Tugas BPD Sosialisasi, Jangan Kaget Ada Petugas Memakai Hazmat Datangi Warga

GRESIK,1minute.id – Tugas kemanusian kini sudah menunggu para pengurus perkumpulan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gresik. Tugas kemanusiaan sehari pascakepengurusan dikukuhkan adalah mensosialisasikan Tracing, Testing & Treatment (3T), salah satu upaya Pemkab Gresik dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Tracing yang dilakukan oleh petugas terdiri dari anggota Babinsa, Bhabinkamtibmas dan bidan desa dilakukan mulai pagi. “Tracing untuk menindaklanjuti terhadap warga yang terpapar sesuai data dari pusat.Biasanya setiap pagi ada update data baru warga baru yang terpapar Covid-19,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani saat mengukuhkan Pengurus Perkumpulan BPD Gresik periode 2021-2026 pada Rabu, 4 Agustus 2021.

Bupati yang juga Komandan Satgas Covid-19 Gresik ditugaskan untuk mengisi data laboratorium jejaring pemeriksaan Covid-19 pada aplikasi New-all Record (NAR). Setiap ada satu warga yang dinyatakan positif Covid, maka tim tracing akan mengambil test swab kepada minimal 15 orang disekitar pasien yang bersangkutan. Selain keluarga, para tetangga dekat serta orang yang telah kontak erat langsung akan diperiksa.

“Tolong para anggota BPD ini ikut mensosialisasikan hal ini kepada seluruh masyarakat. Jangan kaget apabila ada petugas yang berpakaian hazmat lengkap mendatanginya untuk melakukan pemeriksaan pada masyarakat,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Menurut Gus Yani, Dandim 0817 Gresik dan Kapolres Gresik telah menginstruksikan jajaran dibawahkan untuk memperkuat tugas  petugas puskesmas dan bidan desa melakukann 3T ini. Mereka akan dibekali aplikasi Sistem Informasi Pelacakan (SiLacak) yang dikelola Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

Selain itu, tugas kemanusian BPD lainnya adalah sosialisasi dan menghimbau kepada masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman) untuk mau dirujuk ke Gelora Joko Samudro (G-JOS) yang telah ditetapkan sebagai rumah sakit lapangan indoor untuk isolasi terpusat (Isoter). Di G-JOS ini, warga yang terpapar mendapatkan pengawasan dari tenaga kesehatan (nakes) bahkan ada dokter spesialis. Di isoter ini, bila pasien membutuhkan oksigen telah disiapkan. 

“Sampaikan bahwa isolasi terpusat lebih aman dan terkontrol. Semua fasilitas yang dibutuhkan mulai dari oksigen, obat-obatan serta dokter spesialis juga telah disiapkan. Silahkan para BPD bersama semua tokoh masyarakat di desa untuk ikut meyakinkan masyarakat isoman agar mau dibawa ke G-JOS,”tandas Gus Yani. (yad)

Tugas BPD Sosialisasi, Jangan Kaget Ada Petugas Memakai Hazmat Datangi Warga Selengkapnya

Satgas Tanggap Darurat BUMN Suplai 9,9 Ton Oksigen Medis untuk Percepatan Penanganan Covid-19 di Jatim

GRESIK,1minute.id – Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur (Jatim) mengirimkan bantuan 9,9 ton oksigen medis kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk percepatan penanganan pasien Covid-19. 

Secara simbolis bantuan diserahkan Direktur Utama Petrokimia Gresik sekaligus Ketua Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jatim Dwi Satriyo Annurogo kepada Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Jumat, 16 Juli  2021.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bantuan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang mendorong BUMN-BUMN untuk membantu suplai oksigen di sejumlah daerah seiring lonjakan kasus Covid-19.

“Untuk itu, Petrokimia Gresik telah berkoordinasi dengan BUMN lainnya, baik yang berkantor pusat maupun memiliki kantor perwakilan di Jatim untuk membantu suplai oksigen melalui Pemprov Jatim, mengingat kebutuhannya sangat mendesak,”ujarnya melalui siaran pers diterima  1minute.id pada Sabtu, 17 Juli 2021.

