Ranking #1, Lomba Agustusan di UPT SMP Negeri 2 Gresik Semakin Seru

GRESIK,1minute.id – Kemeriahan peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya di setiap kampung. Bahkan, perlombaan di satuan pendidikan pun tidak kalah meriah. Di UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik, misalnya. 

Lomba Agustusan di sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu memadukan unsur games dan pengetahuan sejarah. Nama perlombaan adalah Ranking #1. Lomba diikuti 48 siswa, perwakilan kelas. Peserta perwakilan adalah siswa yang dianggap memiliki pengetahuan sejarah yang menonjol di kelas masing-masing. Peserta adalah usulan siswa dan wali kelas masing-masing.

Dalam lomba ini, panitia membacakan pertanyaan hanya sekali. Jumlahnya ada 100 pertanyaan. Pertanyaan tentang sejarah Indonesia atau sejarah lokal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Pertanyaan diantaranya : “Bapak Proklamator Kemerdekaan adalah Ir Soekarno dan M.Hatta. Benar atau salah ; Kampung Kemasan berada di Kelurahan Kebungson, Gresik. benar atau salah”.

Peserta hanya menjawab benar atau salah. Jawaban benar atau salah disediakan oleh panitia lomba berupa tulisan di atas kertas ukuran kuarto dengan cara diangkat. 

Mirip lomba cerdas cermat, tapi lomba Agustusan peserta tidak berdiri alias duduk bersila. Siswa lainnya memberikan support kepada perwakilan kelas masing-masing. Seru banget!

“Lomba Ranking #1 untuk megedukasi agar siswa mengingat kembali pengetahuan sejarah perjuangan bangsa dan arti kemerdekaan,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik Mohammad Salim pada Jumat, 16 Agustus 2024. Sistem perlombaannya menggunakan sistem gugur. “Bagi yang salah mengangkat kertas jawabannya tereleminasi,” imbuhnya. 

Salim melanjutkan, kegiatan lomba Agustusan di mulai sejak Selasa hingga Jumat, 13-16 Agustus 2024. Jens perlombaan yakni Kebersihan kelas ; Kerapian berseragam ; senam P5 . “Untuk lomba tradisional diantaranya estafet karet, sepak bola corong, dan ditutup dengan lomba memasukkan paku dalam botol khusus guru,” jelas Salim.

Puncak acara jalan sehat menelusuri sejarah tapak tilas heritage Bandar Grissee, kota lama Kebungson – Kampung Arab –  Alon-alun –  Bandar Grissee dan finish di sekolah. “Alhamdulillah lomba agustusan tahun ini lebih semarak berjalan lancar siswa dan guru spenda bahagia dan menyenangkan semoga menjadi edukasi dan teladan kepahlawanan untuk peserta didik,” pungkasnya. (yad)

Ranking #1, Lomba Agustusan di UPT SMP Negeri 2 Gresik Semakin Seru Selengkapnya

Hari Pertama MPLS, Spenda Gresik Kenalkan Keunggulan sebagai Sekolah Zero Waste 

GRESIK,1minute.id – “Saya selaku wali murid menyerahkan anak saya untuk di bimbing dengan pendidikan di SMPN 2 Gresik ini. Harapan menjadi anak yang berakhkak mulia kelak, ilmunya dapat menjadi modal di masa depannya,” kata seorang wali murid kelas VII UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik.

“Semoga Spenda menjadi sekolah idaman masyarakat Gresik berprestasi dan sukses,” imbuhnya dan diamini oleh ratusan siswa peserta upacara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS pada Senin, 15 Juli 2024.

Hari ini, semua siswa jenjang SD hingga SMA sederajat mulai masuk sekolah. Siswa baru selama 3 hari, mulai 15 hingga 17 Juli 2024 melaksanakan MPLS dimulai pukul 07.00 WIB. Semua satuan pendidikan di jenjang SMP telah mempersiapkan secara matang untuk menyambut siswa didik baru. Sekolah  berlomba memberikan kesan baik dan menyenangkan kepada anak-anak yang baru lulus di sekolah dasar itu. Mereka masih memakai seragam sekolah dasar masing-masing. Penuh warna. Tampak wajah mereka penuh senyum bahagia.

