PMI Gresik Anugerahi Pendonor 50 & 75 Kali, Bupati Gresik: Donor Darah untuk Kemanusiaan, dan Menyehatkan 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka acara penganugerahan bagi pendonor darah sukarela sebanyak 50 kali dan 75 kali di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Kamis, 20 November 2025.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para pendonor sukarela yang selama puluhan tahun menjaga ketersediaan darah untuk masyarakat. Selain memberikan anugerah kepada para pendonor, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani juga  menyerahkan penghargaan prestasi Pasukan Palang Merah Remaja (PMR) pada Jumbara (Jumpa Bakti Gembira) X Provinsi Jawa Timur 2025.

Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan, bahwa donor darah bukan hanya tindakan kemanusiaan, tetapi juga membawa manfaat kesehatan yang nyata bagi pendonornya. “Pemerintah Kabupaten Gresik mengucapkan terima kasih bagi semua pendonor, bahkan yang sudah 50 kali, 75 kali donor. Tolong sampaikan kepada masyarakat bahwa donor darah ini juga membuat badan sehat,” ujarnya.

Sedangkan, kepada para anggota PMR yang hadir, ia berpesan agar terus menjaga semangat dalam PMI. “Adik-adik PMR, teruslah bersemangat. Mudah-mudahan kalian bisa terus ikut berjuang di PMI,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Di hadapan jajaran PMI dan para relawan, magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu, memberikan dorongan khusus kepada PMI  Gresik untuk terus bergerak maju pada tahun 2026. Ia mengingatkan bahwa tahun depan akan terjadi penyesuaian besaran dana hibah akibat pemotongan Transfer ke Daerah (TKD), namun ia berharap PMI tetap bisa menjaga kinerjanya dan memperkuat profesionalisme.

“Tahun depan ada penyesuaian anggaran akibat pemotongan TKD. Tetapi saya berharap PMI tetap kuat, tetap tumbuh, tetap melayani. Kita hadapi bersama, dan pemerintah daerah akan tetap mendukung semampunya,” tegasnya.

Ketua PMI Kabupaten Gresik Achmad Nadlir menjelaskan, bahwa kegiatan apresiasi ini merupakan penghargaan bagi mereka yang telah berulang kali berdonor dan menjadi tulang punggung ketersediaan darah di Gresik. “Ini bentuk penghargaan kepada mereka yang selalu berdonor untuk kemanusiaan di Kabupaten Gresik,” ucapnya.

Nadlir juga menyampaikan rencana besar PMI Gresik yang pada tahun mendatang ditargetkan sudah memenuhi Standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), sehingga pengelolaan darah bisa dilakukan secara mandiri dan berdampak lebih luas bagi masyarakat. Ia turut menyampaikan kebanggaan atas capaian kontingen PMR Gresik pada Jumbara PMI Jawa Timur, di mana Gresik berhasil meraih peringkat 4, sebuah pencapaian membanggakan mengingat ini adalah keikutsertaan pertama di ajang tersebut.

Prestasi itu hadir melalui rangkaian kontribusi para anggota PMR. Di antara mereka, Jauharotun Nazilah berhasil meraih peringkat utama. Natta Andromeda Devaranandha keluar sebagai juara pertama bidang kepemimpinan tingkat mula. sementara Muhammad Kaysi Asyfaq Jazmiy meraih peringkat dua simulasi pertolongan pertama tingkat mula.

Di jenjang yang lebih tinggi, Aisyah Rasika Allyandra meraih peringkat dua bidang pertolongan pertama tingkat madya, dan Musmita meraih peringkat dua bidang donor darah siswa tingkat madya. Kreativitas PMR Gresik juga diakui melalui prestasi Gadiza Ananda Septiana yang memperoleh peringkat tiga bidang media sosial.

Selain itu, Tsania Mei Naura Albaity berhasil masuk enam besar bidang sanitasi kesehatan tingkat wira, dan Muchammad Tajuddin, meraih peringkat empat pada bidang wahana kepalangmerahan.

Testimoni juga diberikan oleh Sumanto, pendonor asal Kedanyang yang telah mendonorkan darahnya 75 kali sejak 1981. Dalam testimoninya, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai kebiasaan hidup. “Ayo kita donorkan darah kita. Selain menyehatkan, ini juga perbuatan mulia,” ujarnya. (yad)

PMI Gresik Anugerahi Pendonor 50 & 75 Kali, Bupati Gresik: Donor Darah untuk Kemanusiaan, dan Menyehatkan  Selengkapnya

Selamatkan Anak PMI dari Generasi Tanpa Identitas, Bupati Gresik Teken MoU dengan KBRI Malaysia

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia pada Selasa, 14 Oktober 2025. MoU itu diteken oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Duta Besar (Dubes) RI untuk Malaysia Hermono di Kantor KBRI Kuala Lumpur.

