Vaksinasi Kedua, Selanjutnya Vaksin Covid-19 untuk Masyarakat

 
GRESIK 1minute.id – Puluhan tenaga kesehatan dan forkopimda menjalani vaksinasi tahap kedua pada Selasa, 2 Februari 2021. Vaknasasi untuk mereka ini kali pertama disuntikkan pada 19 Januari 2021. 

Forkopimda yang mendapat vaksinasi kali kedua adalah Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. Vaksinasi dipusatkan di Puskesmas Alun-alun di Jalan Pahlawan, Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengaku vaksin Covid-19 buatan Sinovac ini aman dan halal. Vaksinasi ini, ikhtiar pemerintah Indonesia segera terbebas dari wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19). 

“Saya tegaskan vaksin Sinovac ini aman dan halal serta tidak berefek buruk bagi kesehatan penggunanya,” tegas alumnus Akpol 2001 ini. Perwira dua melati di pundak itu meminta kepada seluruh masyarakat Gresik untuk turut membantu ikhtiar pemerintah ini agar berjalan lancar.

“Harapan kedepan tidak ada lagi keraguan bagi masyarakat Gresik terhadap penggunaan vaksin Sinovac,”tambah mantan Kapolres Ponorogo tersebut.

Dandim 0817/Gresik Letkol Inf. Taufik Ismail mengaku tidak ada rasa sakit waktu divaksin. “Bahkan saya bisa langsung melakukan aktivitas olahraga seperti biasa. Tidak ada efek buruk bagi kesehatan,”tegas Taufik Ismail.

Seperti diberitakan, pemkab Gresik akan menggeber vaksinasi untuk masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifudin Ghozali dihadapan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan akan menambah 100 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Saat ini, 56 fasyankes. 

Selain fasyankes, juga akan menambah 500 hingga 1000 vaksinator. Penambahan fasyankes dan vaksinator ini inisiasi dari Gubernur Jatim Khofifah untuk masyarakat dengan harapan mempercepat pemulihan ekonomi. (*)

Vaksinasi Kedua, Selanjutnya Vaksin Covid-19 untuk Masyarakat Selengkapnya

Pj Sekda dan OPD Sowan ke Rumah Bupati Baru, Gus Yani Singgung Pelayanan PDAM

GRESIK,1minute.id – Dua pekan menjelang pelantikan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno sowan ke rumah bupati terpilih, Fandi Akhmad Yani di Dusun Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jumat 29 Januari 2021. 

Sekda Abimanyu mengajak semua kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pejabat badan usaha milik daerah (BUMD) Gresik. Mereka disambut Bupati dan Wabup terpilih Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani dan Bu Min-panggilan-Aminatun Habibah.

Pertemuan terasa gayeng. Pada kesempatan itu, Gus Yani dan Bu Min mengajak semua kepala OPD guyup untuk mewujudkan Gresik Baru. “Saya minta semua guyub untuk mewujudkan Gresik Baru. Membangun Gresik bersama-sama,”kata Gus Yani. 

Gus Yani meminta bantuan semua Kepala OPD, untuk wujudkan Gresik Baru sesuai dengan Nawa Karsa. Alumnus sarjana Ekonomi Airlangga Surabaya itu memastikan tak ada istilah buku inting-inting. “Saya tak ada istilah buku inting-inting,”tegasnya.

Gus Yani berharap, adanya kolaborasi dalam membangun Kabupaten Gresik. Berkolaborasi untuk mengisi pekerjaan-pekerjaan yang ada. Diantaranya, persoalanan banjir, layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), kemiskinan, pendidikan, pengangguran, kesehatan dan program lain. 

Selain persoalan banjir Kali Lamong. Gus Yani juga menegaskan komitmen untuk perbaikan pelayanan. Diantaranya, pelayanan di PDAM Giri Tirta. Sebab, Gus Yani sering menerima keluhan dari pelanggan air PDAM itu. 

Selama ini, manajemen badan usaha milik daerah dipimpin oleh Siti Aminatus Zuriyah itu berorientasi keuntungan, bukan sosial memberikan pelayanan masyarakat. “Setelah dilantik, langsung gaspol, seperti PDAM banyak masyarakat yang menjerit, minta layanan PDAM belum dapat, harus dituntaskan,”tegasnya. 

“Setelah dilantik, langsung gaspol, seperti PDAM banyak masyarakat yang menjerit, minta layanan PDAM belum dapat, harus dituntaskan”

Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik terpilih

Gus Yani menegaskan lagi masyarakat butuh pelayanan cepat. Dengan perkembangan teknologi, maka pelayanan serba digital. “Teknologi dimasukkan ke birokrasi. Pelayanan dengan masyarakat harus cepat, “katanya.

Gus Yani, saat ini yang penting dalam membangun Gresik adalah mengurai masalah. “Bukan persoalan ini (pejabat) diletakkan disini, diletakkan  disana. Tapi, menuntaskan masalah yang ada,”katanya. 

