Refleksi Akhir Tahun 2022 DCKPKP Gresik Mendukung Nawa Karsa, Simak Apa Saja Pekerjaan

GRESIK,1minute.id – Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik terlihat megah pada Kamis, 22 Desember 2022. Gedung dua lantai dengan cat tembok dominan warna hijau dan kuning emas itu menunggu untuk diresmikan. Gedung MUI itu berada dalam satu kompleks Masjid Agung Gresik berada Jalan DR.Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Pemerintahan kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik mengucurkan anggaran sebesar Rp 6,17 miliar. Pembangunan dilakukan dengan dua tahap. “Gedung MUI siap untuk diresmikan tahun ini,” kata Kepala DCKPKP Gresik Ida Lailatussa’diyah dalam Refleksi Akhir tahun 2022 yang dikemas dalam  “Ngopi Bareng” wartawan pada Selasa lalu, 20 Desember 2022. 

Selain membangun gedung MUI Gresik, DCKPKP Gresik mengerjakan sejumlah program  mengawal Nawa Karsa, Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah itu. Program unggulan tahun ini, diantaranya, pembangunan reservoir Bunder di Desa Dahanrejo Kebomas. Proyek ini menelan anggaran Rp 6,13 miliar.

Kemudian, program pembangunan tower air dan penjernih air di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu dengan anggaran Rp 484 juta. Berikutnya, perluasan SPAM jaringan perpipaan di Jalan Sunan Giri dengan anggaran Rp 19,60 miliar.

GNI KINI : Kondisi GNI paskarevitalisasi dilakukan oleh DCKPKP Gresik pada Rabu, 21 Desember 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Selanjutnya, pembangunan gedung dan penataan landskap bangunan Gedung Nasional Indonesia (GNI) dan finishing dengan anggaran Rp 3,43 miliar. Revitalisasi gedung telah kelar dan diresmikan oleh Menteri Pariwisata, Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Sholahuddin Uno pada Minggu, 18 Desember 2022. Peresmian GNI, sebagai rangkaian launching Bandar Grissee. 

“Kami juga telah menjalankan program perluasan SPAM jaringan perpipaan di Kecamatan Kebomas dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Anggarannya, Rp 33,61 miliar,” jelas Ida Lailatussa’diyah. 

Selain itu, tambahnya, pada tahun 2022, DCKPKP telah menjalankan program perluasan SPAM jaringan perkotaan kegiatan Nasional Urban Water Supply (NUWS) dengan anggaran Rp 12,21 miliar. Program DAK lainnya, adalah DAK integrasi di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu yang meliputi pembangunan prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU), Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan sanitasi. ” Anggaran Rp  7,26 miliar,” bebernya.

Bagaimana rencana tahun 2023 ? Masih menurut Ida Lailatussa’diyah, ada sejumlah program Nawa Karsa yang akan dilakukan, dan melanjutkan program belum tuntas di pemerintahan sebelumnya.

Program dimaksud kata dia, antara lain, pembangunan Rumah Sakit Gresik Sehati (RSGS) di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean. Pagu anggaran fisiknya Rp 85 miliar dari APBD Gresik.

Berikutnya, meneruskan program Islamic Center di Balongpanggang. Pekerjaan yang diteruskan pembangunan masjid, jalan dan penghijauan, dengan anggaran Rp 8 miliar. “Diharapkan Hari Raya Idul Fitri tahun depan masjid sudah bisa digunakan,” harapnya. (yad)

PROGRAM CKPKP Gresik 2022

1. Pembangunan Gedung MUI Rp 6,17 miliar

2. Pembangunan Reservoir Bunder di Desa Dahanrejo Kebomas Rp  6,13 miliar

3. Program pembangunan Tower alAir dan Penjernih air di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu Rp 484 juta

4.  Perluasan SPAM Jaringan Perpipaan di Jalan Sunan Giri  Rp 19,60 miliar

5. Pembangunan gedung dan Penataan Landskap Bangunan Gedung Nasional Indonesia (GNI) dan Finishing  Rp 3,43 miliar. 

6. Program perluasan SPAM jaringan perpipaan di Kecamatan Kebomas dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 33,61 miliar

7. Program perluasan SPAM jaringan perkotaan kegiatan Nasional Urban Water Supply (NUWS)  Rp 12,21 miliar

8. DAK integrasi di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu yang meliputi pembangunan prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU), Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan sanitasi  Rp  7,26 miliar

( Data DCKPKP Gresik dalam Refleksi Akhir tahun bersama wartawan)

