Gresik Movie, Kemendikbudristek dan LPDP Putar Film Pendek di Enam Titik di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Warga Desa di empat kecamatan di Kabupaten Gresik bakal bisa menikmati film pendek. Film Mikro. Film itu diklaim menarik. Sebab, digarap sineas muda dari berbagai Kota di Indonesia yang telah lolos proses kurasi. 

Film berbagai genre mulai dari film fiksi, dokumenter, maupun animasi tersebut garapan sutradara muda berasal dari Jakarta, Jogjakarta, Semarang, Banjarnegara, Malang, Riau, Bandung, Bojonegoro dan lainnya.

Pemutaran film pendek yang digagas oleh Gresik Movie bernama Sapa Sinema. Gresik Movie menjadi peserta program Dana Abadi Kebudayaan 2022 atau disebut Dana Indonesiana, yang dikelola oleh Kemendikburistek dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam kategori Sinema Mikro.

Ketua Sapa Sinema Bambang Setiawan  mengatakan, 8 film yang dipilih merupakan hasil kurasi dari puluhan film sineas tanah air yang masuk ke Gresik Movie. Semua film akan diputar secara gratis. Sehingga semua orang dapat menikmatinya.

“Film yang dipilih ini mewakili semangat teman-teman dalam mengangkat lokalitas dari daerah masing-masing sineas. Harapannya menjadi gerakan kebudayaan,”kata Bambang di markas Gresik Movie pada Sabtu, 26 November 2022.

Sapa Sinema adalah program menonton dan mendiskusikan film yang diharapkan bisa menyentuh sekaligus melibatkan banyak pihak. “Kami berharap nantinya turut mendorong untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui bazar atau UKM ketika kegiatan layar tancap bernama Sapa Sinema ini dilaksanakan. Saat Sapa Sinema kami juga akan adakan workshop pembuatan film,”kata Bambang.

Gresik Movie telah melakukan survei lokasi rencana pemutaran film pendek. Diantaranya, Desa Kepuh Teluk ; Desa Daun. Keduanya di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean. Kemudian di Alun-alun Sangkapura ; dan Kompleks sekolah Al Islamiya. Keduanya di Kecamatan Sangkapuran. 

Sedangkan di daratan Gresik,  pemutaran film akan diputar di Desa Doudo, Kecamatan Panceng dan Desa/Kecamatan Wringinanom. Lalu apa judul filmnya adalah Diponegoro sutradara Gata Mahardhika ; The Secret Club of Sinners sutradara Haris Yuliyanto ; Terciduk sutradara Alan D.W dan Di Sela Garis yang Tak Tertulis sutradara Alam Alghifari.

Berikutnya, May Be Someday Another Day but Today, sutradara Bihar ; Kiamat Sampah sutradara Enggar Asfinsani ; Ruwina sutradara Ayuning Tyas Muji Rahayu dan Gemintang sutradara Irfan Akbar Prawiro. Gemintang ini film buatan Gresik Movie. Delapan film ini akan  diputar mulai 14 Desember 2022 sampai 28 Januari 2023.  (yad)

Gresik Movie, Kemendikbudristek dan LPDP Putar Film Pendek di Enam Titik di Gresik  Selengkapnya

Dua Nelayan Bawean Tenggelam, Wabup Gresik Takziah 

GRESIK,1minute.id – Suasana duka masih menyelimuti keluarga Abdul Fayyath, 30, dan Asy’ari, 30. Kedua warga Desa Kepuhteluk, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik pada Senin malam, 19 September 2022.

Kedua nelayan itu tenggelam ketika sedang mencari ikan di perairan Pulau Bawean. Kabar duka sampai ke telinga Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik saat itu sedang melakukan lawatan ke Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean menyempatkan melakukan takziah ke rumah duka. 

Bu Min-sapaan karib-Wakil Bupati Aminatun Habibah didampingi Camat Tambak Muh Nur Syamsi dan Kades Kepuhteluk Tamyiz. 

Suasana pun haru. “Saya pribadi dan atas pemerintah ikut belasungkawa atas musibah ini, mudah-mudahan tetap sabar, dan keluarga yang ditinggalkan tetap kuat,”kata Bu Min dengan nada suara lirih. Ketua ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) Gresik itu lalu memeluk Khasiatul Ula, keluarga korban. “Terimakasih atas kedatangan ibu (Wabup Aminatun Habibah, Red),”kata Khasiatul Ula.

Diketahui, Abdul Fayyath, 30, dan Asy’ari, 30, meninggal saat mencari ikan di perairan Pulau Bawean. Saat itu mereka tidak sengaja melewati batas aman dan akhirnya terperosok dan terbawa arus laut. Ketika dicari oleh warga sekitar, mereka berdua ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernafas. Meninggal. Kabar duka langsung menyebar. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pulau Bawean mulai Senin hingga Rabu besok, 19-21 September 2022.

