Tambah Pasokan dari Smelter Manyar, Petrokimia Gresik dan Freeport Jaga Keberlanjutan Pupuk Nasional

GRESIK1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), bersama MIND ID dan PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkuat sinergi penyediaan bahan baku pupuk untuk menjaga keberlanjutan produksi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Penguatan sinergi tersebut dilakukan melalui rencana peningkatan pasokan asam sulfat dari Smelter Manyar PTFI dibahas dalam pertemuan ketiga perusahaan di Kantor MIND ID, Jakarta pada Rabu, 9 September 2026.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan, Petrokimia Gresik saat ini telah memiliki kerja sama dengan PTFI terkait penyediaan dan penyerapan asam sulfat dari PTFI Smelting untuk periode 2026–2028. Seiring telah beroperasinya Smelter Manyar PTFI, kedua perusahaan terus mematangkan rencana peningkatan kerja sama melalui tambahan pasokan bahan baku tersebut.

“Asam sulfat merupakan salah satu bahan baku utama Petrokimia Gresik selain gas alam. Karena itu, kepastian dan keandalan pasokannya sangat penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pupuk. Tambahan pasokan dari dalam negeri akan semakin memperkuat keandalan produksi pupuk nasional, terutama untuk memenuhi penugasan pemerintah dalam penyediaan Pupuk,” ujar Daconi.

Asam sulfat digunakan dalam rantai produksi sejumlah produk pupuk Petrokimia Gresik, antara lain NPK, SP-36, dan ZA. Karena itu, kepastian pasokan bahan baku tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan operasional dan kontinuitas produksi pupuk untuk mendukung produktivitas pertanian serta ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan hasil pembahasan dalam pertemuan tersebut, Petrokimia Gresik dan PTFI akan menindaklanjuti dan mengupayakan tambahan pasokan asam sulfat dari Smelter Manyar secara bertahap. Selain tambahan pasokan dari Smelter Manyar, Petrokimia Gresik dan PTFI juga membahas keberlanjutan pasokan asam sulfat dari PTFI Smelting.

Penguatan sumber pasokan dari dalam negeri tersebut diharapkan semakin meningkatkan ketahanan rantai pasok bahan baku Petrokimia Gresik. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari mitigasi risiko disrupsi rantai pasok global, termasuk yang dapat dipengaruhi oleh dinamika dan ketegangan geopolitik, sehingga kontinuitas produksi pupuk untuk mendukung ketahanan pangan nasional dapat tetap terjaga.

Daconi menambahkan, kolaborasi Petrokimia Gresik, MIND ID, dan PTFI juga mencerminkan sinergi antarsektor industri dalam memperkuat ekosistem hilirisasi nasional. Produk hasil hilirisasi mineral PTFI dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi industri pupuk yang memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan Indonesia.

Upaya peningkatan sinergi tersebut turut mendapat dukungan MIND ID yang akan memfasilitasi koordinasi tindak lanjut kerja sama PTFI dan Petrokimia Gresik. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong sinergi antar-BUMN, optimalisasi pemanfaatan produk hasil hilirisasi mineral, serta keberlanjutan industri pupuk nasional.

“Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana hilirisasi mineral di dalam negeri dapat memberikan manfaat bagi sektor strategis lainnya. Bagi Petrokimia Gresik, sinergi ini memperkuat keandalan pasokan bahan baku sekaligus meningkatkan ketahanan rantai pasok di tengah dinamika global. Pada akhirnya, kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat industri nasional, mendukung produktivitas pertanian, dan menjaga ketahanan pangan Indonesia,” pungkas Daconi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tambah Pasokan dari Smelter Manyar, Petrokimia Gresik dan Freeport Jaga Keberlanjutan Pupuk Nasional Selengkapnya

Petrokimia Gresik Dongkrak Produktivitas Bawang Merah Nganjuk 12 Persen Lewat Pestani 

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), memperkuat dukungannya terhadap pengembangan bawang merah unggulan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, melalui program “Pestani Bawang Merah Nyawiji”. 

Program yang melibatkan 120 petani dari enam kecamatan di Nganjuk dilaksanakan pada Senin, 7 September 2026. Demonstration plot (demplot) yang menjadi bagian dari program, produktivitas bawang merah mencapai 20 ton per hektare, meningkat hingga 12 persen dibandingkan panen sebelumnya sebesar 18 ton per hektare.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo mengatakan, bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, peningkatan produktivitas dan kualitas komoditas ini menjadi penting, tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga dalam menjaga ketersediaan pangan.

“Petrokimia Gresik ingin hadir lebih dekat dengan petani. Kami tidak ingin berhenti pada penyediaan pupuk, tetapi juga terus mendorong edukasi pemupukan berimbang, layanan uji tanah, pendampingan budidaya, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir. Semangat tersebut salah satunya kami wujudkan melalui Program Pestani,” ujar Adityo yang akrab disapa Adit ini.

Jawa Timur memiliki peran strategis dalam produksi bawang merah nasional. Pada 2024, produksi bawang merah di Jawa Timur mencapai 476.666 ton dari luas panen sekitar 53.681 hektare. Sementara itu, produksi bawang merah nasional mencapai 2.085.721 ton dengan luas panen 188.561 hektare. Data tersebut menunjukkan posisi penting Jawa Timur dalam menopang produksi bawang merah nasional.

