Gerak Cepat Quick Wins Kapolri, Polres Gresik Ringkus DC Pinjol Ilegal di Lampung

GRESIK, 1minute.id – Komitmen Quick Wins Kapolri soal pemberantasan pinjol ilegal dibuktikan Polres Gresik. Seorang debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) abal-abal berinisial S (29) ditangkap di Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Lampung.

S ditangkap atas kasus pemerasan melalui media elektronik dengan ancaman penyebaran data pribadi. Satu rekan S berinisial A kini ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

“Viral beberapa hari lalu ada korban datang ke Polsek Manyar saat kami kunjungan, langsung kami tindaklanjuti. Alhamdulillah bisa terungkap dalam waktu singkat, uang sudah dikembalikan ke korban,” ujar Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution di Mapolres Gresik, Rabu, 14 Oktober 2026.

Ramadhan menegaskan, pengungkapan ini merupakan atensi 100 hari kerja Quick Wins Kapolri dalam penanganan penipuan digital dan pinjol ilegal. “Kami berkomitmen akan serius menangani laporan serupa,” kata alumnus Akpol 2006 itu.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Mohammad Prasetyo menjelaskan, tersangka ditangkap di lokasi saat melancarkan aksinya. “Saat penangkapan ada yang melarikan diri, kami tetapkan DPO,” ujar Prasetyo.

Peras Korban Pakai Foto Vulgar Edit KTP

Kasus ini terbongkar berkat keberanian korban berinisial BPS, warga Kecamatan Manyar. Pada 22 September 2026, BPS mendapat teror WhatsApp dari beberapa nomor yang mengaku DC pinjol.

Awalnya BPS ditagih Rp 1,6 juta dari aplikasi Pinjam Amanah yang belum jatuh tempo. Karena takut, ia membayar lunas.

Tak berhenti, pelaku kembali menagih Rp 2,9 juta mengatasnamakan aplikasi Dana Dompet. Padahal BPS tak pernah meminjam di aplikasi tersebut. Pelaku memberi waktu 10 menit dan mengancam menyebar data pribadi.

Karena takut, BPS transfer Rp 2,9 juta via virtual account. Pelaku kembali meminta Rp 3,4 juta lewat VA berbeda. Korban menolak.

Pelaku kemudian mengirim gambar editan: foto korban masuk daftar DPO lengkap dengan foto KTP, serta foto KTP korban yang digabungkan dengan konten pornografi. Ketakutan, BPS melapor ke Polres Gresik. Polisi menyita dua unit handphone milik tersangka.

Bermodus Kelompok, Raup Rp 60 Juta Per Bulan

Hasil penyidikan, S mengaku bekerja dalam kelompok terorganisir. Ada peran pemberi perintah, penagih, hingga pemeras. Data korban berupa foto KTP dan wajah didapat dari AG (DPO).

“Data diduga diperoleh dari sebuah situs berbahasa Mandarin yang memuat data nasabah sejumlah aplikasi pinjol ilegal,” ungkap Prasetyo.

S mengaku beraksi sejak Desember 2025 dengan target 5 orang per hari dan meraup Rp 30 juta hingga Rp 60 juta per bulan. Polisi masih mengembangkan kasus untuk membongkar aliran dana dan sumber data pribadi. Atas perbuatannya, tersangka terancam 6 tahun penjara dan/atau denda kategori V.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengembalikan utuh uang Rp 2,9 juta milik korban. “Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Kapolres dan jajaran Polres Gresik yang cepat dan sigap menangani kasus ini. Uang sudah saya terima utuh,” ucap BPS.

Polres Gresik mengimbau warga tidak panik jika mendapat tagihan dari nomor tak dikenal. Cek tagihan hanya lewat aplikasi resmi, pastikan pinjol legal dan terdaftar di OJK. Jangan asal memberikan foto KTP dan wajah.

