GRESIK,1minute.id – Merista Dedy Hartandi terharu. Sebab, puluhan tahun penantian warga Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur akhirnya bisa menikmati air bersih dari Perumda Giri Tirta Gresik.
Selain mendapatkan air bersih, ribuan warga juga mendapatkan sambungan rumah atau SR secara gratis. Jumlahnya, 6.169 SR. Berdasarkan data Perumda Giri Tirta Gresik biaya peyambungan sebesar Rp 1.750.000 per sambungan rumah.
Selain SR gratis, Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman atau DCKPKP Gresik telah menuntaskan pembangunan dua unit reservoir air yang masing-masing memiliki kapasitas 500 kubik itu. Reservoir Bunder dengan kapasitas 1000 kubik di Jalan Raya Duduksampeyan ini adalah kali pertama di kabupaten Gresik.
Dedy mengatakan, puluhan tahun untuk mandi, cuci dan kakus alias MCK warga mengandalkan air hujan. Hampir semua rumah di Kecamatan Duduksampeyan memiliki tando air di rumahnya. Ukuran tando air bervariasi. “Ada tandon air yang sebesar kamar tamu,” kata Camat Duduksampeyan itu.
Tandon air bagi warga di Kecamatan Duduksampeyan sangat vital. Sebab, pada saat musim kemarau tiba, air bagaikan emas. “Kalau tidak ada hujan atau musim kemarau mereka harus membeli air tangkian. Satu tangki itu harganya ada Rp 180 ribu, Rp 200 ribu per tangki per minggu. Sebulan 4 kali sudah kelihatan Rp 800 ribu untuk pembelian air,” ujar Dedy.
Karena itulah, warga sangat senang dan terharu ketika masa pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah bisa merealisasikan mimpi puluhan tahun warga menikmati air bersih.
“Luar biasa apalagi sambungan rumah gratis banyak warga yang terharu sampai meneteskan air mata. Luar biasa terima kasih,” ujar Dedy ditemui di sela Istighotsa dan Doa bersama dalam rangka Pelayanan Sistem Pengadaan Air Minum atau SPAM Reservoir Duduksampeyan pada Senin, 10 Februari 2025. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pembangunan Reservoir Bunder berada di Jalan Raya Duduksampeyan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur yang di bangun oleh Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik tuntas.
Sejarah baru bagi warga Kota Ssntri -sebutan lain-Kabupaten Gresik yang akan memasuki usia 51 tahun pada 27 Februari 2025 nanti. Sebab, reservoir alias tandon raksasa yang memiliki kapasitas 1.000 kubik air adalah satu-satu yang ada di kecamatan. Tandon raksasa berwarna biru berjumlah dua unit, masing-masing memiliki kapasitas 500 kubik itu bisa mengairi ribuan rumah di kecamatan Duduksampeyan.
Mimpi warga Duduksampeyan yang selama puluhan tahun warga Kecamatan Duduksampeyan menikmati air bersih menjadi realita di masa kepemimpinan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah ini. Selama puluhan tahun warga hanya mengandalkan air tadah hujan dan air tangki kegiatan mandi, cuci dan kakus atau MCK.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Wsshil Miftachul Rachman menggelar Istighotsa dan Doa Bersama bersama ratusan warga Desa Duduksampeyan pada Senin, 11 Februari 2025.
Istighotsah dan doa bersama dalam rangka Pelayanan Sistem Pengadaan Air Minum atau SPAM Reservoir Duduksampeyan sebagai wujud rasa syukur itu diawali santunan anak yatim kemudian dilanjutkan doa bersama secara lesehan.
CEK RESERVOIR : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Dirut Perumda Giri Tirta Kurnia Suryandi melakukan pemantauan proses pengisian reservoir Bunder di Jalan Raya Duduksampeyan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik pada Senin, 10 Februari 2025 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pembangunan reservoir pertama di Kecamatan Duduksampeyan dilakukan secara multiyear mulai tahun 2023 sampai 2024. Sebanyak 2 unit reservoir masing-masing memiliki kapasitas 500 kubik atau 1.000 kubik
Tangki raksasa ini, kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani adalah karya anak bangsa. Produk dalam negeri. Anggaran untuk pembuatan satu reservoir seharga lebih kurang Rp 2 miliar. Jadi, kalau dua unit tandon raksasa ini anggarannya sekitar Rp 4 miliar.
Selain pembangunan reservoir ini, mulai 2023 hingga 9 Februari 2025, Pemerintah melakukan penambahan atau pemasangan sambungan rumah tangga sebanyak 6.169 SR. “Pemasangan 6.169 SR baru ini gratis,” kata magister Mitigasi Bencana dari Unair Surabaya ini.
