Transportasi Laut semakin Mudah, Saban Hari ada Pelayaran ke Pulau Putri

GRESIK,1minute.id – Moda transportasi laut dari Pelabuhan Gresik menuju Pulau Bawaen semakin mudah. Sebelumnya, pelayaran dua hari sekali. Kini, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ke Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean bisa saban hari. Menggunakan kapal cepat.

Ada dua kapal yang melayani pelayaran sejauh 80 mil laut dengan waktu tempuh 3-4 jam itu. Satu kapal berangkat dari Pelabuhan Gresik tujuan Pelabuhan Sangkapura, Bawean.  Kapal satunya berangkat dari Pelabuhan Sangkapura, Bawean tujuan Pelabuhan Gresik. Dua kapal itu adalah Expresss Bahari 8E dan 6F. 

Tadi pagi, EB 8E berlayar ke Bawean dengan membawa penumpang 176 orang dan 10 balita. Kapasitas kapal ini, 390 seat. Kapal berangkat pukul 09.00. Sedangkan, EB 6F dari Pulau Bawean tujuan Gresik mengangkut 150 penumpang.

“Rata-rata setiap hari penumpang berkisar segitu tidak sampai 200-an,”ujar petugas dari Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik pada Minggu, 30 Mei 2021.

Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Gresik Muhammad Amri mengatakan transportasi ke pulau Bawean semakin mudah. “Karena setiap hari ada pelayaran Gresik – Pulau Bawean dan sebaliknya,”kata Amri.

Namun, pertengahan Juni 2021 nanti ada satu kapal penumpang melakukan perbaikkan (doking). Amri mengaku belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi rencana doking itu. “Baru sebatas mendengar, tapi secara resmi belum dapat pemberitahuan,”katanya melalui pesan WhatsApp pada Minggu, 30 Mei 2021. (yad)

Transportasi Laut semakin Mudah, Saban Hari ada Pelayaran ke Pulau Putri Selengkapnya

Duyung Terdampar lalu Mati di Pantai Mayangkara

GRESIK,1minute.id – Seekor Duyung atau dugong adalah sejenis mamalia laut yang merupakan salah satu anggota Sirenia atau sapi laut terdampar di Pantai Mayangkara Desa Kepuhteluk, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean.

Badan hewan mamalia yang bisa bertahan hidup dan mampu mencapai usia 22 sampai 25 tahun itu penuh luka dan mati. Luka seperti tertusuk benda tajam. Mulut dan mata sebelah kiri berdarah. Diduga muat dugong diburu oleh pemburu liar ketika berada di laut lepas. 

“Ini kejadian kali pertama kurun waktu 15-20 tahun. Sebelumnya ada duyung tersangkut jaring nelayan tapi masih hidup,”ujar Abrari, salah satu warga Pulau Bawean dihubungi 1minute.id pada Selasa, 18 Mei 2021.

Terpisah , Camat Tambak Agung membenarkan bahwa ada ikan dugong sepanjang dua meter   terdampar di Pantai Mayangkara. “Saat ditemukan keadaan sudah mati,”kata Agung pada Selasa, 18 Mei 2021.

Duyung atau Dugong ditemukan terdampar di Pantai Mayangkara pada Minggu malam, 16 Mei 2021. Penemuan hewan mamalia dengan panjang 2 meter menghebohkan warga di Pulau Putri itu. Pemerintah Desa Kepuhteluk, Kecamatan Tambak , anggota Polair Bawean dan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang berada di Bawean sudah mengecek ke lokasi memastikan kondisi Duyung. 

“Sudah dikubur pada Senin (17/5) pukul 09.00 di sekitar pantai, kemarin juga ada dari mahasiswa Brawijaya mau lakukan penelitian tapi SOP dari pihak terkait langsung di kuburkan dikarenakan bukan bahan penelitian,”tegas Agung. 

Perlu diketahui bahwa dugong merupakan salah satu hewan mamalia laut yang langka dan dilindungi oleh Negara melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan jenis Tumbuhan dan Satwa dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No 79 tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Konservasi mamalia laut, dimana di dalamya termasuk dugong. (yad)

Duyung Terdampar lalu Mati di Pantai Mayangkara Selengkapnya

Arus Mudik Berakhir, Izin Kapal EB 6F Kelar


GRESIK,1minute.id – Selama dua pekan kapal cepat, Express Bahari 6F sandar di Pelabuhan Gresik. Kapal cepat didatangkan oleh PT Pelayaran Sakti Inti Makmur, operator EB untuk mengantisipasi arus mudik ke Pulau Bawean membludak. 

