Komitmen Rp1,77 Miliar hingga 2030, 17 Mahasiswa Gresik Terima Beasiswa BESTRO Petrokimia Gresik

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), kembali memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat Kabupaten Gresik melalui program Beasiswa Petrokimia Gresik (BESTRO) jenjang S1/D4. 

Tahun ini, sebanyak 17 mahasiswa berprestasi terpilih sebagai penerima BESTRO setelah melalui proses seleksi yang semakin komprehensif.

Penandatanganan surat perjanjian BESTRO S1/D4 tahun penerimaan 2026 dilaksanakan di Gedung Diklat Petrokimia Gresik pada Jumat, 25 September 2026. Kegiatan dihadiri para penerima beasiswa beserta orang tua.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus mempersiapkan generasi unggul masa depan. Melalui BESTRO, Petrokimia Gresik tidak hanya memberikan dukungan biaya pendidikan, tetapi juga mendorong pengembangan generasi muda yang kompeten, berkarakter dan memiliki daya juang.

“BESTRO merupakan bagian dari komitmen Petrokimia Gresik untuk memperluas kesempatan generasi muda Gresik dalam mengenyam pendidikan tinggi. Kesempatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, ketangguhan, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian untuk berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Daconi.

Melalui program BESTRO, Petrokimia Gresik memberikan dukungan berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT), uang saku bulanan, serta program pengembangan soft skill. Untuk penerimaan tahun 2026, total komitmen bantuan BESTRO hingga para penerima menyelesaikan pendidikan pada 2030 mencapai Rp1,77 miliar atau Rp1.774.350.000.

Daconi menambahkan, tantangan generasi muda semakin kompleks sehingga pendidikan perlu diiringi dengan penguatan karakter dan kompetensi. Karena itu, seleksi BESTRO 2026 dilakukan secara lebih komprehensif melalui penyempurnaan persyaratan administrasi dan sistem pembobotan, serta pelibatan institusi kredibel dan independen dalam asesmen psikologi.

“Beasiswa ini diharapkan benar-benar menjadi jembatan bagi generasi muda Gresik untuk meraih masa depan yang lebih baik. Manfaatnya diharapkan tidak berhenti pada penerima beasiswa, tetapi juga dapat dirasakan oleh keluarga, masyarakat, bahkan bangsa,” jelasnya.

Hingga 2026, total penerima BESTRO S1/D4 telah mencapai 214 mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 152 penerima telah menyelesaikan pendidikan, meraih gelar sarjana, dan mulai meniti karier maupun berkarya di tengah masyarakat.

Menurut Daconi, keberlanjutan BESTRO menjadi bagian dari investasi jangka panjang Petrokimia Gresik dalam meningkatkan kualitas SDM masyarakat sekitar perusahaan.

“Para penerima BESTRO diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk terus meningkatkan prestasi, menjaga integritas, dan mengembangkan kemampuan agar nantinya mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu penerima BESTRO S1 tahun 2026, Syela Priscilla Krisdiansih, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia mengaku antusias karena program tersebut tidak hanya memberikan dukungan biaya pendidikan, tetapi juga membekali penerima dengan program pengembangan soft skill.

“Beasiswa ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan membuktikan diri melalui berbagai prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Kami berharap Petrokimia Gresik semakin maju sehingga semakin banyak generasi muda yang mendapatkan manfaat dari BESTRO pada tahun-tahun mendatang,” ujar Syela. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Komitmen Rp1,77 Miliar hingga 2030, 17 Mahasiswa Gresik Terima Beasiswa BESTRO Petrokimia Gresik Selengkapnya

Bos Petrokimia Gresik Jadi Satu-satunya Dirut Indonesia di Forum PBB New York

GRESIK, 1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), membawa pengalaman transformasi industri dan pertanian berkelanjutan Indonesia ke panggung global di New York, Amerika Serikat.

Kehadiran Petrokimia Gresik merupakan kelanjutan dari inovasi keberlanjutan perusahaan, salah satunya GladiAgro: Next-Gen Soil Revival, solusi pemulihan kesehatan tanah yang meraih penghargaan tertinggi dalam SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, pada Minggu (20/9) waktu New York atau Senin (21/9) waktu Indonesia, menghadiri 2026 UN Private Sector Forum di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Forum undangan khusus ini mempertemukan sekitar 150 pemimpin senior dunia usaha, pemerintah, dan PBB untuk membahas percepatan transisi energi yang bersih, adil, dan aman.

Dalam forum tersebut, Daconi menjadi satu-satunya direktur utama dari Indonesia yang berkesempatan hadir.

Forum diselenggarakan oleh UN Global Compact yang dipimpin Sanda Ojiambo, Assistant Secretary-General PBB sekaligus CEO dan Executive Director UN Global Compact, dan dihadiri Sekretaris Jenderal PBB António Guterres. Agenda forum membahas tantangan transisi energi global, mulai dari investasi, infrastruktur, kebijakan, hingga kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.

Dorong Talenta Global untuk Green Jobs

Pada Senin (21/9) waktu New York atau Selasa (22/9) WIB, Daconi kembali menjadi pembicara dalam forum Global Talent for Sustainable Development di KJRI New York. Forum ini mempertemukan diaspora Indonesia, mahasiswa, pemimpin bisnis, dan praktisi keberlanjutan.

Dalam kesempatan itu, Daconi menekankan bahwa transformasi hijau adalah transformasi tenaga kerja.

“Transformasi menuju ekonomi hijau pada dasarnya juga merupakan transformasi tenaga kerja. Investasi pada teknologi harus berjalan bersama dengan investasi pada manusia. Teknologi hijau hanya akan memberikan manfaat apabila didukung talenta yang mampu merancang, mengoperasikan, dan mengembangkannya,” ujar Daconi.