Refleksi Akhir Tahun 2022 DCKPKP Gresik Mendukung Nawa Karsa, Simak Apa Saja Pekerjaan Selengkapnya

Serahkan Bantuan PKH Inklusif kepada 284 Warga, Ini Pesan Bupati Gresik 

GRESIK,1minute.id – Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Inklusif kembali digelontorkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Gresik. Kali ini, PKH Inklusif, salah satu implementasi program Nawa Karsa, Gresik Seger (Sejahtera, Bahagia, Berdikari) diberikan kepada ratusan warga di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga penerima PKH. Fandi Akhmad Yani menyatakan, penyaluran bantuan ini  untuk meringankan beban masyarakat, dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya, terutama untuk lansia dan difabel.

“Pemerintah Kabupaten Gresik melalui program-program yang dijalankan akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani yang didampingi Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh pada Kamis, 15 Desember 2022.

Ia berpesan kepada penerima PKH untuk menggunakan bantuan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kebutuhan sehari-hari. Gunakan bantuan sesuai keperluan kebutuhan dan tidak dibelanjakan untuk hal yang tidak  penting. “Mudah-mudahan bantuan PKH ini memberikan manfaat dan terus berkelanjutan, “singkatnya.

Untuk diketahui, PKH Inklusif merupakan program duet Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah yang tertuang dalam Program Nawa Karsa, Gresik Seger. Program ini ditargetkan menyisir kelompok masyarakat rentan yakni lansia dan difabel yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), namun belum menerima bantuan apa pun.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh menambahkan, bantuan PKH Inklusif yang diserahkan kepada warga di Kecamatan Bungah sebanyak 284 orang penerima manfaat. Rinciannya, 233 lansia dan 51 difabel. Setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan Rp 1,5 juta. “Boleh tetap di tabungan atau dicairkan secara langsung melalui Bank Jatim,” ujar Ummi. (yad)

Serahkan Bantuan PKH Inklusif kepada 284 Warga, Ini Pesan Bupati Gresik  Selengkapnya

Bunda Puspa, Wadah Menuju Keluarga Sejahtera dan Kesetaraan Gender

GRESIK,1minute.id –  Perempuan zaman dulu dan sekarang sudah berbeda. Dulu istilahnya perempuan identik dengan pekerjaan rumah saja, seiring berjalannya waktu hal itu sudah bergeser. Perempuan juga dapat menjadi sebuah tonggak dalam menggerakkan perekonomian disekitarnya.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ketika membuka kegiatan Pembelajaran Bunda Puspa (Bantuan untuk Pemberdayaan Perempuan Usaha dan Pendidikan Anak) tahap 1 di Balai Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah pada Jumat, 19 Agustus 2022.

Kegiatan diikuti 30 ibu rumah tangga di desa setempat diharapkan dapat meningkatkan kualitas keluarga melalui pemberdayaan perempuan untuk mencapai keluarga sejahtera , kesetaraan gender serta terlaksananya pemenuhan hak anak.

Aminatun Habibah mengatakan program Bunda Puspa akan jadi satu landasan untuk perempuan bisa hidup secara mandiri dan sejahtera. “Dengan adanya kegiatan sekarang ini yaitu Bunda Puspa, nantinya akan memberikan harapan kepada ibu-ibu semua untuk menjadi perempuan yang (lebih) mandiri,”harap Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu.

Bunda Puspa merupakan implementasi dari salah satu misi yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Gresik yaitu 9 Prioritas atau Nawa Karsa yang menjadi nafas pembangunan menuju Gresik Baru yakni Gresik Seger (Sejahtera, Bahagia dan Berdikari). 

Bu Min, begitu biasa disapa didampingi oleh Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan  Anak (KB-PPPA) Gresik drg Syaifuddin Ghozali, Camat Ujungpangkah Arifin, Kepala Desa Banyurip Ihsanul Haris dan Pengurus cabang Fatayat NU Gresik Nur Khosiah.

juga bahwa UMKM kedepannya akan jadi tulang punggung di Kabupaten Gresik. Sehingga sangat perlu untuk meningkatkan mutu dari sdm yang ada agar dapat mewujudkan hal tersebut. Ia juga terangkan kalau program ini akan jadi salah satu tolak ukur keberhasilan pemerintah daerah dalam bangun jaringan UMKM di Gresik. 

