Ning Nila, Anggota Komisi VII DPR RI Dorong UMKM di Gresik Gunakan Fotografi dan Medsos untuk Gaet Gen Z

GRESIK,1minute.id – Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti mendorong UMKM, wabil khusus pelaku usaha kuliner di Kabupaten Gresik, untuk memanfaatkan fotografi dan media sosial sebagai strategi pemasaran agar mampu menjangkau generasi muda, khususnya Gen Z.

Menurut Ning Nila, sapaan, Nila Yani Hardiyanti, banyak kuliner khas Gresik, memiliki cita rasa dan resep yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, tidak sedikit pelaku usaha yang masih kesulitan menarik perhatian pasar generasi muda karena belum mampu menyajikan tampilan visual yang menarik di media digital.

“Selama ini banyak kuliner yang rasanya luar biasa, tetapi belum mampu menyapa Gen Z. Padahal mereka sangat aktif menggunakan media sosial. Karena itu, foto makanan bukan sekadar gambar, tetapi harus mampu bercerita dan membangun ketertarikan calon pembeli,” kata Ning Nila ketika menjadi pembicara dalam workshop bertajuk “Through the Lens: Culinary Storytelling with Photography” di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Selasa, 28 Juli 2026. 

Selain Ning Nila, workshop yang diinisiasi oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia juga menghadirkan fotografer dokumenter, pengajar foto jurnalistik, dan pendiri Matanesia asal Surabaya, Mamuk Ismuntoro ini diikuti seratus pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Mereka ada yang berbisnis makanan dan minuman, hingga event organizer. 

Ia menilai daya saing sebuah produk kuliner saat ini tidak hanya ditentukan oleh cita rasa, tetapi juga bagaimana produk tersebut dikemas secara visual.

“Sering kali pelaku usaha kalah bersaing bukan karena rasanya, tetapi karena visual produknya kurang menarik. Lewat storytelling dalam fotografi, makanan akan memiliki cerita yang mampu mengundang orang untuk membeli,” kata politisi perempuan dari daerah pemilihan (dapil) Gresik dan Lamongan ini. 

Nila menambahkan, penguatan sektor ekonomi kreatif, termasuk kuliner, diharapkan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, kegiatan workshop tidak sekadar menjadi acara seremonial, melainkan menjadi instrumen peningkatan kapasitas pelaku usaha.

“Kami ingin workshop ini benar-benar menjadi bekal bagi para pelaku bisnis kuliner agar mampu memanfaatkan kekuatan visual dalam memasarkan produknya,” harapnya. Ia menegaskan, workshop akan dilakukan secara berkelanjutan. 

Perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif, Iman Santoso, turut mengapresiasi penyelenggaraan workshop tersebut. Kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan fotografi dan storytelling menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah produk kuliner sekaligus memperluas jangkauan pemasaran di era digital.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik, Ghozali, berharap kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas promosi produk.

Menurutnya, Kabupaten Gresik memiliki sejumlah warisan budaya tak benda (WBTB) seperti nasi krawu dan kupat ketek yang memiliki potensi besar untuk dipromosikan melalui konten visual yang menarik. “Kami berharap para pelaku usaha dapat memanfaatkan ilmu fotografi storytelling ini agar kuliner khas Gresik semakin dikenal luas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Ning Nila, Anggota Komisi VII DPR RI Dorong UMKM di Gresik Gunakan Fotografi dan Medsos untuk Gaet Gen Z Selengkapnya

Pengunjung PetroNite Fest 2026 Membludak, Pemilik Tenan, UMKM Semringah, 9 Hari Transaksi Diperkirakan Lebih  Rp 10 Miliar 

GRESIK,1minute.id – PetroNite Fest 2026 yang digelar Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia (Persero) memasuki hari terakhir, Minggu, 5 Juli 2026. Ribuan orang tumplek-blek di Kompleks Sarana Olahraga (SOR) Tri Dharma Petrokimia Gresik. 

PetroNite Fest yang dihelat mulai 27 Juni hingga 5 Juli 2026 menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membawa berkah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebanyak 30 ribu hingga 50 ribu pengunjung yang memadati area festival setiap hari memberikan dampak langsung terhadap peningkatan penjualan para tenant.

Salah satu yang merasakan manfaat tersebut adalah stan Jajano, pelaku UMKM yang menyajikan beragam kue dan camilan kekinian. Sejak hari pertama penyelenggaraan, produk-produk yang dibawa selalu habis terjual bahkan sebelum operasional festival berakhir.

