Pertama, Posyandu ILP Sedap Malam Duduksampeyan Berikan Layanan Semua Siklus Kehidupan

GRESIK,1minute.id – Angka stunting di Kabupaten Gresik menunjukkan tren menurun. Pemkab Gresik terus berupaya menurunkan angka stunting hingga satu digit. Sejumlah kegiatan dilaksanakan untuk mencapai target itu. Diantaranya, melakukan Pembinaan Posyandu dan Pelacakan Stunting di Balai Desa Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Kegiatan itu dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Gresik yang juga Ketua Pembina Posyandu Nurul Haromaini Ali ; Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dr. Shinta Puspitasari, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah serta para istri Forkopimda Kabupaten Gresik. Rombongan kali pertama meninjau kegiatan Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) Sedap Malam yang menerapkan sistem lima meja posyandu.

Mereka meninjau tempat pendaftaran, penimbangan dan pengukuran, pencatatan, pelayanan kesehatan, serta penyuluhan.  Di posyandu  ILP Sedap Malam ini memberikan layanan kesehatan terpadu bagi seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita, usia sekolah, remaja, hingga lansia.

Berikutnya, dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah balita dengan diagnosis stunting. Dalam kunjungan tersebut dilakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus penjemputan menuju posyandu untuk mendapatkan layanan lanjutan. Rangkaian kegiatan ini juga disertai dengan pemberian sembako dan makanan tambahan bagi keluarga sasaran.

Ketua Pembina Posyandu Kecamatan Duduksampeyan dr. Syifa menjelaskan, bahwa di wilayahnya terdapat 58 posyandu dengan 360 kader aktif. Sementara di Desa Samirplapan ada tiga posyandu dengan 20 kader. Ia juga menyampaikan posisi angka stunting Kecamatan Duduksampeyan di Kabupaten Gresik.

Sementara itu, Pembina Posyandu Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali menegaskan bahwa Posyandu ILP merupakan wujud inovasi layanan yang menyentuh seluruh siklus kehidupan. “Posyandu ILP ini artinya posyandu digunakan untuk semua siklus kehidupan, tidak hanya untuk ibu dan bayi saja, tetapi semuanya terintegrasi mulai dari bayi, ibu hamil, balita, remaja hingga lansia,” jelas Nung Nurul, sapaan akrab, Nurul Haromaini Ali ini.

Lebih lanjut, ia menyampaikan rencana penguatan posyandu lintas sektor di tahun mendatang. “Tahun depan kita memiliki PR yang cukup besar. Pada tahun 2026, kita akan bergerak terkait Posyandu 6 SMP, yang artinya posyandu bukan milik teman-teman kesehatan saja, tetapi juga melibatkan enam bidang lainnya, yaitu Kesehatan, Sosial, Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, serta Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibum Linmas),” ungkap istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani itu.

Peran aktif masyarakat dan sinergi lintas sektor dapat semakin memperkuat Pemkab Gresik mewujudkan generasi bebas stunting, menuju Gresik yang lebih sehat dan sejahtera.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SDGI), prevelensi stunting secara nasional turun. Pada 2023, angka 21,5 persen menjadi 19,8 persen pada 2024. Sedangkan, angka stunting di Jawa Timur juga menunjukkan tren menurun menjadi 14,7 persen pada 2024. Sementara di Kabupaten Gresik mengalami penurunan dari 15,4 persen pada 2023 menjadi 15,2 persen pada 2024. (yad)

Pertama, Posyandu ILP Sedap Malam Duduksampeyan Berikan Layanan Semua Siklus Kehidupan Selengkapnya

PKK dan Lintas OPD Bersinergi Lakukan Intetvensi Percepatan Penurunan Stunting di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar kegiatan Aksi Serentak Intervensi Percepatan Penurunan Stunting yang berlangsung di Posyandu PAUD Suci, Kecamatan Manyar pada Selasa, 25 Juni 2024.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini masalah gizi, memberikan edukasi pencegahan stunting dan melakukan intervensi segera bagi sasaran yang memiliki masalah gizi serta meningkatkan kunjungan cakupan sasaran pada ibu hamil, calon pengantin dan balita.

Aksi serentak intervensi percepatan penurunan stunting dilakukan karena pemerintah bertekad menurunkan angka stunting hingga nol persen. Pada awal pemerintahan Fandi Akhmad Yani angka stunting masih berada diangka 22 persen. Pada 2023, angka stunting turun menjadi 10 persen. 

