Pagi Lapor Polisi, Sore Pelaku Curanmor Dibekuk di Sleman, Jogjakarta 

GRESIK,1minute.id – Polsek Driyorejo meringkus pemuda berinisial MPW, 18, di wilayah Sleman, Jogjakarta. Pemuda asal Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik itu diburu polisi karena diduga pelaku pencurian kendaraan bermotor alias Curanmor.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Maheni melalui Kapolsek Driyorejo, Kompol Musihram, membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan bahwa penangkapan dilakukan berkat hasil koordinasi dan kerja cepat tim Buser Polsek Driyorejo dengan bantuan Resmob Opsnal Polres Gresik dan Polsek Kalasan, Polresta Sleman.

“Setelah menerima laporan dari warga, kami segera melakukan penyelidikan di lokasi dan mengumpulkan keterangan saksi serta rekaman CCTV. Dari hasil tersebut, tim kami berhasil melacak keberadaan pelaku hingga ke wilayah Sleman, Jogyakarta,” jelas Kompol Musihram.

Peristiwa pencurian terjadi pada Selasa, 1 Juli 2025 sekitar pukul 02.00 WIB di kawasan Perumahan Sumput Asri, Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo. Korban memarkirkan motor Honda Scoopy miliknya di teras rumah usai pulang kerja pada Senin sore, 30 Juni 2025. Korban baru menyadari motornya hilang usai salat subuh. Setelah berkoordinasi dengan ketua RT dan memeriksa CCTV, korban segera melapor ke Polsek Driyorejo.

Dari hasil penyelidikan, petugas mencium keberadaan pelaku yang diketahui melarikan diri ke wilayah Jogyakarta. Pelaku berhasil diamankan pada Selasa sore, 1 Juli 2025. Pelaku sempat mengalami kecelakaan dua kali selama dalam pelarian, masing-masing di wilayah Druwo Parangtritis dan Solo dekat Bandara Adi Sumarmo, Colomadu, Karanganyar.

Saat ditangkap, pelaku mengakui perbuatannya. Dari tangan pelaku, diamankan barang bukti berupa,1 unit sepeda motor Honda Scoopy No. Pol S 2603 VN warna hitam, 1 buah STNK dan kunci remot, 1 buah sarung biru, 1 buah baju warna pink, 1 buah celana pendek hitam, 1 buah peci hitam, 1 buah sandal. Kini pelaku meringkuk di ruang tahanan Polsek Driyorejo dan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Kapolsek Driyorejo mengapresiasi kerja keras tim Buser serta peran aktif masyarakat yang cepat melaporkan kejadian tersebut. “Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak meninggalkan kunci kendaraan di tempat yang mudah dijangkau,” tutupnya. (yad)

Pagi Lapor Polisi, Sore Pelaku Curanmor Dibekuk di Sleman, Jogjakarta  Selengkapnya

Hujan-hujanan, Bocah 12 Tahun Hanyut di Selokan Perumahan di Driyorejo, Ditemukan Meninggal Dunia

GRESIK,1minute.id – “Pak! Ada arek yang masuk kesini. Bukan anak dari Alana,”  kata seorang lelaki dalam potongan video berdurasi 0,25 detik. Di video itu arus air di selokan di Kompleks Perumahan Alana Hills, Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur sangat deras.

Air selokan yang sangat deras itu karena hujan baru redah pada Senin, 17 Feberuari 2025. Hujan deras disertai angin terjadi di sebagian wilayah di kabupaten Gresik. Selain di Kecamatan Gresik, juga hujan terjadi di Kecamatan Driyorejo.

Saat hujan turun, tiga bocah usia belasan tahun sedang hujan-hujanan. Selokan di kompleks perumahan Alana Hill tertutup air hujan. Bocah berinisial ACD, 12 tahun terpeleset masuk selokan yang lebarnya sekitar 60 centimeter dan kedalaman lebih kurang 1 meter. Tubuh mungil bocah kelas V salah satu sekolah dasar itu pun hanyut. 

Mengetahui ACD hanyut, dua rekannya kemudian melaporkan ke sekuriti perumahan. Sehingga, muncul video berdurasi 0,25 detik tersebut. “Pak! Ada arek yang masuk kesini. Bukan anak dari Alana. Tapi ini sulit dibongkar,” ujar seorang lelaki dalam video tersebut.