“Dari pameran ini belum buka pukul 16.00, sudah banyak pengunjung yang antre. Mulai hari pertama, produk yang kami bawa selalu habis sebelum pameran ditutup. Penjualan kami di PetroNite Fest jauh lebih ramai dibandingkan event-event lain yang kami ikuti,” ujar Riska Indayani, penjaga stan Jajano pada Selasa malam, 30 Juni 2026.

Inda, sapaan akrab Riska Indayani mengungkapkan, saat ini Jajano mengikuti tiga pameran yang berlangsung bersamaan, yakni di Gresik dan Surabaya. Namun, hanya di PetroNite Fest mereka menambah jumlah karyawan hingga lima orang untuk melayani tingginya jumlah pembeli.

“Antrean pembeli di sini (PetroNite Fest, Red) selalu panjang, tidak pernah kurang dari sepuluh orang dalam barisan. Karena itu karyawan stan Jajano di PetroNite Fest lebih banyak, biar pelanggan tetap mendapatkan layanan cepat,” kata Inda.

Ramainya pengunjung juga tercermin dari omzet penjualan. Di PetroNite Fest, Jajano mampu meraih omzet sedikitnya Rp20 juta per hari, dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan pameran lain yang rata-rata mencapai Rp 10 juta per hari. Bahkan, angka tersebut jauh melampaui omzet gerai harian mereka di Jalan Perintis Taman 5 Randuagung, Gresik, yang berkisar Rp 5 juta per hari.

“Jelas PetroNite Fest menjadi berkah bagi pelaku UMKM. Karena itu Jajano selalu ikut setiap penyelenggaraannya,” ujar Inda. Muhammad Farhan R, pemilik stan mainan setali tiga uang dengan Indah. Pemuda asal Jalan Kapten Dulasim, Gresik ini mengaku omzet yang diperolehnya selama mengikuti PetroNite Fest meningkat drastis. Bahkan mencapai tujuh kali lipat dibandingkan saat membuka lapak di Alun-Alun Gresik.

“Alhamdulillah pengunjung PetroNite Fest ramai sekali, jadi berkah bagi pelaku usaha yang meramaikan pameran ini. Biasanya saya buka di alun-alun dapat sekitar Rp 200 ribu, kalau di PetroNite Fest bisa mencapai Rp 1,5 juta per hari,” ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan Mang Cecep, pemilik stan kuliner Margoci (aci-acian) yang membawa brand baru ke PetroNite Fest. Di luar dugaan, produk yang ditawarkannya langsung mendapat sambutan positif dari para pengunjung.

“Ngeri banget ramainya pengunjung, di luar ekspektasi kami para pelaku usaha. Baru pertama ikut pameran di PetroNite Fest langsung menyala. Omzet kami sehari bisa dua digit. Para penjual happy semua melihat pengunjung yang ramai,” katanya.

Sementara itu, Nur Aini Rahmawati, pemilik stan aksesori Sandy’s, juga merasakan lonjakan penjualan yang signifikan selama penyelenggaraan PetroNite Fest. Menurutnya, jumlah pembeli jauh lebih banyak dibandingkan di gerai hariannya.

“Kalau di rumah biasanya hanya laku sekitar 10 pcs, di sini saya bisa jual lebih dari 50 pcs. Selama lima hari saya bisa dapat omzet hingga Rp20 jutaan,” tuturnya.

Tingginya antusiasme masyarakat yang memadati PetroNite Fest tidak hanya menciptakan suasana acara yang meriah, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan omzet para pelaku UMKM dan tenant yang berpartisipasi.

Tahun ini PetroNite Fest menghadirkan 670 tenant, terdiri atas 558 pedagang kaki lima (PKL), 73 stan outdoor VIP, dan 39 stan indoor VIP yang beroperasi hingga 5 Juli 2026. Petrokimia Gresik juga melibatkan 12 tenant mitra binaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan UMKM. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, PetroNite Fest mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp10 miliar dengan total kunjungan mencapai 319 ribu orang. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pengunjung PetroNite Fest 2026 Membludak, Pemilik Tenan, UMKM Semringah, 9 Hari Transaksi Diperkirakan Lebih  Rp 10 Miliar  Selengkapnya

Hari Ketiga, Antusiasme Warga Nikmati PetroNite Fest 2026 Libatkan 670 Tenant Tetap Tinggi 

GRESIK,1minute.id – PetroNite Fest 2026 memasuki hari ketiga pada Senin malam, 29 Juni 2026. Event tahunan yang digelar oleh Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, (Persero) dipusatkan kompleks Sarana Olahraga (SOR) Tridharma Petrokimia Gresik. 

PetroNite Fest 2026 yang dibuka oleh Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo untuk merayakan HUT ke-54 Petrokimia Gresik ini melibatkan 670 tenant yang didominasi pelaku UMKM.

