56.261 Pengangguran di Kota Industri, Wabup Gresik Dorong Pemuda Inovatif, Kuasai Teknologi, Pemkab Jalin Kerja sama dengan Industri 

GRESIK,1minute.id – Badan Pusat Statistika (BPS) Gresik mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Gresik pada 2021 mencapai 56.261 orang. Sementara, jumlah industri berskala kecil hingga besar berjumlah 1.811 industri beroperasi di Gresik. Sehingga, Gresik mendapat julukan lain yakni Kota Industri. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan sebanyak 1.811 perusahaan beroperasi di Kabupaten Gresik. Seharusnya, banyaknya perusahaan itu dapat memberikan lahan yang cukup besar bagi tenaga kerja lokal. “Sehingga jelas ini menjadi perhatian utama dari Pemerintah Kabupaten Gresik,”kata Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah saat menghadiri sarasehan Peran Kepemudaan di Dunia Industri yang digelar Karang Taruna Desa Bedanten, Kecamatan Bungah pada Jumat, 9 September 2022.

Sarasehan ini juga dihadiri Komisi II DPRD Gresik Syahrul Munir, dan perwakilan Java  Integreted Industrial and Port Estate (JIIPE) Mifti Haris. Bu Min mendorong para pemuda untuk bersikap inovatif dan peka terhadap perkembangan teknologi saat ini. Sehingga dapat membentuk kompetensi diri untuk kesiapan dalam menghadapi perubahan zaman.

“Kuasai teknologi yang ada sekarang, jadilah kreatif supaya nanti dilirik orang banyak, sehingga bisa bekerja sesuai keahlian masing-masing,”imbuh Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini. Pemkab Gresik, tambahnya, telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam mendukung perkembangan kompetensi para pemuda produktif di Gresik lewat pelatihan. Mengingat persaingan sekarang sudah masuk ke era industri 5.0 yang lebih banyak mengandalkan kemampuan mesin ketimbang manusia.

“Kita sudah kerjasama dengan JIIPE dan Disnaker untuk yang bekerja adalah ber-KTP Gresik, meskipun sudah bikin kerjasama, tetap skill yang utama, karena sekarang persaingan tidak hanya dengan manusia tapi juga mesin,”tegas Bu Min. (yad)

56.261 Pengangguran di Kota Industri, Wabup Gresik Dorong Pemuda Inovatif, Kuasai Teknologi, Pemkab Jalin Kerja sama dengan Industri  Selengkapnya

Disnaker Gresik Geber Pelatihan Keterampilan untuk Kurangi Angka Pengangguran 

GRESIK,1minute.id – Tingkat pengangguran masih cukup tinggi. Data Pengangguran terbuka berdasarkan Sensus Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik tercatat sebesar 5,54 persen (data terupdate 20 Juni 2020). Diperkirakan jumlah pengangguran semakin melebar akibat pandemi Covid-19 berkepanjangan. 

Untuk mengurangi  jumlah pengangguran itu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik menggelar pelatihan keterampilan bagi para pencari kerja. Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta atau calon pencari kerja pada Selasa, 21 Juni 2022.

Pelatihan dipusatkan di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. Ada tiga kategori yakni Pemagangan Dalam Negeri melalui Pembinaan dan Pelatihan Vokasi dan Produktifitas Kemnaker. Kedua Pelatihan Keterampilan Bagi Pencari Kerja UPT BLK Disnaker Gresik. Ketiga Pelatihan Kompetensi dan Pemagangan Kejuruan Ahli K3 Umum.

TPT : Tabel angka pengangguran terbuka BPS Gresik (screenshot website bps Gresik)

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mewanti-wanti kepada para peserta pelatihan mengikuti program secara serius. Sebab, kata Wabup, pelatihan ini akan sangat bermanfaat jika diikuti dengan baik. “Saya minta kepada peserta mengikuti kegiatan ini sebaik mungkin. Dan jangan disia-siakan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri sesuai bidang dan kompetensinya masing-masing,” ujar Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah. 

Melalui pelatihan ini, Bu Min berharap berdampak pada pengurangan angka pengangguran di Kota Industri-julukan lain-Kabupaten Gresik. Bu Min juga meminta agar Disnaker membuat semacam database untuk mendata para peserta yang telah mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Pemhab Gresik. 

