Nelayan Lumpur Ditemukan Meninggal Dunia Mengapung di Perairan Roomo, Manyar 

GRESIK,1minute.id – Nelayan Lumpur, Kelurahan Lumpur, Kecamatan/ Kabupaten Gresik berduka. Mat Rokim, 58, nelayan setempat ditemukan meninggal dunia di perairan Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Kamis, 8 Januari 2026. 

Menurut Kasat Polairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita, pada Rabu malam, 8 Januari 2026 ada perahu nelayan tanpa awak menabrak dermaga di perairan Lumpur, Gresik. Nelayan setempat mengidentifikasi perahu tersebut diduga milik Mat Rokim, 58, warga Jalan Sindujoyo, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik.

Nelayan yang merasa ada kejanggalan kemudian melaporkan kejadian ke Satuan Polisi Air Udara (Sat Polairud) Polres Gresik. Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu kemudian membentuk tim satgas pencarian yang beranggotakan Basarnas, Ditpolairud Polda Jatim, Sat Polairud Polres Gresik, BPBD Gresik melakukan pencarian bersama nelayan setempat.  

“Pencarian diperluas hingga radius sisi utara agak jauh,” kata Kasat Polairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita. Pada Kamis, 8 Januari 2026 sekitar pukul 06.30 WIB, tim gabungan bersama nelayan menemukan korban mengambang di perairan Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. “Saat kami temukan korban Mat Rokim dalam kondisi meninggal dunia. Kami turut berduka cita,” katanya.

Belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban Mat Rokim. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap kejadian maupun tindak pidana yang terjadi di lingkungan masing-masing. Masyarakat dapat melapor melalui kantor polisi terdekat, Call Center 110, atau Hotline Lapor Cak Roma di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Nelayan Lumpur Ditemukan Meninggal Dunia Mengapung di Perairan Roomo, Manyar  Selengkapnya

Petrokimia  Gresik Gelontorkan Bantuan Perbaikan 5 Geledak Sandar Perahu di Pesisir Lumpur

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik,  perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menggelontorkan bantuan perbaikan geladak tempat sandar perahu motor milik kelompok nelayan di Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Lima kelompok nelayan yang mendapatkan bantuan masing-masing Rp 15 juta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Nasi Layur” (Komunikasi Bersama Nelayan Lumpur) yaitu Bale Pasusukan, Bale Purbo, Bale Wonorejo, Bale Cilik, dan Bale Gede. 

Bantuan diserahkan oleh Vice President (VP) Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik, Rama Yusron Harbiansyah mewakili Direksi kepada perwakilan kelompok nelayan. Usai penyerahan, Rama menyampaikan bahwa, perbaikan geladak ini diharapkan mampu membantu kelancaran nelayan di Lumpur dalam mencari ikan. Sehingga pada akhirnya meningkatkan pendapatan mereka.

“Pertumbuhan perusahaan hingga lebih dari setengah abad ini tentu tidak lepas dari dukungan masyarakat, termasuk nelayan yang tinggal di sekitar perusahaan. Bantuan ini menjadi kontribusi nyata Petrokimia Gresik untuk nelayan Desa Lumpur, sebagai bentuk terima kasih atas dukungan kepada Petrokimia Gresik selama ini,” ujar Rama.

Ia melanjutkan Petrokimia Gresik secara kontinu membantu nelayan di sekitar perusahaan. Selain perbaikan sarana atau fasilitas, kali ini perusahaan juga peduli dengan kesehatan nelayan dengan menghadirkan penyuluhan kesehatan dan pengobatan gratis.

“Sebagian besar masyarakat Lumpur mencari rezeki sebagai nelayan. Mereka juga harus memperhatikan kesehatannya agar optimal dalam menjalankan profesinya. Ketika tubuh sakit, jangankan beraktivitas di tengah laut yang terbilang berat, untuk aktivitas di rumah saja akan sulit,” tandas Rama.

Terakhir ia berharap, nelayan Lumpur terus memberikan dukungan dan doa agar Petrokimia Gresik lancar dalam menjalankan amanah menyalurkan pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia, dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional. Ia pun kembali menyampaikan komitmen perusahaan bahwa kemajuan Petrokimia Gresik akan selaras dengan kebermanfaatannya bagi masyarakat.