Semasa hidupnya mereka berdua aktif tergabung dalam PMII di Pulau Bawean. Abdul Fayat merupakan pengurus inti Komisariat Hasan Jufri. Sedangkan Asyari merupakan anggota dari PMII Komisariat Harun Thohir Bawean. (yad)

Dua Nelayan Bawean Tenggelam, Wabup Gresik Takziah  Selengkapnya

Tangis Haru Sainiyah, Bupati Gresik Menyerahkan PMI kepada Keluarga 

GRESIK,1minute.id – Tangis Nur Hayati alias Sainiyah pecah. Tangis haru perempuan 45 tahun itu setelah bertemu dengan keluarga di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik pada Senin malam, 18 Juli 2022. 

Sainiyah, Pekerjaan Migran Indonesia (PMI) di Malaysia ini asal Desa Gelam, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Ia sempat di penjara selama 6 bulan karena tidak memiliki dokumen. Disnaker Gresik bersinergi dengan Kementerian Tenagakerjaan (Kemenajer) Indonesia menjemput Sainiyah di RS Darurat Wisma Atlet di Jakarta Utara. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Kadisnaker Gresik Andhi Hendro Wijaya menyerahkan Sainiyah kepada keluarganya. “Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi pada pekerja dari Gresik,”ujar Bupati Fandi Akhmad Yani.  Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kinerja Disnaker Gresik bersinergi dengan Kementerian Tenagakerjaan untuk memulangkan Sainiyah. Sebab, memberikan perlindungan kepada Tenaga kerja menjadi tanggung jawab pemerintah. 

Sainiyah adalah potret buram PMI. Sainiyah sudah bekerja selama 20 tahun di negeri jiran, Malaysia. Ia bekerja sebagai cleaning service di Jalan Duta, Kuala Lumpur, Malaysia. Akhir Desember 2021, Sainiyah sedang menunggu bus ditangkap oleh aparat kepolisian Diraja Malaysia. Karena tidak memiliki dokumen, Sainiyah kemudian di penjara. 

Sejak Desember 2021 itu, Sainiyah tidak bisa berkomunikasi dengan pihak keluarga di Desa Gelam, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Setelah menjalani penahanan selama 6 bulan Sainiyah kemudian di deportasi ke Indonesia. Kondisi Sainiyah sakit. Ia pun kemudian dirawat di RS Atlet di Jakarta Utara. 

Kementerian Ketenagakerjaan mengidentifikasi Sainiyah berasal Kabupaten Gresik. Kadisnaker Gresik Andhy Hendro Wijaya kemudian menjemput Sainiyah ke Jakarta. Sainiyah tiba di kantor Dinas Tenaga Kerja Gresik pada Senin, 18 Juli 2022 sekitar pukul 18.00 WIB. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama keluarga Sainiyah sudah menunggu di kantor Disnaker berada di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas. 

Dalam Kementerian Ketenagakerjaan, pada 2005, Sainiyah pernah di deportasi dari Malaysia. Namun, tiga tahun kemudian atau 2008 Sainiyah kembali nekat berangkat ke Malaysia tanpa dokumen. (yad)

Tangis Haru Sainiyah, Bupati Gresik Menyerahkan PMI kepada Keluarga  Selengkapnya

Ning Nurul : Membangun Generasi Emas Berkarkter, Orang Tua Berikan Teladan

GRESIK,1minute.id – Membangun generasi berkarakter harus dimulai sejak usia dini. Golden age atau periode emas adalah tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang paling penting pada masa awal kehidupan anak. Golden age meliputi 1000 hari pertama kehidupan anak yang dihitung dari masa dalam kandungan sampai dengan usia anak mencapai dua tahun.

Hal itu diungkapkan oleh Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani dalam sarasehan Guru PAUD se-Pulau Bawean di Aula SDN Telukjatidawang, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. 

“Pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa ini berlangsung sangat cepat dan akan menjadi penentu bagi sifat-sifat atau karakter anak di masa dewasa,”ujar Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini Ali dihadapan 230 guru PAUD berasal dari Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean.

