Wamen BUMN Tinjau Persiapan Program Smart Precision Farming Besutan  Petrokimia Gresik 

GRESIK,1minute.id – Wakil Menteri (Wamen) BUMN Kartika Wirjoatmodjo melakukan kunjungan kerja ke Petrokimia Gresik pada Kamis, 9 November 2023. Ia mengunjungi perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu untuk meninjau persiapan Program Smart Precision Farming.

Smart Precision Farming merupakan transformasi dari program precision farming yang sudah dikembangkan Petrokimia Gresik selama lebih dari 20 tahun.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi yang turut mendampingi kunjungan Wamen BUMN di Petrokimia Gresik menyampaikan bahwa semangat pendirian perusahaan pupuk oleh Pemerintah sejak awal adalah dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional, dan Petrokimia Gresik merupakan salah satu perusahaan dengan varian produk pupuk dan bahan kimia paling lengkap di Indonesia. Inovasi Smart Precision Farming inisiasi Petrokimia Gresik juga merupakan upaya untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

“Selain pupuk nano dan granul, drone yang dimanfaatkan untuk program Smart Precision Farming juga bisa untuk pengaplikasian pestisida. Dua anak perusahaan Petrokimia Gresik, ada Petrosida Gresik dan Petrokimia Kayaku adalah produsen pestisida yang jika digabungkan keduanya menjadi salah satu leader di pasar pestisida Indonesia,” jelas mantan Dirut Petrokimia Gresik itu di hadapan Wamen BUMN.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa, program Smart Precision Farming yang saat ini dikembangkan perusahaan berawal dari program precision farming yang sudah diinisiasi Petrokimia Gresik sejak tahun 2000 lalu, ditandai terciptanya pupuk NPK dengan formula yang dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan tanaman.

“Kita adalah pioneer pupuk NPK di tanah air, dan Pabrik kita sejak lebih dari 20 tahun lalu sudah bisa menghasilkan pupuk NPK dengan formula yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan umum unsur hara tanaman. Kebutuhan untuk sawit tentu dengan padi sudah pasti berbeda, begitu juga dengan tanaman lain. Melalui produksi customized ini, pupuk yang Petrokimia Gresik hasilkan kandungan yang presisi sesuai kebutuhan tanaman,” tandasnya.

Program precision farming berikutnya dikembangkan Petrokimia Gresik tahun 2005 dengan menciptakan pupuk organik granul Petroganik. Pupuk ini untuk mengantisipasi berkurangnya kandungan organik tanah. Pupuk ini, tambah Dwi Satriyo, juga mendukung program Pemupukan Berimbang yang disosialisasikan Pemerintah untuk pertanian berkelanjutan. “Tahun 2010, Petrokimia Gresik juga mengembangkan pupuk hayati berbahan aktif mikroba, untuk mengefektifkan penggunaan N dan P. Sehingga penyerapan oleh tanaman semakin optimal,” ujar Dwi Satriyo.

Tahun 2015, Petrokimia Gresik mengoptimalkan layanan precision farming dengan menghadirkan Mobil Uji Tanah (MUT) yang kemudian jangkauan layanannya diperluas ke seluruh wilayah di Indonesia pada tahun 2020. Mobil ini mampu menganalisa tingkat kesuburan tanah, sehingga dapat memberikan rekomendasi pemupukan yang tepat sesuai dengan lokasi dan komoditi. Mobil ini melengkapi program edukasi, sosialisasi dan pendampingan budidaya yang dilakukan Petrokimia Gresik.

“Petani cukup membawa sampel tanahnya, dalam waktu yang singkat sudah bisa mengetahui kandungan yang ada di tanahnya, sehingga petani bisa menggunakan pupuk yang presisi sesuai dengan kebutuhan. Dan tentunya layanan ini gratis,” ujarnya.

Tahun 2021 sebelum program precision farming dikembangkan menjadi Smart Precision Farming, Petrokimia Gresik juga melahirkan pupuk NPK Phonska Alam. Pupuk ini menjadi pupuk mineral alam yang bersertifikat organik pertama di Indonesia dangan kandungan N, P, dan K terstandar. Penggunaannya jauh lebih presisi dibandingkan dengan penggunaan kotoran hewan pada budidaya tanaman organik.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga memiliki data kesuburan tanah yang didokumentasikan dalam sebuah buku berjudul “Pertanian Presisi: Status Kesuburan Tanah”. Buku yang diluncurkan pada acara puncak ulang tahun ke-51 Petrokimia Gresik ini dapat menjadi acuan atau pedoman bagi praktisi pertanian terkait aplikasi pemupukan berimbang.

 Di tahun 2023, Petrokimia Gresik mengembangkan Smart Precision Farming atau program precision farming yang lebih maju, dengan salah satunya mengembangkan pupuk yang diaplikasikan berteknologi nano, sehingga lebih optimal penyerapannya oleh tanaman. Pupuk berteknologi nano ini akan menjadi produk baru dan pertama kali dikembangkan di Indonesia.