Di dalam ekosistem tersebut, Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu sentra utama bawang merah. Potensi ini semakin kuat dengan keberadaan varietas lokal unggulan Tajuk atau Tanaman Asli Nganjuk yang dikenal memiliki kualitas umbi unggul, warna menarik, ukuran seragam, serta daya simpan yang baik. Dalam sambutannya, Adit menyampaikan bahwa Nganjuk menempati posisi kedua nasional dari sisi produksi bawang merah, sementara varietas Tajuk menempati posisi nomor satu nasional sebagai benih bawang merah.

“Pestani bukan sekadar kompetisi. Pestani kami hadirkan sebagai ruang bagi para petani untuk belajar, berbagi pengalaman, membangun kolaborasi, sekaligus menunjukkan praktik budidaya terbaik pada komoditas unggulan daerah. Hari ini, semangat tersebut kita bawa melalui Pestani Bawang Merah Nyawiji di Kabupaten Nganjuk dengan mengangkat varietas lokal unggulan, yakni Tajuk,” kata Adit.

Pestani Bawang Merah Nyawiji diikuti 120 petani dari enam kecamatan, yaitu Wilangan, Bagor, Rejoso, Nganjuk, Sukomoro, dan Gondang. Rangkaian program berlangsung sejak Maret hingga September 2026 melalui kompetisi budidaya bawang merah secara langsung di lapangan.

Melalui kompetisi tersebut, petani didorong untuk menerapkan praktik budidaya secara lebih optimal sekaligus menghasilkan bawang merah dengan kualitas yang semakin baik. Penilaian kompetisi mencakup keseragaman umbi, berat hasil panen, serta dokumentasi budidaya. Parameter tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong petani untuk memperhatikan kualitas hasil secara lebih terukur, tidak hanya mengejar kuantitas produksi.

Hasil penerapan budidaya tersebut salah satunya ditunjukkan melalui demplot Pestani Bawang Merah Nyawiji. Produktivitas bawang merah pada demplot mencapai 20 ton per hektare, meningkat 11-12 persen dibandingkan panen sebelumnya sebesar 18 ton per hektare.

“Capaian ini menunjukkan bahwa penerapan budidaya yang tepat, pemenuhan nutrisi tanaman secara optimal, serta pendampingan yang konsisten memiliki potensi memberikan hasil yang lebih baik bagi petani. Praktik-praktik terbaik seperti inilah yang ingin terus kami kembangkan dan sebarkan melalui Pestani,” ujar Adit.

Dalam budidayanya, para peserta Pestani mengaplikasikan sejumlah produk Petrokimia Gresik, yaitu Phonska Lite, K Plus, Phonska Cair, Phonska Oca Plus, ZA Plus, SP-36 Petro, Petro Biofertil, dan Petroganik Premium sebagai sumber nutrisi tanaman bawang merah.

Adapun nama “Nyawiji” memiliki makna menyatukan langkah. Bagi Petrokimia Gresik, semangat tersebut sejalan dengan pendekatan Pestani yang mengedepankan kolaborasi, pendampingan, serta pembelajaran langsung di lahan. Praktik-praktik budidaya terbaik yang dihasilkan dari program ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran sekaligus dikembangkan lebih luas oleh petani lainnya.

“Kata Nyawiji memiliki makna yang sangat kuat. Untuk memajukan pertanian, kita harus menyatukan langkah antara petani, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, Pestani Bawang Merah Nyawiji kami harapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat bawang merah Nganjuk,” tutur Adit.

Rangkaian Pestani Bawang Merah Nyawiji juga diisi dengan sarasehan bersama petani dan pemangku kepentingan, panen bersama, serta pemberian penghargaan kepada petani berprestasi. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat interaksi dan kolaborasi sekaligus memberikan apresiasi terhadap kerja keras, semangat, dan dedikasi petani selama mengikuti program.

Di tempat yang sama, petani asal Kecamatan Gondang, Suheri menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan Petrokimia Gresik kepada petani bawang merah di Kabupaten Nganjuk. Ia berharap peningkatan produktivitas yang dihasilkan dari program tersebut dapat memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

“Kami dalam kegiatan ini mendapatkan informasi terkait pupuk-pupuk nonsubsidi yang terbukti mendorong peningkatan produktivitas bawang merah. Alhamdulillah tanaman hasilnya berkualitas,” ujar Suheri.

Sementara itu, Pestani tidak hanya dikembangkan pada komoditas bawang merah. Program ini telah diterapkan pada sejumlah komoditas unggulan di berbagai wilayah Jawa Timur. Selain Pestani Bawang Merah Nyawiji di Nganjuk, terdapat Pestani Rawit yang mencakup Malang, Probolinggo, Mojokerto, Kediri, dan Blitar; Pestani Melon Pantura di Tuban, Ngawi, Bojonegoro, Gresik, dan Lamongan; serta Pestani Semangka Tapal Kuda di Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.

Sebaran tersebut menjadi bagian dari pendekatan Petrokimia Gresik dalam menjalankan pemberdayaan petani yang disesuaikan dengan potensi komoditas unggulan di masing-masing wilayah.

“Petrokimia Gresik berkomitmen untuk terus tumbuh dan berkembang bersama petani. Kami percaya, ketika petani semakin produktif dan sejahtera, maka pertanian akan semakin kuat. Dan ketika pertanian semakin kuat, ketahanan pangan Jawa Timur dan Indonesia akan semakin kokoh,” pungkas Adit. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Petrokimia Gresik Dongkrak Produktivitas Bawang Merah Nganjuk 12 Persen Lewat Pestani  Selengkapnya

School Lab Farming : Jurus Petrokimia Gresik Bikin Gen Z Jatuh Cinta Sama Pertanian 

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), membuktikan bahwa pertanian modern dapat menjadi magnet bagi Generasi Z. Melalui program School Lab Farming yang melibatkan 261 siswa di tiga SMK pertanian Jawa Timur, para siswa menerapkan pertanian presisi sekaligus mengelola lahan sekolah sebagai ruang belajar, produksi, dan pengembangan bisnis pertanian.