Sarasehan dalam rangkaian kunjungan kerja bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ke Pulau Bawean itu menghadirkan empat pembicara. Yakni, Bunda PAUD Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Daruttaqwa Dr. Ahmad Syifaul Qulub, Ketua Prodi PIAUD, Dr. Riyadlotus Sholichah dan Kepala Seksi (Kasi) PAUD Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik Nurul Hamidah berlangsung gayeng. Ning Nurul melanjutkan peran ibu-ayah sebagai pendidik pertama dan utama sangat penting untuk memaksimalkan dan memanfaatkan masa ini, tidak dapat digantikan oleh siapa pun

Ada dua faktor yang memengaruhi pembantukan karakter anak, jelas ibu dua anak itu. Dua karakter yaitu bawaan dari dalam diri anak dan pandangan anak terhadap dunia yang dimilikinya, seperti pengetahuan, pengalaman, prinsip-prinsip moral yang diterima, bimbingan, pengarahan dan interaksi (hubungan) orang tua-anak. “Lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif pula pada anak,”kata istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani itu.

Peran orang tua dan guru, lanjutnya, begitu besar dalam menumbuhkan karakter positif dalam diri anak. Jika ibu-ayah ingin anaknya memiliki karakter positif, maka ibu-ayah harus memiliki karakter positif pula. Ini berarti, ibu-ayah dituntut menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-harinya, serta memperlakukan anak sesuai dengan nilai-nilai moral tersebut. 

“Jadi, tidak hanya sekadar memberi tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan anak guru dan orang tua harus memberi contoh sehingga anak bisa menduplikasi karakter baik yang dilakukan oleh orang yang lebih tua,”jelas Ning Nurul dalam sarasehan bertemakan “Keluarga dan Sekolah dalam Pembentukan karakter Anak Usia Dini di Era Transformasi Digital” Ini.

Proses pembentukan karakter diawali dengan kondisi pribadi orang tua sebagai figur yang berpengaruh untuk menjadi panutan, keteladanan, dan diidolakan atau ditiru anak-anak. Anak lebih mudah meniru perilaku daripada menuruti nasihat yang diberikan ibu-ayahnya. 

Mereka belajar melalui mengamati apa yang ada dan terjadi di sekitarnya, bukan lewat nasihat semata-mata. Nilai yang diajarkan melalui kata-kata, hanya sedikit yang akan mereka lakukan, sedangkan nilai yang diajarkan melalui perbuatan, akan banyak mereka lakukan. “Sikap dan perilaku ibu-ayah sehari-hari merupakan pendidikan watak yang terjadi secara berkelanjutan, terus menerus dalam perjalanan umur anak,”katanya. 

Proses selanjutnya adalah memberikan pemahaman dan contoh perilaku kepada anak tentang baik dan buruk, benar atau salah, mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Anak juga perlu diajarkan untuk dapat memilah dan memilih sesuatu yang baik, sehingga ia bisa mengerti tindakan apa yang harus diambil, serta mampu mengutamakan hal-hal positif untuk dirinya. “Untuk itu diperlukan suasana pendidikan yang menganut prinsip 3A, yaikni asih (kasih), asah (memahirkan), dan asuh (bimbingan),”ujarnya. 

Harapan besar terhadap orang tua dan bunda PAUD untuk mengawal tumbuh kembang anak.  Membangun Karakter Anak Usia Dini  dengan baik kalau mendapatkan perlakuan kasih sayang, pengasuhan yang penuh pengertian, serta dalam situasi yang dirasakan nyaman dan damai. 

“Kegagalan penanaman kepribadian yang baik di usia dini akan membentuk pribadi yang bermasalah di masa dewasanya kelak,”tegas putri KH Agoes Ali Masyhuri, pemangku Ponpes Progresif Bumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo itu.

CINDERAMATA : Ketua STAI Daruttaqwa Dr Ahmad Syifaul Qulub memberikan cinderamata kepada Bunda PAUD Gresik juga Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani dalam Sarasehan dalam Sarasehan Guru PAUD se-Pulau Bawean pada Selasa, 1 Juni 2022 ( Foto: ist)

Sementara itu, Ketua Prodi PIAUD, Dr. Hj. Riyadlotus Sholichah menambahkan, pendidikan karakter adalah salah satu komponen  terpenting dalam pendidikan anak usia dini. Anak usia dini adalah aset masa depan bangsa. Usia dini, merupakan masa golden age.  Dimana pertumbuhan dan perkembnagan anak bertumbuh dengan pesatnya. 

“Oleh sebab itu menjadi kewajiban kita sebagai ibu dan pelaku pendidikan untuk menyiapkan fasilitasi dan stimulasi dengan lingkungan yang positif,”kata Riyadlotus Sholichah pada Kamis, 2 Juni 2022.

Sarasehan ini, lanjut perempuan berhijab, adalah satu bentuk ikhtiar untuk mewujudkan hal tersebut dengan meningkatkan kualitas  pendidik anak usia dini dalam mengimplementasikan pendidikan karakter dilingkungan terdekat anak, yakni keluarga dan sekolah.