Ia mendorong talenta Indonesia di New York untuk membawa pengetahuan, pengalaman, dan jejaring global untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

“Kami berharap talenta-talenta terbaik Indonesia yang saat ini belajar maupun berkarya di luar negeri dapat membawa kembali pengetahuan dan pengalamannya. Transformasi ke depan membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi, perspektif global, dan kemampuan menjawab perubahan industri,” tambahnya.

Transformasi Tidak Berhenti di Gerbang Pabrik

Menurut Daconi, Petrokimia Gresik memiliki posisi unik karena berada di dua sisi transformasi sekaligus. Di hulu, sebagai industri pupuk dan kimia yang terus meningkatkan efisiensi dan menurunkan intensitas karbon. Di hilir, produk dan inovasinya bersentuhan langsung dengan produktivitas petani dan keberlanjutan pertanian.

Salah satunya melalui GladiAgro yang dikembangkan untuk menjawab tantangan menurunnya kesehatan tanah. Berdasarkan pengujian Petrokimia Gresik terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016, sebanyak 91,9 persen menunjukkan kandungan karbon organik yang rendah.

Dalam implementasinya, GladiAgro memanfaatkan Petro Gladiator sebagai dekomposer berbasis mikroba unggul untuk mempercepat dekomposisi limbah pertanian menjadi nutrisi organik. Nutrisi tersebut selanjutnya dikembalikan ke lahan untuk meningkatkan bahan organik, memperbaiki struktur tanah, dan mendukung pemulihan kesehatan tanah.

“Transformasi hijau kami tidak berhenti di gerbang pabrik, tetapi berlanjut sampai ke lahan pertanian. Di industri, kami harus membuat proses produksi semakin efisien dan rendah karbon. Di sektor pertanian, kami juga harus membantu petani menjaga kesehatan tanah, menggunakan input secara lebih tepat, dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bos Petrokimia Gresik Jadi Satu-satunya Dirut Indonesia di Forum PBB New York Selengkapnya

Petrokimia Gresik Dongkrak Produktivitas Bawang Merah Nganjuk 12 Persen Lewat Pestani 

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), memperkuat dukungannya terhadap pengembangan bawang merah unggulan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, melalui program “Pestani Bawang Merah Nyawiji”. 

Program yang melibatkan 120 petani dari enam kecamatan di Nganjuk dilaksanakan pada Senin, 7 September 2026. Demonstration plot (demplot) yang menjadi bagian dari program, produktivitas bawang merah mencapai 20 ton per hektare, meningkat hingga 12 persen dibandingkan panen sebelumnya sebesar 18 ton per hektare.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo mengatakan, bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, peningkatan produktivitas dan kualitas komoditas ini menjadi penting, tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga dalam menjaga ketersediaan pangan.

“Petrokimia Gresik ingin hadir lebih dekat dengan petani. Kami tidak ingin berhenti pada penyediaan pupuk, tetapi juga terus mendorong edukasi pemupukan berimbang, layanan uji tanah, pendampingan budidaya, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir. Semangat tersebut salah satunya kami wujudkan melalui Program Pestani,” ujar Adityo yang akrab disapa Adit ini.

Jawa Timur memiliki peran strategis dalam produksi bawang merah nasional. Pada 2024, produksi bawang merah di Jawa Timur mencapai 476.666 ton dari luas panen sekitar 53.681 hektare. Sementara itu, produksi bawang merah nasional mencapai 2.085.721 ton dengan luas panen 188.561 hektare. Data tersebut menunjukkan posisi penting Jawa Timur dalam menopang produksi bawang merah nasional.

Di dalam ekosistem tersebut, Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu sentra utama bawang merah. Potensi ini semakin kuat dengan keberadaan varietas lokal unggulan Tajuk atau Tanaman Asli Nganjuk yang dikenal memiliki kualitas umbi unggul, warna menarik, ukuran seragam, serta daya simpan yang baik. Dalam sambutannya, Adit menyampaikan bahwa Nganjuk menempati posisi kedua nasional dari sisi produksi bawang merah, sementara varietas Tajuk menempati posisi nomor satu nasional sebagai benih bawang merah.

“Pestani bukan sekadar kompetisi. Pestani kami hadirkan sebagai ruang bagi para petani untuk belajar, berbagi pengalaman, membangun kolaborasi, sekaligus menunjukkan praktik budidaya terbaik pada komoditas unggulan daerah. Hari ini, semangat tersebut kita bawa melalui Pestani Bawang Merah Nyawiji di Kabupaten Nganjuk dengan mengangkat varietas lokal unggulan, yakni Tajuk,” kata Adit.

Pestani Bawang Merah Nyawiji diikuti 120 petani dari enam kecamatan, yaitu Wilangan, Bagor, Rejoso, Nganjuk, Sukomoro, dan Gondang. Rangkaian program berlangsung sejak Maret hingga September 2026 melalui kompetisi budidaya bawang merah secara langsung di lapangan.

Melalui kompetisi tersebut, petani didorong untuk menerapkan praktik budidaya secara lebih optimal sekaligus menghasilkan bawang merah dengan kualitas yang semakin baik. Penilaian kompetisi mencakup keseragaman umbi, berat hasil panen, serta dokumentasi budidaya. Parameter tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong petani untuk memperhatikan kualitas hasil secara lebih terukur, tidak hanya mengejar kuantitas produksi.

Hasil penerapan budidaya tersebut salah satunya ditunjukkan melalui demplot Pestani Bawang Merah Nyawiji. Produktivitas bawang merah pada demplot mencapai 20 ton per hektare, meningkat 11-12 persen dibandingkan panen sebelumnya sebesar 18 ton per hektare.