Dalam program ini juga, Petrokimia Gresik memanfaatkan teknologi drone yang dilengkapi dengan IoT untuk mengaplikasikan pupuk nano dan mengambil data geo-spasial, soil test kit untuk mengukur unsur hara tanah, serta teknologi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) yang dapat merekam indeks vegetasi tanaman melalui citra satelit kanal infra merah dan kanal merah. Data yang terekam dari berbagai teknologi ini nantinya dapat digunakan menjadi landasan dosis pemupukan yang presisi sehingga proses pertanian dapat semakin efektif dan efisien. Selain itu, petani juga bisa mendapatkan informasi terkait luas lahan dan database mengenai kondisi tanah di lahannya.

“Smart Precision Farming dapat menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh pertanian Indonesia, dengan memanfaatkan teknologi modern, sehingga budidaya pertanian dapat dilakukan dengan cara lebih efektif, efisien, dan presisi. Hasilnya pun lebih optimal sehingga pendapatan petani meningkat, dan menarik minat generasi muda Indonesia,” tutupnya. (yad)

Wamen BUMN Tinjau Persiapan Program Smart Precision Farming Besutan  Petrokimia Gresik  Selengkapnya

Tiga Tahun Inovasi Makmur, Petrokimia Gresik Sukses Makmurkan Ratusan Ribu Petani

GRESIK,1minute.id –  Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mengklaim sukses menjaga ketahanan pangan nasional dan keberlanjutan pertanian Indonesia. Indikatornya, capaian perusahaan dalam program Makmur selama periode 2021-2023. Kado manis di Hari Pangan Sedunia.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa, program Makmur diinisiasi oleh Menteri BUMN Erick Thohir bersama Pupuk Indonesia. Petrokimia Gresik menjalankan program ini sejak tahun 2021 dan telah behasil memandirikan sebanyak 106.102 petani di seluruh Indonesia karena tidak lagi bergantung pada pupuk bersubsidi yang alokasinya semakin terbatas tiap tahunnya.

“Petrokimia Gresik dalam program Makmur ini bertugas memberikan pendampingan budidaya tanaman serta kawalan pertanian melalui produk-produk nonsubsidi, sehingga hasil panen melimpah dan kesejahteraan petani turut meningkat. Dengan demikian Petrokimia Gresik berhasil memakmurkan lebih dari 106 ribu petani di Indonesia,” tandas Dwi Satriyo pada Senin,16 Oktober 2023.

Dalam tiga tahun terakhir, Petrokimia Gresik merealisasikan program Makmur di lahan seluas 234.661 hektar (Ha) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Dengan rincian tahun 2021 menjangkau lahan seluas 20.440 hektar dengan keterlibatan sebanyak 21.694 petani. Berikutnya capaian di tahun 2022 terus meningkat, dimana Petrokimia Gresik berhasil menjalankan program Makmur di lahan seluas 98.598 hektar dan menggandeng 60.307 petani.

Terakhir, pada tahun 2023 hingga bulan September atau akhir Triwulan III tahun ini, Petrokimia Gresik berhasil merealisasikan program Makmur pada lahan seluas 115.623 hektar dan melibatkan 24.101 petani. Capaian tiap tahunnya ini melampaui target yang ditetapkan. Adapun komoditas yang menjadi sasarannya terbanyak adalah padi dan tebu. Kemudian jagung, kelapa sawit, bawang merah, hortikultura, kopi, tembakau dan benih kangkung.

“Petrokimia Gresik sebagai perusahaan dengan varian pupuk terlengkap di Indonesia juga mampu memberikan jawaban atas segala kebutuhan petani untuk mendorong petani semakin mandiri. Khususnya di saat pupuk ZA, SP-36 dan Petroganik tidak lagi masuk dalam skema subsidi di tahun 2022 sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022,” tandasnya.

 Sebagai alternatifnya, Petrokimia Gresik tahun 2022 atau di usia emas perusahaan meluncurkan pupuk nonsubsidi ZA Plus, Phosgreen, pupuk organik cair Phonska OCA Plus. Selain itu juga Petrokimia Gresik menghadirkan sejumlah produk unggulan seperti Phonska Alam, Petroganik Premium, SP-26, Petro Niphos. Pupuk ini diaplikasikan pada beberapa program Makmur.

“Setiap budidayanya kami selalu mengaplikasikan pupuk organik. Hal ini menjadi komitmen perusahaan dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan di Indonesia,” tandasnya.

INOVASI MAKMUR

Dwi Satriyo melanjutkan, dalam menjalankan program Makmur, Petrokimia Gresik banyak melakukan sejumlah inovasi, sehingga hasilnya maksimal. Diantaranya melalui program Sekolah Makmur yang mendapatkan apresiasi langsung dari Menteri BUMN Erick Thohir pada saat pemberangkatan angkatan pertama tahun 2022, kemudian Santri Makmur yang diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

Sekolah Makmur dan Santri Makmur digagas untuk mengoptimalkan pelaksanaan program Makmur. Dimana melalui program ini, Petrokimia Gresik berupaya mencetak SDM unggul di bidang pertanian bekerja sama dengan Politeknik Pengembangan Pertanian (Polbangtan) dan Pondok Pesantren. “Program ini, merupakan salah satu terobosan yang dihadirkan oleh Petrokimia Gresik dalam memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang selama ini dialami petani,” pungkas Dwi Satriyo. (yad)

