Skechers Buka Toko Terbesar di TP 5 Surabaya dengan Teknologi Kenyamanan Terkini

SURABAYA,1minute.id –  Skechers, merek global terkemuka dalam industri alas kaki membuka toko flagship terbesarnya di Tunjungan Plaza atau TP 5, Surabaya pada Jumat, 4 Oktober 2024.

Toko ini merupakan bagian dari komitmen Skechers untuk terus menghadirkan inovasi, dan kenyamanan melalui produk-produk berkualitas tinggi yang mendukung gaya hidup aktif dan santai.

Brand Marketing General Manager PT. MAP Aktif Adiperkasa, Martina Harianda Mutis mengatakan, Tunjungan Plaza adalah salah satu pusat perbelanjaan favorit di Surabaya.  “Hadirnya toko Skechers terbesar ini, kami menawarkan berbagai pilihan koleksi yang lengkap. Kami berkomitmen untuk menghadirkan produk yang mengutamakan kenyamanan, kualitas, serta inovasi dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat Surabaya,” kata Martina Harianda Mutis dalam siaran pers pada Jumat, 4 Oktober 2024.

Dengan luas 1.309 meter persegi, toko Skechers di Tunjungan Plaza 5 hadir dengan konsep terbaru yang mengutamakan pengalaman berbelanja lengkap dan nyaman bagi seluruh konsumen. Di Area Performance, toko ini dilengkapi dengan lapangan sepak bola mini dan arcade basket, memberikan pengalaman seru bagi konsumen yang gemar berolahraga. “Selain itu, tersedia juga area bermain anak-anak yang dirancang khusus untuk kenyamanan keluarga saat berbelanja,” imbuh Martina Harianda Mutis.

Pengunjung dapat menikmati teknologi kenyamanan khas Skechers, termasuk Skechers Hands Free Slip-ins, Skechers Arch Fit, Skechers Max Cushioning, dan Skechers Air-Cooled Memory Foam, yang dirancang untuk kenyamanan maksimal dalam setiap aktivitas. Selain itu, toko ini juga menampilkan koleksi-koleksi inovatif, seperti Skechers Basketball, Skechers the UNO, dan koleksi Skechers Football, yang akan hadir pada musim Spring/Summer 2025.

Pada kesempatan yang sama dr. Caleb Leonardo Halim, Sp.KO turut menyampaikan beberapa tips kepada konsumen dan tamu undangan terkait kiat-kiat memilih sepatu. 

“Ketika memilih sepatu, sangat penting untuk memperhatikan kondisi kaki dan jenis aktivitas yang akan dilakukan. Baiknya pengguna memilih sepatu memiliki dukungan yang baik untuk lengkungan kaki, cukup ruang di bagian depan untuk jari-jari, dan bahan yang memungkinkan kaki bernapas dengan baik. Juga, pastikan untuk memilih sepatu yang sesuai dengan bentuk kaki Anda, karena setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda” tutur dr. Caleb. (yad)

Skechers Buka Toko Terbesar di TP 5 Surabaya dengan Teknologi Kenyamanan Terkini Selengkapnya

Pabrik Daur Ulang Plastik, PT Langgeng Jaya Plastindo Gresik Terbakar, Asap Terlihat dari Langit Surabaya


GRESIK,1minute.id – Pabrik daur ulang plastik, PT Langgeng Jaya Plastindo terbakar pada Kamis, 12 September 2024. Asap hitam membumbung tinggi ke angkasa hingga terlihat di Kota Surabaya pukul 16.45 WIB.

Sesekali terlihat kilatan api. Informasi yang dihimpun kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Bara api kali pertama terlihat di area lahan kosong di dekat pabrik yang berlokasi di Jalan Raya Kedamean, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu.

Tiupan angin membuat lidah api semakin besar kemudian menjilat salah satu di bagian pabrik pengolahan plastik itu. Tumpukan plastik bekas yang bakal di daur ulang terbakar. Material plastik yang terbakar itu menimbulkan asap hitam mengular ke angkasa hingga terlihat di langit Surabaya.

Petugas pemadam kebakaran dari Pemkab Gresik, Kota Surabaya dan sekitarnya berusaha memadamkam amuk si jago merah. Akan tetapi, hingga pukul 17.00 WIB atau 6 jam bara api belum bisa padam.

Kapolsek Kedamean Iptu Suhari mengatakan, petugas pemadam kebakaran masih melakukan upaya memadamkan api. “Awal kebakaran dari rumput alang-alang di samping pabrik yang terbakar kemudian percikan api merembet ke pabrik,” kata Suhari. (yad)

Pabrik Daur Ulang Plastik, PT Langgeng Jaya Plastindo Gresik Terbakar, Asap Terlihat dari Langit Surabaya Selengkapnya

Memaksimalkan Ketrampilan Visual, Himpunan Humas Hotel dan PFI Surabaya Gelar Pelatihan Street Photography di Kota Lama Surabaya

SURABAYA,1minute.id – Himpunan Humas Hotel atau H3 Surabaya berkolaborasi dengan Pewarta Foto Indonesia Surabaya menyelenggarakan kegiatan pelatihan street photography pada Sabtu, 3 Agustus 2024. Nama programnya H3 Jalan-jalan. 

Pelatihan tersebut guna meningkatkan keterampilan visual para humas hotel di Surabaya.Acara seru ini dilaksanakan mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB di Hotel Arcadia by Horison, salah satu bangunan bersejarah di Surabaya.

Menurut Ketua Pewarta Foto Indonesia Surabaya Suryanto Putramuji, pelatihan ini tidak hanya menawarkan teknik atau cara memaksimalkan penggunaan kamera handphone untuk street photography, tetapi juga membawa para peserta menjelajahi pesona bangunan Eropa di Kota Lama Surabaya.