“Capaian ini menunjukkan bahwa penerapan budidaya yang tepat, pemenuhan nutrisi tanaman secara optimal, serta pendampingan yang konsisten memiliki potensi memberikan hasil yang lebih baik bagi petani. Praktik-praktik terbaik seperti inilah yang ingin terus kami kembangkan dan sebarkan melalui Pestani,” ujar Adit.

Dalam budidayanya, para peserta Pestani mengaplikasikan sejumlah produk Petrokimia Gresik, yaitu Phonska Lite, K Plus, Phonska Cair, Phonska Oca Plus, ZA Plus, SP-36 Petro, Petro Biofertil, dan Petroganik Premium sebagai sumber nutrisi tanaman bawang merah.

Adapun nama “Nyawiji” memiliki makna menyatukan langkah. Bagi Petrokimia Gresik, semangat tersebut sejalan dengan pendekatan Pestani yang mengedepankan kolaborasi, pendampingan, serta pembelajaran langsung di lahan. Praktik-praktik budidaya terbaik yang dihasilkan dari program ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran sekaligus dikembangkan lebih luas oleh petani lainnya.

“Kata Nyawiji memiliki makna yang sangat kuat. Untuk memajukan pertanian, kita harus menyatukan langkah antara petani, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, Pestani Bawang Merah Nyawiji kami harapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat bawang merah Nganjuk,” tutur Adit.

Rangkaian Pestani Bawang Merah Nyawiji juga diisi dengan sarasehan bersama petani dan pemangku kepentingan, panen bersama, serta pemberian penghargaan kepada petani berprestasi. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat interaksi dan kolaborasi sekaligus memberikan apresiasi terhadap kerja keras, semangat, dan dedikasi petani selama mengikuti program.

Di tempat yang sama, petani asal Kecamatan Gondang, Suheri menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan Petrokimia Gresik kepada petani bawang merah di Kabupaten Nganjuk. Ia berharap peningkatan produktivitas yang dihasilkan dari program tersebut dapat memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

“Kami dalam kegiatan ini mendapatkan informasi terkait pupuk-pupuk nonsubsidi yang terbukti mendorong peningkatan produktivitas bawang merah. Alhamdulillah tanaman hasilnya berkualitas,” ujar Suheri.

Sementara itu, Pestani tidak hanya dikembangkan pada komoditas bawang merah. Program ini telah diterapkan pada sejumlah komoditas unggulan di berbagai wilayah Jawa Timur. Selain Pestani Bawang Merah Nyawiji di Nganjuk, terdapat Pestani Rawit yang mencakup Malang, Probolinggo, Mojokerto, Kediri, dan Blitar; Pestani Melon Pantura di Tuban, Ngawi, Bojonegoro, Gresik, dan Lamongan; serta Pestani Semangka Tapal Kuda di Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.

Sebaran tersebut menjadi bagian dari pendekatan Petrokimia Gresik dalam menjalankan pemberdayaan petani yang disesuaikan dengan potensi komoditas unggulan di masing-masing wilayah.

“Petrokimia Gresik berkomitmen untuk terus tumbuh dan berkembang bersama petani. Kami percaya, ketika petani semakin produktif dan sejahtera, maka pertanian akan semakin kuat. Dan ketika pertanian semakin kuat, ketahanan pangan Jawa Timur dan Indonesia akan semakin kokoh,” pungkas Adit. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Petrokimia Gresik Dongkrak Produktivitas Bawang Merah Nganjuk 12 Persen Lewat Pestani  Selengkapnya

School Lab Farming : Jurus Petrokimia Gresik Bikin Gen Z Jatuh Cinta Sama Pertanian 

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), membuktikan bahwa pertanian modern dapat menjadi magnet bagi Generasi Z. Melalui program School Lab Farming yang melibatkan 261 siswa di tiga SMK pertanian Jawa Timur, para siswa menerapkan pertanian presisi sekaligus mengelola lahan sekolah sebagai ruang belajar, produksi, dan pengembangan bisnis pertanian.

Hasilnya, produktivitas sejumlah komoditas meningkat signifikan. Di SMK Negeri 1 Kademangan, Blitar, sebanyak 800 kilogram bawang merah kering berhasil dipanen dari lahan seluas 1.000 meter persegi. Hasil tersebut meningkat lebih dari lima kali lipat dibandingkan musim tanam sebelumnya yang hanya menghasilkan sekitar 150 kilogram dari lahan yang sama.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menyampaikan bahwa regenerasi petani menjadi tantangan bersama dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional. Melalui School Lab Farming, Petrokimia Gresik ingin menghadirkan pengalaman bertani yang lebih dekat dengan karakter generasi muda, yaitu berbasis teknologi, data, produktivitas, dan peluang usaha.

“Melalui School Lab Farming, kami ingin menunjukkan kepada generasi muda bahwa pertanian saat ini sudah berkembang jauh. Dengan dukungan teknologi smart farming dan pengelolaan lahan sekolah sebagai teaching factory yang produktif, siswa tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami bagaimana pertanian dapat dikelola secara modern dan memiliki prospek usaha yang menjanjikan,” ujar Daconi di Gresik, Jawa Timur.

Selain bawang merah, ratusan melon juga berhasil dibudidayakan di dalam greenhouse SMK Negeri 1 Kademangan dengan tingkat kemanisan mencapai 15 °Brix. Hasil serupa diperoleh di SMK Negeri 8 Jember dan SMK Muhammadiyah 5 Gresik. Kedua sekolah tersebut membudidayakan varietas melon berbeda dengan bobot antara 1,2 hingga 2 kilogram dan tingkat kemanisan minimal 15 °Brix.

