GRESIK,1minute.id – Waspada! Virus Omicron sudah terdeteksi menjangkiti warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Ada empat orang tertular virus kali pertama ditemukan di Afrika Selatan. Empat pasien itu semuanya berusia produktif. Umurnya antara 29 tahun hingga 35 tahun.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik meminta masyarakat tidak perlu panik. Tetap waspada dan tetap mematuhi anjuran pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan (Prokes).
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah ketika dikonfirmasi tidak membantah adanya empat warga Gresik yang terpapar virus Omicron. “Berdasarkan rilis dari pemerintah pusat terdeteksi ada 4 warga terpapar Omicron,”kata dr Mukhibatul Khusnah usai gelaran vaksinasi Booster untuk wartawan dan warga di halaman Kantor PWI Gresik pada Selasa, 25 Januari 2022.
VAKSIN BOOSTER: Petugas kesehatan dari UPT Puskesmas Industri mempersiapkan vaksin booster, Pfizer dalam gelaran vaksinasi booster di halaman Kantor PWI Gresik pada Selasa, 25 Januari 2022 (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Keempat warga yang terpapar itu saat ini sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman). “Mereka dalam kondisi sehat,”kata mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Gresik itu. Gejala yang dialami keempat mirip flu. Hasil tracing yang dilakukan petugas di Gresik, imbuhnya, tidak ada perjalanan ke luar negeri. Khusnah belum mengetahui secara pasti keempat warga terpapar coronavirus disease 2019 (Covid-19) itu terpapar dari mana.
Namun, saat ini kasus Omicron banyak ditemukan di sejumlah kabupaten/kota lainnya. “Kita ketahui kasus omicron ini penyebaran sangat cepat. Tapi penyembuhan juga cepat,”katanya.
Karena itulah, Khusnah meminta masyarakat tidak panik. Sebab, virus Omicron akan berdampak ringan bila sudah vaksinasi akan lebih ringan. Virus Omicron ini memiliki gejala meriang, batuk dan pilek. “Seperti flu biasa,” tegasnya. Khusnah menegaskan masyarakat yang sudah di vaksin Insya Allah tidak begitu berat. “Rata-rata usia produktif, antara 29 tahun-35 tahun,”katanya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Sebanyak 100 vaksin booster jenis Pfizer disuntik kepada wartawan dan warga lanjut usia (lansia) pada Selasa, 25 Januari 2022. Vaksinasi dosis ketiga ini dihelat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik sebagai ikhtiar untuk melindungi, mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan para jurnalis dan warga lansia yang masuk kategori rentan.
Vaksinasi booster ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PPK Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad, Asisten III Setkab Gresik, Kadinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah, Camat Gresik Agung Hendro dan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setkab Gresik Gunawan.
Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani menyatakan, vaksinasi booster ini salah satu ikhtiar pemerintah untuk melindungi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Vaksinasi ini adalah ikhtiar mencegah penyebaran Covid-19. Namun, kita tetap wajib melakukan 3-M (mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker),”kata Ning Nurul Haromaini-sapaan-Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani ini.
VAKSIN BOOSTER: Wartawan 1minute.id ketika menjalani vaksin booster digelar oleh PWI Gresik untuk memperingati HPN ke-76 di halaman Kantor PWI di Jalan Ais Nasution, Gresik pada Selasa,25 Januari 2022 (Foto: ist)
Selain, vaksinasi dan mematuhi protokol kesehatan (Prokes), virus SAR-CoV-2 bisa dicegah dengan cara makan bergizi dan olah raga. “Untuk lansia olah raga saja dan berjemur. Dan, jangan lupa bahagia,”kata istri Bupati Fandi Akhmad Yani ini.
Sementara itu, Kepala Dinkes Gresik dr Mukhibatul mengatakan perkembangan virus Covid-19 melandai. “Meski ada kenaikan,”katanya. Ketua PWI Gresik Ashadi Iksan menambahkan, gelaran vaksinasi booster ini rangkaian memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-76. HPN tahun ini dipusatkan di Kendari, Sulawesi Tenggara. “Vaksinasi ini sebagai upaya PWI membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Gresik,”katanya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik periode 2021-2024 resmi dilantik. Pelantikan dilakukan oleh Ketua PWI Jawa Timur Ainur Rohim di Wisma Kebomas Petrokimia Gresik pada Kamis, 11 November 2021.