“Dengan menggandeng beberapa stakeholder yang bersentuhan langsung dalam pendidikan anak usia dini, kami membangun sinergi untuk bersama-sama bergerak meraih tujuan mulia dalam mendidik anak usia dini di kabupaten Gresik, dan khususnya di Pulau Bawean,”ujarnya. Sinergi bersama bunda PAUD Gresik dan Tim Penggerak PKK Gresik, Forum PAUD Gresik, IGRA, iGTK, Himpaudi dan IGTKM yang berada di wilayah Bawean. (yad)

Ning Nurul : Membangun Generasi Emas Berkarkter, Orang Tua Berikan Teladan Selengkapnya

Meriah, Pembukaan MTQ Di Pulau Putri

GRESIK,1minute.id – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXX Kabupaten Gresik resmi dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa malam, 31 Mei 2022. 

Opening ceremony dipusatkan di Alun-alun Sangkapura, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean sangat meriah. MTQ kali kedua kurun waktu 20 tahun terakhir di kepulauan berjarak 80 mil laut itu disambut antusias masyarakat setempat. Ribuan pasang mata memadati Alun-alun Sangkapura. Mereka tumplek blek memadati semakin menambah kemeriahan opening ceremony yang ditandai dengan pemukulan dhungka (lesung) itu.

MTQ kali pertama pasca pandemi Covid-19 ini diikuti 488 kafilah dengan 90 official dan 90 pembina akan berlangsung hingga Jumat, 3 Juni 2022.

Fandi Akhmad Yani mengatakan  pelaksanaan MTQ ke-XXX ini sengaja dilaksanakan di Pulau Bawean ini mengenalkan lebih dekat keindahan alam serta kultur budaya di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean.  “Harus dikenalkan kepada masyarakat yang belum pernah singgah di Bawean. Selain itu, Pemkab ingin masyarakat di Pulau Bawean juga turut merasakan pemulihan ekonomi pasca pandemi,”ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya pada Selasa malam, 31 Mei 2022.

Banyaknya peserta dan rombongan yang datang, diharapkan turut berdampak pada perekonomian masyarakat Bawean kearah yang lebih baik. Perekonomian masyarakat di Pulau Bawean semakin meningkat. Ia mengatakan membangun bangsa untuk mencapai generasi emas adalah peningkatan mutu pendidikan. Salah upayanya adalah dengan menyelenggarakan event pendidikan keagamaan. “Kabupaten Gresik identitasnya sebagai Kota Santri. Wujud dari upaya pendidikan yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan MTQ ini,” kata Gus Yani. 

Gus Yani  mengajak generasi muda untuk melestarikan budaya Islam yang diperlombakan ini. Hal ini bertujuan untuk mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari hari. “Hal ini agar generasi kita semakin religius berlandaskan Ahlakul Karimah yang berpedoman pada Al Qur’an,”terangnya. 

“Saya berharap kedepan akan tumbuh generasi emas yang membanggakan Kabupaten Gresik untuk maju ditingkat Provinsi maupun tingkat Nasional,” imbuhnya. Untuk diketahui, MTQ ke-XXX ini dilaksanakan mulai tanggal 31 Mei hingga 3 Juni mendatang. Sementara itu, terdapat 7 cabang Musabaqah yang diperlombakan. Diantaranya, Cabang Tilawah Al-Quran, Cabang Hifdhil Qur’an, Cabang Tafsir Al-Qur’an, Cabang Fahmil Quran, Cabang Syahril Qur’an, Cabang Khath Al-Qur’an dan Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.

Sebelumnya, Asisten Pemerintahan dan Kesra Gresik Suyono mengatakan,  MTQ ke-XXX di Pulau Bawean ini lebih semarak dibandingkan MTQ tahun sebelumnya di Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik.  “Jumlah peserta mengalami meningkat,”katanya  (yad)

Meriah, Pembukaan MTQ Di Pulau Putri Selengkapnya

Peringatan Hari Air Sedunia, Pegiat Lingkungan di Pulau Bawean Melepasliarkan 2 Ekor Penyu Sisik 


GRESIK,1minute.id – Dua ekor penyu dilepasliarkan ke laut lepas oleh komunitas pencinta lingkungan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik pada Selasa, 22 Maret 2022. Pelepasliaran penyu sisik (Eretmochelys imbricata) di Pantai Pajinggahan, Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret.

Menurut Yusra, Kabid Penelitian, Pendidikan, Pengembangan SDM dan Inovasi Lembaga konservasi Bawean mengatakan, dua ekor penyu sisik hibah dari Sriyono, nelayan asal Bawean yang menemukan penyu terjerat jaring.”Penyu itu kemudian diambil dan dirawat dirumahnya sekitar sudah 15 hari,”ujar Yusra.