Menurut Daconi, capaian tersebut menunjukkan bahwa pertanian dapat semakin menarik bagi Generasi Z ketika dikelola dengan teknologi dan metode budidaya yang tepat. Siswa dapat melihat secara langsung hubungan antara penggunaan teknologi, proses produksi, kualitas hasil panen, hingga nilai ekonomi yang diperoleh.

“Ketika siswa melihat sendiri bahwa lahan yang mereka kelola mampu menghasilkan produk berkualitas dan memiliki nilai jual, mereka mendapatkan perspektif baru tentang pertanian. Bukan hanya sebagai aktivitas budidaya, tetapi sebagai bidang usaha yang membutuhkan teknologi, kemampuan analisis, dan pengelolaan bisnis,” tandasnya.

Dalam penerapan pertanian presisi, siswa dibiasakan bekerja berdasarkan data. Mereka mencatat perkembangan tanaman, kondisi media tanam, kebutuhan dan dosis pemupukan, hingga hasil produksi melalui matriks yang terstandar. Dari proses tersebut, siswa belajar menganalisis kondisi tanaman sekaligus mengambil keputusan budidaya berdasarkan data.

Selain bawang merah dan melon, ketiga sekolah juga mengembangkan komoditas pendukung seperti buncis dan kembang kol sebagai bagian dari rotasi tanam. Diversifikasi komoditas tersebut sekaligus memperluas pengalaman siswa dalam mengelola berbagai jenis usaha pertanian.

School Lab Farming merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik yang dijalankan dengan kerangka Creating Shared Value (CSV). Program ini tidak hanya memberikan dukungan sarana pertanian, tetapi juga mendorong optimalisasi aset sekolah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai ruang praktik sekaligus unit produksi.

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari kompetisi HARVESTION 2025 yang sebelumnya mempertemukan 33 SMK pertanian dari 15 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dari kegiatan tersebut, Petrokimia Gresik melihat bahwa minat generasi muda terhadap sektor pertanian sebenarnya cukup besar, tetapi belum seluruhnya berkembang menjadi ketertarikan untuk menekuni budidaya maupun menjadikan pertanian sebagai pilihan profesi dan usaha.

Di sisi lain, sejumlah sekolah masih menghadapi keterbatasan sarana praktik dan akses terhadap teknologi pertanian modern, serta adanya kesenjangan antara pembelajaran di kelas dengan kebutuhan dunia industri. Padahal, banyak sekolah memiliki lahan yang cukup luas dan produktif untuk dikembangkan sebagai laboratorium praktik sekaligus unit produksi.

“School Lab Farming membuat proses belajar tidak berhenti pada demonstrasi di lahan. Siswa menjadi pelaku utama dalam seluruh siklus pertanian, mulai dari perencanaan budidaya, pengelolaan tanaman, pencatatan data, panen, hingga memahami nilai ekonomi dari produk yang mereka hasilkan,” ujar Daconi.

Kepala SMK Negeri 1 Kademangan Hadi Sucipto mengapresiasi program School Lab Farming karena memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam mengenal pertanian berbasis teknologi. Menurutnya, pendekatan pertanian modern dapat meningkatkan ketertarikan generasi muda karena siswa tidak hanya mempelajari teknik budidaya, tetapi juga memahami teknologi dan peluang usaha di sektor pertanian.

“Kami sangat mengapresiasi program ini karena siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mempraktikkan langsung pertanian modern. Harapannya, pengalaman ini dapat menumbuhkan semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan sektor pertanian sekaligus turut mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional,” tutupnya. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

School Lab Farming : Jurus Petrokimia Gresik Bikin Gen Z Jatuh Cinta Sama Pertanian  Selengkapnya

Berhasil Integrasikan Smart Farming dan Smart Marketing, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Dinobatkan sebagai Best CMO 2026

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), kembali meraih apresiasi atas inovasi strategi bisnisnya. Direktur Keuangan & Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo, meraih penghargaan “Best Chief Marketing Officer 2026 in Delivering Customer Centric Growth through Innovative Marketing Strategies” karena dinilai berhasil mendorong pertumbuhan melalui strategi pemasaran inovatif dan berorientasi pada pelanggan. 

Penghargaan diterima langsung oleh Adit, sapaan, Adityo Wibowo dalam ajang Indonesia Best CMO Awards 2026 di Jakarta pada Senin malam, 31 Agustus 2026.

Menurut Aditya Wibowo, capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi seluruh Insan Petrokimia Gresik dalam mengintegrasikan smart farming dan smart marketing sebagai strategi yang saling terhubung untuk memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan.

“Smart farming bukan hanya tentang penggunaan teknologi di lahan. Lebih dari itu, kami membangun ekosistem pertanian yang mampu memberikan nilai bagi petani sekaligus membuka peluang pertumbuhan bagi perusahaan,” ujar Adit.

Melalui smart farming, Petrokimia Gresik mendampingi petani meningkatkan produktivitas dan menerapkan praktik budidaya yang lebih modern, presisi, dan efisien. Interaksi serta kebutuhan petani yang diperoleh melalui pendampingan tersebut selanjutnya menjadi bagian penting dalam pengembangan smart marketing, sehingga perusahaan dapat menghadirkan produk dan solusi yang semakin relevan bagi pelanggan.

Adit menjelaskan, hubungan dengan pelanggan saat ini tidak lagi cukup dibangun melalui pendekatan penjualan konvensional. Perusahaan perlu memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam, kemudian menerjemahkannya menjadi solusi yang tepat, mudah diakses, serta memberikan dampak nyata.