Hasilnya, produktivitas sejumlah komoditas meningkat signifikan. Di SMK Negeri 1 Kademangan, Blitar, sebanyak 800 kilogram bawang merah kering berhasil dipanen dari lahan seluas 1.000 meter persegi. Hasil tersebut meningkat lebih dari lima kali lipat dibandingkan musim tanam sebelumnya yang hanya menghasilkan sekitar 150 kilogram dari lahan yang sama.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menyampaikan bahwa regenerasi petani menjadi tantangan bersama dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional. Melalui School Lab Farming, Petrokimia Gresik ingin menghadirkan pengalaman bertani yang lebih dekat dengan karakter generasi muda, yaitu berbasis teknologi, data, produktivitas, dan peluang usaha.

“Melalui School Lab Farming, kami ingin menunjukkan kepada generasi muda bahwa pertanian saat ini sudah berkembang jauh. Dengan dukungan teknologi smart farming dan pengelolaan lahan sekolah sebagai teaching factory yang produktif, siswa tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami bagaimana pertanian dapat dikelola secara modern dan memiliki prospek usaha yang menjanjikan,” ujar Daconi di Gresik, Jawa Timur.

Selain bawang merah, ratusan melon juga berhasil dibudidayakan di dalam greenhouse SMK Negeri 1 Kademangan dengan tingkat kemanisan mencapai 15 °Brix. Hasil serupa diperoleh di SMK Negeri 8 Jember dan SMK Muhammadiyah 5 Gresik. Kedua sekolah tersebut membudidayakan varietas melon berbeda dengan bobot antara 1,2 hingga 2 kilogram dan tingkat kemanisan minimal 15 °Brix.

Menurut Daconi, capaian tersebut menunjukkan bahwa pertanian dapat semakin menarik bagi Generasi Z ketika dikelola dengan teknologi dan metode budidaya yang tepat. Siswa dapat melihat secara langsung hubungan antara penggunaan teknologi, proses produksi, kualitas hasil panen, hingga nilai ekonomi yang diperoleh.

“Ketika siswa melihat sendiri bahwa lahan yang mereka kelola mampu menghasilkan produk berkualitas dan memiliki nilai jual, mereka mendapatkan perspektif baru tentang pertanian. Bukan hanya sebagai aktivitas budidaya, tetapi sebagai bidang usaha yang membutuhkan teknologi, kemampuan analisis, dan pengelolaan bisnis,” tandasnya.

Dalam penerapan pertanian presisi, siswa dibiasakan bekerja berdasarkan data. Mereka mencatat perkembangan tanaman, kondisi media tanam, kebutuhan dan dosis pemupukan, hingga hasil produksi melalui matriks yang terstandar. Dari proses tersebut, siswa belajar menganalisis kondisi tanaman sekaligus mengambil keputusan budidaya berdasarkan data.

Selain bawang merah dan melon, ketiga sekolah juga mengembangkan komoditas pendukung seperti buncis dan kembang kol sebagai bagian dari rotasi tanam. Diversifikasi komoditas tersebut sekaligus memperluas pengalaman siswa dalam mengelola berbagai jenis usaha pertanian.

School Lab Farming merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik yang dijalankan dengan kerangka Creating Shared Value (CSV). Program ini tidak hanya memberikan dukungan sarana pertanian, tetapi juga mendorong optimalisasi aset sekolah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai ruang praktik sekaligus unit produksi.

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari kompetisi HARVESTION 2025 yang sebelumnya mempertemukan 33 SMK pertanian dari 15 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dari kegiatan tersebut, Petrokimia Gresik melihat bahwa minat generasi muda terhadap sektor pertanian sebenarnya cukup besar, tetapi belum seluruhnya berkembang menjadi ketertarikan untuk menekuni budidaya maupun menjadikan pertanian sebagai pilihan profesi dan usaha.

Di sisi lain, sejumlah sekolah masih menghadapi keterbatasan sarana praktik dan akses terhadap teknologi pertanian modern, serta adanya kesenjangan antara pembelajaran di kelas dengan kebutuhan dunia industri. Padahal, banyak sekolah memiliki lahan yang cukup luas dan produktif untuk dikembangkan sebagai laboratorium praktik sekaligus unit produksi.

“School Lab Farming membuat proses belajar tidak berhenti pada demonstrasi di lahan. Siswa menjadi pelaku utama dalam seluruh siklus pertanian, mulai dari perencanaan budidaya, pengelolaan tanaman, pencatatan data, panen, hingga memahami nilai ekonomi dari produk yang mereka hasilkan,” ujar Daconi.

Kepala SMK Negeri 1 Kademangan Hadi Sucipto mengapresiasi program School Lab Farming karena memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam mengenal pertanian berbasis teknologi. Menurutnya, pendekatan pertanian modern dapat meningkatkan ketertarikan generasi muda karena siswa tidak hanya mempelajari teknik budidaya, tetapi juga memahami teknologi dan peluang usaha di sektor pertanian.

