Wabup Gresik Aminatun Habibah Minta Disdukcapil Tuntaskan Update Data Anomali di Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pulau Bawean. Ada sejumlah agenda yang dilakukan. Diantaranya, persoalan administrasi kependudukan (adminduk). 

Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) ditemukan adanya 1.043 data ganda dan anomali di tiga desa di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean. Rinciannya, Desa Kepuhlegundi sebanyak 251 orang, Desa Kepuhteluk (314 orang), dan Desa Sidogedungbatu (478 orang).

Wabup Aminatun Habibah kali pertama mengunjugi Desa Kepuhlegundi. Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah didampingi oleh Kepala Disdukcapil Gresik Muhammad Hari Syawaluddin. 

Bu Min mengatakan, penyelesaian data  merupakan isu yang sangat penting untuk masa depan warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Begitu data telah selesai di update, maka warga dapat terhindar dari risiko penyalahgunaan data diri. “Kami disini dalam rangka memberikan pelayanan terkait data. Mulai KTP, akta kelahiran, akta kematian, dan lainnya yang berkaitan dengan panjenengan semua,” ujar wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu.

Sebagai informasi, saat ini warga Pulau Bawean tidak harus pergi ke kantor Disdukcapil untuk mengurus adminduk mereka. Cukup melalui desa atau kecamatan, masalah kependudukan dapat diselesaikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Gresik Hari Syawaluddin, pihak saat ini telah ditemukan 1.043 data ganda dan anomali di tiga desa Kecamatan Tambak. Antara lain data ganda dan anomali Desa Kepuhlegundi sebanyak 251 orang, Desa Kepuhteluk 314 orang, dan Desa Sidogedungbatu 478 orang.

Data itu akan segera diperbaharui. Kegiatan ini disambut antusias oleh warga, tercatat hingga saat ini, ada sekitar 180 warga yang telah dilayani di Desa Kepuhlegundi. Selanjutnya, untuk Desa Kepuhteluk dan Sidogedungbatu akan dilakukan keesokan harinya. (yad)

Wabup Gresik Aminatun Habibah Minta Disdukcapil Tuntaskan Update Data Anomali di Pulau Bawean  Selengkapnya

3 Pengedar Sabu-sabu Ditangkap Di Mengare dan Bawean 

GRESIK,1minute.id – Peredaran narkoba beralih ke kepulauan. Pulau Bawean dan Pulau Mengare, menjadi sasaran baru para pengedar sabu-sabu. Warga di kepulauan yang religius harus ekstrawaspada. Indikasi peredaran barang haram ke warga kepulauan berdasarkan hasil ungkap Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik dalam sepekan terakhir ini.

Di kepulauan Bawean yang berjarak 80 mil laut, anak buah AKBP Adhitya Panji Anom, Kapolres Gresik mengamankan dua orang tersangka. Mereka berinisial NH, 30, warga Desa Kepuh Legundi dan AW. warga Desa Kepuh Teluk. Keduanya berada di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean. Pengedar dan pemakai. Bila di daratan  biasanya transaksi jual beli dilakukan malam hari. Di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean transaksi sabu-sabu dilakukan pagi hari, sekitar pukul 08.00 WIB.

“Ada dua orang pelaku yang kami amankan di Pulau Bawean.  Keduanya adalah pengedar sabu-sabu,” kata Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kasatreskoba Polres Gresik AKP Tatak Sutrisno pada Rabu, 15 Maret 2023.

Berikutnya, anggota Satresnarkoba Polres Gresik menyasar ke Pulau Mengare,  Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Pulau Mengare terdapat tiga desa yakni Kramat, Tanjung Widoro dan Watuagung. Mayoritas warga adalah petani tambak. Mengare dikenal dengan ikan bandeng yang gurih dan tidak bau tanah. Petambak di pulau  langganan menjuarai kontes ikan bandeng kawak di Pasar dan Lelang Bandeng di Gresik. 

Pulau ditengarai menjadi sasaran para bandar dan pengedar narkoba. Dugaan polisi mendekati kebenaran. Seorang pemuda berinisial MN, 41, asal Desa Watuangung dibekuk. Tersangka yang diduga pengedar sabu-sabu ini sedang berada di warung kopi di desanya sekitar pukul 18.30 WIB. ” Kami berhasil gagalkan peredaran narkoba di Mengare. Seorang tersangka dengan tiga poket sabu-sabu kami amankan,” tambah AKP Tatak Sutrisno. Dalam penggeledahan di rumah tersangka polisi kembali menemukan barang bukti dua klip sabu-sabu masing-masing berat kotor 0,93 gram dan 1,35 gram. 

