Pertama di Malang, TAMENG, Living Lab Berbasis Masyarakat Binaan Petrokimia Gresik 

GRESIK,1minute.id – Tawangargo Smart-Eco Farming Village atau juga dikenal dengan nama TAMENG kini bertransformasi menjadi Living Lab berbasis masyarakat sebagai Model Kolaborasi Inklusif dalam inovasi berkelanjutan, dan menjadi yang pertama dikembangkan oleh petani binaan Petrokimia Gresik di Kabupaten Malang.

Tawangargo Smart-Eco Farming Village telah berhasil menjadi solusi pertanian hortikultura dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Mampu mendongkrak produktivitas hortikultura ini terus berkembang.

“Living Lab ini digerakkan langsung oleh masyarakat. Di sini kami sebagai petani bukan hanya menjadi objek, tapi bertindak sebagai subjek yang melakukan penelitian dan uji coba nyata untuk pertanian berkelanjutan,” ujar Karmukit, salah satu local hero program TAMENG di Malang pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Sebagai Living Lab, tambahnya, TAMENG sekarang telah menjadi wadah bagi petani, peneliti, mahasiswa, hingga komunitas duduk bersama untuk menghadirkan solusi pertanian. Di sini ide-ide diuji, teknologi sederhana diterapkan, dan inovasi lahir dari upaya bersama untuk membuat perubahan. Berbagai kolaborasi dilakukan dengan tujuan meningkatkan praktik pertanian berkelanjutan. 

“Banyak sekali transformasi yang kami lakukan. Alhamdulilah TAMENG sekarang berkembang menjadi research center berbasis komunitas dari yang awalnya hanya desa hortikultura biasa. Pertanian dan peternakan di wilayah ini sekarang terintegrasi dengan wisata edukasi pertanian. TAMENG membuktikan bahwa desa bisa menjadi pusat inovasi. TAMENG menjadi inspirasi bahwa masa depan pertanian Indonesia bisa dimulai dari desa,” ujar Karmukit.

Program ini dimulai tahun 2022, melibatkan 35 petani yang tergabung dalam kelompok Agronova Vision. TAMENG sejak awal didukung oleh Petrokimia Gresik, untuk mengajak petani menerapkan teknik climate smart agriculture yang tidak hanya menjaga keberlanjutan pertanian hortikultura, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani. Kegiatan ini mencakup seluruh proses dari mulai pembibitan, persemaian, penanaman, panen, hingga penjualan.

Program ini sekarang terus berkembang dan bertransformasi menjadi pusat hortikultura yang modern dan ramah lingkungan diantaranya penggunaan solar cell untuk menghidupkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti pompa air, water drip, sprinkle dan lainnya. TAMENG saat ini juga memiliki rumah pengolahan limbah.

Para petani TAMENG memiliki aktivitas dalam mengelola limbah pertanian maupun rumah tangga dengan pemilahan organik dan anorganik. Limbah organik yang berasal dari limbah panen sayur diolah menjadi berbagai produk seperti plant booster (POC), agensia hayati, dan pakan ternak.

Selain itu, limbah sayur yang masih layak konsumsi dimanfaatkan oleh istri petani menjadi berbagai macam produk olahan seperti mie sayur, keripik sayur, dodol sayur, dan lainnya. Selain itu, kelompok juga membuka warung bagi pengunjung dengan memanfaatkan hasil panen di area Program TAMENG.

“Khusus limbah anorganik dikelola langsung oleh Bank Sampah dan dijual kepada pengepul. Kami juga memilah limbah B3 untuk dipisahkan agar tidak berbahaya,” ujar Karmukit.

Sementara untuk meningkatkan pendapatan, tambahnya, kelompok mengembangkan lini usaha peternakan dengan budidaya domba serta budidaya ikan dan azolla. Selain itu, kelompok juga mengembangkan budidaya cacing untuk menghasilkan pupuk kascing serta cacing yang dimanfaatkan sebagai pakan ikan. Selain itu, budidaya kascing juga mampu menyerap limbah pertanian.

Petani binaan juga mengembangkan kawasan agrowisata sebagai sarana edukasi sekaligus rekreasi bagi masyarakat luas. Wisatawan merasakan pengalaman langsung memetik sayur dan buah segar dari kebun. Kegiatan ini dilengkapi dengan paket edukasi pertanian ramah lingkungan, pelatihan sederhana tentang budidaya hortikultura, hingga pengenalan produk olahan hasil panen.

Program TAMENG yang telah dipilih oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia untuk program Closed Loop, atau program kolaborasi multi-stakeholder ini juga menggandeng BUMDes Sumber Rejeki sebagai kios produk pertanian guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Produk Agronova Vision seperti plant booster dan agensia hayati juga dijual di kios BUMDes.