Sebelum dilepasliarkan sejumlah pegiat lingkungan yakni lembaga Konservasi Bawean, BKSDA Jatim Bawean, dan Masyarakat adat Bawean (MAB) melakukan pengukuran penyu tersebut. Penyu itu memiliki berat 3,4 kg, ukuran kerapas (panjang 34 cm dan lebar 31). Panjang dari kepala 45 cm, panjang kaki depan 17 cm, kaki belakang 10 cm. 

Sedangkan, satu penyu lainnya berukuran lebih besar. Yakni, berat 5,4 kg, ukuran kerapas (panjang 40 cm dan lebar 37), panjang dari kepala 53 cm, panjang kaki depan 21 cm, kaki belakang 13 cm. “Ini langkah awal kami untuk menyelamatkan habitat penyu di Pulau Bawean,”kata Yusra. Langkah selanjutnya, imbuhnya, amelakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar habitat penyu. “Tim RKW 11 Pulau Bawean juga akan aktif melakukan komunikasi terkait penyu dengan pemerhati penyu (Sriyono,Red),”katanya. 

Seperti diberitakan, pegiat lingkungan di Pulau Bawean resah. Sebab, habitat Penyu di kaki Bandara Harun Thohir, Pulau Bawean terancam punah. Pasalnya, tempat mereka bertelur mulai rusak. Rusaknya kawasan tersebut diduga akibat maraknya aktivitas tambang pasir secara ilegal. Selain itu, ditengarai adanya jual-beli telur penyu secara liar. 

“Banyak masyarakat yang kurang paham terkait biota tersebut yang dilindungi UU, Saya berharap ada dinas terkait segera mungkin melakukan sosialisasi dan memperdayakan masyarakat untuk lebih peduli akan habitat penyu,”kata seorang warga enggan disebutkan identitasnya pada Rabu, 23 Februari 2022.

Pada bulan-bulan tertentu penyu menuju daratan untuk bertelur. Di kawasan kaki Bandara Harun Thohir di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean salah tempat penyu bertelur kemudian menetas. Sebab, kawasan itu masih asri. Sejak beberapa bulan terakhir kawasan tempat penyu bertelur mulai rusak. Penyebab kawasan itu rusak akibat penambangan pasir secara ilegal. 

Kepala Bidang Penelitian, Pendidikan, Pengembangan SDM dan Inovasi dari Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean Yusra mengatakan, penyu termasuk hewan dilindungi dan pantai Bawean termasuk salah satu tempat habitat penyu bertelur. Pihaknya mengajak kepada semua pihak dan masyarakat adat Bawean untuk melindungi dan melestarikan tempat singgah habitat penyu bertelur di kawasan konservasi pantai di kaki bukit bandara Harun Thohir Bawean. (yad)

Peringatan Hari Air Sedunia, Pegiat Lingkungan di Pulau Bawean Melepasliarkan 2 Ekor Penyu Sisik  Selengkapnya

Rusa Bawean Berbiak, Pemilik Penangkaran Tak Lagi Kuat Memberi Upah Penjaga


GRESIK,1minute.id –  Matahari mulai beranjak masuk peraduan. Puluhan ekor rusa mulai mendekati pagar seperti sedang menunggu makanan. Nur Samsi, Kepala Resor (area sektor) konservasi Wilayah 11 Pulau Bawean, Kabupaten Gresik datang sambil membawa makanan. 

Daun tanaman itu berwarna hijau. Segar. Puluhan ekor rusa bernama latin Axis Kuhli itu langsung menyerbunya. Puluhan Rusa terlihat doyan memakan dedaunan itu. Sehari Nur Samsi bertugas menyediakan makanan. Sedangkan, seorang penjaga bertugas memberikan  makan hewan yang pernah menjadi maskot Asian Games 2018 itu. 

“Sehari minimal kami memberikan makan tiga kali,”kata Nur Samsi ketika dikonfirmasi 1minute.id pada Minggu sore, 20 Maret 2022. Untuk kebutuhan makan puluhan ekor Rusa itu membutuhkan biaya sekitar Rp 300 ribu per harinya. Rusa Bawean yang awalnya kurus, dengan ketelatenan Nur Samsi dan seorang penjaganya membuat hewan yang dilindungi itu semakin gemuk di tempat penangkaran di Batu Gebang, Desa Pudakit Timur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.

Bulu Rusa juga terlihat bersinar. Tidak lagi kusam. Artinya, di tempat penangkaran itu, Rusa Bawean terawat dengan baik. Sebab, makanan maupun vitamin bagi rusa terjamin. Sehingga populasi Axis Kuhli juga terus berbiak. Awalnya, 8 bulan lalu jumlah Rusa Bawean di tempat penangkaran hanya 28 ekor. Kemudian berbiak menjadi 30 ekor. Pada Jumat, 18 Maret 2022, salah satu induk rusa Bawean kembali beranak. Anak Rusa Bawean diberi nama Nisfu Syahban karena lahir bertepatan dengan Nisfu Syahban.

