Jadikan Hidup Sehat, Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat bersama Petrokimia Gresik

GRESIK,1minute.id – Hidup Sehat sudah menjadi gaya hidup bagi insan PT Petrokimia Gresik dan masyarakat Gresik. Ini terlihat dari antusiasme masyarakat mengikuti jalan sehat bersama PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), 

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-54 Petrokimia Gresik dan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini digelar di tiga wilayah, yakni Gresik pada 12 Juli, Babat, Lamongan pada 2 Agustus, serta Gunungsari, Surabaya, Minggu, 9 Agustus 2026.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa jalan sehat atau fun walk yang rutin digelar setiap tahun merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan dalam mendorong penerapan pola hidup sehat. Menurutnya, kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam menjaga produktivitas dan meningkatkan kualitas hidup.

“Melalui jalan sehat ini, Petrokimia Gresik mengajak peserta untuk membiasakan hidup aktif dan sehat. Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat menjadi momentum untuk membangun kebiasaan berolahraga secara rutin sekaligus menjaga kebugaran tubuh,” ujar Daconi.

Rangkaian jalan sehat tersebut diikuti oleh karyawan Petrokimia Gresik bersama keluarga serta masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Di Gresik, kegiatan menjadi bagian dari aktivitas kebersamaan karyawan dan keluarga, sementara di Babat dan Gunungsari, masyarakat sekitar turut berpartisipasi. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia.

“Kebiasaan hidup sehat dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Kami melihat antusiasme peserta dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga lansia. Semoga kegiatan yang rutin kami laksanakan ini dapat mendorong keluarga untuk semakin aktif berolahraga dan menjaga kesehatan,” kata Daconi

Tidak hanya jalan sehat, Petrokimia Gresik juga menghadirkan berbagai fasilitas pendukung untuk memberikan manfaat lebih luas. Peserta dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, sementara anak-anak dapat menikmati fasilitas permainan yang tersedia di lokasi kegiatan.

Petrokimia Gresik juga menyediakan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk membuka stan dan memasarkan produknya. Kehadiran UMKM tersebut menjadikan kegiatan jalan sehat tidak hanya sebagai sarana olahraga dan silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Lebih lanjut, Daconi mengatakan kegiatan jalan sehat juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara perusahaan dengan insan perusahaan maupun masyarakat di sekitar wilayah operasional. Menurutnya, hubungan yang harmonis menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan.

“Jalan sehat ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang membangun kebersamaan. Di sini masyarakat, karyawan, dan keluarga dapat berbaur dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting bagi Petrokimia Gresik dalam menjalankan amanah, termasuk memastikan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan optimal untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” pungkas Daconi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jadikan Hidup Sehat, Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat bersama Petrokimia Gresik Selengkapnya

Sejak 2022 Petrokimia Gresik Cetak 423 Taruna Makmur, Agronomis Muda Pendukung Swasembada Pangan 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, (Persero), melalui program “Wirakarya Taruna Makmur Batch IX” melepas 50 Taruna Makmur untuk menjalani magang lapangan selama 6 bulan di berbagai daerah, beberapa waktu yang lalu. 

Program ini merupakan upaya perusahaan menyiapkan agronomis muda yang siap mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan swasembada pangan nasional.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo saat pelepasan menyampaikan bahwa, penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. Sejak diinisiasi tahun 2022, Petrokimia Gresik telah mencetak 423 Taruna Makmur.

“Keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana produksi, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Melalui Taruna Makmur, kami ingin menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi agronomi, kemampuan komunikasi, dan pengalaman lapangan sehingga mampu menjadi pendamping petani sekaligus agen perubahan di sektor pertanian,” ujar Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo.

Taruna Makmur merupakan program magang lapangan yang diikuti mahasiswa aktif Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Bogor, Medan, Gowa, Yoma, serta Politeknik LPP Yogyakarta. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mendampingi petani, mengawal budidaya pertanian, serta memperkenalkan berbagai inovasi dan solusi pertanian di lapangan.

Sebelum diterjunkan ke wilayah penugasan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai budidaya pertanian berkelanjutan, teknik komunikasi efektif, pengembangan personal branding, serta pemanfaatan teknologi pertanian terkini. Pembekalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas peserta dalam menjalankan tugas profesional di lapangan.

Selama masa penugasan, para Taruna Makmur akan mendukung pelaksanaan Program Agrosolution Petrokimia Gresik. Mereka bertugas melakukan sosialisasi program kepada petani dan pemangku kepentingan, mengawal penerapan pemupukan berimbang, melakukan pendampingan budidaya, membantu koordinasi antar-stakeholder, serta mengawal pelaksanaan demplot dan administrasi program.