Kapolsek Driyorejo Kompol Musihram, kejadian korban hanyut di saluran air atau selokan terjadi pukul 13.30 WIB. “Saat itu, korban ACD bermain di dekat gorong-gorong kemudian terpeleset sehingga langsung masuk ke dalam selokan,” ujar Kompol Musihram pada wartawan, Senin, 17 Februari 2025.

Korban, katanya, sempat dibawa ke klinik selanjutnya dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. “Korban dinyatakan meninggal dunia,” ujar perwira satu melati di pundak itu.

Atas peristiwa ini, pihak kepolisian mengimbau anak-anak untuk bermain di tempat yang aman. Juga mengingatkan orang tua agar lebih mengawasi aktivitas buah hati terutama anak kecil atau balita. Apalagi saat hujan. (yad)

Hujan-hujanan, Bocah 12 Tahun Hanyut di Selokan Perumahan di Driyorejo, Ditemukan Meninggal Dunia Selengkapnya

Gasak Smartphone Android, Pencuri Dimassa di Gresik, Polisi Kejar Pelaku Lainnya

GRESIK,1minute.id – Satu lagi, terduga pelaku pencurian keok di wilayah hukum Polres Gresik. Pencuri nahas itu berinisial CA. Ia berusia 25 tahun mengaku warga Sidotopo, Semampir, Surabaya itu nyaris tewas karena dihakimi massa di Desa Gadung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Kamis, 30 Januari 2025. 

Beruntung, polisi dari Kepolisian Sektor atau Polsek Driyorejo cepat tiba di lokasi kejadian perkara. Pelaku menggasak gawai merek  OPPO A96 warna hitam milik korban Bernama CRD, 16 tahun, warga setempat. 

Pada waktu itu, korban sedang men-charger smartphone di warung sembako milik kakeknya, Sukar Jayus. Selanjutnya korban masuk ke dalam rumah yang ada di belakang warung untuk mandi. Kemudian selesai mandi korban persiapan mau berangkat ke sekolah ternyata handphone raib. 

Korban melihat ada laki-laki yang yang mencurigakan memegang handphone miliknya maka korban spontan teriak maling. Teriakan korban bagaikan suara komando sehingga menggerakkan orang yang mendengar melakukan pengejara. Pelaku yang berboncengan sepeda motor melihat massa mengejar lari tunggang langgang menuju ke arah timur atau arah Surabaya.

Satu dari dua pelaku tertangkap massa lalu “dikerjai” ramai-ramai. “Warga sekitar melaporkan kejadian. Saat ini pelaku di amankan ke Mapolsek Driyorejo,” tegas Kapolsek Driyorejo Kompol Musihram. Barang bukti yang diamankan adalah satu buah handphone merek OPPO A96 dan sepeda motor Yamaha Mio. Atas Kejadian tersebut Korban mengalami kerugian Rp 2 juta. “Saat ini masih dilakukan penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Pelaku CA ditetapkan tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP ancaman hukuman maksimal 7 tahun kurungan penjara. “Satu orang DPO masih dalam pengembangan,” imbuhnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi | Foto : Polres Gresik

Gasak Smartphone Android, Pencuri Dimassa di Gresik, Polisi Kejar Pelaku Lainnya Selengkapnya

Nyaru Tamu, Disuguhi Teh Hangat, Ternyata Perampok, Sekap dan Kuras Harta Milik Nenek di Gresik

GRESIK,1minute.id – Kawanan pelaku perampokan beraksi di rumah Viktor di Kompleks Perumahan De Naila, Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Senin, 6 Januari 2025.

Korban bernama Paulina Siahaya. Nenek 69 tahun itu disekap pelaku mengacak-acak isi rumah korban. Pelaku yang diduga berjumlah dua orang itu menggasak uang dan perhiasan bernilai puluhan juta. Rinciannya, perhiasan emas seberat 25 gram, dua unit handphone, dan uang tunai sebesar Rp 500 ribu. Total kerugian diperkirakan sebesar Rp 15 juta.

Informasi yang dihimpun, Senin, 6 Januari 2025 sekitar pukul 11.30 WIB ada pengendara motor berboncengan mendatangi rumah Viktor, 51, Kompleks Kompleks Perumahan De Naila, Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Siang itu, dua lelaki tak dikenal itu berpura-pura bertamu. Nenek Paulina Siahaya yang tinggal sendiri di rumah itu mempersilakan “tamu” tak diundang itu masuk. Nenek 69 tahun itu pun menyuguhkan teh hangat. Belakangan diketahui, dua lelaki memakai jaket itu memiliki niat jahat. 