Dimulai dari Hotel Arcadia, para humas hotel  dipandu menuju De Javache Bank, sebuah bangunan bersejarah yang dibangun pada era kolonial Belanda, dengan arsitektur yang memadukan gaya klasik Eropa dan sentuhan lokal.

Perjalanan dilanjutkan ke Plaza Internatio, yang dikenal sebagai Gedung Internatio. Gedung ini merupakan salah satu bangunan tertua di Surabaya yang didirikan pada akhir abad ke-19, dan dulu digunakan sebagai kantor perdagangan internasional. Dengan arsitektur megah dan detail ornamen yang menawan, gedung ini menawarkan sudut-sudut fotografi yang memukau.

Selanjutnya, para peserta diajak menuju Siropen, pabrik sirup legendaris yang didirikan pada tahun 1923. Siropen merupakan salah satu ikon kuliner Surabaya, di mana bangunan pabriknya mempertahankan desain asli era kolonial dengan mesin-mesin antik yang masih berfungsi. 

Lokasi ini memberikan kesempatan untuk menangkap momen-momen unik dari sejarah industri Surabaya. Sekaligus bisa menikmati segarnya minuman es sirup ala Siropen dengan rasa klasik framboz yang berwarna merah dan manis.

Perjalanan berlanjut ke PTPN 1, sebuah bangunan yang dulunya merupakan kantor pusat perusahaan perkebunan di masa kolonial. Gedung ini memiliki arsitektur yang elegan dengan kolom-kolom besar dan ruang interior yang luas.

Setelah kegiatan street photography para Humas Hotel Surabaya lanjut menikmati berbagai arsitektur bangunan Eropa kembali dengan menggunakan kendaraan tourwagen, menambah sentuhan eksklusif dan nyaman bagi para peserta, memungkinkan mereka untuk menikmati setiap detil keindahan Kota Lama Surabaya.

Dengan latar belakang sejarah yang kaya dan keindahan arsitektur klasik, kegiatan ini tidak hanya menjadi pelatihan fotografi, tetapi juga pengalaman mendalam mengenal warisan budaya Surabaya yang tak ternilai.

Melalui Suryanto Putramuji selaku ketua Pewarta Fotografi Indonesia – Surabaya memberikan panduan praktis tips dan trik untuk mengoptimalkan kamera ponsel bagi para peserta. 

Dengan latar belakang Kota Lama Surabaya yang memikat, para humas hotel diajak untuk menangkap momen-momen yang memadukan keindahan sejarah dan dinamika kehidupan kota.

“Kolaborasi ini diharapkan bisa menambah skill fotografi sebagai praktisi PR dan program H3 Jalan-Jalan ini adalah yang pertama untuk anggota bisa mendapatkan experience langsung yang nantinya bisa dijadikan media informasi mengenai destinasi kota Surabaya kepada tamu hotel, ” ujar Kus Andi, Ketua Himpunan Humas Hotel Surabaya.

H3 Jalan-Jalan merupakan program yang diwujudkan untuk mengangkat pariwisata kota Surabaya. Di mulai dengan mengenalkan kota lama Surabaya yang sedang hits, program ini ke depan akan secara rutin diselenggarakan untuk meninjau banyak wisata menarik lainnya di Surabaya.

“Acara hari ini seru banget dan mengedukasi ya, saya sendiri belum pernah ke kota lama Surabaya dan banyak dapat informasi yang ternyata sangat bermanfaat baik personal dan juga untuk pengetahuan kami sebagai humas hotel di Surabaya”, ujar Dida Bahalwan, Marketing Communication Manager Hotel Shangrila Surabaya.

Perlu diketahui, Himpunan Humas Hotel Surabaya adalah organisasi yang berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme dan keterampilan humas hotel di Surabaya melalui berbagai kegiatan dan pelatihan.

Sedangkan Pewarta Foto Indonesia adalah organisasi yang menaungi fotografer profesional di Indonesia, berfokus pada pengembangan kompetensi dan penyebaran karya fotografi yang berkualitas. (yad)

Memaksimalkan Ketrampilan Visual, Himpunan Humas Hotel dan PFI Surabaya Gelar Pelatihan Street Photography di Kota Lama Surabaya Selengkapnya

Pergaulan Bebas Pada Remaja

Oleh : Nerina Khulud*

MASA remaja merupakan periode yang sangat vital, penuh tantangan, dan rawan, karena jika seseorang tidak melewati masa remajanya dengan baik, dapat berakibat pada kesulitan dalam perjalanan hidup di masa yang akan datang.

Sebaliknya, apabila masa remaja dijalani dengan penuh prestasi, melibatkan kegiatan yang produktif dan berhasil, sebagai persiapan untuk tahapan kehidupan selanjutnya, maka ada peluang besar untuk meraih kesuksesan dalam perjalanan hidupnya. 

Pada fase ini, emosi remaja seringkali tidak stabil dan mudah dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Untuk itu, keberadaan dukungan dan arahan dari orang tua menjadi sangat esensial agar mereka dapat melalui fase pencarian identitas dengan orientasi yang lebih positif. 

Secara lebih luas, pergaulan bebas juga dapat dijelaskan sebagai tindakan perbuatan yang melanggar norma-norma sosial dan syariat. Di Indonesia, nilai dan norma-norma ini didasarkan pada budaya, suku, agama, dan jenis gender, yang membatasi perilaku dan sikap sesuai dengan norma aturan yang berlaku dalam kehidupan disekitar atau sosial. 

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Irwan pada tahun 2018, pergaulan bebas dapat disebut sebagai tindakan interaksi antarindividu atau antarkelompok yang melampaui batasan-batasan yang diharapkan, kewajiban, prasyarat, aturan, dan hati nurani.

