Peringati HPN 2024, Persatuan Wartawan Indonesia Gresik Istikamah Santuni Anak Yatim 

GRESIK,1minute.id –  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik  menggelar kegiatan santunan anak yatim. Bakti sosial itu rangkaian memperingati Hari Pers Nasional (HPN) dipusatkan di sekretariat PWI Gresik di Jalan AIS Nasution, Gresik pada Senin, 12 Februari 2024.

Ketua HPN 2024 PWI Gresik Raditya Firmansyah menuturkan, santunan ini masih dalam rangkaian kegiatan. Dimana kick off-nya sudah dilakukan dengan menanam tanaman tabebuya di kawasan PT Wilmar Nabati Indonesia (WNI) Gresik.

“Seperti tahun sebelumnya, kami dapat melanjutkan tradisi berbagi bersama dengan anak yatim piatu,” katanya. Lebih lanjut ia  mengatakan, untuk santunan kali ini PWI Gresik memberikan tas sekolah serta uang tunai yang diberikan kepada masing-masing anak yatim piatu. “Santunan ini diharapkan bisa dibelanjakan untuk keperluan anak-anak yatim piatu sesuai kebutuhan mereka,” katanya.

Sementara, Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono menyatakan dirinya bersyukur bisa melanjutkan tradisi berbagi dengan anak yatim piatu.”Donasi ini merupakan sumbangan dari anggota PWI Gresik. Mudah-mudahan berkah dan bisa membantu kebutuhan yang diinginkan anak yatim piatu,” ungkapnya.

Salah satu anak yatim piatu, Hilman,10,  menambahkan, dirinya berterima kasih dengan PWI Gresik yang mau berbagi dengan dirinya. “Terima kasih pak wartawan berbagi dengan kami,” pungkasnya sambil tersenyum.(yad)

Peringati HPN 2024, Persatuan Wartawan Indonesia Gresik Istikamah Santuni Anak Yatim  Selengkapnya

PWI Gresik Gelar Kompetisi Menggambar Destinasi Wisata Bandar Grissee, Lukisan Para Juara Terpajang di Museum Sunan Giri 

GRESIK,1minute.id – Suasana Bandar Grissee lebih riuh dari biasanya pada Sabtu pagi, 25 November 2023. Puluhan siswa sekolah dasar dan madrasah Ibtidaiyah didampingi guru dan orang tua tumplek-blek di sepanjang kawasan heritege bernuansa bangunan kolonial di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Bedilan, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu.

Mereka mruput datang lokasi destinasi wisata minat khusus itu untuk mengikuti lomba melukis “Bandar Grissee” yang dihelat oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepeemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora) dan Museum Sunan Giri itu. Lomba tersebut rangkaian kegiatan Giri Pancasuar Awards 2023, GPA adalah ajang anugerah para tokoh dan masyarakat yang dianggap memiliki kontribusi bagi kemajuan maupun menginspirasi bagi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

GPA 2023 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang gelar secara indoor alias dalam gedung,  kini ada yang baru menjadi kegiatan out door sehingga masyarakat bisa ikut menyaksikan awarding itu pada malam ini, Sabtu, 24 November 2023.

SANG JUARA: Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono (dua dari kiri) bersama juri dan pemenang kompetisi menggambar Bandar Grissee pada Sabtu, 25 November 2023 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Panitia hanya memberikan waktu 60 menit  semua peserta untuk menggambar semua yang ada di kawasan wisata heritage itu. Akan tetapi hasilnya, luar biasa ciamik-ciamik. “Panitia sampai kesulitan untuk menentukan para pemenang,” ujar Ketua PWI Gresik Deny Ali Setiono disela acara tersebut pada Sabtu, 25 November 2023.

Deny mengatakan kegiatan lomba menggambar ini dilakukan untuk mengasah kreativitas para siswa. Selain itu, lomba ini juga sebagai langkah meramaikan dan mengenalkan wisata heritage yang punya nilai sejarah di Kabupaten Gresik. “Kami harap para peserta bisa menampilkan karya terbaik,” harapnya.

Dalam proses menggambar, para peserta diberikan waktu 1 jam untuk membuat coretan berntuk gambar yang apik. “Tentunya dalam waktu tersebut, ada penilaian spontanitas goresan, komposisi warna, dan estetika dalam menggambar. Ini upaya dalam memberikan pembelajaran seni rupa kepada siswa usia dini. Sekaligus mengenalkan wisata Heritage yang punya nilai sejarah,” tambahnya. 

SERIUS : Peserta kompetisi menggambar heritage Bandar Grissee yang dihelat oleh PWI Gresik bersama Disparekrafbudpora Gresik pada Sabtu, 25 November 2023 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Dijelaskan, dalam penjurian lomba menggambar, PWI Gresik mendatangkan tiga juri yang berkompeten di bidangnya. Yakni,  Dwik Indhayani (Praktisi seni rupa), M Natsir Amrullah (Dewan Kesenian Gresik) dan Wahyu Lazuardi, salah satu karyawan Disparekrafbudpora Gresik. 