“Living Lab ini menjadikan TAMENG sebagai ekosistem pertanian hortikultura dari hulu hingga hilir yang mampu meningkatkan kemandirian petani, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” tutup Karmukit.

Terakhir, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan dan pendampingan yang diberikan Petrokimia Gresik kepada petani TAMENG dari awal program ini hingga sekarang. Disampaikannya, Petrokimia Gresik senantiasa mendorong untuk kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan setiap tantangan.

“Berkat dukungan dan pendampingan ini, TAMENG tidak hanya menjadi solusi pertanian hortikultura yang selalu dihadapkan pada problem perubahan iklim, tapi memiliki peran lebih besar lagi dalam mendukung kemajuan pertanian di Tanah Air dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” pungkasnya. (yad)

Pertama di Malang, TAMENG, Living Lab Berbasis Masyarakat Binaan Petrokimia Gresik  Selengkapnya

Dirut Petrokimia Gresik Blusukan ke Desa, Pastikan Penerapan Teknologi Pemupukan dengan Drone Lebih Ekonomis dan Efisien 

GRESIK,1minute.id – Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob melakukan blusukan ke sejumlah daerah di Jawa Timur. Blusukan yang dilakukan oleh manajemen perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu untuk memastikan kualitas pupuk organik dan penerapan teknologi pertanian modern berkelanjutan yang dijalankan perusahaan agar berjalan optimal. 

Sambang desa itu menyambut musim tanam Oktober 2025-Maret 2026 (Okmar). Kunjungan dilakukan oleh Direktur Utama, Daconi Khotob ke budidaya pertanian dengan Teknologi Petro Spring di Madiun, dan ke Mitra Petroganik di Jombang, baru-baru ini.

Daconi menyampaikan bahwa teknologi pertanian modern saat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung keberlanjutan pertanian di Indonesia. Selain meningkatkan produktivitas pertanian, pemanfaatan teknologi pada sektor pertanian juga mampu menjadi magnet atau daya tarik bagi generasi muda, mengingat saat ini problem regenerasi petani merupakan tantangan bersama.

“Penggunaan teknologi pada sektor pertanian saat ini merupakan keniscayaan. Generasi muda sangat akrab dengan teknologi, sehingga akan menarik minat untuk aktif memajukan pertanian Tanah Air di masa mendatang. Penggunaan teknologi juga mampu meningkatkan produktivitas melalui budidaya yang efektif dan efisien,” ujar Daconi.

Melalui program Makmur Petrokimia Gresik di Madiun, perusahaan menerapkan teknologi Petro Spring di dua titik budidaya, masing-masing di Desa Tiron dan Banjarsari, Kabupaten Madiun, dengan total luas lahan 10 hektare (ha).

Salah satu teknologi Petro Spring yang diterapkan di Madiun yaitu pemupukan menggunakan drone. Teknologi ini terbukti mampu menghemat tenaga, waktu, hingga biaya. Dengan cara manual pemupukan lahan 10 ha membutuhkan tenaga buruh tani sebanyak 12 orang, dengan waktu pemupukan 4 hari dan total ongkos Rp 7 juta, sementara dengan pemanfaatan drone pemupukan di lahan yang sama hanya membutuhkan tenaga dua orang, waktu 8 jam, dan biaya Rp 6 juta.

“Budidaya yang efektif dan efisien ini akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani. Biaya operasional berkurang, waktu kerja lebih singkat, dan hasil lebih optimal. Kami berharap penerapan teknologi Petro Spring dapat terus diduplikasi dan menjadi contoh bagi petani di wilayah lain,” tambah Daconi.

Sementara di Jombang, Daconi mengunjungi mitra Petroganik. Ia memastikan kualitas pupuk organik yang diproduksi mitra sesuai dengan standar, sehingga pengaplikasiannya mampu memberikan dampak positif bagi pertanian berkelanjutan.

“Kita tahu saat ini Petroganik menjadi salah satu pupuk bersubsidi. Dengan kualitas terjaga, pupuk organik ini mampu memberikan dampak positif bagi kesuburan tanah untuk jangka yang panjang,” ujarnya.

Daconi menambahkan, masa depan pertanian Indonesia yang berkelanjutan, tidak hanya membutuhkan teknologi modern semata. Petani juga harus mampu menjaga kesuburan tanah, untuk hasil optimal melalui penggunaan pupuk organik.

Daconi menegaskan bahwa keberlanjutan pertanian Indonesia tidak hanya bertumpu pada teknologi modern untuk hasil optimal, tetapi juga pada pengelolaan kesuburan tanah secara alami melalui penggunaan pupuk organik.