“Kami sangat mengapresiasi program ini karena siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mempraktikkan langsung pertanian modern. Harapannya, pengalaman ini dapat menumbuhkan semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan sektor pertanian sekaligus turut mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional,” tutupnya. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

School Lab Farming : Jurus Petrokimia Gresik Bikin Gen Z Jatuh Cinta Sama Pertanian  Selengkapnya

Berhasil Integrasikan Smart Farming dan Smart Marketing, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Dinobatkan sebagai Best CMO 2026

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), kembali meraih apresiasi atas inovasi strategi bisnisnya. Direktur Keuangan & Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo, meraih penghargaan “Best Chief Marketing Officer 2026 in Delivering Customer Centric Growth through Innovative Marketing Strategies” karena dinilai berhasil mendorong pertumbuhan melalui strategi pemasaran inovatif dan berorientasi pada pelanggan. 

Penghargaan diterima langsung oleh Adit, sapaan, Adityo Wibowo dalam ajang Indonesia Best CMO Awards 2026 di Jakarta pada Senin malam, 31 Agustus 2026.

Menurut Aditya Wibowo, capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi seluruh Insan Petrokimia Gresik dalam mengintegrasikan smart farming dan smart marketing sebagai strategi yang saling terhubung untuk memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan.

“Smart farming bukan hanya tentang penggunaan teknologi di lahan. Lebih dari itu, kami membangun ekosistem pertanian yang mampu memberikan nilai bagi petani sekaligus membuka peluang pertumbuhan bagi perusahaan,” ujar Adit.

Melalui smart farming, Petrokimia Gresik mendampingi petani meningkatkan produktivitas dan menerapkan praktik budidaya yang lebih modern, presisi, dan efisien. Interaksi serta kebutuhan petani yang diperoleh melalui pendampingan tersebut selanjutnya menjadi bagian penting dalam pengembangan smart marketing, sehingga perusahaan dapat menghadirkan produk dan solusi yang semakin relevan bagi pelanggan.

Adit menjelaskan, hubungan dengan pelanggan saat ini tidak lagi cukup dibangun melalui pendekatan penjualan konvensional. Perusahaan perlu memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam, kemudian menerjemahkannya menjadi solusi yang tepat, mudah diakses, serta memberikan dampak nyata.

“Pendekatan ini sekaligus memperluas jangkauan pasar Petrokimia Gresik. Perusahaan telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia serta mulai mengembangkan pasar baru, termasuk segmen pelaku urban farming,” ujarnya.

Salah satu implementasi strategi tersebut adalah PETROSPRING: Smart Precision Farming Service, layanan pertanian presisi yang mengintegrasikan pendampingan agronomis dengan pemanfaatan teknologi drone. Program ini membantu petani menerapkan pemupukan secara lebih cepat, tepat, dan efisien. Sepanjang periode 2024 hingga 2026, PETROSPRING telah mencakup lahan seluas 5.683 hektare, melayani 458 pelanggan, serta melibatkan 29 mitra korporasi.

Petrokimia Gresik juga mengembangkan Pestani, platform community-based marketing yang mengintegrasikan product trial, farmer engagement, dan commercial activation dalam satu model aktivasi yang terukur. Melalui pendekatan mini demplot, petani memperoleh pengalaman langsung menggunakan produk, membuktikan hasilnya di lapangan, membangun interaksi dalam komunitas, sekaligus membuka peluang pembelian lanjutan.

Hingga saat ini, Pestani telah melibatkan 982 petani dari 19 daerah di Pulau Jawa untuk lima komoditas, yaitu melon, semangka, cabai rawit, kentang, dan bawang merah. Program ini juga telah membentuk 25 komunitas petani baru dengan peningkatan produktivitas hingga 18 persen.

Menurut Adit, capaian tersebut menunjukkan bahwa strategi pemasaran harus berjalan beriringan dengan penciptaan nilai bagi pelanggan. Karena itu, Petrokimia Gresik akan terus memperkuat pendekatan berbasis data, teknologi, serta kebutuhan pasar untuk menciptakan hubungan pelanggan yang berkelanjutan.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat integrasi smart farming dan smart marketing. Tujuannya bukan hanya meningkatkan pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan solusi yang kami hadirkan benar-benar memberikan manfaat bagi petani,” tandasnya.

Indonesia Best CMO Awards 2026 merupakan ajang apresiasi bagi para pemimpin pemasaran yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan bisnis melalui inovasi dan transformasi digital. Penghargaan ini sekaligus memperkuat komitmen Petrokimia Gresik untuk terus mengintegrasikan inovasi pertanian dan strategi pemasaran berbasis pelanggan sebagai bagian dari transformasi bisnis perusahaan serta kontribusi bagi kemajuan agroindustri nasional. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Berhasil Integrasikan Smart Farming dan Smart Marketing, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Dinobatkan sebagai Best CMO 2026 Selengkapnya

Petrokimia Gresik, Pupuk Indonesia dan Relawan Bakti BUMN Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

GRESIK,1minute.id –  PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), selaku holding dalam program Relawan Bakti BUMN menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan berupa kebutuhan dasar (basic needs) senilai Rp 75 juta tersebut disalurkan melalui Relawan Bakti BUMN secara bertahap mulai 16 hingga 19 Agustus 2026 ke sejumlah wilayah terdampak.

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan rasa empati kepada seluruh masyarakat terdampak gempa bumi di NTT. Ia mengatakan, bantuan disalurkan sehari setelah bencana ini merupakan bentuk respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat yang tengah menghadapi kondisi darurat. Adapun bantuan yang disalurkan berupa beras, gula, minyak, dan selimut.

