Gagas Jalan Poros Tengah Menghubungkan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id –  Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan gagasan untuk membangun jalan poros tengah di Pulau Bawean. Jalan poros tengah itu menghubungkan Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Saat ini, dua kecamatan itu terhubung dengan jalan lingkar.

Menurut Bupati Fandi Akhmad Yani, jalan poros tengah ini merupakan jalur lain sebagai pelengkap jalan yang menghubungkan dua wilayah yang sudah ada. Gus Yani-sapaan- Bupati Fandi Akhmad Yani akan mematangkan gagasan itu dengan mengumpulkan semua pihak. 

“Tentunya jalur tengah ini waktu tempuhnya dari Sangkapura ke Tambak lebih cepat karena jaraknya akan lebih pendek apabila kita melewati jalan lingkar Bawean,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani dalam rembuk akur di Pendapa Kecamatan Tambak pada Rabu, 9 Juni 2021.

Gagasan pembangunan jalan poros tengah itu, imbuhnya, atas permintaan beberapa  tokoh masyarakat setempat. Tokoh masyarakat itu bercerita, dulu ada jalur tengah yang bisa dilewati ketika dari Sangkapura menuju Tambak, dan sebaliknya.

Saat itu, jalannya memang tidak layak disebut jalan, tapi bisa. Dan alangkah baiknya, jalur itu dirintis kembali untuk menjadi jalan penghubung.  “Saya menginginkan jalur tengah ini adalah merupakan sambungan jalan poros desa yang dibangun oleh beberapa desa sehingga terhubung menjadi jalan poros tengah atau jalur tengah,”katanya.

Gagasan itu, mendapatkan dukungan dari kepala desa. Tokoh masyarakat menyatakan siap untuk mensosialisasikan kepada masyarakat.

RUNWAY : Bandara Harun Thohir di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Selain gagasan Jalan jalur tengah, Bupati Gus Yani, juga menyampaikan gagasan untuk memperpanjang runway sejauh 300 meter lagi dari yang sekarang. 

“Kalau runway ini bisa lebih panjang, maka akan lebih banyak jenis pesawat yang bisa mendarat disini. Tentu saja transportasi dari dan ke Pulau Bawean akan makin lancar. Selanjutnya banyak wisatawan yang akan berkunjung ke Bawean,”katanya dalam rembug akur dengan moderator Musa, dan dihadiri Edi Santoso, anggota DPRD Gresik. (yad)

Gagas Jalan Poros Tengah Menghubungkan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean Selengkapnya

Bertemu Bupati dan Wabup, Kerinduan Warga Bawean Terobati

GRESIK,1minute.id – Kerinduan masyarakat Pulau Bawean bertemu Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah terobati. Selama tiga hari, Gus Yani dan Bu Min berada di pulau Putri -julukan lain-Pulau Bawean.  

Kunjungan kerja kali pertama sejak dilantik sebagai Bupati dan Wabup Gresik pada 26 Februari 2021 ini. “Mestinya saya sudah hadir beberapa saat yang lalu disini, tapi mengingat pandemi serta banyaknya kesibukan di kantor Bupati, hari ini akhirnya bisa bertemu,”kata Bupati Gus Yani dalam Rembug Akur di Pendapa Kecamatan Tambak, Pulau Bawean pada Rabu, 9 Juni 2021.

Dalam kesempatan itu, Bupati dan Wabup membagikan bantuan sosial secara simbolis kepada masyarakat. Camat Tambak Agung Hendro mengatakan ada dua program bantuan untuk masyarakat Tambak yang dibagikan bersamaan kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Gresik ke kecamatan Tambak, Pulau Bawean.

Bantuan bantuan program BLT DD terdapst 734 keluarga penerima manfaat (KPM). Sedangkan, program bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan 1.607 KPM. Sesuai program Nawa Karsa Bupati Gresik untuk pengembangan UMKM, Camat Tambak mengaku juga telah menyerahkan bantuan alat pembuatan gula aren dan minyak untuk warga Desa Kelopanggubug Tambak.