Seperti diketahui, oksigen medis merupakan kebutuhan vital untuk penanganan pasien Covid-19 dengan gejala sedang hingga berat, terutama pasien dengan saturasi oksigen di bawah standar yang telah ditetapkan. “Karena kebutuhan yang mendesak, kami kirim 9,9 ton terlebih dahulu dan ke depan akan kami lanjutkan,”imbuh Dwi Satriyo.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa mulai Agustus mendatang, Petrokimia Gresik akan mengoperasikan kembali unit produksi oksigen yang telah lama tidak beroperasi dengan kapasitas 23 ton liquid oksigen per hari untuk membantu suplai oksigen di Jatim.

Terakhir, Dwi Satriyo menegaskan bahwa Petrokimia Gresik bersama anggota Satgas Bencana Nasional BUMN Wilayah Jatim akan terus berupaya membantu pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19, dalam hal ini dengan mencari source oksigen sebanyak-banyaknya. “Secara prinsip kami siap mendukung pemerintah dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di Jawa Timur pada khususnya dan di berbagai daerah pada umumnya,”tandas Dwi Satriyo.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi inisiatif BUMN di wilayah Jatim dalam membantu penanganan pasien Covid-19 melalui bantuan oksigen ini. Ia mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim akan membuka layanan pengisian oksigen gratis di tiga titik bagi masyarakat yang sedang melakukan isoman maupun yang berada di ambulans. 

“Jika kita mendapatkan support baru, kita akan berikhtiar untuk mengembangkan pelayanan pengisian oksigen gratis di daerah lainnya,” tandasnya.(yad)

Satgas Tanggap Darurat BUMN Suplai 9,9 Ton Oksigen Medis untuk Percepatan Penanganan Covid-19 di Jatim Selengkapnya
https://www.1minute.id/wp-content/uploads/2021/06/2206_pemakaman_covid.jpg

Perketat PPKM skala Mikro hingga Awasi Proses Pemakaman Warga

GRESIK, 1minute.id – Operasi yustisi penegakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala Mikro semakin diintensifkan. Tujuannya, mengingatkan masyarakat tentang  bahaya virus asal Wuhan, Tiongkok itu masih mengancam kesehatan hingga merengut nyawa manusia. 

Pengawasan ketat PPKM skala Mikro diantaranya dilakukan oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, Trantib dan Tenaga Kesehatan di Kecamatan Manyar pada Selasa, 22 Juni 2021. Sambil membawa megaphone petugas gabungan tidak hanya keliling melakukan pengawasan di tempat berpotensi menimbulkan kerumunan massa. 

Pengawasan dilakukan petugas gabungan itu, mulai dari warung kopi hingga proses pemakaman warga mereka. Petugas gabungan ikut turun ke pemakaman memastikan standar protokol kesehatan diterapkan.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak kendor menerapkan disiplin protokol kesehatan di setiap aktifitas sehari-hari,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto pada Selasa, 22 Juni 2021.

Merebaknya kembali wabah corona virus disease 2019 ini ditengarai menurunnya kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi prokes. Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak serta prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). “Kami tidak akan pernah bosan mengimbau agar jangan sampai abai prokes,”tegas alumnus Akpol 2021 itu.

Sementara itu, Satgas Covid-19 Gresik merilis perkembangan data baru kasus di Kota Santri ini. Berdasarkan data itu, terjadi penambahan kasus baru berjumlah 16 kasus sehingga terakumulasi menjadi 5.829 kasus. Sedangkan, kasus sembuh hanya bertambah 9 kasus menjadi 5.340 kasus, isolasi 129 kasus dan meninggal 360 kasus. (yad)

Perketat PPKM skala Mikro hingga Awasi Proses Pemakaman Warga Selengkapnya

Potensi Ledakan Kasus Baru, Satgas Covid-19 Gresik Sepakat Perketat PPKM Mikro


GRESIK,1minute.id – Ayo rek patuhi prokes. Sebab, corona virus disease 2019 belum berakhir. Bahkan,  sekarang mengalami tren peningkatan. Dalam rapat evaluasi penanganan wabah berasal dari Wuhan, Tiongkok itu terungkap jumlah kasus konfirmasi lebih banyak dari kasus sembuh. Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik masih berstatus zona oranye.