Tiga Tahun Inovasi Makmur, Petrokimia Gresik Sukses Makmurkan Ratusan Ribu Petani Selengkapnya

Robby Setiabudi Madjid Jabat DKU Petrokimia Gresik, Alumnus University of Queensland, Australia Awali Karir di Staf Keuangan 

GRESIK,1minute.id – Pupuk Indonesia menunjuk Robby Setiabudi Madjid menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Umum (DKU) Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia per 25 September 2023. Sebelumnya, Robby mengemban amanah sebagai Senior Vice President (SVP) Keuangan dan Pendanaan Investasi di Pupuk Indonesia mulai tahun 2021. Lulusan Magister Ekonomi dari University of Queensland, Australia ini sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Plt. Direktur Keuangan di salah satu anak perusahaan Pupuk Indonesia.

Robby yang lahir di Jakarta, 16 Juli, mengawali karirnya di Petrokimia Gresik sebagai Staf Keuangan mulai 2003. Kmudian menjabat sebagai Manager Keuangan pada 2014 – 2017 dan Manager Pengadaan di Petrokimia Gresik pada 2018 – 2019. Kemudian mendapat amanah di anak perusahaan Pupuk Indonesia.

 Pts. SVP Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Karina Sari menyampaikan bahwa, seluruh Insan Petrokimia Gresik bersama DKU yang baru siap mendukung Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia menciptakan masa depan baru sebagai perusahaan global berwawasan lingkungan dengan menerapkan Green Industry. “Kami keluarga besar Petrokimia Gresik menyampaikan selamat bertugas kepada Bapak Robby, dan siap untuk berkolaborasi secara harmonis untuk kemajuan Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia,” pungkasnya. Dengan adanya perubahan ini, lanjut Karina, berikut jajaran Direksi Petrokimia Gresik :

• Direktur Utama : Dwi Satriyo Annurogo

• Direktur Operasi dan Produksi : Digna Jatiningsih

• DKU : Robby Setiabudi Madjid. (yad)

Robby Setiabudi Madjid Jabat DKU Petrokimia Gresik, Alumnus University of Queensland, Australia Awali Karir di Staf Keuangan  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Memakmurkan Lebih 21 Ribu Petani Anggota Program Makmur, Produktivitas Meningkat

GRESIK,1minute.id – Program Makmur  membawa petani di Indonesia semakin makmur. Program Makmur itu diinisiasi oleh Pupuk Indonesia berrsama Menteri BUMN Erick Thohir. Petrokimia Gresik sukses merealisasikan program tersebut. Kuartal II 2023 berhasil memakmurkan 21.403 petani yang ada di Indonesia, melalui peningkatan produktivitas hasil panen. Kado manis di peringatan Hari Tani Nasional. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa, selama Januari – Agustus 2023, Petrokimia Gresik telah merealisasikan program inisiatif Kementerian BUMN Republik Indonesia ini di lahan seluas 102.589 hektar (Ha) atau sudah 104 persen dari target yang diamanahkan di sepanjang tahun 2023, yaitu 99.000 Ha.

“Alhamdulillah, program Makmur yang merupakan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir, mulai dari bantuan modal, pendampingan budidaya, asuransi pertanian hingga jaminan pemasaran mampu meningkatkan hasil panen berbagai komoditas pertanian yang pada akhirnya mendorong kesejahteraan atau kemakmuran bagi para petani di negeri ini” ujar Dwi Satriyo di Peringatan Hari Tani Nasional pada Minggu, 24 September 2023. 

Program Makmur Petrokimia Gresik telah direalisasikan di beberapa provinsi, antara lain di Jawa Barat pada lahan seluas 8.534 ha, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (14.043 Ha). Kemudian di Provinsi Jawa Timur (63.917 Ha), Bali dan Nusa Tenggara (9.138 Ha), Sumatera (2.738 Ha), serta Kalimantan (4.219 Ha). Adapun komoditas yang menjadi sasaran Petrokimia Gresik terbanyak adalah padi di lahan seluas 44.495 ha, selanjutnya tebu (35.481 Ha), hortikultura (10.093 Ha), jagung (8.301 Ha), dan kelapa sawit (4.219 Ha).

“Kami berharap budidaya ini bisa diduplikasi oleh petani lain sehingga mampu berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” tandas Dwi Satriyo. Dalam program ini, Petrokimia Gresik berperan dalam memberikan jaminan penyediaan pupuk non-subsidi. Petrokimia Gresik juga melakukan kawalan budidaya, mulai dari pengujian tanah melalui layanan Mobil Uji Tanah, hingga penyediaan pestisida melalui anak perusahaan untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Adapun pupuk non-subsidi Petrokimia Gresik yang digunakan dalam program Makmur diantaranya NPK Phonska Plus, ZA, Urea, ZK dan SP-36. Selain itu juga produk baru perusahaan yaitu ZA Plus, SP-26, Phosgreen dan Petroganik Premium. Melalui program Makmur ini juga menjadi media edukasi bagi perusahaan kepada petani agar tidak bergantung dengan pupuk bersubsidi yang saat ini alokasinya semakin terbatas.

