Demplot Dambaan, Produktivitas Hasil Panen Meningkatkan 35 Persen


GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik melaksanakan seremoni hasil panen atas program Demonstration Plot (Demplot) Dambaan pada Jumat,27 Agustus 2021. Demplot Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu  kerja sama dengan Kodim 0817/Gresik dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik.

Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih menjelaskan bahwa Petrokimia Gresik melalui program Demplot Dambaan ini ingin memberikan Dampak Baik Berkelanjutan (Dampaan) bagi masyarakat pertanian di Kabupaten Gresik. Petrokimia Gresik berupaya mengoptimalkan peran pertanian Gresik yang merupakan homebase perusahaan di tengah pandemi Covid-19.

“Gresik dikenal sebagai kota industri, namun peranan sektor pertanian dalam pencapaian swasembada pangan juga cukup besar. Demplot ini merupakan dukungan Petrokimia Gresik agar sumbangsih pertanian di Gresik untuk ketahanan pangan nasional semakin optimal,”ujar Digna. Demplot Dambaan, lanjut Digna, digelar di 21 titik yang berada di 15 kecamatan di Kabupaten Gresik.

Lima belas kecamatan tersebut adalah Kebomas ; Cerme; Benjeng ; Wringinanom, Menganti dan Kedamean. Kemudian,  Manyar, Bungah;  Sidayu; Ujung Pangkah serta Panceng. Selanjutnya, Dukun ; Duduksampeyan ; Driyorejo dan Balongpanggang. 
Sedangkan luas lahan demplot mencapai 10,5 ha, dimana masing-masing titik seluas 0,5 ha.

Rata-rata hasil panen mengalami peningkatan 30 persen hingga 35 persen dari produktivitas sebelumnya. Demplot dengan peningkatan hampir mencapai 100% terjadi di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang yaitu 98 persen yang mana hasil produktivitas sebelumnya hanya 5 ton/ha kini bisa mencapai 9,92 ton/ha.

“Penyediaan pangan menjadi semakin penting dan strategis di tengah pandemi Covid-19 untuk itu dibutuhkan peningkatan produktivitas sebagai langkah nyata, seperti Demplot Dambaan ini,”tandasnya.
Peningkatan hasil panen ini tidak lepas dari pendampingan Petrokimia Gresik yang mengajak petani menerapkan pemupukan berimbang dengan mengombinasikan penggunaan pupuk organik dan pupuk anorganik sesuai dosis yang dianjurkan. Hal ini bertujuan agar produktivitas meningkat dan kesuburan lahan pertanian tetap terjaga.

Pola pemupukan yang diaplikasikan antara lain NPK Phonska Plus (150 kg/0,5 ha), Petroganik (250 kg/0,5 ha), Urea (100 kg/0,5 ha) dan Phonska OCA 3 liter/0,5 ha. “Produtivitas tinggi juga akan dicapai jika semua pihak konsen terhadap pertanian seperti yang dilakukan pada Demplot Dambaan, mendapatkan pengawalan dari Petrokimia Gresik, Kodim 1817/Gresik, Pemkab Gresik melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian, dan kelompok tani,” ujar Digna.

Ia menambahkan bahwa Demplot Dambaan ini melibatkan 20 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), 21 Kelompok Pertanian (Poktan), serta didampingi Perwira dan Staf Teritorial dari 15 Koramil dan 21 Babinsa. Sedangkan, Inspektur Kodam (Irdam) V/Brawijaya Brigjen TNI Arie Subekti yang hadir dalam seremoni mengapresiasi sinergitas yang telah dibangun Petrokimia Gresik dengan TNI AD, serta Pemkab Gresik. Ia manyampaikan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan produtivitas pangan dan kesejahteraan petani, sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian nasional.

“Jika demplot ini diduplikasi oleh pertanian nasional, maka ketahanan pangan juga akan semakin terjamin,”ujar Brigjen Arie. Di sisi lain, tambahnya, demplot ini tidak hanya berdampak pada hasil panen, tapi pemupukan berimbang yang direkomendasikan Petrokimia Gresik, dimana di dalamnya terdapat pupuk organik juga menjaga keberlanjutan pertanian di tanah air.

Selain itu, Kepala Dinas Pertanian Pemkab Gresik, Eko Anindito Putro berharap ada kelanjutan dari program Demplot Dambaan pasca penutupan. Karena telah terbukti adanya peningkatan. “Demplot ini penting karena banyaknya alih fungsi lahan di Gresik, sehingga dibutuhkan intensifikasi agar ketahanan pangan tetap terjaga,” tandasnya.

Sementara itu, melalui Demplot Dambaan ini, Petrokimia Gresik juga memperkenalkan langsung pupuk organik cair Phonska Oca kepada petani Gresik. Aplikasinya sebanyak 3 liter/0,5 ha dengan cara disemprotkan. Phonska Oca merupakan produk organik yang produksinya 100 persen menggunakan bahan baku dalam negeri. “Phonska Oca merupakan komplementer atau tambahan untuk melengkapi konsep pemupukan berimbang dengan peningkatan hasil mencapai 30 sampai 60 persen bergantung pada jenis komoditas. Phonska Oca bukan pupuk yang diaplikasikan secara mandiri,” jelas Digna.

