Ini Bukti Kecintaan Warga Pulau Putri kepada Rasulullah, Maulid Nabi Khidmat dengan Berkat

GRESIK,1minute.id – Tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pulau Bawean,  Gresik dimasa pandemi Covid-19 tetap khidmat pada Selasa, 19 Oktober 2021. Angkatan atau berkat yang dibawa mencapai hingga 1,5 meter. 

Kecintaan kepada Rasulullah dan tradisi turun temurun ratusan tahun membuat masyarakat di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu rela menghabiskan ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk menyiapkan berkat.

Isi berkat beraneka macam. Mulai jajanan khas Bawean seperti Dodol, Apem. Juga, makanan khas hingga uang pecahan kertas seribu, lima ribu, dan sepuluh ribu rupiah. Ada juga, uang kertas ringgit Malaysia. Saking berat dan tinggi berkat itu harus dibawa minimal dua orang menuju Musala, Langgar dan Masjid. 

“Ini tradisi yang sudah 200 tahunan. Saya generasi ketiga mencoba untuk terus mempertahankan tradisi masyarakat ini,”kata takmir Masjid Baitul Rahman Khusnul Hakim pada Selasa, 19 Oktober 2021. Tentang berkat yang megah, Khusnul Hakim mengatakan, berkat atau angkatan, Saya cari tidak ada literatur dari leluhur. Tapi, ini bukti masyarakat Bawean cinta kepada Rasulullah,”tegasnya. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyebut, budaya Maulid Nabi Muhammad di Pulau Bawean patut dilestarikan. Ke depan, pihaknya berencana akan mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menyaksikan budaya yang sudah berjalan ratusan tahun ini.

“Meski era digitalisasi, budaya angkatan berkat bisa dijadikan promosi wisata budaya selain wisata alam di Pulau Bawean,”ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad di Masjid Sa’adatuddarain di Desa Sawahmulya, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Di Masjid Jamik Sa’adatuddarain, takmir mencatat ada 140 angkatan. 

Sementara itu, Ali Masyhar menyatakan angkatan berkat ini dibagikan menurut nomor urut yang telah ditentukan oleh panitia Masjid Sa’adatuddarain. “Setiap tahun peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pulau Bawean sangat meriah, dan ini sangat pas karena dihadiri juga oleh Bupati Gresik,”katanya. (yad)

Ini Bukti Kecintaan Warga Pulau Putri kepada Rasulullah, Maulid Nabi Khidmat dengan Berkat Selengkapnya

Bupati Gresik Apresiasi Antusiasme Masyarakat Pulau Putri untuk Vaksinasi

GRESIK,1minute.id – Perang melawan pandemi Covid-19 dihelat Kadin Indonesia bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik merambah Pulau Bawean pada Senin, 18 Oktober 2021. Ada sepuluh ribu vaksin merek Sinopharm yang disuntikkan kepada masyarakat di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean. 

Perang Melawan Pandemi dengan serbuan vaksinasi di pulau terluar Gresik itu diantaranya dipusatkan di Madrasah Tsanawiyah (Mts) Ma’arif di Desa Suwari, Kecamatan Sangkapura. Vaksinasi ini diperuntukkan anak usia diatas 12 tahun hingga lanjut usia (lansia). 

Mustamin, diantaranya. Kakek 78 tahun mendatangi tempat vaksin dengan dijemput naik motor. Pasalnya, lansia asal Desa Suwari tersebut untuk berjalan kaki harus memakai tongkat dari batang kayu. 
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, vaksinasi terus digeber di sejumlah tempat. Di Gresik daratan hingga kepulauan. Meski, saat ini pembentukan herd immunity telah mencapai 73 persen secara umum.

Sedangkan, untuk lansia lebih dari 40 persen. 
“Semoga assesment dari Inmendagri nanti Gresik bisa turun ke level 2. Saat ini level 3,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani didampingi Plt Kadinkes Gresik dr Mukhibatul Khusna dan Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Gresik Choirul Rizal usai memantau Perang Melawan Pandemi di Pulau Bawean pada Senin, 18 Oktober 2021.

GOTONG ROYONG: Petugas vaksin dan anggota Koramil Sangkapura, Pulau Bawean membantu Mbah Mustamin setelah mengikuti vaksinasi yang diinisiasi Kadin Indonesia dan Gresik bersama Dinkes Gresik di Pulau Bawean pada Senin, 18 Oktober 2021 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Selain vaksinasi terpusat, imbuhnya, Pemkab Gresik mengubah strategi perang melawan pandemi dengan cara menggerahkan vaksinasi mobile atau jemput bola. Sebanyak 18 unit mobil dikerahkan untuk melakukan vaksinasi door to door. Sasaran mobile vaksinasi ini adalah ibu hamil (Bumil), lansia, penyandang disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Mobile vaksinasi door to door akan tiba di Pulau Bawean besok (Selasa, 19 Oktober 2021),”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. Sementara itu, Ketua Kadin Gresik Choirul Rizal mengatakan, sudah kali keempat perang melawan pandemi yang dilakukan oleh Kadin Indonesia dan Gresik. Yakni, serbuan vaksinasi gotong royong bersama 13 perusahaan, lalu membuka vsksin corner di pusat perbelanjaan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, vaksinasi massal di Kecamatan Menganti dan vaksinasi mobile. Total sekitar 13 ribu sampai 15 ribu vaksin.