“Penggunaan produk non-subsidi Petrokimia Gresik terbukti memberikan hasil siginifikan bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani di Indonesia. Semoga semakin banyak petani yang tergabung dalam program Makmur ini maka semakin lebih banyak lagi petani yang terinspirasi,” pungkasnya. (yad)

Petrokimia Gresik Memakmurkan Lebih 21 Ribu Petani Anggota Program Makmur, Produktivitas Meningkat Selengkapnya

Amankan Pasokan Pupuk, Petrokimia Gresik Perpanjang HoA bersama Krisenergy

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menandatangani addendum perpanjangan waktu Head of Agreement (HoA) dalam rangka Road to GSA (Gas Sales Agreement) Gas Bumi dari Lapangan Lengo Blok Bulu, Tuban Jawa Timur. Kesepakatan ini ditandatangani oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo bersama General Manager KrisEnergy (Satria) Ltd Kusmutarto Basuki, selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Dwi Satriyo menyampaikan bahwa, melalui penandatanganan ini, Petrokimia Gresik berharap mendapatkan kepastian suplai gas bumi, yang nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan eksisting, serta mendukung rencana pengembangan perusahaan. Dalam HoA ini disebutkan akan ada potensi suplai gas bumi 150 MMSCFD yang rencana bakal onstream pada tahun 2028.

“Petrokimia Gresik berkomitmen untuk selalu mendukung kemajuan pertanian Indonesia melalui penyediaan berbagai jenis pupuk. Salah satu tugas utama kami adalah memenuhi kebutuhan pupuk di dalam negeri, dalam rangka menyukseskan terwujudnya program Ketahanan Pangan Nasional. Untuk menjalankan tugas tersebut, Petrokimia Gresik membutuhkan tambahan gas guna mengamankan kebutuhan eksisting dan pengembangan,” tandasnya.

Ia pun menjelaskan, tambahan gas tersebut nanti juga akan digunakan untuk mengembangkan Pabrik Amoniak-Urea (Amurea) III sebagai upaya meningkatkan kapasitas produksi Urea. Pengembangan pabrik Amurea III ini akan memperkuat produksi pupuk Urea dalam negeri serta pengamanan bahan baku pupuk NPK. Nantinya, Amurea III memiliki kapasitas produksi Amoniak sebesar 2.000 MTPD dan Urea 1.725 MTPD.

“Penambahan pasokan gas ini menjadi semakin penting, mengingat kebutuhan Urea juga semakin bertambah dengan adanya perubahan fokus kebijakan pupuk subsidi pada dua jenis pupuk saja, yaitu Urea dan NPK,” ungkap Dwi Satriyo.

Sementara itu, tambahan waktu tersebut dikaji setelah KrisEnergy melakukan beberapa kegiatan awal terkait dengan pengembangan Lapangan Lengo dari Wilayah Kerja Bulu. Setelah mendapatkan persetujuan Pemerintah, Pokok-pokok Perjanjian ini akan dituangkan dalam PJBG atau biasa disebut dengan GSA yang ditargetkan pada tahun 2024.

Dengan kesepakatan ini Petrokimia Gresik akan mendapat tambahan pasokan gas sebesar 60 MMSCFD dari Lapangan Lengo Wilayah Kerja (WK) Bulu untuk mencukupi kebutuhan gas bumi pada pabrik eksisting.

Selain itu, KrisEnergy sebagai Operator WK Sakti akan melakukan pengeboran Sumur West Kepodang-1 pada akhir tahun ini. Pengeboran ini nantinya diharapkan dapat menambah lagi pasokan gas kepada Petrokimia Gresik sebesar 90 MMSCFD.

Direktur Utama PT Satria Wijayakusuma, Wisnu Suhardono, selaku pemegang seluruh saham KrisEnergy di Indonesia menyampaikan bahwa perubahan Pokok-pokok Perjanjian ini merupakan kemajuan yang signifikan untuk menuju fase berikutnya yaitu penandatangan PJBG. Ia pun menyampaikan komitmen untuk mendukung sepenuhnya pelaksanaan pengembangan lapangan Lengo, WK Bulu.

Sebagai informasi, untuk menyukseskan supply gas dari WK Bulu, Petrokimia Gresik juga telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) terkait kajian bersama rencana penyediaan infrastruktur penyaluran gas bumi dari Lapangan Lengo ke Petrokimia Gresik. (yad)

Amankan Pasokan Pupuk, Petrokimia Gresik Perpanjang HoA bersama Krisenergy Selengkapnya

Jelang Ramadan, Petrokimia Gresik Bersama Kementerian BUMN Gelar Pasar Rakyat dan Bazar UMKM Siapkan 4 Ribu Sembako Murah

GRESIK,1minute.id – Menjelang Ramadan 1444 H, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menggelar pasar murah yang dikemas dalam acara “Pasar Rakyat dan Bazar UMKM” di Stadion Tri Dharma, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Kamis, 2 Februari 2023. Kegiatan ini dihadiri Staf Khusus (Stafsus) III Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sinergi Petrokimia Gresik dengan Kementerian BUMN. Perusahaan melalui kegiatan ini juga ingin memberikan solusi bagi masyarakat dalam menghadapi kenaikan harga pada beberapa bahan baku, khususnya menjelang Ramadan seperti sekarang.