Perwakilan Disparekrafbudpora Gresik Mudi Rahayu menjelaskan, dari hasil karya terbaik nantinya akan dipajang di Museum Sunan Giri. “Ayo semangat para peserta menggambar. Buatlah karya yang terbaik,” pesannnya. Dalam kegiatan lomba ini, akan diambil 3 juara. Dengam masing-masing hadiah Rp 1 juta untuk juara 1, Rp 750 ribu untuk juara ke 2, dan Rp 500 ribu untuk juara ke 3. 

Salah satu peserta Nur Azza Alina Safitri, siswa UPT SDN 27 Gresik mengaku sangat tertantang dengan lomba menggambar ini. “Karena memang ada waktunya, dan alhamdulillah tadi selesai,” jelasnya. (yad)

PWI Gresik Gelar Kompetisi Menggambar Destinasi Wisata Bandar Grissee, Lukisan Para Juara Terpajang di Museum Sunan Giri  Selengkapnya

Kolaborasi DPRD Gresik dan PWI, Gelaran Giri Pancasuar Awards 2023 Usung Konsep Berbeda di Bandar Grissee

GRESIK,1minute.id – Giri Pancasuar Awards (GPA) 2023 kembali digelar pada Sabtu besok, 25 November 2023. Agenda tahunan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik yang menjadi rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) ini bakal digelar di Bandar Grissee, Jalan Basuki Rahmat, Gresik.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik menjadikan acara ini lebih istimewa. GPA tahun ini menawarkan konsep yang berbeda dan tentu akan lebih menarik. Bila tahun-tahun sebelumnya, awarding digelar Indoor alias di dalam gedung. Tahun ini, GPA digeber out door di kawasan Bandar Grissee, salah satu destinasi wisata minat khusus yang sedang digandrungi para milenial hingga orang tua. 

KETUA DPRD Gresik Moch Abdul Qodir

Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. “GPA tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan media,” ujarnya.

Selama digelar, GPA sukses menjadi perayaan prestasi lokal yang merangkul berbagai elemen masyarakat. Dengan fokus pada penghargaan kepada tokoh yang berjasa dan berpengaruh di Gresik, serta melibatkan unsur pendidikan dan ekonomi lokal. “Acara ini memberikan kontribusi positif bagi kemajuan dan keberlanjutan Kota Gresik,” imbuh Qodir. 

Sementara itu, Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono menjelaskan bahwa pemilihan Bandar Grissee bukan hanya sebagai lokasi acara, tetapi juga sebagai upaya untuk memperkenalkan destinasi wisata sejarah kota Gresik. “Acara ini sekaligus mengenalkan Bandar Grisse sebagai salah satu destinasi wisata kota Gresik,” kata Deni Ali Setiono.

Rangkaian acara GPA tahun ini juga menampilkan perubahan signifikan. Fokus pada peningkatan wisata ekonomi, acara melibatkan 20 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Gresik. “Keterlibatan UMKM diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan ekonomi lokal,” tandas Deni Ali.

Tak hanya itu, elemen pendidikan turut dilibatkan dalam rangkaian GPA 2023. Lomba menggambar Bandar Grissee tingkat pelajar jenjang SD se-Kabupaten Gresik, yang juga didukung oleh Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora), menciptakan suasana yang penuh kreativitas dan edukasi. “Selain itu ada pameran kebudayaan yang nantinya disuguhkan teman-teman dari Dewan Kebudayaan Gresik (DKG),” pungkasnya. (yad)

Kolaborasi DPRD Gresik dan PWI, Gelaran Giri Pancasuar Awards 2023 Usung Konsep Berbeda di Bandar Grissee Selengkapnya

Wujudkan Sekolah Ramah Anak, PWI & Dispendik Gresik Gelar Seminar Pendidikan Stop Tiga Dosa Pendidikan 

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik bersama Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik menggelar seminar nasional di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Senin, 17 Juli 2023.

Seminar pendidikan dengan pemateri Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, Anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Miliki, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ini mengusung tema Tiga Dosa Pendidikan. 

Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto, para kepala sekolah dan guru di lingkungan Dispendik Gresik. 

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim melalui video mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PWI Gresik bersama Dispendik Gresik ini. Sebab, kata Nadiem, tema ini sangat penting untuk dibahas oleh seluruh stakeholder pendidikan. Sebab, tiga dosa tersebut menjadi trending topik di media. Setiap hari ada berita tentang kekerasan di lingkungan pendidikan. 

SEMINAR PENDIDIKAN: (kiri) Prof Zainuddin Maliki dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam seminar pendidikan digelar PWI Gresik dan Dinas Pendidikan Gresik di GNI pada Senin, 17 Juli 2023 ( FOTO : PWI for 1minute.id)

Kemendikbudristek, kata Nadiem, telah melakukan sejumlah regulasi untuk penanggulangan kekerasan. Ia mencontohkan,  pusat pengembangan karakter sampai hari ini  melakukan sosialisasi edukasi untuk mencegah pelajar menjadi korban maupun menjadi pelaku kekerasan. Pada 2021, pihaknya telah mengambil langka berani mengesahkan Peraturan Menteri (Permen) tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di Perguruan Tinggi.