“Khusus mobile vaksinasi bersama Kadin Indonesia dan Dinkes Gresik kami pusatkan di Pulau Bawean,”tegas Rizal. Dalam pengamatan 1minute.id di lokasi vaksinasi di MTs Ma’arif di Desa Suwari tersebut masyarakat menyambut antusias serbuan vaksin tersebut.  Kadin Gresik menyiapkan sembako bagi masyarakat yang mau vaksinasi. ( yad)

Bupati Gresik Apresiasi Antusiasme Masyarakat Pulau Putri untuk Vaksinasi Selengkapnya

Nelayan Penemu Guci Diduga Dinasti Ming itu, Membantah Gunakan Jaring Trawl

GRESIK, 1minute.id – Ifan Suparno, terdakwa perkara perikanan, larangan menangkap ikan menggunakan jaring trawl kembali di sidang. Sidang lanjutan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Gresik pemeriksaan saksi meringankan dan dilanjutkan pemeriksaan terdakwa. 

Sidang dipimpin hakim Ketua Wiwin Arodawanti digelar pada Senin, 28 September 2021. Dalam pemeriksaan terdakwa, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik Arga Bramantyo Cahya Sahertian menanyakan kronologis kejadian sehingga terdakwa duduk di kursi pesakitan. 

Sidang itu, terdakwa Ifan Suparno, nakhoda KM Indah Jaya mengaku perjalanan pulang dari Masalembu, Bangkalan ke Paciran, Lamongan. Di tengah perjalanan, di perairan Pulau Bawean, kata Ifan, kapal mengalami kebocoran pipa.

“Sambil memperbaiki perahu, kami menangkap ikan,”dalih Ifan. Posisi kapal berada di sekitar 5 mil dari bibir pantai Pulau Bawean. Aktivitas Ifan menangkap ikan diduga menggunakan jaring trawl diketahui oleh nelayan Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu.

Ifan dan seluruh kru memotong jaring penangkap ikan. Ia lalu kabur. Nelayan setempat mengejar hingga akhirnya tertangkap dan diserahkan ke Polisi Air Pulau Bawean.  
“Saya lari karena takut ditangkap massa. Mereka sambil membawa parang,”dalih terdakwa kepada JPU. Usai menjawab pertanyaan JPU, giliran hakim yang bertanya.

Salah satunya yang disinggung keterangan terdakwa tidak sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP) di kepolisian. Didalam berkas BAP, terdakwa mengaku jika alat tangkap yang dipakai adalah jaring trawl. Tetapi, saat dipersidangan, terdakwa membantah.

Terdakwa bersikukuh jika selama ini ia memakai alat tangkap jenis cantrang. Bukan trawl. “Dulu (saat BAP, Red) langsung tanda-tangan, tidak saya baca,”kata terdakwa Ifan Suparno. Hakim pun mematahkan pernyataan terdakwa. Majelis hakim meminta pernyataan itu dibuktikan dengan alat bukti yang dimiliki. 

“Kalau tidak ada bukti bagaimana kami tahu dan yakin kalau terdakwa menggunakan trawl atau cantrang,” ujar hakim anggota Bagus Trenggono. Sidang yang dipimpin Wiwin Arodawanti ditunda pada 4 Oktober dengan agenda tuntutan JPU.

Usai persidangan, penasehat hukum (PH) terdakwa  Fasichatus Sakdiyah mengaku akan menyiapkan bukti-bukti saat pledoi. Dia menyebut, bahwa di wilayah Brondong, Lamongan tidak ada nelayan yang memakai jaring trawl. Semuanya cantrang.

Disinggung mengenai keterangan terdakwa saat di BAP, Fasichatus Sakdiyah menyebut jika kliennya tidak memahami perbedaan jaring trawl dengan cantrang. “Seperti yang tertera di BAP poin ke 17, terdakwa mengatakan trawl tapi dalam kurung ada cantrang,” ujarnya.

Sakdiyah juga mengakui jika alat tangkap jenis trawl dan cantrang memiliki dampak yang sama terhadap kerusakan laut. Terutama pada laut yang dangkal. “Kalau dangkal tentu sama-sama akan merusak karang, tapi kalau ditengah laut kedalaman tidak apa-apa,” pungkasnya.

Seperti diberitakan Ifan Suparno ditangkap karena menangkap ikan menggunkan jaring trawl di wilayah perairan, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean pada Juni 2021 lalu. Ia didakwa dengan Pasal 85 jo Pasal  9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

GUCI MOTIF NAGA : Dalam penangkapan itu, nelayan menemukan guci diduga peninggalan Dinas Ming. Guci itu kini tersimpan di rumah salah satu warga di Pulau Bawean (Foto: Ist)

Dalam penangkapan ini, ditemukan dua buah guci diduga peninggalan Dinas Ming. Akan tetapi, dua guci kuno tidak masuk dalam berita acara pemeriksaan.
Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 18 Tahun 2021 melarang penggunaan cantrang atau trawl untuk menangkap ikan.