“Ramadan kurang tiga pekan lagi. Jelang bulan puasa seperti sekarang ini akan dibarengi kenaikan harga sembako di berbagai daerah. Kami ingin memberikan alternatif harga jual yang lebih terjangkau untuk beras dan bahan-bahan pokok kebutuhan lainnya,” tandas Dwi Satriyo.

Total ada 4.000 paket sembako yang disiapkan. Rinciannya 3.500 paket untuk masyarakat sekitar perusahaan dan 500 paket sembako selebihnya untuk pengunjung dari binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Sembako murah yang disiapkan berisi beras sebanyak 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan gula pasir 1 kilogram. Harga jual hanya Rp 55 ribu per paket. 

Sementara, Asisten I Pemkab Gresik Suyono yang turut hadir mewakili  Bupati Gresik, mengapresiasi peranan Petrokimia Gresik karena banyak memberikan kontribusi bagi masyarakat Gresik selama ini. “Kegiatan sembako murah, pameran UMKM seperti pada saat HUT kemarin, bantuan kesehatan dan pendidikan sering dijalankan Petrokimia Gresik, dan saat ini kembali digelar atas inisiasi Kementerian BUMN,” tandasnya.

Ia pun mengajak masyarakat Gresik untuk memberikan dukungan bagi perusahaan, sehingga operasionalnya dalam dalam memajukan pertanian di Indonesia dapat berjalan lancar. “Semakin maju Petrokimia Gresik, maka manfaat yang dapat masyarakat rasakan bisa semakin besar lagi. Sehingga kegiatan seperti ini dapat sering digelar,” tandasnya.

Salah satu peserta yang mendapatkan sembako murah, Indahsah asal Tlogopojok mengaku bersyukur. Karena paket sembako yang diterima jauh di bawah harga pasar “Semoga kegiatan ini sering dilakukan Petrokimia Gresik, apalagi pada saat Ramadan dan menjelang Lebaran nanti,” ujar Indahsah. (yad)

Jelang Ramadan, Petrokimia Gresik Bersama Kementerian BUMN Gelar Pasar Rakyat dan Bazar UMKM Siapkan 4 Ribu Sembako Murah Selengkapnya

Ini 3 Rencana Strategis Petrokimia Gresik di 2023, Simak!

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mempersiapkan tiga rencana strategis pada 2023. Ketiganya merupakan wujud komitmen perusahaan untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian serta memajukan industri kimia dalam negeri.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa kebijakan pupuk bersubsidi di dalam negeri mengalami perubahan. Permentan 10/2022 memfokuskan pupuk bersubsidi pada pupuk Urea dan NPK. Sementara SP-36, ZA dan pupuk Organik yang merupakan produksi dari Petrokimia Gresik tidak lagi masuk dalam skema subsidi.

“Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Petrokimia Gresik di tahun 2023 untuk meningkatkan daya saing dan ketersediaan produk komersil retail, sehingga mampu bersaing dengan produk lain di pasar,” tandas Dwi Satriyo.

Adapun rencana strategis yang dijalankan Petrokimia Gresik ; pertama, membangun Pabrik Phonska V untuk meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK. Upaya ini menjadi langkah perusahaan untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan pupuk nasional maupun global. Pabrik ini nantinya juga bisa dioperasikan dengan multi formula, sehingga lebih fleksibel dalam memenuhi kebutuhan pasar pupuk NPK.

“Petrokimia Gresik merupakan produsen NPK terbesar di dalam negeri, serta menjadi kiblat teknologi pupuk majemuk di Asia Tenggara. Konversi pabrik pupuk Fosfat menjadi Pabrik NPK Phonska V sekaligus menjadi strategi pengembangan infrastruktur untuk memperkuat bisnis,” tegas Dwi Satriyo.

Strategi kedua Petrokimia Gresik juga melakukan komersialisasi Asam Fosfat untuk pasar dalam negeri maupun global. Asam Fosfat merupakan salah satu bahan baku pupuk NPK sehingga berperan penting dalam mendukung peningkatan produksi NPK dalam negeri dan global. Komersialisasi ini merupakan strategi perusahaan untuk mengoptimalisasi rate produksi serta meningkatkan penjualan asam fosfat.

Rencana strategis terakhir, perusahaan melakukan optimalisasi produk hasil samping. Saat ini perusahaan telah mampu memproduksi Surfaktan dengan produk Green Surfactant yang dapat digunakan sebagai Enhance Oil Recovery (EOR). “Ini menjadi terobosan penting bagi industri minyak dan gas (migas) di Indonesia,” ujarnya.

Secara teknis, surfaktan akan diinjeksikan ke sumur minyak tua yang produksinya menurun. Minyak bumi yang masih menempel di bebatuan akan terlepas dan lebih mudah disedot dengan pompa. Sehingga surfaktan ini mampu meningkatkan produktivitas sumur minyak bumi, bahkan mampu mengeluarkan minyak mentah dari lapangan atau sumur minyak tua yang sudah tidak berproduksi lagi.