Keterlibatan UMKM ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses promosi, memperkuat ekosistem UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia GresiknAdityo Wibowo, usai pembukaan menyampaikan bahwa event ini merupakan kontribusi nyata perusahaan dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan dan memperkuat daya saing UMKM lokal dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-54 Petrokimia Gresik.

“PetroNite Fest menjadi ruang bagi UMKM untuk berkembang, memperluas pasar, sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo.

Ia menjelaskan, tahun ini PetroNite Fest diikuti 670 tenant yang terdiri atas 558 pedagang kaki lima (PKL), 73 stan outdoor VIP, dan 39 stan indoor VIP yang akan beroperasi hingga 5 Juli 2026. Seluruh tenant juga didorong menggunakan QRIS sebagai bentuk penguatan ekosistem usaha berbasis digital sehingga transaksi menjadi lebih mudah, cepat, aman, dan nyaman.

Selain itu, Petrokimia Gresik melibatkan 12 tenant mitra binaan CSR serta Karang Taruna di sekitar perusahaan yang dipercaya mengelola area parkir selama kegiatan berlangsung. Pada penyelenggaraan tahun lalu, PetroNite Fest mencatatkan perputaran ekonomi sekitar Rp10 miliar dengan total pengunjung mencapai 319 ribu orang.

“Kami ingin UMKM tidak hanya bertambah dari sisi jumlah, tetapi juga naik kelas dari sisi ekosistem bisnisnya. Karena itu, tahun ini seluruh tenant kami dorong menggunakan QRIS agar transaksi menjadi lebih mudah, cepat, aman, dan nyaman, sekaligus mendukung percepatan ekonomi digital di Kabupaten Gresik,” kata Adit.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, mengapresiasi komitmen Petrokimia Gresik yang secara konsisten mendukung pengembangan UMKM dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Selama ini Petrokimia Gresik juga banyak memberikan dukungan bagi kemajuan UMKM, termasuk mendukung berbagai program Pemerintah Kabupaten Gresik yang berkaitan dengan pengembangan UMKM,” tandasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan PetroNite Fest dengan membeli dan menggunakan produk-produk UMKM lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Wabup juga berharap Petrokimia Gresik terus berkembang sehingga kontribusinya terhadap pengembangan UMKM dan kesejahteraan masyarakat Gresik semakin besar.

“Lebih dari lima dekade Petrokimia Gresik telah menjadi kebanggaan masyarakat Gresik. Tidak hanya berperan sebagai perusahaan strategis nasional yang mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi mitra penting Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam membangun perekonomian daerah, khususnya UMKM,” tutupnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Hari Ketiga, Antusiasme Warga Nikmati PetroNite Fest 2026 Libatkan 670 Tenant Tetap Tinggi  Selengkapnya

Happy Ending, Bupati Gresik Beri Bantuan Stimulan Usaha dan Lahan Baru untuk PKL Semambung Driyorejo

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 34 pedagang kaki lima terdampak penataan kawasan di Desa Semambung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik kini bisa tersenyum. Happy ending. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberikan bantuan stimulan usaha untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar Rp 5 juta per orang atau total Rp 215 juta.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, bantuan tersebut berasal dari kolaborasi sejumlah perusahaan dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gresik. Ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Gresik untuk memastikan penataan kawasan yang dilakukan demi kepentingan masyarakat umum tetap berjalan seiring dengan keberlangsungan ekonomi warga terdampak. 

“Bantuan stimulan usaha ini akan diserahkan untuk 43 pelaku usaha terdampak penertiban. Masing-masing akan menerima sama senilai Rp 5 juta sebagai langkah nyata pemulihan ekonomi masyarakat pasca relokasi kawasan,” kata Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menyerahkan bantuan secara simbolis di ruang rapat Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 18 Juni 2026.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Misbahul Munir , Camat Driyorejo Muhammad Amri, Ketua Baznas Gresik  Muhamad Mujib serta sejumlah perwakilan perusahaan di Kecamatan Driyorejo.

Ia melanjutkan, dalam dua bulan terakhir, Pemkab Gresik melakukan pendataan, verifikasi, serta pendampingan terhadap para pelaku usaha terdampak guna memetakan kebutuhan pasca penataan kawasan. Hasil proses tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui kolaborasi dengan sejumlah perusahaan dan Baznas Gresik agar bantuan modal usaha dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada para penerima manfaat.

“Penataan kawasan yang dilakukan pada April 2026 merupakan bagian dari upaya normalisasi saluran dan pengendalian banjir di wilayah Driyorejo dan Wringinanom. Setelah proses tersebut berjalan, Pemkab Gresik berfokus pada langkah-langkah pemberdayaan bagi pelaku usaha terdampak agar dapat kembali mengembangkan usahanya,” harapnya.