“Kami juga telah merealisasikan bantuan keuangan untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni untuk sembilan belas Kepala Keluarga di wilayah Kecamatan Tambak,”kata Agung Hendro. (yad) 

Bertemu Bupati dan Wabup, Kerinduan Warga Bawean Terobati Selengkapnya

Bupati Terpukau Keindahan Selayar


GRESIK, 1minute.id – Wisata Bahari Selayar (WBS) baru setahun dibuka sebagai destinasi wisata untuk umum. Akan tetapi, destinasi berlokasi di Desa Sungai Rujing, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean itu sudah memikat perhatian masyarakat.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam kunjungan kerja hari kedua di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean menyempatkan mengunjungi destinasi peraih juara ketiga pada Anugerah Wisata Gresik (AWG) 2021 itu. 

Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat terpesona melihat keindahan alam anugerah ilahi itu. Air laut bening, sebuah bukit nan hijau menjulang, berpasir putih. “Ini sungguh luar biasa,”kata Gus Yani pada Rabu, 9 Juni 2021. 

Mantan Ketua DPRD Gresik itu optimistis mewujudkan gagasan work ftom Bawean (WfB) bagi organisasi perangkat daerah (OPD) secara bergilir akan memiliki multiplayer effect yang luar biasa untuk mengembangkan potensi pariwisata dan perekonomian di pulau berjarak 80 mil laut dari pusat Pemerintahan Gresik itu.

Setelah mengajak para OPD bisa bekerja dari Bawean, tambahnya, giliran pelajar berkunjung. “Disini potensi wisatanya tidak kalah dengan daerah lain, akan kita maksimalkan dari pengunjung lokal. Nanti Kepala OPD bisa kerja dan monitor layanan di kepulauan,”kata Gus Yani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik Agustin Halomoan Sinaga menyatakan potensi pariwisata di Pulau Bawean sangat besar. “Selain Pantai Selayar, ada Gili Noko ada juga Mangrove Hijau Daun dan banyak lagi wisatanya. Tentu akan kita dukung potensi ini,” ujarnya.

Mewujudkan kemajuan sektor wisata, tambahnya, dirinya bakal berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan terkait transportasi perintis jalur darat maupun laut. “Intinya untuk memajukan wisata di Bawean ini harus berkolaborasi, baik pokdarwis, kepala desa serta pihak terkait, utamanya Dishub yang akan mewujudkan transportasinya,”tegasnya.(yad)

Bupati Terpukau Keindahan Selayar Selengkapnya

Pemerataan Yankes, RSUD Umar Mas’ud Kini Punya 5 Dokter Spesialis

GRESIK,1minute.id – Pemerataan layanan kesehatan di Pulau Bawean dibenahi oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah. Salah satunya, dokter spesialis di RSUD Umar Mas’ud Sangkapura.

Saat ini, ada lima dokter spesialis yang bertugas di rumah sakit berlokasi di kepulauan terluar Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. Mereka telah mendapatkan kenaikan insentif 100 persen. Pemberian insentif lebih kepada dokter spesialis serta para medis yang bertugas di Pulau Bawean ini merupakan program prioritas 99 hari kerja setelah dilantik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, seluruh pelayanan baik kesehatan maupun lainnya harus merata baik di wilayah daratan maupun kepulauan. “Khusus sektor di bidang kesehatan program Bapake (bayi lahir pulang bawa akte) harus berjalan. Sekarang insentif bagi para dokter spesialis naik hingga 100 persen dan insentif paramedis juga naik,”katanya usai mengunjungi RSUD Umar Mas’ud Sangkapura pada Rabu, 9 Juni 2021. 

MENYAPA PASIEN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjenguk pasien dan menyerahkan program bayi lahir pulang bawa akta (Bapake) di RSUD Umar Mas’ud Pulau Bawean pada Rabu,9 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani ini menerangkan, kenaikan insentif bagi dokter spesialis merupakan jangka pendek meningkatkan pelayanan kesehatan di Bawean.
Untuk jangka panjang, tambahnya, ke depan pemerintah daerah juga bakal mendorong putra-putri asal Bawean untuk diberikan beasiswa kuliah kedokteran spesialis.