Surfaktan produksi Petrokimia Gresik merupakan Green Surfactant dengan bahan baku metil ester yang berasal dari kelapa sawit. Selain harganya lebih kompetitif, Green Surfactant ini juga akan menambah nilai (add value) dari kelapa sawit.

Sementara itu, untuk menyukseskan rencana startegis perusahaan, Petrokimia Gresik mengoptimalkan pemanfaatan teknologi yang terbukti mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi usaha. Pemanfaatan teknologi pertama terlihat pada proses pembangunan Phonska V yang menggunakan teknologi milik sendiri yaitu NPK Chemical Reaction dengan Pre-Neutralizer Tank.  Selain dapat memproduksi pupuk NPK dengan kualitas produk yang homogen nutrisi dan bentuk fisiknya, teknologi NPK Chemical Reaction juga memiliki fleksibilitas penggunaan bahan baku sehingga proses produksi dapat dilakukan secara kontinu dalam skala besar.

Pengoptimalan teknologi juga dilakukan Petrokimia Gresik di seluruh aspek bisnis perusahaan, utamanya pada proses distribusi. Petrokimia Gresik mengupayakan kelancaran distribusi pupuk melalui penerapan aplikasi digital pada pengelolaan pergudangan di Gudang Lini I yaitu Warehouse Management System (WMS), Digital Transport Management System (DTMS) dan Sistem Scheduling Truck Online (SISTRO).

Berikutnya, Petrokimia Gresik melakukan improvement teknologi proses Pabrik Asam Fosfat HDH (Hemihydrate – Dihydrate). Inovasi ini merupakan pioneer dan satu-satunya di Indonesia dan mampu meningkatkan kualitas Asam Fosfat yang merupakan bahan baku produksi pupuk NPK. Improvement ini merupakan salah satu dukungan Petrokimia Gresik terhadap industri peleburan aluminium nasional, karena mampu meningkatkan kuantum produksi Asam Fluorosilikat.

“Pemanfaatan teknologi bagi Petrokimia Gresik merupakan keniscayaan untuk menghasilkan operasional bisnis yang efektif dan efisien, serta dalam rangka meningkatkan daya saing perusahaan. Pemanfaatan teknologi sekaligus wujud perlindungan Petrokimia Gresik bagi konsumen melalui produk berkualitas,” tutupnya. (yad)

Ini 3 Rencana Strategis Petrokimia Gresik di 2023, Simak! Selengkapnya

Petrokimia Gresik Bekali 44 Mahasiswa Bestro Pelatihan Entrepreneurship & Mental Health 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik anak usaha Pupuk Indonesia membekali puluhan mahasiswa BESTRO dengan softskill “Entrepreneurship & Mental Health”, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul bagi masyarakat Gresik di masa depan. 

Pelatihan softskill yang dikemas melalui program “Welcoming BESTRO” ini dilaksanakan di Gresik, Jawa Timur, selama dua hari, baru-baru ini. 

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Budi Wahju Soesilo mengatakan bahwa Petrokimia Gresik dalam menjalankan operasional bisnis tidak hanya berfokus dalam menghasilkan produk dan layanan Solusi Agroindustri terbaik, tetapi juga berkomitmen untuk memajukan SDM di tanah air khususnya di Gresik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), salah satunya melalui jalur Beasiswa Petrokimia Gresik atau yang lebih dikenal dengan nama ‘BESTRO’.

“Menciptakan penerus generasi Gresik yang unggul dan tangguh dalam menghadapi segala tantangan serta perubahan di masa depan, harus dipersiapkan dari sekarang. Karena itu, fasilitas yang diberikan Petrokimia Gresik melalui BESTRO ini komprehensif, mulai dari beasiswa sejak tahun pertama Pendidikan sampai dengan kelulusan bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi asal Gresik, serta memberikan pembekalan softskill, kemudahan untuk magang dan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Petrokimia Gresik,” tandas Soesilo pada pembukaan acara menyampaikan.

Pembekalan kali ini, diikuti oleh 44 mahasiswa S1 program BESTRO angkatan 2019 – 2022. Mahasiswa ini berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Para peserta mendapatkan materi mengenai pengalaman dan apa yang dibutuhkan dalam menjalani kuliah S2 di luar negeri oleh Enta Fadila Tapisah, seorang content creator travel dan edukasi lulusan University of Glasgow, Skotlandia.

Pemateri berikutnya adalah Indra Rinaldy dan Siti Sholikah,  owner Panda Lovely Grup. Sebagai couplepreneur, keduanya berhasil mengembangkan bisnis rumahan menjadi cosmetic company store yang saat ini memiliki 11 cabang di Jawa Timur. Tips-tips membangun usaha dan menjaring relasi diberikan sebagai modal menjadi entrepreneur bagi penerima BESTRO.

Pada hari kedua, materi talkshow diisi oleh dr. Hafid Algristian, Sp.KJ. ia merupakan psikiater dan dosen yang aktif dalam mendukung kesehatan mental generasi muda.Tidak hanya dibekali dengan materi, pada acara ini peserta dibimbing membuat project atau aksi sosial dengan melalui program “Youth Action by BESTRO”.