Belum diketahui niat jahat muncul ketika melihat rumah korban sepi. Atau sebaliknya, pelaku sudah mengincar kebiasaan penghuni rumah tersebut. Salah satu pelaku kemudian membekap mulut. Tubuh nenek berusia 69 tahun itu  ditarik ke dalam kamar tidur. Di dalam kamar itu, mulut nenek itu dilakban. Kedua kaki dan tangan diikat.

Pelaku kemudian leluasa mengacak-acak seluruh isi rumah korban. Pelaku menggasak perhiasan emas seberat 25 gram, dua unit handphone, dan uang tunai sebesar Rp 500 ribu. Dalam rekaman video berdurasi 19 detik, seoranh pelaku dengan santai membuka pagar rumah korban berwarna biru. Seorang lagi, mengeluarkan motor. Pelaku menutup kembali pagar rumah lalu kabur.

Kapolsek Driyorejo Kompol Musihram membenarkan kejadian dugaan perampokan itu. “Kami masih melakukan penyelidikan,” kata Musihram kepada wartawan. (yad)

Nyaru Tamu, Disuguhi Teh Hangat, Ternyata Perampok, Sekap dan Kuras Harta Milik Nenek di Gresik Selengkapnya
KALAP : Terduga pelaku KDRT berinial M menyerahkan diri ke Polsek Driyorejo usai aniaya istri pada Kamis, 14 November 2024 ( foto : ist)

Terduga Pelaku yang Ngepruk Kepala Istri dengan Linggis Menyerahkan Diri ke Polsek Driyorejo

GRESIK1minute.id – Terduga pelaku tidak  kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT berinisial M menyerahkan diri ke Polsek Driyorejo. Lelaki 40 tahun yang berprofesi sebagai sekuriti menyerahkan diri usai mengepruk kepala istri berinisial Y, 37, 

dengan linggis pada Kamis, 14 November 2024 pukul 09.00 WIB. Kabar yang beredar di desa setempat, tindak kekerasan yang dilakukan lelaki asal Desa Banjaran, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur ditengarai gara-gara kalah judi online alias judol. 

Benarkah ? Informasi yang dihimpun di kepolisian tindakan kalap lelaki berinisial M itu bukan karena judol. “Cek-cok karena korban minta cerai,” ujar sumber di kepolisian. Ia menjelentrehkan, pada Kamis, 14 November 2024 sekitar pukul 08.30 WIB pasangan suami-istri, M dan Y terlibat perang mulut di teras rumah yang berlantai keramik warna putih itu.

Pertikaian mulut terjadi dikarenakan korban meminta cerai kepada pelaku. Sebab, istri menganggap suami telah memilki wanita idaman lain alias WIL. Tudingan itu, membuat pelaku kalap. Kemudian, pelaku mengambil sebuah linggis yang berada di dalam rumahnya dan menghantamkan ke bagian kepala korban. 

Keprukan besi seukuran ibu jari orang dewasa itu membuat korban klenger. Darah segar tercecer di lantai teras rumah. Tubuh korban yang memakai kaus warna ungu dengan celana kolor tiga perempat bercorak garis putih dan hitam sekarat. 

Kejadian memilukan dan membuat warga di Desa Banjaran ngelus dada alias prihatin berdatangan. Terduga pelaku kabur. Warga setempat bersama dengan aparat kepolisian dan TNI membawa korban yang mengalami luka dibagian kaki serta kepalanya ke RS Petrokimia Gresik di Kecamatan Driyorejo. Korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kapolsek Driyorejo AKP Musirham membenarkan kejadian terebut. Ia mengatakan, awalnya pelaku dan istrinya terlibat pertengkaran, kemudian pelaku menganiyaya korban menggunakan sebilah besi (Linggis) hingga mengenai kaki dan kepala korban.

” Pelaku berinisial MID sudah menyerahkan diri ke Polsek Driyorejo dan masih dilakukan pemeriksaan,” ujarnya pada Kamis, 14 November 2024. Ia melanjutkan karena ini kasus kekerasaan dalam rumah tangga (KDRT) maka kami limpahkan Polres Gresik. “Pelaku dan barang bukti kami lakukan pelimpahan ke Unit PPA Satreskrim Polres Gresik,” tegasnya. (yad)

Terduga Pelaku yang Ngepruk Kepala Istri dengan Linggis Menyerahkan Diri ke Polsek Driyorejo Selengkapnya

Kalah Judol, Suami Kalap Pukul Kepala Istri dengan Besi di Driyorejo

GRESIK,1minute.id – Warga Desa Banjaran, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur geger pada Kamis, 14 November 2024. Mereka berbondong-bondong menuju rumah korban berinisial Y. Korban tergeletak di teras rumah berlantai keramik warna putih dengan kepala berceceran darah segar.