“UMKM itu merupakan tulang punggung dari kabupaten pada nanti dan masa yang akan datang, jadi nanti itu pusat perekonomian di kabupaten Gresik adalah UMKM, dan Ibu-Ibu ini akan jadi tolak ukur dari keberhasilan UMKM di Gresik selain dari UMKM-UMKM yang sudah ada,”ucap Bu Min.

Kepala Desa Banyurip Ihsanul Haris mengaku  program Bunda Puspa menjadi satu landasan untuk perempuan bisa hidup secara mandiri dan sejahtera. “Dengan adanya kegiatan sekarang ini yaitu Bunda Puspa, nantinya akan memberikan harapan kepada ibu ibu semua untuk menjadi perempuan yang (lebih) mandiri,”katanya. 

Kadis KBPPPA Syaifuddin Ghozali menambahkan acara hari ini merupakan sesi penyaringan. Nantinya akan ada 10 orang yang masuk kelas usaha dan dibimbing secara profesional untuk mengembangjan usaha mereka. “Sedangkan sisanya akan tetap didampingi dari KBPPPA dan disaring lagi di tahun depan,”kata Ghozali. 

Di kelas usaha, imbuhnya, akan diberikan bantuan yang relevan terhadap usahanya dan didampingi oleh tenaga profesional. “Bantuan akan berupa sarpras yang dapat digunakan secara berkelanjutan dalam usaha mereka,”tegas mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik itu. (yad)

Bunda Puspa, Wadah Menuju Keluarga Sejahtera dan Kesetaraan Gender Selengkapnya

Bupati Gresik Ajak OPD Kerja Keras Wujudkan Nawa Karsa, Tidak Lagi Lipsing

GRESIK,1minute.id –  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gresik menggelar Workshop Implementasi Nawa Karsa dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)  Gresik tahun Anggaran 2023 pada Kamis,19 Mei 2022.

Worksop dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini diikuti seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Program dan pelaporan serta tim penyusun RKPD 2023. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Aminatun Habibah serta Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. 

Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menegaskan  kegiatan ini menjadi starter untuk mengingatkan kembali apa yang menjadi tujuan Pemkab Gresik melakukan pembangunan, pelayanan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. 
“Program (Nawa Karsa) ini benar-benar harus tercapai,”tegas Bupati Fandi Akhmad Yani.

“Kita telah mengalami turbulensi kondisi yang cukup berat akibat pandemi Covid-19. Tetapi dengan energi positif seperti saat ini, mudah-mudahan Nawa kKarsa bisa benar-benar tercapai. Mari kita bekerja bersama, bekerja lebih keras. Waktu yang paling tepat adalah sekarang. Sudah tidak boleh ada lagi lipsing-lipsing saja, rohnya Nawa Karsa, termasuk dalam-dalamnya juga Nawa Karsa,”imbuhnya. 

Dalam Nawa Karsa memiliki tujuan masing-masing, maka setiap perangkat daerah harus benar-benar bisa menerjemahkan apa itu Nawa Karsa. Untuk diketahui Nawa Karsa merupakan sembilan program prioritas masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah. Sembilan program itu adalah, Gresik Akas, Gresik Cerdas, Gresik Agropolitan, Gresik Barokah, Gresik Lestari, Gresik Seger, Gresik Sehati, Gresik Barokah, dan Gresik Mandiri.

Pertama, kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, adalah soal penanganan banjir Kali Lamong. Kedua adalah masalah terkait data kemiskinan, dimana ini berdampak pada efektifitas program pengentasan kemiskinan. Ketiga adalah PKH Inklusif, dimana kita fokus pada masyarakat yang sudah masuk desil I dan II data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

“Namun mereka belum tersentuh program bantuan sosial manapun maupun warga yang dirasa miskin ber-KTP Gresik tapi belum masuk DTKS,”katanya sambil memberikan contoh lansia yang tidak memiliki KTP, penyandang disabilitas, kepala rumah tangga perempuan dan kelompok marginal lain.

Untuk diketahui desil satu yaitu rumah tangga/individu dengan kondisi kesejahteraan 10% terendah di Indonesia. Desil dua yaitu rumah tangga/individu dengan kondisi kesejahteraan antara 11% – 20% dan desil tiga yaitu rumah tangga/individu dengan kondisi kesejahteraan antara 21% – 30 %. 

Keempat, terkait dengan pembangunan infrastruktur di tingkat dusun yang menghubungkan antardesa melalui program gerbang dusun. Berikutnya, Kelima adalah meningkatkan gairah sektor pariwisata dan Ekonomi Kreatif (ekraf)  melalui Gresik Kota Bandar. Keenam, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan melalui program Go-Tani.