“Pendekatan ini sekaligus memperluas jangkauan pasar Petrokimia Gresik. Perusahaan telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia serta mulai mengembangkan pasar baru, termasuk segmen pelaku urban farming,” ujarnya.

Salah satu implementasi strategi tersebut adalah PETROSPRING: Smart Precision Farming Service, layanan pertanian presisi yang mengintegrasikan pendampingan agronomis dengan pemanfaatan teknologi drone. Program ini membantu petani menerapkan pemupukan secara lebih cepat, tepat, dan efisien. Sepanjang periode 2024 hingga 2026, PETROSPRING telah mencakup lahan seluas 5.683 hektare, melayani 458 pelanggan, serta melibatkan 29 mitra korporasi.

Petrokimia Gresik juga mengembangkan Pestani, platform community-based marketing yang mengintegrasikan product trial, farmer engagement, dan commercial activation dalam satu model aktivasi yang terukur. Melalui pendekatan mini demplot, petani memperoleh pengalaman langsung menggunakan produk, membuktikan hasilnya di lapangan, membangun interaksi dalam komunitas, sekaligus membuka peluang pembelian lanjutan.

Hingga saat ini, Pestani telah melibatkan 982 petani dari 19 daerah di Pulau Jawa untuk lima komoditas, yaitu melon, semangka, cabai rawit, kentang, dan bawang merah. Program ini juga telah membentuk 25 komunitas petani baru dengan peningkatan produktivitas hingga 18 persen.

Menurut Adit, capaian tersebut menunjukkan bahwa strategi pemasaran harus berjalan beriringan dengan penciptaan nilai bagi pelanggan. Karena itu, Petrokimia Gresik akan terus memperkuat pendekatan berbasis data, teknologi, serta kebutuhan pasar untuk menciptakan hubungan pelanggan yang berkelanjutan.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat integrasi smart farming dan smart marketing. Tujuannya bukan hanya meningkatkan pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan solusi yang kami hadirkan benar-benar memberikan manfaat bagi petani,” tandasnya.

Indonesia Best CMO Awards 2026 merupakan ajang apresiasi bagi para pemimpin pemasaran yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan bisnis melalui inovasi dan transformasi digital. Penghargaan ini sekaligus memperkuat komitmen Petrokimia Gresik untuk terus mengintegrasikan inovasi pertanian dan strategi pemasaran berbasis pelanggan sebagai bagian dari transformasi bisnis perusahaan serta kontribusi bagi kemajuan agroindustri nasional. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Berhasil Integrasikan Smart Farming dan Smart Marketing, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Dinobatkan sebagai Best CMO 2026 Selengkapnya

Petrokimia Gresik, Pupuk Indonesia dan Relawan Bakti BUMN Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

GRESIK,1minute.id –  PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), selaku holding dalam program Relawan Bakti BUMN menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan berupa kebutuhan dasar (basic needs) senilai Rp 75 juta tersebut disalurkan melalui Relawan Bakti BUMN secara bertahap mulai 16 hingga 19 Agustus 2026 ke sejumlah wilayah terdampak.

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan rasa empati kepada seluruh masyarakat terdampak gempa bumi di NTT. Ia mengatakan, bantuan disalurkan sehari setelah bencana ini merupakan bentuk respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat yang tengah menghadapi kondisi darurat. Adapun bantuan yang disalurkan berupa beras, gula, minyak, dan selimut.

“Bantuan kami distribusikan bersama Pupuk Indonesia. Penyalurannya dilakukan secara bertahap, saat ini berupa kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat pada masa tanggap darurat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak,” ujar Daconi di Gresik, Jawa Timur pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia sebelumnya dipercaya menjadi tuan rumah Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT. Kegiatan yang melibatkan Relawan Bakti BUMN tersebut semula difokuskan pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sektor pertanian melalui program TAJUMASE (Tani Maju Makmur Sejahtera).

Namun, bersamaan dengan pelaksanaan program, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Situasi tersebut membuat fokus kegiatan disesuaikan, dari agenda pemberdayaan menjadi dukungan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak gempa.

“Program ini awalnya kami siapkan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Namun ketika terjadi bencana, kebutuhan masyarakat tentu menjadi prioritas. Karena itu, kami bersama Pupuk Indonesia dan Relawan Bakti BUMN bergerak menyesuaikan program agar kehadiran kami di NTT memberikan manfaat yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini,” jelas Daconi.

Menurut Daconi, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Petrokimia Gresik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk ketika menghadapi kondisi darurat.

“NTT memang jauh dari Gresik, tetapi jarak tidak menjadi penghalang bagi kami untuk menunjukkan kepedulian. Kami ingin masyarakat terdampak merasakan bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi musibah ini. Ada semangat gotong royong dan dukungan dari Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia untuk membantu mereka melewati masa sulit ini,” ujarnya.

Daconi berharap kondisi di wilayah terdampak segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya. “Semoga seluruh masyarakat NTT diberikan kekuatan dan ketabahan, para korban yang terluka segera pulih, serta kondisi di wilayah terdampak segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” tambahnya.

Gempa bumi kuat mengguncang NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026  dan menimbulkan dampak di sejumlah wilayah. Berdasarkan data BNPB per Senin, 17 Agustus 2026, gempa tersebut menyebabkan 53 orang meninggal dunia dan 135 orang mengalami luka-luka. Korban tersebar di sejumlah kabupaten, termasuk Manggarai dan Manggarai Timur.