Gus Yani mengaku, DPRD Gresik menyambut baik dengan visi-misinya bersama Bu Min, di Nawa Karsa.  Mudah-mudahan bisa dituntaskan. Gus Yani juga menyinggung tentang ivaksin Covid-19. “Sudah 5000 orang divaksin berdasarkan data Dinas Kesehatan. Semoga ekonomi Gresik kembali bisa pulih, tumbuh,”pungkasnya. 

Sementara Bu Min berharap, apa saja program yang bisa dikerjakan untuk dikerjakan harus dikerjakan. “Bukan apa yang dapat,”katanya. Saat ini, kata Bu Min, angka pengangguran masih tinggi. Sehingga,  yang belum bekerja akhirnya bisa kerja. “Makanya, butuh data yang baik sesuai dengan kondisi riil. Data sesuai kondisi yang ada di desa,”katanya.

Gus Yani  dan Bu Min yakin ASN akan membantu. “Semua dengan tujuan menjadikan Gresik menjadi salah satu Kabupaten terbaik di Jatim,”katanya. 
Sebelumnya, Pj. Sekda Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno dalam sambutannnya menyatakan, tujuan kedatangannya bersama para Kepala OPD, dan pimpinan BUMN untuk silaturahim. “Kami mengucapkan selamat kepada Gus Yani dan Bu Min,” katanya.

Abimanyu juga mengucapkan, salam takdim Bupati dan Wabup Sambari Halim Radianto dan Moh. Qosim. “Pak Bupati masih sakit di RS Adi Husada Surabaya. Semoga lekas sembuh,”harapnya.

Abimanyu kemudian mengenalkan satu per satu Kepala OPD yang ikut silaturahmi, termasuk pimpinan BUMN. ” Saya minta semua taat. Semua guyub membantu Bupati dan Wabup terpilih (Gus Yani dan Bu Min) untuk membantu program-program yang tertuang dalam Nawa Karsa,”pesannya. (*)

Pj Sekda dan OPD Sowan ke Rumah Bupati Baru, Gus Yani Singgung Pelayanan PDAM Selengkapnya

Cegah Percaloan, Pemkab Luncurkan e-BPHTB

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto didampingi Kajari Gresik Heru Winoto, Kepala BPN Gresik Asep Heri ketika melaunching e-BPHTB di kantor Pemkab Gresik, Jumat 28 Agustus 2020. (foto : Humas Pemkab Gresik)

GRESIK, 1minute.id –Percaloan pengurusan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) bakal tidak lagi terjadi di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Pasalnya, Pemkab Gresik mengganti proses pengurusan dengan e-BPHTB. Bupati Gresik Sambari Halim Radianto melaunching proses pelayanan publik di kantor Bupati Gresik, Jumat 28 Agustus 2020.

Ada sekitar 30 undangan yang hadir dalam launching e-BPHTB itu. Diantaranya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Heru Winoto dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik Asep Heri, serta perwakilan notaries, PPAT dan wajib pajak (WP).

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan.  diluncurkannya aplikasi e-BPHTB ini untuk memudahkan para wajib pajak, notaris, PPAT serta BPPKAD serta BPN.  ”Aplikasi ini dapat membantu mempermudah dan meningkatkan perolehan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak BPHTB, juga akan meminimalisir perselisihan antara WP dengan berbagai pihak terkait,”ujar bupati berlatar pengusaha itu dalam sambutannya.

Masyarakat, tambahnya, bisa langsung mengakses aplikasi ini melalui gawai. Dalam aplikasi itu sudah ada ketentuan tarif yang harus dibayar. Setelah membayar dan mengunggah bukti pembayaran, surat pengesahan BPHTB sudah bisa langsung dicetak. ”Mulai Senin besok (31 Agustus 2020) aplikasi ini sudah bisa di akses secara penuh. Hari ini (Jumat,Red) hanya launching saja sekaligus sosialisasi awal kepada masyarakat,”kata doctor alumnus Unair Surabaya itu.

Peluncuran aplikasi ini, Sambali melanjutkan, sekaligus menghilangkan praktek percaloan dalam pengurusan BPHTB.  ”Karena nominal yang harus dibayarkan sudah pasti, tidak ada lagi tawar-menawar tarif,”tegasnya. Bagi pihak BPN, dan pihak terkait bisa memantau langsung.  ”Jadi semuanya transparan,”imbuhnya.

Sambari mengakui masa pemerintahannya, perolehan BPHTB terbilang minim. Akan tetapi, pihaknya terus melalukan berbagai upaya dalam meningkatkan serapan di sektor tersebut.

Pada 2010,  urainya,  perolehan BPHTB hanya Rp 30 miliar. Setahun kemudian naik menjadi Rp 52 miliar.  Pada 2015 perolehan BPHTB meroket menjadi Rp  194 miliar.  ”Pada 2019 naik lagi menjadi Rp 261 miliar. Kedepan agar lebih maksimal perlu mengagas program zona nilai tanah (ZNT),”harap suami Hj Maria Ulfa itu. (*)

Cegah Percaloan, Pemkab Luncurkan e-BPHTB Selengkapnya