Pergaulan bebas pun dapat diinterpretasikan  dengan suatu tindakan menyeleweng yang kerap kali berseberangan norma-norma syariat maupun norma kesopanan. Pergaulan bebas seringkali dikaitkan dengan aktivitas ‘‘dugem‘‘ (Dunia Gemerlap), yang secara umum dikenal sebagai tempat di mana penggunaan narkoba sering terjadi. Fenomena ini juga sering terkait dengan praktik seks bebas, yang dapat menyebabkan penyebaran HIV/AIDS. 

Pada periode ini, peran orang tua memiliki signifikansi yang besar dalam upaya mencegah anak-anak dari terlibat dalam lingkungan sosial yang tidak positif. Periode remaja menandai transisi dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan, di mana individu secara aktif mengeksplorasi dan mencari identitas diri, seringkali mengikuti perilaku orang yang mereka kagumi, mengikuti tren terkini, dan dipengaruhi oleh apa yang mereka alami sehari-hari. 

Oleh karena itu, bagi dosen/guru, orang tua, dan kawasan sekitar kita memiliki tanggung jawab untuk memberikan pengaruh positif dalam kehidupan mereka. Dengan memberikan dukungan yang positif, kita dapat membantu mereka menjadi remaja yang bisa menjadi kebanggaan orang tua, bahkan menjadi generasi bangsa yang unggul, dengan dampak positif yang berkelanjutan dalam kehidupan mereka di masa depan.

Remaja mengakui bahwa tujuan utama mereka dalam mencari hiburan adalah untuk mengatasi stres, meredakan kecemasan, dan menghilangkan perasaan yang mengganggu ketenangan batin mereka. Ini menunjukkan bahwa kegiatan hiburan menjadi cara mereka untuk mencari keseimbangan dan ketenangan di tengah-tengah tekanan dan tuntutan kehidupan sehari-hari. 

Berbagai elemen yang dapat memicu pergaulan bebas pada remaja, sebagaimana ditegaskan oleh Anwar, Martunis, Fajriani (2019), melibatkan sejumlah faktor.

Redupnya taraf pendidikan dalam lingkungan keluarga, adanya keadaan keluarga yang terpecah (broken home), situasi ekonomi keluarga yang kurang menguntungkan, kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai agama, penyalahgunaan internet, pengaruh dari lingkungan sekitar, kurangnya kontrol diri, dan gaya hidup, merupakan elemen-elemen utama yang mampu memicu pergaulan bebas di tengah remaja. 

Semua faktor ini memiliki keterkaitan yang erat dan dapat memberikan sumbangan terhadap munculnya perilaku pergaulan bebas pada remaja.

A. Faktor Internal

Faktor internal merupakan elemen yang timbul dari dorongan dan aspirasi individu itu sendiri. Kepribadian seseorang dapat dipengaruhi oleh beragam faktor, menekankan pentingnya pembentukan karakter, watak, dan pendidikan karakter.

1) Aspek perkembangan alat seksual (biologis)

Modifikasi pada organ seksual (biologis) menjadi salah satu petunjuk perubahan pada remaja yang dapat diamati secara eksternal, sehingga transformasi ini dapat terlihat secara visual oleh orang lain.

Konsep ini sejalan dengan pandangan Purwoko yang menekankan bahwa perilaku menyimpang pada remaja dapat dipengaruhi oleh kualitas pribadi remaja, masuk kepada ketidakseimbangan dalam perkembangan emosional, hambatan dalam pembentukan hati nurani, dan kekurangan dalam mengelola waktu luang.

2) Aspek Motivasi Fase Remaja

Merupakan segmen waktu di mana suatu individu menghadapi realitas kehidupan dan mengalami transisi dari fase anak-anak menuju remaja, yang kemudian berlanjut hingga kedewasaan.

B. Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah elemen yang berasal dari lingkungan eksternal individu dan memiliki potensi mendorong remaja untuk terlibat dalam pergaulan bebas. Dua aspek yang memengaruhi hal ini melibatkan:

1) Aspek Keluarga

Komunikasi dalam lingkup keluarga sangatlah penting, terutama antara orang tua dan anak remaja. Melalui komunikasi, orang tua dapat memahami keinginan dan harapan anak remaja, menciptakan saling pengertian, serta memberikan dukungan dalam menghadapi berbagai persoalan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk membuka jalur komunikasi dengan anak remaja agar dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan.

2) Aspek Pergaulan Bagi remaja

Adanya sahabat memiliki peran yang sangat penting dan kerap dianggap sebagai suatu kebutuhan esensial. Dorongan untuk membina hubungan persahabatan dan membentuk kelompok teman sebaya bisa diartikan sebagai usaha untuk tidak sepenuhnya tergantung pada orang dewasa atau sebagai bentuk interaksi sosial yang dinamis. Jika remaja terlibat dalam kelompok teman sebaya yang berpengaruh buruk, hal tersebut dapat mendorong mereka keperilaku yang tidak diinginkan. 

Media massa, melibatkan tv, koran, telepon genggam, dan web internet, sering kali diartikan secara keliru oleh kelompok remaja dalam rutinitas keseharian mereka pergaulan remaja pada masa kini menimbulkan keprihatinan, terutama dengan meningkatnya pergaulan bebas yang berpengaruh pada perilaku hubungan seks bebas. (*)

Artikel Ditulis Oleh :

Nerina Khulud, Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Prodi Antropologi

Pergaulan Bebas Pada Remaja Selengkapnya

Muncul Tren Kebaya Korean Style Memicu Keresahan Warganet

BELAKANGAN ini, dunia fashion di Indoensia kembali di gemparkan dengan kemunculan tren baru yang disebut “Kebaya Korean Style”. Tren tersebut muncul di platform TikTok Shop, di mana beberapa penjual mencoba menjual kebaya modern dengan menyebutnya sebagai “Kebaya Korean Style” untuk menarik minat penggemar budaya Korea Selatan yang semakin banyak di Indonesia. 