Hingga arus mudik berakhir pada Selasa, 11 Mei 2021, kapal berkapasitas 249 seat tidak bisa berlayar menuju pulau Bawean. Sejumlah awak kapal berbahan fiberglass hanya geleng kepala ketika ditanya kapan berlayar. “Entah…!,”katanya sambil geleng kepala ditemui pada Selasa, 11 Mei 2021.

Momentum mengangkut penumpang arus mudik dari Pelabuhan Gresik menuju Pelabuhan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik dan sebaliknya sudah berakhir. Dalam kurun waktu 28 April hingga 11 Mei 2021 tercatat ada 1.988 penumpang menuju pulau Putri yang memiliki alam eksotis. Sedangkan, periode sama penumpang dari Bawean menuju Gresik berjumlah 560 orang.

RUANG PENUMPANG : kapal cepat Express Bahari 6F yang siap melayani arus balik di Pelabuhan Gresik pada Selasa, 11 Mei 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Ribuan penumpang diangkut oleh dua kapal yakni kapal motor penumpang (KMP) Gili Iyang kapasitas 219 penumpang dan EB 8F berkapasitas 390 seat. 

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan Gresik Muhammad Amri mengatakan, kapal EB 6F diproyeksikan mengisi slot kapal Natuna Ekpresss yang tidak lagi melayani transportasi penyeberangan Pelabuhan Gresik-Pulau Bawean dan sebaliknya. 

Akan tetapi, waktu itu kapal cepat EB 6F tidak bisa berlayar mengangkut penumpang karena belum mengantongi surat izin berlayar dan lainnya. “Hari ini (Selasa) sepertinya izin sudah keluar,”kata Amri dikonfirmasi pada Selasa, 11 Mei 2021.

Akan tetapi, penumpang arus mudik sudah selesai. Transportasi laut menuju Pulau Bawean libur hingga H+1 lebaran. “EB 6F mungkin bisa melayani penyeberangan setelah lebaran. Apalagi, waktu dekat EB 8E akan doking,”katanya. (yad)

Arus Mudik Berakhir, Izin Kapal EB 6F Kelar Selengkapnya

1.988 Penumpang Mudik ke Pulau Bawean


GRESIK,1minute.id – Sebanyak 1.988 penumpang berlayar ke Pulau Bawean. Mereka menyeberangi Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean dari Pelabuhan Gresik untuk merayakan kebaran di tanah kelahirannya.

Ribuan penumpang itu akumulasi antara  28 April hingga 11 Mei 2021. Mereka berlayar dengan menggunakan kapal motor penumpang (KMP) Gili Iyang dan Kapal Motor (KM) Express Bahari 8E. “Tadi pagi penyeberangan terakhir. Ada 325 penumpang yang berangkat menuju Bawean,”ujar Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan Gresik Muhammad Amri pada Selasa, 11 Mei 2021.

Selama tiga hari penyeberangan libur. “Penyeberangan kembali aktif pada H+3 lebaran,”kata Amri. Seperti diberitakan, Arus mudik ke Pulau Bawean diprediksi mencapai puncak pada Selasa nanti, 11 Mei 2021. Ada tiga kapal yang melayani penyeberangan ke Pulau Putri itu.

Menurut anggota Komisi DPRD Jatim Samwil, transportasi laut, penyeberangan Gresik ke Pulau Bawean atau sebaliknya, karena dalam satu kabupaten tidak terkena sistem penyekatan.
“Walau pun jaraknya melebihi yang lainnya. Jadi memang undang-undang dan aturannya begitu,”kata Samwil, politisi asal Pulau Bawean itu di Kafe Damarkurung Kawasan Bukit Putri Cempo pada Minggu, 8 Mei 2021.

Dia mengatakan, pemerintah dalam upaya mencegah arus mudik antar kota dalam provinsi di Jatim membagi dalam 7 rayon. Gresik,satu rayon dengan Surabaya dan Mojokerto. 
Khusus transportasi dari Gresik ke Pulau Bawean, atau sebaliknya tetap diperbolehkan karena masih dalam satu kabupaten. Saat ini, ada tiga kapal yang melayani penyeberangan sejauh 80 mil laut dari pusat pemerintahan Gresik itu. (yad)

1.988 Penumpang Mudik ke Pulau Bawean Selengkapnya

Puncak Mudik ke Bawean Diprediksi H-1 Lebaran

GRESIK,1minute.id – Arus mudik ke Pulau Bawean diprediksi mencapai puncak pada Selasa nanti, 12 Mei 2021. Ada tiga kapal yang melayani penyeberangan ke Pulau Putri itu.

Menurut anggota Komisi D (bidang pembangunan dan perhubungan) DPRD Jatim Samwil, transportasi laut, penyeberangan Gresik ke Pulau Bawean atau sebaliknya, karena dalam satu kabupaten tidak terkena sistem penyekatan.