“Nanti ketika sudah kami beri beasiswa, mereka harus mengabdi disini menjadi dokter disini,”tambahnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik, drg Saifudin Ghozali menambahkan untuk memberikan layanan kesehatan warga kepulauan, dirinya juga bakal berkolaborasi dengan membuat program Terjang Ombak.

“Nah, Terjang Ombak ini akan kita kolaborasikan bersinergi dengan baik untuk pelayanan kesehatan warga kepulauan di Bawean ini,”tambahnya. Ghozali menambahkan, kenaikan insentif bagi dokter spesialis di RS Umar Mas’ud ini membuat para dokter antre untuk bisa mengabdi disini.

Untuk saat ini, baru ada lima dokter spesialis yang merupakan program dari Kemenkes RI dan Pemprov Jatim. “Alhamdulillah, sekarang sudah antri karena insentifnya naik. Semoga dibarengi dengan layanan kesehatan yang bagus,” tambahnya. (yad)

Pemerataan Yankes, RSUD Umar Mas’ud Kini Punya 5 Dokter Spesialis Selengkapnya

Untuk Pemerataan, Bupati Gresik Usulkan OPD Work From Bawean


GRESIK,1minute.id – Ide anyar bermunculan ketika Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah melakukan kunjungan kerja di hari pertama ke Pulau Bawean pada Selasa, 8 Juni 2021.

Ketika melaunching transportasi umum dan perahu penyeberangan ke Gili Noko gratis di Dermaga Pelabuhan Sangkapura  muncul gagasan mendorong pelajar Kota Santri melakukan studi tour ke Pulau Bawean. Pulau yang memiliki banyak keberagaman budaya dan keindahan alamnya ini. 

Ide anyar lainnya, mewacanakan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik melakukan Work form Bawean (WfB) bergilir. Gagasan itu menvuat dalam Rembuk Akur bertajuk Silaturahmi bersama ulama, kiai dan tokoh agama di Pesanggrahan Kecamatan Sangkapura pada Selasa malam, 8 Juni 2021.

Semua ide itu muaranya untuk mengungkit pariwisata, pemerataan ekonomi dan pelayanan pemerintah di Gresik dan  dan di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu. 

Bupati Fandi Akhmad Yani mengungkapkan, ada tiga hal utama yang dibutuhkan masyarakat berada di jarak 80 mil laut dari pusat pemerintahan Gresik itu. Tiga persoalan itu adalah transportasi, kesehatan dan pendidikan. 
Kehadiran organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan Work from Bawean (WfB) untuk mengetahui dan memecahkan persoalan yang ada di Pulau Bawean.

OPD perlu melakukan WfB secara bergilir. Disamping itu, kebijakan di daratan harus bisa dilakukan di kepulauan Bawean.  Ia mencontohkan persoalan penerangan, Dinas Perhubungan perlu dibenahi jalur lingkar Bawean. Kemudian terkait sekolah, Dispendik apa yang perlu dibenahi segera diselesaikan. Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) sudah rampung, tinggal di launching. 

“Sehingga kita tahu persoalan yang belum terselesaikan di bawah, Bupati tidak bisa dikantor terus, seperti saat ini bertemu kiai tokoh masyarakat rembuk akur terus berjalan. Kita bisa urai persoalan yang belum terselesaikan. Memberikan keadilan di daratan dan di Pulau Bawean,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Gus Yani mengakui gagasan WfB muncul bermula dari gagasan Menko Maririm Luhut Binsar Pandjaitan karena kondisi pariwista di Bali lumpuh. Para pengusaha di bidang pariwisata terdampak, seperti hotel dan lain sebagainya. 