“Ini tentu nikmat rasa syukur yang luar biasa. Alhamdulillah,” kata Gus Yani. Ia berharap ketersedian air bersih yang telah nanti-nantikan warga Kecamatan Duduksampeyan selama puluhan tahun itu memiliki dampak positif meningkatnya ekonomi dan kesehatan warga.
Gus Yani menegaskan pembangunan reservoir tidak berrhenti di Kecamatan Duduksampeyan. Ia meninginkan pembangunan tandon raksasa ini bisa dilakukan di setiap kecamatan di Kabupaten Gresik pada pemerintahan selanjutnya. “Pembangunan reservoir akan kita prioritaskan di kecamatan yang kekurangan air bersih,” kata suami Nurul Haromaini Ali ini.
Ia menyebut tiga Kecamatan yang menjadi prioritas yaitu Kecamatan Balongpanggang, Menganti dan Benjeng. Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng ketika musim rendeng air berlimpah. Akan tetapi, pada musim kamarau warga kesulitan mendapatkan air bersih.
Sedangkan, di Kecamatan Menganti kearah Surabaya mulai Desa Hulaan, Setro sampai Laban tidak ada banyu saat kemarau. “Tidak ada kata terlambat. Alhamdulillah kita punya strategi yang sudah jelas. Kemampuan anggaran seharusnya cukup. Apalagi manfaatnya sangat jelas,” tegas Gus Yani.
DOOR STOP ; Bupati Gresil Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup Gresik Aminatun Habibah (kiri) memberikan keterangan Pers usai Istighotsa dan Doa Bersama dalam angka Pelayanan Sistem Pengadaan Air Minum atau SPAM Reservoir Duduksampeyan pada Senin, 10 Februari 2025 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Manfaat ketersediaan air bersih bagi warga, antara lain, peningkatan ekonomi dan kesehatan. Dengan satu unit tandon 500 kubik dengan anggaran Rp 2 miliaran ribuan warga bisa menikmati air bersih. Ia mengilustrasikan bila satu rumah di huni 2 orang, manfaat air bersih bisa dinikmati 12 ribu jiwa. Bila satu rumah dihuni 4 orang (bapak, ibu dan dua anak) air bersih bisa dinikmati 24 ribu orang. “Manfaatnya 1 tandon bisa 6 ribu kk/rumah. 2 unit tandon manfaatnya bisa satu Kecamatan,” jelasnya.
“Stuanting pasti turun. Kecamatan Duduksampeyan mudah-mudahan lepas dari stunting,” katanya dan dijawab Amin YRA secara bersamaan. Gus Yani menyebut, sumber air bersih untuk warga kecamatan Duduksampeyan diambil dari dua sumber air yakni Umbulan, Pasuruan dan Driyorejo. “Sumber air jelas ada dari Umbulan dan Driyorejo, sama-sama bagus airnya. Kita bsa menurunkan angka stunting, kesehatan masyarakat Duduksampeyan tambah sehat. Nek Sehat, gampang delek rezeki. Amin Ya Robbal Alamin,” ujarnya.
Istighotsa dan doa bersama ini yang digelar sebagai wujud rasa syukur karena sang Khaliq telah memberikan nikmat yang luar biasa bagi warga Kecamatan Duduksampeyan ini juga dihadiri antara lain, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman atau DCKPKP Gresik Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika atau Diskominfo Gresik Ninik Asrukin, Direktur Utama Perumda Giri Tirta Gresik Kurnia Suryandi, Camat Duduksampeyan Merista Dedy Hartandi dan Asosiasi Kepala Desa alias AKD se-Kecamatan Duduksampeyan.
Camat Duduksampeyan Merista Dedy Hartandi mengatakan, puluhan tahun warga mengandalkan air hujan. “Kalau tidak ada hujan atau musim kemarau mereka harus membeli air tangkian. Satu tangki itu harganya ada Rp 180ribu, Rp 200.000 ribu per tangki per seminggu. Sebulan 4 kali sudah kelihatan Rp.800 ribu,” ujar Dedy.
“Air dipakai untuk ibadah sebagai, untuk mandi. Luar biasa apalagi sambungan rumah gratis banyak warga yang terharu sampai meneteskan air mata luar biasa terima kasih,” katanya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda) Giri Tirta Gresik mengumumkan adanya penyesuaian tarif air yang berlaku mulai pemakaian air bulan Mei 2024 yang ditagihkan di bulan Juni 2024.
Penyesuaian tarif untuk kategori pelanggan Niaga dan Industri Kecil. Sedangkan pelanggan lain termasuk pelanggan kategori Rumah Tangga tidak mengalami perubahan.