Untuk percepatan penurunan stunting ini, pemerintah melibatkan sejumlah organisasi terkait, antara Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak atau KBPPPA Gresik ; Dinas Kesehatan alias Dinkes Gresik, Dinas Sosial atau Dinsos Gresik serta OPD lainnya. 

Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Nurul Haromaini Ali mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan dan komitmen pemerintah daerah dalam melakukan percepatan penurunan stunting di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

“Pelaksanaan kegiatan ini bukanlah upaya awal yang dilakukan oleh Pemkab Gresik dalam menangani persoalan stunting di daerah, tapi lebih kearah evaluasi komitmen keseriusan kita, bersama seluruh stakeholder dalam penanganan stunting yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat,” jelas Ning Nurul- sapaan akrab istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini.

Dalam kegiatan itu, Ning Nurul didampingi oleh Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati; Kepala Dinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah dan Kadinsos Gresik dr Ummi Khoiroh. 

Sementara itu, Camat Manyar Hendriawan Susilo Dalam sambutannya mengatakan berbagai penyebab dari adanya stunting di Kecamatan Manyar mendominasi dikarenakan masalah ekonomi, dan pola asuh orang tua.

“Kami mohon arahan dengan adanya intervensi serentak dan pelacakan stunting ini semoga dapat mengatasi masalah stunting yang dapat berdampak pada pertumbuhan balita di Kecamatan Manyar,” ujar Hendriawan. (yad)

PKK dan Lintas OPD Bersinergi Lakukan Intetvensi Percepatan Penurunan Stunting di Gresik  Selengkapnya

Fajar Izzul dan Salsa Erikha, Duta GenRe Gresik 2024, Ning Nurul : Tugas Para Duta Genre Dimulai

GRESIK,1minute.id – Fajar Izzul dan Salsa Erikha, dinobatkan sebagai Duta GenRen Gresik 2024. Grand final ajang pencarian bakat Generasi Berencana atau GenRe dihelat di Gedung Nasional Indonesia atau GNI pada Sabtu malam, 8 Juni 2024.

Menurut Bunda GenRe Gresik Nurul Haromaini Ali atau Ning Nurul, acara ini bertujuan menjaring dan mencari anak-anak muda yang berbakat.

“Setelah acara apresiasi selesai, bukan berarti tugas kalian selesai. Justru setelah grand final ini tugas para Duta Genre dimulai. Nantinya, anda memberikan pengaruh yang baik untuk remaja di Kabupaten Gresik,” jelas istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini.

Ia mengaku sangat prihatin terhadap para remaja yang identik dengan kegiatan konotasi negatif. Dia berharap, para remaja GenRe dapat merangkul, bukan menggurui.

“Ada pepatah yang mengatakan bahwa padi yang dipanen tidak ditanam kemarin sore. Tetapi padi yang ditanam ini telah melalui proses yang luar biasa, artinya untuk mencapai tujuan perlu berproses. Saya percaya finalis yang saat ini telah terpilih, merupakah buah dari proses yang telah dilalui,” tutur Ning Nurul yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik itu.

Pemilihan Duta GenRe 2024 diprakarsai oleh Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik. Ada ratusan peserta mengikuti dalam ajang pencarian bakat. 

Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati mengatakan, program GenRe yaitu mensosialisasikan tentang kesehatan reproduksi remaja, life skill, penyiapan program berkeluarga, serta kependudukan dan pembangunan keluarga. 

“Tidak hanya untuk menjauhi pernikahan dini, seks pranikah, dan napza. Tetapi program GenRe saat ini ada tambahan yaitu stop pernikahan dini dan stop stunting,” jelasnya.

Dijelaskan, Grand Final diikuti 10 pasang finalis putra dan putri yang lolos seleksi. Mereka telah melalui beberapa tahapan sejak Maret lalu. Seleksi itu di antaranya, tes administrasi, wawancara, prakarantina, karantina, hingga grand final malam ini. (yad)

Duta GenRe Gresik 2024

1. Juara I  : Fajar Izzul dan Salsa Erikha

2. Juara II : Akbar Albaihaqi dan Azriela Alfasya

3. Juara III : Jabbir Danadyaksa dan Naura Khansa.

Duta GenRe Tervaforit : Muhammad Ramadhan (Kecamatan Gresik) dan Clarisaa Naila (Kebomas)

Duta Persahabatan : Fawwas Firdaus (Kebomas) dan Shinta Rahmah (Manyar)

Duta Berbakat GenRe :  Muhammad Dimas Amirullah (Gresik) dan Jocelyn Maurika (Gresik)

Fajar Izzul dan Salsa Erikha, Duta GenRe Gresik 2024, Ning Nurul : Tugas Para Duta Genre Dimulai Selengkapnya

Gus Yani dan Ning Nurul Hunting Stunting, Blusukan ke Kampung Tak Temukan Kasus Baru

GRESIK,1minute.id – Fandi Akhmad Yani dan Nurul Haromaini Ali hunting stunting di Desa Klampok, Kecamatan Benjeng pada Kamis, 30 November 2023. Bupati Gresik dan Ketua TP PKK Gresik itu melakukan pelacakan stunting  di dampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah dan Camat Benjeng Siti Sulichah.