Jika diteror, jangan hapus bukti percakapan dan segera lapor ke 110 atau Lapor Cak Rama 081188002006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Gerak Cepat Quick Wins Kapolri, Polres Gresik Ringkus DC Pinjol Ilegal di Lampung Selengkapnya

Cemburu, Perempuan Muda Diduga Habisi Bos Toko Bangunan di Gresik

GRESIK,1minute.id – Satreskrim Polres Gresik menetapkan perempuan berinisial IR sebagai tersangka dugaan pembunuhan. Perempuan muda berusia 22 tahun diamankan polisi di lokasi kejadian di sebuah toko bangunan di Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Tersangka IR pun telah dijebloskan di rumah tahanan (Rutan) Polres Gresik. Kini, penyidik Satreskrim Polres Gresik sedang motif pembunuhan bos toko bangunan berinisial MF, 23 tahun adalah cemburu.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Mohammad Prasetyo mengatakan, penyidik hingga kini masih terus mengembangkan perkara tersebut untuk memastikan rangkaian kejadian serta motif di balik aksi kekerasan tersebut.

“Sampai saat ini kami masih melakukan pengembangan penyidikan. Untuk sementara, pelaku kami duga masih satu orang,” kata AKP Mohammad Prasetyo di Mapolres Gresik pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Selain itu, petugas telah memeriksa enam saksi, penyidik juga telah menerima hasil visum terhadap korban. Dari hasil pemeriksaan medis tersebut ditemukan sejumlah luka akibat kekerasan menggunakan benda tajam.

“Hasil visum terhadap korban yaitu beberapa luka kekerasan benda tajam, di antaranya tiga buah luka iris di kepala dan satu luka bacok,” jelasnya.

Terkait motif, penyidik menduga perkara tersebut dipicu persoalan kecemburuan. Dugaan tersebut masih terus didalami dengan mencocokkan keterangan para saksi, hasil visum, barang bukti, serta fakta-fakta yang ditemukan selama proses penyidikan.

Sebelumnya, kasus tersebut terungkap setelah terduga pelaku menghubungi layanan darurat kepolisian 110 dan melaporkan kejadian yang dialaminya. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan melakukan penanganan bersama Tim Inafis serta Satreskrim Polres Gresik.

Dari informasi yang dihimpun sebelumnya, hubungan korban dan terduga pelaku menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik. Polisi juga menduga persoalan kecemburuan berkaitan dengan hubungan keduanya.

AKP Mohammad Prasetyo menegaskan, proses penyidikan masih berjalan. Polisi akan terus mengembangkan keterangan yang diperoleh untuk mengungkap perkara tersebut secara utuh.

“Kami masih melakukan pendalaman dan pengembangan penyidikan,” tegasnya.

Polres Gresik mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi berkaitan dengan tindak pidana untuk segera melaporkannya kepada kepolisian melalui layanan Call Center 110.

Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan melalui layanan Lapor Cak Rama Polres Gresik melalui WhatsApp di nomor 0811-8800-2006. Layanan tersebut menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi maupun laporan terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Cemburu, Perempuan Muda Diduga Habisi Bos Toko Bangunan di Gresik Selengkapnya

Bos Toko Bangunan di Gresik Ditemukan Tewas, Polisi Amankan Perempuan 22 Tahun, Dalami Motif

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menangkap seorang perempuan di Jalan Raya Beji, Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 3 Oktober 2026. 

Perempuan muda berusia 22 tahun itu diduga pelaku pembunuhan bos toko bangunan di desa itu. Pemuda berinisial MF, 23 tahun itu ditemukan tewas di tokonya pukul 08.00 WIB. 

Kini, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap terduga pelaku. Motif juga dialaminya. Bos toko bangunan itu ditemukan tewas dari laporan call center Polri 110. 

Anggota reskrim Polsek Menganti bersama Satreskrim Polres Gresik kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan perempuan berinisial IR  Warga sudah berjubel di lokasi. 

Dalam penanganan awal tersebut, polisi juga mengamankan seorang perempuan berinisial IR, 22 tahun yang berada di lokasi kejadian.

Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gresik selanjutnya melakukan olah TKP, dokumentasi, serta mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Mohammad Prasetyo mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian tersebut.

“Seorang perempuan sudah kami amankan. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik untuk mendalami peristiwa yang terjadi,” kata Prasetyo pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Polisi juga masih meminta keterangan dari sejumlah saksi serta melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti yang telah diamankan dari TKP. Sejumlah barang bukti turut diamankan, diantaranya pakaian korban dan terduga pelaku.

