Wabup Gresik Asluchul Alif Serahkan Bantuan Vokasional Usaha untuk ODHIV Gresik 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 16 orang dengan HIV di Kabupaten Gresik menerima bantuan vokasional usaha dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Margo Laras. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang menyerahkan bantuan itu secara simbolis pada Kamis, 12 Maret 2026.

Asluchul Alif menegaskan bantuan usaha bagi ODHIV harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kemandirian ekonomi penerima manfaat. Ia mengingatkan agar bantuan yang diberikan tidak dijual, melainkan digunakan untuk bekerja dan mengembangkan usaha.

Menurutnya, bantuan tersebut harus menjadi penguat agar penerima manfaat lebih mandiri, lebih sejahtera, dan mampu menopang kebutuhan keluarga. “Bantuan ini untuk usaha, untuk bekerja, bukan untuk dijual,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan setelah bantuan disalurkan. Menurutnya, penerima manfaat tidak cukup hanya dibantu dengan peralatan usaha, tetapi juga perlu didampingi, dilatih, hingga dibantu mengembangkan usahanya. “Jangan habis dibantu lalu dilepas. Harus tetap didampingi, dilatih, dan dibantu berkembang,” katanya. 

Wabup Alif berharap seluruh penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan tersebut sebaik mungkin sehingga program serupa ke depan dapat diperluas. Ia juga mengapresiasi sinergi Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) dalam mendukung pendampingan bagi para penerima manfaat.

Di akhir kegiatan, Wabup Alif mengingatkan para penerima manfaat agar tetap disiplin menjaga kesehatan dan rutin menjalani pengobatan sebagai modal utama untuk tetap produktif dan menjalankan usaha.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Sosial melalui Sentra Margo Laras Pati, Sudarono, mengatakan program tersebut merupakan dukungan pemerintah pusat yang bersumber dari APBN bagi penerima manfaat di Kabupaten Gresik.

“Kegiatan ini terselenggara melalui dukungan APBN yang disalurkan melalui Sentra Margo Laras untuk 16 penerima manfaat di Kabupaten Gresik. Kami berharap sinergi dengan pemerintah daerah terus terjaga agar program-program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Sudarono.

Bantuan yang disalurkan menyasar berbagai jenis usaha produktif. Dari total 16 paket bantuan, lima paket diperuntukkan bagi usaha warung kelontong, tiga paket untuk jualan gorengan dan aneka minuman, serta masing-masing satu paket untuk usaha bakso keliling, tahu tek, dimsum, perjahitan, tata rias, sosis bakar, seblak, dan jualan es serta olahan pangan. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Asluchul Alif Serahkan Bantuan Vokasional Usaha untuk ODHIV Gresik  Selengkapnya

Pemkab Gresik Gelontorkan Bansos Korban Konflik Sosial di Panceng

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak konflik sosial di Desa Banyutengah, Kecamatan Panceng. Bantuan diserahkan secara simbolis di Balai Desa Banyutengah kepada 47 warga penerima pada Rabu,  11 Maret 2026.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemkab Gresik untuk membantu meringankan kerugian masyarakat akibat konflik sosial yang terjadi di Desa Banyutengah dan Desa Campurrejo.

Penyaluran bantuan melibatkan sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Dinas Sosial, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bantuan bersumber dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) 2026 dan disalurkan sesuai ketentuan yang berlaku. “Bantuan ini kami berikan sesuai regulasi yang ada, berdasarkan laporan dan surat yang diajukan pemerintah desa kepada pemerintah daerah,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia mengakui kerugian yang dialami masyarakat akibat konflik tersebut tidak sedikit. “Kami menyadari bantuan ini belum sepenuhnya menutup seluruh kerugian yang dialami masyarakat. Namun pemerintah akan terus berupaya mencari solusi lain,” katanya.

Alif juga meminta masyarakat bersabar, khususnya terkait kerusakan yang penanganannya menjadi kewenangan pemerintah desa maupun kecamatan.

“Kami mohon kesabaran masyarakat, terutama untuk kerusakan yang menjadi kewenangan desa atau kecamatan. Pemerintah akan terus berupaya membantu sesuai kemampuan yang ada,” ujarnya.

Bantuan sosial tersebut diberikan kepada sejumlah pihak terdampak, di antaranya guru ngaji, marbot, penjaga makam, serta warga individu. Besaran bantuan yang diterima berbeda-beda, menyesuaikan tingkat kerusakan yang dialami.