Selanjutnya, Ketujuh, transformasi digitalisasi melalui Gresikpedia. Kedelapan, perluasan kesempatan kerja baik yang bersifat pelatihan seperti santri 4.0 dan revitalisasi BLK, maupun yang bersifat kewirausahaan seperti Gresik Jagoan, Gresik Komik dan One Pesantren One product (OPOP).  “Kesembilan, masalah lingkungan yakni terselesaikannya TPA dan sistem pengelolaan sampah terpadu ditingkat kecamatan serta taman kota yang ramah anak dan difabel,”terangnya. (yad)

Bupati Gresik Ajak OPD Kerja Keras Wujudkan Nawa Karsa, Tidak Lagi Lipsing Selengkapnya

Percepatan Pembentukan UHC, Pemkab Gresik Fasilitasi 171 Ribu JKN-KIS

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berikhtiar mempercepat pembentukan Universal Health Coverage atau cakupan kesehatan semesta  (UHC). Untuk mewujudkan UHC itu Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan Nota Perjanjian Kersajama dengan BPJS Kesehatan Cabang Gresik. 

MoU tentang kepesertaan program jaminan kesehatan bagi penduduk pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) yang di daftarkan oleh Pemkab Gresik dilakukan di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 11 Januari 2022. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan Pemkab Gresik berkomitmen dan mendukung program pemerintah dalam menyelenggarakan jaminan kesehatan sebagaimana diamanatkan pada Peraturan Presiden (Perpres) nomor 82 tahun 2018.

Program JKN-KIS sejalan dengan Nawa Karsa yaitu semua masyarakat Gresik bisa mengakses pelayanan kesehatan. Saat ini Penduduk Gresik yang telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sejumlah 1.012.604 jiwa dari total keseluruhan 1.283.961 jiwa. “Dan Pemkab telah berkontribusi mendaftarkan sejumlah 171 ribu penduduk,”katanya didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah, dan Kepala Dinas Sosial Ummi Khoiroh.

Jumlah konstribusi Pemkab Gresik itu akan terus meningkat. Sebab, meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Sosial (Dinsos) melakukan pendataan dan validasi data kependudukan warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Bagi masyarakat yang belum terdaftar, imbuhnya, bisa mendaftar mandiri atau secara bertahap akan di daftarkan supaya segera diwujudkan Universal Health Coverage (UHC) secara bertahap. UHC adalah cakupan kesehatan semesta menjamin seluruh masyarakat mempunyai akses untuk kebutuhan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas dan efektif. 

Dengan adanya Nota kesepakatan ini, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, berharap agar BPJS Kesehatan beserta fasilitas kesehatan dan semua stakeholder bisa bersinergi untuk mengoptimalkan JKN-KIS dan terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi seluruh penduduk di Kabupaten Gresik secara merata.

Menurutnya, kebijakan ini perlu peran aktif dan komitmen stakeholder terkait. Misalnya, Dispendukcapil berperan dalam proses validasi data kependudukan peserta PBPU dan BP yang didaftarkan. Dinas Sosial berperan dalam proses verifikasi peserta program Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan bukan pekerja (BP) yang didaftarkan dan Dinas Kesehatan berperan dalam pemenuhan premi dan menjamin mutu pelayanan kesehatan bagi peserta yang didaftarkan.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik Tutus Novita Dewi mengatakan, tahun ini memasuki tahun kesembilan penyelenggaraan Program JKN-KIS. Per 10 Januari 2022, jumlah kepesertaan Program JKN-KIS secara nasional lebih dari 272 juta jiwa. “Khusus untuk di Kabupaten Gresik sendiri  telah mencapai 78.87% atau 1.012.604 jiwa dari total keseluruhan 1.283.961 jiwa,”terang Tutus. 

Rinciannya, peserta segmen PBI APBN sebanyak 359.890 jiwa, segmen PPU 332.909 jiwa, segmen PBPU 174.331 jiwa, segmen PBI APBD 126.399 jiwa dan segmen BP berjumlah 19.075 jiwa. (yad)

Percepatan Pembentukan UHC, Pemkab Gresik Fasilitasi 171 Ribu JKN-KIS Selengkapnya

Sambut Bonus Demografi, Gresik Jagoan Dorong Start-up untuk Milenial

GRESIK,1minute.id – Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan populasi generasi milenial di kabupaten Gresik mencapai 32,6 persen atau 432.821 orang. 