Prasetyo menegaskan, penyidik masih melakukan pendalaman dan belum menyampaikan kesimpulan terkait motif maupun rangkaian lengkap perkara tersebut.

“Untuk motif dan rangkaian kejadian secara keseluruhan masih kami dalami. Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi maupun barang bukti yang ada,” ujarnya.

Peristiwa tersebut bermula dari laporan yang diterima melalui layanan Call Center Polri 110. Layanan 110 merupakan kanal resmi Polri yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan laporan atau pengaduan terkait kejadian darurat maupun tindak kejahatan.

Selain 110, masyarakat di wilayah Gresik juga dapat menyampaikan laporan melalui layanan Lapor Kapolres Gresik (Cak Rama) melalui WhatsApp di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bos Toko Bangunan di Gresik Ditemukan Tewas, Polisi Amankan Perempuan 22 Tahun, Dalami Motif Selengkapnya

Kapolres Gresik Kembalikan Motor Curian ke Korban Gratis, Residivis Curanmor Ditembak

GRESIK,1minute.id – Sepak terjang duo residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial SH, 24 tahun dan MP, 23, tahun terhenti sementara waktu. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik memberikan hadiah timah kepada terduga pelaku curanmor yang beraksi di enam tempat kejadian perkara (TKP) itu. Semuanya di wilayah hukum Polres Gresik.

“Mereka ketika ditangkap melakukan perlawanan sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur,” kata Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution saat konferensi pers di Mapolres Gresik pada Selasa, 29 September 2026.

Kedua pelaku curanmor asal Surabaya itu ditangkap di Jalan Usman Sadar, Gresik pukul 13.30 WIB. Mereka beraksi di sebuah minimarket waralaba di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas pukul 10.30 WIB. 3 jam pascaberaksi.

“Penangkapan terhadap kedua terduga pelaku tidak lebih dari 24 jam,” imbuh AKBP Ramadhan didampingi Kasatreskrim AKP Mohammad Prasetyo dan Kasi Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza.

Barang bukti yang diamankan, yakni : delapan mata kunci, dua kunci L, satu magnet, satu kunci pas ring, tiga kunci motor yang diduga palsu, satu unit Honda Beat milik Amelia, satu unit Honda Beat Street yang digunakan sebagai sarana, dua telepon seluler, jaket, topi, helm, serta rekaman CCTV.

Hasil pengembangan, keduanya mengaku beraksi di enam tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah hukum Polres Gresik, yakni:

1. Minimarket Randuagung – Honda Beat hitam

2. Minimarket depan Kecamatan Kebomas – Honda Scoopy abu-abu

3. Toko di Jalan Sunan Giri, Kebomas – Honda Scoopy putih

4. Minimarket Jalan Jawa, GKB – Honda Beat merah-hitam

5. Toko elektronik Jalan Panglima Sudirman – Honda Beat abu-abu

6. Toko roti GKB – Honda Vario hitam

Lima dari enam motor hasil curian diduga telah dijual. “Kami terus melakukan pengembangan untuk mencari motor para korban tersebut,” tegas AKBP Ramadhan Nasution. 

Satu motor milik korban Amelia berhasil diamankan dan langsung dikembalikan.

Amelia menceritakan motornya raib saat belanja di minimarket Jalan Wahidin pada Jumat, 26 September 2026, sekitar pukul 10.50 WIB. Padahal stang sudah terkunci dan lubang kunci tertutup. Hanya 20 menit ditinggal, motornya hilang.

“Saya tidak menyangka polisi bisa cepat menangkap pelakunya dan menemukan motor saya. Terima kasih Polres Gresik,” ujar Amelia.

Ia pun mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepolisian. “Terimakasih Polres Gresik sudah berhasil dengan cepat menangkap pelaku dan menemukan motor saya dan mohon hati hati dalam parkir ganda Karena saya juga saya kunci tapi masih berhasil dicuri, semoga Polres Gresik dalam keadaan kesehatan,” tegasnya.