Polisi menjerat ketiga pengedar di dua kepulauan itu dengan  Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (yad)

3 Pengedar Sabu-sabu Ditangkap Di Mengare dan Bawean  Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Mengunjungi Warga dan Mengidentifikasi Dampak Pascabanjir Bandang dan Longsor di Bawean

GRESIK,1minute.id – Banjir bandang melanda Pulau Bawean membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun tangan. Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu melakukan peninjauan ke lokasi bencana di pulau terluar Gresik yang berjarak 80 mil laut. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad menuju lokasi bencana bersama Ketua DPRD Gresik Moch Abdul Qodir.

Serta mengajak Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti dan Kepala Satuan Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Darmawan, Kepala DLH Sri Subaidah, Sekretaris Dinas Kesehatan dr. Tony tiba pada Minggu, 5 Maret 2023.

Gus Yani kali pertama mengunjungi Desa Patarselamat, Kecamatan Sangkapura untuk meninjau kerusakan fasilitas umum yang rusak. Diantaranya, kantor balai desa, dan pos kesehatan desa (Poskesdes). Gus Yani melakukan dialog dengan warga Desa setempat. Mendengarkan curhat warga terdampak bencana yang paling mengerikan di kepulau yang dikenal dengan sebutan lain seribu bukit itu. 

Setelah berdialog langsung dengan warga , mantan Ketua DPRD Gresik itu kemudian melanjutkan peninjauan ke Desa Sawahmulya, Kecamatan Sangkapura. Disini, Gus Yani  meninjau jembatan yang ambruk akibat banjir bandang itu. Berikutnya, menuju UPT SDN 357 Gresik di Desa Sungairujing. Banjir  bandang itu telah memporak-porandakan 4 dari 5 ruang kelas. 

Peninjauan terakhir menuju ke lokasi korban terdampak bencana di Desa Daun, Kecamatan Sangkapura.  Di desa ini, terdapat 2 rumah roboh, 4 rumah rusak berat, 2 jembatan irigasi dan jembatan penghubung antardesa hanyut diterjang banjir bandang itu. Sebanyak 168 warga yang terdampak bencana alam itu.

BANTUAN WARGA TERDAMPAK BENCANA: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Pulau Bawean pada Minggu, 5 Maret 2023 ( Foto : Prokopim Setkab Gresik)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kedatangan bersama Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) ke Pulau Bawean untuk memastikan upaya pemulihan berjalan maksimal pascabanjir bandang dan tanah longsor.

“Kami sudah melihat langsung kondisi dampak banjir dan longsor. Recovery pascabencana harus segera dilakukan, perbaikan infrastruktur seperti penanganan kerusakan rumah, jembatan dan akses jalan,” katanya. 

Mantan Ketua DPRD Gresik itu juga akan mendatangkan alat berat, untuk penanganan longsor di beberapa titik desa untuk menormalisasi Kali atau Sungai yang dangkal dan mengalami penyempitan. “Nantinya alat berat disiagakan disini. Secara bergantian melakukan penanganan longsor di Bawean. Selain itu Dinas PUTR dan CKPKP akan siaga melakukan perbaikan fasilitas umum yang rusak dan saluran air bersih warga yang terdampak banjir,” ungkapnya.

Selain itu, kedatangan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tidak hanya meninjau lokasi dan warga terdampak bencana. Bupati Fandi Akhmad juga membawa bantuan untuk warga terdampak disana. 

“Tidak hanya memberikan sembako. Yang paling utama mengidentifikasi beberapa wilayah atau desa yang mengalami bencana. “Setelah diidentifikasi akan segera dilakukan penanganan dan pengendalian. Baik mendatangkan alat berat maupun yang akan dilakukan oleh OPD terkait,” katanya. 

Ia menghimbau kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan menjaga kebersihan sungai dan lingkungan serta waspada saat cuaca ekstrim dan intensitas hujan tinggi. Bupati juga meminta kepada camat untuk selalu berkoordinasi dengan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). “Sebagai mitigasi bencana camat juga harus selalu berkoordinasi dengan BMKG. Perubahan iklim menjadi konsentrasi kita bersama apalagi sering terjadi pada malam hari,” tutur bupati. 

