatakan, untuk sekolah full day masih diujicobakan untuk jenjang SMP Negeri. “Untuk jenjang SD Negeri belum diujicobakan tahun ini,” ujar S.Hariyanto ditemui di sela lari pagi di Stadiun  Gelora Joko Samudro (GJOS) pada Ahad, 16 Juli 2023. 

Full day School ini, kali pertama diberlakukan di sekolah negeri di Kabupaten Gresik. Sebelum, siswa sekolah mulai Senin sampai Sabtu. Sementara, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik telah lama memperlakukan sistem kerja aparatur sipil negera (ASN) lima hari kerja. Termasuk ASN di kantor Dispendik Gresik. 

Selain kebijakan lima hari sekolah,  tahun ini, Dispendik Gresik juga akan melakukan ujicoba memisahkan kelas laki-laki dan perempuan. S.Hariyanto mengatakan, ada dua lembaga yang menjadi pilot project untuk kelas terpisah antara siswa laki-laki dan perempuan. Untuk jenjang sekolah dasar negeri, imbuhnya, pilot project dilakukan di UPT SD Negeri 49 Gresik di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar. Sedangkan, untuk jenjang SMP adalah UPT SMP Negeri 2 Gresik.

“Masing-masing satu rombongan belajar untuk kelas 1 SD dan VII SMP,” kata Hariyanto. Setiap rombel berisi 32 siswa. ” Jam sekolah sama, cuma kelas pria dan perempuan terpisah,” tegasnya. (yad)

Besok, Hari Pertama Sekolah, Di Gresik Pilot Project SMP Kelas Pria dan Wanita Terpisah Selengkapnya

Gugah Nasionalisme dan Bela Negara, Dandim 0817/Gresik Buka MPLS  SMK PGRI 1 Gresik 

GRESIK,1minute.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMK PGRI 1 Gresik dimulai Rabu,13 Juli 2022. Komandan Kodim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar, memimpin Upacara Pembukaan di  lapangan Makodim 0817/Gresik Jl. R.A. Kartini, Gresik. 

Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar menyatakan, MPLS merupakan kegiatan umum dilaksanakan sekolah sebagai metode menyambut siswa baru. “Kodim 0817/Gresik mendapat kepercayaan untuk memberi bekal siswa baru melalui pembelajaran dan pelatihan dalam waktu yang disediakan dengan harapan membentuk karakter siswa baru dalam hal disiplin, loyalitas dan bertanggung jawab,”kata Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar.

Dia melanjutkan, pembekalan ini bertujuan menggugah semangat Nasionalisme dan Bela Negara. “Laksanakan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh agar bisa menyerap materi secara maksimal. Patuhi segala peraturan dan senantiasa pelihara kekompakan yang didasari semangat kebersamaan. Hindari segala perbuatan yang merusak citra SMK PGRI 1 Gresik selama kegiatan dan dimanapun kalian berada,”pesan Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar. 

Upacara pembukaan MPLS SMK PGRI 1 Gresik diikuti oleh Danramil jajaran Kodim 0817/Gresik, Kepala SMK PGRI 1 Arief Susanto serta pengajar sekolah berlokasi di Jalan dr Soetomo , Gresik itu berjalan khidmat. (yad)

Gugah Nasionalisme dan Bela Negara, Dandim 0817/Gresik Buka MPLS  SMK PGRI 1 Gresik  Selengkapnya