Kendati demikian, bukan berarti Demplot Dambaan tidak menghadapi kendala. Tantangan yang terjadi mayoritas adalah hama tikus, namun ada beberapa yang diterpa angin dan hama lainnya seperti sundep, burung, keong, dan asem-aseman.  “Tapi hampir semua lahan mampu bertahan dengan baik dan tetap melakukan panen,” ujarnya. 

Digna memastikan Demplot Dambaan ini merupakan percontohan, sehingga kedepan akan ditularkan kepada kelompok tani lainnya sehingga semakin banyak petani yang merasakan dampak baiknya. “Demplot Dambaan merupakan wujud sinergitas. Saya berharap demplot ini mampu memberikan energi positif. Para petani dapat merasakan manfaatnya dalam hal kesejahteraan, khususnya di tengah pandemi Covid-19,”tutup Digna. (yad)

Demplot Dambaan, Produktivitas Hasil Panen Meningkatkan 35 Persen Selengkapnya

Sebelas Tahun Vakum, Men-BUMN Reaktivasi Unit Oksigen Petrokimia Gresik untuk Kebutuhan Medis


GRESIK,1minute.id – Pandemi Covid-19 belum berujung. Meski, kasus aktif cenderung menurun. Ketersediaan oksigen medis masih butuh pemerintah untuk penanggulagan Covid19.  

Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mengaktifkan kembali unit produksi oksigen Air Separation Plant (ASP) guna membantu pemerintah menjamin ketersediaan oksigen medis untuk penanggulangan Covid-19. Reaktivasi unit produksi oksigen ASP ini diresmikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada Minggu,15 Agustus 2021.

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa reaktivasi unit ASP ini merupakan wujud Corporate Social Responsibility (CSR) Petrokimia Gresik untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis yang saat ini menjadi prioritas. “Ke depan, setelah kondisi suplai oksigen sudah stabil, tentunya ini akan disinergikan dengan holding Rumah Sakit BUMN Indonesia Healthcare Corporation (IHC) untuk memenuhi kebutuhan oksigen di berbagai rumah sakit,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyatakan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang mendorong BUMN untuk turut berperan aktif dalam penanganan Covid-19. Unit ASP Petrokimia Gresik memiliki kapasitas produksi 23 ton oksigen liquid per hari dengan tingkat puritas oksigen mencapai 99,61 persen, kapasitas tangki penampung 150 ton, serta dilengkapi fasilitas pengisian tabung oksigen dan pengisian truk isotank. 

“Kami menyadari reaktivasi unit produksi oksigen ASP ini menjadi titik kritikal dalam mendukung penanganan Covid-19 di Indonesia. Berkat usaha optimal dan dukungan dari seluruh pihak, hanya dalam waktu satu bulan kami dapat mengaktifkan kembali unit produksi oksigen yang sudah berhenti beroperasi selama 11 tahun ini,” ujar Dwi Satriyo.

Reaktivasi unit ASP ini, lanjutnya, melengkapi sederet upaya yang telah dilakukan Petrokimia Gresik dalam penanggulangan Covid-19. Sebelumnya di tahun ini, Petrokimia Gresik bersama Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jatim telah menyalurkan bantuan oksigen medis sebanyak 175,5 ton untuk 30 rumah sakit yang tersebar di 4 provinsi dan 17 kabupaten/kota.

Selain bantuan oksigen, Petrokimia Gresik juga gencar menyalurkan berbagai bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk percepatan penanganan Covid-19 ke berbagai daerah, khususnya di wilayah Jatim. Terbaru Petrokimia Gresik membagikan bantuan 11.812 paket imun total senilai Rp1,2 Miliar untuk masyarakat sekitar perusahaan, serta bantuan 20 Tempat Tidur Pasien senilai Rp204 juta untuk RST dr. Soepraoen Malang melalui Kodam V/Brawijaya.

Sedangkan Bakir Pasaman, Direktur Utama Pupuk Indonesia selaku Induk Perusahaan Petrokimia Gresik berharap, unit produksi oksigen ini bisa mendatangkan manfaat bukan hanya bagi perusahaan tapi juga masyarakat. Khususnya sebagai bagian dari upaya membantu pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19. (yad)

Sebelas Tahun Vakum, Men-BUMN Reaktivasi Unit Oksigen Petrokimia Gresik untuk Kebutuhan Medis Selengkapnya

Petrokimia Gresik Salurkan Bantuan Tempat Tidur Passen Covid-19 RST dr Soepraoen Malang


GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik,  memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa 20 tempat tidur pasien senilai Rp 204 juta untuk Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Soepraoen di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim). 

Bantuan dari perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu secara simbolis  diserahkan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo kepada Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto di Markas Kodam V/Brawijaya Surabaya pada Selasa, 10 Agustus 2021. 

Dwi Satriyo menyatakan, bantuan ini merupakan bagian dari program “Petrokimia Gresik Peduli & Berbagi” sebagai wujud kepedulian dan pemenuhan tanggung jawab sosial perusahaan kepada stakeholder, dalam hal ini Kodam V/Brawijaya, yang telah berkontribusi aktif dalam penanggulangan Covid-19 di Jatim. Mulai dari penyediaan layanan vaksinasi hingga penambahan tenaga bantuan untuk tenaga kesehatan di RS Rujukan Covid-19. 