“Petrokimia Gresik dan nelayan sejatinya memiliki peran sama, yaitu menjaga ketahanan pangan nasional. Kami berharap sinergitas dan hubungan harmonis yang selama ini sudah terbangun bisa semakin diperkuat. Petrokimia Gresik dan nelayan harus saling menguatkan dalam menjalankan perannya,” pungkas Rama.(yad)

Petrokimia  Gresik Gelontorkan Bantuan Perbaikan 5 Geledak Sandar Perahu di Pesisir Lumpur Selengkapnya

SPBUN Lumpur Resmi Beroperasi, Ikhtiar Bupati Gresik Wujudkan Nelayan Gresik Berdaulat 

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meresmikan SPBU Nelayan (SPBUN) di Desa Lumpur, Kecamatan Gresik pada Kamis, 11 Januari 2024. Keberadaan SPBUN ini, merupakan bentuk nyata program Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik yakni Gresik Agropolitan untuk mewujudkan nelayan berdaulat.

“Alhamdulillah, satu persatu kami menuntaskan program Nawa Karsa yang salah satunya adalah Gresik Agropolitan lewat pembangunan SPBUN. Tujuannya tidak lain adalah agar nelayan berdaulat. Berdirinya SPBUN ini bisa terwujud berkat sinergitas bersama Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Gresik Migas dengan PT. Pertamina Patra Niaga. Hal ini juga tidak lepas dari peran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI,” terang Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Untuk diketahui bagi nelayan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah faktor produksi yang sangat penting dalam kegiatan penangkapan ikan. Komponen biaya BBM yang mereka gunakan berkisar 50-70% dari seluruh biaya operasional aktivitas penangkapan ikan.

Total nelayan Kelurahan Lumpur dan Kelurahan Kroman berdasarakan usulan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gresik sebanyak 528 Nelayan. Untuk total surat rekomendasi pembelian solar subsidi yang masuk sampai dengan tanggal 09 januari 2024 sebanyak 430 orang. Sedangkan, total penjualan solar subsidi khusus nelayan selama 2023 sebanyak 16.590,95 liter/16 kilo liter ( 24 November s/d 31 Desember 2023) dan secara grafik terus meningkat

Disinilah SPBUN yang merupakan unit usaha Gresik Migas mitra PT. Pertamina Patra Niaga mengambil peran. Dengan tugas utama menjual bahan bakar minyak solar bersubsidi kepada masyarakat nelayan khususnya untuk kebutuhan bahan bakar, ongkos produksi dari komponen BBM bisa dipangkas.

Tidak berhenti disitu, Pemerintah Kabupaten Gresik dibawah nahkoda Bupati Fandi Akhmad Yani juga telah menyiapkan anggaran untuk berdirinya dua SPBUN lagi di tahun ini.

“Komitmen kami, memberikan kemudahan nelayan untuk mengakses bahan bakar subsidi. Karenanya di tahun ini kita rencanakan dua pembangunan SPBUN lagi di Gresik Utara. Dan tahun depan, kita sudah sampaikan ke Kementerian KKP untuk dibantu pembangunan di wilayah Bawean,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan juga oleh Menteri Kelautan dan Perikanan yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Staf Khusus Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Mayjend TNI Edi Juardi. Disampaikan bahwa BBM mempunyai peranan penting dalam peningkatan produktifitas usaha perikanan khususnya perikanan tangkap.

“Penyediaan BBM yang memadai dari sisi kualitas, harga, dan kemudahan akses sangat dibutuhkan agar nelayan dapat menggunakan BBM sesuai kebutuhan operasionalnya,” terang Edi Juardi. (yad)

SPBUN Lumpur Resmi Beroperasi, Ikhtiar Bupati Gresik Wujudkan Nelayan Gresik Berdaulat  Selengkapnya

Ratusan Nelayan Dua Kelurahan di Gresik Ngeluruk Kantor Pelindo Gresik Tolak HPL

GRESIK1minute.id – Ratusan warga dari dua Kelurahan Lumpur dan Kemuteran  ngeruduk ke kantor Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Gresik pada Kamis, 25 Mei 2023. Mereka menolak rencana penandatanganan hak pengelolaan (HPL) tanah.