Lebih lanjut Adit menambahkan, sektor pertanian memiliki peran yang sangat strategis bagi ketahanan pangan nasional, kesejahteraan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi. Namun salah satu tantangan besar yang dihadapi pertanian Indonesia adalah regenerasi petani. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Petrokimia Gresik memperkuat regenerasi pertanian di Indonesia.

“Karena itulah kolaborasi menjadi kunci. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, petani, dan pelaku usaha harus terus diperkuat agar kita mampu membangun ekosistem pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,” tandasnya.

Sebanyak 50 Taruna Makmur Batch IX akan ditempatkan di berbagai wilayah kerja Petrokimia Gresik yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bali. Para peserta berasal dari beragam program studi yang relevan dengan sektor pertanian, mulai dari penyuluhan pertanian berkelanjutan, agribisnis, hortikultura, teknologi benih, hingga pengelolaan perkebunan.

Melalui program ini, Petrokimia Gresik berharap dapat melahirkan agronomis muda yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan sektor pertanian nasional. Kehadiran Taruna Makmur diharapkan turut mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan memperkuat upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Mereka akan menjadi perpanjangan tangan perusahaan dalam mendampingi petani, mempercepat adopsi praktik budidaya yang baik, sekaligus mendukung implementasi Program Agrosolution yang berorientasi pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Salah satu Taruna Makmur, Olivian Rizky yang diberangkatkan dalam Batch IX ini menyampaikan terima kasih kepada Petrokimia Gresik karena telah menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk belajar dan terjun ke masyarakat, guna membangun pertanian Indonesia lebih baik.

“Semoga program ini bisa memberikan manfaat besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan ilmu dan memberikan aksi nyata bagi pertanian, sehingga bermanfaat bagi produktivitas pertanian,” ujarnya singkat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Sejak 2022 Petrokimia Gresik Cetak 423 Taruna Makmur, Agronomis Muda Pendukung Swasembada Pangan  Selengkapnya

Jaga Keberlanjutan Produksi Pupuk Nasional, Petrokimia Gresik Teken PJBG dari Lapangan MDA-MBH dan WK Ketapang 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), terus memperkuat ketahanan pasokan gas jangka panjang guna mendukung keberlanjutan produksi pupuk nasional. Upaya ini diwujudkan melalui penguatan kerja sama penyediaan gas dari Lapangan MDA-MBH di Selat Madura dan Wilayah Kerja (WK) Ketapang di Perairan Utara Pulau Madura.

Melalui penguatan kerja sama tersebut, Petrokimia Gresik berpotensi memperoleh tambahan pasokan gas sekitar 30–35 MMSCFD guna memperkuat keandalan operasional perusahaan dalam mendukung keberlanjutan produksi pupuk dan produk agroindustri lainnya hingga 2035.

Langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara Petrokimia Gresik dan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) untuk Lapangan MDA-MBH yang disaksikan langsung Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, serta penandatanganan Head of Agreement (HoA) bersama PC Ketapang II Ltd terkait rencana kerja sama jual beli gas di Wilayah Kerja Ketapang.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, menandatangani langsung kedua kerja sama tersebut bersama para pihak terkait di Tangerang, baru-baru ini.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, menyampaikan bahwa penguatan sinergi antara industri pupuk dan sektor energi merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan nasional.

“Gas bumi merupakan salah satu bahan baku utama dalam proses produksi pupuk. Oleh karena itu, kepastian pasokan gas dan penguatan kolaborasi dengan para pemasok energi merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan untuk menjaga keberlanjutan operasional serta mendukung produktivitas sektor pertanian nasional,” ujar Daconi.

Melalui kerja sama tersebut, Petrokimia Gresik memperkuat kepastian pasokan gas guna mendukung keberlanjutan operasional perusahaan. Penandatanganan HoA bersama PC Ketapang II Ltd juga menjadi langkah awal dalam memperkuat kerja sama strategis penyediaan gas jangka panjang guna memperkuat keandalan pasokan energi perusahaan pada masa mendatang.

Kerja sama tersebut juga mencerminkan komitmen perusahaan secara berkelanjutan dalam membangun sistem pasokan energi yang andal, adaptif, dan berkelanjutan. Daconi menambahkan, kolaborasi antara industri pupuk dan sektor energi memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas produksi pupuk nasional di tengah dinamika industri global.