Ketua Advokasi Kerukunan Nelayan Bawean (KNB) Baharudin mengapresiasi Polair Polres Gresik yang telah menetapkan penggunaan cantrang ke meja hijau, Pengadilan Negeri Gresik. “Pembelajaran nelayan cantramg memahami kearifan lokal. Empati kepada nelayan lokal,”tegas Baharudin. 

Dalam penangkapan itu, pegiat lingkungan di Pulau Bawean dihebohkan temuan guci diduga dari Dinasti Ming. Guci dengan ornamen gambar ular Naga ditemukan di perairan Barat Pulau Bawean. Guci tersimpan di Pulau Bawean. (yad)

Nelayan Penemu Guci Diduga Dinasti Ming itu, Membantah Gunakan Jaring Trawl Selengkapnya

Eksotis Tanjung Gaang, Bukit Karang Mamer diatas Laut,Tempat Terindah Sunset di Pulau Putri


GRESIK,1minute.id – Tanjung Gaang. Destinasi wisata yang belum tersentuh modernisasi. “Perawan”. Lokasinya di Dusun Somor-somor, Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik.  Destinasi ini menyajikan pemandangan alam yang eksotis.  Sunset  begitu menawan. Air bening. Biato laut bisa diintip dari atas perahu terlihat begitu elok. Cocok untuk snorkeling.

Tidak ada galeri yang dipilih atau galeri itu dihapus.

Sayangnya wartawan 1minute.id ketika berkunjung ke Tanjung Gaang pada Kamis, 29 Juli 2021 tidak membawa perlengkapan menyelam. Karena belum terjamah modernisasi butuh perjuangan untuk bisa mencapai Bukit Karang diatas laut itu. “Tapi, perjalanan itu berbalas lunas. Karena keindahan alamnya menawan,”kata Kiki, pemandu.

Berangkat dari penginapan di dekat Dermaga Pelabuhan Sangkapura bersama sahabat Faiz naik motor. Jalan berkelok menembus kawasan hutan kayu melintasi jalan perkampungan penduduk yang ramah. Rombongan lainnya, dari Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik  naik mobil. Perjalanan darat ini butuh waktu selama 40 menit. 

Selanjutnya rombongan menyewa Jhukong (perahu “bersayap” khas Bawean) selama 45 menit. Perjalanan melelahkan itu terbayar dengan keindahan alam Tanjung Gaang. Selama perjalanan bisa menikmati hamparan batu karang yang begitu indah. Batu karang diatas laut itu ada yang menyerupai binatang purba, Dinosaurus.  
Melongok ke bawah, bisa melihat biota laut, terumbu karang, serta ikan aneka jenis berwarna-warni membuat mata seakan tidak enggan berkedip. “Kalau kesini enaknya sore. Bisa melihat sunset,”kata Kiki, pemandu wisata asal Bawean. 

Tanjung Gaang juga menjadi tempat terbaik di Pulau Bawean untuk melihat Sunset atau pemandangan saat matahari terbenam. Untuk melihat Sunset, diharuskan untuk mendaki menuju atas tebing. Tebing dengan bagian ujung tidak rata.Berjalan merangkak dengan hati-hati adalah cara aman melewati jalanan karang untuk menuju ke Tanjung Gaang agar tidak terjatuh di batu karang yang tajam.Uniknya lagi, batu karang yang kita injak ada berjenis marmer. 

Waktu terbaik untuk melihat Sunset di Tanjung Gaang sebelum Mahrib. Waktu itu sekitar pukul 17.15.  (chusnul cahyadi/1minute.id)

Eksotis Tanjung Gaang, Bukit Karang Mamer diatas Laut,Tempat Terindah Sunset di Pulau Putri Selengkapnya

Temuan Guci Diduga Zaman Dinasti Ming Perkuat Narasi Bawean dalam Sejarah Maritim Nusantara

“Temuan Guci Gerabah dari Bawah Air Pulau Bawean sebagai Bukti Penting untuk Memperkuat Narasi Bawean dalam Sejarah Maritim Nusantara”

Nia Naelul Hasanah Ridwan, S.S., M.Soc.Sc

GRESIK,1minute.id – Nia Naelul Hasanah Ridwan angkat bicara terkait penemuan guci diduga zaman Dinasti Ming di Perairan Bawean. Peneliti Arkeologi Maritim KKP, dan Kepala Loka Riset Sumber Daya dan Kerentana Pesisir, Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan itu menyatakan penemuan tinggalan arkeologis berupa guci-guci gerabah (Earthenware Storage Jar) atau yang disebut juga sebagai “Martaban” dari bawah air Pulau Bawean oleh nelayan Pulau Bawean pada Juni 2021 merupakan bukti fisik arkeologis yang memperkuat narasi tentang peran penting Pulau Bawean di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur dalam sejarah maritim Nusantara.