Mereka blusukan dari kampung ke kampung. Sebab, mereka hakul yakin penanganan stunting harus di mulai dari desa. Melakukan pelacakan stunting bukan pekerjaan mudah. Apalagi, bila orang tua dan warga sekitar kurang peduli. Dalam pelacakan stunting ini, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dan Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini Ali tidak menemukan kasus baru stunting di Kecamatan Benjeng itu. 

Stunting adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak bila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi pada seribu hari pertama kehidupan. Stunting menjadi ancaman terhadap kualitas hidup, baik dari sisi kecerdasan maupun kondisi kesehatan generasi penerus bangsa yang di gadang-gadang sebagai generasi emas pada 2045.

Dalam jangka panjang, anak stunting membawa dampak seperti kesulitan belajar, penyakit jantung dan pembulu darah, kemampuan perkembangan kognitif menurun, dan lemahnya daya tahan tubuh sehingga rawan terkena penyakit. Karenanya, Presiden Joko widodo menginstruksikan dengan lugas untuk mewujudkan angka prevalensi stunting 0%.

Di Kabupaten Gresik, persoalan stunting juga menjadi salah satu agenda pemerintahan Bupati Fandi Akhmad Yani. Berbagai upaya dilakukan dengan menggandeng semua pihak dalam “perang melawan stunting”. Hasilnya cukup menggembirakan, angka stunting yang awalnya 22% pada awal kepemimpinan Gus Yani, bisa ditekan menjadi 10% pada tahun 2023. Angka ini jauh dibawah target nasional yakni 14%. Namun, hal tersebut bukan menjadi “garis finish”, karena Kabupaten Gresik memasang target stunting 0%.

“Kita akan terus mendorong agar angka ini terus turun hingga Gresik merdeka stunting. Saya bersama bu wabup, dan Ketua TP PKK akan terus menyuarakan tentang stunting agar makin banyak orang yang mengerti apa itu stunting. Selain itu, dukungan dari dinas terkait juga tidak akan berhenti dalam memberantas stunting,” tegas Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Nurul Haromaini Ali menambahkan, temuan kasus stunting di Kabupaten Gresik merupakan hasil akhir dari berbagai persoalan yang kompleks. Ini lantaran banyak faktor yang menyebabkan terjadinya stunting pada anak.

“Faktor pertama adalah faktor ekonomi, dimana ini berkaitan erat dengan asupan gizi untuk anak. Berikutnya adalah faktor pola asuh orang tua ditambah dengan banyaknya mitos yang ada di masyarakat. Selain itu pernikahan dini juga menjadi salah satu penyebab stunting, dan yang lainnya adalah faktor lingkungan dan penyakit bawaan,” beber Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini Ali..

Dalam PKK,  penanggulangan stunting ada pada Kelompok Kerja (Pokja) 1 hingga Pokja 4. Pada Pokja 1, PKK Kabupaten Gresik berfokus pada pencegahan pernikahan anak. Sedangkan Pokja 2 berfokus pada penuntasan pendidikan lewat program Jaketku (Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah).

Pada Pokja 3 berfokus pada penanganan sampah, dan Pokja 4 berperan secara langsung dalam kegiatan penanggulangan stunting lewat program Cekal Tanding (Cegah dan Tangkal Stunting) dengan kegiatan 10 indikator prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah tangga). Selain melakukan pelacakan stunting, kegiatan hari juga menjadi awal dalam program pemberian makanan tambahan bagi anak-anak dan ibu hamil hingga 30 hari kedepan. Dengan begitu, diharapkan angka stunting di Kecamatan Benjeng yang hanya ada 5 kasus stunting, tidak bertambah dan menjadi 0. (yad)

Gus Yani dan Ning Nurul Hunting Stunting, Blusukan ke Kampung Tak Temukan Kasus Baru Selengkapnya

Layanan Posyandu Semakin Gereget, Ketua TP PKK Gresik Kerahkan Kader Pantau Gizi Anak dan Bumil

GRESIK,1minute.id – Layanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) bakal semakin gereget. Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, menegaskan siap menerjunkan kadernya dalam upaya optimalisasi layanan Posyandu.