Polisi Kembalikan 4 Motor Korban Lain

Selain kasus tersebut, Kapolres juga mengembalikan empat sepeda motor hasil ungkap kasus curanmor lain di wilayah Balongpanggang, Kedamean, Panceng, dan Kebomas kepada pemiliknya secara gratis.

“Kami Asnan, Khoirul, Masyidul, Mohamad Shodiq mengucapkan terimakasih jajaran kepolisian resor Gresik sudah berhasil dan sukses menangkap pelaku serta mengembalikan motor kami. Alhamdulillah kendaraan kami bisa digunakan untuk kerja, sepeda motor dikembalikan secara gratis,” katanya. 

Kapolres mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat parkir di tempat umum. “Masyarakat yang memarkirkan kendaraan di tempat umum diharapkan memastikan kendaraan telah dikunci dengan baik dan tidak meninggalkan barang berharga,” kata alumnus Akpol 2006 itu.

Jika menjadi korban atau mengetahui tindak curanmor, warga diminta segera melapor ke hotline 110 atau Lapor Kapolres Gresik (Cak Rama) di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik Kembalikan Motor Curian ke Korban Gratis, Residivis Curanmor Ditembak Selengkapnya

Bertambah, Penyidik Satreskrim Polres Gresik Tetapkan Oknum ASN Pemkab Gresik Tersangka Dugaan Penipuan dan Pemalsuan SK PNS/PPPK Gresik

GRESIK,1minute.id – Tersangka dugaan penipuan dan pemalsuan SK PNS dan PPPK Pemerintah Kabupaten Gresik bertambah satu menjadi dua orang. Tersangka baru itu, berinisial A.P, 56 tahun. Oknum aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Pemkab Gresik ini diduga  berperan membantu aksi penipuan dengan meyakinkan para korban bahwa mereka dapat diloloskan menjadi PPPK melalui jalur tidak resmi.

Tersangka sebelumnya adalah Antoni, 45, pegawai pecatan di Pemkab Gresik saat ini dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Gresik. Dalam perkara ini, Antoni kepada penyidik di Kepolisian Resor Gresik mengaku mengantongi uang hasil kejahatan sebesar Rp 1,5 miliar. 

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya membenarkan adanya tersangka baru itu. Perwira tiga balok itu mengatakan, tersangka berinisial AP, 56, warga Kabupaten Lamongan yang bekerja sebagai staf di lingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik. Peran tersangka A.P membantu aksi penipuan dengan meyakinkan para korban bahwa mereka dapat diloloskan menjadi PPPK melalui jalur tidak resmi

“Dalam penyelidikan terungkap bahwa AP memperkenalkan para korban kepada seseorang bernama Antoni, yang sebelumnya telah mengaku memiliki akses untuk meloloskan peserta seleksi PPPK dengan imbalan sejumlah uang,” kata AKP Arya Widjaya ketika ditanya wartawan di Mapolres Gresik pada Jumat, 10 Juli 2026.

Arya didampingi Kanit Tipidek Satreskrim Polres Gresik Iptu Komang Andhika, Kasi Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza melanjutkan tersangka A.P tidak hanya mempertemukan korban dengan pelaku utama, tetapi juga terus meyakinkan korban bahwa proses pengurusan PPPK sedang berjalan sehingga korban tetap percaya dan tidak segera meminta uangnya kembali.

Dalam penyidikan, Satreskrim Polres Gresik telah memeriksa sebanyak 20 orang saksi. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa rekening koran, enam lembar salinan legalisir surat keputusan (SK) yang diduga palsu, serta percakapan WhatsApp antara tersangka dengan para korban.

Berdasarkan hasil penyidikan, AP diduga memberikan kesempatan, sarana, serta keterangan yang mempermudah tindak pidana penipuan sehingga dijerat sebagai pembantu tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 492 KUHP juncto Pasal 21 ayat (1) huruf a dan b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Nasional.