Penyesuaian tarif ini merupakan langkah untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan untuk menjaga keberlanjutan perusahaan akibat semakin tingginya biaya operasional serta kebutuhan investasi infrastruktur air bersih.
Direktur Umum Perumda Giri Tirta Ahmad Rusdilfahmi menyatakan bahwa keputusan ini tidak diambil dengan mudah dan telah melalui berbagai pertimbangan serta kajian mendalam.
“Kami memahami bahwa kenaikan tarif ini akan berdampak pada pelanggan kami, namun langkah ini sangat diperlukan untuk memastikan bahwa layanan yang kami berikan akan tetap menjaga kualitas dan berkelanjutan untuk ketersediaan air bersih bagi seluruh masyarakat Gresik,” ujar Fahmi melalui keterangan tertulis yang diterima 1minute.id pada Rabu, 5 Juni 2024.
Ia melanjutkan, penyesuaian tarif kali ini hanya berlaku di kategori pelanggan Niaga dan Industri Kecil, sedangkan pelanggan lain termasuk pelanggan kategori Rumah Tangga tidak mengalami perubahan.
Berdasarkan data yang diterima 1minute.id, penyesuaian tarif untuk ketiga kategori pelanggan itu, rata-rata mengalami kenaikkan antara Rp 1.000 – Rp 1.500 per meter kubik atau m³. Rincian tarif baru yang akan diberlakukan adalah sebagai berikut:
Kelompok Niaga Kecil dari Rp 5.000/m³ menjadi Rp 6.500/m³ untuk pemakaian 10 m³ pertama. Untuk kelompok Niaga Besar dari Rp 7.500 /m³ menjadi Rp 8.500 / m³ pemakaian 10 m3 pertama. Sedangkan, kelompok Industri kecil dari Rp 5.000 /m³ menjadi Rp 6.500/m³ pemakaian 10 m3 pertama.
Fahmi mengungkapkan, kenaikkan tarif ini dilakukan untuk beberapa alasan utama, antara lain, peningkatan biaya operasional. “Biaya operasional yang terus meningkat, termasuk biaya listrik, bahan kimia untuk pemurnian air, dan pemeliharaan infrastruktur, memerlukan penyesuaian tarif agar pelayanan tetap optimal,” terangnya.
Selain biaya operasional, imbuhnya, investasi Infrastruktur. “Investasi dalam infrastruktur baru, pengembangan jaringan perpipaan dan peremajaan instalasi pengolahan air untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan kepada pelanggan,” katanya.
Berikutnya, pengembangan Sumber Daya Air. “Pengembangan dan perlindungan sumber daya air untuk memastikan keberlanjutan pasokan air bersih di masa depan,” katanya menjlentrehkan. Dan, terakhir adalah Kebijakan Sosial.
Perumda Giri Tirta, ujar Fahmi, juga akan tetap berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus kepada pelanggan dari golongan tidak mampu. “Kami akan menyediakan skema subsidi khusus dan bantuan bagi pelanggan yang kurang mampu untuk memastikan mereka tetap mendapatkan akses terhadap air bersih tanpa beban yang berlebihan,” tegas Fahmi.
Dengan sejumlah pertimbangan itu, ia berharapkan pengertian dan dukungan dari seluruh pelanggan dalam menjalankan penyesuaian tarif ini. Kami percaya bahwa dengan kerjasama dan pengertian bersama, kita dapat terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan air bersih yang berkualitas dan berkelanjutan. (yad)
GRESIK,1minute.id – Ratusan warga di tiga kelurahan Lumpur, Kroman dan Kemuteran, Kecamatan/Kabupaten Gresik semringah. Mereka senang karena mimpi selama 23 tahun menikmati air bersih dari Perumda Giri Tirta akhirnya terkabul.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meresmikan program Pemasangan sambungan pelanggan baru pada Senin, 15 Mei 2023.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad mengapresiasi kinerja dan kolaborasi 2 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank Gresik dan Perumda Giri Tirta. Bank Gresik memberikan kredit lunak kemudian Perumda Giri Tirta melakukan pemasangan sambungan.
“Ini merupakan komitmen Pemkab dan 2 BUMD di Gresik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakatnya. Dengan tujuan agar semua warga dapat menikmati air bersih,” kata Gus Yani.
Dikatakan, hampir 23 tahun warga di 3 kelurahan tidak menikmati jaringan air bersih. Mereka selama ini memakai air bawah tanah. Dirinya berharap melalui pemasangan sambungan air bersih ini derajat kesehatan masyarakat meningkat.