Menurut Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, jumlah generasi milenial yang besar tersebut membutuhkan pengelolaan dan pendekatan kebijakan yang tepat.

“Sehingga bisa menjadi bonus demografi dan bukan menjadi bencana demografi,”kata Wabup Aminatun Habibah ketika membuka Focus Grup Discussion Gresik Jagoan yang mengambil tema Start-up Gresik Bangkit bersama Gresik Jagoan di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro pada Selasa, 25 Mei 2022.

Selain Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah, FGD digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Gresik ini dihadiri Wakil Ketua DPRD Gresik Mujib Riduan. Ada empat narasumber dalam FGD yang dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  lewat zoom video ini.

KOMITMEN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang sedang dinas luar menyempatkan hadir melalui video zoom kepada peserta FGD di Gedung WEP pada Selasa, 25 Mei 2021

Empat pembicara dan narasumber yaitu, Founder/CEO Of Sekarves Indonesia dan Assessor for Indonesia Creative City Network Tyas Ajeng Nastiti ; Co Founder PT. Monura Putra Nelayan Gresik Alfina ; Dosen FEB Unair Surabaya Gigih Prihantono dan Owner Geprek Mang Soetta Dhimas Arya Putra. 

Bu Min melanjutkan, pengelolaan dan kebijakan yang tepat diharapkan mampu mendorong penurunan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Gresik yang saat ini sebesar 8,21 persen.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap ada peningkatan investasi untuk industrialisasi serta UKM. Kebijakan yang inovatif dan strategis merupakan salah satu cara untuk mendorong minat generasi millenial untuk berwirausaha,”tegasnya.

Wabup perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mengutip  pendapat salah seorang pemilik star-Up terkemuka yang menyatakan  Ekonomi akan maju bila banyak masyarakatnya yang berwirausaha.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Gresik Nuri Mardiana mensmbahkan tujuan kegiatan FGD, Start-up Gresik Bangkit bersama Gresik Jagoan merupakan program pemberdayaan dan pengembangan wirausaha pemuda. Gresik Jagoan adalah jaringan komunitas anak muda berwirausaha.

Sebelumnya, FGD dengan para wirausaha milenial, Dispora mengundang para stakeholder dan pemangku kepentingan dari unsur lembaga pendidikan, perguruan tinggi, pondok pesantren, perbankan dan perusahaan.  (yad)

Sambut Bonus Demografi, Gresik Jagoan Dorong Start-up untuk Milenial Selengkapnya

Program Bayi Lahir Pulang Langsung Bawa Akta Merambah Pulau Putri

GRESIK,1minute.id – Program Nawa Karsa “Bayi Lahir Pulang Langsung Bawa Akta” merambah Pulau Bawean. Belasan bayi yang lahir di pulau berjarak 80 mil dari pusat pemerintahan kabupaten (Pemkab) Gresik itu langsung memiliki akta kelahiran dan masuk dalam kartu keluarga.

Direktur Rumah Sakit Umar Masud Bawean dr. Tonny S. Hartanto mengatakan ada 17 pasien yang telah melakukan persalinan setelah launching. Rinciannya, 13 bayi telah mendapatkan akta. Sedangkan empat sisanya masih belum diajukan karena kurang lengkap. 

“Seperti belum ada nama bayi. Kemudian ada yang belum lengkap KTP bapak atau ibunya,” katanya pada Minggu, 18 April 2021.

Dari 13 persalinan yang sudah lengkap, buah hati mereka sudah tercatat di akta dan kartu keluarga yang baru. “Penyerahan secara simbolis akta kelahiran program Gresik Baru. Bayi Lahir pulang Bawa akta atas nama Keysa,” kata dia. 

Imatun Najibah, salah satu ibu yang baru melahirkan terlihat semringah. Sebab, ia tidak lagi ribet mengurus akta bayinya dan meng update kartu keluarganya. “Kami sangat terbantu program ini. Terimakasih Pemkab Gresik dan RSUD Umar Masud,”katanya dengan logat Bawean. (yad)

Program Bayi Lahir Pulang Langsung Bawa Akta Merambah Pulau Putri Selengkapnya

Gus Yani, Pidato Kerakyatan Jlentrehkan Program Nawa Karsa

GRESIK,1minute.id – Program 99 Hari Nawa Karsa di hari kedua masa kepemimpinan duet Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah di depan Pendapa Bupati Gresik pada Selasa, 2 Maret 2021. 

Pidato kerakyatan dengan protokol kesehatan diawali santunan anak yatim itu dihadiri pimpinan partai politik, tokoh masyarakat, ulama, forkopimda dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik.