Untuk diketahui banjir bandang dan tanah longsor menerjang sejumlah desa di Pulau Bawean pada 2 Maret 2023. Bencana itu, akibat curah hujan tinggi selama 2 hari, mulai 1 Meret 2023. Selain curah hujan tinggi, dikabarkan tanah longsor hutan mulai gundul diduga akibat maraknya penebangan kayu secara ilegal. (yad)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Mengunjungi Warga dan Mengidentifikasi Dampak Pascabanjir Bandang dan Longsor di Bawean Selengkapnya

Satreskoba Polres Gresik Tangkap 3 Pengedar Sabu-sabu di Pulau Bawean  

GRESIK,1minute.id – Dugaan peredaran narkoba marak di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik mendekati kebenaran. Buktinya, perburuan para pengedar dan pencandu yang dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Gresik bersama Polsek Tambak, dan Polsek Sangkapura, Pulau Bawean mengamankan tiga orang pencandu dan pengedar barang haram itu.

Tiga tersangka itu adalah Oktian Rahmanul Hakim alias Tian, 27, warga Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak. Barang bukti yang diamankan oleh tim gabungan Satresnarkoba Polres Gresik dengan Polsek Tambak sebanyak 4 poket sabu-sabu (SS), satu unit timbangan electric, dua pipet kaca, dan satu alat hisap yang terbuat dari botol kaca dan sedotanya, satu  buah sekrop yang terbuat dari sedotan plastik. 

“Tersangka kami tangkap di pinggir Jalan Desa Kepuh Teluk sekitar jam sebelas malam,” kata Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kasat Resnarkoba Polres Gresik AKP Tatak Sutrisno dikonfirmasi 1minute.id pada Minggu, 5 Februari 2023. Empat poket SS itu, satu poket dibungkus kertas tisu dan tiga poket disimpan dalam kotak kacamata. 

Operasi pemberantasan peredaran narkoba di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean yang dipimpin oleh Iptu Suhari, Kaur bin Ops Satresnarkoba Polres Gresik itu kemudian dilanjutkan di tempat lainnya. Tepatnya di warung kopi (warkop) Jalan Raya Desa Kota Kusuma, Kecamatan Sangkapura sekitar pukul 02.00 WIB. Dua orang pengedar barang haram berbentuk kristal bening diringkus polisi.

Dua orang itu adalah Slamet Efendi, 26, warga Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak dan Hairus Fandi, 27, tinggal di Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura. Warkop yang mulai merebak di Pulau terluar Kabupaten Gresik itu menjadi sasaran para pengedar narkoba.

Menurut Kasat Resnarkoba Polres Gresik Tatak Sutrisno, penyergapan Slamet Efendi dilakukan dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, pemuda yang hanya mengenyam pendidikan, SMP masih berada di salah satu warkop di Jalan Raya Desa Kota Kusuma, Kecamatan Sangkapura. Tersangka ditengarai menunggu calon pembeli. “Tim gabungan saaat menangkap tangan terduga sedang menggenggam dua poket sabu-sabu,” tegas mantan Kapolsek Menganti, Gresik itu. 

Dalam pemeriksaan di tempat kejadian penangkapan (TKP) Slamet Efendi “menyanyi” narkoba berasal dari Hairus Fandi. “Kami bergerak menuju rumah Hairus Fandi,” tegas Tatak. Ketiga tersangka itu langsung di layar ke Polres Gresik menggunakan kapal cepat  Express Bahari. Selama 3 jam perjalanan Pulau Bawean ke Pelabuhan Gresik  ketiga tersangka itu tangannya di borgol. “Kami melakukan penyidikan untuk pengembangan perkara ini,” kata Tatak Sutrisno. (yad)

Satreskoba Polres Gresik Tangkap 3 Pengedar Sabu-sabu di Pulau Bawean   Selengkapnya

8 Rumah dan Jalan Desa Rusak Akibat Tanah Longsor di Bawean, TNI dan Polri bersama Warga Bersihkan Material 

GRESIK,1minute.id – Bencana tanah longsor kembali menilpah warga Pulau Bawean. Tepatnya, warga Dusun Serambsh, Desa Kebuntelukdalam, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Sebanyak delapan rumah rusak akibat tanah longsor tersebut.Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.

Hujan deras dengan intensitas tinggi melanda Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean sepekan terakhir ini. Hujan itu, mengakibatkan banjir dan tanah longsor di Desa Kebuhtelukdalam, diantaranya. Jalan desa pin terputus. Puluhan warga bersama anggota TNI dan Polri melakukan gotong royong untuk memperbaiki rumah dan jalan desa yang rusak itu pada Minggu, 29 Januari 2023.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Sangkapura AKP Sujai mengatakan, kegiatan yang dilakukan merupakan salah satu wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat. Karena Polri hadir ditengah masyarakat tidak hanya penegak hukum, tetapi juga dalam bentuk sosial sehingga memberikan manfaat dimanapun bertugas.