Kesepakatan ini menjadi langkah nyata Pemkab Gresik untuk memastikan perlindungan hukum dan pemenuhan hak anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Gresik, terutama terkait identitas dan akses pendidikan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menekankan bahwa inti dari MoU ini adalah memastikan anak-anak pekerja migran memiliki identitas hukum yang jelas.

“Anak-anak kita harus difasilitasi tentang asal usulnya. Jika salah satu orang tuanya warga Gresik, maka mereka berhak atas identitas yang lengkap. Tanpa dokumen, mereka akan menjadi stateless, tidak bisa sekolah, bahkan tidak mendapatkan jaminan kesehatan. Padahal pendidikan adalah jalan utama untuk meningkatkan kesejahteraan,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Menurutnya, tanpa identitas anak-anak tidak akan bisa mengenyam pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, sehingga cita-cita mereka bisa terhenti. “Kita ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan masa depannya hanya karena status administratif. Orang tua mereka adalah pahlawan devisa, maka sudah menjadi tanggung jawab kita memberi perhatian penuh kepada anak-anak tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, MoU ini sekaligus menandai komitmen Pemkab Gresik untuk menghadirkan kebijakan dan layanan publik yang melindungi anak pekerja migran. “Alhamdulillah MoU ini bisa terlaksana. Semoga menjadi awal kebaikan, bukan hanya untuk masyarakat Gresik, tapi juga dapat diperluas ke tingkat provinsi hingga nasional,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa perlindungan anak pekerja migran bukan hanya soal administrasi kependudukan, melainkan juga strategi pembangunan sumber daya manusia jangka panjang. Dengan identitas yang sah, anak-anak dapat memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan yang layak, sekaligus kesempatan untuk menggapai cita-cita mereka. 

“Kita sedang memastikan tidak ada satu pun anak Gresik yang tertinggal dari peradaban hanya karena masalah identitas,” jelas mantan Ketua DPRD Gresik itu. Ia menyebutkan bahwa inisiatif ini lahir dari kesadaran bahwa pemerintah daerah tidak bisa menutup mata terhadap persoalan globalisasi tenaga kerja. Banyak warga Gresik yang menjadi pekerja migran, dan pemerintah daerah memiliki kewajiban moral sekaligus amanat konstitusi untuk hadir melindungi hak dasar warganya.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono, menyambut baik langkah Pemkab Gresik yang disebutnya sebagai terobosan penting dari pemerintah daerah. Menurutnya, inisiatif seperti ini harus menjadi contoh bagi daerah lain karena banyak anak pekerja migran di Malaysia yang belum tersentuh akses pendidikan.

Ia mengungkapkan, kondisi anak-anak pekerja migran di Malaysia cukup beragam. Di wilayah Malaysia Timur (Sabah dan Serawak), kerja sama dengan pemerintah sudah terjalin sehingga memungkinkan hadirnya guru dan fasilitas pendidikan. Sementara di Semenanjung Malaysia, dukungan lebih banyak lahir dari masyarakat melalui sanggar belajar.

“Awalnya hanya ada tiga sanggar, sekarang sudah berkembang menjadi 78 sanggar belajar dengan lebih dari 2.600 murid. Itu semua hasil gotong royong masyarakat, CSR perusahaan, dan partisipasi perguruan tinggi,” jelas Hermono.

Hermono menegaskan bahwa kunci perlindungan pekerja migran memang berada di pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan UU Nomor 18 Tahun 2017. Karena itu, langkah Pemkab Gresik disebutnya sebagai model yang harus diperluas. “Apa yang dilakukan Bupati Gresik (Fandi Akhmad Yani) adalah pionir. Kita tidak ingin ada satu generasi yang tersingkirkan hanya karena mereka adalah anak pekerja migran. MoU ini harus menjadi contoh agar lebih banyak kepala daerah peduli dan berkomitmen,” pungkasnya. (yad)

Selamatkan Anak PMI dari Generasi Tanpa Identitas, Bupati Gresik Teken MoU dengan KBRI Malaysia Selengkapnya

Peringati WBDD, PMI Gresik Kolaborasi dengan Rumah Sakit Berikan Layanan Kesehatan hingga Mobil Jenazah Gratis 

GRESIK,1minute.id – Pengurus Palang Merah Indonesia atau PMI Gresik berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain ketersedian darah dengan meningkatkan jumlah pendonor darah. Pengurus PMI dibawah komando Achmad Nadlir itu memberikan pelayanan mobil jenazah gratis. 