“Database ini adalah bank data bagi pencari kerja yang sudah memiliki keterampilan. Besar harapan perusahaan di Gresik dapat memberikan pertimbangan terhadap para peserta yang sudah dididik oleh Disnaker Gresik untuk dapat diterima di perusahaan-perusahaan di Kabupaten Gresik. Sehingga angka pengangguran dapat ditekan dan berkurang,”harap Bu Min. (yad)

Disnaker Gresik Geber Pelatihan Keterampilan untuk Kurangi Angka Pengangguran  Selengkapnya

Ini Syarat Investor Yang Akan Mendirikan Perusahaan di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Persoalan tingginya angka pengangguran menjadi perhatian serius bagi duet Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah,  Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Ratusan industri beroperasi di Gresik. Sayangnya, pertumbuhan industri dan investasi itu tidak linier dengan penyerapan tenaga kerja lokal.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengundang perwakilan sejumlah perusahaan untuk berdiskusi dalam upaya mengurangi angka pengangguran yang masih tinggi tersebut. Pertemuan di gelar hall Pudak Galeri di Jalan Pahlawan, Gresik pada Senin, 14 Februari 2022. 

Fandi Akhmad Yani membuka Forum Grup Discussion (FGD) bertemakan Mengurangi Pengangguran dengan Memaksimalkan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal melalui Perusahaan Alih Daya mengatakan Kabupaten Gresik menjadi perhatian khusus di Jawa Timur terkait dengan banyaknya industri skala kecil hingga besar. Kondisi itu, katanya, menjadi harapan bagi semua masyarakat Gresik agar dapat bekerja.

“Gresik ini industrinya banyak, nilai investasinya juga tinggi. Sayangnya penyerapan tenaga kerjanya masih belum tampak memprioritaskan masyarakat lokal,”kata Bupati berusia 36 tahun itu. Padahal, lanjutnya,  banyaknya industri ini menjadi harapan masyarakat agar dapat bekerja. “Untuk itu kami ajak bapak dan ibu (perwakilan perusahaan, Red) sekalian untuk mengatasi kondisi seperti saat ini,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad. 

Untuk diketahui, pada 26 Februari 2022 nanti, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah genap setahun menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik. 
Gus Yani melanjutkan, tingginya angka pengangguran saat ini menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus ditindaklanjuti oleh seluruh stakeholder. Ia meminta untuk adanya kolaborasi dan koordinasi yang intens. “Ini merupakan tanggungjawab bersama, artinya tidak hanya pemerintah saja yang dituntut menyelesaikan persoalan yang ada saat ini, namun juga stakeholder dan unsur terkait untuk bisa saling kolaborasi,”katanya. 

Disisi lain, Gus Yani menegaskan bagi investor yang ingin mendirikan perusahaan di Gresik, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah penyerapan tenaga kerja lokal. “Kedepan Saya ingin memastikan bahwa investor yang ingin mendirikan perusahaan di Gresik, maka masyarakat lokal harus diutamakan. Namun apabila tidak sanggup memenuhi, maka pemerintah akan mengambil sikap tegas sesuai dengan kewenangan kami,”tegasnya. 

“Dan Saya tekankan, ini bukan warning, namun saya selaku pemerintah daerah mengajak kepada perushaaan-perusahaan untuk mempunyai sikap peduli pengurangan pengangguran di Kabupaten Gresik,”imbuhnya dengan nada serius. Ia berharap bagaimana pemerintah  juga pemangku kepentingan serta perusahaaan mempunyai kepedulian serta memberi manfaat yang terbaik bagi masyarakat Gresik. (yad)

Ini Syarat Investor Yang Akan Mendirikan Perusahaan di Gresik  Selengkapnya

Aplikasi Gresik Kerja, Pencari Kerja Cukup Monitor Lowongan Kerja dari Gawai

GRESIK, 1minute.id – Aplikasi Gresik Kerja dilaunching Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Hadirnya aplikasi ini menjadi solusi bagi pencari kerja di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Cukup unduh aplikasi untuk mengetahui lowongan kerja. 

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, aplikasi Gresik Kerja sebagai wadah komunikasi pemerintah dengan masyarakat. Aplikasi ini sebagai fasilitator dengan pencari kerja. Sebab, tenaga penangguran terbuka (TPT) masih cukup besar. “Akan kita mulai dari PDAM (Perusda Giri Tirta) dulu. Karena di perusahaan itu sedang membutuhkan tenaga kerja,”kata Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 16 Juni 2021. 

Berdasarkan data Badan Pusat  Statistik  (BPS)  Gresik pada Juni 2020, terdapat sekitar 1,117 juta penduduk pada usia dewasa, dan 4,54 persen tercatat dalam tingkat pengangguran terbuka  (TPT). Pada 2020, Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans) Gresik mencatat 2.300 karyawan yang di PHK dampak dari pandemi Covid-19.

Memasuki tahun kedua, pagebluk corona belum ada tanda berakhir. Usia dewasa berdasarkan kreteria BPS adalah usia 15 tahun ke atas. 
Bahkan, dalam rapat koordinasi penanganan wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok di ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 16 Juni 2021 itu, ada tren peningkatan kasus di Gresik.