“Kami hadir untuk melakukan pendataan sekaligus membantu masyarakat melakukan evakuasi material longsor. Selain itu juga melakukan koordinasi penanganan selanjutnya,” katanya pada Minggu, 29 Januari 2023.

Sujai menambahkan, bencana alam tanah longsor ini tidak menimbulkan korban jiwa. “Akses jalan meskipun masih dalam tahapan evakuasi tetap bisa dilalui. masyarakat bersama instansi terkait masih terus melakukan evakuasi material yang menutupi sebagian akses jalan desa,” kata perwira tiga balok di pundak itu.

Ia menghimbau kepada warga agar tetap selalu waspada terhadap bahaya bencana alam. Mengingat ini masih musim penghujan.Selesai kegiatan Kapolsek dan Forkopimcam memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang terkena dampak tanah longsor. “Semoga bermanfaat,” kata Sujai. (yad)

8 Rumah dan Jalan Desa Rusak Akibat Tanah Longsor di Bawean, TNI dan Polri bersama Warga Bersihkan Material  Selengkapnya

Aktivis Lingkungan Punguti Sampah di Pesisir Pantai Labuhan Bawean 

GRESIK,1minute.id – Ratusan aktivis dari berbagai sekolah, pramuka, instansi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) peduli lingkungan di Pulau Bawean melakukan aksi sosial pada Kamis, 5 Januari 2023.  Bakti sosial dengan memungut sampah yang “terdampar” di sepanjang pesisir Dusun Labuhan, Desa Tanjung Ori, Kecamatan Tambak. 

Tumpukan sampah itu memanjang hingga 500 meter di pesisir jalan lingkar Bawean itu. Bakti Sosial memungut sampah di dekat bandara Harun Thohir itu melibatkan organisasi kepanduan, Pramuka Penegak dari Madrasah Aliyah (MA) MIDA Kepuh Teluk ; MA Miftahul Ulum, Sukaoneng ; SMP/SMA Islamiyah ; SMP Negeri 1 Tambak dan PKPPS PENABER. Mereka berkolaborasi dengan organisadi perangkat daerah dan pemerintah desa setempat, Koramil dan kepolisian setempat. Serta aktivis Perkumpulan Konservasi Bawean. 

Bakti Sosial dimulai pukul 08.00 WIB. Puluhan siswa telah berkumpul di pesisir Dusun Labuhan yang memiliki pemandangan alam yang bagus itu. Mereka membawa sejumlah perlengkapan untuk memungut sampah yang sebagai besar adalah sampah plastik itu.

Ketua Harian Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Tambak Hasanuddin mengapresiasi antusiasme aktivis lingkungan membersihkan pesisir pantai Labuhan ini. “Kegiatan ini (bersih-bersih pantai) akan kami agenda secara rutin. Mungkin sebulan sekali,” kata Hasanuddin. 

Sementara itu, perwakilan Perkumpulan Konservasi Bawean Yusra menambahkan,  kegiatan bersih pantai ini, bagian kepedulian bersama dan untuk  mengurangi potensi pencemaran pesisir pantai dan laut, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir pantai.

“Menjaga kelestarian pesisir pantai Pulau Bawean yang memiliki potensi cukup besar ini, merupakan ruang hidup masyarakat, baik wisata pantai maupun pemanfaatan sumberdaya pesisirnya,” ujarnya. 

Menurut Yusra, tumpukan sampah di pesisir Pantai Labuhan itu adalah akibat dari kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan di lautan. Karena saat ini, cuaca ekstrim, ombak tinggi dan angin kencang membuat sampah itu hanyut dan menumpuk di sepanjang pesisir pantai Labuhan ini. (yad)

Aktivis Lingkungan Punguti Sampah di Pesisir Pantai Labuhan Bawean  Selengkapnya

Pulau Bawean Petheng Dhedet, Warga Gunakan Senter Gawai, Bupati Gresik Kecewa Kinerja PLN UP 3 Gresik

GRESIK,1minute.id – Pulau Bawean petheng ndedet bergiliran. Hampir sepuluh hari terakhir ini, pelanggan setrum milik perusahaan listrik negara (PLN) di Bawean tidak bisa menikmati listrik sepanjang hari. 

Kondisi yang dialami warga di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kecewa dengan pelayanan PLN Unit Pelayanan (UP) 3 Gresik, penyuplai aliran listrik di Pulau terluar dari Kabupaten Gresik itu.

Kekecewaan orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu disebabkan manajemen PLN UP Gresik ditengarai tidak memaksimalkan ikhtiar pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang telah memfasilitasi menggunakan KRI dr Soeharso, milik TNI Angkatan Laut untuk pengangkutan kebutuhan bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) untuk pembangkit listrik di Pulau Bawean akibat cuaca buruk. 