Pelantikan dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Wakapolres Gresik Kompol Eko Iskandar, Kasi Pidum Kejari Gresik Firdaus, VP Komunikasi Korporat PT Petrokimia Gresik Awang Djohan Bachtiar berlangsung khidmat. Usai pelantikan diisi diskusi ekonomi bertemakan Pandemic : It’s End But Not The End oleh Dahlan Iskan. Diskusi dipandu oleh Nur Fakih, mantan jurnalis.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan profesi wartawan tertantang tidak hanya mengandalkan pengetahuan yang ada. Harus bisa memberikan inovasi kuat terhadap tulisan berita sebagai produk jurnalistik.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Dahlan Iskan dan Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir ketika menghadiri pelantikan Pengurus PWI Gresik di Wisma Kebomas Petrokimia Gresik pada Kamis, 11 November 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
“Tulisan menikmati bagi pembaca. Saya menikmati sekali tulisan Dahlan Iskan, ingin tahu terus. Tantangan bagi teman-teman wartawan. Kami tidak antikritik,”kata dia. Wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini melanjutkan wartawan harus memberikan sentuhan halus di tulisannya, sehingga membuat tertarik untuk membacanya. Apalagi, di era saat ini, banyaknya informasi berasal dari media sosial.
“Bagi saya tulisan dari wartawan dipercaya dibanding tulisan dari medsos. Wartawan Gresik berinovasi semaju-majunya. Semoga semuanya amanah memberikan terbaik bagi Kabupaten Gresik,”ujarnya.
Ketua PWI Jawa Timur Ainur Rohim memberikan pemahaman peta wartawanAda tiga. Yaitu, PWI, IJTI dan AJI yang sudah terakreditasi dewan pers. Dalam 10 tahun terakhir, media sosial memberi pengaruh luar biasa. Memonitor melalui smartphone. Sangat berbeda dengan wartawan yang harus melalui proses sebelum menghasilkan produk jurnalistik yaitu berita. “Medsos tidak pernah konfirmasi dan verifikasi,”terangnya.
TOKOH PERS : Dahlan Iskan di Seminar Ekonomi bersama anggota PWI Gresik di Wisma Kebomas Petrokimia Gresik pada Kamis, 11 November 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Sementara itu, Ketua PWI Gresik Ashadi Iksan mengatakan tantangan profesi wartawan di era digital banjir informasi dari media sosial seperti facebook, instagram dan twitter yang terbaru tiktok sudah bisa mempublikasikan produk jurnalistik ke khalayak umum, tanpa sensor, tanpa edit. “Akibatnya pers tidak lagi menjadi ekslusif, wartawan tidak jadi pemegang utama produk jurnalistik yang namanya berita. Produk hoax luar biasa, membedakan kami citizen jurnalism adalah dimana produk jurnalistik dari kami dengan produk citizen jurnalism,”terangnya.
Disisi lain, era saat ini, banyak oknum wartawan yang sangat mengkhawatirkan meresahkan. Menjamurnya oknum wartawan masuk ke sekolah-sekolah dan desa. Hanya berbekal tanda pengenal atau ID card dengan harga paling murah Rp 25 ribu. “Oknum wartawan mendatangi kepala sekolah, kepala desa membawa kasus belum jelas untuk mendapatkan sesuatu. Saya pastikan 40 anggota PWI tidak ada diantara itu, karena kita sudah melalui uji kompetensi. Melalui proses panjang produk jurnalistik, harus mencari berita, diketik, rapat redaksi apakah layak terbit. Bagi narasumber yang keberatan akan diberi hak jawab keberatan. Narasumber keberatan wajib dimuat, kalau tidak bisa silahkan lapor ke dewan pers,”terangnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Konferensi III Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik akhirnya selesai digelar. Hasilnya, Ashadi Ikhsan terpilih sebagai ketua PWI periode 2021-2025. Ashadi mengantikan ketua sebelumnya yakni Sholahudin.