“Dalam waktu dekat Kami akan meluncurkan peraturan tindak kekerasan di jenjang PAUD , pendidikan dasar sampai pendidikan menengah,” tegas Nadiem. Ia berharap,  regulasi ini, proses penanganan kekerasan akan lebih akuntabel tanpa menghilangkan hak pelajar untuk mendapatkan pendidikan. 

Untuk mendukung hal ini, Dinas Pendidikan di seluruh Indonesia memainkan peran sangat penting. Kemendikbudristek menyediakan platform Lapor pendidikan yang merangkum data asesmen nasional meliputi hasil survey pendidikan. 

“Dari data tersebut Pemda dapat menentukan sekolah mana yang prioritas untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan, program apa yang perlu dikembangkan, dan intervensi lain. Mari mewujudkan lingkungan pendidikan yang merdeka dari kekerasan,” kata Nadiem.

FOTO BARENG : Pembicara dan peserta seminar pendidikan yang diselenggarakan oleh PWI Gresik dan Dinas Pendidikan foto bersama usai acara di GNI pada Senin, 17 Juli 2023 ( FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan seminar pendidikan ini menjadi dorongan bagi pemerintah daerah serta stakeholder terkait agar senantiasa mengevaluasi diri. Bagaimana menghadirkan lingkungan pendidikan di Kabupaten Gresik yang heterogen namun tetap ramah anak. 

Tidak ada lagi pelecehan seksual, tidak ada lagi bullying, tidak ada lagi intoleransi. “Saya sangat mengapresiasi seminar ini di momen hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2023/2024. Ini sebagai pengingat,” kata Gus Yani-sapaanakrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Menurutnya, untuk menghapus tiga dosa pendidikan itu memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan upaya bersama antara pemerintah, lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Tenaga pendidik atau guru. Mereka harus mampu memetakan potensi anak didiknya. Karena itu, guru juga dituntut untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi. ‘’Orang tua juga harus menjadi teladan bagi anak-anaknya,’’ tegasnya. 

Pernyataan senada disampaikan Wabup Aminatun Habibah. Namun, dia memberikan tambahan. Dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi, membuat lingkungan sekolah menjadi lebih heterogen. Sekolah yang dulu dikenal favorit, kini tidak hanya diisi anak didik yang berprestasi saja. Namun, juga siswa-siswi yang bertempat tinggal di dekat sekolah.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Wabup, guru dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas dirinya dalam mengelola kelas. Nah, lingkungan sekolah yang tidak lagi homogen itu bisa berpotensi memicu terjadinya bullying. ‘’Sehingga para pemangku kepentingan harus mampu mengelola tempat pendidikan itu dengan baik,’’ kata Wakil Bupati perempuan berlatar pendidik itu.

Prof Zainuddin Maliki menekankan pentingnya penguatan karakter dalam menekan tiga dosa pendidikan tersebut. Sekolah-sekolah jangan hanya berfokus pada penilaian literasi dan numerasi. Politikus PAN itu menyebut, akar persoalan pendidikan itu adalah karakter. ’’Nah, pembenahan karakter ini membutuhkan kemauan, kesungguhan, dan pembiasaan. Memang membutuhkan waktu, tapi pasti bisa,” jelas anggota Komisi X DPR RI Dapil Lamongan-Gresik itu.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispedik) Gresik S Hariyanto mengatakan Dispendik Gresik sedang berupaya penuh mewujudkan sekolah ramah anak dan kabupaten layak anak melalui program-program strategis. “Kami semakin menggalakkan dan mensukseskan gerakan sekolah ramah anak menuju kabupaten layak anak. Tentunya tujuan ini tidak bisa dilakukan jika hanya sendiri, kita bergotong royong bersama seluruh stakeholder dan media massa,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono mengungkapkan, kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik tersebut ingin mewujudkan sekolah ramah anak sebagai garda terdepan perlindungan hak-hak anak.

“Berangkat dari masih banyak ditemuinya masalah intoleransi, kekerasan, dan bullying di sekolah, dibuatlah kegiatan seminar pendidikan sebagai salah satu jalan menyelesaikan permasalahan yang ada,” katanya. (yad)

Wujudkan Sekolah Ramah Anak, PWI & Dispendik Gresik Gelar Seminar Pendidikan Stop Tiga Dosa Pendidikan  Selengkapnya

PWI Menanam 250 Pohon Tabebuya, Bisa Menghidupi 500 Orang, Bupati Gresik : Bawa Pulang Piala Adipura ke Gresik 

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik menggelar penanaman pohon di sepanjang Jalan Raya Gresik-Lamongan pada Rabu, 1 Maret 2023. Gerakan peduli lingkungan ini rangkaian memperingati Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari ulang tahun (HUT) ke-77 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengusung tema “Menanam Pohon Merawat Kehidupan”.