“Usulan ini cocok, kunker digilir, ada sistem, ada regulasi bagian tugas pemerintah. Sebagai regulasi, maka butuh satu treatmen manajemen mudah-mudahan pulang kita bawa ciptakan pemerintahan yang adil dan merata,” paparnya. (yad)

Untuk Pemerataan, Bupati Gresik Usulkan OPD Work From Bawean Selengkapnya

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid sebagai Pusat Pengembangan Pendidikan


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meletakkan batu pertama pembangunan masjid Assholihien di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik. 

Peletakan batu pertama dalam rangkaian kunjungann kerja bersama Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ini diawali dengan tradisi budaya, tari Pencak Pendekar Bawean. 

Dalam sambutannya, Bupati Fandi Akhmad Yanii mengatakan peresmian masjid Assholihien menjadi amal baik. “Semoga penuh keberkahan mudah-mudahan kita bisa merasakan sebagai manusia bermanfaat. Karena manusia meninggalkan,”harap Gus Yani. 

Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Taufiqullah A. Ahmady mengatakan, peletakan batu pertama pembangunan masjid ini untuk pengembangan pendidikan. Dia mengungkapkan, Gresik sebagai pusat sekolah unggulan secara nasional akan ditularkan di Pulau Bawean. 

“Keinginan kita mendirikan sekolah unggulan di Gresik kita tularkan ke Sangkapura,”kata  Taufiqullah. Ia berharap peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini menuju awal kelancaran pembangunan gedung ini. 

“Mudah-mudahan peletakan batu pertama menjadi mudah menuju kelancaran gedung mendukung kegiatan pendidikan di lingkungan kita,” terangnya. (yad) 

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid sebagai Pusat Pengembangan Pendidikan Selengkapnya

Kenalkan Eksotis Pulau Bawean, Muncul Gagasan Studi Tur ke Pulau Bawean


GRESIK,1minute.id – Bupati dan Wakil Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah melaunching angkutan umum perintis di Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021.

Ada dua angkutan yang diperuntukan kepada masyarakat Pulau Putri-julukan lain-Pulau Bawean. Dua unit kendaraan itu berjenis minibus Damri yang beroperasi Sangkapura – Tambak. Kemudian, transportasi penyeberangan ke Gili Noko.

Ini bentuk komitmen pemerintah bahwa kebijakan dan pelayanan tidak tersentralisasi pada wilayah daratan saja. Tapi, merata sampai ke Pulau Bawean. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, transportasi tersebut untuk mempermudah aktifitas masyarakat di pulau berjarak 80 mil laut dari pusat pemeritahan kabupaten Gresik.

“Mudah-mudahan dua kendaraan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Bawean. Sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,”ujar Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani dalam kunjungan kerja kali pertama di Pulau Bawean pada Selasa,8 Juni 2021. Rencananya kunjungan kerja ini selama 3 hari.

Gus Yani menyebut, Pulau Bawean memiliki alam yang indah dan mempesona. Tidak kalah dari destinasi wisata di Kota/kabupaten lain di Indonesia. Sebagai anak muda, keindahan pulau Bawean harus dikenalkan kepada seluruh masyarakat.

PENCAK SILAT : Kesenian tradisional pencak silat ini ditampilkan untuk menyambut tamu istimewa, Bupati-Wabup, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah di Pulau Bawean pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Tadi ada usulan yang cukup bagus, siswa di Gresik kalau studi tour tidak perlu ke tempat lain. Cukup di Pulau Bawean,”katanya. “Harus diawali oleh masyarakatnya sendiri. Memperkenalkan kepada seluruh lapisan masyarakat di penjuru Indonesia sampai mancanegara. Pulau Bawean sangat istimewa, makanya, harus dijaga dan dirawat dengan baik. Melalui inovasi dan kreatifitas,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik Nanang Setiawan mengatakan, launching angkutan umum perintis Sangkapuran – Tambak ini untuk memenuhi transportasi masyarakat Bawean.

Trasnportasi ini akan beroperasi selama 30 hari kedepan. Setiap hari dua kendaraan yang beroperasi keliling Pulau Putri tersebut. “Untuk transportasi penyeberangan Gili Noko juga PP setiap hari yang berlangsung selama 30 hari juga,”ujar Nanang.