Menurut Alif, kondisi di kedua desa saat ini telah kembali kondusif. “Alhamdulillah, hingga hari ini kondisi di kedua desa, baik Banyutengah maupun Campurrejo, sudah kembali kondusif,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. “Kondisi kondusif ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan peran serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan harmonis,” jelasnya.

“Mudah-mudahan bantuan yang kami berikan hari ini dapat bermanfaat dan membantu meringankan kerugian masyarakat yang terdampak konflik sosial,” pungkasnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Gelontorkan Bansos Korban Konflik Sosial di Panceng Selengkapnya

Status jadi ASN, 148 Pendamping PKH akan Diterjunkan Bantu Identifikasi Calon Siswa Sekolah Rakyat di Gresik

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik.

Acara dihadiri sebanyak 148 pendamping PKH Gresik, yang kini resmi menyandang status baru sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka diangkat dengan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di bawah Direktorat Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial. Mereka pun semringah. 

Bupati Fandi Akhmad Yani  menyampaikan selamat kepada para pendamping PKH yang diangkat menjadi ASN. Menurutnya, perubahan status tersebut harus diiringi dengan peningkatan kinerja serta tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat.

“Dengan adanya status yang sudah melekat menjadi PPPK tersebut, otomatis beban kerja turut bertambah. Memang harus seperti itu,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menyinggung rencana pengembangan program Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik. Setelah sebelumnya berdiri Sekolah Rakyat jenjang SMA di Kecamatan Sidayu, pemerintah berencana memperluas program tersebut dengan membuka jenjang SD dan SMP.

Menurutnya, peran pendamping PKH sangat dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan program tersebut, khususnya dalam mengidentifikasi calon peserta didik dari keluarga kurang mampu.

“Sekolah Rakyat ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, tidak ada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Karena itu saya berharap para pendamping PKH dapat membantu mengidentifikasi calon siswa dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM), khususnya dari desil 1 berdasarkan penilaian di lapangan,” ungkap mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh, menjelaskan bahwa para pendamping PKH tersebut kini memiliki beban tugas yang lebih kompleks. Hal ini seiring dengan perubahan status kepegawaian mereka. “Jika sebelumnya mereka hanya fokus pada pendampingan 56.000 lebih KPM, kini mereka diwajibkan melakukan fungsi pengawasan data yang lebih mendalam,” ujar dokter Ummi Khoiroh.

ia menjelaskan bahwa para pendamping PKH juga menjadi ujung tombak dalam memaksimalkan berbagai program prioritas Kementerian Sosial di lapangan. Program tersebut mulai dari Sekolah Rakyat hingga berbagai bantuan sosial lainnya yang menyasar kelompok masyarakat rentan.

“Kami berharap, dengan arahan Bapak Bupati, penambahan fungsi ini tetap dapat terlaksana dengan baik meskipun tantangan di lapangan sangat dinamis,” tambahnya.  (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Status jadi ASN, 148 Pendamping PKH akan Diterjunkan Bantu Identifikasi Calon Siswa Sekolah Rakyat di Gresik Selengkapnya

Bupati Gresik Lepas Kampanye Zakat Lewat Angkot

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melepas kampanye zakat melalui angkutan kota (angkot). Kegiatan ini dikemas dalam acara Gresik Peduli yang digelar bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gresik pada Selasa, 10 Maret 2026. Pada kesempatan itu, Fandi Akhmad Yani menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp400 ribu serta paket sembako kepada 50 sopir angkot.

Kegiatan dalam rangkaian peringatan HUT ke-52 Pemerintah Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-539 Kota Gresik, sekaligus upaya memperkuat gerakan zakat di tengah masyarakat pada momentum bulan suci Ramadan. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Gresik kepada perwakilan sopir angkot.

Selain itu, Bupati bersama jajaran juga melakukan pemberangkatan kampanye zakat melalui kendaraan angkot yang telah ditempeli stiker ajakan berzakat pada kaca bagian belakang kendaraan.

Ajakan untuk menunaikan zakat diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui angkutan kota yang beroperasi di berbagai wilayah Kabupaten Gresik. Program Gresik Peduli merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Gresik bersama BAZNAS kepada masyarakat, khususnya pekerja sektor transportasi yang setiap hari melayani mobilitas warga.