Sekolah juga mengenalkan “keistimewaan” sekolah masing-masing. Di UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik, misalnya. Sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik mengusung tema ” Masa Pengenalan Sekolah yang Menyenangkan melalui aktifitas kreatif pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah”. 

“Kegiatan hari pertama (MPLS) siswa dikenakan dengan program unggulan sekolah, guru, KBM yang menarik, serta lingkungan sekolah yang aman nyaman dan menyenangkan,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Senin, 15 Juli 2024.

Keunggulan sekolah, antara lain adalah sekolah zero waste, kantin halal, sekolah ramah anak. Sekolah zero waste, kata Mohammad Salim, mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik dalam acara Nawa Karsa Award 2024, Gresik Lestari yang gelar oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik pada Rabu, 10 Juli 2024. 

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kepada Mohammad Salim. “Nawa Karsa Award, Gresik Lestari,  kami menyebut 4 penghargaan bergengsi diantaranya sebagai Sekolah Zero waste, juara 1 konten tiktok , juara 2 pameran inovasi produk lingkungan dan juara 3 konten Instagram,” terang Salim.

Bagaimana dengan siswa kelas VIII dan IX ? Salim mengatakan, selama masa MPLS tetap masuk sekolah. “Bagi kelas 8 dan 9 selama MPLS diadakan kegiatan PBB (peraturan baris berbaris) yang di latih oleh Kepolisian Gresik bertempat di halaman  Mapolsek Gresik Kota di  Jalan Basuki Rahmat,” terangnya. (yad)

Hari Pertama MPLS, Spenda Gresik Kenalkan Keunggulan sebagai Sekolah Zero Waste  Selengkapnya

Lulus 100 Persen, Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik Dapat Pembekalan Akhir untuk Membahagiakan Ortu. Begini Caranya!

GRESIK,1minute.id – Ratusan siswa UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik itu semringah. Sebab, mereka telah dinyatakan lulus. Pengumuman kelulusan dilakukan secara online melalui website sekolah pada Senin, 10 Juni 2024 sekitar pukul 10.00 WIB.Mereka pun bersyukur. 

Sehari pascapengemumuman kelulusan, sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu, mengumpulkan mereka di halaman sekolah di Jalan KH Kholil Gresik itu pada Selasa, 11 Juni 2024.

Sebanyak 252 siswa kelas IX yang baru lulus  berkumpul untuk mendapatkan pembekalan akhir dari sekolah dengan menghadirkan Kepala Kepolisian Sektor atau Kapolsek Kota Gresik Iptu Suharto.

Pada kesempatan itu, Iptu Suharto, memberikan wejangan kepada siswa yang baru lulus itu. Suharto mengatakan siswa wajib bisa membahagiakan orang tuanya dengan cara fokus untuk mencapai cita-cita dan menjaga diri dari pergaulan yang negatif. “Perbanyak ibadah dan doa guna mendukung tercapainya sukses kelak,” kata polisi dengan dua balok di pundak itu.

Polisi berpenampilan santun itu pun mengingatkan kembali terkait himbauan sekolah kepada siswa yang baru lulus tersebut bila menginginkan orang tua bahagia. “Menjaga kamtibmas.Bila siswa melanggar maka akan di proses sesuai peraturan dan tata tertib yang berlaku,” katanya meningkatkan. 

Lalu, apa himbauan dari sekolah kepada siswa yang baru lulus itu? Yaitu, siswa dilarang merayakan kelulusan dengan aksi corat-coret ;  Siswa dilarang merayakan kelulusan dengan aksi konvoi ; Siswa dilarang merayakan kelulusan dengan aksi kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan serta mengganggu ketertiban umum.

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim menyatakan rasa terima kasihnya kepada Kepolisian Sektor Kota Gresik. “Alhamdulillah terima kasih kepada pak Kapolsek Gresik kota Iptu Suharto atas kesediaanya hadir memberikan pengarahan kepada siswa ini wujud kerja sama yang baik terjalin antara sekolah dan kepolisian,” kata Salim.