“Posyandu, adalah suatu lembaga yang mempunyai prinsip dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat. Secara keanggotaan, Posyandu memiliki kader atas dasar keterpanggilan dan biasanya dimotori para kader PKK,” terang Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani Workshop Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu di Hotel Horison GKB pada Senin, 20 November 2023.

Dikatakan Ning Nurul, Posyandu dan PKK memiliki banyak persamaan baik dalam semangat maupun tujuan. Posyandu, memiliki fungsi dasar dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar pada ibu, bayi, dan balita memiliki irisan yang lekat dengan peranan PKK di masyarakat. Kegiatan itu diikuti oleh para kader Posyandu se-Kabupaten Gresik, kegiatan ini menjadi momen peneguhan sinergitas dua entitas dalam kesehatan dan pemberdayaan berbasis masyarakat tersebut. 

Pembangunan bidang kesehatan merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan 10 program pokok PKK, yakni pada Pokja IV dan bersinergi dengan Pokja I, II, dan III.

“Karenanya, saya menghimbau agar kader PKK untuk terus berkoordinasi dengan Puskesmas terkait pemantauan status gizi ibu hamil dan bayi/balita. Pemantauan ini meliputi pemantauan melalui Posyandu maupun kunjungan rumah atau janji temu. Semuanya kita lakukan dengan pendekatan Dasa Wisma,” tegasnya dalam acara yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Abu Hassan ini. (yad)

Layanan Posyandu Semakin Gereget, Ketua TP PKK Gresik Kerahkan Kader Pantau Gizi Anak dan Bumil Selengkapnya

Pemkab Gresik Optimis Program PMT Lokal Turunkan Angka Stunting 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik terus berupaya mencegah dan menurunkan angka stunting. Salah satunya dengan meluncurkan inovasi aplikasi GUS (Gresik Urus Stunting). Aplikasi ini nantinya akan terus dikembangkan lebih lengkap dan komprehensif untuk menunjang percepatan penurunan stunting di Gresik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman mengungkapkan, tahun ini Pemkab Gresik melalui dinas kesehatan dinas KBPPPA, Dinas PMD, dan Diskominfo telah mengembangkan aplikasi GUS (Gresik Urus Stunting). Aplikasi itu, nantinya akan diimplementasikan untuk publikasi data stunting dan pendampingan intervensi spesifik, yaitu pemberian makanan tambahan lokal (PMT) bagi balita stunting.

Peluncuran aplikasi GUS ini, dihadiri antara lain Kepala Dinas Kesehatan dr. Mukhibatul Khusnah ; Kepala Dinas KBPPPA dr. Titik Ernawati, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Abu Hassan, Camat, serta diikuti ratusan Kader Puskesmas dan TPK. 

“Aplikasi GUS ini nanti akan dimanfaatkan oleh kader puskesmas dan kader TPK. Untuk menentukan sasaran PMT lokal dan pencatatan pelaporan hasil pendampingan,” kata Washil saat membuka sosialisasi pendampingan PMT lokal oleh TPK melalui aplikasi GUS di Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 9 November 2023.

Washil menjelaskan, sebagaimana diketahui bersama, situasi penanggulangan stunting di Kabupaten Gresik cukup menggembirakan. Berdasarkan data survei status gizi Indonesia (SSGI) 2022, Pemkab Gresik mencapai angka prevalensi stunting sebesar 10,7 persen melampaui target nasional yaitu sebesar 14 persen.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja dari kerja kita bersama secara terintegrasi antar OPD dan lintas sektor di Kabupaten Gresik dalam kerangka 8 aksi konvergensi untuk penanggulangan stunting,” ujar mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman-kini-Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik itu.

Dikatakan, Kabupaten Gresik sudah memiliki tim percepatan penanggulangan stunting (TPPS). Tingkat Kabupaten, kecamatan hingga tingkat desa yang diharapkan benar benar menjadi mesin penggerak untuk percepatan penurunan stunting.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik saya mengapresiasi setinggi tingginya bagi 7.778 kader kesehatan dan 3.030 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang ikut serta berperan aktif dalam penurunan stunting di Kabupaten Gresik,” kata Washil. 

Ia menambahkan, meskipun prevalensi telah menurun dibanding tahun sebelumnya. Pihaknya masih harus bekerja keras untuk mencegah kasus-kasus stunting baru. Terutama yang diakibatkan oleh pola makan maupun pola asuh yang kurang baik. 