Di tempat penangkaran ini, jumlah rusa betina  mendomisi. “Jumlahnya sekitar 18-an ekor rusa betina. Awalnya dulu, Rusa jantan yang banyak,”tegasnya. 

Dengan semakin banyaknya Rusa Bawean otomatis biaya perawatan nanti akan bertambah. Nur Samsi risau. Sebab, sejak 4 bulan terakhir, pemilik penangkaran tidak lagi memberikan anggaran untuk petugas yang berjaga dan memberikan makanan kepada hewan. Kontrak penjaga akan berakhir dua bulan ke depan.  “Ini yang saya khawatirkan. Karena tanpa ada keeper Rusa Bawean khawatirkan tidak terurus dengan baik. Nanti, kami disorot media lagi karena rusa kurus,”katanya. 

Ia berharap, pemerintah turun tangan untuk memberikan anggaran bagi penjaga di tempat penangkaran Rusa Bawean itu. “Anggaran sekitar Rp 1 juta per bulan Saya rasa sudah cukup,”katanya. 

Untuk diketahui, sejak 1979 Pemerintah Indonesia menetapkan Rusa Bawean sebagai Satwa dilindungi. Pada 2008 Rusa Bawean masuk dalam daftar merah  international union for conservation of nature (IUCN) Red List, dengan kategori kritis alias critically endangered. 

Selain itu dikategorikan Appendix I Cities (convervation on international trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora). Artinya, rusa Bawean tergolong satwa langka yang jumlah di alam sudah sangat sedikit dan terancam punah sehingga tidak boleh diperdagangkan. 

Pada 2009, hasil pengamatan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut jumlah Rusa Bawean diperkirakan berjumlah 600-an ekor. Survei lembaga konservasi pada 2017 , populasi Rusa Bawean ini berkurang ditaksir tersisa 400-an ekor. Miris, mengingat rusa Bawean adalah salah satu dari empat spesies rusa asli Indonesia. 

Di dunia ada 62 jenis rusa dan empat diantaranya endemik di Indonesia. Yakni Rusa Sumbar (cervus unicolor), Rusa Timor (Cervus timorensis) , Rusa Bawean (Axis Kuhli) dan Kijang (muntiacus muntjak). Rusa Bawean memiliki tinggi rata-rata 60-70 cm, panjang tubuh 105-115 cm. Bobot betina 15-25 kg dan jantan 19-30 kg. Ciri khas lainnya,  terlihat pada ekornya yang berwarna coklat  dan keputihan pada lipatan ekor bagian dalam. Panjang ekor sekitar 20 cm.

Ciri lain rusa Bawean memiliki tanduk (rangga) panjang. Tanduk bercabang tiga. Tanduk rusa mulai tumbuh ketika berumur 30 bulan. Tanduk berproses alami patah atau tanggal dan tumbuh lagi. Ketika berumur 7 tahun , rangga tumbuh menjadi tanduk permanen. Keunikan lainnya, rusa merupakan “binatang malam”, lincah dan tajam penglihatan malam hari. Rusa bawean mulai menjelajah habibat untuk mencari makan mulai pukul 17.00 hingga tengah alam. Pada siang hari, umumnya digunakan istirahat dan tidur. (yad)

Rusa Bawean Berbiak, Pemilik Penangkaran Tak Lagi Kuat Memberi Upah Penjaga Selengkapnya

Kawasan Bawah Kaki Bandara Harun Thohir Rusak, Penyu Laut Di Pulau Bawean Terancam Punah

GRESIK,1minute.id – Habitat Penyu di kaki Bandara Harun Thohir , Pulau Bawean terancam punah. Pasalnya, tempat mereka bertelur mulai rusak. Rusaknya kawasan tersebut diduga akibat maraknya aktivitas tambang pasir secara ilegal. Selain itu, ditengarai adanya jual-beli telur penyu secara liar. 

“Banyak masyarakat yang kurang paham terkait biota tersebut yang dilindungi UU, Saya berharap ada dinas terkait segera mungkin melakukan sosialisasi dan memperdayakan masyarakat untuk lebih peduli akan habitat penyu,”kata seorang warga enggan disebutkan identitasnya pada Rabu, 23 Februari 2022.

Pada bulan-bulan tertentu penyu menuju daratan untuk bertelur. Di kawasan kaki Bandara Harun Thohir di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean salah tempat penyu bertelur kemudian menetas. Sebab, kawasan itu masih asri. Sejak beberapa bulan terakhir kawasan tempat penyu bertelur mulai rusak. Penyebab kawasan itu rusak akibat penambangan pasir secara ilegal. 