Ia menambahkan, sejak proses penataan kawasan dilakukan, Pemkab bersama DPRD Gresik terus membuka ruang komunikasi dengan para pelaku usaha terdampak, guna membahas berbagai kebutuhan pascapenataan, termasuk keberlanjutan usaha dan opsi lokasi berjualan. Bantuan modal usaha yang disalurkan saat ini menjadi salah satu bentuk dukungan untuk membantu pelaku usaha kembali menjalankan aktivitas ekonominya.

“Selain bantuan modal usaha, Pemkab Gresik juga menyediakan lahan aset daerah seluas 1000 meter persegi, saat ini yang akan dimanfaatkan dan dikelola oleh paguyuban PKL Semambung. Dengan kontrak 5 tahun sebagai lokasi usaha dengan skema retribusi 6 bulan awal ada dispensasi dan 6 bulan berikutnya dibayarlah retribusi sesuai angka yang telah disepakati,” terang mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Bupati Gresik Fandi Akhmad yani juga berpesan kepada paguyuban PKL untuk merawat dan menjaga lahan relokasi yang disediakan oleh Pemkab Gresik tersebut secara optimal. “Pentingnya kesadaran kolektif dari PKL maupun paguyuban untuk menjaga kebersihan dan ketertiban agar fasilitas tersebut tetap bersih, nyaman dan aman bagi UMKM maupun pengunjung, “harapnya.

Salah satu penerima manfaat M. Adhim, 42, mengaku bersyukur atas perhatian dan dukungan yang diberikan pemerintah daerah bersama berbagai pihak. Bantuan modal usaha tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk kembali memulai usaha dan menopang perekonomian keluarga. 

“Dampak penertiban kemarin memang berat bagi kami, tetapi dengan adanya bantuan modal dan perhatian dari pemerintah, kami merasa tidak berjalan sendirian. Bantuan stimulan usaha ini akan kami maksimalkan untuk menata kembali modal dagang kami demi menyambung hidup keluarga,” katanya kemudian tersenyum. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Happy Ending, Bupati Gresik Beri Bantuan Stimulan Usaha dan Lahan Baru untuk PKL Semambung Driyorejo Selengkapnya

Kolaboraya Komisi VII DPR RI, Himbara dan Pemkab Gresik Gelar KUR Expo 2025, UMKM Bisa Ajukan KUR Rp 100 Juta Tanpa Jaminan 

GRESIK,1minute.id – KUR Expo 2025 dihelat di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik, Jawa Timur. Ratusan pengusaha Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM), diantaranya, “Rombongan” Mbak Nila memenuhi gedung atap berarsitektur mirip keong itu.

Mereka terlihat semringah. Sebab, kegiatan kolaboraya antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Akademisi dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), antara lain, BRI, BNI dan Mandiri serta Komisi VII DPR RI bertujuan memberikan akses kemudahan UMKM mendapatkan kredit perbankan anggota Himbara hingga Rp 100 juta tanpa agunan, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. 

Bagi UMKM kredit tersebut sebuah oase. Apalagi, perbankan siap untuk mempercepat proses pencarian kredit dalam dua hari kerja. Biasanya, persetujuan kredit butuh waktu 7 hari kerja. 

Dalam KUR Expo 2025 ini, ada sejumlah kegiatan, pelayanan perbankan, juga pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dilakukan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik. Stan-stan itu “diserbu” oleh para entreneuer yang mayoritas kaum hawa itu.

Ada juga, talk show mengusung tema “Kolaboraya untuk UMKM Gresik Berdaulat!”. Narasumbernya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti. Nila adalah anggota DPR RI dari PDI-Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim X yakni Kabupaten Gresik dan Lamongan yang menginisiasi kegiatan tersebut. 

Nila arek Gresik asli ini tergabung dalam komisi VII yang membidangi Perindustrian, UMKM, Ekonomi Kreatif, Pariwisata dan Sarana Publikasi. Talk show yang dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag).Gresik Darmawan berlangsung seru karena antusiasme peserta. 

Kepala Diskoperindag Gresik Darmawan menyatakan, pinjaman untuk UMK tanpa jaminan akan bisa menjadi penggerak ekonomi di Gresik. “Kemudahan proses KUR ini sebagai upaya UMKM bisa lebih maju dan bertahan di tengah kondisi global sekarang,” kata Darmawan dalam sambutannya pada Minggu, 16 November 2025.

Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti menyampaikan komitmen untuk terus mengupayakan UMKM bertumbuh sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan pengusaha UMKM dan mendongkrak pertubuhan perekonomian Gresik serta menurunkan angka pengangguran. Ia mencontohkan, bantuan ratusan rombong untuk para UMKM yang telah dilakukan. “Ternyata disini banyak Rombongan Mbak Nila,” ujarnya sambil tersenyum. 