Seperti diketahui, untuk mengatasi keterbatasan tempat tidur bagi pasien Covid-19, TNI AD mendirikan rumah sakit lapangan di RST dr. Soepraoen yang diperuntukkan bagi pasien Covid-19 di wilayah Jatim. “Dengan penambahan tempat tidur pasien ini, kami berharap BOR (Bed Occupancy Rate) di RST dr. Soepraoen dapat menurun, sehingga dapat melayani lebih banyak pasien Covid-19. Dengan demikian kasus penularan Covid-19 dapat segera ditangani dan tingkat kesembuhan pasien pun diharapkan meningkat,”ujar Dwi Satriyo.

Lebih lanjut Dwi Satriyo mengatakan bahwa bantuan ini juga selaras dengan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim yang saat ini terus berupaya menambah ketersediaan tempat tidur pasien di berbagai rumah sakit di Jatim untuk melayani pasien Covid-19. Terlebih, berdasarkan data Satgas Covid-19 Provinsi Jatim, sebagian besar wilayah di Jatim hingga hari ini masih berstatus Zona Merah atau Risiko Tinggi.

“Untuk itu Petrokimia Gresik sebagai Koordinator Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jatim akan terus melakukan berbagai upaya untuk membantu pemerintah dan Forkopimda Pemprov Jatim dalam percepatan penanganan Covid-19, khususnya di Jatim,”tandas Dwi Satriyo.

Sebelumnya, Petrokimia Gresik bersama Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jatim juga telah menyalurkan bantuan oksigen medis sebanyak 46,61 ton untuk RS di Jatim melalui BPBD Provinsi Jatim. Kemudian bantuan 11.812 paket imun senilai Rp1,2 miliar untuk masyarakat sekitar perusahaan, dan terdekat akan melakukan reaktivasi unit Air Separation Plant (ASP) berkapasitas 23 ton oksigen liquid per hari. Pabrik ini nantinya akan menyuplai kebutuhan oksigen medis untuk rumah sakit di Jatim pada khususnya, dan Jawa-Bali pada umumnya.

Terakhir, Dwi Satriyo berharap semakin banyak sinergi yang dapat dilakukan Petrokimia Gresik dengan TNI AD pada umumnya dan Kodam V/Brawijaya pada khususnya, terlebih di tengah pandemi Covid-19, mengingat keduanya memiliki sasaran yang sama yaitu mendukung ketahanan pangan nasional, utamanya di Jatim. 

Berbagai program kolaboratif antara Petrokimia Gresik dengan TNI AD telah dilaksanakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani, salah satunya adalah program “Demplot Dambaan” sinergi antara Petrokimia Gresik dengan Kodim 0817/Gresik dan Dinas Pertanian Kab. Gresik, dimana peran Babinsa juga berkontribusi besar turut memberikan penyuluhan pertanian di tingkat desa. Program ini telah terbukti mampu meningkatkan hasil panen hingga 30 persen.

“Kami berharap program ini dapat disinergikan dengan seluruh Kodim di wilayah Jawa Timur, sehingga penerima manfaatnya pun semakin luas,” ujar Dwi Satriyo. Bantuan tempat tidur pasien ini diamini Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, sebagai ikhtiar bersama dan wujud sinergi antara BUMN bersama Forkopimda dalam menanggulangi pandemi Covid-19 terutama di wilayah Jatim dengan semangat keberanian dan gotong royong.

“Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang sangat berharga yang diberikan oleh Petrokimia Gresik melalui Kodam V/Brawijaya dan semoga bantuan tersebut dapat dioptimalkan oleh rumah sakit tentara yang tersebar di Jawa Timur,”tandasnya. (yad)

Petrokimia Gresik Salurkan Bantuan Tempat Tidur Passen Covid-19 RST dr Soepraoen Malang Selengkapnya

Petrokimia Gresik Bagikan Paket Imun Senilai Rp 1,2 Miliar


GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia membagikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa 11.812 paket imun untuk masyarakat di sembilan desa/kelurahan di sekitar perusahaan. 

Bantuan senilai Rp1,2 Miliar itu secara simbolis  diserahkan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo kepada masing-masing Lurah dan Kepala Desa di Wisma Kebomas Petrokimia Gresik, Jawa Timur pada Jumat, 6 Agustus 2021.

Dwi Satriyo menjelaskan bahwa Petrokimia Gresik sebagai Koordinator Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Jatim terus berkomitmen mendukung pemerintah dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia, khususnya wilayah Jatim. Untuk itu, bantuan ini diberikan dalam rangka membantu masyarakat sekitar perusahaan di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Di tengah pembatasan ini, masyarakat harus senantiasa menjaga imun guna meminimalisasi penularan Covid-19. Untuk itu, bantuan CSR ini merupakan bentuk kepedulian Petrokimia Gresik kepada masyarakat sekitar perusahaan,”ujar Dwi Satriyo.

Adapun paket imun yang dibagikan berisi beras, masker medis dan vitamin. Bantuan tersebut selanjutnya didistribusikan kepada 11.812 Kepala Keluarga (KK) yang ada di Desa Roomo sebanyak 1.200 KK, Kelurahan Tlogopojok (2.177 KK), Kelurahan Lumpur (1.869 KK), Kelurahan Karangturi (1.372 KK), Kelurahan Karangpoh (977 KK), Kelurahan Sukorame (1.800 KK), Kelurahan Ngipik (523 KK), Kelurahan Kroman (1.350 KK) dan Kelurahan Sukorejo (544 KK).