Dalam beberapa tahun terakhir, para pengemudi angkutan kota menghadapi tantangan penurunan jumlah penumpang seiring perkembangan moda transportasi baru serta perubahan pola mobilitas masyarakat.

Karena itu, pada tahun ini bantuan difokuskan kepada sopir angkot. Sebelumnya, program serupa diberikan kepada pengemudi ojek daring sebagai bagian dari upaya BAZNAS membantu kelompok pekerja sektor informal.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS  Gresik atas komitmennya membantu masyarakat, khususnya para sopir angkot di bulan suci Ramadan.

“Terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Gresik atas kepeduliannya kepada para sopir angkot, khususnya di bulan Ramadan. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan menambah semangat bapak-bapak dalam bekerja,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memahami tantangan yang dihadapi para pengemudi angkutan umum di tengah perubahan sistem transportasi saat ini.

“Perkembangan transportasi memang terus berubah. Namun kami tidak ingin para sopir angkot merasa ditinggalkan. Pemerintah tetap hadir untuk memberikan perhatian dan mencari solusi agar mereka tetap bisa bertahan dan menjalankan usaha,” tambahnya. (*)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Lepas Kampanye Zakat Lewat Angkot Selengkapnya

Duet Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif, Bupati-Wabup Gresik Berikan Kado Diskon PBB dan Pemutihan Denda Pajak

“Hari Jadi Kota Gresik harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat”


GRESIK,1minute.id –  Pemerintah Kabupaten Gresik kembali memberikan diskon Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pemutihan denda pajak daerah lain. Kebijakan itu diberikan oleh duet Fandi Akhmad Yani – Asluchul Alif, Bupati dan Wakil Bupati Gresik sebagai kado Hari Jadi ke-539 Kota Gresik dan HUT ke-52 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. 

Hari Jadi Kota Gresik diperingati setiap 9 Maret. Sedangkan, HUT Pemkab diperingati setiap 28 Februari. Diskon PBB tahun ini sebesar 25 persen. Program keringanan pajak tersebut diumumkan dalam kegiatan doa bersama peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim pada Senin, 9 Maret 2026.

Acara ini dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Asluchul Alif, Sekretaris Daerah Achmad Washil Miftahul Rachman, jajaran Forkopimda, para ulama, tokoh masyarakat. Hadir pula Wakil Bupati Gresik periode 2020-2024 Aminatun Habibah dan Wabup dua periode 2010 – 2020 Mohammad Qosim.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan bahwa peringatan Hari Jadi Kota Gresik harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. “Di usia 539 tahun ini, kita bukan hanya merayakan sejarah. Kita merangkul satu sama lain sebagai keluarga besar. Gresik adalah rumah kita bersama,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Melalui program tersebut, ia melanjutkan, Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan pemutihan 100 persen denda administratif pajak daerah yang mencakup beberapa jenis pajak, antara lain Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) seperti restoran, hotel, parkir, hiburan, dan listrik, serta Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Kemudian, Pajak Air Tanah, Pajak Reklame, dan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Program pemutihan denda ini berlaku mulai 9 Maret hingga 9 April 2026.

Selain itu, katanya, Pemkab Gresik juga memberikan diskon pokok PBB-P2 sebesar 25 persen dengan nilai potongan maksimal Rp 539 ribu, sebagai simbol usia Kabupaten Gresik yang ke-539 tahun. Pemerintah Kabupaten Gresik juga memberikan diskon 50 persen Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk transaksi waris serta hibah dari orang tua kepada anak. Diskon PBB-P2 berlaku hingga 9 April 2026, sedangkan diskon BPHTB berlaku hingga 9 Mei 2026.

Selain kebijakan fiskal, Pemerintah Kabupaten Gresik juga menegaskan komitmennya pada sektor kesehatan. Bupati Yani menyampaikan bahwa layanan kesehatan tetap menjadi prioritas melalui program Universal Health Coverage (UHC) agar seluruh masyarakat Gresik memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan.

Menurutnya, pemerintah daerah juga telah memastikan kembali aktivasi data kepesertaan BPJS yang sebelumnya sempat mengalami kendala. “Layanan kesehatan adalah hak dasar setiap warga. Data BPJS yang sempat bermasalah telah kami reaktivasi kembali agar seluruh masyarakat Gresik dapat memperoleh pelayanan kesehatan,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Gresik juga menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat, di antaranya santunan kepada 1.000 anak yatim dan duafa, bantuan sosial kepada 443 anak yatim, serta insentif bagi 1.000 hafidz Al-Qur’an.

Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan apresiasi kepada para pemenang lomba sayembara logo Hari Jadi Kabupaten Gresik. Juara pertama diraih Mohammad Arif dari Kecamatan Sidayu, disusul Mohammad Amar Shidiq dari Kecamatan Menganti sebagai juara kedua dan Ahmad Bahtiar dari Kecamatan Sidayu sebagai juara ketiga. Sementara itu, Muhammad Afiful Andriyanto dari Kecamatan Bungah terpilih sebagai juara favorit. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Duet Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif, Bupati-Wabup Gresik Berikan Kado Diskon PBB dan Pemutihan Denda Pajak Selengkapnya
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif (4 dari kiri) mendampingi Penasihat Yayasan Santri Melek Industri (YSMI) Lestari Widodo dalam peresmian SPPG Giri Kedaton Desa Kisik, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik pada Kamis, 5 Maret 2026 ( Foto : istimewa )

Resmikan SPPG Sinar Giri Kedaton Kisik Bungah, Wakil Bupati Asluchul Alif Dorong Warga Ikut Awasi Higienis Makanan 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sinar Giri Kedaton Desa Kisik, Kecamatan Bungah pada Kamis, 5 Maret 2026.

“Dapur ini akan melayani kebutuhan makanan bergizi bagi para penerima manfaat, khususnya murid sekolah. Saya mengajak warga sekitar untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga turut berperan aktif dalam pengawasan sehari-hari,” ujar Wabup Gresik Asluchul Alif. 

Wabup Alif berharap keamanan dan kualitas makanan tidak bisa hanya dibebankan kepada pengelola dapur. Keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan, mulai dari memastikan dapur selalu steril, peralatan memasak bersih, hingga menu yang disajikan benar-benar higienis dan layak konsumsi.

“Bicara soal gizi maka komposisinya harus benar-benar seimbang. Mulai dari kandungan vitamin, karbohidrat hingga cara masak yang benar dan betul. Selain itu, sertifikat kebersihan, sertifikat gizinya juga harus dipastikan,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Peresmian dapur SPPG dihadiri oleh penasihat Yayasan Santri Melek Industri (YSMI) Lestari Widodo, Kepala SPPG Sinar Giri Kedaton Kisik Nopijal Rizki Rahman.

Menurutnya, keberadaan dapur SPPG juga membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar. Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga pemanfaatan produk lokal sebagai bahan baku makanan. “Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga membuka ruang partisipasi dan pemberdayaan masyarakat lokal,” ungkapnya.

Dikatakan, kehadiran SPPG Sinar Giri Kedaton berkolaborasi dengan Yayasan Santri Melek Industri (YSMI) mencerminkan sinergi nyata lintas elemen dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Anak-anak kita adalah aset bangsa, program ini akan berhasil jika semua pihak mau saling mengingatkan dan bekerja bersama,” pungkasnya.

Di tempat sama, anggota DPRD Gresik Yuyun Wahyudi, selaku Mitra SPPG Sinar Giri Kedaton Kisik menambahkan, program MBG merupakan kebijakan strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Sehingga harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian. “Untuk itu, peran sentral pengelola dapur dan yayasan dalam menjaga kualitas layanan dan disiplin kebersihan sangat diperlukan,” ujarnya. (*)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Resmikan SPPG Sinar Giri Kedaton Kisik Bungah, Wakil Bupati Asluchul Alif Dorong Warga Ikut Awasi Higienis Makanan  Selengkapnya

Bupati Gresik Kucurkan Bonus Atlet Porprov IX Jatim Rp 9,3 Miliar 

GRESIK,1minute.id  – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan bonus dan penghargaan kepada para atlet, pelatih, asisten pelatih serta official berprestasi pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) pada Rabu, 4 Maret 2026.

Pemkab Gresik menggelontor bonus dan penghargaan sebesar Rp 9,3 miliar. Ratusan atlet pun semringah karena bonus cair sebelum lebaran Idul Fitri. Di Porprov Jatim, kontingen Gresik bertanding di 50 dari 63 cabang olahraga (cabor). Kontingen Gresik meraih torehan 44 medali emas, 37 perak dan 53 perunggu.