Guci-guci gerabah atau tembikar yang berglasir kuning kecoklatan, mempunyai pegangan (loop handles) di bagian bahu, dan mempunyai motif dekorasi berupa naga tersebut kemungkinan berasal dari masa Dinasti Ming (1368-1644 M) yang berkuasa setelah masa keruntuhan Dinasti Yuan (1271-1368). Guci gerabah dengan bentuk dan model seperti yang ditemukan di perairan Pulau Bawean ini umum diproduksi di sejumlah Kiln di wilayah Southern China seperti Guangdong dan masih dapat ditemukan hingga masa Dinasti Qing (1644–1912 M).

Guci Martaban umum digunakan dalam transportasi barang dalam perdagangan dengan China, negara-negara di Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, Burma, Kamboja dan kerajaan-kerajaan yang berada di Nusantara.

Guci-guci tersebut dapat menjadi barang komoditas untuk diperdagangkan, sebagai sebagai wahana untuk menyimpan barang komoditas lain seperti biji-bijian, teh, piring dan mangkok porselen, dan juga sebagai alat untuk menyimpan bahan makanan bahan makanan seperti saus, tepung, dan juga air. 

Guci tembikar banyak ditemukan di situs-situs kapal karam di Indonesia yang berada di Jalur Rempah dan Sutra Laut (Maritime Silk and Spice Route) yang menghubungkan Dunia Timur dengan Dunia Barat dan membentang dari Asia Timur (China, Jepang) hingga ke Asia Barat, Afrika dan Eropa dengan melewati Asia Tenggara dan Asia Selatan. 

PETA perairan Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur

Perairan Nusantara beserta pulau-pulaunya termasuk Pulau Bawean memegang peranan sangat penting dalam sejarah pelayaran dan perdagangan internasional sejak dulu kala karena Indonesia berada di jalur utama dan juga persimpangan Maritime Silk and Spice Route sehingga banyak kapal-kapal asing dari berbagai negara yang datang dan melewati perairan Nusantara. 

Pelayaran dan perdagangan dunia juga melibatkan masyarakat di pulau-pulau di wilayah Nusantara baik masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil maupun penduduk di pedalaman sebagai penghasil komoditas seperti rempah dari Indonesia Timur berupa pala dan cengkeh dari Ternate, Tidore, Banda, lada dari Banten dan Lampung, barang tambang seperti emas dan perak dari Sumatera, dan komoditas hasil bumi lainnya.

Banyak pulau-pulau di Indonesia juga menjadi tempat singgah kapal-kapal yang berlayar untuk melakukan tukar menukar atau jual beli, mengisi persediaan air, atau menunggu angin yang cocok untuk berlayar kembali.

Penemuan guci dari China dari bawah air Pulau Bawean dari masa sekitar Dinasti Ming atau Qing tersebut dan banyaknya tinggalan arkeologis lain di pulau Bawean seperti keramik dari masa Dinasti Yuan, keramik Asia Tenggara dan Eropa, koin-koin dari China maupun masa VOC dan pemerintahan kolonial Belanda, meriam-meriam kuno, adanya pelabuhan kuno Bawean dan sarana pendukungnya seperti di Desa Sawahmulya dan Sangkapura, adanya nisan-nisan kuno, arca Budha dari perunggu, stupika, penemuan situs kapal karam di Gosong Gili dan di dekat Pulau Nusa ini, serta adanya sejumlah toponomi (nama unsur geografis) seperti Pulau Cina dan Tanjung Cina menunjukkan bahwa Pulau Bawean mempunyai perjalanan sejarah cukup panjang dan latar historis yang sangat menarik yang berhubungan dengan berbagai bangsa asing sejak zaman dahulu. 

MARTABAN: Guci diduga zaman Dinasti Ming yang terjaring oleh nelayan yang menggunakan alat penangkap ikan cantrang di perairan Bawean (foto: tangkapan layar konservasi Bawean for 1minute.id)

Pulau Bawean juga dihuni oleh masyarakat dari berbagai tempat di Nusantara seperti Jawa, Madura, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lain, memperlihatkan juga bahwa sejak dahulu kala Bawean telah dikunjungi dan berinteraksi dengan berbagai orang dari berbagai pulau di Nusantara sendiri maupun dari negara lain.

Posisi geografis Bawean juga sangat strategis sebagai titik yang menghubungkan wilayah barat Indonesia dari Selat Malaka, Laut China Selatan, ke Selat Sunda, dan Laut Jawa dengan bagian tengah Indonesia kemudian menuju ke arah atas ke Selat Makassar yang mengarah ke Filipina, China, Jepang dan ke arah timur yaitu ke wilayah-wilayah penghasil rempah eksotis di Nusantara. 

Dalam sejarah Pulau Bawean, disebutkan bahwa sejumlah pelaut dari Kerajaan Majapahit menemukan Pulau Bawean sekitar tahun 1350 yang merupakan masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk di Majaphit. Para pelaut Majaphit tersebut terdampar di Bawean saat terjebak badai di Laut Jawa. 