Namun, sebutan ini memicu keresahan di kalangan warganet yang mempertanyakan keaslian dan relevansi nama tersebut. TikTok Shop telah menjadi platform populer untuk berbagai jenis produk, karena memiliki banyak penawaran seperti diskon yang besar-besaran, sistem pembelian buy one get one untuk beberapa produk tertentu dan masih banyak lagi. 

Melihat peluang besar tersebut penjual berusaha menarik perhatian mereka dengan menawarkan kebaya modern yang diberi label “Kebaya Korean Style”. Meskipun secara desain kebaya ini adalah kebaya modern yang menggabungkan elemen tradisional dengan sentuhan masa kini, penjual menambahkan embel- embel “Korean” untuk meningkatkan daya tarik fans K-pop dan drama korea.

Penggunaan nama “Kebaya Korean Style” ini memicu reaksi beragam dari warganet. Sebagaian menyambut postif inovasi ini, menganggapnya sebagai upaya kreatif untuk membuat kebaya lebih populer di kalangan generasi muda yang mengidolakan budaya korea. 

Mereka berpendapat bahwa penambahan unsur korea pada kebaya modern dapat membuatnya lebih menarik dengan tren fashion saat ini. Namun, kritik keras juga datang dari banyak warganet yang merasa bahwa penamaan tersebut tidak tepat dan menyesatkan. Mereka berpendapat bahwa kebaya adalah pakaian tradisional Indonesia yang sudah memiliki nilai dan identitas yang kuat. 

Menambahkan label “Korean” dianggap merendahkan dan merusak esensi kebaya itu sendiri. Banyak yang beranggapan bahwa tidak perlu menambah unsur asing untuk membuat kebaya terlihat modern dan menarik.Berikut beberapa tanggapan yang muncul pada kolom komentar konten TikTok

1. “Tapi orang sini nyebutnya pake unsur “kebaya” jadi kesannya mengubah bentuk kebaya”

2. “Malah bagus kebaya aslinya gaksih daripada yang di model-model gitu”

3. “Apalah ada kebaya Korea juga” (Tanggapan tersebut menegaskan mengapa harus ada unsur penamaan dalam kebaya tersebut”

4. “Ihhh lucu bangettt pengen beli”

5. “Menyala kakk!!” (Tanggapan tersebut bermaksud menyukai dengan adanya Kebaya Korean Style)

Pada dasarnya, kebaya modern adalah hasil evolusi dari kebaya tradisional yang disesuaikan dengan tren fashion masa kini. Kebaya modern biasanya memiliki desain yang sederhana, menggunakan bahan yang lebih ringan, dan sering kali memiliki warna-warna pastel yang lembut. 

Sebutan-sebutan “Kebaya Korean Style” sebenarnya hanya strategi pemasaran yang bertujuan menarik perhatian penggemar budaya Korea. Tidak ada elemen spesifik dari pakaian tradisioanal Korea. Beberapa sebutan lainya yang muncul seperti kebaya crop top, yang sebenarnya adalah pakain adat tradisonal Myanmar. 

Sebutan tersebut semata-mata digunakan untuk menciptakan asosiasi dengan suatu yang sedang populer dan digemari banyak orang. Hal inilah yang memicu keresahan di kalangan warganet. Karena sebutan tersebut tidak sesuai dan hanya digunakan untuk kepentingan komersial.

Kemunculan, “Kebaya Korean Style” di TikTok Shop telah memicu berbagai reaksi warganet. Meskipun upaya ini mungkin bertujuan untuk menarik pasar yang lebih luas, banyak yang meresa penamaan tersebut tidak tepat dan merusak esensi kebaya sebagi pakaian tradisoanal Indonesia. Kritik ini menunjukan betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi dan pelestarian budaya.

Pada akhirnya, kebaya baik dalam bentuk tradisional dan modern, adalah simbol identitas budaya Indonesia yang harus dijaga dan dihormati. Dengan tetap menghormati nilai- nilai budaya asli dan mempromosikan kebaya dengan cara yang tepat, kita dapat memastikan bahwa kebaya tetap menjadi bagian seluruh dari warisan budaya Indonesia yang kuat dan berkelanjutan. (*)

Artikel Ditulis Oleh: 

Shakila Nailarahma Nuravananda, mahasiswa  Universitas Airlangga Surabaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Antropologi 

Muncul Tren Kebaya Korean Style Memicu Keresahan Warganet Selengkapnya

Pentingnya Aware Terhadap Stres Bagi Anak Rantau

DI era globalisasi, banyak pelajar yang meninggalkan kampung halamannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga mengharuskan mereka untuk tinggal di luar kampung halaman atau daerah dalam jangka waktu tertentu untuk menyelesaikan pendidikannya. 

Banyak pelajar Indonesia di luar Pulau Jawa yang memilih melanjutkan studi di beberapa universitas di Pulau Jawa. Hal ini disebabkan adanya anggapan dari berbagai kalangan bahwa perguruan tinggi di Pulau Jawa memiliki kualitas yang cukup dibandingkan dengan perguruan tinggi di luar Pulau Jawa. 

Salah satu faktor mendasar yang mempengaruhi kualitas suatu perguruan tinggi adalah sarana dan prasarana yang dimilikinya. Contoh perubahan yang mungkin terjadi adalah peningkatan interaksi individu dengan teman sebaya dari latar belakang berbeda. Perubahan tersebut antara lain perpisahan dengan orang tua, tuntutan hidup mandiri, dan penyesuaian diri dengan teman baru yang berbeda latar belakang. 