Data Satgas Covid-19 Gresik mencatat periode 15 – 31 Mei 2021 terjadi penambahan 57 kasus, dan 59 sembuh serta 2 meninggal dunia.Kemudian, periode 1-15 Juni 2021, pascalebaran Idul Fitri jumlah bertambah 87 kasus dan 58 sembuh meninggal 3 orang. Kurun waktu dua bulan, Mei dan Juni 2021 penambahan 144 kasus, dan 117 sembuh serta meninggal 5 orang.

Jumlah kasus Covid-19 berpotensi membludak karena sejumlah kabupaten di sekitar Gresik antara lain Lamongan dan Madura terjadi ledakan Covid-19 ini. 

Dalam rapat evaluasi itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kejari Gresik Heru Winoto, dan  Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir sepakat dilakukan pengetatan mobilitas warga untuk melindungi masyarakat Kota Santri ini. Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro akan semakin diintensifkan.

Diantaranya, pengetatan mobilitas di kawasan pesisir Gresik, mulai dari Mengare, Bungah hingga pesisir Lumpur dan Kroman. Keduanya di Kecamatan Gresik. “Ketika Surabaya melakukan penyekatan. Mobilitas warga kabupaten Madura melakukan perjalanan lewat lewat laut. Harus dilakukan pengetatan,”tegas Bupati Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 16 Juni 2021.

Dia merujuk adanya dua tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Cerme yang terpapar virus corona. Nakes di  Puskesmas itu menerima tamu dari Bangkalan, Madura. 

Selain kawasan pesisir, Pemkab Gresik, akan melakukan evaluasi tempat-tempat pariwisata. Apalagi, dalam waktu dekat memasuki libur sekolah dan hari raya Idul Adha. Di dua momen itu, akan berpotensi menimbulkan kerumunan massa. 

“Apalagi saat ini, mulai dirasakan kedisplinan masyarakat mematuhi prokes cenderung menurun. Saya meminta kepada semua pihak untuk tidak kendur melakukan sosialisasi kepada masyarakat,”harapnya.

Keberadaan warung kopi yang buka 24 jam juga turut disorot dalam evaluasi penanganan Covid-19 yang diikuti Camat, Kapolsek dan Danramil se-Gresik. Apalagi, saat ini demam Piala Eropa (Euro). Gus Yani meminta penerapan PPKM Mikro untuk semakin giat mengingatkan kepada masyarakat di tingkat desa sampai rukun tetangga meminta para pemilik warung membatasi jam bukanya, tidak lagi 24 jam.

“Biar masyarakat menonton bola di rumah sehingga tidak berpotensi menimbulkan kerumunan,”tegasnya. Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail lebih menyoroti terkait penambahan kasus Covid-19 yang dianggap mengkhawatirkan itu. Sebab, angka penambahan kasus baru lebih tinggi dari kasus sembuh. “Harapan Saya, 3 pilar terus sosialisasi.Masker menjadi tradisi gaya hidup,”kata Letkol Taufik Ismail. (yad)

Potensi Ledakan Kasus Baru, Satgas Covid-19 Gresik Sepakat Perketat PPKM Mikro Selengkapnya

Komandan Satgas Covid-19 Gresik Bolehkan Salat Idul Fitri, Asalkan…?

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memperbolehkan masyarakat dan takmir masjid menggelar Salat Idul Fitri 1442 Hijriah. Syaratnya, mematuhi protokol kesehatan. Dalam pelaksanaan berorientasi pada Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di tiap desa, RW dan RT.

Hal itu diungkapkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat memimpin rapat koordinasi yang membahas pembatasan Buka puasa bersama dan peniadaan Halal Bihalal untuk Pejabat dan ASN di Ruang Mandala Bakti Prajapada Senin, 10 Mei 2021.

“Salat Id bisa dilaksanakan bila wilayah desa, RW, RT setempat tidak masuk zonasi merah. Untuk pelaksanaan salat di suatu ruangan masjid dan musalah jumlah jamaah hanya setengah dari kapasitas ruangan masjid,”kata komandan Satgas Covid-19 Gresik ini.