Hal tersebut membuktikan bahwa Pulau Bawean sangat penting bagi kapal-kapal yang berlayar di Laut Jawa yang membutuhkan tempat perlindungan di saat kondisi cuaca di laut berbahaya untuk pelayaran. Akan tetapi, kondisi perairan Bawean di beberapa lokasi juga cukup berbahaya karena banyak terdapat beting karang dengan kedalaman yang dangkal yang dapat membahayakan kapal yang berlayar sehingga tidak heran apabila ditemukan bangkai kapal karam di Gosong Gili dan area sekitar Pulau Nusa.

Latar historis menyebutkan bahwa Pulau Bawean pernah dikunjungi oleh armada yang membawa rombongan puteri Kerajaan Champa di Kamboja yang diyakini sebagai ibu dari Sunan Ampel. Puteri tersebut kemudian meninggal di Pulau Bawean dan saat ini makamnya terletak di Tanjung Putri, Desa Kumalasa. 

Sejarah terdamparnya pelaut dari Majapahit, cerita mengenai puteri dari Champa, dan adanya temuan keramik dari masa Dinasti Yuan yang berkuasa di tahun 1271-1368 serta temuan guci bawah air dari masa Dinasti Ming menunjukkan bahwa Bawean pernah menjadi titik yang penting yang terkait dengan berbagai kerajaan besar di Asia Tenggara yaitu Champa dan Majapahit, dan juga kekaisaran China dari Yuan Mongol dan Dinasti Ming.

Guci-guci tembikar dari bawah air Bawean yang merupakan Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) dan keberadaan situs kapal karam di Bawean perlu dilindungi, dilestarikan dan dapat dikembangkan sesuai dengan amanat dari Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Perlindungan Cagar Budaya, Undang-Undang Kelautan Nomor 32 tahun 2014, dan UU Nomor 1 tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. 

Situs bawah air temat ditemukannya guci-guci tembikar perlu dikaji secara ilmiah untuk diketahui secara pasti kondisinya saat ini baik kondisi situs, kondisi BMKT, dan kondisi ekosistem serta kondisi fisik lingkungannya. Apabila kondisi situs masih baik dengan temuan BMKT di dalamnya, maka situs dapat dimanfaatkan secara lestari dan berkelanjutan dengan menjadikannya sebagai lokasi wisata selam minat khusus yaitu shipwreck diving yang tentu saja harus sejalan dengan upaya pelindungan dan pelestariannya. 

Keterlibatan masyarakat dan pemerintah daerah secara aktif di Bawean, Kabupaten Gresik, maupun Pemprov Jawa Timur sangat diperlukan dalam upaya pelindungan, pelestarian dan pengembangannya ke depan. 

Sosialisasi kepada masyarakat nelayan dan masyarakat Bawean umumnya perlu dilakukan agar masyarakat mengetahui bahwa artefak dari bawah air perlu dilindungi dan tidak boleh dijarah karena dapat berimplikasi terhadap masalah hukum sesuai dengan legislasi nasional Indonesia. 

Pemerintah daerah juga diharapkan untuk segera memberikan perhatian terhadap temuan bawah air ini dengan menggandeng pemerintah pusat dikarenakan peninggalan dari laut di Bawean sangat penting sebagai bukti dan saksi sejarah pentingnya Pulau Bawean di Jalur Rempah dan Sutera Maritim yang sangat signifikan untuk memperkuat sejarah maritim Nusantara. 

Penulis : 

Peneliti Arkeologi Maritim KKP, dan Kepala Loka Riset Sumber Daya dan Kerentana Pesisir, Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Temuan Guci Diduga Zaman Dinasti Ming Perkuat Narasi Bawean dalam Sejarah Maritim Nusantara Selengkapnya

Getok Tular, Warga Semakin Antusias Mengikuti Serbuan Vaksi di Pulau Bawean


GRESIK,1minute.id – Ekspektasi masyarakat Pulau Bawean untuk vaksinasi patut diacungi jempol. Hari ketiga, pada Jumat, 30 Juli 2021, serbuan vaksin digelar oleh TNI Angkatan Laut melalui Komando Armada II itu masih terasa warga berbondong-bondong untuk ikut vaksinasi yang tersebar di enam titik di Pulau Bawean.

Enam titik itu terbagi dua dua kecamatan yakni Sangkapura dan Tambak. Masing-masing tiga titik. “Saling getok tular. Sehingga, mereka yang semula ragu akhirnya mau ikut vaksinasi,”kata Camat Tambak Agung Endro Dwi Setyo Utomo pada Jumat, 30 Juli 2021. Di kecamatan Tambak tepat vaksinasi digelar di Pendapa Kecamatan Tambak, Balai Desa (Baldes) Diponggo dan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Telukjatidawang.

Agung-begitu sapaan-Agung Endro Dwi Setyo Utomo, di tiga titik vaksinasi itu menargetkan 3 ribu hingga 4 ribu warganya bisa mendapatkan vaksin merek Sinovac itu. “Kami terus dorong masyarakat untuk ikut vaksinasi,”kata Agung. 