“Sinergi lintas sektor menjadi fondasi penting untuk memperkuat ketahanan industri nasional. Petrokimia Gresik berkomitmen terus membangun kemitraan strategis yang memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan Indonesia,” tambahnya.

PJBG antara Petrokimia Gresik dan HCML ditandatangani oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob bersama General Manager HCML, Wang Kaifei, yang diwakili oleh VP Marketing, Legal, and Business Support HCML Wahyudin Sunarya. Sedangkan HoA bersama PC Ketapang II Ltd ditandatangani oleh Daconi Khotob bersama Presiden Direktur PC Ketapang II Ltd Yuzaini Md Yusof. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jaga Keberlanjutan Produksi Pupuk Nasional, Petrokimia Gresik Teken PJBG dari Lapangan MDA-MBH dan WK Ketapang  Selengkapnya

Stok Pupuk Musim Tanam April – September 2026 Aman, Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 219.648 ton.

Ketersediaan stok ini menjadi salah satu indikator kesiapan perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi dan menjamin ketersediaan pupuk bagi petani di tengah dinamika global yang berdampak pada rantai pasok bahan baku industri pupuk dunia.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan bahwa Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani selama musim tanam berlangsung.

Berbagai langkah tersebut dilakukan melalui optimalisasi fasilitas produksi dan operasional perusahaan untuk menjaga kontinuitas produksi pupuk, penguatan stok pupuk bersubsidi, serta dukungan jaringan distribusi nasional Pupuk Indonesia Group agar pupuk tersedia tepat waktu bagi petani.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga terus memperkuat antisipasi terhadap berbagai dinamika global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok bahan baku industri pupuk dunia. “Perubahan kondisi global dan potensi gangguan jalur logistik internasional menjadi perhatian industri pupuk dunia. Namun Petrokimia Gresik tetap berupaya optimal dalam memproduksi pupuk sehingga ketersediaan pupuk bagi petani tetap terjaga,” ujar Daconi di Surabaya, Jawa Timur pada Selasa, 12 Mei 2026.

Sebagai langkah antisipasi, Petrokimia Gresik memperkuat strategi pengadaan bahan baku, di antaranya melalui diversifikasi negara asal suplai phosphate rock, potash, dan sulphur, serta optimalisasi pasokan sulphuric acid dari produksi dalam negeri. Selain itu, perusahaan juga melakukan optimalisasi kontrak pengadaan jangka panjang serta mempercepat pengamanan stok bahan baku untuk kebutuhan enam hingga dua belas bulan ke depan guna menjaga keberlanjutan produksi.

“Di sisi operasional, Petrokimia Gresik memastikan kesiapan fasilitas produksi dan operasional perusahaan agar produksi pupuk tetap berjalan optimal untuk mendukung kebutuhan musim tanam nasional,” tandas Daconi.

Sementara itu, per 10 Mei 2026 Petrokimia Gresik memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi tetap terjaga untuk mendukung kebutuhan musim tanam. Terdiri dari Urea bersubsidi sebesar 32.054 ton, NPK Phonska 166.324 ton, pupuk organik Petroganik sebesar 16.611 ton, ZA 2.720 ton, dan SP-36 1.939 ton.

“Stok ini telah tersedia pada jaringan distribusi Pupuk Indonesia dan siap disalurkan kepada penerima di PPTS (Penerima Pupuk pada Titik Serah) sesuai ketentuan yang berlaku. Kami berharap petani tidak perlu khawatir, musim tanam April–September bisa dijalani dengan optimal,” ujar Daconi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Pemerintah telah banyak melakukan perubahan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi. Perubahan ini sebagai upaya untuk memberikan kemudahan akses petani terhadap pupuk bersubsidi.

Perubahan tersebut diantaranya penyederhanaan regulasi, dari 145 aturan dipangkas menjadi satu peraturan induk, yaitu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, kemudian disempurnakan dengan Perpres 113/2025. Melengkapi peraturan induk tersebut, terbit juga Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025 sebagian peraturan pelaksanaannya.

Penyederhanaan ini mendukung kelancaran distribusi pupuk ke seluruh Indonesia, sehingga berjalan semakin efektif dan tepat waktu. Selain itu mampu mendukung tingginya penyerapan pupuk bersubsidi di awal tahun. Bahkan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi nasional per 10 Mei 2026 mencapai 3,46 juta ton atau 35 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar 9,85 juta ton. Realisasi tersebut juga tercatat lebih tinggi 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Ia juga memastikan PI Group berkomitmen melakukan pengawasan ketat agar Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) disiplin menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah diturunkan Pemerintah sebesar 20 persen untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi. Hal ini, tambahnya, menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Lebih lanjut ia mengimbau, penebusan harus dilakukan di PPTS atau kios resmi sehingga petani mendapatkan produk asli. Saat ini banyak sekali oknum yang tidak bertanggung jawab menawarkan produk palsu, umumnya dengan iming-iming harga lebih murah. Petani harus berhati-hati agar tidak tertipu dan tetap mendapatkan hasil optimal dalam budidayanya.

