Percepatan Administrasi Legalitas Ponpes, Bupati Gresik dan RMI NU Sinergi dengan Kemenag dan BPN Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 170 pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) berkumpul di Ruang Putri Mijil Kompleks Rumah Dinas Bupati Gresik pada Selasa, 28 Juni 2022. Ada apa? 

Ratusan pengurus ponpes di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu menghadiri acara sosialisasi percepatan pengurus izin Ponpes. Administrasi legalitas ponpes. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menginisiasi percepatan administrasi legalitas ratusan ponpes. 

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi pengurus Rabitha Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Gresik berkolaborasi dan menjalin sinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Gresik dan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik. Sosialisasi yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Gresik A.M. Reza Pahlevi berakhir pukul 17.00. Menjelang Maghrib. 

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, kehadiran pengurus Ponpes se-Kabupaten Gresik untuk sosialisasi tahap awal terkait administrasi legalitas pondok pesantren (Ponpes). “Kami bersama RMI NU Gresik menginisiasi, sinergitas antarlembaga,”kata Fandi Akhmad Yani yang genap berusia 37 tahun pada Selasa, 28 Juni 2022 ini.

Lembaga yang terlibat adalah Kementerian Agama (Kemenag)  Gresik,  Badan Pertanahan Nasional (BPN)  Gresik dan Pemkab Gresik. “Kami bersama-sama, berkolaborasi dengan tujuan penertiban perizinan di Ponpes,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Ia mencontohkan, BPN terkait dengan yayasan wakaf. “Wakaf yang menjadi aset yayasan. Ini kita selesaikan,”katanya. Kemudian, Kemenag ada terkait surat izin operasi ponpes.  “Dan di pemerintah daerah terkait dengan NIB (nomor izin berusaha) sampai izin mendirikan bangunan pondok pesantren,”terangnya. 

Untuk percepatan proses administrasi legalitas itu, imbuhnya, Pemkab, Kemenag,  BPN Gresik duduk bersama untuk memberikan ruang kepada ponpes dalam proses pengurusan administrasi legalitas ponpes. (yad)

Percepatan Administrasi Legalitas Ponpes, Bupati Gresik dan RMI NU Sinergi dengan Kemenag dan BPN Gresik Selengkapnya

Wabup Dorong Industri Lebih Sinergi dengan Ponpes dan SMK untuk Mengentas Pengangguran

GRESIK,1minute.id –  PT Smelting membagikan ratusan lemari besi atau loker ke sejumlah pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Manyar, Bungah dan Sidayu. Kegiatan yang mengandeng Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PC RMI NU) Gresik itu dipusatkan di SMK Assa’adah, Kecamatan Bungah pada Rabu, 27 Oktober 2021.

Bantuan loker itu diserahkan oleh Assisten Manager General Affair PT Smelting Indra Junor kepada Ketua PC RMI NU Gresik KH. Ala’uddin dan disaksikan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Wabup Gresik Aminatun Habibah mengharapkan sinergi antara industri dengan pondok pesantren (Ponpes) harus terus dijalin. Apalagi Gresik dikenal sebagai Kota Santri.

“Saya dan Pak Bupati (Fandi Akhmad Yani, Red) berharap dukungan industri bagi sekolah maupun pesantren di Gresik. Baik bantuan program atau sarana pembelajaran untuk kepentingan santri,”ujarnya.  Lebih lanjut, Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah,  juga mendorong adanya perusahaan mampu mengurangi jumlah pengganguran di Gresik.

“Kami berharap industri semakin banyak menyerap tenaga kerja warga Gresik. Dengan begitu diharapkan pula angka pengangguran dapat berkurang dan masyarakat Gresik bisa sejahtera,” harap Wabup.

Indra Junor mengatakan pemberian lemari besi ke pondok pesantren (Ponpes) merupakan bagian dari program CSR perusahaan. “Ada 142 lemari besi bekas karyawan yang kami bagikan,”ujarnya. Ditambahkan Indra, sebelum diberikan kepada ponpes, terlebih dulu lemari besi direkondisi. Sehingga seperti baru. “Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi pondok,”katanya.

Sementara itu, Ketua PC RMI NU Gresik KH. Ala’uddin mengaku senang atas kepedulian Smelting ke sejumlah ponpes di tiga kecamatan. “Nantinya lemari ini dapat dimanfaatkan untuk menyimpan berkas atau barang-barang pondok,”ungkap Gus Ala-panggilan akrab-KH. Ala’uddin didampingi Sekretaris RMI NU Gresik Imam Junaidi. “Kami tentunya berharap, semakin banyak perusahaan yang peduli dengan pondok,” imbuhnya. (yad)

Wabup Dorong Industri Lebih Sinergi dengan Ponpes dan SMK untuk Mengentas Pengangguran Selengkapnya

RMI NU Gresik Ingatkan Santri Patuhi Prokes untuk Jaga Santri, Jaga Kiai


GRESIK,1minute.id – Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri balik ke pondok untuk kembali belajar pada Minggu, 23 Mei 2021. Mereka berangkat dari Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik dengan menumpang empat bus milik Petrokimia Gresik kerjabareng dengan Dinas Perhuhungan Gresik.

Rombongan berangkat dilepas oleh Pengurus Cabang Rabitha Ma’ahd Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Gresik. Sebelum berangkat semua barang bawaan, bodi dan tempat duduk bus dilakukan penyemprotan desinfektan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik. Sehingga, dipastikan tempat duduk dan barang bawaan streril dari kuman.

BERANGKAT : Santri Ponpes Lirboyo Kediri ketika berangkat balik ke pondok dari halaman kantor PCNU Gresik pada Minggu, 23 Mei 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Gresik Muhammad Amri mengatakan, program mengantar santri balik ke pondok ini adalah sebuah inovasi dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. “Selama saya di dishub baru tahun ini ada program mengantar santri untuk balik ke pondok pesantren,”kata Amri dalam sambutannya.

Ketua Bidang Kesehatan PC RMI NU Gresik
dr Heri Munajib mewanti-wanti para santri untuk mematuhi protokol kesehatan. “Patuhi prokes apapun nanti yang diminta Satgas Covid di Lirboyo tolong dipatuhi,”kata Heri.

SEMPROT DESINFEKTAN : Petugas melakukan penyemprotan desinfektan milik santri Ponpes Lirboyo Kediri sebelum masuk bagasi bus yang mengantarkan balik ke pondok pada Minggu, 23 Mei 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Selain itu, dokter Heri meminta santri menjaga kesehatan sesuai dengan aturan pondok. Tetap makan minum sesuai jatah dari pondok.”Intinya jaga kesehatan. Menjaga diri sendiri jaga orang lain wabil khusus menjaga kiai -kiai kita,”tegasnya.

Berdasarkan data RMI Nasional pandemi corona virus disease 2019 warga Nahdliyin telah kehilangan ratusan kiai. “Sampai bulan ini kita telah kehilangan 480 ulama,”ujarnya. “Ayo Jogo Santri, Ayo jogo kiai. Jangan pernah melupakan yang namanya protokol kesehatan Patuhi aturan satgas jangan sampai pondok pesantren menjadi klaster,”imbuh dr Heri lagi. (yad)

RMI NU Gresik Ingatkan Santri Patuhi Prokes untuk Jaga Santri, Jaga Kiai Selengkapnya