Cabang olahraga berhasil meraih medali diantaranya, drumband, senam, renang/akuatik, panjat tebing, atletik, bola voli, hockey indoor, hockey outdoor, dayung, arung jeram, IBCA MMA, dan ski air. Kemudian, cabor bola tangan, triathlon, loncat indah, selam, serta taekwondo. Berikutnya, cabor muaythai, jujitsu, wushu, pencak silat, sepatu roda, karate, sepak takraw, tinju, gateball, binaraga, petanque, kick boxing dan bridge. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi setinggi tingginya kepada seluruh kontingen Gresik. Ia menegaskan bahwa reward yang diberikan merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjaga prestasi dan mendorong kemajuan olahraga daerah. 

Ia juga berpesan, agar reward tersebut digunakan dengan bijak yang mendukung masa depan dan prestasi, tidak digunakan untuk yang bersifat konsumtif dan sesaat. Patut di syukuri, di tengah efisiensi anggaran, pemerintah daerah masih melihat bahwasanya ini bentuk dukungan untuk anak anak muda Gresik dalam prestasi. 

“Kita buktikan prestasi tidak hanya di akademik saja tapi bisa kita berikan melalui cabang olahraga. Porprov merupakan gerbang kesuksesan anak muda Gresik dalam menunjukkan prestasinya di bidang olahraga,” harapnya. 

Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Saifudin Ghozali, menyampaikan bahwa penghargaan yang diberikan hari ini bukan sekedar hadiah. Tetapi merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras, disiplin dan pengorbanan atlet, pelatih, asisten pelatih dan official kontingen Gresik. 

Dikatakan, kontingen Kabupaten Gresik dengan kekuatan 716 orang terdiri dari 572 atlet, dan 144 official berhasil berhasil menduduki peringkat ke enam. Ada peningkatan dari Porprov sebelumnya tahun 2023 berada di tingkat ke tujuh. Semoga pada Porprov yang akan datang dapat menaikkan prestasi lebih baik lagi.

“Total bonus yang diberikan pemerintah daerah kepada kontingen Gresik senilai Rp 9,3 milliar. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berlatih lebih keras, berprestasi lebih tinggi, dan menjadi kebanggaan bagi keluarga, daerah serta bangsa,” pungkasnya.

Selanjutnya, penyerahan bonus dilakukan secara simbolis oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif dan diakhiri dengan sesi foto bersama, sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan atas perjuangan para atlet dan pelatih. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Kucurkan Bonus Atlet Porprov IX Jatim Rp 9,3 Miliar  Selengkapnya

Bupati Gresik Serahkan 3 Mobil CSR Bank Jatim ke Pondok Pesantren dan GP Ansor Bawean

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menerima tiga unit mobil operasional sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jatim. Tiga unit kendaraan tersebut masing-masing diserahkan kepada Pondok Pesantren Sirojul Haromain, Pondok Pesantren Ar-Roudloh, serta GP Ansor Bawean.

Kegiatan serah terima ini ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Wakil Direktur Utama Bank Jatim Arief Wicaksono bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif di Pendapa Kabupaten Gresik pada Selasa, 3 Maret 2026.

Fandi Akhmad Yani  mengapresiasi upaya yang dilakukan Bank Jatim atas bantuan kendaraan operasional. Pihaknya berharap kendaraan tersebut mendukung kelancaran kegiatan keagamaan, sosial, dan pendidikan di Pondok Pesantren. Serta untuk mempermudah mobilitas GP Ansor di wilayah Kepulauan Bawean yang berjarak 180 mil laut dari pusat Pemerintah Kabupaten Gresik. 

“Kendaraan ini akan menjadi bagian operasional pondok pesantren yang masih berkembang dan masih harus didukung oleh pemerintah daerah. Untuk GP Ansor selain mendukung pekerjaan organisasi mudah mudahan juga bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia mengatakan, sebagai salah satu bank pembangunan daerah terbesar di Kabupaten Gresik, Bank Jatim memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat sektor UMKM serta mendukung pembiayaan pembangunan. 

“Kontribusi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui layanan perbankan. Tetapi juga melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang secara konsisten memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Bank Jatim atas komitmen dan kepeduliannya terhadap pembangunan Kabupaten Gresik. Menurutnya, program CSR yang diserahkan hari ini merupakan bentuk sinergi nyata antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mendukung pembagunan yang berkelanjutan, inklusif dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. 