“Petrokimia Gresik berkomitmen menjaga keberlangsungan produksi dan ketersediaan pupuk nasional di tengah tantangan global. Kami ingin memastikan kebutuhan pupuk petani tetap terpenuhi sehingga produktivitas pertanian nasional dapat terus terjaga,” tutupnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Stok Pupuk Musim Tanam April – September 2026 Aman, Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi  Selengkapnya

Program Pestani Petrokimia Gresik Terbukti Naikkan 15 % Pendapatan & 10 % Produktivitas Melon Pantura Jatim

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 210 petani di wilayah Pantura Jawa Timur mengikuti program “Pestani Melon Pantura”. Program yang diinisiasi oleh Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia  berhasil meningkatkan produktivitas petani melon di wilayah Pantura Jawa Timur hingga 10 persen. Program ini juga mendorong peningkatan pendapatan petani rata-rata sebesar 15 persen dalam satu siklus budidaya.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo, dalam kegiatan Panen Raya & Apresiasi Pestani Melon Pantura di Tuban, Jawa Timur menyampaikan bahwa program Pestani ini merupakan stimulus yang diberikan Petrokimia Gresik untuk mendorong petani meningkatkan produktivitas dan kualitas melon, serta pendapatan mereka. Keberhasilan pertanian, tambahnya, merupakan fondasi bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

“Progam ini menjadi gerakan kolaboratif antara Petrokimia Gresik dan petani. Di sini dapat kita saksikan bahwa inovasi, disiplin budidaya dan penggunaan pupuk yang tepat mampu menghasilkan melon dengan ukuran besar dan rasa manis yang optimal,” ujar Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo pada Selasa, 7 April 2026.

Pestani Melon Pantura merupakan ajang kompetisi budidaya melon yang melibatkan petani mulai dari tahap penanaman, perawatan, hingga panen. Lomba ini diikuti ratusan petani dari wilayah Pantura, mulai dari Kabupaten Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Ngawi, hingga Kabupaten Gresik.

Peserta mendapatkan dukungan paket tanam atau sarana produksi pertanian dari Petrokimia Gresik, di antaranya pupuk Phonska Lite, K-Plus, Phonska Cair, Phosgreen, ZA Plus, dan Petro Biofertil. Melalui kegiatan ini, petani dapat membuktikan langsung bahwa penggunaan produk Petrokimia Gresik berkontribusi terhadap peningkatan hasil panen dan kualitas komoditas.

Penilaian lomba meliputi tiga aspek utama, yaitu berat buah, tingkat kemanisan (brix), dan dokumentasi budidaya. Peserta juga ditantang menghasilkan melon dengan bobot mendekati 5,4 kilogram, selaras dengan usia Petrokimia Gresik yang ke-54 pada 10 Juli 2026 mendatang.

Sementara itu, kegiatan ini mampu meningkatkan produktivitas petani melon Pantura dari rata-rata 18 ton menjadi 20 ton per hektare. Selain itu, pendapatan petani juga meningkat dalam satu siklus budidaya menjadi rata-rata Rp 22 juta.

“Kami berharap keberhasilan dan tata cara budidaya para peserta lomba ini dapat ditiru petani melon lainnya, sehingga manfaat dari program ini semakin luas dan berkelanjutan,” ujar Adit.

Pestani yang digelar Petrokimia Gresik di Pantura ini merupakan program ketiga yang telah dijalankan perusahaan. Sebelumnya, Pestani menyasar petani komoditas kentang di Dieng Raya serta petani semangka di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur. Sama seperti di Pantura, program ini juga mampu meningkatkan produktivitas pertanian hortikultura di kedua wilayah tersebut.

“Kami ingin menegaskan komitmen Petrokimia Gresik untuk terus menjadi mitra strategis petani, tidak hanya sebagai penyedia pupuk, tetapi juga sebagai sahabat untuk tumbuh bersama dalam meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, dan kesejahteraan petani,” ujar Adit.