KAKI BANDARA HARUN THOHIR : DI kawasan ini, biasanya tempat penyu bertelur pada 9 Juni 2021. Kini, diduga akibat maraknya aktivitas tambang pasir ilegal kawasan itu mulai rusak. (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kepala Bidang Penelitian, Pendidikan, Pengembangan SDM dan Inovasi dari Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean Yusra mengatakan, penyu termasuk hewan dilindungi dan pantai Bawean termasuk salah satu tempat habitat penyu bertelur. Pihaknya mengajak kepada semua pihak dan masyarakat adat Bawean untuk melindungi dan melestarikan tempat singgah habitat penyu bertelur di kawasan konservasi pantai di kaki bukit bandara Harun Thohir Bawean.

“Ada Undang-undang semua jenis penyu laut di Indonesia telah dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Terlebih, penyu hewan dilindungi yang hampir punah dan penyu merupakan penjaga ekosistem laut,”ungkapnya. 

Yusra menegaskan, segala bentuk perdagangan penyu baik dalam keadaan hidup, mati, maupun tubuh bagian itu dilarang. Hal tersebut sesuai dengan Permen LHK No.20 tahun 2018 tentang jenis dan satwa yang dilindungi dan Permen LHK No. 106 tahun 2018 tentang perubahan Permen LHK No.20 tahun 2018 menyatakan bahwa enam jenis penyu tergolong satwa yang dilindungi oleh Undang-Undang. “Begitu juga menurut Undang-undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,”tegasnya. (yad)

Kawasan Bawah Kaki Bandara Harun Thohir Rusak, Penyu Laut Di Pulau Bawean Terancam Punah Selengkapnya

Bawean, Pulau Perintis Pendidikan di Kabupaten Gresik

GRESIK, 1minute.id –  Pulau Bawean menjadi primadona wisata di Gresik. Kondisi alamnya  eksotis. Penduduknya ramah dan religius. Sebuah potensi yang tidak dimiliki di Gresik daratan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mewacanakan menjadikan Bawean sebagai Pulau Perintis Pendidikan.

Bila teralisasi, Bawean sebagai Pulau Perintis Pendidikan ini menjadi pertama di Indonesia. Pemkab Gresik itu mulai menyosialisasikan kepada masyarakat dan praktisi pendidikan di Pendapa Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik pada Jumat malam, 19 November 2021.
Sosialisasi dipimpin langsung Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto dan anggota DPRD Gresik Musa. Sosialisasi bertujuan mendapatkan masukan dari tokoh masyarakat, aktivis dan praktisi pendidikan di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu.

Wabup Gresik Aminatun Habibah mengatakan, Pulau Bawean memiliki potensi luar biasa. Bawean, pulaunya indah yang menjadi daya tarik semua orang. Pulau Bawaen menjadi pulau wisata seperti di Bali tidak cocok. “Banyak lembaga pendidikan dan pondok pesantren,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah. 

Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah mencontohkan Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, memiliki 22 lembaga. Di Desa Sukaoneng, Sangkapura berderet sekolah dan pondok pesantren.  Bagaimana caranya Bawean bisa menarik semua orang ? Konsep Pulau Pendidikan yang akan diterapkan di Bawean adalah menjadikan Pulau Bawean sebagai tempat tujuan bagi siswa-siswi yang ingin belajar studi tentang bahasa, dengan mendirikan pusat pembelajaran bahasa asing khususnya bahasa Arab dan bahasa Inggris. 

“Kami ingin menjadikan Bawean sebagai ‘Pare’ nya Kabupaten Gresik, tetapi tidak hanya berhenti di bahasa Inggris, melainkan juga bahasa Arab, karena Bawean kental dengan pendidikan pesantrennya,”jelas Bu Min. 
Bu Min berharap bahwa realisasi Bawean sebagai Pulau Pendidikan nantinya akan memberikan manfaat tidak hanya untuk masyarakat Pulau Bawean, namun untuk seluruh pelajar yang ingin belajar bahasa dan tertarik untuk datang ke Bawean. 

Bu Min memohon doa dan masukan dari masyarakat agar program ini dapat diwujudkan dengan baik. “Jadi tidak hanya bermanfaat bagi pelajar, tetapi juga dapat mengangkat UMKM yang ada di Pulau Bawean, ekonomi masyarakat akan bergerak maju dan sejahtera,”sambungnya. 

Dimana lokasinya? Bu Min meminta masyarakat Bawean untuk membantu mengusulkan tempat yang tepat. “Bawean Perintis Pulau Pendidikan ini, bagian dari merealisasikan Program Nawa Karsa, Gresik Cerdas,” katanya. Bu Min mengatakan, pemerintah akan memberikan subsidi transportasi kepada pelajar yang belajar bahasa Inggris dan Arab di Pulau Bawean. “Kami berharap mimpi kami ( Bupati dan Wabup Gresik, Red)ini bisa cepat teralisasi,”ujarnya.