“Para pembicara yang dihadirkan memiliki pengalaman dan ilmu yang menginspirasi. Hal ini harus diserap oleh mahasiswa BESTRO untuk selanjutnya bisa direalisasikan dalam sebuah kegiatan nyata. Para mahasiswa harus bisa menerapkan ilmu yang didapatkan pada saat mengabdi di tengah masyarakat nanti,” ujar Soesilo.

Sementara salah satu mahasiswa BESTRO sekaligus peserta pembekalan, Meriana Dwi Jayanti mengaku bersyukur bisa mendapatkan kesempatan menerima BESTRO. Mengingat benefit yang dirasakannya sangat banyak, mulai dari biasiswa biaya pendidikan dan biaya hidup, berbagai pelatihan peningkatan softskill, kesempatan terlibat dalam social project, serta kemudahan dalam proses pengajuan magang.

“Tentu beasiswa ini sangat memotivasi saya untuk berprestasi di bangku kuliah. Petrokimia Gresik memberikan kebebasan penuh kepada penerima BESTRO, apakah melanjutkan pendidikan lebih tinggi saat lulus S-1, atau bekerja dimanapun,” tandas mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jurusan Ilmu Komunikasi itu.

BESTRO S1 telah dijalankan oleh Petrokimia Gresik sejak tahun 2012. Sampai dengan saat ini penerima program BESTRO sebanyak 139 orang. 94 orang diantaranya telah menyelesaikan kuliah S1.

“Dengan akses pendidikan yang baik, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima BESTRO sehingga nantinya kesejahteraan dapat meningkat. Lulusannya pun bisa menjadi pemimpin Gresik masa depan yang unggul dan inspiratif,” tutup Soesilo. (yad)

Petrokimia Gresik Bekali 44 Mahasiswa Bestro Pelatihan Entrepreneurship & Mental Health  Selengkapnya

Presiden Jokowi Saksikan Peluncuran Santri Makmur, Program Inisiasi Petrokimia Gresik 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia memperluas manfaat dari program Makmur dengan meluncurkan program Pesantren Mitra Makmur atau “Santri Makmur” pada Senin malam, 9 Januari 2023. 

Peluncuran Santri Makmur dalam rangkaian peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) “Festival Tradisi Islam Nusantara” di Banyuwangi, Jawa Timur.

Peluncuran disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo; Ketua Umum PBNU K.H Yahya Cholil Staquf; Ketua Pengarah hari lahir (Harlah) NU sekaligus Menteri BUMN Erick Thohir; serta Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Bakir Pasaman.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa, Santri Makmur merupakan program inisiasi dari Petrokimia Gresik yang didukung oleh Pupuk Indonesia dan dihadirkan dalam rangka menyukseskan Program Makmur Kementerian BUMN. Petrokimia Gresik, dalam program ini akan melakukan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) santri di sektor pertanian. Mereka akan dididik dan dilatih menjadi tenaga pendamping pada Program Pesantren Mitra Makmur.

“Program Makmur sendiri merupakan program pendampingan komprehensif kepada petani dengan melibatkan stakeholder pertanian. Semangat dari program ini adalah meningkatkan pendapatan atau kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas pertanian. Dengan kolaborasi bersama pondok pesantren, yang nantinya dikemas dengan Program Pesantren Mitra Makmur ini, saya yakin pelaksanaan Program Makmur pun akan semakin optimal, mengingat keberadaan pondok pesantren juga tersebar di seluruh Nusantara, sehingga kebermanfaatan Program Makmur akan lebih luas lagi,” tandas Dwi Satriyo.

Makmur merupakan program yang dicanangkan oleh Kementerian BUMN pada Agustus 2021. Makmur merupakan program yang menciptakan ekosistem pertanian komprehensif yang didukung oleh beberapa BUMN, seperti ID Food, Himbara, BUMN asuransi dan lain sebagainya. Mulai dari penyediaan dana atau modal usaha yang bersinergi dengan lembaga perbankan, jaminan asuransi, ketersediaan pupuk, kawalan pengendalian hama, hingga offtaker. 

Program ini memberikan jaminan produktivitas dan kesejahteraan bagi petani. Selain itu juga menjadi komitmen Petrokimia Gresik untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Santri Makmur ini pelaksanaannya akan mendukung pelaksanaan dari Program Makmur Petrokimia Gresik, dimana tahun ini target yang diamanahkan oleh Pupuk Indonesia semakin meningkat, yaitu 99.000 Hektare (Ha) jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2022 sebesar 98.591 Ha.

Santri Makmur ini juga akan menggenapi tenaga pendamping dari Taruna Makmur yang sebelumnya pada tahun 2022 telah diluncurkan terlebih dahulu oleh Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Politenik Pembangunan Pertanian (Polbangtan).  Untuk itu, Dwi Satriyo optimis target dari Program Makmur Petrokimia Gresik tahun 2023 ini dapat terlampaui dengan baik.