Pihaknya berharap, keberadaan transportasi ini dapat memudahkan masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari. Juga, meningkatkan perekonomian warga Bawean. (yad)

Kenalkan Eksotis Pulau Bawean, Muncul Gagasan Studi Tur ke Pulau Bawean Selengkapnya

Pengetatan Pelayaran, Kecamatan Tambak Terkecil, Kecamatan Manyar Terbanyak Penyumbang Kasus Konfirmasi Corona


GRESIK,1minute.id – Dua kecamatan di Pulau Bawean yakni Sangkapura dan Tambak penyumbang terkecil persebaran virus corona di Gresik. Pagebluk memasuki tahun kedua ini, di dua kecamatan berjarak 80 mil laut dari pusat pemerintahan Gresik itu “hanya” tercatat masing-masing 15 dan 6 kasus konfirmasi per Minggu, 6 Juni 2021.

Sinergitas dan kerja keras aparat di pulau terluar berjuluk Pulau Putri patut diapreasiasi. Apalagi sosialisasi kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan seakan tidak pernah lelah dilakukan petugas gabungan dari TNI, Polri dan trantib disana. 

Diantaranya, dilakukan oleh anggota Polsek, Koramil dan Trantib Sangkapura kepada penumpang kapal cepat, Ekspres Bahari 6F di Dermaga Sangkapura pada Minggu pagi, 6 Juni 2021. Petugas terus menghimbau memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, memakai, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Sangkapura Iptu Sujai mengatakan, himbauan dilakukan sebagai ikhtiar memutus rantai penyebaran virus corona. “Optimis pandemi ini akan segera berlalu, dengan bersama kita meningkatkan disiplin mematuhi protokol kesehatan,”kata Sujai.

Sementara itu, update data Satgas Covid-19 Gresik per Minggu, 4 Juni 2021 mencatat ada pertambahan empat kasus baru sehingga menjadi 5.660 kasus. Kasus sembuh juga bertambah empat menjadi 5.256 kasus. Sedangkan, isolasi dan meninggal dunia, masing-masing 48 dan 356 orang.

Berdasarkan data persebaran kasus, lima kecamatan terbesar belum bergeser sejak awal pandemi pada Maret 2020 itu. Lima penyumbang kasus konfirmasi tertinggi adalah kecamatan Manyar 1.027 kasus ; Kebomas (927) ; Gresik (658) ; Driyorejo (596) dan Menganti (569). 

Sedangkan, lima kecamatan penyumbang kasus terkecil adalah Tambak 6 kasus ; Sangkapura (15) ;  Dukun (91) ; Kedamean (96) dan Panceng (127). (yad)

Pengetatan Pelayaran, Kecamatan Tambak Terkecil, Kecamatan Manyar Terbanyak Penyumbang Kasus Konfirmasi Corona Selengkapnya
PENGABDIAN MASYARAKAT : Dosen FKIP UMG bersama guru MTs dan MA saat melakukan pengabdian masyarakat di Pulau Bawean ( foto: istimewa )

Pendemi Corona, Tak Jadi Kendala Dosen FKIP UMG Melakukan Pengabdian Masyarakat di Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Masa pandemi tidak menjadi kendala bagi dosen Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Kali ini, empat dosen yakni Dr. Nur Fauziyah, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua tim dan anggotanya Dr. Slamet Asari, M.Pd., Ulfatul Ma’rifah, M.Pd. dan Churun L. Maknun itu menyasar ke Pulau Bawean, sekitar 80 mil laut dari pusat pemerintahan Gresik sebagai tempat melakukan pengabdian mereka. 

Tepatnya, Yayasan Penaber di Kecamatan Tambak. Yayasan ini terdapat sekolah jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Dua lembaga pendidikan di yayasan itu menjadi tujuan pengabdian bagi empat dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMG itu merujuk hasil analisis sebelumnya bahwa sebagian besar siswa di sekolah ini masih kurang aktif dalam proses pembelajaran di kelas. 