“PDAM berupaya mendistribusikan air layak minum, karena ini sudah ada Kemenkes. Sumber air ini disalurkan dari Bendung Gerak Sembayat (BGS), yang selama ini hak layak air minum tidak dirasakan oleh masyarakat 3 kelurahan,” ujarnya.
Selain itu, Bank Gresik melakukan Finance pinjaman lunak untuk pemasangan sambungan, mereka membayar 7500 perhari. Ini merupakan bentuk fleksibilitas Bank Gresik. Kita tinggal petakan mana saja yang punya potensi, PDAM mengumpulkan minimal 100 pelanggan baru 1 titik.
“Ini sebagai wujud nyata dari komitmen pemerintah bersama Perumda Giri Tirta dan Bank Gresik untuk pemenuhan air bersih masyarakat Kabupaten Gresik,” pungkasnya.
Usai sambutan Bupati Gresik secara simbolis membuka kran sambungan air di dampingi Direktur Utama (Dirut) Perumda Giri Tirta Kurnia Suryandi dan Dirut Bank Gresik Alkusani
di rumah salah satu warga Kelurahan Kemuteran. Bupati Fandi Akhmad Yani yang didampingi Asisten II Eddy Hadisiswoyo, Camat Gresik Arif Wicaksono melihat secara langsung sambungan air bersih warga di Kelurahan Kroman dan Kelurahan Lumpur.
Sementara itu, salsh satu warga Kelurahan Kemuteran Bu Mus mengaku senang dan terharu. Menurutnya kehadiran air bersih dari PDAM ini sudah lama diinginkan. “Terima kasih kepada Bapak Bupati Gresik sudah memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan kami,” katanya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik membuat sejarah baru. Perusahaan penyedia air bersih itu berhasil membangun kepercayaan investor kakap, Freeport Indonesia (PTFI). Perumda Giri Tirta mendapatkan kepercayaan mensuplai air kebutuhan proyek smelter itu sebanyak 150 liter/detik.
Nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) jual beli air antara Perumda Giri Tirta Gresik dengan Freeport Indonesia (PTFI) ditandatangani oleh Direktur Utama Perumda Giri Tirta Gresik Kurnia Suryandi dengan Presiden Direktur PTFI Tony Wenas pada Jumat, 24 Februari 2023.
Penandatanganan MoU dilakukan di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik disaksikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Perumda Giri Tirta memasok kebutuhan air untuk kegiatan operasional smelter Manyar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik.
Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen PTFI untuk memprioritaskan potensi daerah, termasuk melibatkan perusahaan umum daerah (Perumda) dalam memenuhi berbagai kebutuhan pembangunan dan operasional smelter Manyar.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan PTFI selaku pihak swasta dalam mendorong perkembangan ekonomi Gresik melalui kemitraan dan pemberdayaan perusahaan daerah,” jelas Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam pembukaan acara penandatanganan nota kesepahaman pada Jumat, 24 Februari 2023.
Kerjasama ini, lanjut Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, diharapkan bisa menimbulkan efek domino untuk masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. “Multiplayer effect semoga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perumda Giri Tirta kelak bisa menyetorkan PAD (pendapatan asli daerah),” harap mantan Ketua DPRD Gresik itu.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, kebutuhan air untuk operasional smelter mencapai 600 liter/detik. Nota Kesepahaman ini untuk pasokan air 150 liter/detik. Masih ada peluang sekitar 450 liter/detik air proses desalinasi.
“Kerja sama ini bukan hanya memberikan manfaat berupa pasokan air bagi operasi smelter Manyar, namun juga akan memberikan dampak positif bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui dukungan bisnis terhadap perusahaan daerah,” ujar Presiden Direktur PTFI Tony Wenas pada acara penandatanganan nota kesepahaman.
Dalam nota kesepahaman, Perumda Giri Tirta akan menyediakan kebutuhan pasokan air smelter Manyar. Untuk dapat mengalirkan pasokan air tersebut, Perumda Giri Tirta bekerja sama dengan PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) dalam membangun jaringan pipa air sepanjang 17 kilometer menuju area smelter PTFI di Manyar.
Investasi yang dibutuhkan untuk pemasangan pipa tersebut diperkirakan sebesar Rp 200 miliar. Jaringan pipa air itu, selain untuk proyek smelter 150 liter/detik juga untuk kawasan JIIPE yang dikelola BKMS sebanyak 50 liter/detik. “Jadi nanti, air Perumda Giri Tirta yang salurkan ke kawasan JIIPE mencapai 200 liter/detik,” tegas Kurnia Suryandi.