Ia berharap, para UMKM di Gresik bisa memanfaatkan kemudahan untuk mendapatkan KUR tanpa jaminan ini. “Permodalan itu ditujukan untuk menjadi stimulus pengembangan usaha para pelaku UMKM. Jangan sampai mereka mengembangkan usaha dengan pinjaman online atau pinjaman berbunga besar,” ujar Nila di acara Talk Show Kolaboraya untuk UMKM Gresik Berdaulat!

Dalam kesempatan tersebut, Ia menegaskan, setiap produk lokal membawa cerita dan setiap cerita pantas dipentaskan hingga panggung nasional. “Ayo melangkah berkolaboraya, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat—bela, beli, bagi untuk nyala lilin UMKM Gresik menjadi mercusuar yang menopang kesejahteraan bersama,” katanya.

Perkembangan UMKM di Gresik 2020-2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Dengan prediksi peningkatan signifikan hingga 2025. Sektor unggulan terlihat pada sektor makanan olahan, kerajinan tangan, dan fasyen, yang terus berinovasi dan menarik minat pasar luas. Selain itu, UMKM juga berperan vital dalam penciptaan lapangan kerja, menyerap banyak tenaga kerja lokal dan mengurangi angka pengangguran di Gresik.

Permodalan menjadi jantung pertumbuhan UMKM. Tanpa pembiayaan yang memadai, potensi UMKM sulit terealisasi. “Semoga pinjaman KUR ini bermanfaat dan membawa keberkahan bagi para pelaku UMKM,” pungkasnya. (yad)

Kolaboraya Komisi VII DPR RI, Himbara dan Pemkab Gresik Gelar KUR Expo 2025, UMKM Bisa Ajukan KUR Rp 100 Juta Tanpa Jaminan  Selengkapnya

18 Produk UMKM Gresik binaan Dekranasda Ramaikan Sea Food Expo 2025 di China

GRESIK,1minute.id –  Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Gresik berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) serta Bea Cukai Gresik mengirimkan produk unggulan UMKM ke China.

Sebanyak 18 produk bahari hasil kurasi tersebut telah diseleksi oleh eksportir berpengalaman untuk mengikuti pameran internasional “Sea Food Expo 2025” di Qingdao, China.

Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini Ali menyampaikan, kegiatan hasil kolaborasi Dekranasda, Diskoperindag dan Bea cukai dalam meningkatkan peran UMKM Gresik. “Dengan kolaborasi ini, tidak hanya di pasar lokal tapi produk UMKM bisa menembus pasar internasional. Kita terkenal dengan potensi hasil lautnya, di sinilah kita mengenalkan produk-produk bahari khas Gresik ke pasar luar,” ujar Ning Nurul, sapaan,  Nurul Haromaini Ali di Galeri Dekranasda Gresik Jalan Basuki Rahmat, Gresik.

Ia percaya bahwa produk-produk UMKM, khususnya olahan hasil laut, memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk luar negeri. “Dengan peran pemerintah dan pihak terkait harus saling mendukung, bagaimana kita semua bersinergi bisa membawa UMKM Gresik go internasional,” ucap ibu dua anak itu. 

Sementara itu, Imanda, perwakilan dari perusahaan eksportir PT Aji Bakuh Anugrah, menjelaskan bahwa produk-produk olahan UMKM Gresik telah melalui proses kurasi yang ketat dan memenuhi standar internasional. “Dengan produk yang sudah kami kurasi secara ketat, produk hasil olahan UMKM Gresik tidak hanya enak rasanya dan otentik, tetapi juga dari kemasan dan logistiknya sudah masuk standar internasional,” jelasnya.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pihak swasta untuk memperluas pasar UMKM Gresik hingga ke kancah global. (yad)

18 Produk UMKM Gresik binaan Dekranasda Ramaikan Sea Food Expo 2025 di China Selengkapnya

PetroNite Fest, Kerja Nyata Petrokimia Gresik Mendorong Pemberdayaan UMKM Lokal

GRESIK,1minute.id – PetroNite Fest 2025 memasuki hari ketiga. Event tahun diinisiasi oleh Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini diikuti 668 UMKM di sekitar perusahaan turut meramaikan pameran yang digelar dalam momen Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-53 Petrokimia Gresik dan Hari UMKM Internasional ini.

Kerja nyata Petrokimia Gresik dalam mendorong pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia (Persero) Dwi Satriyo Annurogo saat Opening Ceremony PetroNite Fest 2025, menjelaskan, bahwa Petrokimia Gresik berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam memajukan UMKM lokal melalui banyak platform. Salah satunya event Pasar Rakyat yang digelar sejak 2011, dan bertransformasi menjadi PetroNite Fest pada 2022. Dan tahun ini diselenggarakan sembilan hari hingga 6 Juli 2025 nanti.