“Untuk itulah perlu terus dilakukan pendampingan, bagi remaja putri, catin (calon pengantin), ibu hamil dan ibu balita agar risiko stunting cepat dapat diatasi sejak dini,” tandasnya.

Di tempat sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali yang menjadi narasumber pada kegiatan tersebut menjelaskan, program pemberian makanan tambahan (PMT), diyakini akan menurunkan angka stunting. Apalagi jika PMT tersebut berbasis bahan pangan lokal.

“Bahan pangan lokal relatif lebih mudah didapat di hampir semua daerah. Dengan demikian untuk menjalankan program ini akan lebih mudah dilaksanakan,” terang istri Fandi Akhmad Yani ini.

PMT lokal yang dimaksud adalah, lanjutnya, makanan tambahan berbasis lokal secara kuantitas di daerah tersebut seperti ikan lele di Wringinanom, ikan bandeng dan udang untuk di wilayah utara Gresik. 

“Kemudian kita olah menjadi makanan tambahan, tujuannya untuk meningkatkan gizi ke-3 sasaran tersebut yaitu balita stunting, balita gizi kurang dan Ibu hamil,” tutur Ning Nurul sapaan akrab Nurul Haromaini Ali ini

Menurutnya, program PMT berbahan pangan lokal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah sekaligus rangkaian dari titik krusial dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Gresik. 

“Peluncuran program PMT berbahan pangan lokal oleh pemerintah pusat juga dimaksudkan untuk mendorong keterlibatan berbagai pihak di tingkat kabupaten/kota. Dalam upaya penanggulangan stunting, termasuk upaya perbaikan gizi ibu dan balita,” pungkasnya. (yad)

Pemkab Gresik Optimis Program PMT Lokal Turunkan Angka Stunting  Selengkapnya

Cegah Stunting, Ning Nurul dan Arumi Ajak Bunda Olah Produk Perikanan untuk Peningkatan Gizi Keluarga

GRESIK,1minute.id – Ikan bandeng selain memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satunya adalah omega-3 yang baik untuk mendukung fungsi otak hingga menjaga kesehatan jantung. Mengonsumsi asam lemak omega 3 secara rutin dan dalam jumlah yang tidak berlebihan selama masa kehamilan, akan dapat membantu perkembangan otak janin Ibu hamil. Selain itu, omega 3 ini juga baik untuk meningkatkan volume dan kualitas ASI. 

Ikan bandeng juga sangat lezat untuk disantap bila diolah dengan baik. Otak-otak bandeng, bandeng keropok , bandeng presto dan lain-lain. Namun, tidak semua orang bisa mengolah masakan berbahan utama bandeng itu. 

Tim Penggerak (TP) PKK Gresik bersinergi dengan Tim Pokja 3 TP PKK Jawa Timur menggelar sosialisasi ragam produk perikanan dalam rangka peningkatan gizi keluarga. Sosialisasi digelar di atrium Gressmall Gresik pada Selasa, 6 September 2022. Sosialisasi digagas oleh Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani dihadiri oleh Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Elestianto Dardak itu menghadirkan Chef Muhammad Chilmi dari Kota Pasuruan. 

Arumi Bachsin menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk membawa produk perikanan yang bergizi tinggi ke dapur keluarga di Jawa Timur dan menjadi makanan sehari hari serta disukai oleh seluruh anggota keluarga terutama ibu-ibu hamil dan anak-anak dengan berbagai macam ragam olahannya.

“Sebagai salah satu tanggung jawab kita semua untuk mengurangi Stunting di wilayah Jawa Timur dengan meningkatkan ragam olahan pangan perikanan untuk mendapatkan pangan bergizi beragam dan seimbang,”ujar istri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak ini.

Untuk diketahui, Provinsi Jawa Timur menghasilkan produk perikanan dengan jumlah terbesar di Indonesia baik untuk konsumsi domestik dan ekspor. “Potensi ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin sesuai dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun ketahanan pangan, peningkatan gizi dan pengentasan stunting di wilayah Jawa Timur.

“Salah satu permasalahan kekurangan gizi yang saat ini menjadi perhatian pemerintah adalah stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya,” terangnya.

Pemerintah menargetkan prevalensi stunting menjadi 14 % pada 2024. Upaya menanggulangi permasalahan stunting melalui Program Suplementasi yaitu perubahan perilaku konsumsi masyarakat agar mengkonsumsi sumber makanan yang beragam, kaya akan kandungan gizi termasuk zat gizi mikro yang sehat, aman dan fortifikasi pangan.