“Kami sudah siapkan KRI dr Soeharso, diskresi Bupati luar biasa lo ini untuk warga Pulau Bawean, tapi tidak dimanfaatkan dengan optimal oleh PLN UP 3 Gresik dan PJB UP Gresik. Warga pulau Bawean masih mengalami pemadaman bergilir hingga hari ini,” ujarnya.

Padahal, lanjutnya,  dua hari sebelum KRI dr Soeharso berangkat, PLN UP 3 Gresik dan PJB UP Gresik menyanggupi mengirim 20 genset. Namun, faktanya genset yang dikirim ke Bawean jumlahnya jauh di bawah itu. Hal ini pun membuat Bupati milenial itu emosi lantaran warganya yang di Pulau Bawean masih mengalami pemadaman secara bergilir.

Dan, sampai hari ini, Kamis, 5 Januari 2022, pemadaman listrik masih terjadi di Bawean. Pemadaman bergilir.  “Wes pokok’e PLN dan PJB pelayanane buruk,” ucapnya dengan nada agak meninggi.

Seperti diberitakan 1minute.id  sebanyak 595 orang akhirnya bisa “mudik” ke tanah kelahiran di Pulau Bawean pada Kamis, 29 Desember 2022. Mereka bisa berlayar dan merayakan Tahun Baru di kampung halamannya. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengantarkan langsung ratusan penumpang tujuan Pulau Bawean di Dermaga Madura, Mako Koarmada II, Surabaya. Mereka berlayar dengan menumpang KRI dr Soeharso 590 secara gratis.

Selain penumpang, KRI dr Soeharso itu membawa logistik sembako untuk keperluan warga Bawean akibat cuaca buruk.  Kapal perang itu milik TNI AL itu hadir setelah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berkirim surat meminta bantuan kepada Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono. Isi suratnya : 

Menindak lanjuti Surat Pengumuman Nomor : PG.2/BPTD- XI/XII/2022 yang dikeluarkan oleh Korsatpel BPTD Wilayah XI Provinsi Jawa Timur tanggal 23 Desember 2022, serta memperhatikan peringatan untuk menunda berlayar dari pelabuhan Gresik ke Pulau Bawean yang memperkirakan gelombang tinggi diatas 2.0 meter dari Marine Weather Service dan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika Maritime Perak Surabaya, sehingga kegiatan pelayaran yang menghubungkan lintas penyeberangan Gresik P. bawean dan sebaliknya untuk mengangkut penumpang dan barang mengalami penundaan.

Dengan kondisi sebagaimana tersebut, berakibat terhambatnya fungsi distribusi logistik sembako dan evakuasi warga yang tertahan di Pulau Bawean serta tertundanya pengiriman bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) untuk suplai Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Bawean, sehubungan hal tersebut mohon bantuan armada kapal sampai keadaan cuaca membaik.

Dapat kami sampaikan bahwa jumlah potensi penumpang. logistik sembako serta bahan bakar CNG yang tidak terangkut:

1. Dari Pelabuhan Gresik 500 (lima ratus) orang: 2. Dari Pelabuhan Bawean: 600 (enam ratus) orang: 3. Logistik Sembako: 241 (dua ratus empat puluh satu) Ton. 4. Bahan Bakar CNG: +12 (dua belas) unit.

Pemadaman secara bergiliran di 42 Desa di pulau Bawean itu mengganggu aktivitas warga Bawean. Termasuk aktivitas pendidikan. Kondisi ini juga dirasakan sejumlah sekolah. Salah satunya, UPT SDN 387 Gresik, Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak. 

“Mengganggu sekali bapak. Selama pemadaman bergilir itu kami tidak bisa melakukan kegiatan yang berhubungan dengan IT. Ruang kelas pun juga gelap selama KBM, kasihan para siswa,” kata Waluyo Iskak, Kepala UPT SDN 387 Gresik kepada wartawan. Pemadaman listrik PLN di Pulau Bawean dilakukan secara bergilir. Rerata listrik menyala 7 jam per hari. 

