Thoha Mahsun, Ketua Baru PD Muhammadiyah dan  Inik Hikmatin, Pimpin Aisyiyah Gresik

GRESIK,1minute.id –  Muhammad Thoha Mahsun akhirnya terpilih menjadi ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik, Jawa Timur periode 2022-2027. Ia menggantikan M. In’am. 

Terpilihnya Thoha Mahsun diputuskan dalam rapat 13 anggota formatur yang didampingi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang dipimpin Sekretaris Prof  Biyanto. Sebanyak 13 orang formatur merupakan hasil tertinggi pilihan musyawirin dalam Musyawarah Daerah (Musyda) XI Muhammadiyah Gresik di Komplek Perguruan Muhammadiyah Bungah, Kabupaten Gresik pada Minggu, 19 Februari 2023.

Musyda dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Hasil e-voting yang diikuti oleh 367 anggota Musyda yang terdiri atas PDM periode 2015-2022, Pimpinan Cabang dan Ranting serta organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah se-kabupaten Gresik. Sebanyak 294 dari 367 musyawirin memilih M. Thoha Mahsun. Kemudian disusul Anas Thohir 284 suara dan Muh. Arfan Muamar 242 suara. 

Terpilihnya Thoha Mahsun dan masuknya sejumlah aktivis muda Muhammadiyah sontak mendapat apresiasi luar biasa dari musyawirin. Mereka berharap, terpilihnya 13 PDM baru dari 54 calon yang dipilih, Muhammadiyah Gresik ke depan mampu membawa angin perubahan untuk memaksimalkan peran persyarikatan besutan KH Ahmad Dahlan ini.

“Capaian itu melebihi ekspektasi anggota Musyda (musyawirin) karena banyaknya aktivis muda Muhammadiyah yang masuk dalam gerbong PDM periode 2022-2027,” ungkap Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Gresik Aditama di sela Musyda XI Muhammadiyah Gresik.

Sementara Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Musyda XI Muhammadiyah M. Harun, merasa lega dengan seluruh rangkaian pelaksanaan Musyda yang berlangsung lancar, dinamis, dan aman. Diharapkan pimpinan baru dalam PDM ini mampu membawa kinerja Muhammadiyah lebih baik lagi.

“Plong, benar-benar plong. Seluruh tugas kami sejak awal hingga akhir hari ini berjalan lancar dan dinamis. Siapa pun yang terpilih, itulah para kader terbaik Muhammadiyah pilihan anggiota Musyda atau musyawirin,” ujar Harun yang diamini Sekretaris Panlih Juwanto  seusai rekapitulasi penghitungan suara lewat e-voting.

Inilah ke-13 PDM periode 2022-2027 hasil Musyda XI berikut perolehan suaranya:

1. Muhammad Thoha Mahsun: 294 suara (2) Anas Thohir: 284 suara (3) Muhammad Arfan Mu’ammar: 242 suara (4) Imanullah Ali Ubed: 219 suara (5) Yusuf Diachmad Sabri: 205 suara (6) Muhammad In’am: 198 suara (7) Hasan Abidin: 191 suara (8) Ainul Muttaqin: 169 suara (9) AF Dinawi: 148 suara (10) Hilmi Aziz Hamim: 145 suara (11) Syamsul Sodiq: 143 suara (12) Kiswanto: 140 suara (13) Nadlif Abu Ali: 129 suara

Pimpinan Daerah Aisyiyah Gresik 

Sementara hasil akhir penghitungan suara untuk Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) menempatkan Inik Hikmatin sebagai peraih suara terbanyak, yakni 96 suara di antara 9 pimpinan yang terpilih. Hasil perolehan suara itu disusul Siti Faizah pada posisi kedua dengan 88 suara dan Nur Fadillah di posisi ketiga dengan 78 suara. Berdasar kesepakatan tim formatir yang terdiri atas 9 anggota pimpinan terpilih, Inik Nikmatin dipercaya menjadi Ketua PDA periode 2022-2027.