Layanan baru dari PMI Gresik itu dilaunching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersamaan peringatan Hari Donor Darah Sedunia atau World Blood Donor Day/WBDD di arena Car Free Day di  Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP pada Ahad pagi, 4 Agustus 2024. WBDD diperingati setiap 14 Juni.

Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani mendorong pengurus PMI Gresik untuk tidak bosan dan lelah mengajak masyarakat Gresik melakukan donor darah. Sebab, darah sangat dibutuhkan oleh masyarakat. “Karena kita tidak tahu kapan membutuhkan. Sehingga persediaan darah harus ada,” kata Gus Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Ketua PMI Gresik Achmad Nadlir.

Ia kembali mengingatkan memori masyarakat tentang wabah corona virus disease 2019 atau Covid-19 yang terjadi awal Maret 2021. Saat itu, ia baru menjabat sebagai Bupati Gresik. “Saat Covid-19, darah bisa menyelamatkan banyak nyawa manusia,” kenang orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

Untuk mendorong masyarakat dan dunia industri aktif partisipasi donor darah, Gus Yani menggagas kompetisi di tingkat kecamatan. “Pengurus PMI harus terus aktif mengajak masyarakat donor darah. Jadi pahlawan PMI di Kecamatan masing-masing,” tegasnya. 

Peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang diinisiasi oleh PMI Gresik sangat meriah. Ribuan warga tumplek-blek di arena Car Free Day di sepanjang Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik. Selain jalan sehat. Aktivitas pagi di area tanpa asap kendaraan bermotor itu juga di gelar pemeriksaan kesehatan gratis. Semua rumah sakit di Gresik memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat. Diantaranya, RSUD Ibnu Sina Gresik, RS Semen Gresik, RS Petrokimia Gresik dan klinik Parahita. 

Layanan kesehatan mulai tekanan darah hingga pemeriksaan kesehatan mata. Dan, konsultasi laktasi. Semua layanan kesehatan itu gratis untuk warga Gresik. Selain layanan kesehatan itu, juga menyerahkan penghargaan kepada puluhan relawan yang sudah 50 kali lebih donor darah. 

Gus Yani berharap kedepan, PMI Gresik yang memiliki cita-cita tinggi yakni membuka layanan klinik kesehatan bisa terealisasi. “Cita-cita punya klinik PMI. Saatnya bangkit untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Saling membantu dan melayani untuk masyarakat,” harap Gus Yani. 

Sementara itu, Ketua PMI Gresik Achmad Nadlir mengatakan, pihak secara aktif menjalin kolaborasi dengan semua pihak untuk gemar donor darah. Hasilnya? “Waktu awal Saya menjabat jumlah pendonor darah sekitar 18 ribuan sekarang sudah mencapai 22 ribu,” kata Kaji Nadir, yang juga anggota DPRD Gresik terpilih ini. (yad)

Peringati WBDD, PMI Gresik Kolaborasi dengan Rumah Sakit Berikan Layanan Kesehatan hingga Mobil Jenazah Gratis  Selengkapnya

PN Gresik Apresiasi Antusiasme Warga Donor Darah Rayakan Hari Mahkamah Agung 

GRESIK,1minute.id – Pengadilan Negeri (PN) Gresik menggelar bakti sosial donor darah dalam memperingati HUT ke-77 Mahkamah Agung dan Kemerdekaan Republik Indonesia pada Selasa, 30 Agustus 2022.

Ketua PN / Peradilan Industrial Kelas 1A Gresik, Agus Walujo Tjahjono mengatakan, kegiatan bakti sosial donor darah ini untuk membantu masyarakat yang membutuhkan darah. 

Kegiatan donor darah tersebut diikuti para hakim, pegawai dan keluarga besar Pengadilan Negeri (PN) Gresik serta Pengadilan Agama (PA) Gresik serta PA Bawean. Ada juga dari pengacara di pos bantuan hukum dan wartawan yang sering liputan di Pengadilan Negeri Gresik. 

