GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), mengembangkan program Gerakan Masyarakat Budidaya Ayam dan Ikan Lele Asri (GEMBALA) Lestari Bumi bagi masyarakat di delapan kelurahan/desa sekitar perusahaan.
Implementasi program ditandai dengan penyerahan bantuan untuk mendukung ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui penerapan ekonomi sirkular secara simbolis di Kelurahan Kroman, Kabupaten Gresik, beberapa waktu lalu.
Masing-masing desa mendapatkan 12 ekor ayam petelur dan berpeluang ditingkatkan menjadi 24 ekor berdasarkan hasil penilaian. Produksi telur diperkirakan mencapai 220–290 butir per ekor per tahun. Potensi tambahan pendapatan sekitar Rp 489 ribu hingga Rp 1 juta per bulan.
Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Nuril Huda, mengatakan seluruh bantuan GEMBALA telah didistribusikan kepada delapan desa penerima dengan total nilai dukungan sekitar Rp102 juta.
“Program GEMBALA kami rancang bukan sekadar memberikan sarana budidaya, tetapi membangun ekosistem yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan pangan sekaligus membuka potensi pendapatan,” ujar Nuril.
Dukungan tersebut meliputi kandang ayam petelur, kandang maggot, kolam ikan dan hidroponik, biopori, planter bag untuk budidaya cabai dan tomat, serta dukungan operasional Rp2,5 juta per desa. Para pengelola juga mendapat pelatihan, mentoring, dan pendampingan.
Konsep ekonomi sirkular diterapkan melalui pengolahan sekitar 50 kilogram limbah organik per bulan dengan bantuan Petro Gladiator, serta pengembangan sekitar 500 gram maggot yang dimanfaatkan dalam ekosistem budidaya ayam, lele, dan tanaman.
“Pemberdayaan dapat dimulai dari skala sederhana. Yang terpenting adalah masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola serta mengembangkan kegiatan tersebut secara mandiri,” jelas Nuril.
Ke depan, sejumlah lokasi GEMBALA direncanakan berkembang menjadi sarana edukasi bagi anak TK dan SD untuk mengenalkan praktik budidaya, pengelolaan lingkungan, serta konsep ekonomi sirkular sejak dini.
Pengembangan fungsi edukasi itu juga berpotensi memberikan nilai tambah melalui kegiatan kunjungan atau study tour.
“GEMBALA kami harapkan dapat menjadi contoh bahwa pemberdayaan masyarakat bisa berjalan beriringan dengan prinsip ekonomi sirkular. Dari limbah kita olah, dari lahan yang tersedia kita hasilkan pangan, dan dari proses tersebut kita ciptakan peluang ekonomi,” pungkas Nuril. (yad)
Editor : Chusnul Cahyadi