“Tentu banyak masyarakat yang terdampak secara finansial. Meskipun tidak memenuhi seluruh kebutuhan, semoga bantuan ini sedikit meringankan beban masyarakat di tengah PPKM,”imbuh Dwi Satriyo. Lebih lanjut Dwi Satriyo juga menyampaikan bantuan ini tidak hanya untuk menjaga kebutuhan pangan dan vitamin harian terpenuhi, tapi juga menyosialisasikan pemakaian masker. Apabila masyarakat patuh memakai masker maka penyebaran dapat lebih dikendalikan.

Ia pun mengajak seluruh pihak agar tidak lengah dan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari maupun operasional usaha agar penyebaran Covid-19 dapat semakin diminimalisasi. “Meskipun vaksin Covid-19 telah mulai diberikan kepada masyarakat Jawa Timur khususnya Gresik, kita semua harus tetap meningkatkan kesadaran diri, disertai sikap sabar dan disiplin dalam menjalankan protokol 5M yang dapat mengurangi penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Dwi Satriyo menegaskan komitmen Petrokimia Gresik dalam membantu pemerintah memerangi Covid-19, khususnya di Jatim akan terus ditingkatkan. Untuk itu, di kesempatan yang sama, ia juga mengharapkan dukungan dan doa dari masyarakat terkait rencana reaktivasi Air Separation Plant (ASP) yang nantinya akan menghasilkan 23 ton oksigen per hari. Pabrik ini nantinya akan menyuplai kebutuhan oksigen medis untuk rumah sakit di Gresik dan Jatim pada khususnya, dan luar Jawa pada umumnya.

“Kami optimistis Indonesia akan segera keluar dari pandemi ini jika seluruh elemen terus bahu-membahu dan bekerja sama dalam penanganan Covid-19,” tandasnya.

Sementara itu, Rusdiyanto, Kepala Desa Roomo mengapresiasi inisiatif Petrokimia Gresik. Ia mengungkapkan paket imun yang diberikan perusahaan kepada warga Roomo di masa PPKM sangat tepat untuk membantu warga dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Kami berharap Petrokimia Gresik semakin sukses, agar sesuai dengan komitmen manajemen bahwa semakin maju perusahaan, semakin besar pula manfaat yang diberikan untuk masyarakat,” ujar Rusdiyanto.

Sedangkan, Lurah Tlogopojok Mohamad Iqbal menyatakan bantuan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi warga yang tidak mampu, dan terdampak secara ekonomi akibat pandemi ini, seperti Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Untuk itu ia juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian Petrokimia Gresik yang senantiasa membantu warga sekitar perusahaan melalui berbagai program CSR.

“Bantuan paket imun sekaligus sembako ini bisa membantu warga dalam pemenuhan pangan sehari-hari dan menjaga imun untuk menurunkan risiko penularan Covid-19,” ujar Iqbal. (yad)

Petrokimia Gresik Bagikan Paket Imun Senilai Rp 1,2 Miliar Selengkapnya

Dwi Satriyo Annurogo : AKHLAK menjadi Katalis Pertumbuhan Petrokimia Gresik menuju Solusi Agroindustri

GRESIK,1minute.id – Implementasi tata nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) di Petrokimia Gresik anak perusahaan Pupuk Indonesia, telah mampu menjadi katalis percepatan pertumbuhan perusahaan menuju Solusi Agroindustri. 

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo dalam acara peringatan Hari Keluarga Nasional dan Satu Tahun AKHLAK pada Kamis, 29 Juli 2021.
AKHLAK resmi dicanangkan oleh Menteri BUMN Republik Indonesia Erick Thohir, sebagai values bersama bagi Kementerian BUMN, BUMN, dan Anak Perusahaan BUMN. Untuk membuktikan komitmen perusahaan mengimplementasikan AKHLAK.

Pada Agustus 2020 Petrokimia Gresik  melakukan kick off AKHLAK Meeting yang dibarengi dengan internalisasi penyelarasan tata nilai yang sebelumnya yaitu FIRST. “AKHLAK menjadi salah satu kunci perubahan fundamental dan panduan bergerak bagi Petrokimia Gresik untuk dapat menuntaskan tugasnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mewujudkan pertanian berkelanjutan,” ujar Dwi Satriyo.

Penerapan AKHLAK di Petrokimia Gresik juga telah mendapat apresiasi dari stakeholder. Dalam ajang “AKHLAK Award 2021” yang diselenggarakan Kementerian BUMN, Petrokimia Gresik meraih penghargaan sebagai Runner-up Indeks Implementasi ADAPTIF Terbaik Kategori Anak Perusahaan BUMN.

“Hasil ini tidak lepas dari peran serta Insan ber-AKHLAK yang kompeten dan amanah mengemban tanggung jawabnya sebagai agen perubahan di unit kerja,” ujar Dwi Satriyo.