“Kombinasi antara teknologi dan kesuburan tanah yang terjaga akan menghasilkan pertanian yang tangguh dan produktif, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga swasembada pangan nasional,” pungkasnya. (yad)

Dirut Petrokimia Gresik Blusukan ke Desa, Pastikan Penerapan Teknologi Pemupukan dengan Drone Lebih Ekonomis dan Efisien  Selengkapnya

Musim Tanam Okmar, Petrokimia Gresik Siapkan 441 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi

GRESIK,1minute.id – Musim tanam Oktober-Maret (Okmar) para petani tidak perlu risau. Pasalnya, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk bersubsidi nasional sebanyak 441.581 ton.

Stok yang melebihi ketentuan ini sebagai bentuk dukungan Petrokimia Gresik untuk meningkatkan produktivitas petani dalam rangka menjaga swasembada beras.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat menyampaikan Indonesia telah mencatat sejarah baru di tahun 2025. 

Produksi beras dan cadangan pangan nasional berada pada titik tertinggi, menjadikan Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi juga mulai mengekspor beras. Untuk terus meningkatkan produktivitas beras nasional, Petrokimia Gresik menyediakan pupuk bersubsidi di atas ketentuan minimum Pemerintah.

“Stok tersebut akan didistribusikan sesuai dengan tata kelola baru yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025 sebagian peraturan pelaksanaannya. Stok tersebut akan disalurkan kepada petani yang terdaftar,” ujar Daconi di Gresik, Jawa Timur pada Sabtu, 4 Oktober 2025.

Ia menambahkan, stok per 1 Oktober 2025 tersebut terdiri dari pupuk Urea sebanyak 39.606 ton, kemudian NPK Phonska 377.887 ton, pupuk Organik 20.900 ton, dan pupuk ZA 3.188. Daconi memastikan ketersediaan yang sudah tersebar di gudang-gudang tingkat Kabupaten/Kota tersebut telah melebihi ketentuan minimum Pemerintah dan dapat dengan mudah ditebus oleh petani.

“Kami berharap petani terdaftar mengoptimalkan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2025 sebanyak 9,55 juta ton. Karena itu stok pupuk bersubsidi yang disiapkan agar segera ditebus untuk hasil pertanian yang maksimal,” ujar Daconi.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Petrokimia Gresik juga menyiapkan stok pupuk nonsubsidi sebanyak 32.619 ton sebagai upaya untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian. Stok tersebut terdiri dari pupuk Urea 4.283 ton, NPK Phonska 18.118 ton, pupuk Organik 35 ton, dan ZA sebanyak 10.183 ton.

Ketersediaan stok pupuk non subsidi ini menjadi solusi bagi petani yang tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi. Hal tersebut dikarenakan pupuk bersubsidi hanya bisa didapatkan petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), petani yang menggarap lahan maksimal dua hektar, dan sepuluh komoditas yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kakao, kopi, tebu rakyat, dan ubi kayu (singkong).

“Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia akan terus menjaga amanah dalam menyediakan pupuk bagi petani, kami berharap, pelaksanaan musim tanam Oktober – Maret bisa berjalan baik, produktivitas meningkat, dan Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia seperti yang dicita-citakan Presiden Indonesia,” kata Daconi.

Terpisah, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo menyatakan, pihaknya siap mendukung implementasi elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) tahun 2026. Digitalisasi ini akan menjadikan tata kelola pupuk bersubsidi lebih transparan, akuntabel, dan efisien.

”Kami menyadari, keberhasilan program ini hanya dapat dicapai melalui komunikasi yang intensif, koordinasi yang solid, dan semangat gotong royong. Pupuk Indonesia Grup termasuk Petrokimia Gresik siap mendukung penuh,” demikian ungkap Adityo dalam Sosialisasi Penyaluran Pupuk Organik Subsidi di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), baru-baru ini.

Ia menambahkan, Pupuk Indonesia Grup mendukung penuh program ketahanan pangan yang telah menjadi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Salah satu upayanya dengan menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi termasuk pupuk organik Petroganik. Menurutnya, pupuk organik subsidi atau yang dikenal Petroganik memiliki manfaat dalam menjaga kesuburan tanah, memperbaiki struktur lahan, meningkatkan efisiensi pupuk, serta menjaga keberlanjutan ekosistem pertanian.

“Kolaborasi lintas lembaga menjadi penting untuk memastikan serapan pupuk bersubsidi termasuk organik berjalan optimal di lapangan. Langkah ini dirancang agar diseminasi informasi, edukasi pemupukan, serta pengawalan penebusan pada kios resmi atau yang sekarang disebut titik serah (PPTS) dapat berlangsung merata,” ujarnya. (yad)

Musim Tanam Okmar, Petrokimia Gresik Siapkan 441 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi Selengkapnya

Batik Bangsawan, UMKM Binaan Petrokimia Gresik Tembus Pasar New York

GRESIK,1minute.id – Batik Bangsawan, salah satu UMKM binaan Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia naik kelas, go internasional. Batik tulis berpusat di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik yang telah mengantongi sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) Ini pun meraih penghargaan Platinum pada ajang Bina Mitra UMKM Award 2025.