Stres adalah emosi yang biasa kita rasakan ketika kita berada di bawah tekanan, kewalahan, atau kesulitan menghadapi suatu situasi. Dalam batas tertentu, stres dapat memberikan efek positif dan memotivasi Anda untuk mencapai tujuan seperti ujian atau berbicara di depan umum. Stres adalah emosi yang biasa Anda rasakan ketika Anda berada di bawah tekanan, kewalahan, atau kesulitan menghadapi suatu situasi. 

Dalam batas tertentu, stres dapat memberikan efek positif dan memotivasi Anda untuk mencapai tujuan. Banyak pelajar Indonesia di luar Pulau Jawa yang memilih kuliah di beberapa universitas di Pulau Jawa. Hal ini dikarenakan adanya anggapan bahwa perguruan tinggi di Pulau Jawa mempunyai kualitas yang cukup dibandingkan dengan perguruan tinggi di luar Pulau Jawa. 

Contoh perubahan yang mungkin terjadi adalah individu mengalami lebih banyak interaksi dengan teman sebaya dari latar belakang berbeda. Mahasiswa yang merantau dan juga jauh dari orang tua ataupun keluarga dekat cenderung akan menghadapi tekanan psikologis. Dan permasalahan yang terjadi pada mahasiswa rantau tentunya akan jauh lebih berat dari mahasiswa bukan rantau. 

Hal ini dikarenakan mahasiswa rantau dihadapkan pada berbagai perbedaan dalam segala aspek kehidupan, seperti perbedaan gaya hidup, adat istiadat, dan bahasa yang tentunya tidak sama dengan tempat asal mahasiswa rantau dan juga permasalahan – permasalahan lain yang terjadi baik faktor akademik maupun non akademik yang mana dapat menyebabkan tekanan psikologis pada mahasiswa rantau.

Perbedaan mendasar yang terjadi ketika mahasiswa rantau yang berasal dari pulau Jawa saat ia mengalami stres yaitu ada beberapa dari individu yang mengambil jalan pintas untuk pulang kerumah apabila jarak ke daerah asal masih dapat dijangkau, sedangkan mahasiswa rantau yang berasal dari luar pulau Jawa kesulitan untuk pulang ke tempat tinggal asalnya karena jarak yang jauh sehingga hal tersebut membuat mahasiswa rantau yang berasal dari luar pulau Jawa harus menghadapi segala problematika yang terjadi di lingkungan tempat tinggal barunya. 

Demi terciptanya kesehatan jiwa pada mahasiswa rantau mereka harus menjaga komunikasi yang baik kepada orangtua, karena komunikasi yang baik akan menimbulkan hubungan yang baik dengan orangtua, dan dukungan dari orangtualah yang akan menjadikan mental dan jiwa kita sehat sehingga kita dapat terhindar dari stres.

Karena sesungguhnya dukungan dari orangtua lebih baik daripada dukungan dari teman dekat. Dengan demikian terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi atau mencegah terjadinya stres, yaitu:

1. Aware terhadap Stres

Aware terhadap stres berarti mampu mengenali tanda-tanda dari keberadaan situasi stres. Bagi sebagian orang tanda-tanda tersebut dapat berupa perasaan sangat lelah, lekas marah atau perasaan gelisah. Pada sebagian orang yang muncul adalah sikap cepat menyerang atau menarik diri dari orang lain. Itu sebabnya kita harus lebih peka. Ketika mental kita mulai memberi alarm bahwa ia sedang tidak baik-baik, sebaiknya kita segera mengambil tindakan karena stres akan menyebabkan penurunan kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh akan rawan terserang berbagai penyakit.

2. Melakukan Time Out

Saat keadaan memanas, time out akan memberi kesempatan untuk melakukan cooling down. Langkah ini juga berguna untuk mencegah melakukan tindakan yang dapat disesali kemudian. Istirahat dapat meningkatkan kemampuan untuk berpikir logis, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. 

Istirahat memberi waktu pada otak untuk memproses, mengkonsolidasikan, dan menyimpan informasi yang telah dipelajari. Meluangkan waktu untuk merenung dapat menginspirasi diri untuk melihat melampaui kebutuhan sendiri. Istirahat dapat mendorong untuk mencoba aktivitas bermakna yang melampaui kehidupan sendiri.

3. Mencari Dukungan

Dukungan sosial sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Secara keseluruhan, tampak bahwa dukungan sosial yang positif dan berkualitas tinggi dapat meningkatkan ketahanan terhadap stres, dan dapat membantu melindungi terhadap perkembangan psikopatologi terkait trauma. 

Dukungan bisa berasal dari keluarga, pasangan, maupun teman terdekat, maka dari itu mulailah bangun hubungan yang baik dengan sekitar kita karena mereka pasti akan penjadi mendukung kita saat mengatasi stres.

4. Menangis

Mungkin bagi beberapa orang menangis bukanlah hal yang tepat dilakukan untuk mengurangi stres. Tetapi nyatanya dengan mengekspresikan emosi melalui tangisan, tekanan dan frustrasi yang mengganggu dapat mereda secara perlahan, dan tubuh menjadi lebih santai, dan dengan menangis, seseorang dapat merasa lega dan perasaannya menjadi lebih baik.

5. Berkonsultasi kepada Psikiater

Apabila 4 langkah diatas telah dilakukan tetapi stres tidak kunjung mereda, maka tingkatan stresnya sudah diatas rata-rata, jadi perlu penanganan khusus yang bisa dilakukan dengan berkonsultasi kepada psikiater. Depresi, gangguan bipolar, gangguan kecemasan, dan lain sebagainya bisa membuatmu kualahan sendiri jika tidak tertangani. 

Dengan berkonsultasi kepada psikiater maka permasalahan stress dapat ditangani dengan baik. Jadi tidak menutup kemungkinan bahwa semua orang mungkin saja sekarang sedang dalam keadaan stres, maka dari itu segera kenalilah gejala stres sebelum stres tersebut menjadi semakin parah. 