“Yang diinginkan warga seperti yang diinstrtuksikan Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) tanah oloran itu diperuntukkan warga, dengan HGB murni,” tegas Mamad, koordinator lapangan (korlap) aksi kepada wartawan usai menyerahkan dokumen penolakan kepada perwakilan Pelindo Gresik pada Kamis, 25 Mei 2023. 

Ratusan warga dari dua kelurahan itu, long march sejauh 500 meter dari Bale Cilik di Jalan R.E.Martadinata, Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik menuju Kantor Pelindo Gresik berada di Kompleks Pelabuhan Gresik Jalan YOS Sudarso, Gresik. Mereka membentang sejumlah poster. Di antaranya berbunyi ; Tanah Leluhur Kami Jangan Kalian Rampas Dengan Berbagai Alasan , Rakyat bagian dari negara, Wahai Pemerintah Rakyatmu Tidak Butuh HPL dan Bpk Jokowi : Presiden RI .Tanah urukan Masyarakat untuk masyarakat Lumpur, 20 April 2022″

Poster berjumlah puluhan itu lalu ditempelkan di pagar kantor Pelindo Gresik. Setelah berorasi 10 menit perwakilan warga menyerahkan satu bendel berkas setebal 10 cm kepada perwakilan perusahaan milik negara itu. 

Mamad melanjutkan, kedatangan ratusan warga pesisir Gresik dari dua kelurahan yakni Lumpur dan Kemuteran secara spontan. Mereka datang karena menggelar agenda penandatanganan batas HPL Pelindo. “HPL itu adalah lahan yang sudah puluhan tahun di tempati warga dua kelurahan itu,” terang Mamad. 

Penolakan penandatangan batas HPL itu, imbuhnya, karena dianggap tidak prosedural. Seharusnya, sebelum penandatanganan dilakukan terlebih dulu dilakukan pemetaan dan pengukuran. “Ini (prosedur) semua belum dilakukan,” tegasnya. 

Karena itu, jelas Mamad, warga datang kantor Pelindo Gresik menolak HPL diatas tanah warga. “Warga menempati lahan (tanah oloran) sejak 1969. Ada tanda tangan pejabat waktu itu. Masyarakat diperbolehkan menguruk untuk dibuatkan rumah tempat tinggal,” ujarnya. 

Warga nguruk sendiri mengambil dari lahan parkir perahu nelayan. Ketika laut surut,warga mengambil tanah liat diangkut gerobak. Total luasnya lebih kurang 1,2 hektare untuk 587 unit rumah. 

Mengapa warga menolak HPL? Mamad menjelaskan kekuatan HGB Murni dengan HGB HPL berbeda? HBG murni bisa ditingkatkan menjadi SHM. Sedangkan, HGB diatas HPL ini, menghuni 30 tahun, perpanjangan 20 tahun, Perpanjangan ekstra maksimal 30 tahun. “Dan HPL bila muncul kami harus sewa. Bila ada pengembangan, tidak memerlukan izin dari pemegang HGB sesuai UU Agraria,” tegasnya.

Penolakan warga membuat rencana  penandatanganan batas antara jalan dengan warga atau penentuan batas HPL batal. “Surat penolakan sudah dikirim ke Pelindo, BPN dan Kecamatan Gresik,” tegasnya. 

Sementara itu, Deputi Manager Property dan Rupa Usaha Pelindo Jawa Timur Arya Pradana Putra menolak untuk berkomentar. Arya berdalih belum mendapatkan izin dari kantornya. “Maaf, saya belum bisa memberikan komentar,” kata Arya kepada wartawan. 

Untuk diketahui, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Pesisir Lumpur, Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada 20 April 2022. Kunjungan kerja Jokowi disambati oleh nelayan setempat. Ada tiga keluhan yakni harga solar untuk nelayan ; pendangkalan pesisir laut dan sertifikat tanah warga.  