“Kegiatan donor darah ini untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Baksos ini  berbarengan memperingati HUT ke 77 Mahkamah Agung dan Kemerdekaan Republik Indonesia,”kata Agus Walujo Tjahjono di Kantor Pengadilan Negeri Gresik pada Selasa, 30 Agustus 2022.

Puluhan calon pendonor berdatangan mulai pukul 07.30 WIB. Selain hakim, panitera juga warga sekitar kantor Pengadilan Negeri Gresik di Jalan Raya Permata , Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Donor darah tim dari Palang Merah Indonesia (PMI) Gresik. Antusiasme warga untuk kemanusiaan patut mendapatkan apresiasi. 

Agus Walujo Tjahjono melanjutkan kegiatan donor darah tersebut juga membuktikan sebagai perjuangan zaman sekarang, yaitu memberikan darah kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kegiatan ini membuktikan kekompakan para pegawai di Pengadilan Negeri Gresik dan Pengadilan Agama bersinergi dengan warga,”katanya. (yad)

PN Gresik Apresiasi Antusiasme Warga Donor Darah Rayakan Hari Mahkamah Agung  Selengkapnya

Lindungi PMI, Bupati Gresik Teken Kesepakatan dengan BP2MI

GRESIK,1minute.id –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menandatangi nota kesepakatan dengan Badan Perlindugan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Bali pada Kamis, 28 Juli 2022.

Nota kesepakatan dua institusi itu diteken oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan Ketua BP2MI Benny Rhamdani. Nota kesepakatan meliputi penyelenggaraan pendidikan, pelatihan dan keterampilan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sinergi para pihak dalam melaksanakan pelayanan penempatan dan pelindungan calon PMI dan PMI. Termasuk sosialisasi peluang kerja di negara tujuan penempatan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, bahwa penandatanganan nota kesepakatan ini menjadi hal yang sangat penting, apalagi dalam hal memberikan perlindungan bagi PMI yang bekerja di luar negeri. Ia mengungkapkan pekerja migran Indonesia sudah sepantasnya mendapatkan perlindungan yang maksimal, sebagai pahlawan devisa.

Oleh karena itu, menurutnya negara harus hadir untuk memberikan garansi perlindungan kepada setiap calon pekerja migran Indonesia dan keluarganya. “Kami yakin jika kolaborasi ini diperkuat dilapangan, tidak hanya pusat yang bertanggung jawab soal penempatan PMI, tapi juga daerah. Maka kecil kemungkinan terhadap upaya penempatan ilegal yang dilakukan sindikat,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua BP2MI Benny Rhamdani menyampaikan, kerja sama yang dilakukan dengan Pemda ini menjadi awal yang baik. “Sebab kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam hal tata kelola penempatan pelindungan yang kita inginkan lebih baik lagi,”kata Benny. 

Seperti diberitakan Nur Hayati alias Sainiyah sebagai tenaga Migran Indonesia (PMI) menjadi potret buram bagi pahlawan devisa. Perempuan 45 tahun asal Desa Desa Gelam, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik itu harus mendekam 6 bulan di penjara sebelum akhirnya di deportasi ke Indonesia. 

Sainiyah, PMI di Negeri Mahatir Muhammad itu selama puluhan tahun. Ia diduga pekerja gelap. Ketika terjaring operasi kepolisian Diraja Malaysia tidak bisa menunjukkan dokumen.  Pemkab Gresik bersinergi dengan Kementerian Tenagakerjaan akhirnya bisa mengembalikan Sainiyah kepada keluarganya pada Senin, 18 Juli 2022 lalu. (yad)

Lindungi PMI, Bupati Gresik Teken Kesepakatan dengan BP2MI Selengkapnya

Tangis Haru Sainiyah, Bupati Gresik Menyerahkan PMI kepada Keluarga 

GRESIK,1minute.id – Tangis Nur Hayati alias Sainiyah pecah. Tangis haru perempuan 45 tahun itu setelah bertemu dengan keluarga di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik pada Senin malam, 18 Juli 2022. 

Sainiyah, Pekerjaan Migran Indonesia (PMI) di Malaysia ini asal Desa Gelam, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Ia sempat di penjara selama 6 bulan karena tidak memiliki dokumen. Disnaker Gresik bersinergi dengan Kementerian Tenagakerjaan (Kemenajer) Indonesia menjemput Sainiyah di RS Darurat Wisma Atlet di Jakarta Utara. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Kadisnaker Gresik Andhi Hendro Wijaya menyerahkan Sainiyah kepada keluarganya. “Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi pada pekerja dari Gresik,”ujar Bupati Fandi Akhmad Yani.  Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kinerja Disnaker Gresik bersinergi dengan Kementerian Tenagakerjaan untuk memulangkan Sainiyah. Sebab, memberikan perlindungan kepada Tenaga kerja menjadi tanggung jawab pemerintah. 