Jumlah penduduk Kecamatan Tambak dewasa alias wajib memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) berjumlah 20.500 jiwa. Sebelum program serbuan vaksinasi digelar oleh Komando Armada II warga yang telah mendapatkan vaksinasi berjumlah 3.100 jiwa. Bila di serbuan vaksin memenuhi target 4 ribu orang menjadi 7 ribuan warga tervaksin. “Optimistis, target Bupati Gresik 70 persen warga mendapatkan vaksin bisa teralisasi pada September 2021.

ANTUSIASME MASYARAKAT : Masyarakat Pulau antusias untuk mengikuti vaksinasi digelar oleh TNI AL, Komando Armada II di Pulau Bawean, Gresik, Jatim (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Camat Sangkapura Hamim setali tiga uang dengan Agung. Pihaknya, menargetkan warga yang ikut dalam serbuan vaksin lebih besar dari Kecamatan Tambak. Sebab, jumlah penduduk wajib memiliki e-KTP mencapai 40 ribuan jiwa. Dua kali lebih banyak di Kecamatan Tambak. Sebelum serbuan vaksin dilakukan oleh TNI AL melalui Komanda Armada II, warga Sangkapura yang telah mendapatkan vaksinasi berjumlah 4.500 dosis. 

“Dalam acara serbuan selama 3 hari ini berharap lebih 5 ribu warga mendapatkan vaksin,”tegas Hamim ditemui di Posko Darurat PPKM di Pesanggrahan. Di Pesanggrahan ini, salah satu titik serbuan vaksin di Sangkapura. Dua lainnya di Taman Kanak-kanak Muslimat dan Kampus Sekolah Tinggi Islama Hasan Jufri (STAIHA).

Seperti diberitakan TNI Angkatan Laut (TNI) melalui Komando Armada II menggelar serbuan vaksin dipusatkan Pulau Bawean, Gresik. Serbuan vaksin direncanakan tiga hari, mulai Rabu – Jumat, 28-30 Juli 2021. Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto menegaskan melihat animo masyarakat serbuan vaksin bisa ditambah hingga Sabtu, 31 Juli  2021.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa , Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto, dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau langsung serbuan vaksin yang memasuki hari kedua pada Kamis, 29 Juli 2021. Mereka mengapresiasi animo masyarakat Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu. Bahkan, Pangkoarmada Laksda TNI Iwan melihat kaum hawa yang lebih dominan mengikuti vaksinasi yang berada di Pesanggrahan. “Mohon dukungannya, semoga Indonesia segera bisa mengakhiri wabah Covid-19,”kata Laksda Iwan. (yad)

Getok Tular, Warga Semakin Antusias Mengikuti Serbuan Vaksi di Pulau Bawean Selengkapnya

Posko Darurat di Pesanggrahan Dilengkapi Refill Oksigen Medis untuk Warga Pulau Bawean


GRESIK,1minute.id – Kunjungan kerjaBupati Gresik Fandi Akhmad Yani ke Pulau Bawean tidak hanya memantau serbuan vaksinasi yang dilakukan oleh TNI Angkatan Laut. Bupati juga membawa dua tabung oksigen dengan ukuran 6 meterkubik (m³) untuk Posko Darurat yang berada di Pesanggrahan Kecamatan Sangkapura.

Kini, fasilitas posko darurat yang di inisiasi Bupati Fandi Akhmad Yani bersama badan dan lembaga amil zakat (BAZ/NAZ) di Pulau Bawean sama dengan empat posko yang lainnya di daratan Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.  

Dua buah tabung oksigen bisa digunakan masyarakat di dua kecamatan yakni Sangkapura dan Tambak untuk isi ulang atawa refill secara gratis diserahkan itu kepada Camat Sangkapura Hamim dan Camat Tambak Agung Endro Dwi Setyo Utomo. 

“Tabung oksigen medis ini untuk memudahkan masyarakat yang membutuhkan melakukan isi ulang. Gratis,”tegas Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Kamis, 29 Juli 2021. Kunjungan kerja Gus Yani ke pulau putri-sebutan lain-Pulau Bawean sangat singkat. Tidak lebih 3 jam. Meski, begitu mantan Ketua DPRD Gresik itu memaksimalkan waktu sempit untuk masyarakat Bawean.

Berdialog dengan warga maupun para relawan Posko Darurat. “Semoga warga Bawean sehat semua. Pandemi Covid-19 segera berakhir,”doa Gus Yani ketika bertemu dengan masyarakat yang sedang menunggu gilaran untuk vaksinasi.

Serbuan vaksin dihelat TNI Angkatan Laut (TNI) melalui Komando Armada II dipusatkan Pulau Bawean, Gresik. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa , Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto, dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau langsung serbuan vaksin yang memasuki hari kedua pada Kamis, 29 Juli 2021

Seperti diberitakan TNI Angkatan Laut menggelar serbuan vaksin digelar diserentak di enam titik di Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Masing kecamatan tersebar di tiga titik. Di Kecamatan Sangkapura, vansin produksi Sinovac buatan Tiongkok itu ditempatkan di Pesanggarahan ; TK Muslimat NU dan Balai Desa Daun, Kecamatan Daun. 