Rakor dihadiri Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah beserta seluruh anggota Forkopimda Gresik, perwakilan dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, LDII, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik sebagai tindak lanjut dari hasil rapat yang diikuti oleh Bupati Gresik bersama Gubernur Jawa Timur pada Minggu malam, 9 Mei 2021. 

Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani meminta kepada seluruh camat serta pimpinan ormas yang hadir untuk mensosialisasikan kepada seluruh takmir yang ada di wilayahnya agar hal ini bisa dilaksanakan mengingat waktunya sudah mendesak.

“Agar tidak terkonsentrasi di satu masjid besar, kami mohon agar Salat Id dilaksanakan di seluruh musala dan lapangan yang ada di wilayah setempat. Yang penting hindari kerumunan,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Gus Yani juga meminta agar tidak terjadi kerumunan jamaah membawa plastik untuk tempat sandal. Selain itu, berdasarkan hasil rapat bersama Gubernur, khutbah salat Idul Fitri tidak lebih 7 menit dan membaca surat-surat pendek.

Bupati juga melarang halal bihalal dan open house bagi pejabat dan ASN. Takbir keliling juga dilarang dan diarahkan untuk bertakbiran di masjid atau musala. (yad)

Komandan Satgas Covid-19 Gresik Bolehkan Salat Idul Fitri, Asalkan…? Selengkapnya

Pantau PTM, Satgas Covid Balongpanggang Blusukan ke Sekolah

GRESIK,1minute.id – Petugas dari TNI, Polri dan Linmas blusukan ke sekolah. Satgas Covid-19 Kecamatan Balongpanggang itu mendatangi SMA Negeri 1 Balongpanggang untuk memantau protokol kesehatan Pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah itu.

Terlihat hadir diantara Camat Balongpanggang M Jusuf Ansyori, Kapolsek Balongpanggang AKP Tulus, bersama Personil dan Koramil Balongpanggang. Mereka ditemui Kepala SMAN 1 Balongpanggang dan Kepala UPT Puskesmas Dapet Kecamatan Balongpanggang dr Masrizal Khilda Taba. Puluhan siswa kelas XI yang masuk sekolah. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Balongpanggang AKP Tulus mengatakan kehadiran Satgas Covid-19 masuk sekolah itu selain memantau prokes juga memberikan sosialisasi kepada guru dan siswa untuk disiplin mematuhi prokes Covid-19.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melakukan pencegahan Covid-19 di Kecamatan Balongpanggang khususnya di lingkungan SMA Negeri Balongpanggang. Sehingga dengan pemberlakuan pembelajaran tatap muka dapat berjalan dengan aman dan lancar dimasa Pandemi Covid- 19,”kata AKP Tulus pada Jumat, 30 April 2021.

Sementara itu, update data Covid-19 per 30 April 2021 terjadi penambahan 4 kasus konfirmasi terakumulasi menjadi 5.542 kasus. Sembuh tambah dua kasus menjadi 5.137 kasus.

Meninggal dunia 353 orang. Berdasarkan data sebaran Covid-19 di Balongpanggang terakumulasi 151 kasus. Selain itu, Balongpanggang tercatat menjadi salah satu munculnya klaster di Gresik yakni  Pasar Balongpanggang. (yad)

Pantau PTM, Satgas Covid Balongpanggang Blusukan ke Sekolah Selengkapnya

Petrokimia Gresik, Satgas Covid-19 BUMN di Jatim, Buka Layanan SVB Targetkan 5 Ribu Vaksin Sehari

GRESIK,1minute.id – Sentra Vaksinasi Bersama (SVB) BUMN untuk Wilayah Jawa Timur resmi dibuka oleh Menteri BUMN Erick Thohir di Kompleks Grand City Mall Surabaya pada Minggu, 28 Maret 2021.

Dengan dibukanya SVB Jatim, maka total sudah empat titik SVB BUMN di Indonesia. Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia sekaligus Koordinator Satgas Tanggap Covid-19 BUMN Jawa Timur.