Perlu ditekankan disini, stres tidak selamanya membuat orang menjadi tidak waras sehingga terpaksa harus berada di rumah sakit jiwa. karena stres mempunyai beberapa tingkatan. Jadi jangan merasa putus asa saat mengalami stres karena berbagai tingkatan stres pasti ada solusi terbaik dalam mengatasinya asalkan kita mau berusaha. (*)

Artikel Ditulis oleh:

Egydea Amanda Mauluna, Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (FISIP), Jurusan Antropologi

Pentingnya Aware Terhadap Stres Bagi Anak Rantau Selengkapnya

Ancam Kebebasan Berekspresi, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Tolak RUU Penyiaran

SURABAYA,1minute.id – Puluhan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat dan Pers (Kompres) Tolak RUU Penyiaran Surabaya melakukan aksi damai di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Selasa, 28 Mei 2024.

Massa dari berbagai organisasi profesi yaitu, Perwarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya ;  Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya ; dan Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Jatim. Kemudian, KontraS Surabaya ; LBH Lentera ; LBH Surabaya ; Aksi Kamisan Surabaya ; PPMI DK Surabaya serta Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA).

Tuntutan mereka menolak semua pasal pembungkam kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di RUU Penyiaran. Aksi damai dengan menutup mulut memakai masker warna hitam dengan tanda silang warna merah sehingga menarik perhatian warga yang sedang melintas di depan Gedung Negara Grahadi.

Seperti diketahui, DPR RI akan membahas revisi RUU Penyiaran pada Rabu besok, 29 Mei 2024. Pasal-pasal tersebut akan membungkam kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di Indonesia, yang merupakan pilar utama dalam sistem demokrasi.

“Revisi Undang-undang Penyiaran ini mengandung sejumlah ketentuan yang dapat digunakan untuk mengontrol dan menghambat kerja jurnalistik,” ujar Suryanto, Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya.

“Beberapa pasal bahkan mengandung ancaman pidana bagi jurnalis dan media yang memberitakan hal-hal yang dianggap bertentangan dengan kepentingan pihak tertentu. Ini jelas bertentangan dengan semangat reformasi dan demokrasi yang telah kita perjuangkan bersama,” imbuhnya. 

Pasal-pasal bermasalah dalam revisi ini, jelas Suryanto, memberikan wewenang berlebihan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mengatur konten media, yang dapat mengarah pada penyensoran dan pembungkaman kritik terhadap pemerintah dan pihak-pihak berkepentingan, seperti termuat pada draf pasal 8A huruf q, pasal 50B huruf c dan pasal 42 ayat 2.

Ketentuan yang mengatur tentang pengawasan konten tidak hanya membatasi ruang gerak media, tetapi juga mengancam kebebasan berekspresi warga negara, melalui rancangan sejumlah pasal yang berpotensi mengekang kebebasan berekspresi.

Disamping itu adanya ancaman pidana bagi jurnalis yang melaporkan berita yang dianggap kontroversial merupakan bentuk kriminalisasi terhadap profesi jurnalis.

“Untuk itu kami menuntut DPR RI segera menghentikan pembahasan Revisi Undang-undang Penyiaran yang mengandung pasal-pasal bermasalah ini. Serta harus melibatkan organisasi pers, akademisi, dan masyarakat sipil dalam penyusunan kebijakan yang berkaitan dengan kebebasan pers dan kebebasan berekspresi,” tegas pria berkacamata ini.

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya Eben Haezer Panca, juga mengungkapkan, dalam RUU Penyiaran ini independensi media terancam.  “Revisi ini dapat digunakan untuk menekan media agar berpihak kepada pihak-pihak tertentu, yang merusak independensi media dan keberimbangan pemberitaan, seperti termuat dalam draf pasal 51E,” jelas Eben.

Munculnya pasal bermasalah yang mengekang kebebasan berekspresi berpotensi akan menghilangkan lapangan kerja pekerja kreatif. Seperti tim konten Youtube, podcast, pegiat media sosial dan lain sebagainya.

“Kami menuntut dan menyerukan memastikan bahwa setiap regulasi yang dibuat harus sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan kebebasan pers. Menyerukan agar seluruh insan pers, pekerja kreatif dan pegiat media sosial di Surabaya khususnya, untuk turut serta menolak RUU Penyiaran ini. Kami percaya bahwa kebebasan pers dan kebebasan berekspresi adalah hak asasi manusia yang harus dijaga dan dilindungi. Untuk itu, kami akan terus mengawal proses legislasi ini dan siap melakukan aksi massa lanjutan jika tuntutan kami tidak dipenuhi,” pungkas Eben.

Lebih lanjut, Koordinator Kontras Surabaya, Fatkhul Khoir mengatakan, pihaknya menduga RUU Penyiaran ini bakal jadi alat pemerintah untuk melemahkan praktik demokrasi di Indonesia. 

“Revisi UU Penyiaran ini kami menduga bahwa ini adalah upaya dari rezim Jokowi di akhir periodenya sengaja memberikan kado buruk untuk membungkam praktik demokrasi di Indonesia,” kata Fatkhul.

RUU Penyiaran, kata dia, patut diduga menjadi  upaya pemerintah untuk membangkitkan semangat Orde Baru. Misalnya dengan pasal yang dengan jelas melarang penayangan eksklusif jurnalisme investigasi dan sejumlah pasal lainnya.

“Kalau dulu Orde Baru menggunakan militer dan aparatus keamanan sebagai alat untuk membungkam, nah hari ini metode berubah dengan kemudian membatasi ruang gerak melalui undang-undang,” ucap dia.

Ia juga menduga RUU Penyiaran bakal jadi alat penguasa untuk melanggengkan upaya-upaya impunitas terhadap pelaku pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa lalu.