Keberhasilan Batik Bangsawan menembus pasar internasional, Thailand hingga New York, Amerika Serikat ini berkat pemanfaatan platform digital. Keberhasilan Batik Bangsawan ini, mempertegas komitmen Petrokimia Gresik dalam mendukung keberlangsungan usaha batik di Tanah Air.

Bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional, Petrokimia Gresik terus mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan agar mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. “Batik bukan sekadar warisan budaya bangsa, tetapi juga telah menjadi produk yang mampu menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob di Gresik, Jawa Timur pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Saat ini, Petrokimia Gresik membina delapan UMKM batik dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Adapun delapan mitra binaan batik Petrokimia Gresik antara lain Batik Bangsawan, Zulpah Batik, Batik Zaenal Gedog, Batik Tulis Sari Warni, Mekar Sari, Hamdan Batik, Kidang Kencana Rizki, dan Batik Sari Kenongo. Mereka berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, yaitu Gresik, Bangkalan, Tuban, Madiun, Rembang, dan Sidoarjo.

Petrokimia Gresik memberikan pendampingan komprehensif, mulai dari akses permodalan melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK), memberikan kesempatan mitra untuk mengenalkan produk masyarakat luas melalui pameran dan bazar, memfasilitasi mitra untuk promosi dan menjual produknya melalui UMKM Corner dan pusat perbelanjaan, melakukan pendampingan untuk mendapatkan perizinan maupun sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Sejumlah mitra bahkan telah kami ikutsertakan dalam ajang internasional, Seperti Indonesian Investment Forum di Copenhagen, Denmark tahun 2024, KTT ASEAN di Labuan Bajo dan G20 di Bali beberapa waktu lalu. Selain memperkenalkan batik kepada dunia, kami juga ingin produk mitra binaan kami mampu menembus pasar global” ungkap Daconi Khotob. 

Lebih lanjut Daconi mengungkapkan, sejumlah produk batik dari mitra binaan kini semakin diminati pasar mancanegara. Batik Bangsawan, misalnya, yang sebelumnya hanya dipasarkan di Gresik dan sekitarnya, kini telah menembus pasar nasional bahkan internasional, termasuk Thailand dan New York, berkat pemanfaatan platform digital.

“Melalui pendampingan dari Petrokimia Gresik, produksi Batik Bangsawan meningkat signifikan, jumlah karyawan bertambah, omzetnya naik dan tentunya sekarang lebih dikenal dibandingkan sebelum mendapatkan pembinaan. Yang cukup membanggakan, Batik Bangsawan bersama Batik Gedog Zaenal meraih penghargaan Platinum pada ajang Bina Mitra UMKM Award 2025,” jelas Daconi.

Terakhir, ia berharap masyarakat mendukung UMKM batik di Indonesia. Dikatakannya, dalam keindahan batik terpancar kecintaan terhadap tanah air. Ia pun mengajak masyarakat di momen Hari Batik Nasional ini untuk menunjukkan kecintaan dan dedikasi kepada Bangsa Indonesia dengan berbatik.

“Dengan mengenakan batik, kita menghargai dan melestarikan warisan budaya nenek moyang. Selain itu juga memberdayakan ekonomi kerakyatan melalui pelaku usaha batik yang saat ini ada di Indonesia,” tutupnya. (yad)

Batik Bangsawan, UMKM Binaan Petrokimia Gresik Tembus Pasar New York Selengkapnya

INTHERVAL, Inovasi Insan Petrokimia Gresika Bisa Optimalkan Gas Buang Pabrik jadi Energi Alternatif 

GRESIK,1minute.id – Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia melalui inovasi “INTHERVAL” (Integrated Thermal Valorization System for Fuel Recovery in Process Boilers) berhasil mengubah gas buang pabrik menjadi sumber energi alternatif. 

Inovasi inipun mendapatkan penghargaan Rintisan Teknologi (Rintek) untuk kategori Teknologi Proses Industri Manufaktur dari Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, sebagai industri yang memiliki 36 pabrik tentu tidak bisa terlepas dari dampak lingkungan. Inovasi INTHERVAL merupakan solusi untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari pabrik di Petrokimia Gresik dan sekaligus mengubahnya menjadi produk bernilai tambah.

“Teknologi hijau ini juga menjadi komitmen perusahaan untuk menunjang suksesnya program Pemerintah Net Zero Emission (NZE) yang dipercepat di tahun 2050,” demikian disampaikan Daconi saat di Gresik, Jawa Timur pada Senin, 29 September 2025.

Ia menjelaskan, melalui inovasi INTHERVAL, perusahaan mampu mengonversi gas buangan pabrik menjadi bahan bakar proses boiler. Selama ini, gas sisa yang masih mengandung komponen bernilai kalor tinggi dibuang tanpa pemanfaatan lebih lanjut.