“Korban diduga dipukul dengan linggis oleh terduga suami korban,” kata sumber  1minute.id  pada Kamis, 14 November 2024. Kejadian memilukan dan membuat warga ngelus dada alias prihatin itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.

Usai melakukan penganiayaan hingga korban kelenger bersimbah darah, terduga pelaku berinisial M melarikan diri. “Korban dibawa mobil ambulan milik Polsek Driyorejo,” katanya. Dalam sebuah video yang diterima wartawan 1minute.id, sejumlah aparat dari Polsek Driyorejo dan Koramil Driyorejo mendatangi tempat kejadian perkara. Aparat terlihat menyita sebuah besi mirip linggis sepanjang 1 meteran. 

Di bagian lain, terlihat darah berceceran di teras lantai rumah yang sederhana itu. “Kata orang-orang disana, pelaku adalah kalaps karena terjerat judol (judi online),” ujarnya.

Benarkah ? Kapolsek Driyorejo AKP Musihram dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan laporan dari anggota. “Saya masih di Polres Gresik. Belum ada laporan anggota di grup tentang kejadian itu,” katanya melalui telepon. “Coba nanti saya cek dulu,” imbuhnya. (yad)

Kalah Judol, Suami Kalap Pukul Kepala Istri dengan Besi di Driyorejo Selengkapnya

Terduga Pelaku Pembunuhan Istri dan Penganiayaan Anak Pilih Harakiri

GRESIK, 1minute.id – Zada Thalita masih tergolek di RSUD Ibnu Sina Gresik. Gadis 25 tahun itu mengalami luka parah karena penganiayaan. Anak bangsu dari dua bersaudara tinggal di Jalan Kelud, Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo mengalami luka kepala dan dua pergelangan tangannya. Luka-luka itu diduga akibat sayatan benda tajam.

Sedangkan, ibunya bernama Triyana, 52 tahun, meninggal. Dua perempuan itu diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Terduga pelakunya adalah pria berinisial JS.Siapa JS itu ? Dia adalah suami Triyana. Ayah Thalita.

Nah, polisi sedang mengejar terduga tersebut. Sekitar pukul 17.00 tadi sore ada kabar seorang lelaki berinisial JS melakukan harakiri di perlintasan kereta api di Jombang. Lelaki itu beralamat di Jalan Kelud, Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Gresik.  Sama dengan alamat almahumah Triyana. Tubuh lelaki itu terpental setelah disambar kereta api dari Surabaya tujuan Pasar Senen, Jakarta.

Saat itu, sebelum Magrib KA dengan nomor loko 253 C melintasi KM 89 +570 di Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang , JS menghadangnya. Tubuh lelaki itu langsung disambar KA cepat itu. Tubuhnya, terpental beberapa meter. JS meninggal di lokasi kejadian. “Iya, sebelum Magrib tadi,”kata sumber dikepolisian. 

Kanitreskrim Polsek Driyorejo Ipda Suhari dikonfirmasi selulernya membenarkan bila lelaki yang menghadang kereta api itu berinisial JS. “Iya, korban tinggal di Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo,”kata Suhari pada Rabu malam.  Tapi,  Suhari belum bisa memastikan apakah JS, pelaku KDRT hingga istrinya, Triyana meninggal dan anaknya, Thalita luka-luka. “Apakah JS pelaku (pembunuhan dan penganiayaan) Saya belum bisa memastikan. Karena saksi korban belum bisa dimintai keterangan,”dalih Suhari. 

Akan tetapi, sumber dikepolisian menyebutkan JS adalah pelaku pembunuhan istri, dan menganiaya Thalita. Polisi lalu memburu JS ke Krian, Sidoarjo. Namun, JS berhasil lolos dan pergi menuju Jombang. Di Jombang itu, JS memilih jalan pintas mengakhiri hidupnya dengan cara tragis itu. Tewasnya, JS membuat hidup Thalita dalam sekejap menjadi yatim piatu.  