“Stunting merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah, bahkan diputus mata rantainya dengan memperhatikan asupan nutrisi dalam makanan yang kita makan, salah satu nutrisi dan protein yang penting untuk tubuh yakni dengan mengkonsumsi ikan,”tandasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani dalam sambutannya mengajak peserta sosialisasi yang semuanya kaum hawa menyatukan tekad dan niat kita untuk memajukan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan konsumsi ikan yang telah diakui manfaatnya bagi kesehatan serta kecerdasan oleh para ahli gizi.

“Untuk membangun sesuatu yang besar tentunya dimulai dari yang kecil terlebih dahulu, begitu juga halnya untuk meningkatkan konsumsi ikan pada masyarakat haruslah kita mulai dari peningkatan konsumsi ikan di Keluarga,”kata Ning Nurul Haromaini. 

Dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing serta berkarakter maka pembangunan pembinaan fisik dan mental haruslah dimulai dari keluarga, maka pemberian nutrisi dan gizi yang baik pada anak harus dimulai sejak dari usia dini terutama saat dalam kandungan sehingga usia balita dimana perkembangan fisik dan mental pada anak bisa berkembang dengan pesat.

“Asupan yang sehat dan bergizi serta bermanfaat untuk pertumbuhan fisik dan membentuk kecerdasan anak tak lupa adalah kehalalan makanan yang sangat berpengaruh terhadap mental dan perilaku atau akhlak anak,

Ikan salah satu sumber protein hewani merupakan jawaban yang tepat dalam penyediaan gizi yang sehat, halal dan baik terhadap keluarga. Dari dahulu hingga sekarang ahli-ahli gizi tidak bosan bosan mengingatkan kita untuk selalu mengkonsumsi ikan.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa protein yang dikandung ikan sangat berkualitas tinggi beberapa keunggulan daging ikan adalah kadar kolestrol daging ikan yang rendah, daging ikan mengandung asam lemak tidak jenuh atau Omega 3, penyerapan protein ikan lebih tinggi dibandingkan daging sapi daging ikan dan lain lain.

Ibu-ibu penggerak PKK berperan penting dalam memasyarakatkan nilai lebih dari konsumsi ikan melalui sosialisasi keutamaan nilai gizi yang terkandung dalam daging ikan dan difertifikasi produk olahan berbahan ikan kepadaaayarakat khususnya ibu ibu Posyandu maupun dasawisma,” tambahnya.(yad)

Cegah Stunting, Ning Nurul dan Arumi Ajak Bunda Olah Produk Perikanan untuk Peningkatan Gizi Keluarga Selengkapnya

IAD Dirikan Posyandu, Ning Nurul Mengapresiasi, Organisasi Wanita Pertama Membina Posyandu 

GRESIK,1minute.id – Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Gresik memiliki Posyandu. Namanya, Pos Pelayanan Keluarga Berencana-Kesehatan Terpadu (Posyandu) Melati. Posyandu binaan istri jaksa itu berada di Balai Rukun Warga (RW) 05 di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. 

Posyandu Melati binaan IAD itu diresmikan Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani pada Selasa,12 Juli 2022.

Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani mengapresiasi berdirinya Posyandu Melati itu. Sebab, baru kali pertama ada organisasi wanita di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik memiliki binaan Posyandu. Berdirinya Posyandu Melati ini menunjukkan kepedulian dan juga kemauan dari salah satu organisasi wanita untuk peduli terhadap Posyandu khususnya di Kabupaten Gresik,”katanya.

Hadirnya Posyandu penting karena salah satu sarana pendukung dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar pada masyarakat di tingkat paling bawah, khususnya bagi ibu dan balita. Tujuannya untuk mengurangi angka kematian ibu dan kualitas tumbuh kembang balita.

“Di Kabupaten Gresik sendiri terdapat kurang lebih 1.500 Posyandu, dan disitu kita harus bisa merangkul semuanya dan memastikan bahwa 1.500 Posyandu ini bisa berjalan dengan baik. Jadi dengan adanya organisasi wanita yang peduli dengan Posyandu akan memberi dampak yang sangat baik,”imbuh Ning Nurul yang juga Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Gresik ini.

Ketua ikatan Adhyaksa Dharmakarini Gresik Idar Hamdan, sepakat bahwa Posyandu memiliki peran yang sangat penting di tengah masyarakat. “Meski identik dengan bayi dan balita, tetapi sebenarnya peran Posyandu tidak hanya sebatas itu. Hadirnya Posyandu ditengah masyarakat merupakan penunjang pelayanan masyarakat yang terjangkau, masyarakat memperoleh kemudahan informasi disamping pertumbuhan balita bisa terpantau,”ujar istri Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik ini.