Ia melanjutkan tahun ini seluruh siswa kelas IX yang berjumlah 252 siswa lulus seratus persen. “Semoga mereka diterima dan berprestasi di sekolah SMA atau SMK yang diinginkan,” lanjut Salim dan disambut ucapan amin secara serentak oleh seluruh siswa. (yad)

Lulus 100 Persen, Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik Dapat Pembekalan Akhir untuk Membahagiakan Ortu. Begini Caranya! Selengkapnya

Jumat Religi, Siswa dan Guru Spenda Gresik Berdoa Bersama untuk Calon Jemaah Haji

GRESIK,1minute.id – Ada pembiasaan yang patut mendapatkan apresiasi di UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik. Namanya, Jumat Religi. 

Ratusan siswa di sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik berkumpul di halaman sekolah pada Jumat, 17 Mei 2024. Mereka duduk bersila untuk doa bersama. Untuk Jumat Religi tadi pagi, doa bersama untuk pemberangkatan calon jemaah haji atau CJH 2024. Ada lima orang keluarga besar Spenda yang akan menunaikan rukun Islam kelima itu.

Lima CJH itu adalah Bambang Budiono beserta istri, Tri Anjar Pratiwi, Muslikh dan istrinya, Siti Anisah dan Agus Salim, suami dari Ning Khoiriyah. Bambang Budiono, guru dan Muslik adalah Tata Usaha di UPT SMP Negeri 2 Gresik. Sedangkan, Agus Salim adalah suami dari guru di Spenda Gresik. Lima keluarga besar Spenda itu tergabung dalam kelompok terbang atau kloter 80 dan 81 yang akan terbang ke tanah Suci pada 2 Juni 2024 nanti. 

Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, kegiatan Jumat Religi dengan tema Resepsi Pemberangkatan Calon Jemaah Haji digelar dalam rangka praktik baik pembelajaran untuk para peserta didik bahwa sebagai muslim memiliki kewajiban melaksanakan rukun islam kelima yakni Ibadah Haji.

SPENDA : Guru dan TU UPT SMP Negeri 2 Gresik atau Spenda Gresik yang akan menunaikan ibadah haji pada Jumat, 17 Mei 2024 ( Foto : Spenda Gresik untuk 1minute.id)

“Jumat Religi tadi pagi tentang rukun Islam kelima yakni Ibadah Haji,” kata Salim pada Jumat, 17 Mei 2024. Gelaran resepsi dan doa bersama untuk CJH ini, membuat Bambang Budiono terharu. “Mewakili calon haji mengucapkan terimakasih atas penghormatan yang diberikan dalam bentuk acara doa bersama semoga diberikan kemudahan dan kelancaran,” ucap Bambang Budiono.

Sebelumnya, Spenda Gresik yang memiliki kelas Tahfidz menerima kunjungan 15 guru dan tenaga kependidikan atau tendik UPT SMPN 28 Gresik. Kunjungan yang dipimpin oleh Kepala UPT SMP Negeri 28 Gresik Mahmudiono itu untuk melakukan studi tiru  program yang ada di Spenda. 

Menurut Mohammad Salim, kunjungan dari SMP Negeri 28 Gresik ini adalah bersinergi untuk menyerap penerapan program Spenda terutama terkait digitalisasi sekolah yang sedang ngetren yaitu Absensi scan face, perpustakaan digital , literasi digital, kantin sehat dan jurnal mengajar guru digital serta program Tahfidz. (yad)

Jumat Religi, Siswa dan Guru Spenda Gresik Berdoa Bersama untuk Calon Jemaah Haji Selengkapnya

Kolaborasi Siswa, Guru sampai Alumni Spenda Santuni Anak Yatim

GRESIK,1minute.id– Dinas Pendidikan Gresik menetapkan masa libur sekolah selama lebaran Idul Fitri 1445 hijiriah mulai 5 Aprill sampai 17 April 2024. Sebelum liburan tiba, UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik menggelar santunan anak yatim pada Jumat, 5 April 2024.
Sebanyak 52 anak yatim yang mendapatkan santunan dari siswa, guru dan alumni sekolah angkatan 1995 keatas serta sumbangan infaq dari Badan Amill Zakat Nasional (Baznas) dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu. 

“Senang bisa berbagi untuk adik adik ini kita lakukan setiap tahun nantinya, semoga bisa bermanfaat buat mereka,” kata Vera, alumni 1998 ini.  Santunan kepada anak yatim ini, sebagai agenda penutupan kegiatan selsma bulan suci Ramadan. 