Plt Direktur RSUD Ibnu Sina Gresik dr Soni mengatakan, kondisi korban masih dilakukan perawatan. “Masih dalam penanganan di IGD dan pasien kondisinya stabil dan masih dikonsulkan ke dokter bedah untuk renacana tindak lanjut operasi,”kata dr Soni kepada wartawan. (yad)

Terduga Pelaku Pembunuhan Istri dan Penganiayaan Anak Pilih Harakiri Selengkapnya

Geger Penghuni Rumah di Desa Bambe, Tewas dan Luka-luka, Siapa Pelaku ?

GRESIK, 1minute.id – Rumah sederhana di Jalan Kelud, Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo itu tiba-tiba riuh. Warga setempat dan polisi tumplek-blek di dekat rumah berdinding tembok dengan cat warna putih pada Rabu, 24 November 2021 sekitar pukul 07.30. 

Mengapa mereka berada di rumah berlantai keramik warna putih itu? Sejumlah warga setempat bercerita ada pembunuhan. Ada dua korban yang tergeletak di dalam rumah yang dihuni pasangan suami-istri dan anak perempuannya. Dua korban itu adalah Triyana, 52 tahun dan anaknya, bernama Zada Thalita, 25 tahun.

Triyana, meninggal di dalam kamar tidur dengan darah mengering di bagian dahi dan belakang telinga kanan. Kepala bersandar di sebuah guling. Sedangkan, Thalita tidak jauh dari tempat ibundanya. Gadis 25 tahun mengalami luka-luka di bagian kepala dan pergelangan kedua tangannya terluka. Luka Thalita itu seperti tersayat benda tajam. Nyawa Thalita selamat. Ia kemudian dilarikan ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk mendapatkan pertolongan. 

Lalu, dimana suami Triyana? Polisi masih mencarinya. Informasi yang dihimpun suami Triyana keluar rumah sekitar pukul 04.30. Badal subuh itu, bapak dua anak, salah satunya bernama Zada Thalita itu pergi dengan naik motor. Motor itu kemudian dititipkan ke rumah satu satu keluarganya. “Setelah itu, ia naik ojek online,”ujar seorang warga setempat. 

Pergi kemana lelaki yang diduga alumnus RSJ Menur Surabaya itu. Polisi masih melakukan pencarian. Sementara itu, polisi masih terus menyelidiki penyebab serta terduga pelakunya. Polisi telah memasang police line (garis polisi) di rumah korban. Tim Automatic finger print identification system) Satreskrim Polres Gresik bersama anggota Polsek Driyorejo melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Dalam olah TKP itu, anak buah Iptu Wahyu Rizki Saputro, Kasat Reskrim Polres Gresik mengamankan satu buah tabung elpiji melon dan sebuah gunting. Didua benda itu terdapat bercak darah. Dugaan kepolisian semakin kuat, korban Triyana yang meninggal karena penganiayaan. Pun, luka-luka yang dialami Thalita akibat benda tersebut. 

Kapolsek Driyorejo Kompol Zunaedi menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Kami belum bisa memastikan penyebab korban meninggal dunia. Karena terduga pelaku masih kami lakukan pengejaran,”kata Zunaedi.

Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Identitas terduga pelaku sudah kami kantongi dan lakukan pengejaran. Yang pasti pelakunya orang dekat,”katanya kepada wartawan. (yad)

Geger Penghuni Rumah di Desa Bambe, Tewas dan Luka-luka, Siapa Pelaku ? Selengkapnya

Diduga Ngantuk, Trailer Seruduk Mobil, Motor dan Rumah, Kondisi Sopir Terjepit


GRESIK,1minute.id – Matahari belum setinggi tombak. Suasana di Jalan Raya Larangan,  Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Gresik sudah riuh pada Sabtu, 7 Agustus 2021. Jalan kabupaten itu macet dua arah. Sebab, tertutup bodi tracktor head trailer.  Kendaraan berat itu terguling setelah menabrak pengendara mobil Honda Stream, pemotor dan rumah warga setempat.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan beruntun yang terjadi pukul 06.00 itu. Petugas membutuhkan waktu lebih dari 3 jam untuk mengevakuasi bodi trailer ya menutup badan jalan itu.
Informasi yang dihimpun sekitar pukul 06.00 truk trailer melaju dari arah timur ke barat. Driyorejo ke arah Wringinanom. Kendaraan berat nopol L 9034 UI  itu disopiri Sutikno, 35, warga Desa Tempuransono, Kecamatan Sawo, Ponorogo.