Pemerintah Kabupaten Gresik terus mendorong agar program CSR selaras dengan prioritas pembangunan daerah. Baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lingkungan hidup, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, sosial dan keagamaan, serta olahraga dan seni budaya. 

“Sinergi seperti inilah yang menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pencapaian target pembangunan daerah, ” ungkap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Bupati berharap bantuan CSR ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Pondok Pesantren Sirojul Haromain, Pondok Pesantren Ar-Roudloh dan GP Ansor Bawean untuk dikelola dengan baik. Serta mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kemaslahatan bersama. 

“Dua pondok pesantren ini sedang bertumbuh, dan mudah-mudahan kedepan santrinya tambah banyak. Saya yakin pondok pesantren ini mencetak generasi yang unggul dengan spiritual dan intelektual yang bagus. Untuk GP Ansor semoga dapat meningkatkan operasional dan membantu masyarakat,” pungkasnya.

Di tempat sama, Wakil Direktur Utama Bank Jatim Arief Wicaksono menyampaikan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Bank Jatim dalam pembangunan daerah. Sebagai mitra kami berkomitmen mendukung program-program pemerintah daerah guna mewujudkan kesejahteraan dan membangun perekonomian yang lebih kuat. 

“Mudah-mudahan bantuan kendaraan operasional CSR Bank Jatim ini memberikan dampak, manfaat dan dapat meningkatkan operasional. Serta juga bisa untuk membantu masyarakat,” katanya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Serahkan 3 Mobil CSR Bank Jatim ke Pondok Pesantren dan GP Ansor Bawean Selengkapnya

Safari Ramadan di Driyorejo, Bupati Gresik Ajak Warga Doakan Gresik semakin Berkah

GRESIK,1minute.id – “Alhamdulillah, dalam rangka silaturahim ini mudah-mudahan kita semua menjadi umat yang pandai dalam menikmati rasa syukur. Dan juga mudah-mudahan di momen Hari Ulang Tahun Pemerintah Kabupaten Gresik yang ke-52 dan Hari Jadi Gresik yang ke-539 ini, mudah-mudahan Gresik semakin berkah, Indonesia semakin jaya dan semakin aman”.

Doa itu yang diucapkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat melakukan Safari Ramadan di Masjid Siti Hajar Al Madinah, Kota Baru Driyorejo (KBD) Desa Petikan, Kecamatan Driyorejo pada Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan itu santunan anak yatim, serta berbuka puasa dilanjutkan Salat Maghrib berjamaah diikuti ratusan warga, tokoh agama (Toga) maupun Tokoh Masyarakat (Tomas).

Bupati Fandi Akhmad Yani hadir bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman serta Forkopimda. Kegiatan berlangsung khidmat. Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat rasa syukur.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas daerah di tengah dinamika global. “Jika melihat berita belakangan, peristiwa yang terjadi adalah perang. Ini yang harus kita syukuri, bahwa daerah kita masih dalam keadaan aman dan kondusif,” tutur mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Pada kesempatan itu, Ia juga menyinggung wilayah Driyorejo sebagai kawasan strategis perbatasan dengan Surabaya yang berkembang pesat dan memiliki banyak industri. Menurutnya, pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan masyarakat. “Driyorejo adalah salah satu wilayah perbatasan dengan Surabaya. Semoga semakin maju. Isunya adalah banjir dan jalan JPD. Dua hal tersebut, itu telah menjadi perhatian kita bersama,” ungkapnya.

Di tengah geliat industri yang terus berkembang, Gus Yani juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi masyarakat agar mampu menangkap peluang kerja.

“Dan yang perlu dipikirkan lagi adalah banyaknya industri. Artinya kesempatan kerja dengan kompetensi yang ada harus diimbangi. Pelatihan-pelatihan itu juga perlu didorong, supaya masyarakat punya kesiapan dan daya saing,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Safari Ramadan di Driyorejo, Bupati Gresik Ajak Warga Doakan Gresik semakin Berkah Selengkapnya

Gresik Menuju Kabupaten Bersih di Indonesia, Bupati Gresik Berikan Apresiasi pada Petugas Kebersihan

GRESIK,1minute.id – Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi dengan meraih Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah – Sertifikat menuju Kabupaten Bersih 2025. Penghargaan itu diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Penghargaan Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih itu diterima langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Jakarta. Kepulangan orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik disambut meriah pada Jumat, 27 Februari 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif serta Forkopimda diarak keliling kota dengan becak listrik, mobil listrik karya siswa SMK PGRI 1 Gresik serta kendaraan lainnya. 