Acara konfrensi yang digelar, di Hotel Saptanawa pada Jumat, 8 Oktober 2021. Konferensi dibuka Ketua PWI Jatim Ainurochim. Sedangkan, pimpinan sidang adalah Mahmud Suharmono, ketua Bidang Organisasi PWI Jatim. Ada 5 bakal calon mendaftar sebagai bakal calon. Satu bacalon gugur proses administrasi. Satu bacalon mengundurkan diri. Tiga calon lainnya melaju. Mereka ada Ashadi Ikhsan ; Rokim Edy Nurhasan dan Ratno Dwi Santo.
Sebelum pemilihan, Tiga calon melakukan lobi-lobi. Dalam pertemuan tertutup itu, ketiga kandidat sepakat aklamasi. Ashadi terpilih secara aklamsi. Ketua PWI Gresik terpilih Ashadi Ikhsan mengatakan, siap mengemban amanah sebagai nahkoda baru di organisasi profesi.
Menurutnya, sesuai visi misi yang dibawa, yakni menjadikan PWI Gresik sebagai organisasi profesi yang progresif, kuat dan mandiri. “Amanat yang diberikan kepada saya cukup berat. Saya ingin membangun kolektifitas dan kekeluargaan sesama anggota PWI Gresik demi tercapainya kesatuan,”katanya di hadapan peserta konferensi.
Ashadi merupakan wartawan Seputar Indonesia (Sindo) di Kabupaten Gresik. Ia merupakan wartawan senior di dunia kewartawanan. Antara lain, pernah bekerja di Surabaya Pagi area Gresik, Surabaya pagi area Surabaya, Bisnis Suarabaya area Surabaya, Nusa Bali area Denpasar Bali, Suara Indonesia area Surabaya, Seputar Indonesia area Gresik, Seputar Indonesia area Jalarta dan Seputra Indonesia area Pantura. (yad)
GRESIK, 1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengapresiasi pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-XXXII yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik. UKW k bisa menjadi standar menuju wartawan profesional.
“Saya baru tahu kalau wartawan itu ada uji kompetensinya, sebab saya kadang takut kalau ketemu wartawan. Namun, dengan melihat kalau ada uji kompetensinya maka saya semakin yakin kalau ada wartawan profesional, sebab biasanya itu ada wartawan bodrek,” kata Bu Min-sapaan akrab – Aminatun Habibah saat membuka pelaksanaan UKW di Hotel Horison GKB Gresik pada Rabu, 25 Agustus 2021.
Bu Min berharap, dengan adanya UKW, para wartawan di Gresik bisa semakin profesional dan membangun Kota Santri ini lebih baik melalui informasi yang diberitakan.
Sementara Ketua PWI Jatim Ainur Rohim mengatakan pelaksanaan UKW yang digelar PWI Gresik adalah kali pertama yang digelar di masa pandemi Covid-19, sebab syarat untuk menyelenggarakan kegiatan sangat susah. Ainur mengapresiasi PWI Gresik yang menyelenggarakan UKW dengan protokol kesehatan (prokes) ketat, sebagai bagian agar tidak menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.
Ia menjelaskan, dasar pelaksanaan UKW diatur dalam Peraturan Dewan Pers No. 1/Peraturan-DP/II/2010 tentang Standar Kompetensi Wartawan, Peraturan Dewan Pers, serta UU Pers No 40 tahun 1999.
Ketua PWI Gresik Sholahuddin mengatakan, pelaksanaan UKW Angkatan ke 32 ini digelar dengan sangat hati-hati karena dilaksanakan di masa pandemi Covid-19. Sehingga peserta terbatas. Total 18 peserta yang berasal dari Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro itu wajib melakukan tes PCR sebelum pelaksanaan.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung, khususnya PT Smelting yang menjadi sponsor utama dalam UKW kali ini, diharapkan bisa lulus dengan profesional,” katanya. Manager General Affairs PT Smelting Indra Satya Wibowo menyambut baik UKW yang dilaksanakan PWI Gresik. Melalui kegiatan seperti ini diharapkan lahir wartawan kompeten dan profesional. Pihaknya mendukung wartawan untuk bisa menyajikan berita yang layak.