“Bantuan kami distribusikan bersama Pupuk Indonesia. Penyalurannya dilakukan secara bertahap, saat ini berupa kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat pada masa tanggap darurat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak,” ujar Daconi di Gresik, Jawa Timur pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia sebelumnya dipercaya menjadi tuan rumah Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT. Kegiatan yang melibatkan Relawan Bakti BUMN tersebut semula difokuskan pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sektor pertanian melalui program TAJUMASE (Tani Maju Makmur Sejahtera).

Namun, bersamaan dengan pelaksanaan program, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Situasi tersebut membuat fokus kegiatan disesuaikan, dari agenda pemberdayaan menjadi dukungan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak gempa.

“Program ini awalnya kami siapkan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Namun ketika terjadi bencana, kebutuhan masyarakat tentu menjadi prioritas. Karena itu, kami bersama Pupuk Indonesia dan Relawan Bakti BUMN bergerak menyesuaikan program agar kehadiran kami di NTT memberikan manfaat yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini,” jelas Daconi.

Menurut Daconi, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Petrokimia Gresik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk ketika menghadapi kondisi darurat.

“NTT memang jauh dari Gresik, tetapi jarak tidak menjadi penghalang bagi kami untuk menunjukkan kepedulian. Kami ingin masyarakat terdampak merasakan bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi musibah ini. Ada semangat gotong royong dan dukungan dari Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia untuk membantu mereka melewati masa sulit ini,” ujarnya.

Daconi berharap kondisi di wilayah terdampak segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya. “Semoga seluruh masyarakat NTT diberikan kekuatan dan ketabahan, para korban yang terluka segera pulih, serta kondisi di wilayah terdampak segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” tambahnya.

Gempa bumi kuat mengguncang NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026  dan menimbulkan dampak di sejumlah wilayah. Berdasarkan data BNPB per Senin, 17 Agustus 2026, gempa tersebut menyebabkan 53 orang meninggal dunia dan 135 orang mengalami luka-luka. Korban tersebar di sejumlah kabupaten, termasuk Manggarai dan Manggarai Timur.

Pada periode yang sama, BNPB mencatat 914 rumah rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 kantor pemerintah, sementara lebih dari 5.000 warga harus mengungsi. (yad) 

Editor : Chusnul Cahyadi 

Petrokimia Gresik, Pupuk Indonesia dan Relawan Bakti BUMN Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT Selengkapnya

3 Dalang Cilik Asli Gresik, Growing The Future : Bukti Nyata Petrokimia Gresik Tumbuhkan Generasi Penerus Seni Wayang 

GRESIK,1minute.id – Penampilan tiga dalang cilik asal Gresik menyita ribuan pasang mata pada pagelaran wayang di SOR Tridharma Petrokimia Gresik beberapa waktu lalu. Tiga dalang cilik, yakni ; Avito Bintang Pratama, siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gresik; Nicolas Davino, siswa kelas IV SD Petrokimia Gresik; dan Kyano Renand H., siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Terate Putra Gresik.

Pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan oleh PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk mendorong regenerasi pelestari seni dan budaya Indonesia dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Petrokimia Gresik dan HUT ke-81 Republik Indonesia. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan pelestarian budaya merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menumbuhkan masa depan. Tema HUT ke-54 “Growing the Future”, tambahnya, tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan bisnis, tetapi juga tentang menyiapkan generasi yang mampu meneruskan nilai dan warisan budaya bangsa.

“Pagelaran wayang kulit menjadi agenda rutin tiap momen ulang tahun perusahaan. Kami ingin ikut memastikan seni wayang tetap memiliki ruang untuk tumbuh di tengah generasi muda,” ujar Daconi.

Pagelaran wayang kulit ini menghadirkan lakon pembuka “Sumantri Ngenger” yang dibawakan oleh dalang muda Ki Achmad Bagas Septyawan. Ia merupakan karyawan muda Petrokimia Gresik sekaligus binaan Sanggar Mahesa Kencana Petrokimia Gresik.

Penampilan tersebut semakin istimewa dengan hadirnya tiga dalang cilik berbakat dari Kabupaten Gresik. Mereka adalah Avito Bintang Pratama, siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gresik; Nicolas Davino, siswa kelas IV SD Petrokimia Gresik; dan Kyano Renand H., siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Terate Putra, Gresik.

Kehadiran para dalang muda tersebut menjadi bukti bahwa seni wayang tetap memiliki ruang untuk tumbuh di tengah generasi saat ini. Bagi Petrokimia Gresik, regenerasi seniman menjadi bagian penting untuk memastikan wayang tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi terus hidup dan berkembang di masa depan.

“Ketika anak-anak muda mau belajar dan tampil membawakan wayang, di situlah kita melihat harapan bagi keberlanjutan budaya. Kami ingin memberikan ruang agar talenta-talenta muda ini terus berkembang dan semakin percaya diri dalam membawa seni tradisi ke generasi berikutnya,” jelas Daconi.

Dalam momen ini, Petrokimia Gresik juga menyerahkan uang pembinaan untuk para dalang cilik. Harapannya, bisa terus memotivasi dalang-dalang muda ini untuk terus melestarikan budaya wayang, sehingga bisa menginspirasi generasi muda lain di Gresik.

Lebih lanjut ia menambahkan, wayang bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarat tuntunan dan nilai kehidupan. Hal tersebut salah satunya tercermin dalam lakon “Sumantri Ngenger” yang mengajarkan kesetiaan, dedikasi, kerja nyata, serta keikhlasan untuk mendahulukan kepentingan yang lebih besar.