Polres Gresik juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku mampu meloloskan seseorang menjadi PPPK maupun PNS dengan meminta imbalan uang. “Apabila menemukan praktik serupa, masyarakat diminta segera melapor kepada kepolisian,” tegas AKP Arya Widjaya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bertambah, Penyidik Satreskrim Polres Gresik Tetapkan Oknum ASN Pemkab Gresik Tersangka Dugaan Penipuan dan Pemalsuan SK PNS/PPPK Gresik Selengkapnya

Buronan Spesialis Pembobol Bengkel Motor Antarprovinsi Dibekuk Polres Gresik di Badung, Bali

GRESIK,1minute.id – Dua buronan spesialis pembobolan rumah antar provinsi  di ringkus Polres Gresik di Badung, Bali. Duo pelaku itu berinisial MY, 52 ; dan HR, 49. Keduanya warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Dua tersangka ini diburu oleh Unit Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polres Gresik karena ditengarai telah “menggerayangi” rumah Amanah, 67, warga Jalan J.A. Suprapto, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada Sabtu, 11 Mei 2026 pukul 12.00 WIB. Akibat aksi mereka korban mengalami kerugian Rp 300 juta. 

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya, membenarkan keberhasilan anggotanya mengungkap kasus tersebut. Menurutnya, kedua terduga pelaku kini telah diamankan di Mapolres Gresik untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Kasus ini bermula pada Sabtu, 16 Mei 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Korban, Amanah, 67, warga Jalan J.A. Suprapto, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik, yang juga menjadi lokasi Bengkel Agung Jaya Motor, meninggalkan rumah sejenak untuk mengantar suaminya melaksanakan ibadah salat.

Sepulang dari masjid, korban mendapati jejak kaki asing di dalam rumah hingga kamar tidur. Kecurigaannya semakin kuat saat hendak menyimpan cincin ke dalam loker kamar. Loker tersebut sudah dalam keadaan terbuka dan seluruh barang berharga di dalamnya telah raib digondol pelaku. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp300 juta dan segera melaporkannya ke Polsek Gresik Kota.

Berbekal laporan polisi tersebut, Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik yang dipimpin oleh Kanit Resmob Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan, melakukan penyelidikan intensif. Hasil penelusuran akhirnya mengarah ke Bali setelah polisi memperoleh informasi mengenai keberadaan para pelaku.

Tanpa menunda waktu, tim bergerak menuju Pulau Dewata dan melakukan penyisiran di sejumlah lokasi. Pada Kamis, 25 Juni 2026 sekitar pukul 06.30 WITA, kedua pelaku berhasil diringkus di Jalan Tegal Wangi, Kuta, Kabupaten Badung, tanpa perlawanan. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 477 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

“Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila mengetahui adanya tindak pidana maupun aktivitas yang mencurigakan ke kantor polisi terdekat. Laporan juga dapat disampaikan melalui layanan Hotline 110 maupun WhatsApp di nomor 0811-8800-2006. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Buronan Spesialis Pembobol Bengkel Motor Antarprovinsi Dibekuk Polres Gresik di Badung, Bali Selengkapnya

Satu DPO Anggota Gangster Diantar Ortu Menyerahkan Diri, Kapolres Gresik Warning Tidak Menyembunyikan DPO

GRESIK,1minute.id – Satu dari enam  anggota Gangster yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) akhirnya menyerahkan diri. Ia berinisial DM, 16 tahun. Anak yang berhadapan hukum (ABH) asal Lamongan itu menyerahkan diri ke Mapolres Gresik diantar oleh orang tuanya. 

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik menghimbau lima terduga anggota Gangster yang melakukan pengeroyokan warga di Kecamatan Dukun dan Panceng, Kabupaten Gresik itu untuk mengikuti jejak DM. Sebab, polisi telah mengantongi identitas dan akan melakukan pencarian. “Lebih baik menyerahkan diri daripada nanti kami tangkap. Karena identitas telah kami kantongi,” ujar sumber dikepolisian Resor Gresik. 

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu mengapresiasi langkah keluarga pelaku yang kooperatif menyerahkan anaknya kepada pihak kepolisian. “Kami mengimbau agar seluruh DPO lainnya segera menyerahkan diri secara baik-baik. Saya juga meminta tidak ada pihak yang membantu menyembunyikan ataupun membantu pelarian para DPO,” tegas AKBP Rovan.