Sebelumnya, PTFI juga telah bekerja sama dengan berbagai pelaku bisnis lokal untuk memenuhi berbagai kebutuhan aktivitas konstruksi smelter Manyar, termasuk diantaranya kebutuhan konsumsi, office supply, transportasi, tenaga kerja, dan jasa konstruksi. Progres pembangunan smelter Manyar hingga akhir Januari 2023 telah mencapai 54,5 persen dari rencana 52,9 persen yang ditargetkan. (yad)
GRESIK,1minute.id – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik memiliki nakhoda baru. Nakhoda anyar hasil seleksi terbuka itu digawangi Kurnia Suryandi. Ia mantan staf PT Meta Adhy Karya Umbulan, perusahaan yang mampu merealisasikan proyek Umbulan yang telah mangkrak sejak 1973 tersebut.
Ada dua tugas pokok bagi manajemen baru yang dilantik dan diambil sumpah oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 5 April 2022. Dua hal pokok tersebut adalah perbaikan pelayanan kepada masyarakat dan membantu keuangan pemerintah. “Tapi, yang lebih utama adalah perbaikan pelayanan kepada masyarakat,”tegas Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya.
Bulan suci Ramadan telah memasuki hari ketiga. Masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, sebut Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, membantuhkan air untuk beribadah. Salat rawatib, terawih dan kebutuhan lainnya. Karena air adalah kebutuhan pokok.
“Wis minyak goreng larang, air (PDAM,red) mampet lagi,”tegas Bupati berumur 36 tahun itu. Fandi Akhmad Yani kembali menegaskan apakah manajemen baru, Perumda Giri Tirta bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Gresik. “Yak opo Wong Gresik tidak susah air. Sanggup,”kata Fandi Akhmad Yani dijawab manajemen Perumda Giri Tirta “Sanggup”.
Manajemen baru, Perumda Giri Tirta yakni : Dewan Pengawas (Dewas) Gunawan Setijadi, (mantan Plt Direktur Utama Perumda Giri Tirta) , Zakki dan Elvi Wahyudi. Sedangkan, Direktur Utama (Dirut) Kurnia Suryandi , Direktur Umum (Dirum) Ahmad Rusdi fahmi dan Direktur Teknik (Dirtek) Hartadi Agung Sutono.
Selain air lancar, manajemen baru juga diharapkan bisa mandiri. Tidak nyusu ke induk semang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Sebab, Perumda Giri Tirta telah mendapatkan bantuan tambahan modal yang telah disetujui oleh DPRD Gresik. “Perumda Giri Tirta harus mandiri. Kalau bisa membantu keuangan pemerintah (menyetorkan pendapatan asli daerah/PAD,Red),”kata Bupati. (yad)
GRESIK,1minute.id – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik akhirnya memiliki manajemen baru. Manajemen yang dipilih melalui tim seleksi (timsel) yang diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman memutuskan memberi amanat kepada enam orang.
Enam orang itu untuk jajaran direksi dan dewan pengawas (dewas) di perusahaan untuk yang melayani kebutuhan air bersih di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Siapa saja mereka? Merujuk pada pengumuman nomor : 801/121 /437.22/2022 tentang Hasil tahapan wawancara akhir Calon Dewan Pengawas dan Calon Direksi Perusahaan Umum Daerah Giri Tirta Gresik adalah Dewas terpilih adalah Gunawan Setijadi (mantan Plt Direktur Utama Perumda Giri Tirta) , Zakki dan Elvi Wahyudi. Sedangkan, Direktur Utama (Dirut) terpilih Kurnia Suryandi , Direktur Umum (Dirum) Ahmad Rusdilfahmi dan Direktur Teknik (Dirtek) Hartadi Agung Sutono.
“Keputusan Panitia Seleksi ini bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat,”bunyi dalam pengumuman tersebut yang tersebar melalui pesan WhatsApp itu. Siapa Kurnia Suryandi? Informasi yang himpunan tinggal di Kelurahan Karangturi, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Ia adalah karyawan PT Meta Adhy Karya Umbulan. PT Meta Adhy Karya, perusahaan yang mampu merealisasikan proyek Umbulan yang telah mangkrak sejak 1973 tersebut. Dibangun dengan investasi Rp 2,05 triliun dan diproyeksi mampu melayani 310.000 sambungan rumah atau 1,3 juta orang di Jawa Timur.