Sementara itu, lakon utama “Begawan Ciptaning” dibawakan oleh Ki Bayu Aji Pamungkas. Pagelaran semakin semarak dengan penampilan pelawak Cak Percil dan sinden Lintang Kairo. Lakon “Begawan Ciptaning” mengisahkan perjalanan Arjuna dalam membangun kemampuan diri, dengan membawa pesan tentang pentingnya ketekunan, fokus, dan pengendalian diri dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih besar.

Nilai ketekunan dan pengembangan diri tersebut juga sejalan dengan semangat Petrokimia Gresik untuk terus meningkatkan kompetensi insan perusahaan dalam menghadapi perubahan industri. Perusahaan terus mendorong peningkatan kapasitas, pengembangan inovasi, serta penguatan kolaborasi untuk membangun masa depan perusahaan yang semakin kuat dan berkelanjutan.

“Wayang bukan hanya tontonan, tetapi juga memiliki banyak tuntunan. Nilai-nilai yang disampaikan melalui cerita dan tokohnya dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua, terutama generasi muda. Semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan juga penting agar kita semakin siap menghadapi berbagai perubahan di masa depan,” tutur Daconi.

Pagelaran yang dimulai pukul 18.30 WIB tersebut terbuka gratis untuk masyarakat umum. Petrokimia Gresik juga menyiarkan pagelaran secara langsung melalui kanal YouTube Petrokimia Gresik sehingga dapat disaksikan oleh masyarakat secara lebih luas.

Terpisah, Pudji Seti, 65, salah satu penonton asal Kabupaten Lamongan jauh-jauh datang ke Gresik bersama rombongan untuk menonton pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan Petrokimia Gresik. Ia mengaku menjadi penonton setia pagelaran wayang yang diselenggarakan tiap tahun.

“Di era modern ini tidak banyak perusahaan yang peduli dengan budaya wayang. Tapi Petrokimia Gresik menjadi perusahaan yang konsisten tiap tahun menyelenggarakan wayang. Petrokimia Gresik memiliki kepedulian yang tinggi untuk melestarikan wayang, terbukti saat ini menampilkan tiga dalang cilik yang statusnya masih pelajar SD dan SMP,” ujarnya.

Sementara itu, Daconi memberikan apresiasi kepada masyarakat yang tiap tahun antusias menyaksikan pagelaran wayang kulit Petrokimia Gresik. Ia mengungkapkan, antusiasme masyarakat terhadap pagelaran wayang yang diselenggarakan perusahaan terus meningkat, salah satunya terlihat dari jumlah penonton melalui kanal YouTube Petrokimia Gresik.

Antusiasme masyarakat terhadap pagelaran wayang kulit Petrokimia Gresik menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. 

Hal ini tercermin dari jumlah penonton melalui kanal YouTube Petrokimia Gresik yang meningkat dua kali lipat, dari 4.000 penonton pada HUT ke-50 menjadi 8.000 penonton pada HUT ke-53 dan bertahan di angka yang sama pada HUT ke-54. Sementara pada HUT ke-51 dan ke-52, jumlah penonton masing-masing tercatat sebanyak 5.000 dan 6.000 penonton.

Terakhir Daconi menambahkan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian dari kontribusi perusahaan kepada masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan talenta muda sehingga nilai budaya dan kreativitas dapat terus tumbuh dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Perusahaan yang terus tumbuh tentu harus memiliki masa depan yang kuat. Masa depan itu tidak hanya dibangun melalui teknologi dan bisnis, tetapi juga melalui manusia yang memiliki karakter serta menghargai akar budayanya,” pungkas Daconi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

3 Dalang Cilik Asli Gresik, Growing The Future : Bukti Nyata Petrokimia Gresik Tumbuhkan Generasi Penerus Seni Wayang  Selengkapnya

Jadikan Hidup Sehat, Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat bersama Petrokimia Gresik

GRESIK,1minute.id – Hidup Sehat sudah menjadi gaya hidup bagi insan PT Petrokimia Gresik dan masyarakat Gresik. Ini terlihat dari antusiasme masyarakat mengikuti jalan sehat bersama PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), 

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-54 Petrokimia Gresik dan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini digelar di tiga wilayah, yakni Gresik pada 12 Juli, Babat, Lamongan pada 2 Agustus, serta Gunungsari, Surabaya, Minggu, 9 Agustus 2026.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa jalan sehat atau fun walk yang rutin digelar setiap tahun merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan dalam mendorong penerapan pola hidup sehat. Menurutnya, kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam menjaga produktivitas dan meningkatkan kualitas hidup.

“Melalui jalan sehat ini, Petrokimia Gresik mengajak peserta untuk membiasakan hidup aktif dan sehat. Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat menjadi momentum untuk membangun kebiasaan berolahraga secara rutin sekaligus menjaga kebugaran tubuh,” ujar Daconi.

Rangkaian jalan sehat tersebut diikuti oleh karyawan Petrokimia Gresik bersama keluarga serta masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Di Gresik, kegiatan menjadi bagian dari aktivitas kebersamaan karyawan dan keluarga, sementara di Babat dan Gunungsari, masyarakat sekitar turut berpartisipasi. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia.

“Kebiasaan hidup sehat dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Kami melihat antusiasme peserta dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga lansia. Semoga kegiatan yang rutin kami laksanakan ini dapat mendorong keluarga untuk semakin aktif berolahraga dan menjaga kesehatan,” kata Daconi

Tidak hanya jalan sehat, Petrokimia Gresik juga menghadirkan berbagai fasilitas pendukung untuk memberikan manfaat lebih luas. Peserta dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, sementara anak-anak dapat menikmati fasilitas permainan yang tersedia di lokasi kegiatan.