Pada periode yang sama, BNPB mencatat 914 rumah rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 kantor pemerintah, sementara lebih dari 5.000 warga harus mengungsi. (yad) 

Editor : Chusnul Cahyadi 

Petrokimia Gresik, Pupuk Indonesia dan Relawan Bakti BUMN Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT Selengkapnya

3 Dalang Cilik Asli Gresik, Growing The Future : Bukti Nyata Petrokimia Gresik Tumbuhkan Generasi Penerus Seni Wayang 

GRESIK,1minute.id – Penampilan tiga dalang cilik asal Gresik menyita ribuan pasang mata pada pagelaran wayang di SOR Tridharma Petrokimia Gresik beberapa waktu lalu. Tiga dalang cilik, yakni ; Avito Bintang Pratama, siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gresik; Nicolas Davino, siswa kelas IV SD Petrokimia Gresik; dan Kyano Renand H., siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Terate Putra Gresik.

Pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan oleh PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk mendorong regenerasi pelestari seni dan budaya Indonesia dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Petrokimia Gresik dan HUT ke-81 Republik Indonesia. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan pelestarian budaya merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menumbuhkan masa depan. Tema HUT ke-54 “Growing the Future”, tambahnya, tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan bisnis, tetapi juga tentang menyiapkan generasi yang mampu meneruskan nilai dan warisan budaya bangsa.

“Pagelaran wayang kulit menjadi agenda rutin tiap momen ulang tahun perusahaan. Kami ingin ikut memastikan seni wayang tetap memiliki ruang untuk tumbuh di tengah generasi muda,” ujar Daconi.

Pagelaran wayang kulit ini menghadirkan lakon pembuka “Sumantri Ngenger” yang dibawakan oleh dalang muda Ki Achmad Bagas Septyawan. Ia merupakan karyawan muda Petrokimia Gresik sekaligus binaan Sanggar Mahesa Kencana Petrokimia Gresik.

Penampilan tersebut semakin istimewa dengan hadirnya tiga dalang cilik berbakat dari Kabupaten Gresik. Mereka adalah Avito Bintang Pratama, siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gresik; Nicolas Davino, siswa kelas IV SD Petrokimia Gresik; dan Kyano Renand H., siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Terate Putra, Gresik.

Kehadiran para dalang muda tersebut menjadi bukti bahwa seni wayang tetap memiliki ruang untuk tumbuh di tengah generasi saat ini. Bagi Petrokimia Gresik, regenerasi seniman menjadi bagian penting untuk memastikan wayang tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi terus hidup dan berkembang di masa depan.

“Ketika anak-anak muda mau belajar dan tampil membawakan wayang, di situlah kita melihat harapan bagi keberlanjutan budaya. Kami ingin memberikan ruang agar talenta-talenta muda ini terus berkembang dan semakin percaya diri dalam membawa seni tradisi ke generasi berikutnya,” jelas Daconi.

Dalam momen ini, Petrokimia Gresik juga menyerahkan uang pembinaan untuk para dalang cilik. Harapannya, bisa terus memotivasi dalang-dalang muda ini untuk terus melestarikan budaya wayang, sehingga bisa menginspirasi generasi muda lain di Gresik.

Lebih lanjut ia menambahkan, wayang bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarat tuntunan dan nilai kehidupan. Hal tersebut salah satunya tercermin dalam lakon “Sumantri Ngenger” yang mengajarkan kesetiaan, dedikasi, kerja nyata, serta keikhlasan untuk mendahulukan kepentingan yang lebih besar.

Sementara itu, lakon utama “Begawan Ciptaning” dibawakan oleh Ki Bayu Aji Pamungkas. Pagelaran semakin semarak dengan penampilan pelawak Cak Percil dan sinden Lintang Kairo. Lakon “Begawan Ciptaning” mengisahkan perjalanan Arjuna dalam membangun kemampuan diri, dengan membawa pesan tentang pentingnya ketekunan, fokus, dan pengendalian diri dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih besar.

Nilai ketekunan dan pengembangan diri tersebut juga sejalan dengan semangat Petrokimia Gresik untuk terus meningkatkan kompetensi insan perusahaan dalam menghadapi perubahan industri. Perusahaan terus mendorong peningkatan kapasitas, pengembangan inovasi, serta penguatan kolaborasi untuk membangun masa depan perusahaan yang semakin kuat dan berkelanjutan.

“Wayang bukan hanya tontonan, tetapi juga memiliki banyak tuntunan. Nilai-nilai yang disampaikan melalui cerita dan tokohnya dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua, terutama generasi muda. Semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan juga penting agar kita semakin siap menghadapi berbagai perubahan di masa depan,” tutur Daconi.

Pagelaran yang dimulai pukul 18.30 WIB tersebut terbuka gratis untuk masyarakat umum. Petrokimia Gresik juga menyiarkan pagelaran secara langsung melalui kanal YouTube Petrokimia Gresik sehingga dapat disaksikan oleh masyarakat secara lebih luas.

Terpisah, Pudji Seti, 65, salah satu penonton asal Kabupaten Lamongan jauh-jauh datang ke Gresik bersama rombongan untuk menonton pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan Petrokimia Gresik. Ia mengaku menjadi penonton setia pagelaran wayang yang diselenggarakan tiap tahun.

“Di era modern ini tidak banyak perusahaan yang peduli dengan budaya wayang. Tapi Petrokimia Gresik menjadi perusahaan yang konsisten tiap tahun menyelenggarakan wayang. Petrokimia Gresik memiliki kepedulian yang tinggi untuk melestarikan wayang, terbukti saat ini menampilkan tiga dalang cilik yang statusnya masih pelajar SD dan SMP,” ujarnya.