“Harapannya materi yang diberikan kepada peserta nanti susah. Sehingga peserta mendapat materi yang menyeluruh terkait industri jurnalistik juga membangun spirit jiwa jurnalistiknya,” kata Indra. Untuk diketahui, UKW angkata ke XXXII akan berlangsung selama dua hari, 25-26 Agustus 2021. Opening ceremony dihadiri langsung Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Ketua PWI Gresik Ainur Rohim. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, segera menerbitkan peraturan bupati (Perbup) terkait pelaksanaan pertemuan tatap muka (PTM). Persiapan PTM itu sering menurun status Kota Santri menjadi zona oranye di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.
“Hari ini akan saya konsultasikan dengan Pak Bupati terkait perlunya kembali menerbitkan surat edaran PTM, mengingat turunnya status penyebaran Covid-19,”kata Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah usai membuka pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-37 PWI Gresik pada Rabu, 25 Agustus 2021.
Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah mengatakan terbitnya perbup atau surat edaran juga akan dibarengi dengan gencarnya pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar. “Untuk hari ini, pelaksanaan vaksinasi pelajar digelar di tempat saya dibantu TNI juga, yakni di Pondok Pesantren Qomarudin sehingga nantinya ketika terbit aturan bupati, pelaksanaan PTM bisa segera dilakukan,” katanya.
Ia mengatakan, penerbitan aturan baru PTM perlu dilakukan karena aturan lama yang tertuang dalam Perbup Gresik Nomor 50/2020 yang ditetapkan pada 3 Desember 2020 kurang sesuai dengan kondisi saat ini. Perbup itu tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di masa transisi menuju tatanan Normal Baru pada kondisi Covid-19 di Gresik.
Dalam aturan baru itu, kata Bu Min, nantinya akan tetap mengacu pada aturan yang telah ditentukan Satgas Covid-19 yakni dengan protokol kesehatan yang ketat, disertai jumlah kehadiran siswa maksimal 50 persen. “Pak bupati juga telah berkoordinasi dengan sejumlah kepala sekolah terkait aturan baru itu, dan diharapkan secepatnya bisa dikeluarkan aturan itu sebagai panduan PTM nantinya,” katanya.
Sebelumnya, tren perkembangan Covid-19 di Gresik tercatat terus menurun. Data Dinkes Gresik per Senin, 23 Agustus 2021 mencatat Bed Occupancy ratio (BOR) rumah sakit sudah berada di angka 16,27 persen atau hanya 88 pasien. Dan kasus aktif menyisakan 490 orang. (yad)
GRESIK,1minute.id – Setahun lebih pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Hampir setahun pula proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Para pelajar seakan mulai jenuh dan kangen dengan pembelajaran tatap muka (PTM).
Finalis lomba baca berita PWI Gresik mengadu ke wakil rakyat berkantor di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik agar bisa sekolah lagi. Mereka ditemui langsung Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir. Para finalis lomba baca berita PWI Gresik seakan tidak melewatkan kesempatan langka itu. Mereka mengungkapkan uneg-unegnya kepada Abdul Qodir.
Irsyad Maulana, diantaranya. Siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kebomas itu menyampaikan keluh kesah para siswa soal pembelajaran daring.
Menurut Irsyad, pembelajaran daring tidak begitu efektif jika dibandingkan pembelajaran tatap muka (PTM). Sebab, ketika PTM ada interaksi sesama siswa hingga guru secara langsung.
Terutama yang Irsyad keluhkan yakni, sudah kangen suasana di sekolah. “Kangen ketemu dengan teman-teman. Kangen hal-hal di sekolah pokoknya,”ucapnya dengan nada lirih.
KETUA DPRD Gresik Abdul Qodir ketika berdialog bersama finalis baca berita PWI Gresik do kantor DPRD Gresik ( foto : PWI Gresik for 1minute.id)
Atas keluhan itu, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir bisa memaklumi keinginan para pelajar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. Legislator dari Fraksi PKB itu menjelaskan Pemkab Gresik sebetulnya sudah siap melaksanakan PTM.
Bahkan peraturan bupati (Perbup) sudah diteken. Bahkan, saat akan diterapkan pada 4 Januari 2021 lalu, muncul kebijakan PPKM. Sehingga terpaksa PTM ditunda.