Sementara itu, Juara 1 Pestani Melon Pantura Suhartoyo, mengungkapkan, lomba Pestani ini menjadikan petani melon yang ada di kawasan Pantura Jawa Timur semakin berwawasan dalam menghadapi tantangan. Terlebih saat budidaya untuk lomba digelar kemarin cuaca cukup ekstrem.

“Penggunaan produk-produk Petrokimia Gresik mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas, khususnya berat buah melon. Pertumbuhannya lebih bagus dibandingkan musim sebelumnya, dengan cuaca yang sama. Pupuk dari Petrokimia Gresik, mampu menjadi solusi terbaik,” ujar Suhartoyo, petani melon sekaligus Kepala Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.

Adapun dalam momen apresiasi lomba ini juga diselenggarakan panen raya melon hasil demonstration plot, penandatanganan mural sebagai simbol komitmen pengembangan budidaya melon berdaya saing, pawai tumpeng melon, serta wiwarah atau berbagi sebanyak 540 kilogram melon kepada masyarakat. Melon yang dibagikan kepada masyarakat umum ini merupakan hasil budidaya peserta lomba, dimana jumlahnya juga identik dengan usia Petrokimia Gresik tahun ini.

“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar Petrokimia Gresik di usia ke-54 tahun semakin lancar, serta terus memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani dan masyarakat,” tutup Adit. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Program Pestani Petrokimia Gresik Terbukti Naikkan 15 % Pendapatan & 10 % Produktivitas Melon Pantura Jatim Selengkapnya

Pupuk Indonesia Gelar Safari Ramadan,  Petrokimia Gresik Saluran Santunan Rp 1,5 Miliar 

GRESIK,1minute.id –  Petrokimia Gresik menjadi tuan rumah Safari Ramadan yang digelar PT Pupuk Indonesia (Persero). Dalam kegiatan ini, Pupuk Indonesia bersama Petrokimia Gresik menyalurkan santunan kepada ribuan masyarakat. Total bantuan yang diberikan Petrokimia Gresik sebagai perusahaan Solusi Agroindustri di bulan suci Ramadan tembus Rp 1,52 miliar.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Gresik sehingga Pupuk Indonesia dan Petrokimia Gresik mampu menjalankan amanah menyalurkan pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia dengan baik. Tugas ini menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Ini adalah Safari Ramadan yang ketiga Pupuk Indonesia. Dengan Safari Ramadan ini kita bisa membangun silaturahmi, membangun kekompakan, dan berbagi keberkahan. Banyak sekali keberkahan yang diberikan kepada masyarakat. Tolong Petrokimia Gresik dijaga dengan baik. Dengan gejolak dunia seperti saat ini, Indonesia bisa tetap menjaga ketahanan pangannya. Ini karena kita mempunyai industri (pupuk, Red) yang besar,” ujar Rahmad.

Adapun keberkahan yang disalurkan dalam Safari Ramadan kali ini antara lain santunan untuk 1.455 guru Taman Pendidikan Quran (TPQ) yang ada di Gresik dengan total Rp 218,3 juta; kemudian santunan untuk 73 Imam Rawatib masjid dan musala sebesar Rp 109,5 juta; santunan 80 anak yatim dan 15 anak didik dari Perkumpulan Istri Karyawan Petrokimia Gresik (PIKA-PG) sebesar Rp 23,8 juta.

Berikutnya, Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia juga menyerahkan 500 paket sembako kepada abang becak dan masyarakat sekitar perusahaan. Setiap paket berisi 1 liter minyak goreng, 3 kilogram beras, dan 1 kilogram gula. 

Selain itu, perusahaan juga memberikan 270 Alquran untuk 27 musala di sekitar perusahaan. Bantuan ini juga merupakan kolaborasi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Petrokimia Gresik dan Serikat Karyawan Petrokimia Gresik (SKPG).

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk rasa syukur dan terima kasih perusahaan kepada masyarakat Gresik. Petrokimia Gresik sebagai bagian dari Pupuk Indonesia menyadari bahwa keberadaan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari masyarakat di sekitarnya.

“Karena itu, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat yang nyata, sekaligus menjaga hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar sebagai bagian dari keberlanjutan perusahaan,” katanya.

Daconi menambahkan, bantuan dalam Safari Ramadan ini melengkapi program kepedulian yang sebelumnya telah dijalankan Petrokimia Gresik selama bulan Ramadan. 

Sebelumnya, Petrokimia Gresik telah menyalurkan bantuan kepada 16 masjid dan 77 musala di sekitar perusahaan, serta 23 pondok pesantren dan 27 panti asuhan di Kabupaten Gresik. Adapun total bantuan yang diberikan Petrokimia Gresik selama bulan puasa ini mencapai Rp1,52 miliar.