Daconi mencontohkan, gas buangan yang mengandung hidrogen dan metana, sebelumnya dibuang sebagai limbah, sekarang bisa digunakan kembali sebagai sumber energi. Melalui penerapan inovasi ini, energy losses yang sebelumnya mencapai 5.340 Millions of British Thermal Units (MMBTU) setiap bulan berhasil ditekan menjadi hanya 51 MMBTU per bulan, mencatatkan pengurangan sebesar 99 persen dari pemborosan energi.

“Optimalisasi gas buangan ini dilakukan pada Package Boiler dan Waste Heat Boiler, menjadikan limbah sebagai energi alternatif. Inovasi ini mampu memberi nilai tambah pada limbah, menghemat biaya energi, serta menekan dampak lingkungan dan mengurangi energy losses,” ujar Daconi.

Ia pun memastikan inovasi efisiensi energi yang serupa akan diimplementasikan di unit lain di Petrokimia Gresik. Dengan demikian, manfaat yang didapatkan dari inovasi ini semakin besar lagi dan memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Daconi juga memastikan siap berkolaborasi dengan sektor industri lain untuk pemanfaatan limbah menjadi energi.

“Inovasi INTHERVAL menjadi bukti kepeloporan Petrokimia Gresik dalam inovasi berkelanjutan untuk mewujudkan swasembada pangan nasional sesuai cita-cita Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita,” pungkas Daconi.

Sementara itu, penghargaan Rintek merupakan bentuk konkret dukungan Pemerintah kepada pelaku industri untuk meningkatkan penguasaan teknologi, termasuk dalam teknologi industri berbasis lingkungan. Adapun peningkatan teknologi industri akan membuat industri nasional mampu bersaing di pasar dalam negeri maupun internasional. (yad)

INTHERVAL, Inovasi Insan Petrokimia Gresika Bisa Optimalkan Gas Buang Pabrik jadi Energi Alternatif  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Bakti Pelosok Negeri di Pulau Telango, Madura untuk Memperkuat Infrastruktur, Pendidikan & Kesehatan

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 53 karyawan Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia melakukan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pulau Talango Tengah dan Talango Aeng di Kabupaten Sumenep, Madura. Program TJSL bertajuk “PG Bakti Pelosok Negeri” ini sebagai ikhtiar memperkuat infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.  Program pengabdian masyarakat ini diselenggarakan selama lima hari, 18–22 Agustus 2025.

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan, bahwa Petrokimia Gresik merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini dengan banyak berkontribusi bagi masyarakat. Bulan Agustus ini, generasi muda Petrokimia Gresik mengikuti program community action “Ajang Kolaborasi Seluruh Insan (AKSI)” yang diinisiasi Pupuk Indonesia di Banyuwangi. Dan sekarang, mereka juga berkontribusi langsung untuk masyarakat di Pulau Talango Tengah dan Talango Aeng melalui program “PG Bakti Pelosok Negeri”.

“Pulau Talango Tengah memiliki akses transportasi yang terbilang terbatas. Menuju pulau yang berada di ujung timur Madura tersebut hanya bisa melalui jalur laut dengan waktu tempuh antara 5 hingga 6 jam. Insan Petrokimia Gresik berbagi bersama masyarakat selama lima hari di sana. Kami berkomitmen tidak hanya berorientasi pada profit, sebagai bagian dari BUMN, Petrokimia Gresik juga harus mampu bermanfaat bagi masyarakat, termasuk di Pulau Talango Tengah dan Talango Aeng,” ujar Daconi pada Senin, 25 Agustus 2025.

Sementara, Ketua HUT Ke-53 Petrokimia Gresik Chandra Budiman menambahkan Petrokimia Gresik di Talango Tengah dan Talango Aeng melakukan perbaikan sejumlah fasilitas umum, diantaranya pembangunan dermaga apung di Talango Aeng. Berikutnya juga melakukan pembangunan Welcome Sign di Talango Tengah; dan pemberian bantuan berupa kWh meter untuk warga kurang mampu sebanyak 30 unit di Pulau Talango Tengah maupun Talango Aeng.

Adapun di bidang pendidikan, Talango memiliki 150 siswa dan terdapat dua sekolah, yaitu Sekolah Dasar Negeri (SDN) Talango Tengah, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Jazirah dan Madrasah Diniyah Takmilayah Awwaliah Al-Syarif. Di sini, Insan Petrokimia Gresik juga melakukan peremajaan untuk ruang kelas SD, MI, dan Madin serta mess untuk guru SDN Talango Tengah. Petrokimia Gresik juga membangun pagar untuk sekolah MI.

“Tidak hanya memperbaiki fasilitas, Insan Petrokimia Gresik juga berupaya memberikan motivasi agar anak-anak Talango Tengah dan Talango Aeng bersemangat meraih mimpi-mimpinya melalui pembelajaran outdoor untuk siswa SD maupun MI,” ungkap Chandra.