Hadir dalam gerakan nyata peduli lingkungan ini, diantaranya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah, perwakilan perusahaan dari Petrokimia Gresik, Wilmar Nabati Indonesia dan Indospring Tbk menjadi langkah awal memperbaiki kualitas lingkungan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Target pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik adalah membawa pulang Piala Adipura ke Gresik. Pemkab Gresik “puasa” Piala Adipura, penghargaan bergengsi di bidang kebersihan lingkungan sejak 2015.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, sejumlah strategi dirancang oleh Pemkab Gresik untuk mengembalikan Piala Adipura ke Gresik pada 2024. Strategi yang dilakukan adalah membangun tempat pengolahan sampah terpadu  (TPST) di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. “TPST Belahanrejo mulai beroperasi akhir tahun ini,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani kepada wartawan usai acara penanaman pohon di rest area atau titik nol Gresik di Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan pada Rabu, 1 Maret 2023.

Persoalan sampah masih menjadi problem saat ini di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Sehingga indikator penilaian untuk mendapatkan Piala Adipura masih kurang. “Mudah-mudahan tahun depan kita bisa membawa pulang Piala Adipura ke Gresik,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. Selain persoalan sampah, imbuhnya, juga penghijauan yang belum maksimal. “Saya sudah membeli pohon sendiri,  uang sendiri dan saya kasihkan ke DLH untuk menanamnya,” terangnya.  

Pohon itu dibeli oleh Gus Yani, di sentra tanaman hias yang tersebar di tiga kecamatan Kedamean, Driyorejo dan Wringinanom.  Gus Yani memberikan teladan bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk peduli terhadap lingkungan. “Pohon itu nanti akan ditanam di sepanjang Jalan Raya Gresik-Lamongan,” ungkap.  Namun, penanaman pohon secara masal itu didahului oleh PWI Gresik. “Saya mengapresiasi. Karena akan semakin banyak pohon yang akan ditanam,” tegasnya. 

Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir mengatakan, meminta kepada DLH Gresik harus konsentrasi kepada perbaikan lingkungan. Kondisi lingkungan bersih, udara sehat. Ia mengaku mendukung upaya pemerintah yang menata kembali zona Manyar dan sekitarnya dengan melarang berdirinya stockpile Batubara di kecamatan Manyar dan sekitarnya.

Menurut Qodir, keberadaan stockpile batubara tersebut salah satu penyumbang rendahnya baku mutu air di kawasan itu. Ia mencontohkan landasan stockpile yang hanya beberapa sentimen. Selain itu, tidak ada penutup atapnya. “Ketika hujan air merembes ke tanah,” katanya. Karena itu, parlemen sepakat perapian zona Manyar tidak diperbolehkan adanya stockpile batubara baru itu. “Kami di DPRD Gresik sepakat itu (tidak boleh ada gudang stockpile batubara baru),” tegas Qodir yang juga Ketua DPC PKB Gresik itu.

Sebelumnya, Ketua PWI Gresik As’adi Ikhsan mengatakan, sebanyak 250 pohon tabebuya yang akan di tanam perbatasan  jalan Gresik-Lamongan. “Penanaman diawali di titik nol perbatasan Gresik-Lamongan ini,” kata As’adi. Ia menjelaskan pohon tentunya ini salah satu pohon peneduh yang bisa menyerap korbon dioksida (CO²). 

Satu pohon bisa menghasilkan 1,2 kilometer oksigen (o²). Kebutuhan oksigen manusia sebanyak 0,5 kilometer perhari. Sehingga satu pohon bisa menghidupi 2 orang. “Kalau 250 pohon tetebuya yang kami tanam hidup semua bisa menghidupi 500 orang,” terangnya. (yad)

PWI Menanam 250 Pohon Tabebuya, Bisa Menghidupi 500 Orang, Bupati Gresik : Bawa Pulang Piala Adipura ke Gresik  Selengkapnya

DPRD Gresik Dorong Pemkab Gresik Sinergi dan Kolaborasi Penegakan Perda Penyelenggaraan Ketenagakerjaan Lokal

MEDAN,1minute.id – Iklim investasi di Kabupaten Gresik makin menggeliat. Tercatat selama 2022, investasi di Gresik mencapai angka Rp 31,6 triliun. Pesatnya investasi itu belum bisa dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat Gresik. 

Pada 2022, tingkat pengangguran terbuka di Gresik mencapai 8 persen. Turun 3 persen dari tahun sebelumnya mencapai 11 persen. Menanggapi kondisi itu, Anggota DPRD Gresik Syahrul Munir menjelaskan sebenarnya sudah ada regulasi terkait investasinya itu. Yakni Perda 7/2023 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan.

”Pada aturan baru ini, perusahaan wajib mengisi lowongan pekerjaan yang dibutuhkan 60 persen dari tenaga kerja lokal. Ini harus dipahami para pengusaha,” ungkap Syahrul di acara Workshop Hari Pers Nasional bertema “Upaya Meningkatkan Pendapatan Daerah di Tengah Pesatnya Investasi” di Medan pada Rabu malam, 8 Februari 2023.

Workshop digelar oleh Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik secara luring dan daring. Dua narasumber yakni Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Ketua PWI Jawa Timur Luthfi Hakim dan Ketua PWI Gresik Ashadi Ikhsan hadir secara luring di Medan, Sumatera Utara. Sedangkan, Syahrul Munir hadir secara daring dari Gresik, Jawa Timur. 