“Kami juga menggelar silaturahmi Safari Ramadan dengan buka bersama dan tarawih di masjid-masjid sekitar perusahaan. Kami hadir di tengah-tengah masyarakat dan memberikan bantuan operasional sehingga masjid-masjid tersebut semakin semarak di momen Ramadan,” tandas Daconi.

Terakhir, ia berharap masyarakat dapat terus memberikan doa dan dukungan kepada perusahaan sehingga Petrokimia Gresik dapat terus menjalankan amanah dalam memajukan pertanian Indonesia.

“Kami berharap setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini dapat menjadi benih kebaikan yang kelak tumbuh dan memberi manfaat bagi lingkungan serta generasi yang akan datang. Setiap kepedulian yang kita tanam hari ini akan tumbuh menjadi kebaikan yang menguatkan kebersamaan dan menghadirkan harapan,” tutupnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pupuk Indonesia Gelar Safari Ramadan,  Petrokimia Gresik Saluran Santunan Rp 1,5 Miliar  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gelar Bazar Ramadan LONTAR, UMKM Masyarakat sekitar Bertumbuh

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia kembali menggelar “Bazar Ramadan LONTAR (Kelompok Jajanan Masyarakat Sekitar)” sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. 

Kegiatan ini dibuka oleh Vice President (VP) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik Kadek Ardhika Widya Kresna, baru-baru ini mewakili Direksi. 

“Kita memanfaatkan tradisi masyarakat berburu takjil selama Ramadan. Kita fasilitasi ibu-ibu yang mempunyai usaha jajanan sekitar perusahaan untuk meningkatkan pendapatan mereka. Bazar ini digelar di halaman Kantor Pusat Petrokimia Gresik selama dua hari. Ada ribuan karyawan dan masyarakat yang siap berburu takjil di bazar ini,” demikian disampaikan Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, terpisah.

Bazar Ramadan LONTAR merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Petrokimia Gresik sejak 2023. Seluruh stan yang hadir dalam bazar ini merupakan kelompok binaan perusahaan yang tergabung dalam LONTAR, yaitu kelompok UMKM yang bergerak di bidang kuliner dan jajanan masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah penjualan mereka dalam program bazar tahunan ini terus meningkat. Kegiatan ini membawa berkah dan senyuman bagi UMKM yang menjadi peserta. Apalagi saat ini menyambut Lebaran, mereka senang karena pendapatannya bertambah melalui keikutsertaannya di bazar,” tandasnya.

Daconi pun berharap LONTAR dapat terus berkembang menjadi kelompok usaha yang berdaya saing, serta mampu menjadi wadah peningkatan ekonomi bagi warga di sekitar perusahaan. Selain membuka peluang pemasaran bagi pelaku UMKM, bazar ini juga menjadi ruang interaksi antara masyarakat, pemerintah desa/kelurahan, dan insan perusahaan.

Program LONTAR, jelasnya, lahir dari pelatihan pembuatan kue kering dan basah yang diadakan Petrokimia Gresik dengan menghadirkan pemateri kompeten. Dari pelatihan tersebut, ibu-ibu perwakilan dari tujuh kelurahan dan satu desa mulai membentuk kelompok usaha kecil yang kemudian berkembang menjadi LONTAR, yaitu Kelurahan Kroman, Karangturi, Karangpoh, Lumpur, Tlogopojok, Ngipik, Sukorame, serta Desa Roomo.

“Kami berharap ke depannya, LONTAR dapat terus berkembang dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari program ini. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, insya Allah kita bisa mewujudkan ekonomi kerakyatan yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi,” pungkas Daconi. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Petrokimia Gresik Gelar Bazar Ramadan LONTAR, UMKM Masyarakat sekitar Bertumbuh Selengkapnya

Plong..! Ikhtiar Bupati Gresik Perjuangkan Pupuk Subsidi Tambak Disetujui Komisi IV DPR RI

GRESIK,1minute.id – Ikhtiar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani agar pupuk subsidi kembali menyentuh sektor budidaya perikanan akhirnya membuahkan hasil. Dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI di Kabupaten Gresik pada Senin 23 Februari 2026 dipastikan bahwa pupuk bersubsidi untuk pembudidaya ikan resmi dialokasikan kembali pada tahun 2026.

Dalam forum tersebut, Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa beberapa tahun terakhir menjadi masa penuh kegelisahan bagi para petambak akibat pencabutan subsidi pupuk sektor perikanan.