Nah, Kurnia Suryandi ikut menyukseskan proses kerjasama Perumda Giri Tirta untuk mendapatkan pasokan air dari Umbulan itu. Bagi karyawan di Perumda Giri Tirta, nama Kurnia Suryandi sudah tidak asing. Sayangnya, 1minute.id belum bisa mendapatkan konfirmasi dari Kurnia Suryandi. Pesan melalui jejaring aplikasi media sosial, instagram belum dibalas sampai berita ini ditulis pukul 19.40. (yad)
GRESIK,1minute.id – Satu per satu kebobrokan manajemen perusahaan daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik terkuak. Dalam rapat evaluasi dipimpin langsung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama manajemen anyar dengan jajaran kepala cabang dan unit terungkap banyak anggaran yang tidak masuk akal.
Perumda berkantor di Jalan Permata Kompleks Perumahan Bunder Asri Kecamatan Kebomas itu bertahun-tahun berdalih merugi. Sehingga tidak bisa menyetor pendapatan asli daerah (PAD). Belakangan terungkap, anggaran dialokasikan untuk dana pensiun mantan pejabat dan pengadaan seragam pegawai. Dana pensiun Rp 8 miliar dan pengadaan baju seragam Rp 600 juta per tahun.
“Saya pastikan anggaran itu kita stop. Mohon maaf kita belum bisa memberikan anggaran tersebut karena kewajiban BUMD adalah untuk memberikan bantuan ke PAD belum dilakukan,”tegas Bupati Fandi Akhmad Yani usai rapat evaluasi di kantor pusat Perumda Giri Tirta Gresik pada Selasa, 4 Januari 2021.
Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Plt Dirut Perumda Giri Tirta Gresik Gunawan Setiadji, Plt Direktur Umum (Dirum) Perumda Giri Tirta Gresik Widjajani Lestari dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Gresik Suprapto.
Rapat evaluasi dilakukan di lantai dua kantor Perumda Giri Tirta Gresik berlangsung selama 3 jam, mulai pukul 13.00 itu tertutup untuk wartawan. Bupati Fandi Akhmad Yani melanjutkan, anggaran pensiun dan pengadaan baju seragam dihentikan karena kondisi keuangan perusahaan sedang terancam kolaps. Keuangan sedang kritis. Gus Yani mengumpamakan kondisi Perumda Giri Tirta Gresik masuk perawatan intensif care unit (ICU).
“Penggunaan anggaran harus efisiensi dan efektif. Harus mengencangkan ikat pinggang,”kata Bupati 36 tahun itu. Akan tetapi, imbuhnya, belanja kebutuhan yang urgent untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan diperbolehkan. “Apa yang menjadi kebutuhan hari ini, dan memang butuh silakan belanja. Bukan mindset pengadaan. Pengadaan yang tidak penting. Seragam dsb stop. Cukup. Jangan sekali-sekali belanja kalau tidak sesuai kebutuhan,”tegasnya dengan serius.
Mengapa harus mengencangkan ikat pinggang? Kondisi Perumda Giri Tirta Gresik ini sakit. PDAM kondisinya lagi di ICU. “Belanja harus efektif dan efisien,”tegasnya lagi. Apalagi, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sedang mencari tambahan meningkatkan PAD. Pemkab Gresik mengubah mekanisme retribusi parkir dari konvensional, memakai karcis menjadi cashless tujuannya
“Kami mengajak seluruh jajaran PDAM mulai dari cabang dan bagian yang ada di internal PDAM untuk merubah mindset mereka. Bahwasanya pemerintah hari ini bersusah payah mencari PAD, mulai merubah parkir dari tunai menuju cashless. Ini tujuannya apa mencari peningkatan PAD. Masak di PDAM malah membuat kerugian-kerugian. Yang seharusnya BUMD untung. Tidak ada lagi BUMD rugi. Kalau rugi bubar saja. Kita setengah mati menaikkan pendapatan,”katanya.
Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani merombak jajaran direksi Perumda Giri Tirta Gresik. Pasalnya, manajemen perusahaan penyedia air bersih itu dianggap gagal memenuhi kebutuhan dasar bagi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Serta hasil audit Inspektorat Pemkab Gresik menemukan kejanggalan penggunaan anggaran penyertaan modal Rp 25 miliar pada 2019 lalu.
Ada dua surat keputusan (SK) yang diteken oleh Bupati termuda, 36 tahun di Gresik itu. Dua SK itu Nomor 821.2/708/HK/437.12/2021 tentang Pemberhentian Siti Aminatus Zariyah dari Jabatan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Giri Tirta Kabupaten Gresik. Dan SK Nomor: 821.2/709/HK/437.12/2021 tentang Pemberhentian Direktur Teknik Perumda Giri Tirta Harisun Awali.
Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani menunjuk Gunawan Setiadji, Asisten II Pemkab Gresik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) dan Widjajani Lestari sebagai Plt Direktur Umum (Dirum) Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik per 31 Desember 2021. (yad)
GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani telah merombak total jajaran direksi Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani menunjuk Gunawan Setyadi, Asisten II Pemkab Gresik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik per 31 Desember 2021.