Sementara itu, sebagai salah satu upaya Petrokimia Gresik menjadi Insan Ber-AKHLAK, di acara yang sama, Petrokimia Gresik juga meluncurkan “Buku Panduan Perilaku AKHLAK” yang diselaraskan dengan panduan perilaku Pupuk Indonesia Grup. Dwi Satriyo menegaskan dengan implementasi AKHLAK, proses bisnis yang dijalankan Petrokimia Gresik akan bersih dari praktik korupsi dan berpegang teguh pada prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Ini menjadi penting mengingat Petrokimia Gresik mendapat amanah dari pemerintah untuk memproduksi dan menyalurkan pupuk bersubsidi. “AKHLAK telah membudaya bagi Insan Petrokimia Gresik, tidak hanya diimplementasikan di lingkungan kerja, tapi juga di lingkungan keluarga,” tandas Dwi Satriyo. 

Sementara itu, Dahlan Iskan, Menteri BUMN periode 2011-2014 yang hadir sebagai narasumber dalam acara bertema “AKHLAK Bagiku dan Keluargaku” ini mengapresiasi kepeloporan Petrokimia Gresik dalam menciptakan berbagai produk terobosan transformatif di bidang pemupukan.

Menurutnya Petrokimia Gresik telah memiliki dasar yang baik dalam hal inovasi, kinerja dan kepeloporannya, sehingga ketika dilengkapi AKHLAK hasilnya akan semakin optimal. Untuk itu, terkait AHKLAK Dahlan Iskan berpendapat bahwa Petrokimia Gresik tidak lagi sekadar pada tahap implementasi, tapi harus mampu menjadi role model untuk menularkan semangat AKHLAK ke perusahaan lain dengan konsistensi prestasi, inovasi dan kinerja.

“Tidak ada jalan lain kecuali melalui praktik. Artinya praktik sehari-hari dari para pelaku values AKHLAK yang secara konsisten dilakukan tanpa pretensi (berpura-pura) apapun,”tandasnya.(yad) 

Dwi Satriyo Annurogo : AKHLAK menjadi Katalis Pertumbuhan Petrokimia Gresik menuju Solusi Agroindustri Selengkapnya

Akselerasi Program Pemerintah, Petrokimia Gresik Gelar Vaksinasi Gotong Royong


GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik memulai program Vaksin Gotong Royong (VGR) untuk karyawan dan keluarga di lingkungan Petrokimia Gresik pada Senin, 26 Juli 2021. 

VGR yang dilakukan Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia direncanakan berlangsung selama empat pekan tersebut dilaksanakan di Auditorium Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petrokimia Gresik.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan, program VGR Petrokimia Gresik ini merupakan tindak lanjut arahan Pupuk Indonesia selaku holding yang selaras dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021, tentang pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19.

Melalui program ini, perusahaan ingin membantu pemerintah melakukan akselerasi cakupan vaksinasi Covid-19, sehingga terbangun herd immunity (kekebalan kelompok),” ujar Dwi Satriyo dalam keterangan tertulisnya diterima 1minute.id pada Selasa, 27 Juli 2021.

Dalam program VGR, Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG) sebagai vaksinator dengan target peserta sebanyak 3.179 karyawan dan keluarga di lingkungan Petrokimia Gresik yang belum sempat mengikuti vaksin yang diselenggarakan oleh Kementerian BUMN.

Dwi Satriyo menegaskan bahwa jenis vaksin yang digunakan dalam program VGR ini berbeda dengan vaksin yang digunakan pemerintah untuk program vaksinasi gratis. Adapun jenis vaksin yang digunakan adalah vaksin Sinopharm yang telah mendapat persetujuan berdasarkan uji klinis.

“Program Vaksinasi Gotong Royong ini tidak akan mengganggu jalannya vaksinasi gratis yang sedang dijalankan oleh pemerintah, justru akan membantu mempercepat pencapaian target pemerintah yakni 1 juta vaksin per hari,” tandasnya.

Lebih lanjut, Dwi Satriyo menjelaskan pelaksanaan program VGR ini telah memenuhi syarat sebagai pos pelayanan vaksinasi dan telah mengacu pada standar pelayanan dan standar prosedur operasional sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi. “Kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, sehingga data pemberian vaksin tetap terintegrasi dengan data pemerintah,”ujarnya.

VGR : (kiri) Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satriyo bersama jajaran direksi memantau proses vaksinasi untuk karyawan pada Senin. 26 Juli 2021 ( Foto : Humas Petrokimia Gresik for 1minute.id)

Ke depan, Petrokimia Gresik akan menyelenggarakan Batch II Program Vaksinasi Gotong Royong yang akan diikuti oleh karyawan dan keluarga anak perusahaan Petrokimia Gresik. “Secara prinsip, Petrokimia Gresik senantiasa mendukung upaya pemerintah yang bertujuan agar kita semua dapat segera lepas dari pandemi ini,” tandasnya. (yad)

Akselerasi Program Pemerintah, Petrokimia Gresik Gelar Vaksinasi Gotong Royong Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gelontor Hewan Kurban Senilai Rp 682 Juta


GRESIK,1minute.id – Menyambut Hari Raya Idul Adha, Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menyalurkan hewan kurban berupa 12 ekor sapi dan 95 ekor kambing sejumlah takmir Masjid, Musala dan masyarakat pada Selasa, 20 Juli 2021.

Hewan kurban senilai Rp 682 juta diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo kepada Ketua Takmir Masjid Nurul Jannah Rohmad.