Petrokimia Gresik juga menyediakan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk membuka stan dan memasarkan produknya. Kehadiran UMKM tersebut menjadikan kegiatan jalan sehat tidak hanya sebagai sarana olahraga dan silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Lebih lanjut, Daconi mengatakan kegiatan jalan sehat juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara perusahaan dengan insan perusahaan maupun masyarakat di sekitar wilayah operasional. Menurutnya, hubungan yang harmonis menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan.

“Jalan sehat ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang membangun kebersamaan. Di sini masyarakat, karyawan, dan keluarga dapat berbaur dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting bagi Petrokimia Gresik dalam menjalankan amanah, termasuk memastikan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan optimal untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” pungkas Daconi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jadikan Hidup Sehat, Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat bersama Petrokimia Gresik Selengkapnya

DLH Gresik Apresiasi Komitmen Petrokimia Gresik Jaga Ekosistem Pesisir melalui PRPM Mangare 

GRESIK,1minute.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik Sri Subaidah, mengapresiasi konsistensi  PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengembangan Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Mengare di Desa Tanjung Widoro, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. 

Apresiasi tersebut disampaikan saat kegiatan penanaman mangrove yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Petrokimia Gresik pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurut Sri Subaidah, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan konservasi yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dengan adanya konservasi mangrove yang dilakukan Petrokimia Gresik, lingkungan di Gresik akan menjadi lebih baik dan lestari. Apalagi Petrokimia Gresik berkomitmen menjalankan program ini secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa PRPM Mengare menjadi bukti pelestarian lingkungan akan memberikan hasil yang optimal apabila dilakukan secara bersama-sama. Ia berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk menjaga kelestarian pesisir.

“Gresik memiliki kawasan mangrove seluas 3.912 hektare yang harus kita jaga untuk generasi mendatang. Saya juga melihat Petrokimia Gresik tidak hanya melakukan penanaman mangrove, tetapi juga mengedukasi masyarakat, mulai dari cara menanam mangrove hingga mengembangkan batik mangrove. Upaya ini turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Sri Subaidah.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-54 menjadi momentum bagi perusahaan untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Karena itu, Petrokimia Gresik memilih merayakan hari jadinya melalui aksi nyata berupa penanaman mangrove yang diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi kawasan pesisir.

“Usia ke-54 menjadi pengingat bagi kami untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan. Penanaman mangrove ini merupakan wujud kepedulian Petrokimia Gresik dalam menjaga kelestarian pesisir agar manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya hari ini, tetapi juga oleh generasi mendatang,” ujar Daconi.

Menurut Daconi, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain mampu mengurangi abrasi dan meredam gelombang, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota serta berkontribusi dalam menyerap karbon untuk mendukung pengendalian perubahan iklim.

Kegiatan penanaman dilaksanakan di PRPM Mengare, kawasan konservasi mangrove yang dikembangkan Petrokimia Gresik bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Desa Tanjung Widoro sejak 2018. Berawal dari lahan bekas tambak yang kritis, kawasan tersebut kini berkembang menjadi pusat restorasi dan pembelajaran mangrove berbasis pemberdayaan masyarakat yang turut mendorong tumbuhnya eduwisata serta ekonomi pesisir.

Perjalanan restorasi di PRPM Mengare juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Luas kawasan mangrove di PRPM Mengare meningkat dari 5,01 hektare pada 2019 menjadi 6,7 hektare pada 2025. Ekosistem mangrove terus pulih, regenerasi berlangsung secara alami, dan kawasan pesisir menjadi lebih terlindungi sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Vice President (VP) Lingkungan Petrokimia Gresik Muhammad Harisul Baihaqi, menjelaskan bahwa program ini akan terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang.

“Petrokimia Gresik berupaya mengembalikan ekosistem pesisir yang sebelumnya terdampak rob dan abrasi sehingga menggerus sebagian tambak masyarakat. Dengan adanya penanaman mangrove ini, ekosistem dapat pulih kembali sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Daconi menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan akan terus diperkuat melalui berbagai program keberlanjutan yang melibatkan masyarakat. Kegiatan penanaman mangrove di PRPM Mengare merupakan salah satu wujud nyata perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus membangun lingkungan yang lebih lestari.

“Bagi kami, menjaga lingkungan bukan sekadar memenuhi tanggung jawab perusahaan, tetapi menjadi investasi untuk masa depan. Kami ingin terus tumbuh sebagai perusahaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tutup Daconi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

DLH Gresik Apresiasi Komitmen Petrokimia Gresik Jaga Ekosistem Pesisir melalui PRPM Mangare  Selengkapnya

Tradisi Petrokimia Gresik Berbagi di Hari Ulang Tahun, 529 Pengayuh Becak di Gresik Semringah

GRESIK,1minute.id – Ratusan pengayuh becak berkumpul di GOR Petrokimia Gresik pada Rabu, 29 Juli 2026. Wajah mereka terlihat semringah. Sebab, abang becak yang mayoritas berusia kepala lima itu menerima bingkisan, uang dan nasi kotak.

Bagi, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia (persero) ini, berbagi dengan Abang Becak adalah tradisi tahunan saat merayakan hari ulang tahun perusahaan. Tahun ini, Petrokimia Gresik memasuki usia 54 tahun. Sebanyak 529 abang becak menerima bantuan berupa uang tunai, bingkisan, dan suvenir sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap pekerja rentan. 