Sedangkan, guru cenderung ceramah dan tidak menggunakan media pembelajaran yang interaktif yang dapat melibatkan siswa baik kognitifnya maupun psikomotoriknya. 

“Kegiatan pengabdian kali ini dilakukan melalui kegiatan workshop design pembelajaran yang dapat menumbuhkan keaktifan dan kemampuan siswa dalam berpikir tingkat tinggi (HOTS),”kata Dr Nur Fauziyah dalam rilis yang diterima  1minute.id pada Minggu, 30 Mei 2021.

Kegiatan workshop yang dilakukan selama 2 hari ini menghasilkan 3 perangkat pembelajaran yaitu masing-masing berupa chapter design dan lesson design. Dalam menyusun chapter dan lesson design ini para guru melakukannya secara berkelompok dan berkolaborasi. 

Diskusi berjalan sangat baik, satu sama lainnya saling memberikan ide dan gagasannya. “Hasil lesson design ini telah direncanakan akan di implementasikan di kelas pada akhir semester genap tahun pelajaran 2020/2021 ini setelah siswa masuk kelas,”ujar Nur Fauziah. 

Pada saat implementasi nanti, imbuhnya, masing-masing tim guru akan mengimplementasikannya di kelas masing-masing. Seorang guru akan bertugas menjadi guru model dan guru lainnya dalam satu tim tersebut akan menjadi observer. 

Kemudian, tugas guru model adalah mengeksekusi pembelajaran di kelas dan tugas observer adalah mengamati aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. “Hasil observasi akan didiskusikan bersama tim pengabdi secara daring melalui aplikasi zoom,”terangnya.

Kegiatan selanjutnya akan dilakukan kunjungan kembali pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 untuk melakukan kegiatan peningkatan kualitas pembelajaran pada siklus kedua. Setelah kegiatan pengabdian ini selesai maka harapannya sekolah dapat melakukan kegiatan peningkatan pembelajaran secara mandiri. (yad)

Pendemi Corona, Tak Jadi Kendala Dosen FKIP UMG Melakukan Pengabdian Masyarakat di Pulau Bawean Selengkapnya

Transportasi Laut semakin Mudah, Saban Hari ada Pelayaran ke Pulau Putri

GRESIK,1minute.id – Moda transportasi laut dari Pelabuhan Gresik menuju Pulau Bawaen semakin mudah. Sebelumnya, pelayaran dua hari sekali. Kini, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ke Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean bisa saban hari. Menggunakan kapal cepat.

Ada dua kapal yang melayani pelayaran sejauh 80 mil laut dengan waktu tempuh 3-4 jam itu. Satu kapal berangkat dari Pelabuhan Gresik tujuan Pelabuhan Sangkapura, Bawean.  Kapal satunya berangkat dari Pelabuhan Sangkapura, Bawean tujuan Pelabuhan Gresik. Dua kapal itu adalah Expresss Bahari 8E dan 6F. 

Tadi pagi, EB 8E berlayar ke Bawean dengan membawa penumpang 176 orang dan 10 balita. Kapasitas kapal ini, 390 seat. Kapal berangkat pukul 09.00. Sedangkan, EB 6F dari Pulau Bawean tujuan Gresik mengangkut 150 penumpang.

“Rata-rata setiap hari penumpang berkisar segitu tidak sampai 200-an,”ujar petugas dari Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik pada Minggu, 30 Mei 2021.

Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Gresik Muhammad Amri mengatakan transportasi ke pulau Bawean semakin mudah. “Karena setiap hari ada pelayaran Gresik – Pulau Bawean dan sebaliknya,”kata Amri.

Namun, pertengahan Juni 2021 nanti ada satu kapal penumpang melakukan perbaikkan (doking). Amri mengaku belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi rencana doking itu. “Baru sebatas mendengar, tapi secara resmi belum dapat pemberitahuan,”katanya melalui pesan WhatsApp pada Minggu, 30 Mei 2021. (yad)

Transportasi Laut semakin Mudah, Saban Hari ada Pelayaran ke Pulau Putri Selengkapnya