Berikutnya Petrokimia Gresik juga menyediakan fasilitas cek kesehatan gratis untuk masyarakat. Program ini kerja sama Petrokimia Gresik dengan Puskesmas Raas. Selain itu, karyawan juga memberikan penyuluhan kesehatan untuk masyarakat Talango Tengah. Karena kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga.

Lebih lanjut ia menjelaskan, program PG Bakti Pelosok Negeri ini merupakan bagian dari rangkaian ulang tahun Petrokimia Gresik yang ke-53 dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini adalah bentuk nyata komitmen Petrokimia Gresik untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

“Tahun ini merupakan penyelenggaraan kegiatan yang ketiga, dan kami merasa sangat bersyukur bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Talango Tengah dan Talango Aeng. Insan Petrokimia Gresik penuh semangat turun langsung, berbagi tenaga, pengetahuan, dan kepedulian di Talango Tengah dan Talango Aeng,” ujar Chandra.

Terakhir Daconi menambahkan, Petrokimia Gresik juga membaur bersama masyarakat melalui lomba 17an. Suasana terlihat hangat, dan mampu meningkatkan semangat nasionalisme baik itu dari Insan Petrokimia Gresik maupun masyarakat.

“Petrokimia Gresik harus mampu menghargai jasa para pahlawan kemerdekaan melalui kontribusi positif bagi masyarakat. Karena kelancaran bisnis perusahaan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional tidak lepas dari doa dan dukungan masyarakat,” tutup Daconi. (yad)

Petrokimia Gresik Bakti Pelosok Negeri di Pulau Telango, Madura untuk Memperkuat Infrastruktur, Pendidikan & Kesehatan Selengkapnya

Karyawati Goes to Zona Tameng Petrokimia Gresik Berdayakan Petani Perempuan di Malang

GRESIK,1minute.id – Karyawati Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia turun ke lapangan untuk memberdayakan petani perempuan sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. 

Peran aktif insan perempuan Petrokimia Gresik bagian Program bertajuk “Karyawati Goes to Zona Tameng” dan menjadi rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-53 Petrokimia Gresik ini direalisasikan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan bahwa Petrokimia Gresik sebagai motor penggerak terwujudnya swasembada pangan nasional senantiasa mengoptimalkan semua potensi yang dimiliki perusahaan. Tidak hanya melalui penyediaan pupuk berkualitas dan penyaluran pupuk bersubsidi, dukungan tersebut saat ini diberikan melalui peran aktif karyawati dalam pemberdayaan petani perempuan.

“Petrokimia Gresik melalui Karyawati Goes to Zona Tameng berupaya memperkuat peran perempuan dalam industri pertanian, sehingga mampu berkontribusi bagi kesejahteraan dan swasembada pangan nasional. Program ini selaras dengan visi Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto dalam Asta Cita, yaitu mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan yang ditarget tahun 2028,” tandas Daconi pada Minggu, 20 Agustus 2025.

Sebanyak 21 karyawati memberikan pendampingan, edukasi dan inspirasi bagi petani perempuan binaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tawangargo Smart-Eco Farming Village (Tameng) di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Para karyawati berupaya menguatkan peran perempuan dengan memberikan pengetahuan mengenai pemasaran digital, izin edar, dan pengemasan produk.

Dalam kegiatan ini karyawati juga mengikuti panen bersama. Selain itu juga membangun customer intimacy, serta menggali tantangan-tantangan yang dihadapi petani perempuan untuk dirumuskan solusi-solusinya. 

Sementara itu, Ketua HUT Ke-53 Petrokimia Gresik Chandra Budiman menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian HUT perusahaan. Kegiatan ini akan memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan melalui sesi materi yang dibawakan oleh para relawan pengajar. Dalam sesi tersebut, para petani perempuan akan memperoleh informasi tentang pertanian dan pengelolaan hasil pertanian.

“Petani perempuan juga diperkenalkan dengan ide pengolahan hasil tani untuk tanaman cabai menjadi produk bernilai tambah, guna meningkatkan nilai jual dan meminimalisasi hasil panen yang terbuang. Selain itu, para relawan pengajar juga akan membagikan wawasan mengenai budidaya ikan lele dan nila, serta memperkenalkan produk Petrofish yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas dalam budidaya,” ujarnya. (yad)

Karyawati Goes to Zona Tameng Petrokimia Gresik Berdayakan Petani Perempuan di Malang Selengkapnya

Petrokimia Gresik Peduli, Bekali Nelayan Pelatihan Kegawatdaruratan dan Pemeriksaan Kesehatan 

GRESIK,1minute.id – Profesi nelayan penuh tantangan. Penghasilan juga pasang surut. Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia turun tangan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Nelayanku Sehat” berupaya meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan di Kelurahan Lumpur, Gresik, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. 