“Walau pun jaraknya melebihi yang lainnya. Jadi memang undang-undang dan aturannya begitu,”kata Samwil, politisi asal Pulau Bawean itu di Kafe Damarkurung Kawasan Bukit Putri Cempo pada Minggu, 8 Mei 2021.

Dia mengatakan, pemerintah dalam upaya mencegah arus mudik antar kota dalam provinsi di Jatim membagi dalam 7 rayon. Gresik,satu rayon dengan Surabaya dan Mojokerto.  Khusus transportasi dari Gresik ke Pulau Bawean, atau sebaliknya tetap diperbolehkan karena masih dalam satu kabupaten.

Saat ini, ada tiga kapal yang melayani penyeberangan sejauh 80 mil laut dari pusat pemerintahan Gresik itu. Tiga kapal itu adalah kapal motor penumpang (KMP) Gili Iyang. Gili Iyang, jenis kapal roll on, roll off (Ro-Ro) bisa mengangkut penumpang dan barang. Sedangkan, dua kapal lainnya, Kapal Motor (KM) Express Bahari (EB) 8E dan 6B.

Samwil, anggota Komisi D DPRD Jatim (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Kapal EB 6B ini pengganti KM Natuna Express, yang tidak melayari ke pulau Bawean,”kata Samwil. Ia berharap, ketiga kapal itu tetap memberikan pelayanan seterusnya.

“Saya berharap meski tidak lebaran nanti tiga kapal ini sangat membantu. Karena kapal cepatnya hanya 3 jam. Kalau bisa tiap hari ada transportasi laut ke Pulau Bawean,”tegas anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim itu.

Dua kapal cepat itu kapasitas penumpang masing-masing 360-an seat. “Karena pandemi, kapasitas penumpang maksimal separoh. Protokol kesehatan tetap harus diperhatikan,” ujarnya. 

Bagaimana dengan pesawat terbang? Samwil, legislator kelahiran Pulau Bawean itu, mengatakan, saat ini pesawat perintis yang melayani penerbangan dari Bandara Internasional Juanda Sidoarjo ke Bandara Harun Thohir di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean sementara berhenti beroperasi. “Pesawat terbang sementara off karena alasan tertentu,”katanya. (yad)

Puncak Mudik ke Bawean Diprediksi H-1 Lebaran Selengkapnya

Semarak Lampion di Malam Ganjil Ramadan di Pulau Putri, Samwil Buka Diatas Perahu Nelayan


GRESIK,1minute.id – Suasana bulan suci Ramadan terasa meriah di Pulau Bawean, Gresik. Apalagi memasuki malam ganjil di sepuluh terakhir Ramadan. 

Disetiap musala dan masjid di pulau putri-sebutan lain-Pulau Bawean berhias lampion. Lampu hias berbahan kertas transparan dengan aneka bentuk menambah kemeriahan bulan suci yang paling di tunggu umat muslim itu. Ada bentuk bintang, kapal hingga pesawat. 

Pemandangan itu terlihat di musala Riyadus Sibyan di Desa Sukalela, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean. Suhaimi, tokoh pemuda desa setempat menyatakan tradisi memajang lampion di musala dan masjid Ada sejak dulu. “Sejak Islam masuk Pulau Bawean,”ujar Suhaimi kepada wartawan pada Jumat, 7 Mei 2021.

Lampion itu di pajang oleh anak-anak kampung itu menggambarkan kegembiraan dan harapan mendapatkan hati yang terang dan bersih di bulan suci Ramadan. 

Lampion itu dibawa dan dipajang di musala sebelum salat isya hingga tadarus alquran. Pemandangan itu semakin meriah pada malam ganjil Ramadan. “Badal terawih biasanya dilanjutkan makan bareng yang disediakan oleh warga bergiliran,”Kata Suhaimi. 

SAMBUTAN : Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim Samwil ketika buka puasa diatas perahu nelayan Karangtumpuk, Kecamatan Panceng, Gresik pada Jumat, 7 Mei 2021 ( foto : ist )

Terpisah, anggota Komisi D DPRD Jatim Samwil menggelar buka puasa bersama dengan nelayan Karangtumpuk, Kecamatan Penceng, Gresik. Buka puasa digelar di atas perahu nelayan itu terasa gayeng dan penuh kekeluargaan. 

“Suasana keakraban dan guyup ini tentu sangat dirindukan,”kata anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim itu. (yad)

Semarak Lampion di Malam Ganjil Ramadan di Pulau Putri, Samwil Buka Diatas Perahu Nelayan Selengkapnya