Anggota DPRD Gresik Musa mengatakan, pihaknya mengapresiasi gagasan Pemkab Gresik itu. “Bila teralisasi, gagasan Pulau Pendidikan ini satu-satunya di Indonesia,”kata Musa.

Sebelumnya, Plt Kadispendik Gresik Hariyanto menyatakan memaparkan kondisi terkini sarana dan prasarana serta kualitas tenaga pendidik. Ia menyatakan ada dua program prioritas Dinas Pendidikan untuk mensukseskan program Nawa Karsa. Dua program prioritas itu, peningkatan sarana dan prasarana dan peningkatan kualitas pendidikan.

Hariyanto mengaku, sarpras pendidikan di Gresik sangat memprihatinkan. “Sekitar 75 persen sarpras pendidikan rusak. Rusak ringan, sedang dan berat,”katanya.  Sedangkan kualitas tenaga pendidik masih belum sesuai standardisasi pendidikan nasional. “Dinas Pendidikan dalam waktu dekat ini adalah dengan memberikan insentif kepada tenaga pendidik, khususnya guru-guru non PNS, dengan harapan agar kualitas tenaga pendidik akan meningkat dan dapat menghasilkan siswa-siswi yang berkualitas pula,”katanya. 

Sosialisasi Bawean sebagai Pulau Perintis Pendidikan ini menghadirkan Fiaz, staf ahli Bupati Gresik. Salah satu, peserta sosialisasi meminta Pemkab Gresik menetapkan lokasinya. Ia mengusulkan tempat penangkaran rusa Bawean sebagai tempatnya. “Konsepnya sekolah alam,”katanya. (yad)

Bawean, Pulau Perintis Pendidikan di Kabupaten Gresik Selengkapnya

Bupati Siapkan Stimulus untuk Pembangunan Tower Seluler Di Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyiapkan stimulus bagi operator seluler yang mau membangun Base Transceiver Station (BTS) telekomunikasi di Pulau Bawean. Stimulus ini untuk mempermudah komunikasi di pulau terluar Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. Sebab, jaringan telekomunikasi masih sangat minim di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani akan mendorong perusahaan telekomunikasi untuk memperbanyak Base Transceiver Station (BTS) telekomunikasi. Bahkan, Bupati Fandi Akhmad Yani akan memberikan kemudahan perizinan pembangunan tower telekomunikasi.

“Bahkan, kalau perlu izin pembangunan tower secara gratis,”tegasnya Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dihadapan jamaah masjid di Desa Gelam, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean pada Selasa,19 Oktober 2021.

Kehadiran Bupati di Desa Gelam adalah rangkaian kunjungan kerja dan menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Gus Yani menambahkan, kunjungan kerja kali kedua sejak dilantik sebagai Bupati Gresik pada Jumat, 26 Februari 2021 itu merasa prihatin. Sebab, jaringan telekomunikasi menghilang. “Begitu sampai disini, sinyal hilang,”katanya. 

Masa pandemi Covid-19 memasuki tahun kedua. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) belum normal. Artinya,  pembelajaran peserta didik masih sering dilakukan secara virtual atau daring. “Saya tidak membayangkan bagaimana siswa belajar daring kalau sinyal seluler tidak ada,”katanya.

Untuk membangun tower seluler memang tidak semudah membalikkan tangan. Akan tetapi, mantan Ketua DPRD Gresik itu hakul yakin  bisa teralisasikan. “Karena tujuan dan niatan yang baik. Bisa direalisasikan,”tegasnya.  

Selain tower telekomunikasi, persoalan sampah di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean akan menjadi prioritas untuk diatasinya. Pihaknya, akan membangun dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).Untuk di Kecamatan Tambak, TPST akan dibangun di Desa Diponggo. “Semua sampah di Kecamatan Tambak nanti diolah di Desa Diponggo,”tegasnya.

Sejumlah kegiatan dilakukan oleh Bupati Gresik dalam kunjungan kerja ke Pulau Bawean mulai Minggu, 17 Oktober 2021. Diantaranya, meluncurkan program Trus in Bawean, yakni pengurus administrasike pendudukan seperti pembuatan kartu keluarga, kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), akta kelahiran cukup dilakukan di Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean. Selain itu, melepas ekspor produk UMKM asal Pulau Bawean ke manca negara. Menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di sejumlah tempat. (yad)

Bupati Siapkan Stimulus untuk Pembangunan Tower Seluler Di Pulau Bawean Selengkapnya