Program ini direalisasikan dengan pemberian pengetahuan tanggap darurat dan basic life support serta pemeriksaan kesehatan gratis untuk para nelayan yang ada di sekitar perusahaan.

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan bahwa, keselamatan dan kesehatan merupakan kebutuhan dasar agar setiap kepala keluarga nelayan bisa bekerja optimal. Mengingat risiko nelayan saat melaut tidak bisa diremehkan.

“Jangankan pergi melaut, untuk kegiatan ringan saja kita sudah pasti kesulitan jika dalam kondisi sakit. Melalui program ini, kami berharap para nelayan bisa melaut dengan optimal, hasil melimpah, dan pulang dengan selamat untuk kesejahteraan anggota,” tandas Daconi.

“Nelayanku Sehat” ini diikuti oleh sekitar 100 nelayan yang tergabung dalam lima kelompok nelayan di Kelurahan Lumpur, yaitu Bale Pasusukan, Bale Purbo, Bale Wonorejo, Bale Cilik, dan Bale Gede. Mereka tampak antusias mengikuti pembekalan pengetahuan tanggap darurat di laut dari para penyuluh.

Setelah itu, ratusan nelayan tersebut mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang disiapkan perusahaan. Dalam program ini, Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Rumah Sakit Grha Husada.

Berikutnya, Petrokimia Gresik juga menyerahkan bantuan dana dengan total nilai Rp100 juta untuk mendukung perbaikan lima balai nelayan. Selain itu, perusahaan juga memberikan Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) berupa safety jacket dan pelampung, Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) jinjing untuk di kapal, serta kotak P3K untuk di balai nelayan.

“Petrokimia Gresik rutin dan secara kontinu memberikan bantuan untuk nelayan di sekitar perusahaan, khususnya di Kelurahan Lumpur yang sebagian besar warganya berprofesi sebagai nelayan. Bantuan tersebut bentuknya beragam sesuai dengan kebutuhan setiap kelompok nelayan,” ujarnya.

Terakhir, Daconi menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan nelayan kepada Petrokimia Gresik sehingga operasionalnya lancar dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional, sesuai cita-cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Asta Cita.

“Kontribusi untuk nelayan ini sekaligus menjadi bentuk terima kasih kami terhadap nelayan. Kami berharap dukungan nelayan terus diberikan, dan kami berkomitmen semakin maju perusahaan semakin besar pula kontribusinya untuk masyarakat, termasuk nelayan,” pungkasnya. (yad)

Petrokimia Gresik Peduli, Bekali Nelayan Pelatihan Kegawatdaruratan dan Pemeriksaan Kesehatan  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Siapkan Stok Pupuk 508 Ribu Ton, Dukung Tata baru Pupuk Bersubsidi 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mendukung kebijakan baru tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi melalui ketersediaan stok melebihi ketentuan minimum yang diatur Pemerintah. 

Hal ini disampaikan oleh Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik, Johanes Barus dalam “Sosialisasi Akbar Penerima Pupuk Bersubsidi pada Titik Serah se-Jawa Timur Bersama Kementerian Pertanian” di Gresik, Jawa Timur pada Selasa, 29 Juli 2025.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Perkumpulan Pengecer Pupuk Indonesia, Khilmi. Per 29 Juli 2025, Petrokimia Gresik menyediakan stok pupuk bersubsidi nasional sebanyak 508.216 ton. Terdiri dari pupuk Urea sebanyak 77.978 ton, NPK sebesar 405.468 ton , dan pupuk Organik 24.770 ton.

Johanes menyampaikan bahwa, Petrokimia Gresik meyakini skema tata kelola pupuk bersubsidi yang baru ini akan menjadi tonggak penting yang mendorong produktivitas dan kesejahteraan petani secara signifikan. Inisiatif ini juga menjadi langkah penting dalam mewujudkan swasembada beras di tahun 2028, yang dicita-citakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam Asta Cita.

“Kebijakan baru ini telah memangkas 145 aturan dan persetujuan lintas Kementerian hingga kepala daerah. Saat ini hanya melibatkan Kementan, Pupuk Indonesia, dan gapoktan (gabungan kelompok tani) atau kios/pengecer. Tata kelola baru ini memastikan pupuk bersubsidi lebih tepat sasaran serta mudah diakses oleh petani,” tandas Johanes.

Perubahan tata kelola pupuk bersubsidi diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi dan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025 sebagai peraturan pelaksanaannya. Sebagai penyesuaian atas kebijakan tersebut, penyaluran dilakukan melalui Pelaku Usaha Distribusi (PUD) sampai ke Penerima Pupuk di Titik Serah (PPTS). Untuk mendukung pelaksanaannya, tambahnya, dilakukan pembaruan fitur penebusan di i-Pubers yang mencakup penguatan monitoring dan tracking.