Sementara itu, Manajer PLN UP3 Gresik Bustani Hadi Wijaya memohon maaf kepada masyarakat Bawean. “Semoga cuaca dan gelombang laut akan membaik kedepannya, sehingga 2 unit kapal LCT kami dapat beroperasi normal memasok kebutuhan CNG dan pasokan listrik di Bawean kembali normal, Kami juga berterima kasih atas dukungan dan perhatian yang luar biasa dari Bapak Bupati Gresik khususnya dalam percepatan penanganan pasokan listrik untuk Bawean,” kata Bustani dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Kamis, 5 Desember 2022. (yad)

Pulau Bawean Petheng Dhedet, Warga Gunakan Senter Gawai, Bupati Gresik Kecewa Kinerja PLN UP 3 Gresik Selengkapnya

Bupati Gresik Antar 595 Penumpang KRI dr Soeharso tujuan Bawean

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 595 orang akhirnya bisa “mudik” ke tanah kelahiran di Pulau Bawean pada Kamis, 29 Desember 2022. Mereka bisa berlayar dan merayakan Tahun Baru di kampung halamannya. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengantarkan langsung ratusan penumpang tujuan Pulau Bawean di Dermaga Madura, Mako Koarmada II, Surabaya.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi oleh Kepala Dinas BPPKAD A.M. Reza Pahlevi ;  Kepala Dinas Perhubungan Tarso Sagito, Kepala BPBD Darmawan, serta beberapa jajaran TNI Angkatan Laut Koarmada II.

Mereka berlayar dengan menumpang KRI dr Soeharso 590 secara gratis. Muhammad Rustan, salah satu calon penumpang berulangkali mengucapkan rasa syukurnya. Ia pun tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Bupati Fandi Akhmad Yani. 

“Alhamdulilah, berarti pemerintah kabupaten Gresik itu cepet tanggap. Karena rencana awal kami mau pulang hari Sabtu kemarin tapi sudah tidak ada kapal,” katanya. Kapal bantuan TNI AL ini dikerahkan setelah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersurat kepada Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono meminta bantuan kapal untuk transportasi moda laut akibat cuaca buruk.

Selama 9 hari, ratusan calon penumpang tujuan Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean tertahan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Sebaliknya, warga Pulau Bawean harus menahan diri untuk berlayar ke Gresik sampai kondisi cuaca di perairan Gresik kembali bersahabat untuk berlayar. 

Selain transportasi laut Lumpuh. Persediaan sembako dan bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) untuk suplai Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Bawean menipis. Ikhtiar Bupati Fandi Akhmad Yani mendapatkan respon cepat dari Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono. 

Selain calon penumpang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik juga menggelontorkan bantuan sosial kepada masyarakat di Pulau terluar Gresik itu. Yakni,

Bantuan sosial sembako sebanyak 60 ton terdiri dari beras, telur, sayuran, dan 200 kardus makanan instan. Serta, 4 unit genset PLN, 22 unit peralatan komunikasi, dan 450 kilogram obat-obatan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  menyampaikan rasa terimakasih kepada TNI AL. “Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang telah diberikan oleh TNI Angkatan Laut. Karena seperti yang kita tahu, sudah hampir 9 hari kita tidak bisa berlayar,” ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. Gus Yani mengharapkan, dengan bantuan sembako yang dikirimkan dapat mengurangi risiko inflasi di Bawean. Mengingat, stok sembako di sana sudah menipis.

“Masyarakat Bawean tidak perlu cemas, karena kita bisa mengirim seluruh bahan kebutuhan di sana. Tentunya dengan sinergitas bersama Pangkoarmada II,” ujarnya.  Sekitar pukul 15.00 WIB KRI dr Soeharso 590 berangkat menuju Bawean. Diperkirakan KRI dr Soeharso yang difungsikan sebagai kapal Bantu Rumah Sakit itu tiba di Pelabuhan Sangkapura, Bawean pada Jumat, 30 Desember 2022 pukul 07.00 WIB. 

KRI dr Soeharso langsung balik dengan membawa 615 orang dari Bawean tujuan Gresik. Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun tangan untuk mengatasi problem yang dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean akibat cuaca. Bupati Fandi Akhmad Yani meminta bantuan kepada Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, yang berasal dari TNI Angkatan Laut itu. Surat permohonan bantuan kapal untuk masyarakat Pulau Bawean diluncurkan pada Selasa, 27 Desember 2022.

Dalam surat tersebut disebutkan ; Menindak lanjuti Surat Pengumuman Nomor : PG.2/BPTD- XI/XII/2022 yang dikeluarkan oleh Korsatpel BPTD Wilayah XI Provinsi Jawa Timur tanggal 23 Desember 2022, serta memperhatikan peringatan untuk menunda berlayar dari pelabuhan Gresik ke Pulau Bawean yang memperkirakan gelombang tinggi diatas 2.0 meter dari Marine Weather Service dan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika Maritime Perak Surabaya, sehingga kegiatan pelayaran yang menghubungkan lintas penyeberangan Gresik P. bawean dan sebaliknya untuk mengangkut penumpang dan barang mengalami penundaan.