“Semakin banyak kita berkolaborasi, manfaat yang dihasilkan dari pelaksanaan Program Makmur juga bakal semakin luas. Kita juga harus bisa menjalankan program Makmur yang saat ini kita perluas pemahaman dan kontribusinya hingga pada regenerasi pejuang pertanian,” ujar Dwi Satriyo.

 Selain mengoptimalkan pelaksanaan Program Makmur, Santri Makmur dan Taruna Makmur juga menjadi salah satu upaya Petrokimia Gresik dalam mendorong regenerasi petani di tanah air. Seperti diketahui, Petrokimia Gresik senantiasa aktif melibatkan generasi muda dalam upaya optimalisasi sektor pertanian, salah satunya melalui kegiatan Jambore Petani Muda yang diselenggarakan setiap tahun, dan kali ini melalui Santri Makmur dan Taruna Makmur.

“Melalui program ini, kami mengajak generasi muda untuk melihat langsung betapa besar potensi sektor pertanian jika dikelola dengan optimal. Hal ini diharapkan akan menjadi magnet bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Presiden Jokowi Saksikan Peluncuran Santri Makmur, Program Inisiasi Petrokimia Gresik  Selengkapnya

Green Port TUKS Petrokimia Gresik Ramah Lingkungan dan Memperlancar Distribusi Pupuk

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia  mengoptimalkan penerapan konsep Green Port pada Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Petrokimia Gresik. Tujuannya mendorong kelancaran distribusi pupuk pada 2023. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, menyampaikan bahwa tahun ini penerapan konsep Green Port pada TUKS Petrokimia Gresik menjadi yang terbaik di Indonesia berdasarkan hasil asesmen Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia. 

Optimalnya penerapan Green Port akan sedikit banyak berdampak pada kelancaran distribusi pupuk bersubsidi, mengingat tanggung jawab penyaluran pupuk bersubsidi yang diamanahkan kepada Petrokimia Gresik tidak hanya di Pulau Jawa yang dapat ditempuh melalui jalur darat, tapi juga antarpulau yang membutuhkan transportasi laut.

“Kami mengakselerasi penerapan Green Port di TUKS Petrokimia Gresik untuk mendorong kelancaran operasional bisnis termasuk distribusi pupuk bersubsidi ke berbagai daerah di Indonesia,” ujar Dwi Satriyo pada Senin, 2 Januari 2023.

Konsep Green Port sendiri menjadikan proses kepelabuhanan Petrokimia Gresik lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan. Sehingga semakin mengoptimalkan Cost Reduction Program yang telah dijalankan perusahaan.

Konsep Green Port, salah satunya mengatur upaya peningkatan pengelolaan energi yang efisien di pelabuhan. Beberapa implementasi yang telah dilakukan diantaranya pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk gedung dan perkantoran. Juga, penggunaan sepeda motor listrik, mengganti lampu penerangan konvensional dengan LED, penerapan green building, penyediaan shore connection untuk supply energi kapal, serta pemanfaatan CCTV pada Digital Port Supervising (Aplikasi Petroport).

“Penghematan biaya operasional pada akhirnya akan berpengaruh pada harga produk, sehingga langkah ini juga menjadi upaya Petrokimia Gresik dalam memberikan perlindungan bagi konsumen melalui produk berdaya saing,” ujar Dwi Satriyo.

Selain efisiensi sumber energi, konsep Green Port juga diimplementasikan melalui peningkatan kualitas kebersihan daratan dan perairan kolam daerah lingkungan kerja. Hal ini dilimplementasikan hanya dengan melanjutkan apa yang sudah dilakukan secara rutin yaitu meminimalisasi pencemaran limbah cair, sampah domestik dan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Begitu juga dengan kualitas udara dijaga dengan mengurangi kebisingan, emisi gas karbon, dan emisi gas rumah kaca.

Dengan demikian penerapan Green Port juga telah mampu melindungi lingkungan sekitar perusahaan agar tidak tercemar oleh proses kepelabuhanan, sehingga dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat sekitar perusahaan melalui pemanfaatan sumber daya alam.

Berbagai upaya yang telah dilakukan tersebut berhasil membawa Petrokimia Gresik mendapatkan skor 82,8 atau tertinggi pada ajang Anugerah Green Port Award 2022. Dengan perolehan ini, TUKS Petrokimia Gresik telah memenuhi tiga aspek penilaian, yaitu aspek manajemen, teknis dan digitalisasi. Ketiga aspek tersebut masuk dalam lingkup kepelabuhanan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), lingkungan serta energi.

Dwi Satriyo menambahkan, hasil penilaian ini menjadi bukti jika Petrokimia Gresik semakin berkomitmen dalam menyelaraskan pengembangan industri dengan pengelolaan lingkungan.

“Green Port sudah menjadi kebutuhan bagi Petrokimia Gresik sebagai salah satu instrumen dalam meningkatkan daya saing usaha. Apalagi Petrokimia Gresik mendapatkan amanah penyaluran pupuk bersubsidi untuk menjaga ketahanan pangan nasional,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Green Port TUKS Petrokimia Gresik Ramah Lingkungan dan Memperlancar Distribusi Pupuk Selengkapnya