Sementara itu, Daconi memberikan apresiasi kepada masyarakat yang tiap tahun antusias menyaksikan pagelaran wayang kulit Petrokimia Gresik. Ia mengungkapkan, antusiasme masyarakat terhadap pagelaran wayang yang diselenggarakan perusahaan terus meningkat, salah satunya terlihat dari jumlah penonton melalui kanal YouTube Petrokimia Gresik.

Antusiasme masyarakat terhadap pagelaran wayang kulit Petrokimia Gresik menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. 

Hal ini tercermin dari jumlah penonton melalui kanal YouTube Petrokimia Gresik yang meningkat dua kali lipat, dari 4.000 penonton pada HUT ke-50 menjadi 8.000 penonton pada HUT ke-53 dan bertahan di angka yang sama pada HUT ke-54. Sementara pada HUT ke-51 dan ke-52, jumlah penonton masing-masing tercatat sebanyak 5.000 dan 6.000 penonton.

Terakhir Daconi menambahkan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian dari kontribusi perusahaan kepada masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan talenta muda sehingga nilai budaya dan kreativitas dapat terus tumbuh dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Perusahaan yang terus tumbuh tentu harus memiliki masa depan yang kuat. Masa depan itu tidak hanya dibangun melalui teknologi dan bisnis, tetapi juga melalui manusia yang memiliki karakter serta menghargai akar budayanya,” pungkas Daconi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

3 Dalang Cilik Asli Gresik, Growing The Future : Bukti Nyata Petrokimia Gresik Tumbuhkan Generasi Penerus Seni Wayang  Selengkapnya

Jadikan Hidup Sehat, Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat bersama Petrokimia Gresik

GRESIK,1minute.id – Hidup Sehat sudah menjadi gaya hidup bagi insan PT Petrokimia Gresik dan masyarakat Gresik. Ini terlihat dari antusiasme masyarakat mengikuti jalan sehat bersama PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), 

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-54 Petrokimia Gresik dan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini digelar di tiga wilayah, yakni Gresik pada 12 Juli, Babat, Lamongan pada 2 Agustus, serta Gunungsari, Surabaya, Minggu, 9 Agustus 2026.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa jalan sehat atau fun walk yang rutin digelar setiap tahun merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan dalam mendorong penerapan pola hidup sehat. Menurutnya, kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam menjaga produktivitas dan meningkatkan kualitas hidup.

“Melalui jalan sehat ini, Petrokimia Gresik mengajak peserta untuk membiasakan hidup aktif dan sehat. Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat menjadi momentum untuk membangun kebiasaan berolahraga secara rutin sekaligus menjaga kebugaran tubuh,” ujar Daconi.

Rangkaian jalan sehat tersebut diikuti oleh karyawan Petrokimia Gresik bersama keluarga serta masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Di Gresik, kegiatan menjadi bagian dari aktivitas kebersamaan karyawan dan keluarga, sementara di Babat dan Gunungsari, masyarakat sekitar turut berpartisipasi. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia.

“Kebiasaan hidup sehat dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Kami melihat antusiasme peserta dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga lansia. Semoga kegiatan yang rutin kami laksanakan ini dapat mendorong keluarga untuk semakin aktif berolahraga dan menjaga kesehatan,” kata Daconi

Tidak hanya jalan sehat, Petrokimia Gresik juga menghadirkan berbagai fasilitas pendukung untuk memberikan manfaat lebih luas. Peserta dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, sementara anak-anak dapat menikmati fasilitas permainan yang tersedia di lokasi kegiatan.

Petrokimia Gresik juga menyediakan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk membuka stan dan memasarkan produknya. Kehadiran UMKM tersebut menjadikan kegiatan jalan sehat tidak hanya sebagai sarana olahraga dan silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Lebih lanjut, Daconi mengatakan kegiatan jalan sehat juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara perusahaan dengan insan perusahaan maupun masyarakat di sekitar wilayah operasional. Menurutnya, hubungan yang harmonis menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan.

“Jalan sehat ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang membangun kebersamaan. Di sini masyarakat, karyawan, dan keluarga dapat berbaur dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting bagi Petrokimia Gresik dalam menjalankan amanah, termasuk memastikan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan optimal untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” pungkas Daconi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jadikan Hidup Sehat, Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat bersama Petrokimia Gresik Selengkapnya

Sejak 2022 Petrokimia Gresik Cetak 423 Taruna Makmur, Agronomis Muda Pendukung Swasembada Pangan 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, (Persero), melalui program “Wirakarya Taruna Makmur Batch IX” melepas 50 Taruna Makmur untuk menjalani magang lapangan selama 6 bulan di berbagai daerah, beberapa waktu yang lalu. 

Program ini merupakan upaya perusahaan menyiapkan agronomis muda yang siap mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan swasembada pangan nasional.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo saat pelepasan menyampaikan bahwa, penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. Sejak diinisiasi tahun 2022, Petrokimia Gresik telah mencetak 423 Taruna Makmur.

“Keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana produksi, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Melalui Taruna Makmur, kami ingin menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi agronomi, kemampuan komunikasi, dan pengalaman lapangan sehingga mampu menjadi pendamping petani sekaligus agen perubahan di sektor pertanian,” ujar Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo.

Taruna Makmur merupakan program magang lapangan yang diikuti mahasiswa aktif Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Bogor, Medan, Gowa, Yoma, serta Politeknik LPP Yogyakarta. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mendampingi petani, mengawal budidaya pertanian, serta memperkenalkan berbagai inovasi dan solusi pertanian di lapangan.

Sebelum diterjunkan ke wilayah penugasan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai budidaya pertanian berkelanjutan, teknik komunikasi efektif, pengembangan personal branding, serta pemanfaatan teknologi pertanian terkini. Pembekalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas peserta dalam menjalankan tugas profesional di lapangan.