Dwi Satriyo menjelaskan penyerahan hewan kurban ini merupakan bagian dari program Petrokimia Gresik Peduli & Berbagi yang menjadi agenda rutin perusahaan setiap Hari Raya Idul Adha. Kegiatan ini menjadi wujud syukur Petrokimia Gresik atas dukungan masyarakat terhadap perusahaan sehingga mampu memenuhi target-target, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Untuk itu saya berharap, masyarakat terus memberikan dukungannya kepada Petrokimia Gresik sehingga perusahaan dapat memberikan lebih banyak manfaat,”tandasnya dalam siaran pers diterima 1minute.id pada Selasa, 20 Juli 2021. 

Lebih lanjut Dwi Satriyo menambahkan, kurban tahun ini semakin penting mengingat saat ini kita juga menghadapi pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Sehingga menjaga imun melalui konsumsi makanan bergizi menjadi prioritas di tengah lonjakan kasus Covid-19 saat ini.

“Idul kurban tahun ini tidak hanya mengajarkan keikhlasan berkurban bagi diri kita, tapi juga menjadi wujud kepedulian sesama muslim untuk menjaga imun melalui konsumsi makanan bergizi di tengah pandemi,”imbuh Dwi Satriyo.

Adapun 12 sapi kurban Petrokimia Gresik didistribusikan untuk Masjid Maslakhul Hidayah di Kekurahan Ngipik ;  Masjid Nurul Huda (Kel. Karangturi), Masjid Hidayatur Rohman (Kel. Karangpoh), Bale Pesusukan (Kel. Lumpur) dan Masjid Nurul Huda (Desa Roomo).

Kemudian Masjid Desa Trepan (dekat Pengolahan Air Babat-Lamongan), Masjid Nurul Huda (Pengolahan Air Gunungsari-Surabaya), Masjid Nurul Bahari (KSOP Gresik), dan Masjid Inabah (Pemkab Gresik).

Sedangkan, sebanyak 95 kambing kurban didistribusikan kepada masyarakat sekitar perusahaan melalui masyarakat, musala, bale masyarakat, Rukun Tetangga (RT), sekolah, kelurahan, dan organisasi kemasyarakatan. “Ini merupakan bentuk sinergitas perusahaan dengan stakeholder dalam rangka memberikan manfaat bagi sekitar,”ujar Dwi Satriyo. (yad)

Petrokimia Gresik Gelontor Hewan Kurban Senilai Rp 682 Juta Selengkapnya

Satgas Tanggap Darurat BUMN Suplai 9,9 Ton Oksigen Medis untuk Percepatan Penanganan Covid-19 di Jatim

GRESIK,1minute.id – Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur (Jatim) mengirimkan bantuan 9,9 ton oksigen medis kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk percepatan penanganan pasien Covid-19. 

Secara simbolis bantuan diserahkan Direktur Utama Petrokimia Gresik sekaligus Ketua Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jatim Dwi Satriyo Annurogo kepada Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Jumat, 16 Juli  2021.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bantuan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang mendorong BUMN-BUMN untuk membantu suplai oksigen di sejumlah daerah seiring lonjakan kasus Covid-19.

“Untuk itu, Petrokimia Gresik telah berkoordinasi dengan BUMN lainnya, baik yang berkantor pusat maupun memiliki kantor perwakilan di Jatim untuk membantu suplai oksigen melalui Pemprov Jatim, mengingat kebutuhannya sangat mendesak,”ujarnya melalui siaran pers diterima  1minute.id pada Sabtu, 17 Juli 2021.

Seperti diketahui, oksigen medis merupakan kebutuhan vital untuk penanganan pasien Covid-19 dengan gejala sedang hingga berat, terutama pasien dengan saturasi oksigen di bawah standar yang telah ditetapkan. “Karena kebutuhan yang mendesak, kami kirim 9,9 ton terlebih dahulu dan ke depan akan kami lanjutkan,”imbuh Dwi Satriyo.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa mulai Agustus mendatang, Petrokimia Gresik akan mengoperasikan kembali unit produksi oksigen yang telah lama tidak beroperasi dengan kapasitas 23 ton liquid oksigen per hari untuk membantu suplai oksigen di Jatim.

Terakhir, Dwi Satriyo menegaskan bahwa Petrokimia Gresik bersama anggota Satgas Bencana Nasional BUMN Wilayah Jatim akan terus berupaya membantu pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19, dalam hal ini dengan mencari source oksigen sebanyak-banyaknya. “Secara prinsip kami siap mendukung pemerintah dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di Jawa Timur pada khususnya dan di berbagai daerah pada umumnya,”tandas Dwi Satriyo.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi inisiatif BUMN di wilayah Jatim dalam membantu penanganan pasien Covid-19 melalui bantuan oksigen ini. Ia mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim akan membuka layanan pengisian oksigen gratis di tiga titik bagi masyarakat yang sedang melakukan isoman maupun yang berada di ambulans. 