“Beberapa tahun belakangan ini kami mengalami kegelisahan. Kabupaten Gresik memiliki lebih dari 28 ribu hektare lahan budidaya. Ketika pupuk subsidi dicabut, dampaknya sangat terasa. Bandeng tidak tumbuh optimal karena budidaya ikan tradisional sangat bergantung pada pupuk untuk menumbuhkan plankton,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Kabupaten Gresik merupakan salah satu lumbung pangan nasional dari sektor perikanan, baik budidaya, tangkap, maupun pengolahan dan pemasaran. Luas lahan budidaya tercatat 28.653,27 hektare, terdiri dari tambak payau seluas 15.601,26 hektare dan tambak tawar 13.052,01 hektare. Jumlah pembudidaya mencapai 20.279 orang, terdiri dari 15.729 pemilik tambak dan 4.550 pandega, yang tersebar di 16 kecamatan.

Produksi perikanan budidaya, Gresik tahun 2025 mencapai 160.439 ton dengan nilai produksi sebesar Rp 3,54 triliun. Khusus komoditas bandeng, produksi diperkirakan mencapai sekitar 90.000 ton per tahun.

“Kalau harga bandeng rata-rata Rp 10.000 per kilogram, hampir Rp900 miliar berputar di sektor tambak saja. Jadi ini ekonomi rakyat,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto, menyampaikan bahwa aspirasi Pemerintah Kabupaten Gresik telah dibahas dalam Panja Pupuk di Petrokimia dan resmi masuk dalam rekomendasi subsidi nasional.

“Alhamdulillah, tahun ini kebutuhan pupuk untuk budidaya perikanan sudah masuk dalam program subsidi sekitar 29.500 ton secara nasional. Ke depan kami akan fokus pada pembenahan data agar distribusi tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan seperti sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Haeru Rahayu, menyampaikan permohonan maaf atas kondisi dua tahun terakhir yang berdampak pada pembudidaya. “Atas nama pemerintah kami mohon maaf. Tahun ini secara nasional dialokasikan hampir Rp300 miliar untuk pupuk budidaya,” jelasnya.

Sebagai informasi, tahun 2026 ini telah dialokasikan pupuk bersubsidi pada sektor perikanan bagi pembudidaya ikan di Kabupaten Gresik. Yakni pupuk urea sebesar 4.721 ton, pupuk SP36 sebesar 4.598 ton dan pupuk organik sebesar 506 ton.

Karena itu, ditekankan juga pentingnya optimalisasi penyerapan kuota agar tidak terjadi sisa alokasi. Dukungan dari sisi distribusi dan sistem juga ditegaskan oleh Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia, Dwi Satriyo Annurogo. Ia memastikan bahwa sistem distribusi pupuk kini telah terdigitalisasi penuh.

“Setiap penebusan pupuk di kios langsung tercatat dan terhubung secara real-time dengan sistem pusat. Alokasi otomatis terpotong sesuai kuota. Sistem siap dan stok dalam kondisi aman,” terangnya.

Di sisi lain, aspirasi petambak turut mengemuka. Sholiq, petambak asal Desa Betoyo Guci, menyampaikan apresiasi atas kembalinya subsidi pupuk, namun juga mengingatkan potensi anjloknya harga saat panen raya.

“Kalau produksi naik tapi panen bersamaan, harga bandeng bisa turun sampai Rp5.000 per kilo. Kami mohon stabilitas harga juga diperhatikan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Fandi Akhmad Yani mendorong penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir. Selain memastikan pupuk tersedia, Pemkab Gresik juga mendorong peningkatan konsumsi ikan melalui berbagai program serta penguatan distribusi berbasis desa.

“Kami memiliki Koperasi Desa Merah Putih hampir di seluruh desa. Jika dilibatkan dalam distribusi pupuk subsidi, rantai pasok bisa lebih efektif dan ekonomi desa ikut bergerak,” tambahnya. (*)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Plong..! Ikhtiar Bupati Gresik Perjuangkan Pupuk Subsidi Tambak Disetujui Komisi IV DPR RI Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gandeng Himbara Implementasi Program Digital SCF untuk Memperkuat Ekosistem Rantai Pasok

GRESIK,1minute.id –  Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, terus memperkuat transformasi bisnis dengan mengimplementasikan program digital Supply Chain Financing (SCF). Program dengan menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ini dirancang untuk memperkuat ekosistem rantai pasok di perusahaan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo di Gresik, Jawa Timur, baru-baru ini. Dijelaskan Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo, SCF merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan pembayaran serta memperkuat ketahanan finansial mitra usaha.