Selama masa penugasan, para Taruna Makmur akan mendukung pelaksanaan Program Agrosolution Petrokimia Gresik. Mereka bertugas melakukan sosialisasi program kepada petani dan pemangku kepentingan, mengawal penerapan pemupukan berimbang, melakukan pendampingan budidaya, membantu koordinasi antar-stakeholder, serta mengawal pelaksanaan demplot dan administrasi program.

Lebih lanjut Adit menambahkan, sektor pertanian memiliki peran yang sangat strategis bagi ketahanan pangan nasional, kesejahteraan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi. Namun salah satu tantangan besar yang dihadapi pertanian Indonesia adalah regenerasi petani. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Petrokimia Gresik memperkuat regenerasi pertanian di Indonesia.

“Karena itulah kolaborasi menjadi kunci. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, petani, dan pelaku usaha harus terus diperkuat agar kita mampu membangun ekosistem pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,” tandasnya.

Sebanyak 50 Taruna Makmur Batch IX akan ditempatkan di berbagai wilayah kerja Petrokimia Gresik yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bali. Para peserta berasal dari beragam program studi yang relevan dengan sektor pertanian, mulai dari penyuluhan pertanian berkelanjutan, agribisnis, hortikultura, teknologi benih, hingga pengelolaan perkebunan.

Melalui program ini, Petrokimia Gresik berharap dapat melahirkan agronomis muda yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan sektor pertanian nasional. Kehadiran Taruna Makmur diharapkan turut mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan memperkuat upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Mereka akan menjadi perpanjangan tangan perusahaan dalam mendampingi petani, mempercepat adopsi praktik budidaya yang baik, sekaligus mendukung implementasi Program Agrosolution yang berorientasi pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Salah satu Taruna Makmur, Olivian Rizky yang diberangkatkan dalam Batch IX ini menyampaikan terima kasih kepada Petrokimia Gresik karena telah menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk belajar dan terjun ke masyarakat, guna membangun pertanian Indonesia lebih baik.

“Semoga program ini bisa memberikan manfaat besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan ilmu dan memberikan aksi nyata bagi pertanian, sehingga bermanfaat bagi produktivitas pertanian,” ujarnya singkat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Sejak 2022 Petrokimia Gresik Cetak 423 Taruna Makmur, Agronomis Muda Pendukung Swasembada Pangan  Selengkapnya

Jaga Keberlanjutan Produksi Pupuk Nasional, Petrokimia Gresik Teken PJBG dari Lapangan MDA-MBH dan WK Ketapang 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), terus memperkuat ketahanan pasokan gas jangka panjang guna mendukung keberlanjutan produksi pupuk nasional. Upaya ini diwujudkan melalui penguatan kerja sama penyediaan gas dari Lapangan MDA-MBH di Selat Madura dan Wilayah Kerja (WK) Ketapang di Perairan Utara Pulau Madura.

Melalui penguatan kerja sama tersebut, Petrokimia Gresik berpotensi memperoleh tambahan pasokan gas sekitar 30–35 MMSCFD guna memperkuat keandalan operasional perusahaan dalam mendukung keberlanjutan produksi pupuk dan produk agroindustri lainnya hingga 2035.

Langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara Petrokimia Gresik dan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) untuk Lapangan MDA-MBH yang disaksikan langsung Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, serta penandatanganan Head of Agreement (HoA) bersama PC Ketapang II Ltd terkait rencana kerja sama jual beli gas di Wilayah Kerja Ketapang.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, menandatangani langsung kedua kerja sama tersebut bersama para pihak terkait di Tangerang, baru-baru ini.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, menyampaikan bahwa penguatan sinergi antara industri pupuk dan sektor energi merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan nasional.

“Gas bumi merupakan salah satu bahan baku utama dalam proses produksi pupuk. Oleh karena itu, kepastian pasokan gas dan penguatan kolaborasi dengan para pemasok energi merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan untuk menjaga keberlanjutan operasional serta mendukung produktivitas sektor pertanian nasional,” ujar Daconi.

Melalui kerja sama tersebut, Petrokimia Gresik memperkuat kepastian pasokan gas guna mendukung keberlanjutan operasional perusahaan. Penandatanganan HoA bersama PC Ketapang II Ltd juga menjadi langkah awal dalam memperkuat kerja sama strategis penyediaan gas jangka panjang guna memperkuat keandalan pasokan energi perusahaan pada masa mendatang.

Kerja sama tersebut juga mencerminkan komitmen perusahaan secara berkelanjutan dalam membangun sistem pasokan energi yang andal, adaptif, dan berkelanjutan. Daconi menambahkan, kolaborasi antara industri pupuk dan sektor energi memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas produksi pupuk nasional di tengah dinamika industri global.

“Sinergi lintas sektor menjadi fondasi penting untuk memperkuat ketahanan industri nasional. Petrokimia Gresik berkomitmen terus membangun kemitraan strategis yang memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan Indonesia,” tambahnya.

PJBG antara Petrokimia Gresik dan HCML ditandatangani oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob bersama General Manager HCML, Wang Kaifei, yang diwakili oleh VP Marketing, Legal, and Business Support HCML Wahyudin Sunarya. Sedangkan HoA bersama PC Ketapang II Ltd ditandatangani oleh Daconi Khotob bersama Presiden Direktur PC Ketapang II Ltd Yuzaini Md Yusof. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jaga Keberlanjutan Produksi Pupuk Nasional, Petrokimia Gresik Teken PJBG dari Lapangan MDA-MBH dan WK Ketapang  Selengkapnya