Sedangkan di Kecamatan Tambak , vaksinasi dilokasi Pendapa Kecamatan Tambak, Puskesmas Pembantu (Pustu) Telukjatidawang dan SDN Diponggo. Rombongan tiba di Pulau Bawean sekitar pukul 09.50. Rombongan naik helikopter. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto, dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau di dua lokasi yakni Sekolah tinggi Islam (Stai) Hasan Jufri di Desa Lebak dan Pesanggrahan. Keduanya di Kecamatan Sangkapura. Setelah mengunjungi dua tempat itu, rombongan bertolak pulang menuju Surabaya. (yad)

Posko Darurat di Pesanggrahan Dilengkapi Refill Oksigen Medis untuk Warga Pulau Bawean Selengkapnya

Naik Helikopter, Pangkoarmada, Gubernur dan Bupati Gresik Pantau Serbuan Vaksinasi di Pulau Bawean, Targetkan 10.500 Vaksin


GRESIK,1minute.id – Serbuan vaksin dihelat TNI Angkatan Laut (TNI) melalui Komando Armada II dipusatkan Pulau Bawean, Gresik. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa , Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto, dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau langsung serbuan vaksin yang memasuki hari kedua pada Kamis, 29 Juli 2021

Serbuan vaksin digelar diserentak di enam titik di Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Masing kecamatan tersebar di tiga titik. Di Kecamatan Sangkapura, vansin produksi Sinovac buatan Tiongkok itu ditempatkan di Pesanggarahan ; TK Muslimat NU dan Balai Desa Daun, Kecamatan Daun. 

Sedangkan di Kecamatan Tambak , vaksinasi dilokasi Pendapa Kecamatan Tambak, Puskesmas Pembantu (Pustu) Telukjatidawang dan SDN Diponggo. 
Sekitar pukul 09.50, rombongan tiba di Pulau Bawean naik helikopter. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa , Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto, dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau di dua lokasi yakni Sekolah tinggi Islam (Stai) Hasan Jufri di Desa Lebak dan Pesanggrahan. Keduanya di Kecamatan Sangkapura. 

SERBUAN VAKSIN : Pangkoarmada II Laksda Iwan Isnurwanto, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memantau vaksinasi masal di Pesanggrahan Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Kamis, 29 Juli 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto mengatakan, pihaknya membawa 10.500 dosis vaksin Sinovac untuk proses vaksinasi selama tiga hari mulai Rabu hingga Jumat, 28-30 Juli 2021. “Kalau melihat ekspektasi masyarakat sangat tinggi, kami bisa stay sampai Sabtu,”katanya.

Dalam serbuan vaksinasi di Pulau Bawean ini, TNI AL membawa 323 tenaga kesehatan (nakes). Ratusan nakes itu masih dibantu nakes dari RSUD Umar Mas’ud Bawean. Ratusan nakes ini tiba di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean sejak Selasa, 27 Juli 2021. Mereka berangkat dari Dermaga Semampir Lama Koarmada II, KRI Makassar-590 dari Satuan Kapal Amfibi (Satfib) tujuan Pulau Bawean.

Laksda TNI Iwan Isnurwanto mengapresiasi antusias masyarakat Bawean yang mengikuti vaksin. Dan animo di masyarakat juga sangat tinggi untuk melakukan vaksinasi di Pulau Bawean. Iwan Isnurwanto menceritakan, para petugas datang dari Surabaya ke Bawean sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo untuk melakukan vaksinasi agar bisa melawan wabah Covid-19 dan kekebalan tubuh.

SAPA WARGA : Pangkoarmada II Laksda Iwan Isnurwanto, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memantau vaksinasi masal di Pesanggrahan Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Kamis, 29 Juli 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

”Alhamdulillah, sejak kemarin dimulai dengan menggunakan satu kapal perang ini berjalan lancar, jika masyarakat terus antusias maka akan kita lanjut Hari Sabtu,”ujarnya.

Pada hari pertama vaksinasi ada 2.964 orang yang mengikuti. “Insyaallah hari ini lebih, karena harapan vaksin yang kami bawa bisa habis, dalam target tiga hari ini,”katanya. Para petugas TNI-AL juga dibantu oleh relawan nasional dalam membantu pasokan sembako makanan untuk di Pulau Bawean. ”Mohon doa restu agar kita bisa menjalankan tugas lebih baik,” harapnya.

Sementara itu, dalam kunjungan di STAI Hasan Jufri  Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membaca salawat saat meninjau vaksinasi untuk keselamatan warga negara Indonesia. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi vaksinasi oleh TNI-AL, pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak takut dan bisa mencegah pandemi Covid-19.

”Masyarakat tidak boleh takut, banyak para tokoh masyarakat di kota sampai pelosok desa juga mengikuti vaksin ini, dan sebagai bentuk membantu negara,”imbuhnya. (yad)

Naik Helikopter, Pangkoarmada, Gubernur dan Bupati Gresik Pantau Serbuan Vaksinasi di Pulau Bawean, Targetkan 10.500 Vaksin Selengkapnya

Dua Pasien Covid-19 Dikabarkan Dirawat di RSUD Umar Mas’ud, Pulau Bawean


GRESIK,1minute.id – Wabah corona virus mulai merambah Pulau Bawean. Di RSUD Umar Mas’ud dikabarkan ada dua pasien yang sedang perawatan. Mereka menjalani isolasi. Kondisi itu harus menjadi alarm bagi masyarakat berada di jarak 80 mil laut dari Pusat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik itu.