“Jika kita mendapatkan support baru, kita akan berikhtiar untuk mengembangkan pelayanan pengisian oksigen gratis di daerah lainnya,” tandasnya.(yad)

Satgas Tanggap Darurat BUMN Suplai 9,9 Ton Oksigen Medis untuk Percepatan Penanganan Covid-19 di Jatim Selengkapnya

Kado HUT, Petrokimia Gresik Luncurkan Tiga Produk Baru Ramah Lingkungan

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik terus berinovasi. Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini kembali memberikan kontribusi nyata untuk sektor pertanian Indonesia itu menghadirkan tiga produk baru yaitu Pupuk SP-26 PETRO, Petro Niphos, dan Phonska Alam bertepatan HUT ke-49 pada Sabtu lalu, 10 Juli 2021.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyatakan tiga produk baru itu  merupakan respon perusahaan atas berbagai masalah pertanian saat ini yang tujuannya bermuara pada peningkatan produktivitas pertanian untuk mendongkrak kesejahteraan petani, sekaligus mewujudkan pertanian berkelanjutan.

“Tiga produk ini nantinya akan bersaing di pasar non-subsidi atau komersial,”tandas Dwi Satriyo dalam siaran pers diterima 1minute.id pada Senin, 12 Juli 2021.

Seperti diketahui, tahun ini terdapat penyesuaian formula unsur hara P dalam pupuk NPK Phonska bersubsidi dari NPK 15-15-15 menjadi NPK 15-10-12. Selain itu, alokasi pupuk SP-36 bersubsidi juga mengalami penyesuaian dan hanya diperuntukkan bagi tanaman hortikultura, sehingga tidak bisa ditebus untuk tanaman pangan.

“Untuk itu, SP-26 PETRO hadir sebagai respon atas penyesuaian unsur hara P tersebut dan juga alternatif atas penyesuaian alokasi pupuk SP-36 bersubsidi,”ujar Dwi Satriyo. 

Pupuk ini memiliki kandungan unsur hara makro Fosfor (P) sejumlah 26% dan Sulfur (S) sejumlah 5% yang mudah larut dan tersedia bagi tanaman. Selain itu juga tidak bersifat higroskopis, sehingga tidak mudah menggumpal (cacking) dalam suhu ruangan.

Secara fisik, SP-26 berwarna abu kecoklatan dan berbentuk granul dengan ukuran yang seragam sehingga memudahkan petani dalam aplikasinya, yaitu ditabur atau dibenamkan. Dosisnya antara 150 kg hingga 500 kg per hektar tergantung pada komoditas tanaman.

“SP-26 PETRO berperan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas panen pada komoditas pangan, hortikultura dan perkebunan,” imbuh Dwi Satriyo. Berikutnya, Petro Niphos diciptakan sebagai respon atas kebutuhan petani hortikultura yang menggunakan pupuk non-subsidi khususnya NPS.

Petro Niphos mengandung unsur hara N (Minimal 20%), P (Minimal 20%), dan S (Minimal 13%) yang lebih tinggi dibanding pupuk majemuk pada umumnya. Pupuk ini juga berbentuk granul (butiran), dan diperuntukkan khusus untuk komoditas hortikultura (sayuran daun) dan pangan. Dosisnya bervariasi antara 250 kg hingga 700 kg per hektar sesuai dengan komoditas atau tanaman. Phonska Alam untuk Pertanian Berkelanjutan.

Lebih lanjut Dwi Satriyo menegaskan, komitmen Petrokimia Gresik untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan dapat dilihat dari konsistensi perusahaan dalam menghadirkan produk-produk terobosan transformatif yang ramah lingkungan. Diantaranya,  Petroganik di tahun 2005 dan Phonska OCA di tahun 2020, yang keduanya berhasil masuk dalam skema pupuk bersubsidi hingga saat ini.

Tahun ini, Petrokimia Gresik menghadirkan Phonska Alam yang merupakan produk pupuk majemuk pertama dengan kandungan bahan-bahan mineral alami sebagai sumber N (dalam bentuk nitrat maksimal 5%), P (minimal 10%), dan K (minimal 10%) yang telah mendapatkan sertifikat organik dan berlogo Organik Indonesia.

Secara fisik Phonska Alam berbentuk granul dan berwarna abu kehitaman. Pupuk ini diperuntukkan untuk komoditas organik pangan, hortikultura dan perkebunan. Dosis yang digunakan antara 500 kg per hektar hingga 1.800 kg per hektar menyesuaikan dengan komoditas tanaman.

“Phonska Alam adalah rangkaian pupuk yang dibutuhkan dalam sistem pertanian organik. Ini menjadi wujud kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan,” ujarnya. Ke depan, sambil menunggu kebijakan pemerintah terkait Pembatasan Wilayah, Petrokimia Gresik juga berencana akan melakukan demonstration plot (demplot) di sejumlah daerah, agar petani dapat mengetahui langsung khasiat dari penggunaan ketiga pupuk non-subsidi ini.

“Semoga produk-produk ini bisa menjadi solusi andalan petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga kesejahteraan petani pun terdongkrak. Ini merupakan tonggak sejarah baru bagi Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia Group dalam menciptakan masa depan Indonesia, khususnya dalam hal mewujudkan ketahanan pangan nasional dan pertanian berkelanjutan,” tandas Dwi Satriyo. (yad)

Kado HUT, Petrokimia Gresik Luncurkan Tiga Produk Baru Ramah Lingkungan Selengkapnya

Petrokimia Gresik Bukukan Laba Rp 1,42 Triliun, Penjualan Ekspor Meningkat 25 Persen

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mencatat laba Rp1,42 triliun (audited) atau 118 persen dari target RKAP 2020. Perusahaan berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia. Salah satu upayanya melalui peningkatan kinerja serta akselerasi program hilirisasi produk melalui pembangunan pabrik baru.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo saat memperingati HUT ke-49 Petrokimia Gresik pada Sabtu,10 Juli 2021. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, menyatakan bahwa ancaman krisis pangan akibat pandemi Covid-19 telah menjadi stimulus bagi industri pupuk dan pangan dalam negeri, khususnya Petrokimia Gresik untuk memperkuat sektor produksi pertanian domestik sebagai penopang ketahanan pangan nasional. Terbukti, pertanian menjadi salah satu sektor yang tumbuh positif selama pandemi Covid-19.

