Rebo Wekasan di Telaga Sumber, Peninggalan Sunan Giri, Bupati Gresik Ajak Masyarakat Rawat Tradisi dan Perkuat Kerukunan

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menghadiri rangkaian tradisi Rebo Wekasan yang digelar masyarakat Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Tradisi Rebo Wekasan atau Rabu Pungkasan (terakhir) di bulan Safar 1448 Hijriah dipusatkan di kawasan Telaga Sumber ( salah satu telaga peninggalan Sunan Giri atau Muhammad Ainul Yaqin) di Dusun Sumber, Desa Kembangan tersebut diikuti ratusan warga. Warga tumplek-blek untuk doa bersama untuk memohon kesehatan, keselamatan, kelancaran rezeki, dan keberkahan. 

Selain Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani,  kegiatan rutin tahunan sebagai wujud wujud rasa syukur kepada sang Khaliq dihadiri Kepala Desa Kembangan Ngadimin, Forkopimcam Kebomas, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kiai, serta sejumlah unsur masyarakat. Salah satu ulama yang hadir sekaligus memberikan tausiah adalah KH Ahmad Zakaria Al-Anshori.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang hingga kini konsisten menjaga tradisi Rebo Wekasan secara turun-temurun. Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta meningkatkan kerukunan di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT. Pagi ini kita semua diberikan kesehatan sehingga dapat hadir bersama dalam majelis Rebo Wekasan, Rabu terakhir,” ujar Bupati Gresik.

Bupati menjelaskan bahwa pelestarian tradisi dapat dilakukan melalui berbagai bentuk kegiatan yang disesuaikan dengan karakter dan kearifan lokal masing-masing wilayah. Di Dusun Sumber, rangkaian Rebo Wekasan diisi dengan Mahalul Qiyam, doa bersama, serta kegiatan keagamaan lainnya.

“Macam-macam cara merawat tradisi. Di Sumber tadi ada Mahalul Qiyam bersama panitia dan adik-adik. Di Suci juga macam-macam. Alhamdulillah, tujuannya satu, mudah-mudahan kita semua mendapatkan rida Allah SWT,” tutur Gus Yani. 

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa doa  dan selamatan dalam tradisi Rebo Wekasan dapat menjadi momentum untuk bermunajat kepada Allah SWT, memohon ampunan, serta mendoakan keluarga dan seluruh masyarakat. “Yang sakit mudah-mudahan mendapatkan kesembuhan. Yang rezekinya mampet, mudah-mudahan dibukakan oleh Allah rezeki yang barokah,” katanya.

Selain pelestarian budaya, Bupati Gresik juga mengajak masyarakat Desa Kembangan untuk terus menjaga kerukunan, saling mendukung, dan memperkuat semangat gotong royong.

Menurutnya, semangat kebersamaan perlu terus dibangun melalui berbagai kegiatan masyarakat, termasuk rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang biasanya diisi dengan berbagai kegiatan dan perlombaan.

“Mudah-mudahan Desa Kembangan rukun semuanya, saling support dan gotong royong. Biasanya kalau 17-an banyak lomba. Mudah-mudahan lomba-lomba dan kegiatan seperti ini bisa mengguyubkan semangat gotong royong,” ungkapnya.

Sementara itu, Telaga Sumber yang menjadi lokasi pelaksanaan Rebo Wekasan memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal bagi masyarakat setempat. Telaga yang berada di kawasan Dusun Sumber tersebut secara turun-temurun dimanfaatkan warga untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kebutuhan air hingga mendukung pengairan pertanian masyarakat sekitar.

Rangkaian kegiatan Rebo Wekasan juga diisi dengan tausiah oleh KH Ahmad Zakaria Al-Anshori. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pesan keagamaan mengenai pentingnya ikhtiar dalam meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, sekaligus mengajak masyarakat memperbanyak doa dan selawat.

Salah satu rangkaian yang dilakukan adalah pembacaan Sholawat Tibbil Qulub sebagai bagian dari ikhtiar dan doa untuk kesehatan serta kebaikan bersama.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan santunan dan makan bersama. Momentum tersebut menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat Desa Kembangan.

Selain rangkaian doa dan selamatan, Panitia Sedekah Bumi Dusun Sumber, Desa Kembangan, juga menghadirkan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Jimat Layang Kalimosodo” di halaman Telaga Sumber. Pagelaran tersebut menjadi bagian dari rangkaian Sedekah Bumi sekaligus bentuk upaya masyarakat dalam melestarikan seni dan kebudayaan lokal.

Melalui pelaksanaan Rebo Wekasan dan Sedekah Bumi, masyarakat Desa Kembangan menunjukkan bahwa pelestarian tradisi dan kebudayaan lokal dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai keagamaan. Pemerintah Kabupaten Gresik terus mendorong agar kearifan lokal tetap terjaga sebagai bagian dari identitas masyarakat, sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, kerukunan, dan semangat gotong royong. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Rebo Wekasan di Telaga Sumber, Peninggalan Sunan Giri, Bupati Gresik Ajak Masyarakat Rawat Tradisi dan Perkuat Kerukunan Selengkapnya

Kementerian Kebudayaan Menetapkan Kupat Keteg, Rebowekasan, Malam Selawe, Pasar Bandeng hingga Pencak Macan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

GRESIK,1minute.id – Kementerian Kebudayaan menetapkan Ketupat Keteg ; Malem Selawe , Rebowekasan, Pasar Bandeng, hingga Pencak Macan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI).