Sebab, memasuki tahun kedua corona virus disease 2019, dua kecamatan yakni Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean relatif lebih aman dibandingkan 16 kecamatan di Gresik daratan. Merujuk data Satgas Covid-19 pada Rabu, 23 Juni 2021 di Sangkapura akumulasi sejak Maret 2020 hingga 23 Juni 2021 tercatat 19 kasus. Sedangkan, Tambak “hanya” enam kasus. 

Bandingkan lima kecamatan lainnya, dalam periode sama sangat njomplang. Di Kecamatan Manyar tercatat 1.059 kasus ; Kebomas (958) ; Gresik (682) ; Driyorejo (612) dan Menganti (581).

Sementara itu, update data Covid-19 Gresik ada tambahan 16 kasus terakumulasi menjadi 5.845 kasus. Sembuh bertambah 6 kasus menjadi 5.346 kasus. Isolasi menjadi 138 kasus dan meninggal bertambah satu menjadi 361 kasus. “Satu tambahan kasus meninggal berasal dari Desa Melirang, Kecamatan Bungah,”kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani seakan tidak pernah bosan mengingatkan kepada masyarakat naupun aparatur sipil negara (ASN) untuk mematuhi protokol kesehatan dan melakukan pola hidup bersih dan sehat.

“Ketika beraktivitas diluar rumah memakai masker, gemar cuci tangan dan menjaga jarak,”kata Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani di gedung Kejaksaan Negeri Gresik pada Rabu. 23 Juni 2021. 

Mematuhi prokes bisa mencegah terjadinya persebaran Covid-19. Pasalnya, kata Gus Yani, kepatuhan masyarakat prokes mulai kendur. “Ayo patuhi prokes,”kata Gus Yani (yad)

Dua Pasien Covid-19 Dikabarkan Dirawat di RSUD Umar Mas’ud, Pulau Bawean Selengkapnya

Bupati Gresik sebut Sampah dan Sinyal Ponsel menjadi Problem di Pulau Bawean


GRESIK,1minute.id – Sejumlah wartawan kelimpungan. Bahkan, beberapa diantaranya memacu motor mencari sinyal. Pasalnya, mereka harus mengirim berita kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah selama tiga hari, mulai 8-10 Juni 2021.

Sejumlah agenda kegiatan zoom organisasi perangkat daerah (OPD) yang ikut menyeberang ke Pulau Putri akhirnya terlewatkan ponsel mereka kesulitan mendapatkan sinyal. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyebut ada dua masalah di Pulau Bawean, Gresik yang harus segera dituntaskan.

“Dua masalah di Pulau Bawean, yaitu masalah sampah dan sinyal,”ucapnya pada Minggu, 13 Juni 2021. Terkait sinyal, Gus Yan , begitu ia biasa disapa, telah bertemu dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Budi Raharjo. Untuk mendukung wisata di era digital, layanan masyarakat berbasis digital di Pulau Bawean, Gus Yani ingin ada tower di pulau Bawean. 

Pihaknya terbuka untuk bekerja sama dengan pihak investor telekomunikasi untuk membangun tower seluler di Pulau Bawean. Bahkan akan memberikan kemudahan kepada para investor. Sebab, selama ini banyak investor yang menarik diri karena biaya lebih mahal. “Nanti kita gratiskan dulu selama dua tahun. Kita evaluasi setiap tahunnya,” terangnya. 

SAMPAH : Pantai di Pulau Bawean cukup elok. Sayangnya, bibir pantai masih penuh sampah seperti pantai depan Pesanggarahan Sangkapura, Pulau Bawean pada Kamis, 10 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Selain sinyal, Gus Yani mencatat, problem kedua terkait sampah. Bupati berusia 35 tahun itu mewanti-wanti pulau yang menjadi jujukan wisata jangan sampai kumuh karena sampah.  Mantan Ketua DPRD Gresik itu, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik untuk  secepatnya menyiapkan kendaraan pengangkut sampah. 

“Truk atau kendaraan kecil yang mengangkut sampah, karena akses jalan di Bawean kecil,” kata dia.  Dalam kunjungan kerja di Pulau Bawean selama tiga hari, Gus Yani menggagas Work From Bawean dan jalan poros tengah untuk mempermudah akses dan menunjang perekonomian masyarakat. 

Selain memantau pelaksanaan vaksinasi di Pulau Bawean, Gus Yani bersama Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah (Bu Min) juga meresmikan angkutan perintis dua minibus Damri, fasilitas olahraga dan  Wisata Bahari Selayar (WBS). (yad) 

Bupati Gresik sebut Sampah dan Sinyal Ponsel menjadi Problem di Pulau Bawean Selengkapnya