Trailer melaju pelan karena sarat muatan. Memasuki Jalan Raya Larangan, Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo  diduga sopir mengantuk. Sutikno tidak melihat ada Mobil Honda Stream nopol  L 1822 LY dikendarai Abdulloh, 36, warga Perum Tata Residence Blok BA, Gresik hendak belok kanan untuk mengisi bahan bakar di SPBU Krikilan itu. Trailer lalu nyeruduk bodi belakang Honda Stream kemudian menabrak pengendara motor Honda Beat nopol  W 6535 WI yang dikendarai oleh Siti Aminah, 36, Desa Kraton, Kecamatan Krian, Sidoarjo.

RINGSEK : Bodi belakang Honda Stream yang ringsek setelah diseruduk trailer kemudian menabrak pemotor dan rumah di Jalan Raya Larangan, Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Gresik pada Sabtu, 7 Agustus 2021 ( foto : ist)

Serudukan dari belakang itu, membuat pemotor terpental. “Pengendara motor mengalami luka patah tulang lengan kiri dan paha kanan,”ujar polisi. Sementara itu, sopir trailer yang kaget membanting setir ke kiri. Trailer pun oleng , kemudian terguling. Kendaraan berat baru berhenti setelah menabrak rumah Geraldo Poylino Siswanto, 36.

“Sopir trailer terjepit bodi kendaraan,”tegas Salim, warga sekitar. Butuh waktu 3 jam lebih petugas melakukan evakuasi bodi trailer. Petugas mengerahkan eksavator dan forklip. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Driyorejo Kompol A.Zunadi menyatakan kecelakaan beruntun itu tidak menimbulkan korban jiwa. “Ada dua korban luka-luka,”kata Zunaidi melalui Ipda Tasmani. (yad)

Diduga Ngantuk, Trailer Seruduk Mobil, Motor dan Rumah, Kondisi Sopir Terjepit Selengkapnya

Super Women Gagalkan, Aksi Spesialis Pencuri Smartphone di Kos-kosan Putri


GRESIK,1minute.id – Eko Prihantono, alap-alap smartphone kos-kosan putri meringis kesakitan. Lelaki 49 tahun itu dibekuk setelah menggerayangi kamar kos yang ditempati oleh Dina Purnamasari, 33, di Desa Semambung, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

Dua gawai milik korban disita polisi sebagai barang bukti. Korban Dina lega. Sebab, perjuangan super women berhasil. Meski, sebagian anggota tubuhnya memar akibat terseret motor pelaku asal Desa Bululawang, Kecamatan Bululawang, Malang sejauh 5 meter. 

Ceritanya, sekitar pukul 12.00, tersangka Eko Prihantono mengendap-endap masuk kamar kos korban Dina Purnamasari di Desa Semambung, Kecamatan Driyorejo, Gresik. Siang itu, korban sedang berada di kamar kakaknya. Tatkala, Dina balik ke kamar melihat seorang lelaki misterius keluar kamar kosnya. “Koen sopo (kamu siapa),”tegur Dina.

Lelaki yang belakangan diketahui bernama Eko Prihantono, 49, asal Bululawang, Malang itu memilih kabur dan menstarter motornya. Dina, super women lalu menggandoli bagian belakang motor pelaku. Eko malah tancap gas. Tubuh Dina pun terseret hingga 5 meter. 

Dina pun teriak maling…! Teriakan perempuan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) bagai sebuah komando. Massa yang berada di sekitar lokasi kejadian melakukan pengejaran. Sebagian lainnya menghubungi polisi. Kanitreskrim Polsek Driyorejo Ipda Suhari bersama anggota dibantu massa memblokade akses pelarian pelaku dengan sebatang bambu. Eko pun menyerah.

Massa yang geram lalu menghajar pelaku. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Driyorejo Kompol Zunaedi memgatakan, dalam pemeriksaan tersangka Eko mengaku berulangkali mencuri. “Sasarannya tempat kos-kosan putri memanfaatkan keteledoran penghuninya,”kata Kompol Zunaedi pada Senin, 5 Juli 2021.

Mantan Kasat Binmas Polres Gresik itu mengimbau masyarakat agar jangan teledor. Tetap waspada akan situasi lingkungan sekitar. Jangan memberi kesempatan pada pelaku tindak pidana.”Tersangka dikenakan pasal 365 KUHP, diancam hukuman 7 tahun mendekam didalam penjara”. (yad)

Super Women Gagalkan, Aksi Spesialis Pencuri Smartphone di Kos-kosan Putri Selengkapnya