Meski sudah ada perda, imbuh Syahrul Munir, praktik di lapangan berbeda. Banyak perusahaan yang belum mematuhinya. Sehingga tenaga kerja lokal belum terserap maksimal. “Selain itu, minimnya pengawasan juga menjadi penyebab ketimpangan tersebut,” tegas anggota Komisi II DPRD Gresik itu. 

Dalam kesempatan ini, Syahrul Munir juga memberikan sejumlah rekomendasi. Antar lain pengawasan dan pemberlakuan peraturan daerah (Perda) yang ada, ranperda pajak daerah dan retribusi daerah (PDRD) bagian dari peluang peningkatan investasi, forum sinergi dengan pelaku usaha khususnya yang berada di kawasan industri. 

Aktivasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk kolaborasi dengan kawasan industri, kolaborasi dengan media untuk membantu menginformasikan peluang investasi sekaligus menampilkan bahwa Gresik merupakan kabupaten investasi yang aman, nyaman, dan menguntungkan.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyatakan angka pengangguran terbuka mengalami penurunan 3 persen pada 2022. “Saat ini, angka pengangguran terbuka sekitar 8 persen,” ujar Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah. Meski Perda 7/2023 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan sudah digedok, namun yang menentukan jumlah kuota pekerja lokal adalah Disnakertans Jatim. “Faktanya memang begitu. Untuk itu, kami pun berupaya untuk mencari solusi lain,” katanya. 

Solusi yang dimaksud Aminatun ialah menggagas berdirinya rumah vokasi. Rumah Vokasi ini bertujuan menyiapkan SDM yang dibutuhkan perusahaan sejak di sekolah SMK. Untuk itu, Pemkab bekerjasama dengan Kadin, Apindo, Himpi untuk terjun langsung ke sekolah-sekolah. “Jadi orang-orang industri ini menjadi guru di sekolah untuk melatih siswa SMK sesuai dengan kebutuhan industri,” terangnya. 

“Sehingga jika investasi di Gresik semakin masif, tenaga kerja lokal sudah siap,” imbuhnya. Meskipun, Aminatun tak ingin generasi muda di Gresik menjadi pekerja. “Kalau bisa jangan jadi pekerja. Semoga semakin banyak pemuda yang akan menjadi pengusaha,” tandasnya. 

Selain itu, lanjut Aminatun Pemkab Gresik juga tengah berupaya meningkatkan PAD dengan berbagai upaya. Seperti melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap kegiatan usaha industri yang ditengarai melakukan usaha maupun perluasan bangunan tanpa izin. Sebab, ada retribusi yang wajib dibayarkan ketika pemilik usaha melakukan perluasan tempat.

Artinya, ada potensi anggaran yang tidak masuk ke kas daerah karena ulah pengusaha yang nakal. Karena itu, pengawasan terhadap bangunan usaha yang tidak sesuai luasan yang tertera di dalam izin mendirikan bangunan (IMB) akan ditindak dan ditertibkan.

“Banyak industri setelah di cek ternyata belum memiliki izin bangunan. Nah ini juga kita kejar,” terangnya. Di satu sisi, pemkab juga akan memberikan kemudahan perizinan dasar. Salah satunya dengan melakukan pendampingan permohonan dan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB). 

“Kami juga mendampingi pelaku usaha dalam mengajukan permohonan PBG (persetujan pembangunan gedung). Sehingga pelaku usaha mendapatkan informasi dalam pengajuan izin. Terutama bagi para pelaku UMKM,” pungkasnya. 

Pada kesempatan itu, Bu Min mengajak para jurnalis di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik bersinergi dengan Pemkab Gresik. 

“Mudah-mudahan wartawan di Indonesia semakin bisa memberikan manfaat dan barokah yang terbaik untuk bangsa Indonesia. Begitupun juga dengan teman-teman wartawan di Kabupaten Gresik, mari terus bersinergi dengan Pemkab Gresik untuk kepentingan masyarakat,” ujar Bu Min disambut tepuk tangan. (*)

DPRD Gresik Dorong Pemkab Gresik Sinergi dan Kolaborasi Penegakan Perda Penyelenggaraan Ketenagakerjaan Lokal Selengkapnya

Lokakarya Jurnalistik PWI-AKD Gresik Bagai Oase, Kades Bisa Lapor Dewan Pers, Pemerasan Lapor Polres Gresik 

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik bersama Asosiasi Kepala Desa (AKD) Gresik menggelar Lokakarya Jurnalistik di AstonInn pada Senin, 8 Agustus 2022.

Lokakarya ini menghadirkan empat narasumber. Yakni, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik Alifin N Wanda, Kanit Tipikor Satreskrim Polres Gresik Ipda Ketut R., dan Wakil Ketua Dewan Pers Agung Dharmajaya. Pesertanya adalah para kepala desa (Kades) se-Kabupaten Gresik.

Lokakarya Jurnalistik hasil kolaborasi dan sinergi PWI Gresik dengan AKD  bagai oase bagi para kades untuk menghadapi oknum wartawan. Sebab, selama kehadiran rombongan “wartawan” itu telah membikin para kades resah. 

Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim mengilustrasikan kegelisahan kades untuk melayani oknum wartawan ini. Kades harus ngantor  siang untuk menghindari bertemu wartawan yang belum memiliki sertifikasi uji kompetensi wartawan (UKW) ini. Bahkan, ada gerbang masuk desa memasang plakat bunyinya begini : Pemulung, Pengamen dan Wartawan Dilarang Masuk,”kata Lutfil dalam sambutannya. Lutfil tidak menyebutkan detail nama desanya yang dimaksudkan itu.

Nah, Lokakarya ini memberikan pencerahan kepada para kades untuk menghadapi oknum wartawan mbeling itu. Narasumber memberikan tips menghadapi “wartawan”. Kepala Desa di Kabupaten Gresik tidak perlu takut lagi jika didatangi oknum wartawan. 

Dalam forum itu, menyepakati sejumlah poin antara PWI, AKD, Dewan Pers, Polres Gresik dan Kejari Gresik. Pertama, jika ada oknum wartawan yang datang lalu mengancam dan melakukan pemerasan. Bisa langsung dilaporkan ke kantor polisi. Mulai Polsek dan Polres. 

Kedua, bila ada pemberitaan yang dirasa kurang tepat. Narasumber bisa meminta hak jawab 2×24 jam. Bila tidak digubris, bisa langsung melapor ke Dewan Pers. 

Penandatangan nota kesepahaman tentang pencegahan penyalagunaan profesi pers dilakukan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis, Kejari Gresik M. Handan Saragih, Wakil Ketua Dewan Pers Agung Dharmajaya, Ketua AKD Gresik Nurul Yatim dan Ketua PWI Gresik Ashadi Ikhsan. 

OASE : Suasana Lokakarya Jurnalistik PWI-AKD Gresik di AstonInn pada Senin, 8 Agustus 2022 (Foto: Istimewa)

Wakil Ketua Dewan Pers M. Agung Dharmajaya meminta agar kepala desa di Gresik tidak takut lagi. Apalagi sampai menghindari wartawan yang datang ke kantor desa. 

Agung sapaan akrabnya, memberikan tips mulai dari menanyakan dahulu kartu UKW wartawan tersebut dan di cek berasal dari perusahaan media mana. 

“Didatangi wartawan tanya UKW. Jika ada pemberitaan kurang tepat silahkan minta hak jawab, jika tidak ditanggapi 2×24 jam mengadu dewan pers. Tidak ada biaya. Silahkan telepon saya,” kata Agung. 

Selama ini, sudah ada 800 pengaduan tentang pers di seluruh Indonesia. Belum ada yang dari Gresik. Dengan adanya Lokakarya Jurnalistik PWI Gresik ini, menambah wawasan kepala desa tentang produk jurnalistik. Jika sudah masuk ranah pidana seperti mengancam, memeras dipersilahkan lapor polisi.

Ketua PWI Gresik Ashadi Ikhsan mengatakan sering mendapat keluhan adanya “wartawan” datang ke desa-desa. Bermodal kartu pers tanpa memiliki perusahaan pers yang berbadan hukum. 

Mulai dari kepala desa, kepala sekolah, dan lainnya. Datang mencari kesalahan lalu meminta uang. Akibat perbuatan mereka, wartawan di Gresik yang sudah memiliki kartu UKW, berasal dari perusahaan media yang terdaftar di dewan pers terkena imbasnya. 

“Kepala desa tidak perlu takut lagi, ada proses hukum. Kalau menghadapi mereka. Harapannya setelah keluar dari sini, ada keinginan kemauan harus melawan. Karena wartawan sebenarnya kena imbasnya,”kata Ashadi.

Ketua AKD Gresik Nurul Yatim menambahkan, mumpung ada dewan pers kepala desa di Gresik menjadi tahu batasan. Ruang informasi publik sejauh mana. “Mana media abal-abal mana media yang punya legalitas bisa memberikan pengertian luas. Dengan adanya lokakarya ini menjadi mengerti sesuai aturan yang berlaku,”tambahnya. (yad)

Lokakarya Jurnalistik PWI-AKD Gresik Bagai Oase, Kades Bisa Lapor Dewan Pers, Pemerasan Lapor Polres Gresik  Selengkapnya

PWI Gresik Bersama Dewan Pers Gelar Lokakarya Bentengi Kepala Desa dari Wartawan Abal-abal

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik bersama Dewan Pers memberikan sosialiasasi kode etik jurnalistik kepada Asosiasi Kepala Desa (AKD) di Kabupaten Gresik. Lokakarya digelar di AstonInn pada Senin lusa, 8 Agustus 2022.

Tujuannya, agar seluruh kepala desa di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik memahani tentang kerja jurnalis sehingga terhindar dari wartawan abal-abal. Acara tersebut rencananya dihadiri oleh pengurus Dewan Pers, Asosiasi Kepala Desa (AKD), Polres Gresik dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik. 

Warga Gresik bisa mengikuti acara tersebut melalui live streaming channel youtube Biliksuara dan suaragresik. Data Dewan Pers, pada  2020 ada kurang lebih 47 ribu media. Terdiri dari 43.300 media online dan 3.000 media cetak. Adapun yang tercatat media  terverifikasi oleh dewan pers hanya 1.461 perusahaan pers. 