“PetroNite Fest sangat ditunggu masyarakat, termasuk UMKM. Tahun lalu, dalam sehari ada 25.000 pengunjung, dengan perputaran ekonomi harian di pameran hingga Rp 10 miliar. Alhamdulillah, tahun ini jumlah tenan semakin banyak dan mengusung konsep futuristik modern. Harapannya mendorong peningkatan jumlah pengunjung dan memperbesar dampak ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha lokal,” ujar mantan Direktur Utama Petrokimia Gresik ini. 

Di tempat yang sama, Senior Vice President (SVP) Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo menambahkan, ratusan tenant yang terlibat dalam PetroNite Fest 2025 terdiri dari UMKM binaan Petrokimia Gresik dan UMKM masyarakat umum sekitar perusahaan. Selain itu, UMKM binaan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik juga turut meramaikan.

UMKM tersebut memasarkan barang kerajinan, pakaian, dan lainnya. Paling menarik, di PetroNite Fest ini juga terdapat berbagai jenis makanan, mulai dari makanan tradisional berbagai daerah, makanan modern, dan makanan yang disajikan dengan unik dalam Food Truck.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana para pelaku UMKM untuk bisa memperkenalkan serta mempromosikan karya dan barang yang mereka jual, baik berupa makanan, pakaian, maupun kerajinan,” ujar Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo.

Untuk menarik pengunjung, tambahnya, dalam PetroNite Fest 2025 ini dihadirkan musisi nasional, musisi lokal, kesenian tradisional, hadrah, kasidah, kompetisi dance antar-SMA/SMK Gresik, serta perwakilan dari Persatuan Istri Karyawan (PIKA PG) yang turut andil dalam kesenian Kolintang. Banyak sekali hiburan yang disuguhkan setiap harinya.

“UMKM memiliki peranan strategis sebagai pilar perekonomian Indonesia yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan. Oleh karena itu, Petrokimia Gresik sebagai bagian dari BUMN yang juga salah satu pilar penggerak perekonomian, menaruh komitmen dan perhatian tinggi terhadap UMKM. Semoga kegiatan ini memberikan kebermanfaatan bagi UMKM dan masyarakat,” tutup Adit. (yad)

PetroNite Fest, Kerja Nyata Petrokimia Gresik Mendorong Pemberdayaan UMKM Lokal Selengkapnya

Rumah BUMN SIG Sukses Bawa Kopi Rembang Tembus Pasar Nasional

GRESIK,1minute.id – Penikmat Kopi Lelet Pandawa tidak hanya warga Rembang, Jawa Tengah. Kopi racikan Mohammad Totok Wahyudi, 42, ini telah merambah hampir semua Kabupaten/Kota di Indonesia. Di bawah binaan Rumah BUMN PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di Kabupaten Rembang (RB Rembang) yang dikelola oleh anak usahanya, PT Semen Gresik, Kopi Lelet Pandawa mampu mencatatkan pertumbuhan bisnis yang signifikan.

Mohammad Totok Wahyudi, 42, pemilik usaha Kopi Lelet Pandawa di Desa Sendangagung, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, bersyukur menjadi bagian dari RB Rembang sejak tahun 2020. Ia mengaku, RB Rembang berperan besar dalam mendorong pertumbuhan bisnis Kopi Lelet Pandawa. Tidak hanya dibekali pelatihan administratif dan manajemen bisnis untuk menjalankan usahanya, tetapi juga penguatan branding hingga perluasan pasar melalui digital marketing, sehingga memperkuat daya saing produknya.

“Dulu saya hanya berangkat dari semangat ingin menjaga tradisi minum kopi di pesisir Kabupaten Rembang. Namun setelah bergabung dengan RB Rembang, kami mendapatkan banyak pelatihan, peluang untuk promosi, hingga perluasan jejaring usaha, yang justru membuat saya lebih termotivasi untuk terus melangkah maju,” ujar Totok, sapaan akrab, Mohammad Totok Wahyudi.

Totok mengungkapkan, usaha yang dirintis sejak Oktober 2019 silam dengan modal awal Rp 25 juta itu, kini telah mengalami banyak perkembangan dari segi pemasaran. Berbekal alat sangrai kopi sederhana, Totok mulai mengenalkan kopi racikannya yang khas kepada kerabatnya, lalu memasarkannya di toko kelontong dan pasar tradisional secara mandiri.