Sebelumnya, sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu, menggelar berbagai kegiatan sosial, seperti berbagi takjil dan zakat dari anak OSIS, Pramuka Garuda, Suporter Spenda kepada abang becak, petugas kebersihan, masyarakat sekitar sekolah ; Pesantren Ramadan dengan tema “Love Ramadhan” selama 9 hari dimulai  27 Maret sampai 5 April 2024 dan ditutup Peringatan Nuzulul Quran dan santunan anak yatim dari alumni dan Baznas serta UPZ sekolah. Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim memberikan apresiasi kegiatan yang dilakukan oleh siswa, guru dan para alumni. “P

anitia, OSIS dan guru yang luar biasa semangat kegiatan Ramadan,” kata Mohammad Salim pada Sabtu, 6 April 2024. Ia juga tidak lupa mengingatkan kepada para siswa selama dua pekan libur untuk melakukan kegiatan yang positif. “Saya mengingatkan anak-anak untuk berlebaran dengan bahagia, aman dan tetap menjaga nama baik sekolah dan keluarga,” pesan Salim. (yad)

Kolaborasi Siswa, Guru sampai Alumni Spenda Santuni Anak Yatim Selengkapnya

Spenda Gresik Launching JADIGURU, Aplikasi Jurnal Digital Guru Pertama di Gresik 

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik selangkah lebih maju. Sekolah berada di Jalan KH Kholil Gresik itu melaunching aplikasi JADIGURU alias Jurnal Digital Guru pada Senin, 18 Maret 2024.

Launching JADIGURU ini dilakukan secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto. Launching bersamaan dengan Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Gresik. Pembacaan Deklarasi sekolah ramah anak oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan perwakilan orangtua, komite, dan tokoh masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto mengungkapkan apresiasi inovasi yang dilakukan Spenda Gresik. “Terimakasih UPT SMP Negeri 2 Gresik atas prestasi dan inovasinya dalam membangun eksistensi mutu pendidikan di Kabupaten Gresik,” ungkap S.Hariyanto dalam sambutannya. 

Menurut Mohammad Salim, jurnal ini pengganti jurnal mengajar manual. Sistem kerjanya yaitu guru sebelum masuk kelas melakukan scan barcode yang ditempel di pintu masuk tiap kelas dan mengisi isian meliputi materi ( CP), jumlah siswa yang hadir dan izin. “Aplikasi JADIGURU ini pertama di Gresik. Dan kita yang desain aplikasi ini. Inovasi Spenda,” kata Mohammad Salim pada Senin, 18 Maret 2024.

Aplikasi JADIGURU ini, semua aktivitas mengajar guru akan terekap otomatis di server kepala sekolah. “Manfaat lain guru tidak lagi terjadi kehilangan buku jurnal mengajar karena kesingsal dan sekaligus untuk upload atau mengungah rekap laporan di PMM kepala sekolah,” terang Salim.

Lebih lanjut Salim mengatakan jurnal mengajar digital ini memfasilitasi agar guru hadir tepat waktu di kelas untuk mengurangi risiko jam kosong dan mempermudah guru cetak rekapitulasi mengajar bulanan untuk di uploud di platform merdeka mengajar. 

DEKLARASI SRA & LAUNCHING JADIGURU: Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik membacakan naskah Deklarasi Sekolah Ramah Anak disaksikan oleh Kepala Dispendik Gresik S.Hariyanto, Kabid Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama pada Dispendik Gresik A.Syifaul Qulub dan guru di Spenda Gresik pada Senin, 18 Maret 2024 ( Foto: Spenda Gresik untuk 1minute.id)

Sementara itu, Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di Spenda Gresik mendapatkan apresiasi dari semua stakeholder. Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama pada Dispendik Gresik A.Syifaul Qulub mengharapkan virus positif yang dilakukan oleh Spenda Gresik bisa menebar ke lembaga pendidikan lainnya di Kabupaten Gresik. “Sekolah Ramah Anak ini memberikan motivasi kepada sekolah untuk terus berbenah sehingga sekolah ramah anak ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata A.Syifaul Qulub. 

Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik Titik Ernawati  menambahkan bahwa Spenda ini sudah mendunia. “Di medsos beliau juga termasuk follower IG, FB, youtube dan website Spenda,” katanya. 

Sedangkan, Nur Laili mengatakan Deklarasi Sekolah Ramah Anak ini sangat bermanfaat efektif dan bagus ilmunya sangat berguna bagi sekolah, siswa dan orang tua. “Saya selaku perwakilan paguyuban berterima kasih kepada sekolah telah melibatkan wali murid untuk turut berpartisipasi dalam pemenuhan hak anak sekaligus saya berdoa semoga semua program Spenda,” ujarnya. (yad)

Spenda Gresik Launching JADIGURU, Aplikasi Jurnal Digital Guru Pertama di Gresik  Selengkapnya

Sayang Anak, Dispendik Gresik Larang Siswa SD-SMP Mengendarai Sepeda Listrik ke Sekolah 

GRESIK,1minute.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik resmi melarang penggunaan sepeda listrik bagi peserta didik pada tingkat SD dan SMP negeri maupun swasta di Kabupaten Gresik.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto dalam keterangannya menjelaskan, hal yang melatarbelakangi instansinya mengeluarkan surat edaran ini adalah adanya masukan dan keresahan dari berbagai pihak terkait penggunaan sepeda listrik oleh peserta didik.

“Ini dikuatkan juga dengan Permenhub No.45 tahun 2020 yang mengatur tentang penggunaan kendaraan yang berpenggerak motor listrik. Dengan adanya Permenhub ini, masyarakat kemudian mendorong Dinas Pendidikan mengkaji penggunaan sepeda listrik bagi peserta didik,” ujar usai menghadiri acara Bimbingan Teknik (Bintek) dan Deklarasi Sekolah Ramah Anak di UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Senin, 18 Maret 2024.

“Dari antisipasi ini, kita harapkan bersama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bagi peserta didik,” tegasnya.

DEKLARASI : Kepala Dinas Pendidikan Gresik S.Hariyanto (tengah) didampingi Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim (kanan) dalam Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di UPT SMP Negeri 2 Gresik pada Senin, 18 Maret 2024 ( Foto: Spenda Gresik untuk 1minute.id)

Dalam surat edaran Dinas Pendidikan Gresik tersebut, ada empat poin yang diatur. Diantaranya, larangan bagi peserta didik untuk membawa sepeda listrik untuk transportasi ke sekolah. Berikutnya, dijelaskan bahwa pihak sekolah berhak menyita sepeda listrik apabila peserta didik kedapatan membawa sepeda listrik ke sekolah.

Pihak sekolah juga akan memberikan teguran secara tertulis dan wali murid diharuskan menandatangani surat pernyataan agar peserta didik tidak melakukan pelanggaran lagi. Langkah terakhir, bagi peserta didik yang melanggar sebanyak tiga kali, akan disarankan untuk pindah sekolah ke lokasi terdekat.

Hariyanto juga merupakan langkah preventif bagi permasalahan dan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada peserta didik. (yad)

Sayang Anak, Dispendik Gresik Larang Siswa SD-SMP Mengendarai Sepeda Listrik ke Sekolah  Selengkapnya

Sunan Giri Pindahkan Bukit dan Makam Dewi Sekardadu, Ibundanya dari Banyuwangi ke Gresik 

Ngelutus di “Grissee Kota Bandar” (2)

GRESIK,1minute.id – MAKAMDewi Sekardadulengang. Siapa Raden Ajeng Dewi Sekardadu? Dewi Sekardadu adalah ibunda Sunan Giri. Waliyullah. Masyarakat Gresik menyakini makam Dewi Sekardadu dulu berada di Blambangan, Banyuwangi.

Konon, mengingat jarak Gresik-Banyuwangi yang cukup jauh. Sunan Giri memiliki gelar Prabu Satmata atau Kepala Pemerintahan di Bukit Kedaton itu kemudian bermunajat kepada Allah agar makam Dewi Sekardadu beserta bukitnya dipindahkan ke kota dimana beliau mengajarkan Islam kali pertama.

Tempat itu dinamakan Gunung Anyar. Salah satu dusun di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Makam Dewi Sekardadu berada dalam satu cungkup yang megah. Khusus untuk makam Dewi Sekardadu ditutup dengan kain kelambu.