“Jadi dengan adanya revisi UU Penyiaran ini yang kemudian isinya melarang jurnalisme investigasi dan sebagainya, ini kan upaya-upaya agar masyarakat tidak kritis terhadap pemerintah,” pungkasnya.

Maka itu, kami Koalisi Masyarakat dan Pers (KOMPERS) Tolak RUU Penyiaran menyatakan sikap:

1. Tolak pembahasan RUU Penyiaran yang berlangsung saat ini karena dinilai cacat prosedur dan merugikan publik;

2. Mendesak DPR untuk menghentikan pembahasan RUU Penyiaran yang substansinya bertentangan dengan nilai demokrasi, upaya pemberantasan korupsi dan penegakan hak asasi manusia;

3. Mendesak DPR untuk melibatkan partisipasi publik yang bermakna, dalam penyusunan revisi UU Penyiaran untuk memastikan tidak ada pasal-pasal multitafsir yang dapat dipakai untuk mengebiri kemerdekaan pers, memberangus kebebasan berpendapat, serta menjamin keadilan dan kesetaraan dalam masyarakat;

4. Membuka ruang ruang partisipasi bermakna dalam proses penyusunan RUU Penyiaran dengan melibatkan organisasi masyarakat sipil dan kelompok masyarakat terdampak lainnya. Penyusunan dan pembahasan RUU Penyiaran harus melibatkan Dewan Pers dan seluruh konstituennya agar tidak terjadi pembiasan nilai-nilai kemerdekaan pers;

5. Mendorong jurnalis untuk bekerja secara profesional dan menjalankan fungsinya sesuai kode etik, untuk memenuhi hak-hak publik atas informasi;

6. Menggunakan UU Pers sebagai pertimbangan dalam pembuatan regulasi yang mengatur soal pers. Agar tidak ada pengaturan yang tumpang tindih terkait kemerdekaan pers. (yad)

Ancam Kebebasan Berekspresi, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Tolak RUU Penyiaran Selengkapnya

Mengendari Mobil Pasutri Nyaru Pembeli,  Eh… Ternyata Pencuri 

GRESIK1minute.id – Polsek Kebomas membekuk tiga pelaku penggarong di toko sembako, Barokah. Tiga pelaku berinisial pasangan suami-istri, AE, 66, dan M, 63, warga Banyuurip Kidul, Sawahan,  Surabaya dan FA, 35, warga Kupang Gunung Jaya, Putat Jaya, Surabaya. 

Modus operandi mereka tergolong konvensional yakni pura-pura membeli sembako. Salah satu terduga pamit ke kamar mandi kemudian mengembat barang milik korban bernama Marliya. Toko sembako milik perempuan 58 tahun itu berada di Jalan Mayjend Sungkono, Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Informasi yang dihimpun,  Selasa, 4 April 2023 sekitar pukul 17.00 WIB sebuah mobil Daihatsu Sigra nomor polisi (nopol) warna putih L 1725 BAH berhenti di depan toko Barokah yang ditunggu oleh Marliyah. Tiga orang turun dari mobil kelir putih tersebut. Dua lelaki dan satu perempuan belakangan diketahui berinisial AE, 66, dan istrinya, M, 63 tahun. Serta, satu pemuda berinisial FA, 35 tahun.

Mereka lalu berpura-pura membeli sembako. Seorang pelaku berinisial AE meminta izin ke toilet untuk buang air kecil. Awalnya, korban Marliyah tidak curiga. Karena terduga tidak kunjung keluar korban Marliyah mulai curiga dan menyusul masuk ke dalam. Marliyah melihat pelaku nyangking sebuah tas milik korban. Spontan korban Marliyah teriak maling.

Lelaki lanjut usia itu pun kabur bersama istri dan pemuda berinisial FA. Mereka mamacu mobilnya ke arah Jalan Sunan Giri. Mobil yang mereka kendarai sempat menabrak sejumlah sepeda motor yang sedang parkir di pinggir jalan. Warga yang curiga ikut melakukan pengajaran. Bagai dalam adegan film sejumlah pengendara motor melakukan pengejaran. Di simpang empat Kebomas, pelaku belok ke kanan ke Jalan R.A. Kartini, Gresik. Warga terus mengejar dan berhasil mengehentikan laju mobil Sigra yang dikendarai pelaku. 

Massa yang sudah terlanjur amarah sudah sampai ke ubun-ubun kemudian melampiaskan emosinya kepada pelaku.  Bak…buk…Bak.. buk… Sebagai massa lainnya merusak mobil yang dikendarai oleh pelaku. Beruntung ada patroli anggota Polsesk Kebomas sehingga pelaku terselamatkan. Tiga pelaku dan barang bukti sebuah mobil Sigra serta tas jinjing milik korban Marliyah disita sebagai barang bukti. 

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Kebomas Kompol Made Jatinegara membenarkan peristiwa yang menggeger warga tersebut. “Anggota Polsek Kebomas yang melaksanakan patroli langsung mengamankan para pelaku dan barang bukti ke Mako Polsekk Kebomas guna prose lanjut,”  tegas Kompol Made Jatinegara pada Rabu, 5 April 2023.