Pertumbuhan sektor pertanian juga sejalan dengan peningkatan kinerja perusahaan. Pada 2020, Petrokimia Gresik berhasil mencatat kinerja positif dengan perolehan laba sebesar Rp1,42 triliun (audited) atau 118 persen dari target RKAP 2020.

“Kinerja positif Petrokimia Gresik di tahun 2020 merupakan wujud kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pemerintah memperkuat ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19,” ujar Dwi Satriyo dalam siaran pers diterima 1minute.id pada Sabtu,10 Juli 2021.

PABRIK 1B PT Petrokimia Gresik ( Foto : Humas Petrokimia Gresik for 1minute.id)

Tidak hanya di pasar domestik, adanya  global supply shock juga memberikan peluang Petrokimia Gresik untuk melakukan ekspansi pasar dan menggenjot ekspor. Selama 2020, penjualan ekspor Petrokimia Gresik mencapai 494 ribu ton, meningkat 25 persen dari penjualan ekspor pada 2019. Bahkan Petrokimia Gresik mampu menguasai market share pupuk NPS di India sebesar 35 persen.

“Ini membuktikan bahwa Petrokimia Gresik mampu mengubah tantangan menjadi peluang,”kata Dwi Satriyo.

Lebih lanjut Dwi Satriyo mengungkapkan bahwa selama 49 tahun berdiri, Petrokimia Gresik telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan teknologi pemupukan di Indonesia. Diantaranya, menjadi pioneer pupuk berbasis fosfat pada 1980-an, pioneer pupuk NPK berbasis chemical reaction pada 2000, dan pioneer pupuk organik pada 2005.

“Tahun ini juga menjadi tonggak sejarah baru bagi Petrokimia Gresik, dimana kami telah melakukan sederet langkah strategis untuk meningkatkan daya saing sekaligus kontribusi dalam memperkuat ekonomi nasional,”ujarnya.

Salah satu yang telah terealisasi di tahun ini adalah pembangunan pabrik Green Surfactant berkapasitas 600 kiloliter (kL) yang memanfaatkan gas SO3 dari pabrik asam sulfat sebagai bahan baku. Green Surfactant merupakan produk surfaktan lokal pertama di Indonesia yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi lapangan minyak tua melalui teknologi EOR (Enhanced Oil Recovery).

“Ini menjadi terobosan penting bagi industri minyak dan gas (migas) di Indonesia,”tandasnya.

Selanjutnya, Petrokimia Gresik akan membangun pabrik Soda Ash berkapasitas 300 ribu ton. Soda Ash merupakan bahan baku produk-produk yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari seperti deterjen, kaca dan produk turunannya, hingga pasta gigi. Namun, kebutuhan Soda Ash dalam negeri saat ini masih dipenuhi melalui impor.

Soda Ash merupakan strategi meningkatkan nilai tambah dari produk samping. Pabrik ini nantinya akan memanfaatkan CO2 yang merupakan hasil samping (by product) dari Pabrik Amoniak.

Sedangkan, produk samping Soda Ash berupa Amonium Klorida (NH4Cl) dapat digunakan sebagai bahan baku NPK, sehingga dapat mengurangi kebutuhan impor ZA sebagai bahan baku NPK.

Tidak hanya itu, tahun ini Petrokimia Gresik juga berhasil mendapatkan izin pengecualian gipsum dari kategori Limbah B3 oleh Kementerian KLHK, sehingga pemanfaatannya dapat dilakukan secara masif, tidak hanya di lingkup internal perusahaan, tetapi juga dapat mendukung industri lainnya yang membutuhkan gipsum.

“Ke depan, pengembangan bisnis dengan optimalisasi potensi yang ada akan difokuskan pada hilirisasi produk untuk memperkuat posisi Petrokimia Gresik sebagai perusahaan berbasis related diversified industry agar terus tumbuh dan sustainable,” jelas Dwi Satriyo.

Menurutnya, hal ini selaras dengan tema “GREAT For Indonesia : Growth, Excellence, And Worthwhile” yang diusung dalam ulang tahun ke-49 ini. Juga menjadi komitmen dan tekad perusahaan untuk terus tumbuh, unggul dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

“Dengan demikian, kontribusi Petrokimia Gresik untuk Indonesia tidak hanya dalam hal menopang ketahanan pangan nasional dan mewujudkan pertanian berkelanjutan. Tetapi juga memperkuat industri lainnya yang bermuara pada penguatan ekonomi nasional” tandas Dwi Satriyo. (yad)

Petrokimia Gresik Bukukan Laba Rp 1,42 Triliun, Penjualan Ekspor Meningkat 25 Persen Selengkapnya