Tiga SVB lainnya diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta ; Lapangan Tennis Indoor Jakarta; dan di Semarang.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan program SVB BUMN, sebagai komitmen  dukungan untuk mempercepat vaksinasi di kota besar. Kota yang jumlah penduduknya besar. Program ini didukung oleh Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota, serta perusahaan BUMN yang ada di wilayah setempat.

Ia pun mendorong agar semua perusahaan BUMN menjadi pioner untuk melakukan vaksinasi kepada lansia di lingkungan BUMN dan juga masyarakat. Hal ini akan memacu sektor-sektor industri lain, baik swasta dan milik pemerintah dalam meningkatkan kepedulian akan kesehatan lansia di lingkungannya, serta untuk menumbuhkan produktivitas demi perbaikan pertumbuhan ekonomi di masa pandemi.

“Kami menargetkan Sentra Vaksinasi Bersama di Surabaya ini bisa melakukan vaksinasi 5.000 orang dalam sehari. Tapi kalau bisa lebih ya Alhamdulillah,”ujarnya.

Staf Khusus III Menteri BUMN sekaligus Ketua Satgas SVB BUMN Arya Sinulingga menambahkan saat ini vaksinasi untuk lansia masih sedikit. Kementerian BUMN menyiapkan SVB agar mereka mendapatkan tempat yang nyaman untuk vaksinasi. Demikian juga untuk pelayan publik bagi karyawan di BUMN.

“Ini merupakan tempat keempat. Berikutnya akan kita bangun di Banyumas dan Bandung. Dengan demikian akan semakin banyak lansia di Pulau Jawa yang mengikuti vaksinasi,”ujar Arya.

Ia mengatakan, vaksinasi merupakan quick wins untuk menyelamatkan Indonesia dari wabah Covid-19.  Akan tetapi, masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan, karena memang obat dari Covid-19 belum ditemukan.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan SVB Jatim ini dibuka bagi lansia dan pelayan publik karyawan BUMN di Jatim. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim memiliki jumlah lansia terbesar ketiga di Indonesia. 

Di awal 2021, terdapat sekitar 4,3 juta warga berusia 60 tahun ke atas di Jatim. Kota Surabaya sendiri menyumbang sekitar 265 ribu lansia. “Layanan SVB Jatim akan berlangsung selama 2 (dua) bulan hingga 28 Mei 2021. Tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang sesuai kebijakan pemerintah,”ujar Dwi Satriyo.

Lebih lanjut Dwi Satriyo menjelaskan Satgas BUMN Jatim telah dibentuk sejak 17 Maret 2020 ini membawahi 14 Rumah sakit (RS) BUMN yang tersebar di 11 kabupaten/kota. Antara lain, Surabaya, Malang, Gresik, Jember, Banyuwangi, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, Kalianget, Kediri, dan Mojokerto.

Satgas BUMN Jatim juga telah membentuk Posko Penanggulangan Covid-19 di 38 titik di seluruh Jatim. Total ada 14 BUMN yang berkantor pusat di Jatim dan 13 BUMN yang berkantor cabang di Jatim yang terlibat langsung dalam Satgas BUMN Jatim.

Sementara jumlah penyaluran bantuan mencapai Rp 34,88 miliar dengan sebaran 57 persen untuk alat kesehatan atau alat pelindung diri (APD), 25 persen untuk sembako, 10 persen untuk obat-obatan, dan 8 persen untuk bantuan lain.

Selain itu, Satgas BUMN Jatim juga telah melaksanakan Program Donor Plasma BUMN untuk Indonesia, dan hingga saat ini telah terdapat 124 pendonor dengan total volume plasma sekitar 49.600 cc.

“Kami siap mendukung pemerintah melalui program-program Kementerian BUMN dalam memerangi Covid-19. Semoga upaya ini dapat mempercepat Indonesia terbebas dari wabah ini,” tutup Dwi Satriyo. (*)

Petrokimia Gresik, Satgas Covid-19 BUMN di Jatim, Buka Layanan SVB Targetkan 5 Ribu Vaksin Sehari Selengkapnya

Pemerintah Perpanjang PPKM Skala Mikro, Bagaimana dengan Jawa Timur?