“Kami mengaharapkan Posyandu Melati binaan ikatan Adhyaksa Dharmakarini ini menjadi lebih baik dan bermanfaat dalam meningkatkan pelayanan bagi ibu hamil dan balita khususnya di wilayah Kecamatan Kebomas,”harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Husnah mengataka Posyandu Melati binaan ikatan Adhyaksa Dharmakarini yang diresmikan hari ini terdapat 100 balita dan 4 ibu hamil sebagai sasarannya. Tingkat kehadiran ibu hamil dan balita di Posyandu ini juga cukup tinggi, yakni mencapai 80%. “Ini bukti dengan tingginya antusiasme masyarakat sekitar untuk menerima pelayanan Posyandu begitu selesai diresmikan hari ini,”katanya. (yad)

IAD Dirikan Posyandu, Ning Nurul Mengapresiasi, Organisasi Wanita Pertama Membina Posyandu  Selengkapnya

Gubernur Kukuhkan Ning Nurul sebagai Bunda PAUD Gresik

GRESIK,1minute.id- Nurul Haromaini Ali dikukuhkan sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) Gresik. Pengukuhan Ketua Tim Penggerak PKK Gresik itu dilakukan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Jatim pada Senin, 20 September 2021.

Istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani itu memakai busana biru toska sehingga terlihat anggun. Khofifah Indar Parawansa berharap setelah para Bunda PAUD dikukuhkan, semoga kepercayaan, tugas dan tanggung jawab yang diberikan mampu ditunaikan dengan baik.

Hal itu sebagai amanah guna optimalisasi pembangunan dan perkembangan generasi bangsa sejak usia dini.
“Momentum ini menjadi bentuk dasar dalam kita melangkah maju demi perkembangan, perawatan dan pendidikan anak-anak kita,”ujarnya.

PROSESI PENGUKUHAN: Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali diacara pengukuhan Bunda PAUD di Gedung Negara Grahadi Jatim pada Senin, 20 September 2021 ( Foto : Humas Pemkab Gresik)

Lebih lanjut Khofifah berharap agar semua komponen maupun pemangku kepentingan dalam pendidikan anak, dapat duduk bersama untuk membuat suatu rancangan pembentukan satuan tugas atau gugus tugas PAUD. Ini dimaksudkan untuk mengoptimalisasikan pembangunan perkembangan anak-anak usia dini di Jawa Timur.

Pengukuhan Bunda PAUD ini diikuti Kabupaten/kota se-Jatim.  Nurul Haromaini menyampaikan, bahwa dalam PP nomor 60/ 2013, diamanatkan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak usia dini secara utuh. Kebutuhan itu meliputi kesehatan dan gizi, pendidikan, pembinaan moral, emosional dan pengasuhan. Hal ini agar anak dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal sesuai kelompok umur.

“Perlindungan anak dari kekerasan, dan penyediaan layanan pendidikan memerlukan komitmen yang teguh dari semua elemen bangsa mulai dari orangtua, keluarga, masyarakat dan pemerintah mutlak untuk dilibatkan,” ujar Ning Nurul-sapaan akrab-Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani ini. (yad)

Gubernur Kukuhkan Ning Nurul sebagai Bunda PAUD Gresik Selengkapnya

Garnita NasDem Turun Gunung Salurkan Bantuan ke Dapur Umum Posko Darurat

GRESIK,1minute.id – Kaum hawa Kota Santri  tidak mau berdiam diri dirumah untuk membantu pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19. 

Beroperasinya dapur umum Posko Darurat di Pendapa Bupati untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak coronavirus disease 2019 (Covid-19) terus mendapatkan dukungan dari masyarakat. Diantaranya, pengurus DPD Garda Wanita (Garnita) Malahayati Partai NasDem Kabupaten Gresik. Sebelumnya, pengurus KONI Gresik. 

Organisasi perempuan sayap Partai NasDem itu mengunjungi dapur umum berada di kompleks rumah dinas Bupati di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik pada Senin , 9 Agustus 2021. Kunjungan itu dipimpin langsung Ketua DPD Garda Wanita (Garnita) Malahayati Partai NasDem Gresik Erni Rofika Syaiful Anwar. Mereka tidak sekadar kunjungan. Juga, membawa bantuan untuk kebutuhan dapur umum yang diinisiasi oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani itu.