Gunawan yang mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik itu menggantikan posisi Siti Aminatus Zariyah. Bagaimana reaksi Risa-panggilan-Siti Aminatus Zariyah? Risa mengaku Surat Keputusan pemberhentian dirinya telah diterimanya. Risa mengaku legawa atas putusan Bupati Fandi Akhmad Yani tersebut. “Iya, SK sudah saya terima,”kata Risa dikonfirmasi melalui selulernya pada Ahad, 2 Januari 2022.
Risa mengawali karir di perusahaan penyedia air bersih untuk masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu sejak 1988. Ia dilantik sebagai Dirut PDAM Giri Tirta-kini menjadi-Perumda Giri Tirta Gresik sejak 28 Oktober 2018 periode 2018-2023.
Selama 33 tahun Risa mengaku mengetahui jeroannya di badan usaha milik daerah (BUMD) Gresik itu. Apa kendala yang ada di Perumda Giri Tirta sehingga tidak bisa melayani air bersih, kebutuhan dasar bagi masyarakat Kota Santri yang berjumlah 1,3 juta jiwa itu? Risa mengaku, operasional perusahaan Senin-Kamis alias tersendat karena harga dasar air terlalu murah. Ia mengatakan berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Timur batas bawah harga dasar air PDAM Giri Tirta Gresik sebesar Rp 8 ribu per meter kubik (m³).
“Disini (Perumda Giri Tirta Gresik, Red) tarif dasar masih Rp 1.600 per meter kubik,”katanya. Tarif dasar yang rendah sejak 2002 atau 20 tahun tidak mengalami kenaikan. Padahal, kurun waktu itu, pembelian bahan baku air mengalami kenaikan dua kali yakni 2014 dan 2018. “Saya tidak bisa menjalankan operasional dari situ (tarif murah),”ujarnya. Sebab, tarif air bersih adalah nafas bagi perusahaan. “PDAM bisa bernafas dari tarif. Bisa hidup dari tarif,”tegasnya.
Ia berharap pada penggantinya persoalan tarif air menjadi perhatian. “Kalau tidak ada kenaikan tarif, kasihan kepada pengganti Saya,”katanya. Ditanya aktivitas pasca tidak menjabat Dirut Perumda Giri Tirta, Risa mengaku akan berfokus untuk keluarga. Mendampingi suami dan anak-anaknya yang selama kurang mendapatkan perhatiannya. “Saiki Saya akan lebih ngereken (memperhatikan) suami dan anak-anak. Akan lebih sayang kepada mereka,”ujarnya.
Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani merombak jajaran direksi Perumda Giri Tirta Gresik. Pasalnya, manajemen perusahaan penyedia air bersih itu dianggap gagal memenuhi kebutuhan dasar bagi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Ada dua surat keputusan (SK) yang diteken oleh Bupati termuda, 36 tahun di Gresik itu. Dua SK itu Nomor 821.2/708/HK/437.12/2021 tentang Pemberhentian Siti Aminatus Zariyah dari Jabatan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Giri Tirta Kabupaten Gresik. Dan SK Nomor: 821.2/709/HK/437.12/2021 tentang Pemberhentian Direktur Teknik Perumda Giri Tirta Harisun Awali.
Bupati Fandi Akhmad Yani kemudian mengangkat Gunawan Setyadi, Asisten II Pemkab Gresik sebagai Plt Dirut Perumda Giri Tirta, Widjajani Lestari, Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Gresik sebagai Plt Direktur Umum (Dirum) Perumda Giri Tirta dan Kepala Cabang (Kancab) Perumda Giri Tirta Kecamatan Gresik Patris Edhi Susanto sebagai Plt Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Giri Tirta Gresik.
SK Pemberhentian Dirut dan Dirtek Perumda Giri Tirta Gresik itu berlaku sejak 31 Desember 2021.”Iya, benar. Saya lakukan evaluasi. Semuanya (jajaran direksi,Red,) hingga Dewas (Dewan Pengawas) diganti,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Ahad, 2 Januari 2022.
Pelayanan buruk air bersih menjadi keluhan masyarakat di Kota Santri ini. Hampir setiap hari, menjadi tranding topik di media sosial. Usai pertemuan secara tertutup pada 17 September 2021 di kantor Perumda Giri Tirta Gresik di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan ada dua keputusan yang telah dilakukan. Dua keputusan itu adalah audit keuangan dan teknik.