Dengan kondisi sebagaimana tersebut, berakibat terhambatnya fungsi distribusi logistik sembako dan evakuasi warga yang tertahan di Pulau Bawean serta tertundanya pengiriman bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) untuk suplai Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Bawean, sehubungan hal tersebut mohon bantuan armada kapal sampai keadaan cuaca membaik.

Dapat kami sampaikan bahwa jumlah potensi penumpang. logistik sembako serta bahan bakar CNG yang tidak terangkut:

1. Dari Pelabuhan Gresik 500 (lima ratus) orang: 2. Dari Pelabuhan Bawean: 600 (enam ratus) orang: 3. Logistik Sembako: 241 (dua ratus empat puluh satu) Ton. 4. Bahan Bakar CNG: +12 (dua belas) unit. (yad)

Bupati Gresik Antar 595 Penumpang KRI dr Soeharso tujuan Bawean Selengkapnya

Ikhtiar Bupati Gresik, Besok Bantuan Kapal TNI AL Berlayar ke Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Ikhtiar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta bantuan kapal kepada Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono untuk moda transportasi laut ke Pulau Bawean mendapatkan respon positif. Rencananya, kapal bantuan TNI AL untuk membawa penumpang dan logistik ke pulau terluar sekitar 80 mil laut dari Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu berangkat pada Kamis besok, 29 Desember 2022.

Kepala Dinas Perhubungan Gresik Tarso Sagito membenarkan terkait permohonan bantuan kapal tersebut. Rencananya, kapal bantuan dari TNI Angkatan Laut berangkat pada Kamis besok, 29 Desember 2022.

“Alhamdulillah atas keuletan Bapak Bupati dlm berkordinasi denganbberbagai pihak terutama dg pihak Mabes TNI AL. Insya Allah masyarakat yang ingin kembali ke kampung halaman di Pulau Bawean akan diberangkatkan dengan kapal milik TNI AL pada jam 14.00 WIB melalui pelabuhan Tanjung Perak , untuk itu masyarakat diminta berkumpul di halaman kntr Pemda pada jam 11.00 WIB,” kata Tarso Sagito dikonfirmasi 1minute.id pada Rabu, 28 Desember 2022. 

Seperti diberitakan sejak sepekan terakhir perairan Gresik mengalami cuaca buruk. Cuaca yang tidak bersahabat untuk pelayaran itu membuat aktivitas transportasi moda laut mandeg. Tidak ada aktivitas penyeberangan Gresik-Pulau Pulau Bawean dalam sepekan terakhir. Ketinggian ombak diatas 2 meter. 

Kondisi tersebut membuat ratusan calon penumpang dari Pelabuhan Gresik tujuan Pulau Bawean tertahan. Sebaliknya, calon penumpang dari Pulau Bawean tujuan Gresik mengurungkan niat berlayar sambil menunggu cuaca di perairan Gresik kembali normal. Selain itu, persediaan sembako menipis. Bahkan, persediaan compressed natural gas (CNG/gas alam terkompresi) untuk pembangkit listrik PLN di pulau terluar Gresik terancam habis. 

Ribuan warga di pulau berjarak 80 mil laut terancam blackout atawa petheng ndedet karena kehabisan bahan bakar untuk pembangkit listrik.

Kondisi itu, membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun tangan untuk mengatasi problem yang dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean itu. Bupati Fandi Akhmad Yani meminta bantuan kepada Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, yang berasal dari TNI Angkatan Laut itu. Surat permohonan bantuan kapal untuk masyarakat Pulau Bawean diluncurkan pada Selasa, 27 Desember 2022.

Dalam surat tersebut disebutkan ; Menindak lanjuti Surat Pengumuman Nomor : PG.2/BPTD- XI/XII/2022 yang dikeluarkan oleh Korsatpel BPTD Wilayah XI Provinsi Jawa Timur tanggal 23 Desember 2022, serta memperhatikan peringatan untuk menunda berlayar dari pelabuhan Gresik ke Pulau Bawean yang memperkirakan gelombang tinggi diatas 2.0 meter dari Marine Weather Service dan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika Maritime Perak Surabaya, sehingga kegiatan pelayaran yang menghubungkan lintas penyeberangan Gresik P. bawean dan sebaliknya untuk mengangkut penumpang dan barang mengalami penundaan.

Dengan kondisi sebagaimana tersebut, berakibat terhambatnya fungsi distribusi logistik sembako dan evakuasi warga yang tertahan di Pulau Bawean serta tertundanya pengiriman bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) untuk suplai Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Bawean, sehubungan hal tersebut mohon bantuan armada kapal sampai keadaan cuaca membaik.