Ia menegaskan, pihak kepolisian tidak akan segan melakukan upaya hukum terhadap siapa pun yang terbukti membantu pelarian para pelaku. “Tujuan kita satu, menjaga Kabupaten Gresik tetap aman dan kondusif,” imbuh alumnus Akpol 2006 itu.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga pelaku atas kerja sama yang telah membantu kepolisian. “Kami berterima kasih kepada keluarga atas kerja samanya menyerahkan salah satu DPO. Kami berharap DPO lainnya segera menyerahkan diri. Kami akan kejar sampai dapat,” ujar AKP Arya.

AKP Arya menegaskan bahwa Polres Gresik berkomitmen memastikan wilayahnya tetap aman dan bebas dari gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Sebelumnya, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka yakni ketua gangster berinisial MY, 26, asal Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. MY diberi tindakan tegas terukur karena melawan petugas saat diamankan di tempat pelariannya di Mojokerto.

Kemudian MK, 21, warga Kecamatan Sidayu, Kabupateb Gresik ditangkap di area persawahan Plumpang, Kabupaten Tuban pada dinihari. Terakhir, MS (18) warga Kecamatan Sidayu, diamankan di rumahnya. Selain itu, penyidik telah menetapkan enam terduga pelaku dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni, DM, AZN, AZ, PSH, IPN (eksekutor pembacokan), dan DVD. 

Adapun lima anak di bawah umur yang turut berada dalam rombongan konvoi ditetapkan sebagai saksi. Mereka dikenai sanksi pembinaan berupa wajib lapor serta kerja bakti setiap hari Sabtu selama dua pekan.

Para tersangka dijerat pasal berlapis berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yaitu Pasal 262 tentang kekerasan secara bersama-sama di muka umum, dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun.

Pasal 479 tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman pidana penjara maksimal 9 tahun. Dalam kesempatan itu juga, Polres Gresik meminjampakaikan handphone kepada korban untuk digunakan bekerja. 

Peristiwa bermula pada Minggu dini hari, 4 Januari 2026, sekitar pukul 01.30 WIB. Sekelompok sekitar 20 orang yang mengendarai 12 sepeda motor melakukan konvoi dari arah timur di Jalan Raya Lowayu, Kecamatan Dukun. Dengan membawa senjata tajam berupa celurit sepanjang kurang lebih satu meter yang diseret ke aspal. Rombongan gengster tersebut mengejar korban bernama Eka Adi Pradana, 22, yang tengah berboncengan sepeda motor.

Sekitar pukul 01.43 WIB, mereka menyerang korban lain bernama Ahmad Zaki Syariffudin saat hendak masuk ke warung nasi goreng di Dusun Sono, Desa Ketanen. Korban dikeroyok, dilucuti pakaiannya, serta mengalami perampasan barang berharga. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Satu DPO Anggota Gangster Diantar Ortu Menyerahkan Diri, Kapolres Gresik Warning Tidak Menyembunyikan DPO Selengkapnya

Satrreskrim Polres Gresik Tangkap Terduga Debt Collector Menganiaya Istri & Ibu Debitur Bank Plecit 

GRESIK,1minute.id – Seorang diduga debt collector beraksi di wilayah Desa Indro, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Ia menagih dua debitur yang nunggak pembayaran utang ke bank plecit alias bank thitil alias rentenir dengan cara kekerasan. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik pun turun tangan.

Satuan yang dipimpin oleh AKP Arya Widjaya, Kasatreskrim Polres Gresik itu menangkap pemuda berinisial MMT, 27, di rumah kontrakannya di Perumahan Bhumi Cermai Apsari, Kecamatan Cerme. Pelaku MMT dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. 

Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, didampingi Kanit Resmob Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan menjelaskan,  bahwa insiden bermula pada Sabtu, 27 Desember 2025 sekitar pukul 17.30 WIB. Petang itu, pelaku mendatangi rumah korban, Pujianah, 40, dengan maksud menagih utang milik suami korban. Namun, saat itu suami korban belum berada di rumah karena masih bekerja dan diperkirakan baru pulang sekitar pukul 19.00 WIB.