Di Kabupaten Gresik masih banyak media dan oknum wartawan yang perilakunya tidak sesuai norma dan kode etik jurnalistik. Salah satu contohnya, wartawan menggunakan kartu identitas sesuai kebutuhan, tidak tersertifikasi melalui uji kompetensi wartawan (UKW) dari Dewan Pers. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik melakukan tindakan pengancaman, intimidasi dan lainnya. 

“Ini mengundang keprihatinan kami di PWI Gresik. Sebagai organisasi konstituen dewan pers, PWI Gresik menggandeng dewan pers memberikan edukasi kepada kepala desa yang tergabung dalam AKD untuk menghadapi fenomena wartawan dan media abal-abal yang selalu  meresahkan,”ucap Ketua PWI Gresik Ashadi Iksan. 

Jurnalis sindonews.com ni menyebut, jurnalis yang sudah terverifikasi, kemudian berasal dari media yang sudah terverifikasi dan terdaftar di Dewan Pers banyak juga kena ‘getah’nya. Termasuk PWI Gresik dan profesi wartawan itu sendiri di  mata masyarakat. “Ini yang tidak boleh dibiarkan. Kepala desa harus berani melawan tidak usah lagi takut ancaman dari wartawan abal-abal. Kami dari PWI Gresik siap membantu,”tutur Ashadi. 

Ketua Panitia Lokakarya Jurnalistik PWI Gresik Amin Alamsyah menambahkan, dalam kegiatan ini juga menghadirkan Kejaksaan Negeri Gresik dan Polres Gresik sebagai narasumber. Keduanya akan menjelaskan terkait pemahaman antara delik umum dan delik pers.

“Agar kepala desa lebih berani lagi. Karena jelas berbeda UU Pers dengan tindak pidana umum,” kata Aam-panggilan akrab-Amin Alamsyah ini. Dalam acara tersebut juga dilakukan pembacaan nota kesepahaman PWI Gresik, AKD Gresik, Pemkab Gresik, Dewan Pers, Polres Gresik dan Kejari Gresik. (*)

PWI Gresik Bersama Dewan Pers Gelar Lokakarya Bentengi Kepala Desa dari Wartawan Abal-abal Selengkapnya

Wabup Aminatun Habibah Dorong Insan Pers Ikut Entaskan Kemiskinan di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mendorong insan pers di untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan. Sebab, angka kemiskinan di Kabupaten Gresik masih  tinggi di bandingkan Kabupaten/KotalainnyadiJawaTimur.  

:Ada program yang harus dituntaskan yakni kemiskinan, dan menjadi perhatian semua, walau pun pertumbuhan ekonomi di Gresik lebih tinggi daripada daerah lain, namun angka kemiskinan masih tinggi,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah saat memberikan sambutan Anugerah Giri Pancasuar Award (GPA) 2022 pada Kamis malam, 24 Maret 2022.

GPA kali ketujuh digelar PWI Gresik dihelat di Gedung Indoor Wahana Ekspresi Poesponegoro  juga dihadiri Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, Wakil Bupati Gresik Aminatun habibah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim, Anwar Sadad, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir, Kadiskominfo Prov Jatim, Hudiyono, Kapolres Gresik, AKBP Mohammad Nur Azis, Dandim 0817 Gresik, Letkol Inf Taufik Ismail, Kepala Kemenag Gresik, Sahid, Ketua PWI Jatim Lutfi Hakim.

TOKOH POLITIK: Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir (kanan) memberikan piagam kepada perwakilan almarhum KH Umar Burhan, Tokoh Reformasi Birokrasi juga Ketua DPRD Gresik Pertama di Malam Anugerah GPA PWI Gresik di WEP pada Kamis malam, 24 Maret 2022 ( Foto : istimewa)

Wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Gresik mengatakan pers khususnya PWI Gresik selalu memberikan hal-hal positif kepada masyarakat Sehingga, kata Bu Min, Pemkab Gresik hingga saat ini masih bisa menjalankan program secara on the track untuk perbaikan-perbaikan di beberapa wilayah. 

“Oleh karena itu, kami atas nama Pemkab Gresik mengucapkan selamat HPN, dan terus mendorong untuk memberikan hal-hal positif kepada masyarakat Gresik khususnya dalam pengentasan kemiskinan,”imbuhnya.
Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir yang juga hadir di acara itu mengatakan untuk membentuk pemerintahan yang bagus perlu dilakukan sinergitas dengan media, atau insan pers. 

JAGO PANJAT TEBING : Basuki Rahmad atau Kaji Abas meraih penghargaan GPA PWI Gresik sebagai tokoh Penggerak Olahraga di Gresik dalam malam Anugerah GPA PWI Gresik di WEP pada Kamis malam, 24 Maret 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Kami di DPRD Gresik juga melakukan sinergitas itu, dan hal ini memberikan nilai positif khususnya untuk pembangunan daerah,” kata Abdul Qodir. Ia mengatakan, sinergitas dengan media khususnya yang ada di dalam PWI Gresik memberikan penjernihan informasi yang diterima masyarakat, di tengah banyaknya informasi media sosial yang tidak terverifikasi. 