“Implementasi SCF ini juga terbukti mampu mendukung kelancaran pasokan barang dan jasa, sehingga proses produksi dan distribusi ke depan dapat berjalan semakin baik dan lancar dalam upaya melanjutkan swasembada pangan nasional,” ujar Adit.

Ia menambahkan, implementasi SCF juga sejalan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta komitmen perusahaan dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan. Dengan demikian, transformasi ini mampu memperkuat kolaborasi jangka panjang dan meningkatkan daya saing ekosistem usaha Petrokimia Gresik.

Skema SCF ini, jelasnya, memungkinkan mitra kerja memperoleh percepatan pembayaran atas tagihan yang telah terverifikasi dengan biaya pembiayaan yang lebih kompetitif. Dengan peran perusahaan sebagai anchor company, SCF mampu memberikan kepastian arus kas bagi pemasok serta mendukung kelancaran operasional di seluruh ekosistem grup.

Petrokimia Gresik juga sudah mengembangkan skema Supply Chain Financing melalui pemanfaatan sistem digital terintegrasi serta kerja sama dengan lembaga keuangan, agar manfaat SCF dapat dirasakan lebih luas oleh seluruh mitra dalam ekosistem perusahaan.

“Program ini tidak hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi mitra usaha sebagai bagian penting dari rantai pasok perusahaan,” tutup Adit. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Petrokimia Gresik Gandeng Himbara Implementasi Program Digital SCF untuk Memperkuat Ekosistem Rantai Pasok Selengkapnya

Program “Gagah” Petrokimia Gresik Siapkan SDM Lokal Andal di Sektor Industri 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menggelar pelatihan dan sertifikasi operator forklift kelas 2 yang diikuti masyarakat sekitar perusahaan. Acara dibuka oleh Vice President (VP) Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik Rama Yusron Harbiansyah mewakili Direktur Utama Daconi Khotob di Gresik, baru-baru ini.

Pelatih bersertifikasi ini wujud komitmen Petrokimia Gresik mendukung Pemerintah dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang andal di sektor industri melalui program Gagah (Generasi Andalan Gresik Ahli dan Handal). 

Terpisah, Daconi Khotob menyampaikan bahwa Kabupaten Gresik dikenal sebagai Kota Industri. Dan pertumbuhan sektor ini ke depan bisa dipastikan semakin pesat, apalagi sejak Pemerintah Pusat menetapkan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau kawasan industri terintegrasi di Kecamatan Manyar. Karena itu, kebutuhan tenaga kerja andal dan bersertifikat di Gresik nantinya akan semakin besar.

“Percepatan industrialisasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi masyarakat lokal, agar mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu berperan aktif dan bersaing,” ujar Daconi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, program Gagah selaras dengan berkembangnya kawasan industri dan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja tersertifikasi di Kabupaten Gresik. Tahun ini terdapat 17 peserta dari 8 kelurahan/desa ring I serta perwakilan masyarakat Gresik yang mengikuti program Gagah berupa pelatihan dan sertifikasi operator forklift kelas 2.

Terakhir, Daconi menambahkan program Gagah menjadi jembatan penting dalam memperkuat hubungan baik yang telah terjalin antara Petrokimia Gresik dan Pemkab Gresik. Sinergi ini tidak hanya menghasilkan tenaga kerja kompeten, tetapi juga membangun ekosistem industri yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

“Semoga program ini menjadi pijakan bagi masyarakat Gresik untuk menata masa depan yang lebih baik. Setiap peserta adalah generasi yang kelak akan menjadi kebanggaan keluarga, daerah, dan bangsa,” tutupnya.

Sementara, Rama Yusron Harbiansyah menjelaskan, setiap peserta akan menjalani pelatihan intensif selama 10 hari, terdiri dari tiga hari materi teori, enam hari praktik, dan satu hari uji kompetensi yang dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik.

Melalui program ini, diharapkan seluruh peserta dapat menyelesaikan pelatihan dengan baik dan bisa mendapatkan Surat Izin Operator (SIO) atau lisensi resmi operator forklift. Dengan demikian, seluruh peserta memiliki peluang kerja yang lebih luas seiring dengan semakin majunya sektor industri di Kabupaten Gresik.

“Petrokimia Gresik dalam kegiatan ini berkolaborasi dengan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Gresik melalui Disnaker dalam rangka peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di sekitar perusahaan,” kata Rama. (yad)

Program “Gagah” Petrokimia Gresik Siapkan SDM Lokal Andal di Sektor Industri  Selengkapnya