Saat ini, Totok menjalankan usaha dengan dibantu 14 orang karyawan yang merupakan warga Desa Sedangagung, mulai dari proses produksi kopi, pengemasan, hingga distribusi. Kopi Lelet Pandawa tidak hanya dipasarkan di wilayah Rembang, tapi juga menjangkau pasar yang lebih luas seperti Blora, Pati, Kudus, Jepara, Demak, hingga Tuban di Jawa Timur. Bahkan dengan peran e-commerce, Totok mampu menjangkau pemasaran hingga Provinsi Jawa Barat, Kalimantan dan Bali.

Dengan kualitas premium dan racikan otentik tanpa campuran seharga Rp 19 ribu per bungkusnya, Kopi Lelet Pandawa kini mampu menjual hingga 2.100 bungkus per hari dan meraih omzet rata-rata Rp 30 juta per hari.

”Alhamdulillah, banyak sekali manfaat yang saya rasakan semenjak menjadi bagian dari RB Rembang. Bahkan, kami dibantu membangun jaringan dengan sesama pegiat UMKM. Terima kasih SIG dan Semen Gresik, semoga ke depan semakin banyak UMKM yang bisa dirangkul. Semua pengalaman ini membuat kami semakin termotivasi untuk terus berkembang,” imbuh Totok.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, kepedulian terhadap UMKM melalui pendampingan dan pembinaan yang dilakukan oleh SIG di RB Rembang, Jawa Tengah, terus melahirkan pengusaha-pengusaha sukses yang ikut berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi daerah dan membuka lapangan pekerjaan.

“Sejak beroperasi pada 2020, Rumah BUMN SIG di Rembang telah mendampingi 495 UMKM naik kelas yang diikuti dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 1.869 orang. Pencapaian ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan lapangan kerja dan mendorong kewirausahaan, serta pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” ujar Vita Mahreyni.

Di balik aroma khas kopi yang mengepul di tiap cangkirnya tidak hanya mempertahankan tradisi minum kopi masyarakat pesisir utara Jawa, tetapi juga membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing secara nasional. (yad)

Rumah BUMN SIG Sukses Bawa Kopi Rembang Tembus Pasar Nasional Selengkapnya

SIG dan Rumah BUMN Dorong UMKM masuk Pasar Global 

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) hadir di INACRAFT 2025. Semen Indonesia bersama dengan 14 Badan Usaha Milik Negara atau BUMN lain dalam satu booth Rumah BUMN ini melibatkan 52 UMKM binaan mereka dari berbagai kategori, seperti fasyen, kerajinan tangan, dan aksesoris, serta menghadirkan 149 jenis produk unggulan yang siap menembus pasar internasional.

INACRAFT 2025 yang berlangsung hingga Minggu besok, 9 Februari 2025, booth Rumah BUMN terletak di area Main lobby dan Assembly Hall JICC (Jakarta International Convention Center), menjadi tempat menarik bagi pengunjung untuk berbicara langsung dengan pengrajin, mengetahui proses pembuatan produk, dan membeli produk langsung dari pengusaha lokal.

Tema yang diangkat beragam, mulai dari Batik Lasem oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), merajut tas bersama Perumnas, ecoprint pada media kain oleh PTPN IV, hingga patchwork tissue pouch dengan Bank BTN. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman langsung bagi pengunjung untuk berinteraksi dengan pengrajin, mempelajari proses pembuatan produk, dan membeli produk langsung dari pengusaha lokal.

Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, UMKM dan BUMN adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. BUMN tidak hanya berfokus pada pertumbuhan korporasi, tetapi juga berperan aktif membantu UMKM Indonesia agar semakin berkembang dan tangguh di pasar nasional serta internasional dalam mendukung ekonomi kerakyatan.

”Kementerian BUMN memiliki peran besar dalam membantu memajukan UMKM di Indonesia. Kami terus mendorong UMKM untuk berkembang melalui berbagai program dan kerja sama dengan lembaga lain,” ujarnya.

Sebagai BUMN yang mendukung kemajuan dan pengembangan UMKM Indonesia, SIG secara konsisten memberikan pendampingan secara menyeluruh dan berkelanjutan kepada UMKM, salah satunya dengan mengikutsertakan mereka dalam berbagai pameran untuk memperluas jangkauan pemasaran produk. 

Dalam pameran INACRAFT 2025, SIG memfasilitasi dua UMKM binaannya yang bergerak di bidang fashion Nusantara yaitu Hastadana Batik Tulis Lasem dan Saleen. Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, termasuk dalam hal fashion. Indonesia tercatat memiliki beragam wastra (kain tradisional), mulai dari batik, tenun, songket, ulos, dan lain-lain. 