Bantuan tersebut diantaranya berupa 1 unit mobil ambulans, uang tunai Rp 8,5 juta, dan puluhan dus air mineral. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan langsung kepada ketua PKK Gresik Nurul Haromaini Fandi Akhmad Yani.

Tampak hadir dalam penyerahan bantuan tersebut, yakni Sekretaris DPD NasDem Kabupaten Gresik Ainul Fuad bersama para pengurus NasDem dan Garnita.

GARNITA MALAHAYATI: Istri Bupati Gresik Nurul Haromaini Fandi Akhmad Yani ketika berdialog dengan Ketua DPD Garnita Malahayati Partai NasDem Gresik di Pendapa Bupati pada Senin,9 Agustus 2021 ( foto: NasDem Gresik for 1minute.id)

Erni Rofika Syaiful Anwar menyatakan, tujuan pemberian bantuan ini adalah untuk membantu meringankan beban Pemkab Gresik di bawah kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wabup Aminatun Habibah dalam mengatasi pandemi Covid-19. Sebab, bupati dan wabup tak bisa mengatasi sendiri. Butuh bantuan dan kerja sama semua pihak.

“Jadi, Garnita Gresik adalah salah satu komponen masyarakat yang ingin membantu Pak Bupati dan Bu Wabup dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Gresik,”katanya. “Jadi, pemberian bantuan berupa mobil ambulans, sejumlah uang, dan kebutuhan dapur umum sedikit membantu kebutuhan Pemkab Gresik dalam penanganan Covid-19 serta dampak yang ditimbulkan,”imbuhnya.

Adapun untuk bantuan mobil ambulans, Erni Rofika menyebutkan bahwa DPD NasDem Gresik mendapatkan bantuan 5 unit mobil ambulans dari DPW NasDem Jawa Timur. Kelima unit mobil ambulans tersebut, 3 unit untuk membantu kebutuhan kedaruratan para warga Gresik yang terkena Covid-19, dan 2 unit ambulans jenazah Covid-19.

“Jadi, lima unit mobil ambulans itu hanya digunakan untuk membantu warga yang terkena terpapar dan yang meninggal terkena Covid-19,”terangnya. 

Ditambahkan, bantuan 5 unit ambulans tersebut berlaku 24 jam setiap hari nonstop dan tak dipungut biaya alias gratis. Bagi masyarakat yang membutuhkan bisa langsung menghubungi call center di nomor 082296261919.

“Silakan masyarakat yang keluarganya terpapar Covid-19 bisa minta bantuan dengan menghubungi call center tersebut. Gratis untuk pemakaian ambulansnya. Saya berharap bantuan ini bisa membantu kebutuhan masyarakat,”terangnya.

Ia juga berharap pandemi Covid-19 cepat berlalu. Untuk itu, ia mengajak warga masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan (prokes). Ia juga berharap warga yang terkena Covid-19 baik yang dirawat di rumah sakit maupun yang isolasi cepat sembuh. “Semoga pandemi ini cepat selesai, sehingga masyarakat bisa hidup normal kembali,” pungkasnya.

Sementara itu, Nurul Haromaini Fandi Akhmad Yani menyatakan bahwa bantuan yang diberikan oleh DPD Garnita Malahayati Partai NasDem Kabupaten Gresik adalah kontribusi yang bermanfaat untuk membantu Pemerintah Kabupaten Gresik dalam penanganan Covid-19.

“Saya ucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh ibu-ibu Garnita,”kata Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini Ali.

Ning Nurul menyebutkan bahwa warga Gresik yang isoman yang membutuhkan bantuan makanan masih tinggi. Karena itu, peran serta masyarakat untuk membantu ketersediaan kebutuhan dapur masih sangat dibutuhkan. “Makanya, saya ucapkan terima kasih atas kontribusi yang diberikan oleh Garnita Gresik,” ucap Ning Nurul.

Ditegaskan Ning Nurul, permintaan bantuan makanan di dapur umum untuk warga isoman saat ini naik 3 kali lipat. Jika hari pertama usai posko dapur umum dibuka permintaan baru sekitar 75 orang, lalu naik 2 kali lipat menjadi 175 orang, kemudian naik menjadi 300 orang.

“Jadi, terakhir naik menjadi 300 orang yang minta,” terangnya. Oleh karena itu, Ning Nurul meminta support semua pihak untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam pembuatan dapur umum dan posko darurat dalam membantu penanganan warga terpapar Covid-19.”Semoga pandemi Covid-19 cepat selesai,” pungkas Ning Nurul. (yad)

Garnita NasDem Turun Gunung Salurkan Bantuan ke Dapur Umum Posko Darurat Selengkapnya