“Kita sudah siap dan kami pun pengennya PTM segera dilakukan. Bahkan teknis PTM pun sudah rinci dalam perbup itu. Misalnya hanya beberapa mata pelajaran saja yang di PTM-kan. Yang jelas PTM itu terbatas, ya jumlah siswanya, jamnya, hingga pelaksanaan secara bergantian,”jelasnya.
Sepuluh finalis lomba baca berita PWI mengunjungi kantor DPRD Gresik pada Selasa, 23 Maret 2021. Pada kesempatan itu, banyak pertanyaan yang dilontarkan para siswa kepada anggota dewan. Termasuk Ketua DPRD Abdul Qodir dan Sekertaris Komisi II Lilik Hidayati.
Rombongan pelajar itu juga diajak untuk melihat aktifitas para anggota dewan di masing-masing ruang fraksi. Mereka terlihat antusias saat berjumpa Lilik Hidayati di ruang fraksi Amanat Pembangunan DPRD Gresik. Lilik sendiri merupakan salah satu dari sepuluh perempuan yang menjadi anggota legislatif Gresik periode 2019-2024.
Salah satu finalis Sharim Dezhneva Denalis pun terinspirasi untuk mengikuti jejaknya. “Apa sih bu hal yang harus dimiliki untuk menjadi anggota dewan?” tanya siswi kelas IX SMPN 1 Gresik itu. Lilik pun menjawab bahwa modal sosial menjadi hal yang paling penting.
“Berbuat baik dan berpikir positif kepada siapapun. Sikap itu wajib dimiliki agar kita bisa mewakili berbagai aspirasi masyarakat untuk dituangkan dalam kerja-kerja legislatif,” terangnya.
Sekretaris Komisi II itu juga menceritakan sepenggal pengalamannya selama dua periode terkahir menjadi anggota dewan. “Tentunya, wajib juga memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni,”ujarnya.
Fiinalis Baca Berita PWI Gresik bersama Ketua Ketua Komisi II DPRD Gresik Lilik Hidayati di kantor DPRD Gresik (foto : PWI Gresik for 1minute.id)
Agar bisa melaksanakan tugas dan fungsi anggota dewan dengan baik dan penuh amanah. Antara lain fungsi anggaran, pengawasan dan regulasi. “Jangan putus asa meraih mimpi. Tetap semangat dan berdoa untuk mewujudkan mimpi kalian sebagai generasi penerus,”pesannya.
Perlu diketahui, untuk menyambut PTM ini, vaksinasi covid-19 yang dilakukan Dinas Kesehatan kepada para tenaga pendidik juga mulai dilakukan. Setidaknya terdapat 45 ribu guru yang masuk sasaran vaksinasi. Vaksinasi itu dimulai dari guru SMA dan selanjutnya SMP pada minggu depan.
Tidak hanya vaksin, tahun 2021 ini kebijakan alokasi dana BOS berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika di tahun lalu, semua daerah mendapat alokasi yang sama. Kali ini, dana disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik ) Gresik Mahin mengatakan, untuk dana BOS Gresik bagi jenjang pendidikan SD dan SMP terdapat kenaikan. Kenaikan itu tidak lain agar digunakan sekolah untuk mempersiapkan PTM.
Pada 2020, setiap siswa SD mendapat jatah Rp 900 ribu. Tahun ini, siswa SD Gresik akan mendapat jatah sebesar Rp. 1,12 juta. Sedangkan untuk jenjang SMP ada peningkatan senilai Rp 290 ribu dari besaran dana sebelumnya yakni Rp 1,1 juta kini menjadi Rp 1,39 juta.
Mahin mengaku tidak bisa menyebutkan besaran anggaran BOS 2021 secara pasti, sebab Dispendik Gresik belum menerima keputusan. Terkait pengggunaan alokasi dana tersebut, sesuai dengan Permendikbud nomor 6/2021.
Penggunaan dana BOS tahun ini bisa dipakai lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan sekolah masing-masing, utamanya untuk persiapan PTM. “Ya amanatnya regulasi pusat kan fleksibel. Tapi saat ini kebutuhannya kan untuk PTM, ya digunakan saja untuk persiapan PTM. Untuk PTM akan dilaksanakan setelah ada intruksi bupati. Perkiraan setelah vaksin atau sekitar bulan Juni-Juli,”ujarnya.