GRESIK,1minute.id – Jumlah pasien konfirmasi Covid-19 menjalani isolasi mandiri dan perawatan di rumah sakit di Gresik terus berkurang. Bila awal Februari 2021 berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Gresik mencapai 319 kasus. Hari ini, Minggu, 21 Februari 2021 tersisa 121 kasus. 

Artinya kurun waktu 21 hari, berkurang 198 kasus atau 9 – 10 kasus per harinya. Namun, masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik tetap harus waspada dan mematuhi protokol kesehatan (prokes) karena pagebluk coronavirus disease 2019 (Covid-19) belum berakhir. 

Masih merujuk data Satgas Covid-19 Gresik, Minggu hari ini, 21 Februari 2021 terjadi penambahan 9 kasus baru terakumulasi menjadi 5.069 kasus. Sedangkan, kasus sembuh bertambah 19 menjadi 4.609 kasus. Jumlah meninggal terkonfirmasi Corona bertambah 1 menjadi 339 kasus. 

Kondisi itu, membuat pemerintah belum mengendurkan kebijakan pencegahan penularan virus berawal dari Wuhan, Tiongkok itu. Pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dilansir dari detikcom resmi memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala Mikro mulai 23 Februari hingga 8 Maret 2021.

PPKM Mikro pertama berakhir Senin besok, 22 Februari 2021. Apakah Jawa Timur setali tiga uang dengan kebijakan pemerintah pusat memperpanjang PPKM Mikro jilid II akan diputuskan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. 

Sementara itu, anggota Satlantas Polres Gresik semakin masif mengajak pengguna jalan untuk mematuhi prokes. Kegiatan kampanye dan sosialisasi tersebut digelar di 5 titik lokasi. Antara lain,  Pos Lantas Tangguh Semeru Polres Gresik, Simpang 4 Segoromadu, Simpang 4 Kebomas, Simpang 4 Sidomoro, dan Simpang 5 Sukorame.

Kegiatan itu dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto pada Minggu. 21 Februari 2021. Sasaran kegiatan adalah masyarakat atau pengguna jalan yang melintasi di 5 titik lokasi tersebut.

Kegiatan yang dilakukan diantaranya, pembagian nasi bungkus diberikan kepada ojek online, sopir angkutan umum dan masyarakat yang terdampak langsung pandemi Covid-19. Serta pembagian jeruk nipis sebagai salah satu vitamin C secara alami untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasat Lantas AKP Yanto Mulyanto mengatakan Pos Lantas diubah tampilan dan ditambah fungsinya selain untuk memantau arus lalu lintas juga untuk memantau kepatuhan masyarakat dalam mentaati protokol kesehatan. “Sekaligus sebagi media Polri dalam edukasi masyarakat untuk menerapkan 5M mendukung PPKM skala Mikro yang berlaku diwilayah Kabupaten Gresik,”kata AKP Yanto Mulyanto. (*)

Pemerintah Perpanjang PPKM Skala Mikro, Bagaimana dengan Jawa Timur? Selengkapnya

Uangelll Polll Kandana ne, Akhirnya Dibubarkan Satgas Covid

GRESIK, 1minute.id – Gebyar party di Prambanan Cafe dibubarkan tim Satgas Civid-19, Senin 2 November 2020. 
Sebab, pesta menghadirkan tiga orang disjoki itu menabrak protokol kesehatan.

Ketika dibubarkan baru seorang DJ yang tampil. Ratusan pengunjung berjubel di kafe berlokasi di Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Gresik. Sebagian pengunjung meluber ke jalan raya. 

Kapolsek Bungah AKP Sholeh Lukman Hadi mengatakan, pembubaran dilakukan karena tidak mengindahkan protokol kesehatan. “Pengelola kami berikan peringatan keras. Bila melakukan pelanggaran lagi akan diberikan sanksi administratif,”tegasnya. (*)

Uangelll Polll Kandana ne, Akhirnya Dibubarkan Satgas Covid Selengkapnya