“Pelaku tidak menerima penjelasan korban. Ia kemudian tersulut emosi dan merekam korban beserta kondisi rumah, sambil mengancam akan memviralkan video tersebut dengan alasan korban gagal bayar,” ungkap AKP Arya di Mapolres Gresik pada Senin, 29 Desember 2025.

Cekcok pun tak terhindarkan. Saat korban berusaha menghentikan perekaman dengan merebut ponsel pelaku, MMT justru melakukan kekerasan dengan meremas jari tangan kiri korban hingga mengalami memar dan bengkok. Pelaku juga memiting korban ketika korban mencoba menarik tas milik pelaku untuk dibawa ke pengurus RT setempat.

Tak berhenti di situ, ibu korban berinisial S, seorang pensiunan yang berupaya melerai dengan menggunakan sapu, justru ikut menjadi korban. Pelaku mendorong S hingga terjatuh dan tersungkur ke tanah. Akibat kejadian tersebut, korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Gresik. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Resmob Satreskrim Polres Gresik langsung melakukan penyelidikan intensif.

“Pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 17.00 WIB, pelaku berhasil kami amankan di rumah kontrakannya di Perumahan Bhumi Cermai Apsari, Kecamatan Cerme,”  beber perwira tiga balok di pundak itu. Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Beat Street warna hitam bernopol L-2634-**, satu unit ponsel merek Redmi warna hitam yang digunakan untuk merekam korban, jaket warna hijau, helm warna hitam, serta satu lembar nota pembayaran angsuran.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolres Gresik guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, MMT dijerat Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

Kasat Reskrim Polres Gresik juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap tindak pidana yang dialami atau disaksikan ke kantor kepolisian terdekat, melalui layanan darurat 110 yang aktif 24 jam, maupun layanan Lapor Cak Roma di nomor 0811-8800-2006. Selain itu, pihak kepolisian menegaskan agar para penagih utang tidak melakukan pemaksaan, intimidasi, maupun tindakan kekerasan yang melanggar hukum dalam menjalankan aktivitas penagihan. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Satrreskrim Polres Gresik Tangkap Terduga Debt Collector Menganiaya Istri & Ibu Debitur Bank Plecit  Selengkapnya

Polres Gresik Amankan Pemuda Pasuruan Diduga Pelaku TPKS Anak di Panceng 

GRESIK,1minute.id – Entah apa yang ada dibenak pemuda berinisial A.R, 28 tahun. Pemuda asal Pasuruan itu tega melakukan perbuatan asusila kepada anak berusia 8 tahun. Kini, pemuda A.R, harus meringkuk di rumah tahanan (rutan) Polres Gresik. 

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya menjelaskan, dugaan tindak pidana asusila yang dialami anak korban berinisial N.K. berusia 8 tahun terjadi pada Rabu, 17 Desember 2025, sekitar pukul 16.30 WIB, di sebuah kontrakan yang berlokasi di Kecamatan Panceng.

Orang tua anak korban yang melaporkan dugaan tindak pidana asusila itu ke Polres Gresik pascakejadian. Berdasarkan laporan itu, kata AKP Arya, pihaknya melakukan penyelidikan. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kejadian itu bermula saat korban berjalan pulang usai bermain di sekitar lokasi kontrakan pelaku.

Saat melintas di bagian belakang rumah, pelaku memanggil korban dan mengajaknya masuk ke dalam kamar. Setelah pintu dikunci, pelaku diduga melakukan perbuatan asusila terhadap korban. Untuk melancarkan aksinya sekaligus membungkam korban, pelaku menggunakan modus pemberian uang dan susu, disertai ancaman kekerasan.

“Pelaku mengancam akan memukul korban apabila menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun,” ungkap Kasat Reskrim AKP Arya Widjaya. Anak korban yang polos tidak mempan ancaman pelaku tetap menceritakan pengalaman buruk yang dialaminya kepada orang tuanya.