Keikutsertaan dua UMKM binaan SIG yaitu Batik Tulis Lasem Hastadana dan Saleen dalam pameran INACRAFT 2025 merupakan bagian dari upaya mempromosikan wastra nusantara kepada masyarakat.

“Wastra Indonesia bukanlah sekadar kain, tetapi sebuah identitas kebanggaan bangsa. Kreativitas UMKM binaan SIG dalam memadukan wastra indonesia dengan tren fashion kekinian diharapkan menumbuhkan rasa bangga dan menarik minat masyarakat, utamanya generasi muda. Melalui pameran INACRAFT 2025, SIG berharap fashion nusantara akan lebih dikenal luas oleh masyarakat bahkan mendunia, serta dapat menghidupkan industri kreatif di tanah air,” kata Vita Mahreyni.

Melalui Rumah BUMN, dengan memberikan kesempatan berpartisipasi, SIG berupaya membantu para pengusaha lokal agar lebih siap bersaing di pasar internasional melalui pembinaan yang lebih baik dan akses pasar yang lebih luas. Keberhasilan UMKM binaan BUMN ini adalah cerminan nyata dari kontribusi besar BUMN terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. (yad)

SIG dan Rumah BUMN Dorong UMKM masuk Pasar Global  Selengkapnya

LP3H STAI Ihyaul Ulum Dukun Melakukan Rekrutmen & Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal 

GRESIK,1minute.id – Lembaga Pendamping Proses Produk Halal atau LP3H Sekolah Tinggi Agama Islam atau STAI Ihyaul Ulum, Gresik mengadakan Pelatihan Pendamping Halal pada 1 hingga 4 Februari 2025. 

Pelatihan inin sebagai bagian dari rekrutmen pendamping halal ini diikuti oleh 100 peserta, terdiri dari mahasiswa, dosen, alumni, dan masyarakat umum. 

Pelatihan hari pertama berlangsung secara luar jaringan atau luring di Aula Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur dengan menghadirkan narasumber ahli di bidang halal, yakni Ketua Pusat Halal Unair Surabayq Dr. Abdul Rahem ; Direktur Lembaga Pemeriksa Halal/MUI Jawa Timur Ainul Yaqin serta LP3H Unair Surabaya Adistiar Prayoga.

Dalam sesi tersebut, para narasumber memberikan materi mengenai Ketentuan Syariat Islam terkait Jaminan Produk Halal, Kebijakan dan Regulasi Jaminan Produk Halal atau JPH, serta Proses Produk Halal pada Usaha Mikro dan Kecil atau UMK.

Hari kedua hingga keempat pelatihan akan dilaksanakan secara dalam jaringan atau daring, dengan materi pendalaman dan studi kasus. Pada hari ketiga, peserta akan mengikuti post-test, sementara hari terakhir, keempat akan menjadi sesi pengumuman kelulusan serta pemberian treatment bagi peserta yang belum lulus.  

Selain materi utama, pelatihan ini juga menghadirkan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Gresik, yang memberikan pembekalan mengenai prosedur penerbitan Nomor Induk Berusaha atau NIB dan Pangan Industri Rumah Tangga atau PIRT.

Sementara itu, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan atau Diskoperindag Gresik turut serta memberikan wawasan mengenai perkembangan industri halal di Kabupaten Gresik.  

Ketua LP3H STAI Ihyaul Ulum Gresik Fathul Qorib, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mencetak pendamping halal yang kompeten guna mempercepat proses sertifikasi halal bagi pelaku usaha, khususnya di Kabupaten Gresik.  

“Dengan adanya pendamping halal yang tersertifikasi, diharapkan semakin banyak UMKM yang mendapatkan sertifikasi halal. Ini tidak hanya meningkatkan daya saing produk halal, tetapi juga mendukung penguatan industri halal di Indonesia,” ujarnya.  

Sementara, Ketua STAI Ihyaul Ulum Ubaidillah, menyatakan bahwa kehadiran LP3H ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam meningkatkan kesadaran dan implementasi sertifikasi halal di tengah masyarakat.

“Sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Dukun Gresik, kami merasa terpanggil untuk memberikan peran yang lebih besar dalam memastikan produk-produk yang dikonsumsi masyarakat, khususnya umat Islam, memiliki jaminan halal yang terstandar,” kata Ubaidillah

“LP3H ini adalah wujud dari kepedulian kami terhadap kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi akan produk halal,” imbuh Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama atau ISNU Kabupaten Gresik ini. 

Pelatihan ini mendapat respons positif dari para peserta yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka berharap program ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha kecil yang memperoleh kemudahan dalam mengurus sertifikasi halal, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas jangkauan pasar. (yad)

LP3H STAI Ihyaul Ulum Dukun Melakukan Rekrutmen & Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal  Selengkapnya