Dapat kami sampaikan bahwa jumlah potensi penumpang. logistik sembako serta bahan bakar CNG yang tidak terangkut:

1. Dari Pelabuhan Gresik 500 (lima ratus) orang: 2. Dari Pelabuhan Bawean: 600 (enam ratus) orang: 3. Logistik Sembako: 241 (dua ratus empat puluh satu) Ton. 4. Bahan Bakar CNG: +12 (dua belas) unit. (yad)

Ikhtiar Bupati Gresik, Besok Bantuan Kapal TNI AL Berlayar ke Pulau Bawean  Selengkapnya

Cuaca Buruk, Bupati Gresik Minta Bantuan Panglima TNI Kapal untuk Warga Bawean 

GRESIK,1minute.id – Cuaca buruk yang melanda perairan Gresik membuat aktivitas transportasi moda laut mandeg. Tidak ada aktivitas penyeberangan Gresik-Pulau Pulau Bawean dalam sepekan terakhir. Ketinggian ombak diatas 2 meter. 

Kondisi tersebut membuat ratusan calon penumpang dari Pelabuhan Gresik tujuan Pulau Bawean tertahan. Sebaliknya, calon penumpang dari Pulau Bawean tujuan Gresik mengurungkan niat berlayar sambil menunggu cuaca di perairan Gresik kembali normal. Selain itu, persediaan sembako menipis. Bahkan, persediaan compressed natural gas (CNG/gas alam terkompresi) untuk pembangkit listrik PLN di pulau terluar Gresik terancam habis. 

Ribuan warga di pulau berjarak 80 mil laut terancam blackout atawa petheng ndedet karena kehabisan bahan bakar untuk pembangkit listrik.

Kondisi itu, membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun tangan untuk mengatasi problem yang dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean itu. Bupati Fandi Akhmad Yani meminta bantuan kepada Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, yang berasal dari TNI Angkatan Laut itu. Surat permohonan bantuan kapal untuk masyarakat Pulau Bawean diluncurkan pada Selasa, 27 Desember 2022.

Dalam surat tersebut disebutkan ; Menindak lanjuti Surat Pengumuman Nomor : PG.2/BPTD- XI/XII/2022 yang dikeluarkan oleh Korsatpel BPTD Wilayah XI Provinsi Jawa Timur tanggal 23 Desember 2022, serta memperhatikan peringatan untuk menunda berlayar dari pelabuhan Gresik ke Pulau Bawean yang memperkirakan gelombang tinggi diatas 2.0 meter dari Marine Weather Service dan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika Maritime Perak Surabaya, sehingga kegiatan pelayaran yang menghubungkan lintas penyeberangan Gresik P. bawean dan sebaliknya untuk mengangkut penumpang dan barang mengalami penundaan.

Dengan kondisi sebagaimana tersebut, berakibat terhambatnya fungsi distribusi logistik sembako dan evakuasi warga yang tertahan di Pulau Bawean serta tertundanya pengiriman bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) untuk suplai Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Bawean, sehubungan hal tersebut mohon bantuan armada kapal sampai keadaan cuaca membaik.

Dapat kami sampaikan bahwa jumlah potensi penumpang. logistik sembako serta bahan bakar CNG yang tidak terangkut:

1. Dari Pelabuhan Gresik 500 (lima ratus) orang: 2. Dari Pelabuhan Bawean: 600 (enam ratus) orang: 3. Logistik Sembako: 241 (dua ratus empat puluh satu) Ton. 4. Bahan Bakar CNG: +12 (dua belas) unit.

Kepala Dinas Perhubungan Gresik Tarso Sagito membenarkan terkait permohonan bantuan kapal tersebut. Rencananya, kapal bantuan dari TNI Angkatan Laut berangkat pada Kamis besok, 29 Desember 2022.

“Alhamdulillah atas keuletan Bapak Bupati dlm berkordinasi denganbberbagai pihak terutama dg pihak Mabes TNI AL. Insya Allah masyarakat yang ingin kembali ke kampung halaman di Pulau Bawean akan diberangkatkan dengan kapal milik TNI AL pada jam 14.00 WIB melalui pelabuhan Tanjung Perak , untuk itu masyarakat diminta berkumpul di halaman kntr Pemda pada jam 11.00 WIB,” kata Tarso Sagito dikonfirmasi 1minute.id pada Rabu, 27 Desember 2022. (yad)

Cuaca Buruk, Bupati Gresik Minta Bantuan Panglima TNI Kapal untuk Warga Bawean  Selengkapnya