“Kami ingin tahu karena ada penyertaan modal yang dilakukan pemerintah pada 2019 sebesar Rp 25 miliar yang diduga tidak sesuai dengan perencanaan sebelumnya,”ujarnya. Akibatnya, target pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat tidak sesuai target. “Pendistribusian air bersih yang menjadi lepas dari target awalnya berdirinya BUMD terkait kinerja internal,”tegasnya.
Kemungkinan terburuk hasil audit? Gus Yani berharap tidak menjadi masalah. Tetapi menjadi catatan rapor merah bagi manajemen Perumda Giri Tirta. “Manajemen Perumda Giri Tirta tidak melaksanakan perencanaan yang seharusnya dilakukan,”tegasnya. Gus Yani berharap audit teknik dan keuangan ini dalam rangka mitigasi terkait kerugian agar selanjutnya tidak terjadi lagi. (yad)
GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani merombak total jajaran direksi Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta. Pasalnya, manajemen perusahaan penyedia air bersih itu dianggap gagal memenuhi kebutuhan dasar bagi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.
Ada dua surat keputusan (SK) yang diteken oleh Bupati termuda, 36 tahun di Gresik itu. Dua SK itu Nomor 821.2/708/HK/437.12/2021 tentang Pemberhentian Siti Aminatus Zariyah dari Jabatan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Giri Tirta Kabupaten Gresik. Dan SK Nomor: 821.2/709/HK/437.12/2021 tentang Pemberhentian Direktur Teknik Perumda Giri Tirta Harisun Awali.
Bupati Fandi Akhmad Yani kemudian mengangkat Gunawan Setyadi, Asisten II Pemkab Gresik sebagai Plt Dirut Perumda Giri Tirta, Widjajani Lestari, Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Gresik sebagai Plt Direktur Umum (Dirum) Perumda Giri Tirta dan Kepala Cabang (Kancab) Perumda Giri Tirta Kecamatan Gresik Patris Edhi Susanto sebagai Plt Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Giri Tirta Gresik.
SK Pemberhentian Dirut dan Dirtek Perumda Giri Tirta Gresik itu berlaku sejak 31 Desember 2021.”Iya, benar. Saya lakukan evaluasi. Semuanya (jajaran direksi,Red,) hingga Dewas (Dewan Pengawas) diganti,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Ahad, 2 Januari 2022.
Evaluasi menyeluruh jajaran direksi Perumda Giri Tirta Gresik itu dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani setelah Inspektorat Pemkab Gresik menyelesaikan hasil audit terhadap kinerja dan keuangan perusahaan yang melayani air bersih untuk masyarakat Gresik berjumlah 1,3 juta jiwa itu.
Inspektorat melakukan audit terhadap kinerja dan keuangan di Perumda Giri Tirta Gresik dilakukan sejak September 2021, menemukan adanya dugaan kejanggalan penggunaan anggaran penyertaan modal yang sebelumnya bernama PDAM Giri Tirta sebesar Rp 25 Miliar periode 2019-2020.
Laporan hasil audit Inspektorat Pemkab Gresik menyimpulkan adanya penyertaan pemanfaatan modal Pemkab Gresik kepada PDAM Giri Tirta Gresik pada 2019 yang penggunaannya di luar peruntukannya. Hal tersebut tertuang dalam surat keputusan Bupati Gresik terkait penyertaan modal pada PDAM Gresik nomor: X.700/158/437.72/2021 tanggal 22 Oktober 2021.
Seperti diberitakan, pelayanan buruk air bersih menjadi keluhan masyarakat di Kota Santri ini. Hampir setiap hari, menjadi tranding topik di media sosial. Usai pertemuan secara tertutup pada 17 September 2021 di kantor Perumda Giri Tirta Gresik di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan ada dua keputusan yang telah dilakukan.
Dua keputusan itu adalah audit keuangan dan teknik. “Kami ingin tahu karena ada penyertaan modal yang dilakukan pemerintah pada 2019 sebesar Rp 25 miliar yang diduga tidak sesuai dengan perencanaan sebelumnya,”ujarnya.
Akibatnya, target pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat tidak sesuai target. “Pendistribusian air bersih yang menjadi lepas dari target awalnya berdirinya BUMD terkait kinerja internal,”tegasnya.
Kemungkinan terburuk hasil audit? Gus Yani berharap tidak menjadi masalah. Tetapi menjadi catatan rapor merah bagi manajemen Perumda Giri Tirta.
“Manajemen Perumda Giri Tirta tidak melaksanakan perencanaan yang seharusnya dilakukan,”tegasnya. Gus Yani berharap audit teknik dan keuangan ini dalam rangka mitigasi terkait kerugian agar selanjutnya tidak terjadi lagi. (yad)