Meriah : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (kiri) dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif (kanan) mendapatkan sambutan meriah dari masyarakat dan pelajar dalam Kirab Adipura, Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih pada Jumat, 27 Februari 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Rute arak-arakan sepanjang 5 kilometer mulai dari Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) jalan Veteran – Jalan Panglima Sudirman dan finish di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Jalan Jaksa Agung Suprapto. Sepanjang rute tersebut ribu pasang mata berjajar di pinggir jalan menyambut Kirab Adipura. 

Penghargaan bidang lingkungan itu menjadi kado istimewa bagi masyarakat Gresik yang sedang merayakan HUT ke-52 Pemkab Gresik dan Hari Jadi ke-539 Kota Gresik. HUT Pemkab diperingati setiap 27 Februari sedangkan Hari Jadi Kota Gresik diperingati setiap 9 Maret. 

“Ini bukan sekadar penghargaan. Ini adalah pengingat bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan masing-masing. TPA sudah kita benahi, formatnya sudah ada. Sekarang kita mulai dari sekolah, minimal 30 menit sebelum masuk kelas untuk bersih-bersih lingkungan,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani pada Jumat, 27 Februari 2026.

Ia menegaskan, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan semua elemen. Misalnya, lembaga pendidikan didorong menjadi pusat edukasi pengolahan sampah, masyarakat diminta aktif memilah sampah dari rumah, dan perusahaan diajak turut mendukung

Dalam sektor perizinan perumahan, ia melanjutkan, Pemkab Gresik juga akan mewajibkan penyediaan tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R).

Ia meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik untuk mulai masuk ke pesantren. “Pengelolaan sampah di lingkungan pesantren mulai dianggarkan agar sampah dapat dipilah disana,” harap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Ia mencontohkan Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu yang dinilai berhasil dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat, termasuk gerakan satu rumah satu biopori. Desa tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi desa lain. Hal serupa juga dilakukan Kelurahan Sukorame, Kecamatan Gresik melalui program kampung proklim. 

“Kedua desa dan kelurahan itu jadi percontohan, dan hari ini kami beri kado dan mendapat bantuan motor pengangkut sampah roda tiga,” ungkapnya.

Kabupaten Gresik, satu dari 35 kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil meraih Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup. Capaian ini menempatkan Gresik dalam jajaran daerah yang dinilai berhasil membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

APRESIASI PETUGAS KEBERSIHAN: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaidah mendampingi seorang petugas kebersihan mengangkat Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dalam Kirab Adipura di WEP Gresik pada Jumat, 27 Februari 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ia menjelaskan bahwa salah satu alasan utama Gresik memperoleh penghargaan adalah keberhasilan mengelola sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni energi terbarukan pengganti fosil batu bara yang disinergikan dengan PT Semen Indonesia sebagai off taker. Skema ini menjadikan sampah sebagai sumber daya sekaligus mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen, terutama dedikasi para petugas kebersihan dan pertamanan yang ada lapangan. “Hari ini kita tidak sekadar membawa penghargaan. Kita membawa penghormatan untuk panjenengan semua yang setiap hari memastikan Gresik tetap bersih,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Sri Subaidah, menuturkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. “Ini bukan hanya keberhasilan DLH, tetapi hasil kolaborasi pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Dia menjelaskan, penghargaan tahun ini diraih melalui proses penilaian ketat. Dari 420 kabupaten/kota se-Indonesia yang dinilai, tidak ada satu pun daerah yang meraih predikat Pengelolaan Sangat Bersih maupun Pengelolaan Bersih.

“Hanya 35 daerah secara nasional yang meraih predikat Kabupaten/Kota Bersertifikat atau Menuju Kabupaten/Kota Bersih, dan Kabupaten Gresik menjadi salah satunya,” jelas Sri. (*)

Editor  : Chusnul Cahyadi

Gresik Menuju Kabupaten Bersih di Indonesia, Bupati Gresik Berikan Apresiasi pada Petugas Kebersihan Selengkapnya