Orang tua korban langsung melaporkan peristiwa ini ke Polres Gresik. Laporan kemudian dibuat secara resmi ke Polres Gresik dengan nomor LP/B/332/XII/2025/SPKT/POLRES GRESIK.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Kamis, 18 Desember 2025 sekitar pukul 13.00 WIB, pelaku berhasil diamankan dan diserahkan warga bersama anggota Polsek Panceng kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Atas perbuatannya, tersangka AR dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 81 ayat (1) jo Pasal 76D Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara, serta Pasal 6C Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. “Kami mengimbau orang tua agar lebih waspada terhadap aktivitas anak, terutama saat berada di luar rumah. Jangan mudah percaya kepada orang asing maupun orang di sekitar lingkungan yang menunjukkan perilaku mencurigakan,” tegasnya.

Kasat Reskrim juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap dugaan tindak kekerasan seksual. “Segera laporkan ke kantor kepolisian terdekat, melalui hotline 110, atau layanan Lapor Cak Roma di nomor 0811-8800-2006. Keamanan anak merupakan tanggung jawab kita bersama dan menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (yad)

Polres Gresik Amankan Pemuda Pasuruan Diduga Pelaku TPKS Anak di Panceng  Selengkapnya

Polres Gresik Tetapkan 2 Tersangka Kasus Penyebaran Data Pribadi Lewat Aplikasi Go Matel R4

GRESIK,1minute.id – Penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan dan penjualan data pribadi debitur melalui aplikasi Go Matel R4. 

Aplikasi tersebut kerap kerap dimanfaatkan oleh debt collector ilegal. Dua tersangka tersebut masing-masing berinisial FEP dan MJK. Keduanya ditetapkan tersangka setelah penyidik memeriksa empat orang saksi, yakni F selaku komisaris, D selaku direktur, serta R dan K dari tim IT.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti kuat hasil penyidikan mendalam. “Dari hasil penyidikan, kami telah menetapkan dua orang tersangka atas nama FEP dan MJK,” ujar AKP Arya Widjaya di Mapolres Gresik pada Jumat, 19 Desember 2025.

AKP Arya menjelaskan, para tersangka terbukti mengungkap dan memperjualbelikan data pribadi debitur yang mengalami tunggakan atau overdue. “FEP dan MJK memperjualbelikan data debitur yang mengalami overdue melalui aplikasi Go Matel R4,” jelasnya.

Aplikasi Go Matel R4 merupakan aplikasi yang bisa diunduh di Play Store dan berbasis langganan yang dapat diakses oleh masyarakat umum. Di dalam aplikasi tersebut, ditampilkan data nasabah atau debitur secara detail. Pengguna aplikasi diberikan akses gratis sebanyak tiga kali. Setelah itu, mereka harus berlangganan dengan biaya bervariasi, mulai dari Rp 15 ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung durasi akses aplikasi.

“Variasi biaya langganan menentukan berapa lama pengguna dapat mengakses data debitur yang ditampilkan dalam aplikasi tersebut,” tambah AKP Arya. Ironisnya, data dalam aplikasi Go Matel R4 kerap digunakan oleh debt collector ilegal sebagai dasar untuk melakukan penarikan atau bahkan perampasan kendaraan di jalan.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 32 ayat 2 jo Pasal 48 ayat 2 Undang-Undang ITE dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. Selain itu, tersangka juga dijerat Pasal 65 ayat 1 jo Pasal 67 ayat 1 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Kasatreskrim Polres Gresik mengimbau masyarakat agar tidak takut menghadapi debt collector ilegal yang kerap beraksi di jalanan. “Jangan takut melawan begal berkedok debt collector. Jika ada oknum DC yang menghentikan di jalan, tanyakan legalitasnya,” tegas AKP Arya Widjaya.

Jika terjadi pemaksaan atau perampasan kendaraan, masyarakat diminta segera menghubungi layanan darurat 110. Khusus warga Kabupaten Gresik, Polres Gresik juga membuka layanan pengaduan Lapor Cak Roma 0811-8800-2006 untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait praktik debt collector ilegal. (yad)

Polres Gresik Tetapkan 2 Tersangka Kasus Penyebaran Data Pribadi Lewat Aplikasi Go Matel R4 Selengkapnya