Menurut Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani, Nawa Karsa menuju Gresik Baru berisi sembilan visi dan misi. “Misi utama untuk mewujudkan Gresik Baru yang Mandiri, Sejahtera, Berdaya Saing dan Berkemajuan berlandaskan Akhlakul Karimah,”kata Gus Yani didampingi Wabup Aminatun Habibah.

Program 99 Hari kerja pertama, Gus Yani–Bu Min untuk menciptakan tata kelola yang dinamis dan transparan menuju good and clean government. Bupati akan membangun Gresikpedia.

“Kami akan berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk media sinkronisasi data dan integrasi sistem informasi menuju sistem satu data rujukan yang dapat diakses oleh seluruh warga kabupaten Gresik ( One data, One Portal, and Open Access ),”kata Bupati Gresik termuda itu.

Untuk menjaga identitas kota religius, tambahnya, sebagai apresiasi memberikan santunan kehormatan kepada 1.000 hafidz. Selanjutnya, berkembang untuk menjangkau guru ngaji, marboth masjid dan musala, penjaga makam, situs religi, dan situs budaya.

“Prioritas kami dalam 99 hari pertama, dalam rangka membangun Gresik Baru adalah dengan melakukan perbaikan kualitas air PDAM,”katanya.

Caranya, mengeliminasi kebocoran, peremajaan pipa untuk mendukung mata air Umbulan, serta pengawasan kejernihan air. Selanjutnya, keberlanjutan pemantaban infrastruktur daerah, untuk kelayakan hunian dan ketangguhan daerah menghadapi bencana.

“Gresik Baru memprioritaskan kota bebas banjir, oleh sebab itu pemerintah daerah akan melakukan normalisasi kali lamong, kami akan menyiapkan lahan secara progresif untuk pembangunan tanggul dan dengan ditambah kolam retensi untuk menampung luapan kali lamong,”terangnya.

Bupati menyebut perbaikan Infrastruktur desa melalui program gerbang dusun. Gresik Baru bergerak mempercepat pembangunan desa dengan melakukan alokasi pembangunan infrastruktur sebesar Rp. 178,8 miliar yang ditujukan untuk pembangunan jalan, infrastruktur pertanian, perekonomian dan pelayanan publik.

PROGRAM NAWA KARSA : Sembilan program Bupati – Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Program ini, 99 hari pertama, kami berupaya menciptakan warga desa yang ayem tentrem dan dapat menerima manfaat pembangunan secara langsung. Kami juga akan menghadirkan kartu Go Tani. Kartu ini memiliki kebermanfaatan yang luas bagi petani dan nelayan untuk mengakses dana bantuan berupa alat produksi, permodalan, asuransi, akses terhadap gudang tani, serta kemudahan dalam distribusi dan penjualan,”urainya.

Pada bidang Pendidikan, Bupati dan Wakil Bupati, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah, akan menghadirkan beasiswa Gresik Cerdas, melalui Nawa Karsa Gresik cerdas.

“Kami berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan murah berkualitas untuk seluruh masyarakat Gresik. Peningkatan infrastruktur dan suprastruktur pelayanan pendidikan akan menjadi prioritas pembangunan Gresik Baru untuk menguatkan kualitas sumber daya manusia Gresik guna bersaing dalam era disruptif,”tandasnya.

Kemudahan layanan kependudukan. Melalui Nawa Karsa Gresik sehati, kami menjamin seluruh anak Gresik yang baru lahir akan mendapatkan akta kelahiran. “Lahir, pulang bawa akta. Secara serentak akan kami mulai di 12 rumah sakit bersalin dan 32 puskesmas.

Di akhir sambutannya, mengajak seluruh masyarakat mendukung visi-misi-program. Gus Yani mengakui, warisan Sambari-Qosim adalah capaian yang sangat penting dan menjadi kerja yang akan kami apresiasi untuk kami rawat dan lanjutkan pada fase yang lebih baik.

“Mulai hari ini sudah tidak ada lagi kubu Gus Yani dan Bu Min serta Pak Qosim- Alif, Wahai Warga Gresik apabila kita semua ditanya, berapa jumlahmu? Jawablah jumlah kita adalah satu sebagai warga Gresik yang berjuang bersama untuk kemajuan melalui jalan perubahan,”pungkasnya. (*)

Gus Yani, Pidato Kerakyatan Jlentrehkan Program Nawa Karsa Selengkapnya