Berikut perolehan suara 9 PDA terpilih hasil Musyda XI Aisyiyah dari 30 calon tetap:

1. Inik Hikmatin: 96 suara (2) Siti Faizah: 88 suara (3) Nur Fadillah: 78 suara (4) Fiaduz Zakiyah: 71 suara (5) Tri Wulandari Hepyani: 70 suara (6) Ida Rahayu Ningsih: 64 suara (7) Mu’minatus Sholikhah: 59 suara (8) Nur Hidajati: 57 suara (9) Ning Munasikhah: 54 suara (*/yad)

Thoha Mahsun, Ketua Baru PD Muhammadiyah dan  Inik Hikmatin, Pimpin Aisyiyah Gresik Selengkapnya

Musyda ke-XI Muhammadiyah dan Aisyiyah Resmi Dibuka, Ini Harapan Bupati Gresik !

GRESIK,1minute.id – Pengurus Daerah  Muhammadiyah dan Aisyiyah menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) ke XI di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Bungah, Kabupaten Gresik pada Minggu, 19 Februari 2023. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka forum tertinggi di dua organisasi kemasyarakatan yang mengusung tema “Membumikan Islam Berkemajuan” itu.

Pada kesempatan ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap pelaksanaan Musyda ke XI Muhammadiyah dan Aisyiyah ini berjalan dengan lancar melahirkan kepengurusan yang solid serta mampu membawa kemajuan Muhammadiyah.

“Mudah mudahan terlahir pemimpin yang bisa membawa kemajuan ketua dan pengurus Muhammadiyah Gresik yang bisa berkolaborasi dengan pemerintah,” harap Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya. 

Musyda Muhammadiyah dan Aisyiyah ini dihadiri oleh Pengurus Wilayah  Muhammadiyah (PWM) Jatim Tamhid Mashudi, Ketua PW Aisyiyah Jatim Siti Asma serta Anggota Komisi X DPR RI Zainudin Maliki.

Hadir pula, Ketua DPD PAN Gresik juga anggota DPRD Gresik Faqih Usman, Anggota DPRD Gresik Noto Utomo, Anggota DPRD Gresik Partai Demokrat Suberi, Ketua DPC Partai Gerindra Gresik Asluchul Alif, Ketua DPC Partai Umat Gresik Burhan serta Ketua DPD LDII Gresik K.H Abdul Muis.

Mantan Ketua DPRD Gresik itu melanjutkan pada pelaksanaan Musyda harus menjaga setiap gagasan setiap ide yang dikemukakan seseorang atau organisasi. Jangan sampai menimbulkan perpecahan di tubuh organisasi.

“Musyda ini harus dapat menghasilkan keputusan yang strategis untuk program program Muhammadiyah dan Aisyiyah ke depan,” ungkap Bupati Gresik termuda itu.

Ia berharap organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah ikut berkontribusi dalam penanganan persoalan isu strategis nasional. Di antaranya penanganan stunting, menurunkan angka kemiskinan, serta masalah sampah untuk menuju Gresik Zero Waste.

“Persolan ini diperlukan kolaborasi dengan berbagai stakeholder termasuk Muhammadiyah dan Aisyiyah. Harapannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara, Ketua PD Muhammadiyah (PDM) Gresik Muhammad In’am mengatakan, pelaksanaan Musyda seharusnya digelar pada 2021. Karena ada wabah Covid-19 pelaksanaan dilakukan tahun ini, 2023. Dalam Musyda ke-XI ini, sebanyak 54 orang masuk dalam daftar calon tetap (DCT).

Dirinya berharap Musyda ini mampu membawa organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah yang lebih maju khusunya di Kabupaten Gresik. “Untuk itu Musyda ini hendaknya memilih dengan hati nurani dan pikiran yang jernih tanpa emosi,” kata In’am. Untuk diketahui, peserta Musyda atau musyawirin akan memilih 13 orang dari 54 orang DCT itu. 

Proses pemilihan menggunakan komperisasi. Setelah mendapatkan 13 orang yang memperoleh suara terbanyak.  Mereka kemudian duduk bersama untuk menentukan ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Periode 2022-2027. (yad)

Musyda ke-XI Muhammadiyah dan Aisyiyah Resmi Dibuka, Ini Harapan Bupati Gresik ! Selengkapnya