Direktur Manajemen Risiko PT Petrokimia Gresik Muhammad Ikhwan Fahrurrazi mengatakan kegiatan berbagi bersama abang becak telah menjadi agenda rutin setiap peringatan hari jadi. “Berbagi berkah kepada abang becak ini rutin kami gelar. Semoga bapak-bapak semua ikut merasakan berkah di momen ulang tahun Petrokimia Gresik,” ujarnya.

Menurutnya, Petrokimia Gresik memandang profesi pengayuh becak sebagai pekerjaan yang mulia karena dilakukan dengan usaha yang halal demi menghidupi keluarga.

“Kami melihat setiap kayuhan becak bapak-bapak dalam mencari rezeki yang halal itu adalah berkah. Bapak-bapak merupakan kepala keluarga. Karena itu, kami ingin hadir dan berbagi kebahagiaan,” katanya. “Doakan semua operasional Petrokimia Gresik semakin lancar. Sehingga perusahaan bisa terus berbagi,” imbuh Ikhwan.

Rohmad, 67 tahun, salah satu penerima berkah HUT Ke-54 Petrokimia Gresik mengucapkan rasa syukur perhatian yang diberikan. “Alhamdulillah senang sekali. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya. Ia mengaku profesi sebagai pengayuh becak tidak bisa diandalkan. karena kalah bersaing dengan moda transportasi online. “Sehari bisa membawa pulang uang Rp 50 ribu sudah sangat besar. Alhamdulillah hari bisa mendapatkan uang lebih,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tradisi Petrokimia Gresik Berbagi di Hari Ulang Tahun, 529 Pengayuh Becak di Gresik Semringah Selengkapnya

Pemulihkan Ekosistem Pantai, Petrokimia Gresik Tanam Ribuan Bibit Mangrove di Mengare

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), melaksanakan penanaman sekitar 1.000 bibit mangrove secara bertahap di kawasan Pusat Restorasi dan Penanaman Mangrove (PRPM) Mengare, Desa Tanjungwidoro, Kecamatan Bungah.

Kegiatan ini sebagai komitmen dalam menjaga ekosistem pesisir dilakukan bertepatan peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026. Penanaman Mangrove Serentak Seluruh Indonesia ini diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada Minggu, 26 Juli 2026. Kegiatan nasional dipusatkan di Pelabuhan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Bali.

“Pelestarian ekosistem pesisir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen perusahaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Karena itu, setiap program lingkungan yang dijalankan perusahaan dirancang untuk memberikan manfaat ekologis sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” kata Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob pada Senin, 27 Juli 2026.

Menurut Daconi, mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain menjadi habitat berbagai biota laut, mangrove juga mampu menyerap karbon dalam jumlah besar, mengurangi laju abrasi, serta melindungi kawasan pantai dari ancaman gelombang dan erosi.

“Mangrove merupakan benteng alami yang menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Kemampuannya menahan abrasi sekaligus menyerap karbon menjadikannya salah satu solusi alami dalam mendukung mitigasi perubahan iklim,” ujar Daconi.

Ia menambahkan bahwa filosofi mangrove sejalan dengan semangat Petrokimia Gresik dalam menjalankan bisnis. Sebagaimana akar mangrove yang kokoh menjaga pesisir, Petrokimia Gresik terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus membangun perusahaan yang tangguh menghadapi dinamika industri global.

“Semangat mangrove mencerminkan nilai-nilai yang kami pegang. Kami ingin terus tumbuh dengan fondasi yang kuat, memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian Indonesia agar semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tambah Daconi.

Partisipasi dalam Penanaman Mangrove Serentak Seluruh Indonesia melengkapi berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang telah dijalankan Petrokimia Gresik dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir. Salah satunya melalui pengembangan Ekowisata Kalam Mangrove di Desa Sukorejo yang berhasil mengubah kawasan sempadan Kali Lamong menjadi area bebas sampah, kawasan konservasi mangrove, sekaligus destinasi wisata berbasis lingkungan.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga secara berkelanjutan mengembangkan Pusat Restorasi dan Penanaman Mangrove (PRPM) Mengare di Desa Tanjungwidoro. Program ini mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui konservasi ekosistem pesisir untuk mengurangi abrasi, meningkatkan produktivitas perikanan, serta menciptakan alternatif sumber penghasilan melalui pengembangan ekowisata pesisir terpadu.

Komitmen perusahaan terhadap pelestarian ekosistem mangrove juga diwujudkan melalui dukungan dalam pembangunan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Ujungpangkah. Atas kontribusi tersebut, Petrokimia Gresik memperoleh apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia sebagai Perusahaan Terbaik Kategori Private Sector.

Melalui penanaman bibit mangrove ini, Petrokimia Gresik berharap semangat menjaga ekosistem pesisir terus tumbuh di tengah masyarakat. Bagi Petrokimia Gresik, pelestarian lingkungan bukan sekadar memenuhi tanggung jawab perusahaan, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan kehidupan. Oleh karena itu, perusahaan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan.

“Keberlanjutan bukan sekadar komitmen, tetapi menjadi bagian dari cara Petrokimia Gresik menjalankan bisnis. Kami percaya setiap pohon mangrove yang ditanam melalui program ini akan menjadi warisan berharga bagi lingkungan, masyarakat, dan masa depan Indonesia,” tutup Daconi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemulihkan Ekosistem Pantai, Petrokimia Gresik Tanam Ribuan Bibit Mangrove di Mengare Selengkapnya