Hasil pemeriksaan, para pelaku berasal dari luar Gresik. AE, 66, perempuan berinisial M, 63. Keduanya warga Banyuurip Kidul, Kecamatan Sawahan, Surabaya. Serta, FA, 35, warga Kupang Gunung Jaya Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya. Barang bukti yang diamankan satu unit Daihatsu Sigra warna Putih L 1725 BAH. Gula putih 5 kg, Telor 2 kg, Beras 3 kg dan Tas korban berisi uang Rp 300.000

“Jadi para pelaku berpura-pura membeli sembako, dan saat korban lengah, pelaku mengambil uang dan barang dagangan korban,” tegasnya lagi.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan tindak pidana pencurian yaitu Pasal 362 KUHP Jo Pasal 53 KUHP. Pasal 53 ini menjelaskan tentang selesainya tindak pidana bukan diniati oleh yang bersangkutan, namun akibat diketahui oleh warga. “Ancaman hukumannya yaitu pidana penjara selama-lamanya lima tahun. Sehingga langsung kami lakukan penahanan,” katanya. (yad)

Mengendari Mobil Pasutri Nyaru Pembeli,  Eh… Ternyata Pencuri  Selengkapnya

Sambut Lebaran, Stiamak Surabaya Berbagi Tips Pengelolaan Keuangan dan Distribusi kepada UMKM 

SURABAYA,1minute.id – Tim LPPM Sekolah Tinggi Administrasi Manajemen Kepelabuhan (Stiamak) Barunawati Surabaya berbagi ilmu bisnis kepada UMKM tiga kecamatan Pabean Cantikan, Semampir, Krembangan Surabaya – sekaligus menyambut lebaran 2023. Mereka terdiri dari UMKM makanan, busana, dan aksesoris. 

Tema Pelatihan, “Pengelolaan Keuangan dan Manajemen Distribusi pada UMKM Surabaya”. Narasumber dari Ketua STIAMAK Barunawati Surabaya Sumarzen Marzuki. Dan, dosen tetap, yakni Indriana Kristiawati ; Mudayat ; Nur Widyawati dan Dian Arisanti. Kemudian, Moh. Fail ;  Risni Adelini ; serta Dian Taufik Febrianto.

Kepala Humas Stiamak Barunawati Surabaya Moh. Fail mengatakan, pengabdian kepada masyarakat tersebut bersifat sharing session. “Para dosen berbagi ilmu tentang konsep pembukuan keuangan dan konsep distribusi produk. Tentu para UMKM telah menemukan pengalamannya sendiri,” kata Fail dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Sabtu, 18 Maret 2023.

 Menurut mantan wartawan Jawa Pos Group tersebut, dalam distribusi terpenting adalah ketepatan waktu. “UMKM harus memiliki manajemen distribusi yang baik. Mulai apa saja yang harus disiapkan, siapa saja yang terlibat dan bagaimana proses distribusinya,” tambah Fail. 

Sementara Kepala Prodi Soedarmanto mengatakan, setiap kegiatan usaha wajib ada pembukuan keuangan. Mulai modal, harga penjualan sampai laba. “Jadi setiap transaksi wajib dicatat. Berapa modalnya, berapa menjual produknya sampai berapa labanya. Jangan sampai modal usaha bercampur dengan keuangan keluarga,” kata Soedarmanto. 

Salah satu peserta dari UMKM Kecamatan Semampir Susana Dewi menyampaikan  peristiwa melayani makan orang dari bantuan Dinas Sosial (Dinsos). “Uangnya tidak seberapa. Tapi kalau ada calon penerima meninggal, maka untuk mengambil atau pengembalian uang dalam pembukuan tersebut yang susah. Apalagi uang tersebut bantuan dari Dinas Sosial,” katanya.

Para peserta mengaku senang dengan pelatihan tersebut, apalagi materinya tentang pengelolaan keuangan yang sangat dibutuhkan para pelaku UMKM dan kebetulan untuk menghadapi lebaran orderan ramai. Sehingga pembukuan keuangan sangat penting. (yad)

Sambut Lebaran, Stiamak Surabaya Berbagi Tips Pengelolaan Keuangan dan Distribusi kepada UMKM  Selengkapnya

Leo Art Jogja Merambah Pasar Surabaya, Dompet dan Tas Cocok Semua Kalangan 

GRESIK, 1minute.id – Fairuz Fatin Bahriyah tampil menawan. Model asal Gresik itu memakai gaun pesta warna merah marun terlihat anggun apalagi dipadukan dengan tas jinjing karya Leo Art. Fairuz dalam sebuah sesi pemotretan akhir pekan lalu terlihat cantik. 

Menurut Fairuz Fatin Bahriyah, tampil lebih trendi dan percaya diri saat menghadiri pesta, selain busana yang nenunjang, tentu asesoris yang saling mendukung semua penampilan. 

“Tampil di muka umum, selain inner beauty, make up, jenis busana, warna busana, asesoris pendukung seperti tas, dompet, sandal atau sepatu, semuanya saling berkaitan dan saling melengkapi, dan membuat tampil lebih percaya diri,” kata Fairuz. 

Ia melanjutkan, saat tampil di acara keluarga, di pertemuan rekan bisnis, atau saat ke pesta, bagi kaum hawa tentunya menyesuaikan busana dan asesoris pendukung lainnya mesti matching, bahkan make up untuk pagi, sore maupun malam juga sedikit ada perbedaan. 

“Bagi remaja putri maupun ibu ibu, saat keluar untuk bertemu dengan individu yang lain pada arena pesta dan biar semakin menunjang penampilan serta percaya diri, jangan dilupakan untuk selalu mengenakan tas atau dompet,” jelasnya.

Marketing dari Leo Art, Muhammad Amiruddin menyampaikan bahwa tas dan dompet produknya ini sangat cocok dikenakan bagi kaum wanita baik remaja,  dewasa, manula, saat hadir pada pesta. 

“Saat ini kami sudah memasuki Jawa Timur dengan membuka kantor perwakilan di Surabaya, kami menyediakan aneka tas dengan hiasan manik-manik dengan harga kompetitif  termasuk aneka macam dompet, dan kami melayani penjualan secara konvensional maupun secara online,” jelas Amir. (yad)

Leo Art Jogja Merambah Pasar Surabaya, Dompet dan Tas Cocok Semua Kalangan  Selengkapnya