Menurut Presiden Jokowi, yang menjadi persoalan adalah karena tanah yang dimiliki para nelayan adalah tanah oloran yang tidak bisa disertifikatkan. Namun, Presiden Jokowi langsung menelepon Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil. “Tadi saya telepon langsung ke Menteri BPN, bisa, ini akan kita selesaikan. Itu saja tadi yang disampaikan dan kita selesaikan,” tandasnya waktu itu. (yad)

Ratusan Nelayan Dua Kelurahan di Gresik Ngeluruk Kantor Pelindo Gresik Tolak HPL Selengkapnya

Presiden Jokowi Sambangi Nelayan Lumpur, Gresik Dicurhati Tiga Persoalan

GRESIK,1minute.id – Presiden Joko Widodo mengunjungi nelayan Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Rabu, 20 April 2022. Dalam blusukan dikemas dalam kunjungan kerja ini Presiden Jokowi ingin memotret dari dekat kehidupan para nelayan yang berada di pusat perkotaan di Gresik Kota Lama (GKL) itu.

Ada tiga topik pokok yang mengemuka dalam kunjungan kerja selama hampir 45 menit tersebut. Tiga topik itu adalah terkait kesulitan nelayan mendapatkan solar untuk mesin penggerak perahu. Selain itu, persoalan solar nelayan tradisional itu mengeluhkan pendangkalan atawa sedimentasi serta mimpi warga Kelurahan Lumpur untuk bisa mendapatkan sertifikat tanah. 

Presiden Jokowi tiba sekitar pukul 16.00. Presiden Jokowi disambut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Rombongan Presiden Jokowi dengan didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Sosial Tri Rismaharini serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Mereka berjalan menyusuri jembatan kayu menuju Bale Purbo, tempat pertemuan.

KUNKER : Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ketika menyapa pedagang di Pasar Baru Gresik pada Rabu, 20 April 2022 ( FOTO : Prokopim Pemkab Gresik for 1minute.id)

Presiden Joko Widodo mengatakan, kedatangannya untuk melihat langsung aktivitas dan hasil tangkapan para nelayan, sekaligus berdialog untuk mendengarkan aspirasi para perwakilan kelompok nelayan tersebut.

“Tadi yang pertama saya menemui para nelayan untuk melihat lebih detail mengenai hasil hariannya berapa, kemudian ada kesulitan-kesulitan apa, sama di sini kesulitan dalam mendapatkan solar. Meskipun ada, tetapi memang agak sulit, sehingga tadi sudah diselesaikan oleh Pak Menteri Erick, Pak Menteri KKP untuk dibuatkan SPBU kecil khusus untuk para nelayan yang dimiliki nanti, Pak Bupati tadi sampaikan BUMD,”ujar Presiden dalam keterangannya usai acara.

Selain itu, para nelayan juga menyampaikan soal pendangkalan di wilayah mereka. Untuk itu, Presiden akan memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk segera menyelesaikannya.

Selanjutnya, para nelayan menyampaikan aspirasi terkait sertifikat tanah yang dimiliki oleh nelayan yang berada di kampung sekitar pantai. Menurut Presiden, yang menjadi persoalan adalah karena tanah yang dimiliki para nelayan adalah tanah oloran yang tidak bisa disertifikatkan.
Menanggapi hal tersebut,

Presiden Jokowi langsung menelepon Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil. “Tadi saya telepon langsung ke Menteri BPN, bisa, ini akan kita selesaikan. Itu saja tadi yang disampaikan dan kita selesaikan,”tandasnya.
Eko, 33, salah satu nelayan Lumpur mengaku hasil tangkapan pasang surut. 

“Kadang sehari Saya mendapatkan hasil tangkapan bersih Rp 300 ribu,”kata Eko ketika berdialog bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sebelum acara. Setelah mengunjungi nelayan Kelurahan Lumpur, Presiden Jokowi mengunjungi Pasar Baru Gresik di Jalan Gubernur Suryo, Gresik. (yad)

Presiden Jokowi Sambangi Nelayan Lumpur, Gresik Dicurhati Tiga Persoalan Selengkapnya