Johanes mengungkapkan, kebijakan tersebut telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas petani dan kinerja produksi beras nasional sepanjang tahun 2025. Hal ini terlihat pada lonjakan serapan beras Perum Bulog yang mencapai 1,3 juta ton hanya dalam satu bulan. Angka yang melampaui rata-rata serapan tahunan selama tujuh tahun terakhir. 

Berikutnya, tambah Johanes, penyaluran pupuk bersubsidi nasional per 24 Juli 2025 telah mencapai 4,27 juta ton, mencakup 44,7% dari total alokasi pemerintah 9,55 juta ton. “Petrokimia Gresik siap sepenuhnya bersama Pupuk Indonesia menjalankan mekanisme baru penyaluran pupuk bersubsidi, memastikan efisiensi dan ketepatan sasaran hingga ke titik serah, juga menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi dengan menjaga stok yang memadai di seluruh lini, sehingga pasokan aman untuk mendukung produktivitas pertanian nasional,” tandasnya.

Terakhir, Johanes mengungkapkan Petrokimia Gresik telah bersiap menyongsong rencana masuknya pupuk ZA ke dalam skema subsidi. Saat ini, Petrokimia Gresik menyiapkan fasilitas dan sarana produksi agar dapat memproduksi pupuk ZA dengan baik sesuai dengan penugasan Pemerintah.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Heru Suseno mengungkapkan bahwa, problem pertanian yang selama ini banyak muncul adalah pupuk, meskipun ketersediaan pupuknya ada. Namun, problem tersebut teratasi dengan adanya perbaikan-perbaikan pada tata kelola pupuk bersubsidi.

“Pada akhir tahun 2024 sudah ada perbaikan-perbaikan, dan pada tahun 2025 bulan Januari petani sudah bisa menerima pupuk bersubsidi dengan baik. Sampai bulan Juli ini capaian pupuk kita (Jawa Timur), mulai dari Urea, NPK, pupuk Organik itu sudah 46,05 persen. Paling besar di Indonesia,” ujar Heru.

Sementara itu, sosialisasi ini dihadiri oleh 1.451 perwakilan kios, 50 penyuluh pertanian, dan 30 petani percontohan dari seluruh Jawa Timur. Sosialisasi ini menjadi komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan program penyaluran pupuk bersubsidi dan memajukan sektor pertanian nasional. (yad)

Petrokimia Gresik Siapkan Stok Pupuk 508 Ribu Ton, Dukung Tata baru Pupuk Bersubsidi  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Berikan Beasiswa Petani Muda, Daconi Khotob : Pertanian Memiliki Masa Depan yang Cerah

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia membagikan beasiswa Petani Muda kepada 50 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan rumpun pertanian. Setiap siswa mendapatkan beasiswa Rp 6 juta. 

Penerima beasiswa khusus siswa kelas XII itu berasal dari 28 lembaga pendidikan memiliki akreditasi A di Jawa Timur. Mereka adalah perwakilan pelajar berprestasi yang dikirim oleh pihak sekolah, dan telah melewati proses seleksi yang terdiri dari seleksi administrasi, penulisan esai, dan ujian kemampuan dasar secara daring. Setiap peserta menerima uang pendidikan sebesar Rp 500.000 per bulan selama setahun, atau total Rp 6 juta.

Menurut Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan jumlah petani. “Dengan memberikan stimulus kepada generasi muda, paling tidak memotivasi mereka bahwa pertanian itu memiliki masa depan yang cerah,” ujarnya.

Beasiswa ini merupakan program rutin yang dijalankan perusahaan selama empat tahun terakhir. Total ada 200 beasiswa yang disalurkan sejak program ini diinisiasi tahun 2022. Beasiswa ini disalurkan dalam rangka meningkatkan minat anak muda pada bidang agripreneur dan pertanian modern. “Program ini sekaligus strategi Petrokimia Gresik dalam mendukung Pemerintah untuk regenerasi petani di tanah air dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional berkelanjutan,” kata Daconi.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  memberikan apresiasi atas program Beasiswa Petani Muda yang disalurkan untuk pelajar SMK pertanian. “Kaderisasi merupakan kunci kemajuan negara, termasuk sektor pertanian. Kita terus mendorong adanyanya program beasiswa ini untuk menjadikan pertanian semakin maju dan modern untuk produktivitas semakin optimal,” ujarnya saat menghadiri Petro Agrifood Expo 2025. 

PAE 2025 di Kebun Percobaan (Buncob) Petrokimia Gresik digelar selama tiga hari, mulai Jumat 25 Juli 2025 hingga Minggu, 27 Juli 2025. Petik buah dan sayuran kegiatan ini paling ditunggu-tunggu masyarakat Gresik dan sekitarnya di gelar pada Minggu, 27 Juli 2025. (yad)

Petrokimia Gresik Berikan Beasiswa Petani Muda, Daconi Khotob : Pertanian Memiliki Masa Depan yang Cerah Selengkapnya