“Tantangan kedepan dimana media online saat ini sudah banyak dan bahu membahu serta memberikan Informasi yang baik kepada masyarakat dan seluruh kegiatan yang diselenggarakan sangat bernilai positif,”kata Abdul Qodir yang juga Ketua DPC PKB Gresik itu.
(yad)

Wabup Aminatun Habibah Dorong Insan Pers Ikut Entaskan Kemiskinan di Gresik  Selengkapnya

Asah Kemampuan, Finalis Lomba Live Report PWI Gresik Dialog Bersama Ketua DPRD

GRESIK,1minute.id – Puluhan finalis lomba Live Report tingkat SMA sederajat berkunjung ke Gedung DPRD Gresik pada Senin, 21 Maret 2022. Kunjungan para finalis live report itu masih dalam rangkaian Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 kerjabareng DPRD Gresik dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik. 

Kedatangan finalis Lomba Live Report PWI Gresik ke gedung parlemen berkantor di Jalan K.H.Wachid Hasyim, Gresik itu diterima langsung oleh Ketua DPRD Gresik Much Abdul didampingi anggota Komisi III Lutfi Dhawam, dan Ketua Komisi I Muchamad Zaifudin.  Pertemuan yang dikonsep dengan diskusi tersebut berlangsung gayeng di ruang rapat Paripurna DPRD Gresik.

Para pelajar yang didampingi perwakilan guru masing-masing ini berkesempatan duduk di kursi wakil rakyat. Mereka pun tak menyia-nyiakan kesempatan saat bertatap muka secara langsung dengan para anggota legislatif. Berbagai pertanyaan dan aspirasi pun disampaikan. Para finalis lomba live report juga mendapat penjelasan tentang tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari anggota legislatif.

Ketua DPRD Gresik Much. Abdul Qodir menyambut baik kedatangan para peserta lomba Live Report PWI Gresik. Pihaknya pun mempersilahkan mereka untuk masuk ke ruang paling sakral di kantor dewan, yaitu ruang rapat paripurna. “Saya harap di masa mendatang, kalian mampu menjadi penerus kami di DPRD. Mengawal aspirasi masyarakat dan ikut membangun Kota Gresik,”kata Abdul Qodir kepada para finalis.

Sepuluh finalis lomba Live Report tingkat SMA sederajat ini berasal dari berbagai sekolah di Kabupaten Gresik. Setiap tim terdiri 2-3 siswa. Finalis ini setelah berhasil menyisihkan puluhan peserta lainnya. Para finalis ini akan hadir di Puncak Kegiatan HPN 2022 , Anugerah Giri Pancasuar Awards di Gedung Indoor Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) pada Kamis malam, 24 Maret 2022.

FOTO BARENG : Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir (tujuh dari kanan) bersama finalis dan guru pendamping lomba Live Report PWI Gresik ketika berkunjung ke kantor DPRD Gresik pada Selasa, 21 Maret 2022 ( Foto: PWI Gresik for 1minute.id)

Sebelum mimpi tersebut terwujud, lanjut Qodir, harapannya para siswa mulai terbiasa dengan dunia politik. Misalkan dengan aktif mengikuti organisasi, terlibat aktif dalam kegiatan masyarakat serta memahami tupoksi anggota DPRD. Yakni fungsi pengawasan, anggaran dan regulasi. “Sehingga memiliki kapasitas yang mumpuni. Hal tersebut harus terus dipupuk sejak usia remaja,”papar Qodir yang juga Ketua DPC PKB Gresik itu.

Selanjutnya, politisi PKB ini telah menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan oleh para siswa. Mulai dari permasalahan layanan publik, pembangunan infrastruktur, serta inovasi yang dilakukan pemerintah namun belum mampu diterapkan secara efektif.

“Pertanyaan ini sepertinya ngalah-ngalahi (melebihi pertanyaan) wartawan,”canda Qodir sesaat sebelum mulai menjawab satu per satu pertanyaan pelajar.
Abdul Qodir pun mengaku bangga serta mengapresiasi atas semua pertanyaan dan juga masukan dari para pelajar. Hal tersebut juga menjadi bukti bahwa para siswa peduli terhadap perkembangan Gresik menjadi lebih baik. “Hal tersebut tentu wajib untuk terus diasah. Salah satunya dengan mengikuti kompetisi jurnalistik seperti yang dilakukan PWI Gresik,”tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi I DPRD Gresik, M. Zaifuddin. Menurutnya, para anak muda di era perkembangan teknologi sekarang memiliki kesempatan yang lebih terbuka. Yaitu dengan ikut menyampaikan aspirasi masyarakat. “Juga bisa terlibat untuk menyampaikan inovasi yang sudah dilakukan pemerintah kepada masyarakat awam,” jelasnya.

Program pemerintah salah satunya adalah mendorong sektor UMKM agar lebih berkembang. Dan, permasalahan yang sering dialami oleh para pelaku usaha yakni dalam hal administrasi maupun publikasi promosi. “Dengan kecakapan pelajar tentang media sosial. Tentu sangat membantu untuk pengembangan usaha,”tambah Anggota DPRD Lutfi Dhawam. (yad)

Asah Kemampuan, Finalis Lomba Live Report PWI Gresik Dialog Bersama Ketua DPRD Selengkapnya