Kondisi yang serba ketidakpastian akibat pagebluk corona ini diprediksi bakal berimbas di dunia industri. Kasus PT Newera, misalnya. Ribuan buruh berunjukrasa karena upah dan tunjangan hari raya (THR) belum terbayarkan. Sehingga, ribuan buruh turun jalan dan wadul kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani beberapa waktu lalu.

Kepala Disnakertrans Gresik Ninik Asrukin mengatakan, aplikasi Gresik Kerja ini untuk memudahkan pencari kerja di Gresik. Bila sebelumnya, mereka mengurus kartu kuning harus datang ke Mal Pelayanan Publik di kompleks Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas.

Melalui aplikasi Gresik Kerja, pencari kerja bisa mendapatkan kartu kuning dengan mengisi form di aplikasi itu. “Nanti, setelah diisi kartu kuning itu dicetak dan meminta tandatangan tetap di kantor disnaker,”kata Ninik Asrukin di usai launching aplikasi Gresik Kerja di Balai Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas pada Rabu, 16 Juni 2021.

Untuk diketahui kartu kuning  adalah  kartu  tanda pencari kerja atau disebut juga dengan  kartu AK1. Kartu ini dikeluarkan oleh lembaga pemerintah, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), yang dibuat untuk pendataan para pencari kerja.

Ninik menambahkan, saat ini belum banyak pencari kerja yang mengurus kartu kuning. Sehari berkisar 200-an pencari kerja yang mengurus kartu kuning. “Biasanya, lonjakan pencari kerja mengurus kartu kuning ketika ada lowongan CPNS,”katanya. (yad)

Aplikasi Gresik Kerja, Pencari Kerja Cukup Monitor Lowongan Kerja dari Gawai Selengkapnya

Bupati Warning Perusahaan untuk Utamakan Naker Gresik

GRESIK,1minute.id – Angka kemiskinan di Gresik masih dua digit. Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Fandi Akhmad Yani -Aminatun Habibah kerja ekstra keras untuk mengurangi angka kemiskinan di Kota Santri ini.  Antara lain, mengajak  perusahaan pengguna maupun pengerah tenaga kerja agar berkolaborasi dengan baik.

“Saya minta agar mereka ikut mensukseskan program Pemkab Gresik yaitu mengurangi pengangguran di Gresik dengan menempatkan penduduk Gresik sebagai tenaga kerja,”kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika memberikan sambutan Focus Group Discussion (FGD) di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati pada Senin, 29 Maret 2021.

FGD ini dihadiri Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir,  anggota Komisi IV DPRD Gresik, perwakilan perusahaan pemberi tenaga kerja, perusahaan penyedia jasa pekerja (PPJP), perusahaan pemborong pekerjaan, serikat pekerja/buruh serta beberapa OPD. 

Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani terlihat serius untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran sehingga mengulangi beberapa kali. Bahkan, orang nomor satu di Gresik ini akan keliling ke sejumlah perusahaan atau perusahaan pengerah tenaga kerja untuk memeriksa KTP pekerjanya.

“Kalau memang masih ada perusahaan pengerah tenaga kerja yang masih mengutamakan orang luar Gresik dengan kompensasi tertentu, Saya tidak segan-segan untuk meminta kepada perusahaan penyedia tenaga kerja agar menghentikan kontraknya,” tegas Bupati Fandi Akhmad Yani.

Sebelumnya, Gus Yani Bupati menyampaikan beberapa pesan Presiden Joko Widodo dalam pertemuan asosiasi pemerintah kabupaten seluruh Indonesia (Apkasi) dimasa pandemi ini sebaiknya pemerintah tidak boleh merencanakan banyak hal, tetapi fokus pada satu atau dua target perencanaan yang terukur.

“Sebagai orang muda saya menyampaikan, kalau Gresik punya tiga target yaitu penyelesaian Kali Lamong, Penyempurnaan Insfrastruktur dan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran” katanya didepan peserta FGD.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyoroti banyak alumni SMK yang tidak terserap dunia kerja. Bu Min-sapasn-Aminatun Habibah menganggap hal ini tidak sesuai yang diharapkan.

“Kami mohon dukungan dari dunia industri dan pengusaha agar dapat membantu permasalahan ini. Misalnya mengadakan kerjasama dengan SMK dengan memberikan bantuan atau semacam informasi jenis kebutuhan tenaga kerja yang diinginkan. Hal ini agar masyarakat sekitar industri bisa terserap,”katanya.

Menanggapi yang disampaikan oleh Wabup Gresik, Ketua DPRD Gresik Abdul Qosir juga mengusulkan tata kelola pendidikan diubah agar lebih responsif terhadap industri yang ada. (*)

Bupati Warning Perusahaan untuk Utamakan Naker Gresik Selengkapnya