Kabid Managemen Pendidikan Suwono menambahkan, besaran anggaran dana BOS bisa dihitung dari jumlah siswa yang terdaftar di Dapodik dengan alokasi dana per siswa yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.
Anggaran dana BOS dari APBN 2021 mengacu pada Dapodik di bulan Agustus 2020. Yakni ada 900 siswa SD dan 1 juta siswa SMP. Sedangkan terkait anggaran BOS reguler 2020, Dispendik Gresik menerima dana sebesar Rp 103 miliar. Ia juga menambahkan jumlah siswa didik di Gresik untuk jenjang SD dan SMP selalu meningkat di tahun sebelumnya. (*)
GRESIK,1minute.id – Puluhan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik menjalani vaksinasi pada Selasa, 23 Februari 2021. Vaksinasi coronavirus disease 2019 itu digelar di lantai 2 Mapolres Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohosudo, Kecamatan Kebomas. Vaksinasi tahap dua ini bersamaan dengan 825 anggota Polres Gresik dan Aparat Sipil Negara (ASN) di Polres Jajaran Gresik.
Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat vaksinasi yang peruntukkan antaran lain anggota TNI, Polri san pelayan publik secara serentak berkisar 1.500-2.000 pada hari ini. Sebelum mendapatkan vaksin buatan Sinovac itu, peserta vaksinasi harus menjalani skrining kesehatan yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, suhu badan dan pertanyaan seputar tentang kesehatan calon penerima vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh tenaga kesehatan (nakes) dari Dinas Kesehatan Gresik.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan sebanyak 825 anggota dan ASN Polres Gresik melakukan vaksin secara serentak ini. Mereka terbagi menjadi tiga gelombang. Gelombang pertama diikuti dari anggota Bagian, Satuan, Seksi dan SPKT Polres Gresik.
Gelombang kedua dari Polsek Jajaran Rayon Barat dan Selatan dan Gelombang ke tiga di ikuti dari Polsek Jajaran Rayon Tengah dan Utara. “Kepada anggota yg telah divaksinasi agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan melaksanakan 5M pada setiap kegiatan dan vaksinasi lanjutan bagi anggota Polres Gresik akan dilakukan 2 minggu mendatang,”kata alumnus Akpol 2021.
Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Saifudin Ghozali mengatakan alasannya memfasilitasi vaksinasi kepada wartawan karena insan yang memiliki mobilitas tinggi. Sehingga mereka juga merupakan salah satu profesi yang rentan.
“Karena itu kami prioritaskan vaksinasi bagi teman-teman wartawan, ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada pers dunia,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakan pers punya peran penting dalam kehidupan berdemokrasi, juga dalam upaya mendukung vaksinasi dan penanganan penanganan Covid-19.
Terpisah, Ketua PWI Gresik Sholahudin mengapresiasi kegiatan vaksinasi kepada petugas publik, salah satunya wartawan. Hal ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada jurnalis, yang kinerjanya memang cukup rentan dengan penularan Covid-19. Khusus untuk vaksinasi kepada wartawan, insya Allah barupertama Indonesia.
“Vaksinasi masal wartawan tentu sangat membantu antisipasi penularan Covid-19 kepada pekerja pers,”ujarnya. Dalam hal ini PWI berterimakasih kepada Pemkab Gresik, khususnya dinkes. Pasalnya tak dipungkiri sudah banyak teman-teman jurnalis di Indonesia yang terpapar Covid-19.
“Kami PWI Gresik merasa terpanggil untuk dilakukan vaksinasi kepada teman-teman wartawan sebagai upaya menghindari paparan Covid-19,”imbuhnya. Lingkungan organisasi profesi wartawan di Indonesia yang baru mejalani vaksinasi adalah anggota PWI Gresik. ” Semoga teman-teman wartawan atau pekerja media lain yang belum segera tervaksin, dan program vaksinasi segera tuntas. Insya Allah harapan pandemi bisa segera berakhir segera terwujud,”katanya. (*)