Sertifikat WBTB diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif pada acara penyerahan apresiasi pelaku budaya, tambahan honorarium juru pelihara dan sertifikat WBTB yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disaprbud) Jawa Timur di Taman Krida Budaya Kota Malang pada Minggu, 22 Februari 2026.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam proses penetapan Kupat Keteg, Rebowekasan, Pasar Bandeng, Malem Selawe hingga Pencak Macan sebagai WBTBI.

Wabup  mengungkapkan, penetapan WBTB ini bukan hanya kebanggaan bagi kita, tetapi juga tanggung jawab besar. Dukungan dari semua elemen masyarakat sangat penting untuk memastikan warisan ini tetap hidup dan berkembang di tengah kemajuan zaman. “Penetapan ini juga menunjukkan betapa kaya dan beragamnya budaya, maupun kuliner khas yang ada di Kabupaten Gresik,” ungkap dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia juga menekankan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini. Ia berharap dunia pendidikan dapat mengambil peran aktif dalam mengenalkan sejarah, makna, dan filosofi tradisi kepada generasi muda.

“Dengan ditetapkannya tradisi dan kuliner Gresik ini diharapkan semakin dikenal luas dan tetap lestari sebagai bagian penting dari identitas Gresik, Jawa Timur dan Indonesia,” pungkasnya.

Momentum tersebut bukan sekadar seremoni administratif. Di hadapan kepala daerah, budayawan, seniman, dan tokoh masyarakat yang hadir, Gubernur Jatim Khofifah menegaskan bahwa status WBTBI merupakan amanah moral untuk menjaga keberlangsungan tradisi agar tidak tergerus zaman.

“Warisan budaya tak benda adalah roh dari peradaban kita. Ia membentuk karakter, memperkuat identitas, dan menjadi penuntun arah pembangunan,” tegasnya. Pihaknya mendorong agar sektor kebudayaan ditempatkan sebagai bagian strategis dalam pembangunan daerah. Menurut Khofifah, Potensinya tidak hanya pada aspek pelestarian, tetapi juga dalam mendorong pariwisata, memperkuat ekonomi kreatif. Hingga memperluas diplomasi budaya di tingkat nasional dan internasional.

“Pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku seni, dan generasi muda agar pelestarian budaya tidak berhenti pada simbol, melainkan terus berkembang melalui inovasi kreatif yang tetap berakar pada nilai tradisi,” tandasnya. 

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga mengumumkan kenaikan signifikan pada tunjangan kehormatan bagi para juru pelihara cagar budaya di Jawa Timur. Apresiasi yang diberikan tahun ini oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur meningkat dua kali lipat dibanding sebelumnya. 

Seniman dan pelaku budaya yang semula menerima Rp 500 ribu kini mendapatkan Rp1 jutq. Kenaikan lebih besar menyasar tunjangan operasional juru pelihara cagar budaya, yang melonjak dari Rp550 ribu menjadi Rp 1,5 juta. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kementerian Kebudayaan Menetapkan Kupat Keteg, Rebowekasan, Malam Selawe, Pasar Bandeng hingga Pencak Macan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Selengkapnya

Tradisi Rabu Wekasan, Warga Desa Kembangan Nguri-uri Budaya di Telaga Sumber yang Dibangun Sunan Giri

GRESIK,1minute.id – Telaga Sumber di Dusun Sumber, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik lebih ramai dari biasanya pada Rabu, 13 September 2023. Lokasi tepatnya telaga peninggalan Kanjeng Sunan Giri pada 1479 Masehi itu dalam kompleks Masjid Agung Gresik (MAG). Sejak dibangun 544 tahun silam oleh Sunan Giri, air telaga itu tidak pernah Sat alias kering meski di musim kemarau. 

Warga memanfaatkan air telaga itu untuk mandi, dan air minum. Air telaga itu juga untuk irigasi pertanian warga sekitar. Ratusan warga Desa Kembangan memadati area telaga itu untuk menggelar tradisi Rabo Wekasan. Rabu Wekasan atau Rabu terakhir di bulan Safar tahun ini bertepatan 13 September 2023. Ratusan warga tersebut menggelar doa dan selamatan sebagai rasa syukur telah mendapatkan rezeki, kesehatan dan keselamatan.

Tradisi Doa dan Selamatan pada Rabu Wekasan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Kepala Desa Kembangan Ngadimin serta Forkopimcam Kebomas, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Antara lain, KH Ahmad Zakaria Al Ansori.

Pada kesempatan itu, Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu mengajak warga sekitar untuk  memelihara kebersihan Telaga sumber yang dibuat oleh Kanjeng Sunan Giri tersebut.

“Menurut sejarah, telaga sumber ini merupakan telaga pertama yang dibuat oleh Mbah Kanjeng Sunan Giri sekitar 1479 Masehi. Hingga sekarang telaga sumber ini tidak pernah kering, mari kita jaga agar air dari telaga sumber ini bisa dapat terus dimanfaatkan oleh warga,” harapnya. 

Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah ini mengapresiasi warga Desa Kembangan dalam menjaga tradisi. “Untuk itu, mari kita berdoa dan bersyukur meminta kepada Allah untuk dijauhkan dari bala dan bencana,” katanya.  (yad)

Tradisi Rabu Wekasan, Warga Desa Kembangan Nguri-uri Budaya di Telaga Sumber yang Dibangun Sunan Giri Selengkapnya