Sainiyah adalah potret buram PMI. Sainiyah sudah bekerja selama 20 tahun di negeri jiran, Malaysia. Ia bekerja sebagai cleaning service di Jalan Duta, Kuala Lumpur, Malaysia. Akhir Desember 2021, Sainiyah sedang menunggu bus ditangkap oleh aparat kepolisian Diraja Malaysia. Karena tidak memiliki dokumen, Sainiyah kemudian di penjara. 

Sejak Desember 2021 itu, Sainiyah tidak bisa berkomunikasi dengan pihak keluarga di Desa Gelam, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Setelah menjalani penahanan selama 6 bulan Sainiyah kemudian di deportasi ke Indonesia. Kondisi Sainiyah sakit. Ia pun kemudian dirawat di RS Atlet di Jakarta Utara. 

Kementerian Ketenagakerjaan mengidentifikasi Sainiyah berasal Kabupaten Gresik. Kadisnaker Gresik Andhy Hendro Wijaya kemudian menjemput Sainiyah ke Jakarta. Sainiyah tiba di kantor Dinas Tenaga Kerja Gresik pada Senin, 18 Juli 2022 sekitar pukul 18.00 WIB. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama keluarga Sainiyah sudah menunggu di kantor Disnaker berada di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas. 

Dalam Kementerian Ketenagakerjaan, pada 2005, Sainiyah pernah di deportasi dari Malaysia. Namun, tiga tahun kemudian atau 2008 Sainiyah kembali nekat berangkat ke Malaysia tanpa dokumen. (yad)

Tangis Haru Sainiyah, Bupati Gresik Menyerahkan PMI kepada Keluarga  Selengkapnya

SIG Dukung Program Plasma BUMN untuk Indonesia,


GRESIK,1minute.id – Donor plasma convalesen dikalangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berlanjut. Kini, giliran PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mendukung program Plasma BUMN untuk Indonesia yang diinisiasi Kementerian BUMN. 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen yang telah dicanangkan pemerintah dengan tujuan mendorong masyarakat penyintas Covid-19 untuk menyelamatkan penderita Covid-19 yang masih dalam perawatan.

Program Plasma BUMN untuk Indonesia digelar secara serentak di 15 provinsi di Indonesia disaksikan secara online di 34 provinsi dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Ketua Palang Merah Indonesia Pusat Jusuf Kalla di Jakarta pada Senin, 8 Februari 2021. 

Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso mengatakan, SIG turut berpartisipasi untuk mendukung pemerintah mempercepat penanggulangan penyebaran dan dampak pandemi Covid-19. Donor plasma konvalesen menjadi salah satu alternatif dan harapan bagi mereka yang terjangkit.

“Di lingkungan SIG Group, ada empat karyawan yang memenuhi syarat untuk dapat melakukan donor plasmanya. Empat karyawan tersebut adalah dua orang karyawan Semen Padang, Sumatera Barat serta dua orang karyawan dari Semen Tonasa, Sulawesi Selatan,”ungkap Hendi Prio Santoso.

Lebih lanjut Hendi Prio Santoso menyampaikan, selain di lingkungan SIG Group, SIG juga berperan aktif dalam mendukung kegiatan Donor Plasma Konvalesen di Wilayah Jawa Tengah. SIG sebagai koordinator satgas BUMN di Jawa Tengah bekerjasama dengan PMI Semarang, turut menyeleksi para calon pendonor yang berasal dari BUMN di Jawa Tengah. 

Ada 5 orang yang mendaftarkan diri, setelah dilakukan screening ada 2 pendonor yang memenuhi syarat untuk dapat melakukan donor plasmanya. “Kami mengapresiasi pendonor yang telah berpartisipasi dalam gerakan donor Plasma Konvalesen,”ujarnya.

Kegiatan ini sebagai wujud implementasi core value BUMN AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmoni, Loyal, Adaptif, Kolaboratif). “Semoga dengan dukungan ini bisa menyelematkan saudara kita yang masih berjuang untuk sembuh dari Covid-19,” ungkap Hendi Prio Santoso. (*)

SIG Dukung Program Plasma BUMN untuk Indonesia, Selengkapnya