SILSILAH : Prasasti tentang silsilah Raden Ajeng Dewi Sekardadu yang di pesarean Dewi Sekardadu di Dusun Gunung Anyar, Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Di dalam cungkup itu juga terdapat dua makam lainnya. Makam pertama adalah Panembahan Mas Gunung Anyar dan satunya tidak disebutkan namanya. Berdasarkan silsilah diketahui Panembahan Mas Gunung Anyar merupakan keturunan keempat dari Sunan Giri. Bangunnya semi permanen. Tembok dan gebyok kayu ukiran yang sangat terawat baik. 

Di sekitar halaman pesarean Dewi Sekardadu ditumbuhi pepohonan yang rindang sehingga membuat suasana terasa teduh. Ada fasilitas penunjang lainnya yakni musalah, toilet serta joglo untuk para peziarah beristirahat. (yad/bersambung)

Sunan Giri Pindahkan Bukit dan Makam Dewi Sekardadu, Ibundanya dari Banyuwangi ke Gresik  Selengkapnya

Cahya Eshal Yuffandi, Siswa Kelas Tahfidz Spenda Gresik Rebut Juara Lukis Damarkurung di Galeri Dekranasda Gresik 

GRESIK,1minute.id – Cahya Eshal Yuffandi, siswa kelas Tahfidz berhasil menyabet juara pertama lomba lukis Damarkurung di media kaus pada Rabu, 6 Maret 2024. Lomba digelar oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindag (Diskoperindag) Gresik ini digelar di Galeri Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Gresik. 

Cahya Eshal Yuffandi, siswa kelas VIII UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik ini sempat grogi ketika mengikuti lomba lukis rangkaian Launching Galeri Dekranasda Gresik berada di Bandar Grissee, Kawasan heritage di Jalan Basuki Rahmat, Gresik itu. Cahya Eshal Yuffandi, grogi karena tidak sempat melakukan persiapan dalam lomba lukis media kain menggunakan cat akrilik itu. Praktis, Cahya hanya berbekal materi pembelajaran seni budaya yang diajarkan oleh gurunya yakni Sulihah dan Inggar Aditya itu.

Sebelum berangkat menuju Galeri Dekranasda Gresik, Cahya bersama 19 siswa lainnya dikumpulkan di halaman sekolah. Guru Seni Budaya Spenda Gresik Sulihah teknik melukis di media kaus itu. “Melukis di kain tidak sulit, karena kita sudah pernah diberi materi lukis di kanvas oleh guru di sekolah, tetapi yang bikin kita grogi waktu yang disediakan pendek 2 jam. Dan saya senang karena kita juara,” kata Cahya Eshal Yuffandi usai namanya diumumkan sebagai juara pertama lomba tersebut.

Dalam lomba tersebut, Cahya Eshal Yuffandi melukis tentang tradisi Pasar Bandeng yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik pada Malam 27 Ramadan. Tradisi yang sudah ratusan tahun, konon ada sejak Sunan Giri, salah satu Waliyullah itu. Damarkurung dengan latar Gapura yang ada diperbatasan antara Gresik dengan Kota Surabaya itu. 

Selain Cahya Eshal Yuffandi, Sophie Della Verita, merebut runner up. Damarkurung merupakan sebuah seni khas Gresik yang biasanya muncul saat bulan Ramadan. Damar artinya pelita atau lampu sedangkan kurung dapat diartikan sebagai tempat tinggal yang mirip dengan sangkar burung. Mbah Masmundari adalah maestro pelukis Damarkurung. 

Lomba lukis Damarkurung kurung ini diikuti puluhan siswa  jenjang sekolah menengah pertama (SMP) di Gresik. Lomba untuk memeriahkan launching Galeri Dekranasda Gresik yang diketuai oleh Ny Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani. 

Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, pihaknya mengirimkan 20 siswa untuk lomba melukis Damarkurung ini. Dari 20 siswa itu, dua diantaranya meraih juara pertama dan kedua. Juara pertama diraih oleh Cahya Eshal Yuffandi dan runner up diraih oleh Sophie Della Verita. “Cahya Eshal Yuffandi adalah siswa kelas Tahfidz,” ujar Mohammad Salim. (yad)

Cahya Eshal Yuffandi, Siswa Kelas Tahfidz Spenda Gresik Rebut Juara Lukis Damarkurung di Galeri Dekranasda Gresik  Selengkapnya

Pertama di Gresik, Spenda Gresik Gunakan Absensi Siswa Scan Wajah,  Mohammad Salim : Siswa Tak Lagi Titip Absensi

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik patut mendapatkan julukan sekolah inovasi. Sekolah berada di Jalan KH Kholil 16 Gresik itu kali pertama menerapkan Program Sekolah Zero Waste dan Kantin Halal. Kini, lembaga pendidikan yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu menggunakan absensi SpeedFace-Mini Series atau scan wajah. 

Kali pertama di Gresik yang tidak lagi menggunakan sistem absensi siswa dengan mengetik nomor induk. “Absensi scan wajah untuk siswa ini pertama di Kabupaten Gresik,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Rabu, 28 Februari 2024. Absensi scan wajah untuk peserta didik itu resmi gunakan setelah sepekan dilakukan ujicoba, mulai 13 Februari 2024. “Dan, hasilnya sangat efektif dan efisiensi waktu. Kini, siswa tidak bisa lagi titip absensi kehadiran,” imbuh Salim yang juga pembina musyawarah guru mata pelajar (MGMP) Agama Islam jenjang SMP ini.

Salim menceritakan, awal munculnya ide digitalisasi absensi scan wajah itu. Sebelumnya sekolah menggunakan sistem absen manual dengan mengetik nomor induk pada komputer yang berada di pintu masuk dekat pos satpam tersebut. Ada dua komputer untuk absensi siswa. Setelah absen kehadiran secara langsung terkirim ke orang tua lewat aplikasi Whatsapp Sender yang berisi pesan waktu kedatangan siswa. 

“Celah (absensi ngetik nomor induk) inilah yang digunakan oleh siswa yang ingin bolos dengan cara menitipkan absen dengan memberikan nomor induk kepada teman-temannya,” terangnya. Celah itu ditemukan, kata Salim, ketika ada seorang siswa berada di depan komputer cukup lama karena membawa contekan. Berdasarkan temuan tersebut, imbuhnya, kemudian sekolah menemukan sistem absensi yang lebih akurat yaitu SpeedFace-Mini Series. “Dengan menggunakan metode scan wajah ini sudah terbukti dapat menangkal probelematika (titip absensi) ini,” ujarnya. 

Absensi scan wajah ini, selain lebih akurat juga lebih cepat dibandingkan sistem lama, mengetik nomor induk siswa. Dalam absensi ini, terekam tanggal dan jam waktu absensi yang dapat di monitor orang tua siswa. “Sistem akan menolak ketika absensi diatas jam 8,” terang Salim. 

Pengamatan wartawan 1minute.id  setiap siswa saat absen scan wajah tidak lebih 5 detik. Sebab, alat scan yang berukuran sekitar 10 x 20 centimeter yang ditempel di dinding sekolah dekat pos satpam itu memiliki kepekaan tajam. Dari jarak sekitar 1,5 meter wajah siswa masih terdeteksi. Berhasil atau  gagal ada notifikasinya. Sejumlah siswa dengan memakai masker wajah tetap bisa dikenali oleh alat tersebut. Ada juga siswa dengan action melambaikan tangan, atau seakan berswafoto juga bisa terekam alat tersebut. Sehingga, siswa tidak perlu berhenti untuk absensi. Cukup menoleh sambil berjalan pun bisa. “Keren pak. Kayak di bandara atau di stasiun kereta,” ujar Indana Nailul Muna, siswa kelas 8-A Spenda Gresik. 

Salim mengaku sistem absensi scan wajah ini mendapatkan apresiasi dari sejumlah orang tua dan alumni Spenda. Diantaranya, Prof Dr Agus. “Mereka merasa bangga kepada sekolahnya yang terus tak henti berinovasi,” kata Salim menirukan apresiasi para alumni Spenda Gresik. (yad)

Pertama di Gresik, Spenda Gresik Gunakan Absensi Siswa Scan Wajah,  Mohammad Salim : Siswa Tak Lagi Titip Absensi Selengkapnya